Anda di halaman 1dari 5

REAKSI-REAKSI KIMIA

Farhan Lazuardi Sukisman


133020043
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan.
ABSTRAK
Reaksi kimia adalah suatu reaksi antar senyawa kimia atau unsur kimia yang melibatkan perubahan struktur dari
molekul,yang umumnya berkaitan dengan pembentukan dan pemutusan ikatan kimia. Dalam suatu reaksi kimia terjadi proses ikatan
kimia, di mana atom zat mula-mula (edukte) bereaksi menghasilkan hasil ( produk ). Berlangsungnya proses ini dapat memerlukan
energi (reaksiendotermal) atau melepaskanenergi (reaksieksotermal). Reaksi kimia biasanya dikarakteristikan dengan perubahan
kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Tujuan
percobaan reaksi-reaksi kimia adalah untuk mengetahui dan mempelajari jenis dan sifat (sifat kimia dan fisika) dari zat yang
direaksikan, serta untuk mencari rumus senyawa dan koefisien reaksi dari senyawa dengan cara mereaksikan dua buah zat atau
lebih yang dibuktikan dengan adanya perubahan warna, bau, suhu, timbulnya gas dan endapan. Prinsip dari percobaan ini adalah
berdasarkan penggabungan molekul terbagi menjadi dua bagian atau lebih. Molekul yang kecil atau atom-atom dalam molekul.
Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuknya dan terputusnya ikatan kimia. Berdasarkan Hukum Kekekalan Massa yang
dikemukakan oleh Lavosier: Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama dan berdasarkan perbandingan massa unsur-
unsur selalu tetap. Berdasarkan Bronsted Lowry : Asam sebagai zat sembarang yang menyumbang proton dan basa sebagai zat
sembarang yang menerima proton.
Key Words : Reaksi-Reaksi Kimia, Perubahan yang Terjadi

PENDAHULUAN
Reaksi-reaksi kimia merupakan suatu hal yang
dapat diamati dari adanyaperubahan, adanya perubahan
warna, bau, suhu, timbulnya gas dan endapan. Reaksi
kimia merupakan kunci utama ilmu kimia. Dengan
mereaksikan suatu zat berarti kita mengubah zat itu
menjadi zat lain, baik sifat maupun wujudnya. Dalam ilmu
kimia reaksi itu merupakan salah satu cara untuk
mengetahui sifat-sifat kimia dari satu atau berbagai jenis
zat. Sifat-sifat kimia, kemudian dicatat sebagai data
kuantitatif. Dengan demikian, bila kita mengharapkan
suatu zat yang memiliki ciri-ciri tertentu, kita harus
berupaya mencari bahan baku yang bila direaksikan
dengan zat tertentu menghasilkan zat yang kita harapkan.
Tujuan percobaan Reaksi-Reaksi Kimia adalah
untuk mengetahui dan mempelajari jenis dan sifat (sifat
kimia dan fisika) dari zat yang direaksikan, serta untuk
mencari rumus senyawa dan koefisien reaksi dari
senyawa dengan cara mereaksikan dua buah zat atau
lebih yang dibuktikan dengan adanya perubahan warna,
bau, suhu, timbulnya gas dan endapan.
Prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan
penggabungan molekul terbagi menjadi dua bagian atau
lebih. Molekul yang kecil atau atom-atom dalam molekul.
Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuknya dan
terputusnya ikatan kimia. Berdasarkan Hukum Kekekalan
Massa yang dikemukakan oleh Lavosier: Massa zat
sebelum dan sesudah reaksi adalah sama dan
berdasarkan perbandingan massa unsur-unsur selalu
tetap. Berdasarkan Bronsted Lowry : Asam sebagai zat
sembarang yang menyumbang proton dan basa sebagai
zat sembarang yang menerima proton.

METODOLOGI
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada perobaan Reaksi-
Reaksi Kimia adalah NaOH, HCl, C

COOH,

CrO

Cr

, Al

, N

O, nO

, N

,
PbNO

, NaCl, AgNO

, BaCl

, CaCO

, BaO

, MnO

, e

, e

CuO

, KSCN,
Phenolphthalein (pp), Metil Merah (mm), Kertas Lakmus
Merah, Aquadest. Sedangkan alat yang digunakan pada
percobaan Reaksi-Reaksi Kimia adalah pipet tetes,
tabung reaksi, rak tabung reaksi, pipa u, bunsen, penjepit
tabung reaksi, neraca digital.
Tabel 1. Metode Percobaan Reaksi-Reaksi Kimia
No
Metode Percobaan
1
a. 1ml NaOH 0,05M + Phenolphthalein

b.1ml NaOH 0,05M+ Metil Merah

c. 1ml HCl 1M + Phenolphthalein

d. 1ml HCl 1M + Metil Merah
2
a. 1ml CH3COOH 0,05M + Phenolphthalein

b. 1ml CH3COOH 0,05M + Metil Merah
3
a. 1ml NaOH 0,05M (pp) + 1ml HCl 1M (pp)

b. 1ml NaOH 0,05M (mm) + 1ml HCl 1M (mm)

c. 1ml NaOH 0,05M (pp) + CH3COOH 0,05M (pp)

d. 1ml NaOH 0,05M (mm) + CH3COOH 0,05M
(mm)
4
a. 1ml K2CrO4 0,1M + 1ml HCl 1M
b. 1ml K2CrO4 0,1M + 1ml NaOH 0,05M
5
a. 1ml K2Cr2O7 0,1M + 1ml HCl 1M

b. 1ml K2Cr2O7 0,1M + 1ml NaOH 0,05M
6
1ml Al2(SO4)3 0,1M + 5 tetes NaOH 0,05M
7
1ml Al2(SO4)3 0,1M + 5 tetes NaOH 0,05M +
tetes demi tetes NH4OH
8
a. 1ml ZnSO4 0,1M + 5 tetes NaOH 1M

b. 1ml ZnSO4 0,1M + 5 tetes NaOH 1M + 30 tetes
NH4OH
9
Tabung pertama : 4ml (NH4)2SO4 + NaOH 0,05M

Tabung kedua : Lakmus merah
10
1ml Pb(NO3)2 0,1M + 1ml NaCl 0,1M
11
1ml NaCl 0,5M + 10 tetes AgNO3 0,1M
12
1ml BaCl2 0,1M + 1ml K2CrO4 0,1M
13
1ml BaCl2 0,1M + 1ml K2Cr2O7 0,1M
14
1ml BaCl2 0,1M + 1ml HCl 0,1M + 1ml K2CrO4
0,1M
15
Tabung pertama : 1gram CaCO3 + 1ml HCL

Tabung kedua : Ba(OH)2 1ml
16
1ml H2C2H4 0,1M + 2 tetes H2SO4
17
1ml Fe2+ 0,1M + 2 tetes H2C2O4 + tetes demi
tetes KMnO4 0,005M
18
1ml CuSO4 0,05M + NaOH 1M sedikit demi
sedikit
19
1ml CuSO4 0,05M + NH4OH 1M sampai berlebih
20
1ml Fe3+ 0,1M +2ml KSCN 0,1M

1ml Fe3+ 0,1M +2ml KSCN 0,1M + Na3PO4

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan Reaksi-Reaksi Kimia
yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Percobaan Reaksi-Reaksi Kimia
No Reaksi Hasil Pengamatan
1 a. NaO PP NaO pp Pink tua

b. NaOMM NaO
(mm)
Kuning
c. ClPP Cl pp Bening
d. Cl MM Cl mm Pink tua
2
a. C

COOPP
C

COOH(pp)
Bening

b. C

COOMM
C

COOH(mm)
Pink tua
3
a. NaOH(pp)
+C

COOpp
C

COONa+

O
Bening

b. NaOppClpp
NaCl+

O
Pink tua


c. NaOH(mm)
+C

COOpp
C

COONa+

O


Bening

d. NaOmmClmm
NaCl+

O
Pink tua
4
a.

CrO

Cl
2KCl+

CrO


Putih keruh

b.

CrO

NaO
2KOH+Na

CrO


Kuning
5
a. K2Cr2O7Cl
2KCl+H2CrO7
Oranye

b. K2Cr2O7NaO
2KOH+Na2CrO7
Kuning
6
Al2(SO4)3NaO
2Al(OH)2+Na2SO4
Putih keruh dan
ada endapan
7
Al2(SO4)3+2NaOH+NH4OH
AlO2+Na2SO4
Putih keruh dan
ada endapan
kental
8
a. ZnSO4NaO
Zn(OH)2+Na2SO4
Putih keruh

b. ZnSO4+2NaOH+NH4OH
nO2+Na2SO4
Putih keruh
dengan muncul
endapan
9
(NH4)2SO4NaO
2NH4OH+Na2SO4
Lakmus menjadi
biru
10
Pb(NO3)2 NaCl
PbCl2+Na2
Bening
Setelah pembakaran
Bening (tetap) dan
ada gelembung
11
NaCl+AgNO3
AgCl+NaNO3
Putih dan ada
endapan
12
BaCl2+K2CrO4
BaCrO4+2KCl
Kuning kental dan
ada endapan
13
BaCl2+K2Cr2O7
BaCrO7+2KCl
Kuning dan ada
endapan
14
BaCl2+2HCl+K2CrO4
2KCl+BaCrO4+2HCl
Oranye
15
CaCO3+ 2HCl+Ba(OH)2
Ca(OH)2+BaCl2+H2CO3
Terbentuk gas
16
H2C2O+H2SO4+KMnO4
2C2O+HMNO4
Bening
Setelah pembakaran Terjadi endapan
17 e

+HSO4+KMnO4 Ungu kecoklatan


18
CuSO4+2NaOH+NH4O
Cu(OH)2+Na2SO4
Hijau dan ada
endapan
19
CuSO4+NH4O
Cu(OH)2+(NH4)2SO4
Biru dan ada
endapan
20
a. e

+KSCN
Merah kehitaman

b. e

+KSCN+Na3PO4
FePO4+NaSCN
Merah pekat
(Sumber: Farhan Lazuardi, 133020043, Meja 8, Kelompok
B, 2013)
Percobaan reaksi kimia yang telah dilakukan masih
memiliki banyak kesalahan. Hasil yang didapat sering kali
berbeda dari hasil reaksi yang benar. Kesalahan tersebut
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya
ketelitian praktikan saat mengguakan pipet. Pipet yang
telah dipakai untuk mengambil zat sebelumnya tidak
dibersihkan terlebih dahulu saat akan mengambil zat yang
lain, sehingga zat sebelumnya tercampur dengan zat lain
dan mempengaruhi hasil akhir dari reaksi kimia tersebut.
Bila terjadi perbedaan baik itu perubahan warna,
endapan, dan tidak adanya endapan, hal itu nisa terjadi
karena factor lingkungan. Faktor lingkungan disekitar
seperti tinggi rendahnya suhu ruangan yang
mempengaruhi proses kelarutan, takaran yang tidak
sesuai ataupun botol larutan yang tidak ditutup kembali itu
sangat mempengaruhi reaksi kimia ini. Sehingga ketika
kita akan melakukan percobaan kita harus memperhatikan
sekali kebersihan dan keadaan lingkungan disekitar kita.
Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat atau
senyawa diubah menjadi satua atau lebih senyawa baru.
Untuk berkomunikasi satu sama lain tentang reaksi kimia,
para ilmuwan menggunakan cara standar untuk
menggambarkan reaksi tersebut melalui persamaan
kimia. Persamaan kimia adalah menggunakan lambang
kimia untuk menunjukkan apa yang terjadi saat reaksi
kimia tersebut berlangsung. Pereaksi reaktan asil
reaksi ( produk )
Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk dan
terputusnya ikatan kimia. Reaksi kimia adalah perubahan
yang melibatkan perubahan sifat fisik zat dengan
membentuk zat baru, biasanya melibatkan perubahan
sifat fisik seperti, perubahan suhu, perubahan warna, bau,
terbentuknya endapan dan timbulnya gelembung gas.
Beberapa dari percobaan reaksi kimia diatas dapat
digolongkan menjadi beberapa jenis reaksi, yaitu reaksi
penetralan terdapat pada nomor 3, dan 9. Reaksi
kompleksometri terdapat pada nomor 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, dan 13. Reaksi pertukaran ganda terdapat pada 4,
5, 6, dan 7. Reaksi redoks terdapat pada nomor 10, 11,
12, 13, 15, 16, 18, dan 19. Reaksi pengendapan terdapat
pada nomor 6, 7, 8, 11, 12, 13, 18, 19, dan 20.
Reaksi Kimia dapat dikelompokkan dalam
beberapa jenis, yaitu:
1. Reaksi penetralan adalah reaksi asam kuat dan basa
kuat yang dicampurkan dan menghasilkan produk
reaksi berupa garam dalam air. Reaksi yang penting
dalam reaksi ini adalah reaksi asam-basa yang jika
direaksikan dalam pebandingan tertentu selalu
membentuk uap air. Perubahan sifat ini menunjukan
bahwa pada pencampuran larutan asam dengan
larutan basa terjadi suatu reaksi yang menghasilkan
garam dan air.
2. Reaksi reduksi oksidasi atau biasa disebut dengan
reaksi redoks. Reduksi adalah penerimaan electron
oleh suatu atom atau ion, sedangkan oksidasi adalah
pelepasan electron dari dari suatu atom atau ion.
Dalam system kimia terdapat pasangan electron
bebas dan pasangan electron ikatan, yang
memungkinkan terjadi proses serah terima electron.
Dua istilah yang sering digunakan dalam
menerangkan reaksi redoks adalah senyawa
pengoksidasi dan senyawa pereduksi. Senyawa
pengoksidasi (oxydizing agent) adalah zat yang
mengambil electron dari zat yang dioksidasi, dengan
carat u menyebabkan terjadinya oksidasi. Senyawa
pereduksi addalah zat yang membei electron pada
suatu zat lainnya yang direduksi, dengancara itu
menyebabkan terjadinya reduksi.
3. Reaksi penguraian adalah reaksi senyawa tunggal
yang bereaksi membentuk dua atau lebih zat. Reaksi
ini membutuhkan kenaikan suhu agar senyawa dapat
terurai.
4. Reaksi metatesis adalah reaksi pertukaran yang terjadi
apabila natrium klorida dan perak nitrat dicampur. Bila
larutan natrium kloridam mengandung 1 mol NaCl dan
larutan nitrat perak mengandung 1 mol AgNO3, maka
larutan AgCl akan terbentuk dan mengandun 1 mol
NaNO3 yang terlarut. Reaksi kimia yang termasuk
kedalam metatesi, yaitu reaksi kompleksometri dan
reaksi pengendapan adalah sebagai berikut:
a. Reaksi kompleksometri adalah reaksi ion logam,
yaitu kation dengan anion atau molekul netral.
Terdiri dari atom pusat dan sejumlah ligan yang
terikat pada atom pusat. Satu ion molekul
kompleks terdiri dari atom pusat yang ditandai
dengan bilangan koordinasi, yakni suatu angka
bulatbyang menunjukkan jumlah ligan (
monodentat) yang membentuk kompleks stabil
dengan satu atau ion pusat. Ligan dalam
kompleks dapat berupa anion atau molekul netral
yang megandung sebuah atom yang lebih
sepasang electron yang dapat diberikan pada ion
logam
b. Reaksi pengendapan adalah reaksi antara zatzat
atau ion logam yang sukar larut dalam air,
sehingga terbentuklah endapan. Pembentukan
endapan menunjjukkan perubahan sifat kelarutan
yang bila terjadi reaksi antara zat yang berbeda,
maka zat tersebut tidak seluruhnya larut
dannterjadilah endapan pada larutan tersebut.
Pada saat reaksi kimia berlangsung, akan muncul
beberapa peristiwa yang menjadi tanda-tanda bahwa
suatu materi sedang mengalami perubahan kimia. Tanda-
tanda terjadinya reaksi kimia pada suatu materi dapat
diketahui dari beberapa hal berikut ini:
1. Terjadi pembentukan endapan. Hal ini terjadi jika
zat baru yang terbentuk tidak larut / sukar larut
dalam air.
2. Terjadi pembentukan gas. Hal ini terjadi jika zat
baru yang dihasilkan berbentuk gas sehingga
menimbulkan gelembung-gelembung gas yang
seringkali memiliki bau yang khas.
3. Terjadi perubahan warna. Hal ini biasa terjadi jika
zat baru yang terbentuk mempunyai warna yang
berbeda dengan warna zat semula.
4. Terjadi perubahan suhu. Pada setiap reaksi
kimia berlangsung selalunya disertai dengan
penyerapan dan pelepasan energi panas (kalor).
Jika suhu materi naik, maka terjadi reaksi
Eksoterm. Sedangkan jika suhu materi menurun
maka terjadi reaksi Endoterm.
Laju reaksi atau kecepatan reaksi yang
menyatakan banyaknya reaksi kimia yang berlangsung
per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat
terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Laju
reaksi dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu:
1. Luas Permukaan: Untuk mengetahui apa yang
dimaksud dengan luas permukaan, dapat
mencitrakan luas permukaan bola. Berbeda
dengan luas permukaan bola, yang dimaksud
dengan luas permukaan dalam reaksi kimia adalah
luas permukaan zat-zat pereaksi yang bersentuhan
untuk menghasilkan reaksi.
Dalam reaksi kimia, tidak semua luas permuka
an zat yang bereaksi dapat bersentuhan hingga
terjadi reaksi, hal ini bergantung pada bentuk
partikel zat-zat yang bereaksi. Suatu reaksi dapat
saja melibatkan pereaksi dalam bentuk padatan.
Luas permukaan zat ini akan berkaitan dengan
bidang sentuh zat tersebut.Luas permukaan zat
padat akan bertambah jika ukurannya diperkecil.
Luas permukaan mempercepat laju reaksi karena
semakin luas permukaan zat, semakin banyak
bagian zat yang saling bertumbukan dan semakin
besar peluang adanya tumbukan efektif
menghasilkan perubahan. Semakin luas
permukaan zat, semakin kecil ukuran partikel zat.
Jadi semakin kecil ukuran partikel zat, reaksi pun
akan semakin cepat.
2. Konsentrasi Larutan: Jika konsentrasi suatu larutan
makin besar, larutan akan mengandung jumlah
partikel semakin banyak sehingga partikel-partikel
tersebut akan tersusun lebih rapat dibandingkan
larutan yang konsentrasinya lebih rendah.
Susunan partikel yang lebih rapat memungkinkan
terjadinya tumbukan semakin banyak dan
kemungkinan terjadi reaksi lebih besar. Makin
besar konsentrasi zat, makin cepat laju reaksinya.
3. Suhu: Partikel-partikel dalam zat selalu bergerak.
Jika suhu zat dinaikkan, maka energi kinetik
partikel-partikel akan bertambah sehingga
tumbukan antar partikel akan mempunyai energi
yang cukup untuk melampaui energi pengaktifan.
Hal ini akan menyebabkan lebih banyak terjadi
tumbukan yang efektif dan menghasilkan reaksi. Di
samping memperbesar energi kinetik, ternyata
peningkatan suhu juga meningkatkan energi
potensial suatu zat. Dengan semakin besarnya
energi potensial zat, maka semakin besar
terjadinya tumbukan yang efektif, sehingga laju
reaksi semakin cepat.
4. Katalis: Katalis adalah zat yang pada umumnya
ditambahkan dalam ke dalam suatu sistem reaksi
untuk mempercepat reaksi. Pada akhir reaksi,
katalis diperoleh kembali dalam bentuk zat semula.
Katalis bekerja dengan cara turut terlibat dalam
setiap tahap reaksi, tetapi pada akhir tahap, katalis
terbentuk kembali.
Jika suatu campuran zat tidak dapat bereaksi,
penambahan katalis pun tidak akan membuat
reaksi terjadi. Dengan kata lain, katalis tidak dapat
memicu reaksi, tetapi hanya membantu reaksi
yang berlangsung lambat menjadi lebih cepat.
Katalis bekerja secara khusus. Artinya, tidak
semua reaksi dapat dipercepat dengan satu
macam katalis. Dengan kata lain, katalis bekerja
hanya pada satu atau dua macam reaksi, tetapi
untuk reaksi yang lain tidak dapat digunakan.
Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan
sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis
memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat
atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah
akibat perubahan yang dipicunya terhadap
pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan
dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis
mengurangi energi yang dibutuhkan untuk
berlangsungnya reaksi.
Beberapa bahan kimia hanya terdiri dari karbon
dan hidrogen (hidrokarbon). Hidrokarbon digunakan
dalam industri, khususnya pada industri petroleum dan
aspal cair. Energi kimia tersimpan dalam hidrokarbon,
unsur-unsur penyusunnya adalah karbon dan hidrogen.
Hidrokarbon memperoleh energi dari matahari saat
tumbuh-tumbuhan menggunakan sinar matahari selama
proses fotosintesis untuk menghasilkan glukosa
(makanan). Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana
mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi
seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap
glukosa. Gula ini kemudian oleh sel dioksidasi (dibakar)
dengan bantuan oksigen yang kita hirup menjadi energi
dan gas CO2 dalam bentuk respirasi (pernapasan). Energi
yang dihasilkan dan tidak digunakan akan disimpan di
bawah jaringan kulit dalam bentuk lemak.

KESIMPULAN

Dari percobaan Reaksi-Reaksi Kimia ini kita dapat
mengetahui ciri-ciri adanya reaksi kimia dengan adanya
perubahan dari pencampuran dua reaksi atau lebih. Baik
itu perubahan warna, suhu, adanya endapan dan adanya
gas.
Reaksi kima digunakan untuk menentukan zat
dalam bahan pangan, menilai mutu dari pangan
contohnya menilai kandungan dalam zat makanan
(karbohidraat, protein, lemak, vitamin, mineral, dll).

DAFTAR PUSTAKA
Brady, E. James. 1999. Kimia Universitas Asas dan
Struktur, Binarupa Aksara: Jakarta.
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar
Konsep Konsep Inti. Erlangga: Jakarta
Anonim. 2012. http://www.kamuslife.com Diakses: 21
Oktober 2013