Anda di halaman 1dari 38

BAB I

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN


Salah satu tujuan yang ingin dicapai Departemen Kesehatan adalah terselenggaranya
pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya. Dalam pelaksanaannya masyarakat harus dapat
berperan aktif sejak dimulainya perencanaan kebijakan pembangunan kesehatan. Pemberdayaan
masyarakat dilakukan dengan mendorong masyarakat agar mampu secara mandiri menjamin
terpenuhinya kebutuhan kesehatan dan kesinambungan pelayanan kesehatan.
Secara nasional prevalensi kurus pada balita adalah 13,!. "enurut UNHCR prevalensi
kurus seharusnya # $! dan masalah ini sudah dianggap serius bila prevalensi kurus antara 1%,1&
1$! dan dianggap kritis bila prevalensi kurus sudah diatas 1$!. 'al ini berarti masalah kurus
merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. (ahkan dari 33 provinsi, 1) provinsi
diantaranya masuk dalam kategori kritis, 1* provinsi pada kategori serius dan hanya 3 provinsi
yang tidak termasuk dalam kategori serius ataupun kritis. Provinsi tersebut yaitu +a,a (arat, D-
.ogyakarta dan (ali.
Keberadaan Posyandu sangatlah penting ditengah&tengah masyarakat yang merupakan
pusat kegiatan masyarakat, dimana masyarakat sebagai pelaksana sekaligus memperoleh
pelayanan kesehatan serta Keluarga (erencana. Disamping itu ,ahana ini juga dapat
dimanfaatkan sebagai sarana untuk tukar menukar informasi, pendapat dan pengalaman serta
bermusya,arah untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi baik masalah keluarga
ataupun masyarakat itu sendiri.
Penimbangan secara rutin dan teratur setiap bulan di Posyandu dapat mendeteksi lebih
a,al memburuknya keadaan gi/i anak balita tersebut. 0nak dengan gangguan gi/i
seminggu1sebulan sebelum menjadi malnutrisi maka pertumbuhannya akan terhenti, sehingga
dengan menimbang berat badan anak secara teratur setiap bulan dan menuliskannya di dalam
K"S merupakan langkah penting untuk deteksi dini gangguan gi/i anak.
BAB II
1
TINJAUAN PUSTAKA DAN PERMASALAHAN
2.1 Definisi Gizi
2i/i adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara
normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran
/at&/at yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal
dari organ&organ, serta menghasilkan energi.
3idak ada satu jenis makanan yang mengandung semua /at gi/i, yang mampu membuat
seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. 4leh karena itu, setiap orang perlu
mengkonsumsi anekaragam makanan5 kecuali bayi umur %& bulan yang cukup mengkonsumsi
0ir Susu -bu 60S-7 saja. (agi bayi %& bulan, 0S- adalah satu&satunya makanan tunggal yang
penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara ,ajar dan sehat.
"akan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. "akanan yang
beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur&unsur /at gi/i yang diperlukan tubuh
baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gi/i biasa disebut triguna makanan
yaitu, makanan yang mengandung /at tenaga, pembangun dan /at pengatur. 0pabila terjadi
kekurangan atas kelengkapan salah satu /at gi/i tertentu pada satu jenis makanan, akan
dilengkapi oleh /at gi/i serupa dari makanan yang lain. +adi makan makanan yang beraneka
ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber /at tenaga, /at pembangun dan /at
pengatur.
"akanan sumber /at tenaga antara lain8 beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar,
kentang, sagu, dan roti. "inyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat
menghasilkan tenaga. "akanan sumber /at tenaga menunjang aktivitas sehari&hari.
"akanan sumber /at pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang&
kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari he,an adalah telur, ikan, ayam, daging,
serta susu dan hasil olahannya 6seperti keju7. 9at pembangun berperan sangat penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.
"akanan sumber /at pengatur adalah semua sayur&sayuran dan buah&buahan. "akanan
ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya
fungsi organ&organ tubuh.
2
2.2 Epidemioo!i
(erdasarkan perkembangan masalah gi/i, pada tahun *%%: diperkirakan sekitar $,; !
anak menderita gi/i buruk dan 13,%! menderita gi/i kurang 6berat badan menurut umur7, atau
1),; ! menderita gi/i buruk dan kurang. (ila dibandingkan dengan target pencapaian program
perbaikan gi/i pada <encana Pembangunan +angka "enengah 6<P+"7 tahun *%1$ sebesar *%!
dan target "D2 untuk -ndonesia sebesar 1),$! maka secara nasional target&target tersebut
sudah terlampaui. Sedangkan persentase anak dengan gi/i baik mencapai ::,*! dan gi/i lebih
mencapai ;,3!.
Secara nasional prevalensi kurus pada balita adalah 13,!. "enurut UNHCR prevalensi
kurus seharusnya # $! dan masalah ini sudah dianggap serius bila prevalensi kurus antara 1%,1&
1$! dan dianggap kritis bila prevalensi kurus sudah diatas 1$!. 'al ini berarti masalah kurus
merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. (ahkan dari 33 provinsi, 1) provinsi
diantaranya masuk dalam kategori kritis, 1* provinsi pada kategori serius dan hanya 3 provinsi
yang tidak termasuk dalam kategori serius ataupun kritis. Provinsi tersebut yaitu +a,a (arat, D-
.ogyakarta dan (ali.
2." Pe#$%m&%'(n d(n Gizi Seim&(n!
3ahap pertumbuhan anak pada tahun pertama sangat cepat, kemudian akan berkurang
secara berangsur&angsur sampai umur 3&; tahun. Pertumbuhan akan berjalan lamban dan teratur
sampai masa akil balik, pada masa akil balik usia 1*&1 tahun pertumbuhannya akan kembali
cepat. Pertumbuhan akan kembali melambat secara berangsur&angsur sampai usia kira&kira 1)
tahun dan akhirnya akan berhenti.
(ila jumlah asupan /at gi/i sesuai dengan yang dibutuhkan, maka disebut gi/i seimbang
atau gi/i baik. (ila jumlah asupan /at gi/i kurang dari yang dibutuhkan disebut gi/i kurang,
sedangkan bila jumlah asupan /at gi/i melebihi dari yang dibutuhkan disebut gi/i lebih. Dalam
keadaan gi/i yang baik dan sehat atau bebas dari penyakit, pertumbuhan seorang anak akan
3
normal, sebaliknya bila dalam keadaan gi/i tidak seimbang, pertumbuhan seorang anak akan
terganggu, misalnya anak tersebut akan kurus, atau pendek.
2angguan pertumbuhan dapat terjadi dalam ,aktu singkat dan dapat terjadi pula dalam
,aktu yang cukup lama. Penyebab gangguan pertumbuhan ada bermacam&macam, baik akibat
penyakit tertentu, kelainan sejak lahir, faktor ba,aan, pola makan yang salah, dan lain
sebagainya. 2angguan pertumbuhan dalam ,aktu singkat sering terjadi pada perubahan berat
badan sebagai akibat menurunnya nafsu makan, sakit seperti diare, dan infeksi saluran
pernapasan, atau karena kurang cukupnya makanan yang dikonsumsi. Sedangkan gangguan
pertumbuhan yang berlangsung dalam ,aktu yang lama dapat dilihat pada hambatan
pertambahan tinggi badan.
Pada anak normal pertumbuhan dan perkembangan ditandai dengan kesehatan yang baik
dan gi/i seimbang1baik. Salah satu cara terbaik untuk mengukur kesehatan seorang anak adalah
dengan mengukur pertumbuhannya, dan salah satu cara termudah untuk mengukur pertumbuhan
adalah dengan menimbang berat badan anak secara teratur dan membandingkannya dengan berat
badan standar sesuai umur. (erat badan merupakan salah satu ukuran yang paling banyak
digunakan yang memberikan gambaran massa jaringan, termasuk cairan tubuh. Sebagai indikator
status gi/i, barat badan dalam bentuk indeks berat menurut umur 6((1=7 dan berat menurut
tinggi badan 6((13(7 memberikan gambaran keadaan saat ini.
2.) Keompo* R(+(n Gizi
.ang dimaksud dengan kelompok ra,an gi/i adalah kelompok masyarakat yang paling
mudah menderita kelainan gi/i, bila suatu masyarakat terkena kekurangan penyediaan bahan
makanan. 0dapun yang termasuk ke dalam kelompok ra,an gi/i ialah 8
(ayi umur % > 1 tahun
Kelompok balita, 1 & $ tahun
Kelompok anak sekolah > 13 tahun
17 Kelompok bayi
4
Kebutuhan bayi akan /at&/at gi/i adalah yang paling tinggi, bila dinyatakan dalam satuan
berat badan, karena bayi sedang adalam periode pertumbuhan yang sangat pesat. (ayi sehat yang
dilahirkan dengan berat badan cukup sekitar *,$ > 3,$ kg, maka berat badannya akan naik 3%%&
$%% gram per bulannya.
"akanan bayi yang alamiah adalah 0S- yang dianjurkan diberikan kepada bayi sampai
sekitar * tahun. Pada umur * tahun 0S- dihentikan dan makanan anak diganti dengan jenis
makanan orang de,asa yang dikonsumsi oleh keluarga umumnya. Penggantian 0S- dengan
makanan untuk orang de,asa 6menyapih7 sebaiknya dilakukan secara berangsur&angsur agar
anak dan alat pencernaannya mengadakan penyesuaian sedikit demi sedikit.
*7 Kelompok (alita
0nak balita juga merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan yang pesat,
namun anak balita justru merupakan kelompok umur yang paling sering menderita kekurangan
gi/i. 0da beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai hal tersebut, dimana anak balita masih
dalam periode transisi dari makanan bayi ke makanan orang de,asa, jadi masih memerlukan
adaptasi.
37 Kelompok 0nak Sekolah
Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gi/i yang lebih baik dari
kelompok balita, ,alaupun demikian masih terdapat berbagai kondisi gi/i anak sekolah yang
tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang. Keluhan yang banyak disuarakan oleh
kaum ibu mengenai kelompok umur ini yaitu bah,a mereka kurang nafsu makan, sehingga sulit
sekali disuruh makan yang cukup dan teratur.
2., -(*$o# Pen.e&(& Gizi K%#(n! ($(% Gizi B%#%*
(egitu banyak faktor&faktor yang dapat mempengaruhi status gi/i balita diantaranya yaitu 8
5
a. Ketersediaan Pangan di tingkat Keluarga
Status gi/i dipengaruhi oleh ketersediaan pangan di tingkat keluarga, hal ini sangat
tergantung dari cukup tidaknya pangan yang dikonsumsi oleh setiap anggota keluarga untuk
mencapai gi/i baik dan hidup sehat. +ika tidak cukup bisa dipastikan konsumsi setiap anggota
keluarga tidak terpenuhi. Padahal makanan untuk anak harus mengandung kualitas dan kuantitas
cukup untuk menghasilkan kesehatan yang baik.
b. Pola 0suh Keluarga
Pola asuh keluarga adalah pola pendidikan yang diberikan oleh orang tua terhadap anak&
anaknya. Setiap anak membutuhkan cinta, perhatian, kasih saying yang akan berdampak pada
perkembangan fisik, mental dan emosional. Pola asuh terhadap anak berpengaruh terhadap
timbulnya masalah gi/i. Perhatian yang cukup dan pola asuh yang tepat akan memberi pengaruh
yang besar dalam memperbaiki status gi/i. 0nak yang mendapat perhatian lebih, baik secara fisik
maupun emosional misalnya selalu mendapat senyuman, mendapat respon ketika berceloteh,
mendapat 0S- dan makanan yang seimbang maka keadaan gi/inya lebih baik dibandingkan
dengan teman sebayanya yang kurang mendapatkan perhatian orang tuanya. Suatu studi
?positive deviance? mempelajari mengapa dari sekian banyak bayi dan balita di suatu desa
miskin hanya sebagian kecil yang gi/i buruk, padahal orang tua mereka semuanya petani miskin.
Dari studi ini diketahui pola pengasuhan anak berpengaruh pada timbulnya gi/i buruk. 0nak
yang diasuh ibunya sendiri dengan kasih sayang, apalagi ibunya berpendidikan, mengerti soal
pentingnya 0S-, manfaat posyandu dan kebersihan, meskipun sama&sama miskin, ternyata
anaknya lebih sehat.
c. Kesehatan @ingkungan
"asalah gi/i timbul tidak hanya kerena dipengaruhi oleh ketidakseimbangan asupan
makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh penyakit infeksi. "asalah kesehatan lingkungan
merupakan determinan penting dalam bidang kesehatan. Kesehatan lingkungan yang baik seperti
penyediaan air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat akan mengurangi resiko kejadian
penyakit infeksi. Sebaliknya lingkungan yang buruk seperti air minum tidak bersih, tidak ada
saluran penampungan air limbah, dan tidak menggunakan kloset yang baik dapat menyebabkan
6
penyebaran penyakit. -nfeksi dapat menyebabkan nafsu makan menjadi rendah dan akhirnya
menyebabkan kurang gi/i.
d. Pelayanan Kesehatan Dasar
Pemantauan pertumbuhan yang diikuti dengan tindak lanjut berupa konseling, terutama
oleh petugas kesehatan berpengaruh pada pertumbuhan anak. Pemanfaatan fasilitas kesehatan
seperti penimbangan balita, pemberian suplemen kapsul vitamin 0, penanganan diare dengan
oralit serta imunisasi juga turut berperan dalam tercapainya pertumbuhan anak yang optimal.
e. (udaya Keluarga
(udaya berperan dalam status gi/i masyarakat karena ada beberapa kepercayaan seperti
tabu mengkonsumsi makanan tertentu oeh kelompok umur tertentu yang sebenarnya makanan
tersebut justru bergi/i dan dibutuhkan. =nsur&unsur budaya mampu menciptakan suatu kebiasaan
makan masyarakat yang kadang&kadang bertentangan dengan prinsip&prinsip ilmu gi/i.
"isalnya, seperti budaya yang memprioritaskan kepala keluarga untuk mengkonsumsi hidangan
keluarga yang telah disiapkan, namun tidak memprioritaskan anggota keluarga yang lain.
0pabila keadaan tersebut berlangsung lama dapat berakibat timbulnya masalah gi/i kurang
terutama pada golongan ra,an gi/i seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.
f. Sosial Akonomi
(anyaknya anak balita yang kurang gi/i dan gi/i buruk disejumlah ,iayah di tanah air
disebabkan ketidaktahuan orang tua akan pentingnya gi/i seimbang bagi balita yang pada
umumnya disebabkan pendidikan orang tua yang rendah serta faktor kemiskinan. Kurangnya
asupan gi/i bisa disebabkan oleh terbatasnya jumlah makanan yang dikonsumsi atau
makanannya tidak memenuhi unsur gi/i yang dibutuhkan dengan alasan sosial ekonomi yaitu
kemiskinan.
g. 3ingkat Pengetahuan Dan Pendidikan
Permasalahan kurang gi/i tidak hanya menggambarkan masalah kesehatan saja, tetapi
lebih jauh mencerminkan kesejahteraan rakyat termasuk pendidikan dan pengetahuan
masyarakat. 3ingkat pendidikan akan mempengaruhi pengetahuan seseorang sehingga
berpandangan luas, serta berfikir dan bertindak rasional.
7
2./ Gizi p(d( B(.i d(n B(i$(
Pemberian nutrisi pada anak harus tepat, artinya8
3epat kombinasi /at gi/inya, antara kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral serta kebutuhan cairan tubuh anak, yaitu 1&1,$ liter1hari.
3epat jumlah atau porsinya, sesuai yang diperlukan tubuh berdasarkan 0ngka Kecukupan
2i/i 60K27 harian.
3epat dengan tahap perkembangan anak, artinya kebutuhan aklori anak berdasarkan berat
badan dan usia anak.
Kandungan 9at 2i/i yang Diperlukan (agi (ayi dan (alita 8
a7 Protein
3erdapat dua jenis protein yaitu8 protein he,ani, yang didapati dari he,an
6telur,susu,daging7 dan protein nabati 6tempe,tahu7 yang didapat dari tumbuh&tumbuhan. Bilai
gi/i protein he,ani lebih besar dari protein nabati dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Calaupun
demikian, kombinasi penggunaan protein nabati dan he,ani sangat dianjurkan.
Dungsi Protein8
17 Penunjang pertumbuhan
Protein merupakan bahan padat utama dari otot, organ, dan glandula endoterm.
"erupakan unsur utama dari matriks tulang dan gigi, kulit, kuku, rambut, sel darah dan
serum.
*7 Pengaturan proses tubuh
8
Protein berfungsi mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh. Protein
juga mempertahankan ketahanan terhadap mikroorganisme yang mengadakan invasi
karena antibodi bersifat protein.
37 Anergi
Protein merupakan sumber energi potensial, setiap gram menghasilkan sekitar ;
kkal. +ika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai untuk kebutuhan
sintesis. Sumber protein8 0S-, susu formula, sereal atau gandum, telur, tahu, tempe, ikan,
dan daging.
b7 Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber tenaga bagi anak. (ayi sampai usia bulan mendapat asupan
makanan dari 0S-. Pada anak yang lebih besar yang sudah mendapat makanan tambahan
pendamping 0S-, karbohidrat dapat diperoleh dari makanan yang mengandung tepung seperti8
bubur susu, sereal, roti, nasi tim atau nasi. 0pabila tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang
memadai untuk menghasilkan energi, tubuh akan memecah protein dan lemak cadangan dalam
tubuh.
Dungsi Karbohidrat8
'ampir semua karbohidrat pada akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh.
(eberapa karbohidrat yang ada digunakan untuk sintesis dari sejumlah senya,a pengatur.
17 Anergi
Setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata&rata menghasilkan ; kkal. Sejumlah
karbohidrat dalam bentuk glukosa akan digunakan secara langsung untuk memenuhi
kebutuhan energi jaringan, sejumlah kecil akan disimpan sebagai glikogen dalam hepar
dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan adiposa untuk dikonversi menjadi
energi.
9
*7 0ksi pencadangan protein
3ubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai sumber utama energi, karena itu
jika terdapat defisiensi karbohidrat dalam diet, maka akan digunakan jaringan adiposa
dan protein.
37 Pengaturan metabolisme lemak
Diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diet sehingga oksidasi lemak dapat
berlangsung dengan normal. +ika karbohidrat dalam diet terbatas, maka lemak akan di
metabolisme lebih cepat daripada penanganan tubuh terhadap produk metabolisme lain.
;7 Peranan dalam fungsi gastrointestinal
Diduga laktosa mempercepat pertumbuhan dari bakteria yang digunakan dalam
usus kecil. Sejumlah bakteri ini berguna dalam mensintesis vitamin ( kompleks dan
vitamin K. @aktosa juga meningkatkan absorbsi kalium. Sementra selulosa, hemiselulosa
dan pectin tidak menghasilkan /at gi/i dalam tubuh, mereka membantu dalam stimulasi
aksi peristaltik. Karbohidrat terutama monosakarida, merupakan unsur penting dari
banyak senya,a yang mengatur metabolisme. Sumber karbohidrat8 0S-, produk susu,
beras, jagung, singkong, buncis, tomat, sayur hijau, dan buah segar.
c7 @emak
@emak termasuk senya,a minyak&minyakan dan tidak larut dalam air tetapi larut dalam
pelarut organik tertentu seperti eter, alkohol dan ben/en. 3erdapat banyak asam lemak yang
ditemukan di alam yang berbeda dalam jumlah atom karbon dan ikatan ganda yang
dikandungnya. "ereka adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. 0sam lemak jenuh
lebih stabil dan tidak memiliki ikatan rangkap, contohnya asam palmitat dan stearat yang
merupakan unsur utama mentega coklat. 0sam lemak tak jenuh memiliki dua atau lebih ikatan
rangkap yang bereaksi secara berangsur&angsur dengan udara.
10
Dungsi utama lemak adalah untuk memberikan energi. Setiap gram lemak jika dioksidasi
menghasilkan sekitar sembilan kkal. Anergi ini secara terus menerus ada dalam simpanan
jaringan subkutan dan dalam kavum abdomen. +uga mengelilingi organ dan menyusur sepanjang
jaringan adiposa. @emak bertindak sebagai carrier dari vitamin 0, D, A dan K, memberikan rasa
makanan yang enak dan memberi perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari
lambung dikaitkan dengan kandungan lemaknya. Dosfolipid merupakan komponen penting dari
struktur membran dan unsur semua sel dan terlibat dalam absorbi dan transpor lemak.
Pada dasarnya, lemak tidak dibutuhkan dalam jumlah besar kecuali lemak esensial, yaitu
asam linoleat dan asam arakidonat. Pada anak usia bayi sampai kurang lebih 3 bulan, lemak
merupakan sumber gliserida dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. @emak
berfungsi untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut dalam lemak, yaitu8 vitamin 0, D, A,
dan K. Sumber lemak8 0S-, susu formula, minyak goreng, margarine, dan daging.
d7 Eitamin
Eitamin adalah sejumlah /at yang terdapat dalam makanan, yang berfungsi untuk
mempertahankan fungsi tubuh. Kekurangan vitamin akan menyebabkan tubuh cepat merasa
lelah, kurang nafsu makan, kerusakan pembuluh darah dan sel saraf serta dapat mengurangi
ketajaman penglihatan. Eitamin F penting bagi tubuh untuk pembentukan substansi antar sel,
meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan absorbsi /at besi dalam usus. Eitamin D
penting untuk penyerapan dan metabolisme kalsium dan fosfor, serta pembentukan tulang dan
gigi.
Sumber&sumber vitamin 8
1. Eit 0 8 tomat, ,ortel, sayur&sayuran hijau
*. Eit ( 8 beras merah
3. Eit F 8 jeruk, jambu biji
;. Eit D 8 buah dan sayur
$. Eit K 8 jambu biji

11
"akanan .ang 3epat =ntuk (ayi dan (alita 8
a7 =sia % > bulan
"akanan pertama dan terbaik untuk bayi adalah 0ir Susu -bu atau 0S-, dan semakin
lama seorang bayi mengkonsumsi 0S- maka akan semakin baik. 0S- merupakan makanan yang
paling lengkap mengandung /at&/at gi/i yang sangat dibutuhkan bayi. Kebutuhan kalori bayi
antara 1%%&*%% kkal1kg((. (erikan 0S- sesuai keinginan anak paling sedikit ) kali sehari, siang
maupun malam 60S- saja7.
b7 =sia > G bulan
Selain 0S- berikan makanan pendamping 0S- * kali sehari. "akanan pendamping 0S-
adalah bubur tim lumat ditambah kuning telur1 ayam1 ikan1 tempe1 tahu1 daging sapi1 ,ortel1
bayam1 kacang hijau1 santan1 minyak. Perkenalkan sayur, sayur hendaknya dimasak dan
dihaluskan. Kentang, kacang hijau, ,ortel, dan kacang adalah pilihan pertama yang baik.
Kemudian perkenalkan buah, cobalah pisang, alpokat atau apel. Pada umur ) bulan, kebanyakan
bayi sudah dapat memakan crackers, roti dan cereal kering, juga pada umur ) bulan, bayi dapat
mulai memakan makanan tinggi protein seperti tahu atau kacang yang telah dimasak matang dan
dilumatkan.
c7 =sia G > 1* bulan
Selain 0S-, berikan bubur nasi ditambah kuning telur1 ayam1 ikan1 tempe1 tahu1 daging
sapi1 ,ortel1 bayam1 kacang hijau1 santan1 minyak. "akanan diberikan 3 kali sehari dan bubur
susu tidak diberikan lagi.
d7 =sia 1* > *; bulan
12
(erikan 0S- sesuai keinginan anak. (erikan nasi lembek yang ditambah telur1 ayam1
ikan1 tempe1 tahu1 daging sapi1 ,ortel1 bayam1 kacang hijau1 santan1 minyak. "akanan diberikan
3 kali sehari.
e7 =sia * tahun lebih
Diberikan makanan biasa yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur dan buah. "akanan
tersebut diberikan 3 kali sehari. Kebutuhan kalori kurang lebih 1%% kkal1kg((. 0njuran untuk
orangtua dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia ini adalah8
1. Fiptakan lingkungan makan yang menyenangkan, misalnya memberi makan sambil
mengajaknya bermain.
*. (eri kesempatan anak belajar makan sendiri.
3. +angan menuruti kecendrungan anak untuk hanya menyukai satu jenis makanan tertentu.
;. (erikan makanan pada saat masih hangat dengan porsi yang tidak terlalu besar.
$. Kurangi frekuensi minum susu, dianjurkan *H sehari saja.
2.0 S$($%s Gizi
Status gi/i adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu,
atau per,ujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu.
Perlunya deteksi dini status gi/i mengingat penyebabnya kirang gi/i sangat kompleks,
sehingga pengelolaan gi/i buruk memerlukan kerjasama yang komprehensif dari semua pihak,
bukan hanya dari dokter maupun tenaga medis, namun juga pihak orang tua, keluarga, pemuka
masyarakat1agama dan pemerintah. @angkah a,al pengelolaan gi/i buruk adalah mengatasi
kega,atan yang ditimbulkannya, dilanjutkan dengan ?frequent feeding? 6pemberian makan yang
sering, pemantauan akseptabilitas diet atau penerimaan tubuh terhadap diet yang diberikan7,
pengelolaan infeksi dan pemberian stimulasi. Selain itu diperlukan juga pemberian diet
seimbang, cukup kalori dan protein serta edukasi pemberian makan yang benar sesuai umur anak
pada orang tua.
13
"enurut peraturan "enkes Bo. G*%1 menkes1SK1E---1*%%* status gi/i ditentukan
berdasarkan 9&SF4<A yang membandingkan berat badan 6kg7 terhadap umur 6bulan7 yang
diklasifikasikan sebagai berikut
2i/i @ebih8 apabila berat badan balita berada I J* SD 6Standar Deviasi7
2i/i (aik 8 apabila berat badan balita berada antara J * SD sampai &* SD
2i/i (uruk8 apabila berat badan balita #&3 SD
Status 2i/i juga dapat dinilai dengan menggunakan perhitungan (erat (adan 1 =mur
6((1=7, 3inggi (adan 1 =mur 63(1=7, dan (erat (adan 1 3inggi (adan 6((13(7. ((1=
menggambarakn status gi/i akut, 3(1= menggambarkan status gi/i kronik, sedangkan ((13(
merupakan cara penilaian yang paling baik untuk menilai status gi/i saat ini.
BB1TB In$e#p#e$(si
I1$%! 4besitas berat
13$ > 1$% ! 4besitas sedang
1*% > 13$ ! 4besitas ringan
I1*%! 4besitas
11% > 1*% ! 4ver,eight
G% > 11% ! 2i/i baik
:% > G% ! 2i/i kurang
#:%! 2i/i buruk
BB1U In$e#p#e$(si
I1*%! 2i/i lebih
14
)% > 1*% ! 2i/i baik
% > )% ! tanpa oedem 2i/i kurang
dengan oedem 2i/i buruk
#% ! tanpa oedem "arasmus
dengan oedem K,ashiorkor
TB1U In$e#p#e$(si
G% > 11% ! 3inggi normal
:% > G%! 3inggi kurang
#:% ! 3inggi sangat kurang
*.:.1 Penilaian Status 2i/i Secara @angsung
Penilaian status gi/i secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu
antropometri, klinis, dan biokimia.
a. 0ntropometri
17 Pengertian
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut
pandang gi/i, maka antropometri gi/i berhubungan dengan berbagai macam pengukuran
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gi/i.
*7 Penggunaan
0ntropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan
protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan
proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.
37 -ndeks "asa 3ubuh 6-"37 atau Body Mass Index 6("-7
15
Salah satu contoh penilaian status gi/i dengan antropometri adalah -ndeks "assa
3ubuh. -ndeks "assa 3ubuh 6-"37 atau Body Mass Index 6("-7 merupakan alat atau
cara yang sederhana untuk memantau status gi/i orang de,asa, khususnya yang berkaitan
dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. (erat badan kurang dapat meningkatkan
resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan lebih akan meningkatkan resiko
terhadap penyakit degeneratif. 4leh karena itu, mempertahankan berat badan normal
memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih.
=ntuk memantau indeks masa tubuh orang de,asa digunakan timbangan berat
badan dan pengukur tinggi badan. Penggunaan -"3 hanya untuk orang de,asa berumur
I 1) tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan
olahraga,an.
=ntuk mengetahui nilai -"3 ini, dapat dihitung dengan rumus berikut8
-"3 K (( 6kg7
3( 6m7
*
(atas ambang -"3 untuk -ndonesia adalah sebagai berikut
K($e!o#i Ke$e#(n!(n IMT
Kurus sekali Kekurangan berat badan tingkat berat 1:,% #
Kurus Kekurangan berat badan tingkat ringan 1:,% > 1),;
Bormal Bormal 1),$ > *$,%
2emuk Kelebihan berat badan tingkat ringan *$,1 > *:,%
4bes Kelebihan berat badan tingkat berat I *:,%
b. Klinis
17 Pengertian
16
Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gi/i
masyarakat. "etode ini didasarkan atas perubahan&perubahan yang terjadi yang
dihubungkan dengan ketidakcukupan /at gi/i. 'al ini dapat dilihat pada jaringan epitel
6superficial epithelial tissues7 seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada
organ&organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.
*7 Penggunaan
Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat 6rapid clinical
surveys7. Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda&tanda klinis umum
dari kekurangan salah satu atau lebih /at gi/i. Di samping itu digunakan untuk
mengetahui tingkat status gi/i seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda
6sign7 dan gejala 6symptom7 atau ri,ayat penyakit.
c. (iokimia
17 Pengertian
Penilaian status gi/i dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji
secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. +aringan tubuh
yang digunakan antara lain 8 darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti
hati dan otot.
*7 Penggunaan
"etode ini digunakan untuk suatu peringatan bah,a kemungkinan akan terjadi
keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. (anyak gejala klinis yang kurang spesifik,
maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan
gi/i yang spesifik.
*.:.* Penilaian 2i/i secara tidak @angsung
Penilaian status gi/i secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu 8 Survei Konsumsi
makanan, statistik vital dan faktor ekologi.
17
a. Survei Konsumsi "akanan
17 Pengertian
Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gi/i secara tidak
langsung dengan melihat jumlah dan jenis /at gi/i yang dikonsumsi.
*7 Penggunaan
Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang
konsumsi berbagai /at gi/i pada masyarakat, keluarga dan individu. Survei ini dapat
mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan /at gi/i.
b. Statistik Eital
17 Pengertian
Pengukuran status gi/i dengan statistik vital adalah dengan menganalisis
beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka
kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan.
*7 Penggunaan
Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung
pengukuran status gi/i masyarakat.
c. Daktor Akologi
17 Pengertian
"alnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor
fisik, biologis dan lingkungan budaya. +umlah makanan yang tersedia sangat
tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dll.
*7 Penggunaan
18
Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui
penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program
intervensi gi/i.
2.2 Gizi K%#(n! d(n D(mp(*n.(
Proses metabolik anak relatif lebih aktif dibandingkan dengan orang de,asa. 0nak
membutuhkan lebih banyak makanan untuk tiap kilogram berat badan karena sebagian dari
makanan tersebut harus digunakan untuk pertumbuhan. Keperluan ini dapat dipenuhi dengan
pemberian makanan yang mengandung cukup kalori, selain kalori dalam makanan harus cukup
tersedia protein, karbohidrat, mineral, air, vitamin dan beberapa asam lemak dalam jumlah
tertentu. 0pabila jumlah minimal keperluan tersebut tidak dapat dipenuhi dalam ,aktu lama
akan timbul gejala gi/i kurang.
2i/i kurang dan gi/i buruk berdampak serius terhadap kualitas generasi mendatang.
0nak yang mengalami gi/i kurang akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan
perkembangan mental. (eberapa dampak&gi/i kurang pada balita antara lain 8
17
Pertumbuhan fisik terhambat, anak akan mempunyai tinggi badan lebih pendek.
*7
Perkembangan mental dan kecerdasan terhambat, anak akan mempunyai -L lebih rendah.
Setiap anak yang berstatus gi/i buruk mempunyai resiko kehilangan -L 1%&13 poin.
37
Daya tahan tubuh anak menurun sehingga mudah terserang penyakit infeksi, yang
semakin memperburuk keadaan gi/i.
2.3 KEP d(n K(sifi*(sin.(
KAP 6Kurang Anergi Protein7 adalah keadaan kurang gi/i yang disebabkan rendahnya
konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari&hari sehingga tidak memenuhi 0ngka
Kecukupan 2i/i 60K27.
0dapun Klasifikasi KAP adalah sebagai berikut 8
19
1. KAP ringan bila hasil penimbangan berat badan pada K"S terletak pada pita
,arna kuning
*. KAP sedang bila hasil penimbangan berat badan pada K"S terletak di (a,ah
2aris "erah 6(2"7.
3. KAP berat 1 gi/i buruk bila hasil penimbangan ((1= #%! baku median C'4&
BF'S.
Pada K"S tidak ada garis pemisah KAP berat 1 gi/i buruk dan KAP sedang, sehingga
untuk menentukan KAP berat1gi/i buruk digunakan 3abel ((1= (aku "edian C'4&BF'S.
Pada KAP ringan dan sedang, gejala klinis yang ditemukan hanya berupa anak tampak
kurus. Sedangkan pada KAP berat1gi/i buruk, gejala klinisnya secara garis besar dapat dibedakan
sebagai marasmus, k,ashiorkor atau marasmik&k,ashiorkor. Selain itu, tanpa mengukur1melihat
(( bila disertai edema yang bukan karena penyakit lain adalah KAP berat12i/i buruk tipe
k,ashiorkor.
(. K+(s'io#*o#
- Adema, umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki 6dorsum pedis7
- Cajah membulat dan sembab
- <ambut tipis, kemerahan seperti ,arna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit,
rontok
- Pandangan mata sayu
- 4tot mengecil 6hipotrofi7, lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk
- Pembesaran hati
- Perubahan status mental, apatis, dan re,el
- Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah ,arna menjadi
coklat kehitaman dan terkelupas 6crazy pavement dermatosis7
- Sering disertai penyakit infeksi yang umumnya akut, anemia, diare.
20
&. M(#(sm%s
& 3ampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit
& Cajah seperti orang tua
& Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada 6baggy pant7
& Perut cekung
& Fengeng, re,el
& -ga gambang
& Sering disertai penyakit infeksi yang umumnya kronis berulang, diare kronik atau
konstipasi1susah buang air
4. M(#(smi*5K+(s'io#*o#6
"erupakan gabungan dari beberapa gejala klinik K,ashiorkor dan "arasmus,
dengan ((1= #%! baku median C'4&BF'S disertai edema yang tidak mencolok.
2.17 Kompi*(si Gizi K%#(n! p(d( B(i$(
2i/i (uruk bukan hanya menjadi stigma yang ditakuti, hal ini terkait dengan dampak
terhadap sosial ekonomi keluarga maupun negara, di samping berbagai konsekuensi yang
diterima anak itu sendiri.
Kondisi gi/i buruk akan mempengaruhi banyak organ dan sistem, karena kondisi gi/i
buruk ini juga sering disertai dengan defisiensi 6kekurangan7 asupan mikro1makro nutrien lain
yang sangat diperlukan bagi tubuh. 2i/i buruk akan memporak porandakan sistem pertahanan
tubuh terhadap mikroorganisme maupun pertahanan mekanik sehingga mudah sekali terkena
infeksi.
Secara garis besar, dalam kondisi akut, gi/i buruk bisa mengancam ji,a karena
berberbagai disfungsi yang di alami, ancaman yang timbul antara lain hipotermi 6mudah
kedinginan7 karena jaringan lemaknya tipis, hipoglikemia 6kadar gula dalam darah yang diba,ah
kadar normal7 dan kekurangan elektrolit penting serta cairan tubuh.
21
+ika fase akut tertangani dan namun tidak di follo up dengan baik akibatnya anak tidak
dapat !catch upM dan mengejar ketinggalannya maka dalam jangka panjang kondisi ini berdampak
buruk terhadap pertumbuhan maupun perkembangannya. 0kibat gi/i buruk terhadap
pertumbuhan sangat merugikan performance anak dikarenakan kondisi MstuntingM 6postur tubuh
kecil pendek7 yang diakibatkannya. .ang lebih memprihatinkan lagi, perkembangan anak pun
terganggu. Afek malnutrisi terhadap perkembangan mental dan otak tergantung dangan derajat
beratnya, lamanya dan ,aktu pertumbuhan otak itu sendiri.
+ika kondisi gi/i buruk terjadi pada masa golden period perkembangan otak 6%&3 tahun7,
dapat dibayangkan jika otak tidak dapat berkembang sebagaimana anak yang sehat, dan kondisi
ini akan irreversi"le 6sulit untuk dapat pulih kembali7. Dampak terhadap pertumbuhan otak ini
menjadi vital karena otak adalah salah satu MasetM yang penting bagi anak untuk dapat menjadi
manusia yang berkualitas di kemudian hari.
(eberapa penelitian menjelaskan, dampak jangka pendek gi/i buruk terhadap
perkembangan anak adalah anak menjadi apatis, mengalami gangguan bicara dan gangguan
perkembangan yang lain. Sedangkan dampak jangka panjang adalah penurunan skor tes -L,
penurunan perkembangn kognitif, penurunan integrasi sensori, gangguan pemusatan perhatian,
gangguan penurunan rasa percaya diri dan tentu saja merosotnya prestasi akademik di sekolah.
Kurang gi/i berpotensi menjadi penyebab kemiskinan melalui rendahnya kualitas sumber daya
manusia dan produktivitas. 3idak heran jika gi/i buruk yang tidak dikelola dengan baik, pada
fase akutnya akan mengancam ji,a dan pada jangka panjang akan menjadi ancaman hilangnya
sebuah generasi penerus bangsa.
2.11 Up(.( Men!($(si M(s((' Gizi
0da beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah gi/i. 3iga
diantaranya yang dapat dilakukan di tingkat puskesmas adalah pendeteksian dini dengan
22
menggunakan K"S, pemberian "P&0S-, dan peningkatan peran kader posyandu untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat.
a. Kartu "enuju Sehat
Kartu "enuju sehat adalah alat sederhana yang dapat digunakan untuk memantau
kesehatan dan pertumbuhan anak.
Pertumbuhan merupakan parameter kesehatan gi/i yang cukup peka untuk
dipergunakan dalam menilai kesehatan anak, terutama bayi dan balita. Dalam upaya
memonitor kesehatan gi/i anak ini dipergunakan Kartu "enuju Sehat 6K"S7.
Pada dasarnya kartu ini memperlihatkan grafik berat badan anak menurut masing&
masing umur, ada bermacam&macam jenis kartu pertumbuhan tapi dengan kartu ini para ibu
dapat memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan atau ketidakseimbangan
pemberian makan anak, selain itu kartu ini juga berisi catatan tentang imunisasi dan
pemberian vitamin 0.
b. Pemberian "akanan 3ambahan dan Fara Penyiapannya
Setiap ibu perlu mengetahui bah,a bayi sejak umur bulan sudah memerlukan
"P&0S-. =ntuk umur &11 bulan perlu mendapat "P&0S- "lended food sebanyak 1%%
gr1hari, anak umur 1*&*; bulan 1*$ gr1hari dan anak diatas *; bulan 1$% gr1hari. "akanan
dapat dibagi 3&; kali sehari.
=mur &11 bulan
Pada bayi umur &11 bulan selain makanan utamanya adalah 0S- juga mulai
diberikan makanan pendamping 0S- 6"P&0S-7 karena kebutuhan makanan bayi sudah
mulai meningkat untuk pertumbuhannya.
"akanan pendamping 0S- dapat diberikan berupa 8
"akanan lembek atau lunak misalnya 5 bubur yang dapat dibuat dari bahan
makanan setempat seperti tepung beras1gandum dan sebagainya.
23
"akanan lembek atau lunak dapat pula dari blended food 6bahan makanan
campuran buatan industri1pabrik7.
Basi tim1makanan lunak yang dibuat dari beras dan campuran berbagai bahan
makanan setempat 6sayuran, ikan atau penggantinya, kacang&kacangan7.
@ama pemberian makanan diberikan setiap hari berturut&turut selama 1)% hari.
=mur 1*&*3 bulan dan umur *;&$G bulan
(entuk makanan dapat berupa kudapan 6jajanan7 yang dibuat dari bahan
makanan setempat, dan bahan makanan setempat ini bisa diba,a pulang. @ama
pemberiannya untuk anak umur 1*&*3 bulan, diberikan setiap hari berturut&turut selama
G% hari, untuk anak umur *;&$G bulan diberikan seminggu sekali bersamaan dengan hari
dibukanya Posyandu.
0dapun cara penyiapan "P&0S- yaitu, apabila "P&0S- yang diterima harus dimasak
terlebih dahulu, cara penyajiannya sebagai berikut 8
Fuci tangan terlebih dahulu dengan sabun
Persiapkan alat&alat bersih
"asukkan "P&0S- ke dalam panci dan tambahkan air matang dengan
perbandingan 1 8 ;, contoh untuk bayi &11 bulan setiap 3% gr "P&0S- atau kurang
lebih 3 sendok makan dicampur dengan 1*% ml air matang 6kurang lebih N gelas 7.
0duk hingga rata dan dimasak sampai matang 6$ menit7
Setiap hidangan untuk satu kali makan
'angat&hangat kuku, berikan segera pada bayi.
Kemudian apabila "P&0S- yang diterima adalah "P&0S- yang siap saji 6instan7, cara
penyiapannya sebagai berikut 8
Fuci tangan terlebih dahulu dengan sabun
24
Persiapkan alat&alat bersih
3uangkan air panas 6kurang lebih 1%% ml7 yang matang dalam mangkuk bersih, lalu
campurkan kurang lebih *$&3% gr "P&0S- atau kurang lebih 3 sendok makan
6untuk bayi &11 bulan7
0duk sampai rata
Setiap hidangan untuk satu kali makan
'angat&hangat kuku, berikan segera pada bayi.
c. Peningkatan Peran Kader Posyandu untuk "eningkatkan Partisipasi "asyarakat
dalam Penimbangan (ayi dan (alita
Posyandu adalah suatu ,adah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan
masyarakat dalam bidang Keluarga (erencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk
masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan yang
mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. .ang
dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu
dalam peningkatan mutu manusia masa yang akan datang. Dalam hal ini ada 3 intervensi
yang dilakukan, yaitu8 pembinaan kelangsungan hidup anak 6Child #urvival7, pembinaan
perkembangan anak 6Child $evelopment7 dan pembinaan kemampuan kerja 6%mployment7.
"emperhatikan kenyataan yang terjadi di masyarakat saat ini, bah,a Posyandu telah
menjadi bagian yang penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat pedesaan di
-ndonesia. 4leh sebab itu dalam kegiatan posyandu yang dilakukan 1 bulan sekali tersebut
harus ada setidaknya * petugas Pusksemas untuk memberikan pelayanan teknis dan
bimbingan atau pembinaan.
0gar manfaat Posyandu semakin besar diperlukan adanya interaksi yang baik antara
Puskesmas, kader Posyandu dan masyarakat sendiri sebagai pelaksana dan sekaligus target
kerja. Petugas kesehatan tidak bisa berbuat banyak jika kader tidak menyelenggarakan
kegiatan Posyandu yang telah dijad,alkan. =saha kader juga akan sia&sia jika ,arga tidak
25
ada yang datang, selanjutnya peran serta ibu yang tidak aktif juga akan berdampak langsung
terhadap kesehatan ibu dan anak.
Peningkatan peran kader dan partisipasi masyarakat dalam penimbangan bayi dan
balita dengan upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi pada ibu bayi balita
dapat dilakukan melalui pelatihan ulang, pembinaan dan pendampingan kader, penyediaan
sarana dan prasarana, termasuk penyediaan biaya operasional juga diperlukan agar kader
dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Serta peningkatan kuantitas dan kualitas
penyuluhan melalui kerja sama lintas program dan lintas sektor, baik secara langsung
maupun melalui media massa secara kontinyu.
2.12 D($( Adminis$#(si P(sien
a. Bama 1 =mur 8 0n P 1 1 tahun : bulan
b. Bo. register 8 &
c. Status kepega,aian 8 &
d. Status sosial 8 "enengah ke ba,ah
26
2.1" D($( Demo!#(fis
a. 0lamat 8 0rga "akmur
b. 0gama 8 -slam
c. Suku 8 <ejang
d. Pekerjaan 8 &
e. (ahasa -bu 8 <ejang
f. +enis Kelamin 8 Perempuan
2.1) D($( Bioo!i*
a. 3inggi (adan 8 :: cm
b. (erat (adan 8 :,$ kg
c. 'abitus 8 asthenikus
a. 0namnesis
Keluhan =tama 8 &0nak terlihat semakin kurus sejak 3 bulan terakhir
<i,ayat Penyakit Sekarang 8
& 0nak terlihat semakin kurus sejak 3 bulan terakhir. 0nak sangat malas makan, hanya mau
makan jajanan&jajanan kecil dari ,arung seperti chiki, permen, es, dan kue&kue kering.
& (erat badan turun 6J7 tapi ibu pasien tidak tahu berapa kilogram penurunannya.
& Demam tidak ada
& (atuk&batuk lama tidak ada
& 4rangtua pasien tidak me,ajibkan anaknya untuk makan nasi yang lengkap dengan lauk
pauk dan sayur. Dalam sehari seringkali pasien sama sekali tidak mengkonsumsi nasi J
lauk pauk J sayur, orangtua menganggap dengan makan jajanan&jajanan dari ,arung saja
sudah cukup bagi anaknya. Pasien jarang minum susu.
& Pasien tidak pernah diba,a ke posyandu oleh orang tuanya, sehingga berat badan tidak
pernah ditimbang. 4rang tua pasien menganggap anaknya sehat&sehat saja sehingga tidak
perlu diba,a ke posyandu.
& <i,ayat keluar cacing dari anus tidak ada, dan belum pernah di beri obat cacing.
27
<i,ayat Penyakit Dahulu 8
& 3idak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya
<i,ayat Penyakit Keluarga 8
& 3idak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini
& 3idak ada anggota keluarga yang menderita batuk&batuk lama
<i,ayat Kelahiran
& @ahir spontan ditolong oleh bidan, cukup bulan, saat lahir langsung menangis kuat, berat
badan lahir *)%% gram.
<i,ayat -munisasi
& Pasien tidak pernah diimunisasi
<i,ayat "akanan
0S- 8 %&G bulan
Susu Dormula 8 bulan > sekarang 6susu formula sangat jarang diberikan, 1 kotak
susu untuk 3&; bulan7
(ubur susu 8 ;& bulan
Basi tim 8 &G bulan
(uah dan biskuit 8 ; bulan > sekarang
"akanan biasa 8 1* bulan > sekarang
Pasien makan makanan biasa 1 H * hari, porsi kecil, lauk pauk ada 6lebih sering telur dan
ikan, ayam jarang, daging jarang7, sayur kadang ada kadang tidak.
b. Pemeriksaan +asmani
3anda Eital 8
Keadaan umum 8 sakit sedang
Kesadaran 8 compos mentis cooperative
Badi 8 1%* H1menit
Drekuensi nafas 8 **H1menit
Suhu 8 3,:
o
F
Sianosis 8 tidak ada
Adema 8 tidak ada
0nemis 8 tidak ada
-kterik 8 tidak ada
3inggi (adan 8 :: cm
(erat (adan 8 :,$ kg
28
((1= 8 ,G!
3(1= 8 G$,%!
((13( 8 :*,11!
Kesan 8 2i/i kurang
Status 2eneralisata
Kulit 8 kulit teraba hangat, turgor baik
Kepala 8 (entuk simetris, rambut hitam, tidak mudah dicabut, ubun&ubun besar
sudah menutup
"ata 8 konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
3elinga 8 tidak ada kelainan
'idung 8 tidak ada kelainan
"ulut 8 mukosa mulut dan bibir basah
@eher 8 tidak ada pembesaran K2(
Dada 8
& Paru 8
-nspeksi 8 gerakan dinding dada simetris kiri dan kanan
Palpasi 8 fremitus normal kiriKkanan
Perkusi 8 sonor kiri dan kanan
0uskultasi 8 ronkhi 6&1&7, ,hee/ing 6&1&7
& +antung 8
-nspeksi 8 iktus tidak terlihat
Palpasi 8 iktus teraba 1 jari medial @"FS <-F E
Perkusi 8 batas jantung atas 8 <-F --, kanan 8 @SD, kiri 1 jari medial
@"FS <-F E
0uskultasi 8 bunyi jantung murni, irama jantung teratur, bising tidak ada
& Perut 8
-nspeksi 8 tidak tampak membuncit
Palpasi 8 supel, hepar dan lien tidak teraba
nyeri tekan tidak ada
Perkusi 8 timpani
0uskultasi 8 bising usus 6J7 normal
Punggung 8 tidak ada kelainan
0lat Kelamin 8 tidak diperiksa
Akstremitas 8 akral hangat, sianosis tidak ada, refilling kapiler baik, oedem &1&
2.1, Peme#i*s((n Pen%n8(n!
3idak dilakukan
0njuran Pemeriksaan Penunjang 8
& Pemeriksaan darah rutin 6@AD, 'b, 't, @eukosit, 3rombosit7
2.1/ Di(!nosis
2i/i Kurang
29
BAB III
PEREN9ANAAN DAN PEMILIHAN INTER:ENSI
3.1 "etode Penyuluhan
"etode penyuluhan yang dilakukan adalah metode penyuluhan berkelompok yang
dilakukan di puskesmas, serta metode penyuluhan perorangan dengan cara diskusi * arah kepada
orang tua pasien.
3.* -ntervensi
Pada pasien ini dilakukan beberapa intervensi baik secara preventif, promotif, kuratif,
maupun rehabilitatif. Secara preventif, pada orang tua pasien ini dijelaskan bah,a orang tua
harus memberikan makanan yang bergi/i seimbang pada anaknya, memberikan makanan
tambahan 6"P 0S-7 dan susu formula yang bisa didapatkan setiap kunjungan ke posyandu
ataupun ke puskesmas, melakukan penimbangan berat badan minmal 1H sebulan, anak harus
mendapatkan imunisasi serta kapsul vitamin 0, dan jangan membelikan anak jajanan berupa
makanan ringan yang selain menyebabkan anak malas makan, sebagian besar juga mengandung
bahan penga,et dan penyedap makanan yang tidak baik untuk kesehatan.
Secara promotif, pada orang tua pasien perlu dijelaskan bah,a anaknya mengalami
kurang gi/i yang disebabkan pola asuh yang salah di mana anak kekurangan intake makanan
yang mengandung energi dan protein, dijelaskan pula kepada orang tua pentingnya melakukan
penimbangan berat badan secara rutin setiap bulan di posyandu sehingga berat badan anak dapat
terpantau, edukasi tentang bagaimana pola makanan dengan gi/i seimbang, menjelaskan kepada
orang tua tentang pilihan&pilihan makanan yang dapat diberikan, cara pemberian makanan, serta
cara pembuatan makanan dan bagaimana cara menyajikan makanan yang baik sehingga anak
30
tidak bosan untuk makan, serta memberikan saran menu makanan untuk meningkatkan berat
badan anak sesuai dengan angka kebutuhan gi/i.
=ntuk pasien ini kebutuhan kalori berdasarkan berat idela sesuai umur 8
0nak 1 tahun : bulan 0K2 nya 1%% kkal1kg((, berat badan ideal 11 kg.
"aka total kalori yang dibutuhkan sesuai dengan 0K2 K 1%% H 11 K 11%% kkal
Saran menu makanan untuk sehari 8
Pagi Siang "alam
Basi lunak O gelas 61:$
kkal7
3elur ayam biasa * butir
6G$ kkal7
Kacang hijau * N sdm
6)% kkal7
Sayur bayam 1 gelas
6$% kkal7
3430@ ;%% kkal
Basi lunak O gelas 61:$
kkal7
-kan segar 1 potong
sedang 6G$ kkal7
3empe * potong sedang
6;% kkal7
Cortel 1 gelas 6$% kkal7
3430@ 3% kkal
Basi lunak O gelas 61:$
kkal7
Daging ayam 1 potong
sedang 6G$ kkal7
3ahu 1 potong sedang 6)%
kkal7
Ketimun N gelas 6*% kkal7
3430@ 3:$ kkal
Secara kuratif, pada pasien diberikan tablet besi 1 H 11; tab dan Eitamin ( kompleks * H
11; tab. Secara rehabilitatif, perlu dianjurkan keluarga pasien 6orang tua7 untuk memberikan anak
menu makanan dengan gi/i seimbang 6terdiri dari nasi, lauk&pauk, sayuran, buah dan susu7 untuk
meningkatkan daya tahan tubuh, ganti menu makanan setiap hari agar anak tidak bosan,
tingkatkan higien dan sanitasi lingkungan serta kebersihan diri anak dan orangtua untuk
mencegah berkembangnya penyakit infeksi yang mudah terjadi pada anak yang mengalami gi/i
kurang, ba,a anak ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya, serta
kontrol teratur ke Puskesmas.
31
BAB I:
PELAKSANAAN
Pada kasus ini, penanganan masalah yang dilakukan untuk penyakit pasien adalah dengan
memberikan makanan yang bergi/i seimbang pada anak, memberikan makanan tambahan 6"P
0S-7 dan susu formula, melakukan penimbangan berat badan minmal 1H sebulan, pemberian
imunisasi serta kapsul vitamin 0, menjelaskan kepada orang tua tentang pilihan&pilihan
makanan yang dapat diberikan, memberikan saran menu makanan untuk meningkatkan berat
badan anak sesuai dengan angka kebutuhan gi/i, serta kontrol teratur ke Puskesmas. Pada pasien
ini dianjurkan untuk memeriksa pemeriksaan darah rutin 6@AD, 'b, 't, @eukosit, 3rombosit7.
(erikut ini adalah gambar&gambar mengenai penanganan permasalahan yang terjadi
untuk pasien ini 8
32
2ambar ;.1 Penderita 2i/i Kurang
2ambar ;.* Penyuluhan 2i/i Kurang
33
2ambar ;.3 "akanan dengan 2i/i Seimbang

34
2ambar ;.; "P 0S- dan Susu Dormula
2ambar ;.$ Penimbangan (erat (adan
35


2ambar ;. Pemberian -munisasi dan Eitamin 0
2ambar ;.: 'igien dan Santasi @ingkungan yang (aik
BAB :
36
M;NIT;RING DAN E:ALUASI
Pada pasien ini dilakukan pemonitoran perkembangan pemulihan penyakit pasien. Satu
minggu setelah pasien berobat untuk pertama kalinya, didapatkan berat badan pasien sudah
meningkat dan pasien sudah tidak malas makan lagi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat
badan pasien sudah naik menjadi :,) kg. Dari segi perilaku dan kebiasaan pasien, pasien sudah
mulai mengkonsumsi makanan bergi/i seimbang, pasien sudah makan makanan rumahan yang
dimasak ibunya, pasien tidak lagi jajan makanan tidak sehat berupa jajanan&jajanan kecil dari
,arung seperti chiki, permen, es, dan kue&kue kering, dan pasien sudah minum susu satu kali
sehari. Kesan yang didapatkan dari perkembangan pemulihan penyakit pasien setelah satu
minggu adalah sudah adanya perbaikan perilaku kesehatan, serta sudah ada perbaikan penyakit
yang diderita pasien.
D(f$(# p%s$(*(
37
1. Supariasa, - De,a Byoman. Penilaian Status 2i/i. +akarta8 A2F. *%%*. hl 13.
*. Departemen Kesehatan <epublik -ndonesia Direktorat +enderal (ina Kesehatan "asyarakat.
(uku (agan 3atalaksana 0nak 2i/i (uruk&(uku -. Departemen Kesehatan <epublik
-ndonesia, *%%:.
3. -ndonesian Butrition Bet,ork. Pedoman 3atalaksana Kurang Anergi Protein 6KAP7 diakses
dari http811,,,.gi/i.net1pedoman&gi/i1
;. Staf pengajar DK=-. (uku Kuliah -lmu Kesehatan 0nak. +ilid -. +akarta8 DK=-. *%%*.
$. Departemen Kesehatan <epublik -ndonesia Direktorat +enderal (ina Kesehatan "asyarakat
Direktorat (ina 2i/i "asyarakat. Sistem Ke,aspadaan Dini 6SKD7 K@( 2i/i (uruk.
Departemen Kesehatan <epublik -ndonesia, *%%).
. Kurang Anergi Protein diakses dari ,,,.pediatrik.com
:. "urray, K <obert. (iokimia 'arper. Adisi *$.+akarta8 A2F. *%%3. hl )1;.
). "alnutrisi diakses dari ,,,.emedicine.com
G. "arkum 0'. (uku 0jar -lmu Kesehatan 0nak +ilid 1. +akarta8 (alai Penerbit DK=-5 1GG1. hl
1;.
1%. Departemen Kesehatan <epublik -ndonesia Direktorat +enderal (ina Kesehatan "asyarakat.
(uku (agan 3atalaksana 0nak 2i/i (uruk&(uku --. Departemen Kesehatan <epublik
-ndonesia, *%%:.
38