Anda di halaman 1dari 10

PRELIMINARY STUDY

REAKSI SAPONIFIKASI

“dibuat untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah satuan proses

Oleh

Rima Agustin Merdekawati

NIM 131411061

proses “ Oleh Rima Agustin Merdekawati NIM 131411061 PROGRAM STUDI D-3 TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA

PROGRAM STUDI D-3 TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2014

1. Apa itu reaksi saponifikasi? Reaksi antara apa dengan apa dan menghasilkan apa? Reaksi saponifikasi (saponification) adalah reaksi yang terjadi ketika minyak / lemak dicampur dengan larutan alkali. Ada dua produk yang dihasilkan dalam proses ini, yaitu Sabun dan Gliserin.

Reaksi :

O

||

O

||

2R C OH + NaOH ----------> 2 R C ONa + H2O

caustic soda

sabun (keras)

O

O

||

||

R C OH + KOH ----------> 2R C OK + H2O

caustic potash

O

||

sabun (lunak)

O

||

CO2

2R C OH + Na2CO3 ----------> 2R C ONa + H2CO3

H20

2. Pada pencampuran sabun, minyak, dan air yang diaduk, mengapa bagian kepala berada di luar sedangkan bagian ekor berada di dalam? Sabun bersifat ampifilik, yaitu pada bagian kepalanya memiliki gugus hidrofilik (polar), sedangkan pada bagian ekornya memiliki gugus hidrofobik (non polar). Oleh sebab itu, dalam fungsinya, gugus hidrofobik akan mengikat molekul lemak dan kotoran, yang kemudian akan ditarik oleh gugus hidrofilik yang dapat larut di dalam air.

3. Apakah trigliserida sebagai komponen utama pembuatan sabun ? Lemak dan minyak adalah komponen utama dalam pembuatan sabun. Minyak/lemak

merupakan senyawa lipid yang memiliki struktur berupa ester dari gliserol. Pada proses pembuatan sabun, jenis minyak atau lemak yang digunakan adalah minyak nabati atau lemak hewan. Perbedaan antara minyak dan lemak adalah wujud keduanya dalam keadaan ruang. Minyak akan berwujud cair pada temperatur ruang (± 28°C), sedangkan lemak akan berwujud padat.

Minyak tumbuhan maupun lemak hewan merupakan senyawa trigliserida. Trigliserida yang umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun memiliki asam lemak dengan panjang rantai karbon antara 12 sampai 18. Asam lemak dengan panjang rantai karbon kurang dari 12 akan menimbulkan iritasi pada kulit, sedangkan rantai karbon lebih dari 18 akan membuat sabun menjadi keras dan sulit terlarut dalam air. Kandungan asam lemak tak jenuh, seperti oleat,

linoleat, dan linolenat yang terlalu banyak akan menyebabkan sabun mudah teroksidasi pada keadaan atmosferik sehingga sabun menjadi tengik. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga titik lelehnya lebih rendah daripada asam lemak jenuh yang tak memiliki ikatan rangkap, sehingga sabun yang dihasilkan juga akan lebih lembek dan mudah meleleh pada temperatur tinggi.

4. Bagaimana karakteristik bahan sabun yang digunakan?

Ada beberapa karaktersitik yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan dasar sabun antara lain:

a. Warna Lemak dan minyak yang berwarna terang merupakan minyak yang bagus untuk digunakan sebagai bahan pembuatan sabun.

b. Angka Saponifikasi Angka Saponifikasi adalah angka yang terdapat pada milligram kalim hidroksida yang digunakan dalam proses saponifikasi sempurna pada satu gram minyak. Angka saponifikasi digunakan untuk menghitung alkali yang dibutuhkan dalam saponifikasi

secara sempurna pada lemak atau minyak.

c. Bilangan Iod Bilangan iod digunakan untuk menghitung ketidakjenuhan minyak atau lemak, semakin besar angka iod, maka asam lemak tersebut semakin tidak jenuh. Dalam pencampurannya, bilangan iod menjadi sangat penting yaitu untuk mengidentifikasi ketahanan sabun pada suhu tertentu.

5. Apakah gliserol termasuk alkohol? Gliserol merupakan senyawa alkohol yang memiliki 3 gugus hidroksil. Gliserol memiliki nama baku 1,2,3-propanatriol. Senyawa ini berwujud cair, tidak berwarna dengan titik didih 290 o C. Titik didih tinggi yang dimiliki oleh senyawa dengan bobot molekul 92,09 g/mol ini disebabkan adanya ikatan hidrogen yang sangat kuat antar molekul gliserol. Gliserol merupakan bahan baku pembentuk trigliserida, yang dapat membentuk ikatan ester dengan asam lemak.

6.

Sebutkan macam-macam sabun !

a. Shaving Cream Shaving Cream disebut juga dengan sabun Kalium. Bahan dasarnya adalah campuran minyak kelapa dengan asam stearat dengan perbandingan 2:1.

b. Sabun Cair Sabun cair dibuat melalui proses saponifikasi dengan menggunakan minyak jarak serta menggunakan alkali (KOH). Untuk meningkatkan kejernihan sabun, dapat ditambahkan gliserin atau alcohol.

c. Sabun kesehatan Sabun kesehatan pada dasarnya merupakan sabun mandi dengan kadar parfum yang rendah, tetapi mengandung bahan-bahan antiseptic dan bebas dari bakteri adiktif. Bahan-bahan yang digunakan dalam sabun ini adalah tri-salisil anilida, tri-klor carbanilyda, irgassan Dp 300 dan sulfur.

d. Sabun Chip Pembutan sabun chip tergantung pada tujuan konsumen didalam menggunakan sabun yaitu sebagai sabun cuci atau sabun mandi dengan beberapa pilihan komposisi tertentu. Sabun chip dapat dibuat dengan berbagai cara yaitu melalui pengeringan, atau menggiling atau menghancurkan sabun yang berbentuk batangan.

e. Sabun Bubuk untuk mencuci Sabun bubuk dapat diproduksi melalui dry-mixing. Sabun bubuk mengandung bermacam-macam komponen seperti sabun, sodasah, sodium metaksilat, sodium karbonat, sodium sulfat, dan lain-lain.

Berdasarkan ion yang dikandungnya, sabun dibedakan atas :

a. Cationic Sabun Sabun yang memiliki kutub positif disebut sebagai kationic detergents. Sebagai tambahan selain adalah bahan pencuci yang bersih, mereka juga mengandung sifat antikuman yang membuat mereka banyak digunakan pada rumah sakit. Kebanyakan sabun jenis ini adalah turunan dari ammonia.

b. Anionic Sabun Sabun jenis ini adalah merupakan sabun yang memiliki gugus ion negatif.

dengan ion yang terdapat dalam air sadah. Non ionic sabun kurang mengeluarkan

busa dibandingkan dengan ionic sabun.

7. HCl digunakan untuk menganalisis produk. Untuk menganalisis apa yang bersisa?

Apa alasannya?

HCl digunakan untuk menganalisis NaOH berlebih yang terdapat dalam produk sabun

dengan menambahkan HCl yang sebelumnya ditambah indikator pp, kita dapat

mengetahui ada alkali bebas (NaOH) atau tidak.

8. Apakah dalam proses pembuatan sabun memerlukan katalis?

Perlu

memperkecil selektivitas.

karena

penambahan

katalis

dapat

meningkatkan

kinetika

reaksi

dan

sedikit

9. Bagaimana perbedaan KOH dan NaOH jika direaksikan dengan trigliserida?

Larutan Alkali yang digunakan dalam pembuatan sabun bergantung pada jenis sabun

tersebut. Larutan alkali yang biasanya digunakan pada sabun keras adalah natrium

hidroksida dan alkali yang biasanya digunakan pada sabun lunak adalah kalium

hidroksida.Jika basa yang digunakan adalah NaOH, maka produk reaksi berupa sabun

keras (padat), sedangkan basa yang digunakan berupa KOH maka produk reaksi berupa

sabun cair

10. Bagaimana kondisi operasi pembuatan sabun?

Suhu Operasi. Suhu yang tinggi akan mempercepat terjadinya reaksi tetapi dengan

pengadukan yang lambat. Selain itu, juga dapat meningkatkan selektivitas. Biasanya,

suhu operasi antara 80-95 0 C.

Tekanan Operasi. Peningkatan tekanan akan meningkatkan kinetika reaksi tetapi

menurunkan selektivitas.

Pengadukan. Meningkatkan kecepatan pengadukan akan dapat meningkatkan kecepatan

reaksi dan penurunan selektivitas yang besar.

Katalis. Penambahan katalis dapat meningkatkan kinetika reaksi dan sedikit memperkecil

selektivitas.

11. Bagaimana komposisi minyak yang digunakan untuk pembuatan sabun?

Lemak atau minyak

Komposisi (%) a

 

Palmitat

Stearate

Oleat

Linoleat

Lemak hewani

       

- (lemak

Lard

30

-

45

5

babi)

- Mentega

25

8

35

5

- Lemak manusia

25

8

46

10

Minyak nabati

       

- Kelapa

8

2

6

1

- Jagung

10

5

45

38

- Kedelai

10

-

25

55

- Olive

5

5

80

7

12. Bagaimana menghitung kebutuhan NaOH yang direaksikan dengan trigliserida ?

Jumlah alkali (NaOH) yang dibutuhkan untuk menetralisasi suatu paduan asam lemak

dapat dihitung sebagai berikut :

NaOH = (berat asam lemak x 40) / MW asam lemak

Berat molekul rata rata suatu paduan asam lemak dapat dihitung dengan persamaan :

MW asam lemak = 56,1 x 1000/ AV

dimana AV (angka asam asam lemak paduan) = mg NaOH yang dibutuhkan untuk

menetralisasi 1 gram asam lemak

13. Adanya sifat hidrofobik dan hidrofilik bertujuan agar membentuk emulsi. Apakah

yang dimaksud dengan emulsi dan apa fungsi terbentuknya emulsi tersebut?

Emulsi adalah campuran dari dua atau lebih cairan yang biasanya bercampur (

nonmixable atau unblendable ). Emulsi adalah bagian dari kelas yang lebih umum dari

sistem dua fase materi disebut koloid. Meskipun istilah koloid dan emulsi kadang-

kadang digunakan secara bergantian, emulsi harus digunakan ketika kedua tersebar dan

fase kontinyu adalah cairan. Dalam emulsi, satu cair ( fase terdispersi ) tersebar di lain (

fase kontinyu ). Contoh emulsi meliputi vinaigrettes, susu, mayones, dan beberapa cairan

pemotongan untuk pengerjaan logam. Foto sensitif sisi film fotografi adalah contoh dari koloid.

Ada dua jenis emulsi, sementara dan permanen. Contoh dari emulsi sementara adalah vinaigrette sederhana. Anda menggabungkan minyak dan cuka dalam botol, campuran mereka dan mereka datang bersama-sama untuk waktu yang singkat. Mayones adalah contoh emulsi permanen, yang terdiri dari kuning telur dan minyak. Kuning telur dan minyak tidak akan alami bercampur, tetapi perlahan-lahan mengaduk minyak ke dalam kuning telur, dua cairan membentuk emulsi stabil yang tidak akan terpisah.

14. Apa tujuan penambahan garam halus, amylum, dan parfum dalam percobaan pembuatan sabun padat?

Garam halus (NaCl) NaCl merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan sabun. Kandungan NaCl pada produk akhir sangat kecil karena kandungan NaCl yang terlalu tinggi di dalam sabun dapat memperkeras struktur sabun. NaCl yang digunakan umumnya berbentuk air garam (brine) atau padatan (kristal). NaCl digunakan untuk memisahkan produk sabun dan gliserin. Gliserin tidak mengalami pengendapan dalam brine karena kelarutannya yang tinggi, sedangkan sabun akan mengendap. NaCl harus bebas dari besi, kalsium, dan magnesium agar diperoleh sabun yang berkualitas.

Amylum Penambahan amilum tersebut bertujuan untuk memadatkan produk yang terbentuk.

Parfum Parfum termasuk bahan pendukung. Keberadaaan parfum memegang peranan besar dalam hal keterkaitan konsumen akan produk sabun. Artinya, walaupun secara kualitas sabun yang ditawarkan bagus, tetapi bila salah memberi parfum akan berakibat fatal dalam penjualannya. Parfum untuk sabun berbentuk cairan berwarna kekuning kuningan dengan berat jenis 0,9. Dalam perhitungan, berat parfum dalam gram (g) dapat dikonversikan ke mililiter. Sebagai patokan 1 g parfum = 1,1ml. Pada dasarnya, jenis parfum untuk sabun dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu parfum umum dan parfum ekslusif. Parfum umum mempunyai aroma yang sudah dikenal umum di masyarakat seperti aroma mawar dan aroma kenanga. Pada umumnya, produsen sabun menggunakan jenis parfum yang ekslusif. Artinya, aroma dari parfum

tersebut sangat khas dan tidak ada produsen lain yang menggunakannya. Kekhasan

parfum ekslusif ini diimbangi dengan harganya yang lebih mahal dari jenis parfum

umum. Beberapa nama parfum yang digunakan dalam pembuatan sabun diantaranya

bouquct deep water, alpine, dan spring flower.

15. Apakah yang dimaksud dengan pemanasan langsung?

Pemanasan secara langsung (direct heating) merupakan metode di mana produk yang akan dipanaskan mendapatkan sumber panas langsung dari gas panas hasil pembakaran bahan bakar atau dengan menggunakan elemen listrik.

16. Apa yang dimaksud dengan pemanasan tidak langsung?

Pemanasan secara tidak langsung (indirect heating) adalah

merupakan metode di mana

produk yang akan dipanaskan mendapatkan

sumber panas dengan cara mensirkulasikan

heat transfer medium (disebut juga sebagai heat carrier) antara heater dengan produknya

(heat consumer).

 
Ada bermacam-macam heat transfer medium yang digunakan, tergantung pada suhu pemanasan yang diperlukan, bisa menggunakan

Ada bermacam-macam heat transfer medium yang digunakan, tergantung pada suhu pemanasan yang diperlukan, bisa menggunakan air, uap, atau heat transfer oil. Pada umumnya untuk aplikasi yang memerlukan panas dengan suhu hingga 100OC, cukup menggunakan medium air saja, tenaga uap digunakan apabila aplikasinya memerlukan pemanasan dengan suhu di atas 150OC. Untuk aplikasi yang memerlukan pemanasan hingga suhu 300OC biasa digunakan medium thermal oil. Perlu dicatat bahwa heat thermal oil ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan lubrication oil, sehingga

penggunaannya tidak bisa saling dipertukarkan.

ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan lubrication oil, sehingga penggunaannya tidak bisa saling dipertukarkan.
Keunggulan sistem pemanasan secara tidak langsung (indirect heating) dibanding sistem

Keunggulan sistem pemanasan secara tidak langsung (indirect heating) dibanding sistem

pemanasan langsung (direct heating) adalah sebagai berikut:

secara tidak langsung (indirect heating) dibanding sistem pemanasan langsung (direct heating) adalah sebagai berikut:

Pemanasan lebih merata sehingga tidak terjadi pemanasan setempat yang dapat merusak sebagian produk yang dipanaskan.

Pengaturan suhu dan distribusi panas lebih terkontrol.

Sumber panas (heater) bisa disentralisasi dan panas bisa didistribusikan ke beberapa titik pemakaian, tidak perlu setiap titik menggunakan satu heater.

Efisiensi pemakaian panasnya sangat tinggi karena panas yang terbuang (heat loss) sangat kecil dibanding dengan sistem direct yang secara individu mempunyai heat loss di setiap titik pemakaian.

Biaya operasi dan perawatannya jauh lebih kecil.

Kondisi perpindahan kalor (heat transfer) lebih optimum di setiap titik pemakaian.

Proses pemanasan dan pendinginan (pengaturan temperatur) dapat dilakukan dengan menggunakan heat carriers yang sama.

Jika heat transfer medium yang digunakan adalah oil maka dimungkinkan untuk menghasilkan air panas (menggunakan heat exchanger), uap (dengan menggunakan steam generator / re-boiler), atau udara panas (menggunakan air heater).

Memungkinkan untuk penyimpanan energi panas untuk mengantisipasi lonjakan beban pada waktu yang sangat singkat.