Anda di halaman 1dari 2

Tawas digunakan Untuk Penjernihan Air

Tawas telah dikenal sebagai flocculator yang berfungsi untuk menggumpalkan kotoran-kotoran
pada proses penjernihan air.
[2]
Tawas sering sebagai penjernih air ,kekeruhan dalam air dapat
dihilangkan melalui penambahan sejenis bahan kimia yang disebut koagulan. Pada umumnya
bahan seperti Aluminium sulfat [Al2(SO4)3.18H2O] atau sering disebut alum atau tawas, fero
sulfat, Poly Aluminium Chlorida (PAC) dan poli elektrolit organik dapat digunakan sebagai
koagulan. Untuk menentukan dosis yang optimal, koagulan yang sesuai dan pH yang akan
digunakan dalam proses penjernihan air, secara sederhana dapat dilakukan dalam laboratorium
dengan menggunakan tes yang sederhana (Alearts & Santika, 1984). Prinsip penjernihan air
adalah dengan menggunakan stabilitas partikel-partikel bahan pencemar dalam bentuk koloid.
Tawas sebagai koagulan di dalam pengolahan air maupun limbah. Sebagai koagulan alum sulfat
sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang melayang baik dalam bentuk koloid maupun
suspensi.

Nyaris semua teknologi pengolahan air minum menggunakan tawas dan variannya untuk men-
jernihkan air sungai. Selain karena harganya yang relatif murah, juga karena mudah diperoleh di
pasar/toko. Tawas adalah nama pasar untuk aluminum sulfat dan sudah lama diterapkan dalam
pengolahan air di PDAM. Akibatnya, tawas pun menjadi salah satu zat penambah konsentrasi
aluminum dalam air minum yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Namun demikian, aluminum sesungguhnya terkandung dalam air tanah dan air sungai secara
alamiah. Dalam proses pengolahan air atau lebih tepat adalah penjernihan air diperlukan koagulan
untuk memisahkan zat padat penyebab kekeruhan seperti koloid dan padatan tersuspensi
(suspended solid). Selain itu bisa juga digunakan ferisulfat. Fungsi tawas dan ferisulfat ialah untuk
menghilangkan kestabilan koloid atau destabilisasi agar koloid bisa bergabung menjadi besar dan
berat, membentuk makroflok sehingga mudah mengendap.

Pada proses ini biasanya dilarutkan juga polimer untuk membantu penggumpalan. Polimer ini
mirip tangan-tangan yang menjalar-jalar kian kemari lalu merengkuh banyak koloid dan
menggabungkannya dengan yang lain. Dengan proses kimia ini, setelah melewati unit pengendap
atau sedimentasi, air baku yang keruh sudah lumayan jernih. Tinggal disaring lagi di unit filter.
Namun demikian, dan ini persoalannya, air yang dihasilkannya kaya aluminum. Apalagi tawas bisa
mengandung krom dan merkuri yang berasal dari bahan bakunya, bauksit. Keduanya termasuk zat
berbahaya-beracun.

Sumber lainnya adalah alat pemanas air seperti panci dan teko. Bisa disebutkan, setiap keluarga
memiliki alat ini. Aluminum dalam air minum bisa tinggi konsentrasinya karena kita menggunakan
panci aluminum. Apalagi kalau airnya asam atau merebus masakan berasam (pH-nya rendah).
Aluminum yang tinggi konsentrasinya dalam air minum dapat menimbulkan problem kesehatan
seperti indikasi penyakit alzhemir, alzheimer (pikun, ketuaan).

Karena itulah banyak yang lantas menggantinya dengan ferisulfat atau garam besi sebagai
koagulan. Secara ekonomis, senyawa ini lebih mahal daripada tawas. Namun bukan berarti
masalahnya kemudian lenyap seketika. Sebab, besi pun berefek samping. Walaupun kita perlu zat
besi tetapi kalau kelebihan tentu tidak baik bagi kesehatan. Begini salah, begitu salah? Terus,
bagaimana jalan keluarnya?

Nah, yang perlu dicari adalah cara agar dosisnya tepat dan airnya jernih agar tidak berbahaya bagi
manusia dan hewan ternak. Inilah kewajiban PDAM untuk mencarikan dosis optimumnya agar
pelanggan setianya tidak sampai sakit ginjal akibat aluminum dan harus rutin cuci darah
(hemodialisis). Dalam jangka panjang dapat meningkatkan efisiensi dana dan tenaga kerja.
Produktivitas pun lantas meningkat.

Berikut ini disajikan karakteristik tawas dan PAC.

Polyaluminum Chloride (PAC)
Polialuminum klorida termasuk koagulan kompleks berbasis alumunum klorida dengan rumus
molekul:
Al
2
( OH )
m
Cl
6-n

m


Keunggulan PAC:
- mudah digunakan dan ditangani
- floknya lebih besar dan berat daripada aluminum sulfat.
- lumpurnya relatif sedikit dibandingkan dengan koagulan lain.
- rentang pH-nya antara 6.0 9.0
- karena berat, waktu endapnya lebih singkat daripada tawas
Karakteristik PAC Tawas
Rumus molekul (Al
2
(OH)
m
(Cl
6-n
)
5
Al
2
(SO4)
3
.nH
2
O
Bentuk serbuk, cair serbuk, cair
Harga Lebih mahal murah
Sumber air air sungai air sungai
Rentang pH 6.0 9.0 5.0 7.0



Daftar pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Tawas
http://gedehacewater.blogspot.com/2012/08/tawas-si-penjernih-air-minum.html