Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KELOMPOK PBL

SISTEM INDERA KHUSUS

MODUL THT
KESEIMBANGAN

OLEH:
KELOMPOK A-4
TUTOR:
...........................

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2009

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 1


ANGGOTA KELOMPOK B-5
NAMA NIM
PRAMUDITA C 111 05 003
ASWANDY NABHAN C 111 06 160
TUT WURI HANDAYANI C 111 06
CLAUDIA MAGDALENA C 111 07 012
ASTRINA NUR BAHRUN C 111 07 049
ANDI UMMUWASIAT C 111 07 100
RIZKI AMELIA C 111 07 116
M. FAWZI MOCHTAR C 111 07 132
ISWINA RENIARTI C 111 07 148
GABRIELA ANGEL MUSTAKIM C 111 07 164
SYUKRI LA RANTI C 111 07 180
JULCRITHNO C 111 07 196
IRMA RAHAYU C 111 07 212
WA ODE SITTI FATMA ZAHRA C 111 07 228
CHATRINE MERIANI W. C 111 07 244
SAZLIN CHE BINTI SAMSUDIN C 111 07

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 2


1. SKENARIO
Seorang perempuan 45 tahun datang ke Poli THT dengan keluhan tiba-tiba rasa berputar
(vertigo) kadang-kadang disertai mual muntah dan kadang-kadang telinga mendengung dan
terasa tersumbat seperti ada air. Riwayat penyakit sebelumnya disangkal.
2. KATA SULIT
• VERTIGO
– sensasi gerakan atau perasaan berputar, yang sering dijelaskan sebagai perasaan
kehilangan keseimbangan (Patofisiologi Corwin)
– Kardinal sindrom dari penyakit vestibular, ditandai dengan sensasi bergerak,
ketika sekitarnya tidak bergerak. Disertai perasaan seperti jatuh ke depan atau ke
belakang serta bergetar seperti gempa (CMDT 2005)
– Ilusi gerakan, persaan ilusi bahwa sepertinya lingkungan atau tubuhnya sendiri
berputar, dapat diakibatkan oleh penyakit pada telinga dalam, atau gangguan
pusat-pusat vestibuler atau jaras-jarasnya dalam ssp (Dorland)
– Jika benda-benda disekitarnya yang berputar, maka disebut juga vertigo objektif
– Jika hanya pasien yang merasa berputar itu disebut vertigo subjektif
1. KATA KUNCI
– Pasien: Wanita 45 tahun
– Keluhan:
• rasa berputar (vertigo)
• Mual-muntah
• Telinga mendengung
• Telinga terasa tersumbat air
• Riwayat Penyakit disangkal
– Riwayat Penyakit disangkal

1. PERTANYAAN

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 3


1. Bagaimana anatomi dan fisiologi keseimbangan?
2. Bagiamana cara membedakan gangguan keseimbangannya itu berasal dari kelainan di
sentral atau perifer
3. Bagaimana hubungan antara gejala yang dialami oleh pasien? Apakah setiap gejala
memiliki keterkaitan?
4. Apa saja penyakit yang bisa berkaitan dengan kasus? Bagaimana
penatalaksanaannya?

1. JAWABAN
1.1. Anatomi dan Fisiologi Sistem Vestibuler

Sistem vestibuler ada dua macam,yakni sistem vestibuler perifer dan sentral. Namun
yang akan dibicarakan pada pembahasan ini adalah anatomi dan fisiologi yang berkaitan
dengan sistem vestibuler perifer, alasan pembatasan ini didasarkan pada gejala yang dialami
oleh pasien pada kasus. Di dalam kasus disebutkan bahwa pasien selain mengalami gangguan
keseimbangan, pasien juga mengalami keluhan gangguan somatik seperti mual-muntah dan
gangguan pendengaran yang biasanya berkaitan dengan kelainan pada sistem vestibuler
perifer terutama pada labirin.
Anatomi labirin
Vestibulum yang terdapat di dalam labirin, telinga bagian dalam, mempunyai andil
55% dalam patofisiologi alat keseimbangan tubuh (AKT). Ada dua jenis organ (reseptor)
sensoris di dalam labirin, yaitu pendengaran dan keseimbangan yang merupakan sel berambut
(hair cells). Kedua jenis sel ini terbenam di dalam cairan endolimf, sehingga bila ada aliran /
gelombang endolimf akibat rangsangan bunyi (pendengaran) atau gerakan (keseimbangan),
rambut sel menekuk kearah tertentu dan mengubah transmisi impuls sensoris.
Organ untuk pendengaran ini disebut organ corti, sedangkan untuk keseimbangan disebut
organ vestibulum. Vestibulum dibedakan atas crista dan macula yang masing-masing
sensitive terhadap rangsangan gerakan sirkuler dan linier. Gambar 3 berikut akan
mengigatkan kembali pada peran labirin.

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 4


Gambar 3 Penampung anatomi telinga

Neurofisiologi Alat Keseimbangan Tubuh


Alur perjalanan informasi berkaitan dengan fungsi AKT melewati tahapan sebagai berikut.
Tahap Transduksi.
Rangsangan gerakan diubah reseptor (R) vestibuler (hair ceel), R. visus (rod dan cone cells)
dan R proprioseptik, menjadi impuls saraf. Dari ketiga R tersebut, R vestibuler menyumbang
informasi terbesar disbanding dua R lainnya, yaitu lebih dari 55%.
Mekanisme transduksi hari cells vestibulum berlangsung ketika rangsangan gerakan
membangkitkan gelombang pada endolyimf yang mengandung ion K (kalium). Gelombang
endolimf akan menekuk rambut sel (stereocilia) yang kemudian membuka/menutup kanal ion
K bila tekukan stereocilia mengarah ke kinocilia (rambut sel terbesar) maka timbul influks
ion K dari endolymf ke dalam hari cells yang selanjutnya akan mengembangkan potensial
aksi. Akibatnya kanal ion Ca (kalsium) akan terbuka dan timbul ion masuk ke dalam hair
cells. Influks ion Ca bersama potensial aksi merangsangn pelepasan neurotransmitter (NT) ke
celah sinaps untuk menghantarkan (transmisi) impuls ke neuron berikutnya, yaitu saraf aferen
vestibularis dan selanjutnya menuju ke pusat AKT.
Tahap Transmisi
Impuls yang dikirim dari haircells dihantarkan oleh saraf aferen vestibularis menuju ke otak
dengan NT-nya glutamate
A. Normal synoptic transmition
B. Iduktion of longtem potentiation
Tahap Modulasi
Modulasi dilakukan oleh beberapa struktur di otak yang diduga pusat AKT, antara lain
· Inti vestibularis

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 5


· Vestibulo-serebelum
· Inti okulo motorius
· Hiptotalamus
· Formasio retikularis
· Korteks prefrontal dan imbik
Struktur tersebut mengolah informasi yang masuk dan memberi respons yang sesuai.
Manakala rangsangan yang masuk sifatnya berbahaya maka akan disensitisasi. Sebaliknya,
bila bersifat biasa saja maka responsnya adalah habituasi (1).
Tahap Persepsi
Tahap ini belum diketahui lokasinya
FISIOLOGI
Informasi yang berguna untuk alat keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh respetor
vestibuler visual dan propioseptik. Dan ketiga jenis reseptor tersebut, reseptor vestibuler yang
punya kontribusi paling besar, yaitu lebih dari 50% disusul kemudian reseptor visual dan
yang paling kecil konstibusinya adalah propioseptik(2)

Arus informasi berlangusng intensif bila ada gerakan atau perubahan gerakan dari
kepala atau tubuh, akibat gerakan ini menimbulkan perpindahan cairan endolimfe di labirin
dan selanjutnya bulu (cilia) dari sel rambut ( hair cells) akan menekuk. Tekukan bulu
menyebabkan permeabilitas membran sel berubah sehingga ion Kalsium menerobos masuk
kedalam sel (influx). Influx Ca akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan juga
merangsang pelepasan NT eksitator (dalam hal ini glutamat) yang selanjutnya akan
meneruskan impul sensoris ini lewat saraf aferen (vestibularis) ke pusat-pusat alat
keseimbangan tubuh di otak (2).
Pusat Integrasi alat keseimbangan tubuh pertama diduga di inti vertibularis menerima
impuls aferen dari propioseptik, visual dan vestibuler. Serebellum selain merupakan pusat
integrasi kedua juga diduga merupakan pusat komparasi informasi yang sedang berlangsung
dengan informasi gerakan yang sudah lewat, oleh karena memori gerakan yang pernah
dialami masa lalu diduga tersimpan di vestibuloserebeli. Selain serebellum, informasi tentang
gerakan juga tersimpan di pusat memori prefrontal korteks serebri.

1.2.Cara Membedakan Vertigo Perifer dan Sentral

Ada dua macam vertigo, yakni vertigo sentral dan perifer. Vertigo sentral adalah
vertigo yang sumber masalahnya berasal dari kelainan pada sistem saraf pusat. Sedangkan

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 6


Vertigo perifer adalah vertigo yang sumber masalahnya bersal dari kelainan sistem vestibuler
perifere yang terdiri dari sensor proprioseptif, sensor taktil dan visual. Cara untuk
membedakan kedua vertigo ini dapat dilihat melalui sejumlah anamnesi yang berkaitan
dengan onset vertigo, tingkat keparahannya, riwayat penyakit terdahulu dan penggunaan
obat. Semua pertanyaan itu memiliki nilai yang sangat signifikan dalam menentukan
penyebab vertigo agar pemberian terapi pada pasien dapat mengatasi keluhan secara optimal.
Selain anamnesis pemeriksaan fisis juga sangat berperan dalam menentukan sumber
kelainan vertigo. Manuver sederhana sepertei manuver Epley juga dapat dilakukan untuk
menegakkan diagnosis.

Rincian cara membedakan vertigo dapat dilihat pada bagan berikut:

Bagan Diagnosis Vertigo


Dari bagan itu dapat dilihat bahwa vertigo juga dapat disebabkan oleh kelainan
vaskuler, seperti hipotensi. Untuk membedakan dengan kelainan vaskuler, maka kita harus
memeriksa tekanan darah dan denyut nadi pasien. Jika tidak terdapat kelainan pada kedua hal

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 7


maka kemungkinan diagnosis yang tersisa adalah kelainan neurologis dan kelainan labirin.
Untuk menyingkirkan kemungkinan kelainan neurologis, maka abnormalitas neurologis
seperti kelumpuhan harus ikut disingkirkan.
Keterlibatan gangguan pendengaran juga harus dipertimbangkan untuk menegakkan
diagnosis. Karena ada sejumlah penyakit yang memiliki karakterisitik hearing loss dan
tinitus seperti pada penyakit Meniere dan Labirintitis. Untuk membedakan kedua penyakit
ini, kita harus memperhatikan ada tidaknya tanda-tanda infeksi dan penggunaan obat.
Labirintitis identik dengan dua hal yang disebutkan terakhir.

1.3.Keterkaitan Antar Gejala


Muntah ( Vomit) dapat terjadi ketika vomit centre di brainstem diaktifkan oleh signal
yang disebabkan pleh salah satu dari 3 tempat, yaitu traktus digestif, mekanisme
keseimbangan di telinga tengah dan otak. Vomit centre mengirimkan pesan ke dua diagram ,
yang menekan perut dan dinding abdominal yang menyebabkan stomach mengeluarkan
massa /cairan melalui esofagus. Tinnitus terjadi karena adanya gangguan di choclea atau
nervus kranial VIII , tinnitus ini selalu disertai oleh hearing loss, baik konduktif maupun
sensorineural. Vertigo, vertigo dapat disebabkan oleh 2 macam sumber lesi, yaitu periferal
dan central. Pada periferal lesi berada di labyrinth atau pada vestibular nerve. Dan pada
central, vertigo terjadi oleh karena gangguan pada brainstem dan CNS pathways ( tumor dan
multiple sclerosis). Gejala vertigo pada lesi perifer biasanya lebih parah dibandingkan dengan
lesi disentral, yaitu dengan disertai muntah dan mual. Perasaan penuh yang dirasakan oleh
pasien dapat disebabkan oleh endolimfe hydrops, dimana ada retak di membran antara bony
labyrinth dan membranous labyrinth yang menyebabkan cairan perilimfa dan endolimfa
bercampur, disertai oleh diet pasien yang tinggi garam menyebabkan peningkatan ion K
sehingga terjadi edema yang menyebabkan pasien merasakan telinga seperti penuh air.

1.4.Penyakit-Penyakit yang Berkaitan dengan Gejala dan Penatalaksanaannya


Berdasarkan kasus yang ada, maka kemungkinan penyakit yang bisa dijadikan
diagnosis banding adalah sebagai berikut:

1.4.1. LABYRINTHITIS.

Infeksi dari telinga dalam yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Ini
adalah jarang dan dapat terjadi dalam dua bentuk yang berbeda:

• Viral labyrinthitis. Infeksi telinga dalam disebabkan oleh virus-virus (seperti virus-
virus yang menyebabkan measles, mumps atau flu). Viral labyrinthitis umumnya

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 8


hilang dengan sendirinya, tanpa perawatan, dan tidak meninggalkan komplikasi-
komplikasi jangka panjang.

• Bacterial labyrinthitis. Infeksi telinga dalam disebabkan oleh bakteri-bakteri, seperti


ketika suatu infeksi telinga tengah (otitis media) menyebar ke telinga dalam, atau
sebagai akibat penyebaran dari meningitis (peradangan dari pelindung otak dan spinal
cord).

Definisi : Labirintitis merupakan radang pada Labirin Membranosus

Patogenesis :

1. Otogenik : Otitis Media Supuratif Kronik (OSMK), Mastoiditis


2. Non-Otogenik : Meniingotogenik, Hematogenik
A. Labirintitis Sirkum Skripta (Perilabirintitis)
Merupakan labirintitis otogenik yang didahului oleh suatu OSMK atau mastoiditis
yang dapat menyebabkan tuli konduktif

Patologi

Kerusakan atau erosi pada labirin pars osseus dari Kanalis semisirkularis (KSS)
horizontalis labirin membran dan perilimfe masih normal

Gejala

Vertigo (bila terjadi perubahan tekanan Meatus Externa (ME), Nystagmus, Tuli
Konduktif, Tes Fistula  Tekan Tragus, Tekanan MAE meningkat  Kanalis
Semisirkularis (KSS) terangsang

Terapi : Mastoidoktomi Radikal

B. Labirintitis Purulenta (Supurativa)


Patologi

Timbunan nanah pada labirin sehingga merusak sel sensoris  Tuli sensorineural

Gejala

Vertigo (kontinu), Nystagmus spontan, Tuli sensorineural, Kanal paresis (Tes


kalori), Berbaring miring ke sisi yang sakit, Tuli total, permanen

Terapi : - Mastoidektomi radikal jika kausa otogenik,

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 9


- Antibiotik dosis tinggi,

- Labirintektomi

Prognosis : - Ancaman komplikasi intrakranial

- Ketulian permanen

Faktor-Faktor Risiko dan Penyebab-Penyebab

Infeksi-infeksi telinga paling sering terjadi sebagai akibat infeksi virus, jamur atau
bakteri. Kebanyakan kasus-kasus infeksi telinga diantara anak-anak terjadi setelah selesma
atau influensa, dan mempengaruhi telinga tengah (otitis media). Infeksi dapat juga terjadi
sebagai akibat dari penghadapan pada kelembaban yang berlebihan atau luka pada telinga
luar atau saluran telinga (swimmer�s ear). Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan
risiko infeksi-infeksi telinga termasuk:

• Ekspose pada orang-orang dengan penyakit-penyakit menular (seperti selesma,


influensa)

• Tidak diberikan asi (air susu ibu)

• Tusuk (tindih) telinga (Ear piercings)

• Lilin (wax) telinga yang berlebihan

• Benda-benda asing didalam saluran telinga

• Luka-luka pada telinga luar

• Penggunaan bahan-bahan kimia yang mengiritasi (seperti hair spray, pewarna rambut)
dekat telinga

• Tiduran sewaktu minum dari botol bayi

• Penggunaan dot (bayi)

Anak-anak kecil lebih rentan terhadap infeksi-infeksi telinga dari pada grup dengan
umur berapa saja. Kebanyakan anak-anak di Amerika mengalami satu atau beberapa infeksi-
infeksi telinga pada saat mereka masuk sekolah, dengan otitis media yang paling sering
didiagnosis. Banyak anak-anak mengalami infeksi telinga yang berulang.

Anak-anak terutama lebih mudah terserang infeksi-infeksi telinga karena sistim


pertahanan tubuh (immune systems) mereka belum berkembang sempurna sampai kira-kira
umur 7 tahun. Sebagai tambahan, anak-anak mempunyai ukuran struktur-struktur yang
berbeda didalam telinga, hidung dan tenggorokan yang kemungkinan besar menjurus ke

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 10


peningkatan tekanan dan cairan didalam telinga tengah. Sebagai contoh, tabung-tabung
eustachio (eustachian tubes) mereka kecil dan sempit, dan lebih mudah tersumbat. Tabung-
tabung ini horizontal pada anak-anak, jadi virus-virus dan bakteri-bakteri dapat dengan
mudah dipindahkan dari hidung ke telinga tengah. Adenoid pada belakang dari tenggorokan
atas (dekat tabung-tabung eustachio) besar pada anak-anak, yang mana dapat berinteraksi
dengan mulut lubang dari saluran-saluran dan berkontribusi pada peningkatan tekanan
didalam telinga tengah.

Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko infeksi-infeksi telinga termasuk


jenis kelamin (anak-anak laki sedikit lebih berisiko dari anak-anak perempuan), sejarah
keluarga dari infeksi-infeksi telinga dan kelahiran prematur (dini). Anak-anak yang
dilahirkan dengan Down syndrome, cleft palate atau kondisi-kondisi medis tertentu lainnya
dapat juga mempunyai perbedaan-perbedaan struktur dalam sistim pernapasannya
(respiratory system) yang dapat membuat infeksi-infeksi telinga lebih mungkin terjadi.
Beberapa studi-studi menyarankan bahwa anak-anak dengan alergi dapat lebih mudah
mengembangkan infeksi-infeksi telinga tengah disebabkan oleh pembengkakkan tabung-
tabung eustachio yang berhubungan dengan alergi yang dapat terjadi dengan pembengkakkan
dari lorong-lorong hidung.

Tanda-Tanda dan Gejala-Gejala

Tanda-tanda dan gejala-gejala dari infeksi-infeksi telinga dapat berbeda-beda,


tergantung pada lokasi dan penyebab persoalan. Seringkali, gejala-gejala dari infeksi-infeksi
telinga didahului oleh gejala-gejala selesma atau influensa, terutama pada anak-anak. Orang
tua-orang tua dihimbau untuk waspada terutama pada tanda-tanda atau gejala-gejala infeksi
telinga setelah anaknya menderita penyakit-penyakit ini.

Gejala-gejala yang sering dihubungkan dengan infeksi-infeksi telinga termasuk:

• Nyeri/sakit telinga

• Gatal atau ketidaknyamanan lain dalam telinga atau saluran telinga

• Kulit yang memerah dan bengkak pada telinga luar atau saluran telinga

• Pengaliran dari telinga

• Kehilangan pendengaran (umumnya sementara)

• Tinnitus atau telinga berdengung

• Demam

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 11


• Menggigil

• Iritasi

• Nafsu makan berkurang

• Kepeningan (Pusing)

• Mual dan muntah

• Diare

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 12


Anak-anak yang pendengarannya terpengaruh oleh infeksi-infeksi telinga yang
berulang dapat mengalami perkembangan yang lemah dan tertunda atas kemampuan
berbicaranya. Untuk sebab ini, adalah penting untuk merawat infeksi-infeksi telinga dengan
segera untuk memastikan bahwa cairan didalam telinga menghilang dan pendengaran
kembali normal. Infeksi-infeksi telinga dalam (labyrinthitis) dapat mempengaruhi
keseimbangan dan berakibat pada suatu sensasi memutar (vertigo).

Metode-Metode Diagnose

Dalam mendiagnosis suatu infeksi telinga, seorang dokter akan melaksanakan suatu
pemeriksaan fisik yang lengkap dan menyusun suatu sejarah medis yang teliti. Perhatian
khusus diberikan pada tenggorokan, sinus, kepala, leher dan paru-paru. Dokter kemungkinan
besar akan menanyakan tentang sejarah yang baru-baru ini dari selesma-selesma atau alergi-
alergi.

Pada kasus telinga perenang (swimmer�s ear), infeksi dapat terlihat jelas dari gejala-
gejala seperti kemerahan dan kelembutan dari telinga luar atau saluran telinga. Kulit
menyerupai eksim (eczema), dengan suatu penampakan yang bersisik.

Dalam mendiagnosis otitis media, dokter mungkin menggunakan suatu alat khusus
yang diterangkan dengan sinar (otoscope) untuk melihat pada saluran telinga dan gendang
telinga tanda-tanda dari kemerahan atau pembengkakkan. Pada beberapa kasus-kasus,
lubang-lubang dalam gendang telinga (perforations) terlihat jelas.

Mungkin suatu gelembung dipasang pada otoscope yang dapat mendorong udara
kedalam saluran telinga untuk menguji mobilitas (gerakan) gendang telinga. Suatu infeksi
telinga tengah � dimana cairan atau tekanan didalam telinga tengah menekan pada gendang
telinga � dapat membatasi gerakan dari gendang telinga.

Pasien-pasien yang mengalami terulangnya infeksi-infeksi telinga dapat menjalankan


pengujian pendengarannya untuk memastikan infeksi-infeksi tidak menyebabkan kerusakan
menetap (permanen).

Pada kasus-kasus yang berat atau berulang, seorang anak dapat dirujuk pada seorang
spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) untuk menyelidiki pilihan-pilihan perawatan
tambahan , seperti operasi penempatan dari saluran-saluran pengaliran telinga pada telinga-
telinga anak-anak.

Pilihan-Pilihan Perawatan

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 13


Pada banyak kasus-kasus, infeksi-infeksi telinga hilang dengan sendirinya melalui
suatu periode waktu, seringkali dalam 24 sampai 48 jam, tanpa perlu obat-obatan resep.
Pasien-pasien seringkali diberi semangat untuk hanya memonitor infeksi mereka dan menjaga
dan mencatat apa saja yang memperburuk kondisi mereka � suatu pendekatan dikenal
sebagai �watchful waiting.�

Ketika menunggu tubuh untuk sembuh, pasien-pasien dapat mengambil beberapa


tindakan-tindakan untuk menghilangkan ketidaknyamanan. Ini dapat termasuk menggunakan
suatu handuk hangat atau botol air hangat pada telinga dan menggunakan obat-obatan tanpa
resep/over-the-counter (OTC) untuk menghilangkan gejala-gejala ketidaknyamanan.

Pada beberapa kasus-kasus, obat-obatan dengan resep mungkin perlu untuk merawat
infeksi telinga seseorang. Antibiotik-antibiotik (pil-pil atau tetes-tetes mata) digunakan untuk
melawan infeksi-infeksi yang berasal dari bakteri-bakteri, dimana corticosteroids dapat
membantu mengurangi gatal dan peradangan. Kadangkala, ketika saluran telinga meradang
atau membengkak, suatu sumbu kapas ditempatkan kedalam telinga untuk mengizinkan obat
tetes telinga berpergian ke ujung kanal. Bakteri-bakteri semakin meningkat menjadi kebal
(resistant) terhadap banyak antibiotik-antibiotik umum. Ini berarti bahwa seorang pasien
mungkin harus mencoba lebih dari satu tipe antibiotik sebelum menemukan satu yang efektif.
Pasien-pasien dengan alergi-alergi dapat juga diberikan obat-obatan untuk mengurangi atau
mencegah gejala-gejala alergi pada bebrapa kasus-kasus. Ini dapat membantu mencegah atau
mengurangi pembengakkan dari tabung-tabung eustachian, mengizinkan cairan untuk
mengalir dari telinga tengah.

Pasien-pasien sering dihimbau untuk memelihara telinga-telinga bersih dan kering


selama perawatan. Ini dapat termasuk pencegahan dari air masuk ketelinga-telinga sewaktu
mandi pancuran, sedang shampo dan mandi. Pasien-pasien mungkin juga mau menghindari
segala situasi yang menempatkan tambahan tekanan pada telinga, yang dapat meningkatkan
nyeri/sakit yang berhubungan dengan infeksi-infeksi telinga. Situasi-situasi yang harus
dihindari termasuk perjalanan udara dan olahraga menyelam (scuba diving).

Operasi mungkin diperlukan ketika infeksi-infeksi telinga menetap meskipun


diberikan terapi antibiotik. Pada kasus-kasus ini, suatu prosedur untuk menciptakan suatu
pembukaan secara operasi pada gendang telinga (myringotomy) mungkin dilaksanakan. Ini
membebaskan tekanan dan mengizinkan cairan mengalir keluar dari telinga tengah. Pada
beberapa kasus-kasuss, tabung-tabung telinga (tympanostomy tubes) mungkin dimasukkan
kedalam gendang telinga untuk mengizinkan udara masuk kedalam telinga dan cairan-cairan

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 14


mengalir keluar. Pada banyak kasus-kasus, tabung-tabung ini keluar sendiri dan tidak perlu
dikeluarkan dengan operasi.

1.1.1. VESTIBULAR NEURITIS

Definisi
Vestibular neuritis adalah gangguan pada sistem vestibular yang tidak berhubungan dengan
penurunan pendengaran dan penyakit-penyakit lain pada sistem saraf pusat[1]. Vestibular
neuritis adalah gangguan yang disebabkan oleh infeksi virus pada nervus vestibularis. Biasa
juga disebut sebagai Vestibular Neuronitis.[2]

Epidemiologi[1,3]
Vestibular neuritis dapat terjadi pada semua kelompok usia terutama pada dekade ke 3 dan
ke 4 tetapi jarang ditemukan kasus pada anak-anak.

Etiologi[4]
Vestibular neuritis diduga disebabkan oleh infeksi virus pada nervus vestibularis yang
berjalan dari telinga tengah ke batang otak. Belum diketahui virus apa tepatnya yang
menyebabkan masalah ini dan kenyataannya banyak virus yang dapat menginfeksi nervus
vestibularis. Beberapa pasien mempunyai riwayat infeksi saluran napas atas (common cold)
atau flu yang mendahului onset terjadinya gejala-gejala vestibular neuritis, beberapa yang
lain tidak mempunyai riwayat infeksi virus yang mendahului serangan vertigo.

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 15


Figure 1:
Cutaway of the inner ear. Movement of the head is detected by the semicircular canals, and
transmitted to the brain via the vestibular nerve. Vestibular neuritis may affect the nerve itself
or the vestibular ganglion (Scarpa's ganglion).

Gambaran Klinis[1,4,5]
Gejala-gejala dari neuritis bisa ringan hingga berat, mulai dari pusing ringan hingga sensasi
berputar yang berat (vertigo). Gejala yang juga dapat ditemukan adalah mual, muntah,
ketidakseimbangan, kesulitan penglihatan dan konsentrasi terganggu. Dapat juga ditemukan
gejala nistagmus. Kadang-kadang gejala dapat menjadi sangat berat sehingga mempengaruhi
kemampuan untuk duduk, berdiri, atau jalan.
Onset penyakit biasanya tiba-tiba dengan pusing berat yang terjadi secara tiba-tiba selama
aktivitas sehari-hari. Pada beberapa kasus, gejala muncul ketika bangun pagi hari. Gejala-
gejala biasanya pulih dalam 3-6 bulan. Episode serangan vertigo dapat berlangsung dalam 10
hari akan tetapi beberapa pasien dapat mengalami pusing kronik jika virus telah merusak
nervus vestibularis.

Pengobatan[5,6]
Pengobatan biasanya ditujukan untuk mengontrol mual dan menekan pusing selama fase
akut. Contohnya dapat diberikan Benadryl (diphenhydramine), Antivert (meclizine),
Phenergen (promethazine hydrochloride), Ativan (lorazepam), and Valium (diazepam).

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 16


Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah steroids (misalnya prednison), obat antivirus
(misalnya Acyclovir), atau antibiotik (misalnya amoxicillin) jika ada infeksi telinga tengah.
Obat-obat yang biasa digunakan sebagai pengobatan simptomatik pada fase akut :

1.1.2. VERTIGO POSISI PAROKSISMAL JINAK

Vertigo Posisi Paroksismal Jinak (VPPJ) atau diebut juga Benign Paroxysmal Posititional
Vertigo (BPPV) adalah gangguan keseimbagan perifer yang sering dijumpai. Gejala yang
dikeluhkan adalah vertigo yang datang tiba-tiba pada perubahan posisi kepala, beberapa
pasien dapat mengatakan dengan tepat posisi tertentu yang menimbulkan keluhan vertigonya.
Biasanya vertigo dirasakan sangat berat, berlangsung singkat hanya beberapa detik saja
walaupun penderita merasakannya lebih lama. Serangan ini disertai nistagmus yang melemah
pada oengujian berulang. Yang khas adalah awitan vertigo sedikit terlambat dari awitan
perubahan posisi. Serangan pertama biasanya paling berat, sedangkan serangan berulang
sifatnya menjadi lebih ringan. Keluhan dapat disertai mual bahkan sampai muntah sehingga
penderita merasa khawatir akan timbul serangan lagi, hal ini yang menyebabkan penderita
sangat hati-hati dalam posisi tidurnya. Vertigo jenis ini sering berulang kadang-kadang dapat
sembuh denga sendirinya.

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 17


EPIDEMIOLOGI

VPPJ merupakan penyakit degeneratif yang idiopatik yang sering ditemukan, kebanyakan
diderita pada usia dewasa muda dan usia lanjut. Trauma kepala merupakan penyebab kedua
terbanyak pada VPPJ bilateral.

DIAGNOSIS

VPPJ pada canalis posterior dan anterior dapat ditegakkan dengan cara memprovokasi dan
mengamati respon nistagmus yang abnormal dan respon vertigo dari canalis semisirkularis
yang terlibat. Pemeriksaan dapat memilih parasat Dix-Hallpike atau sidelying. Parasat Dix-
Hallpike lebih sering digunakan karena parasat tersebut posisi kepala sangat sempurna untuk
canalith repositioning treatment.

(/www.dizziness-and-balance.com/disorders/bppv/dix%2520hallpike.htm)

Pada saat parasat provokasi dilakukan, pemeriksa harus mengobservasi timbulnya respn
nistagmus pada kacamata FRENZEL yang dipakai oleh asien dalam ruangan gelap lebih baik
lagi bila direkam dengan sistem Video Infra Merah(VIM). Pengguna VIM memunginkan
penampakan secara simultan dari beberapa pemeriksaan dan rekaman dapat disimpan untuk
penayangan ulang. Perekaman tersebut tidak dapat bersamaan dengan pemeriksaan ENG
karena prosesnya dapat terganggu oleh pergerakan dan artefak kedipan mata, selain itu
nistagmus mempunyai komponen tersional yang prominen yang tidak dapat terdeteksi ENG.

Perasat Dix-Hallpike pada garis besarnya terdiri dari 2 gerakan. Perasat dix-hallpike kanan
pada bidang canal anterior kiri dan canal posteior kanan dan perasat dix-hallpike kiri pada
bidang posterior kiri untuk melakukan perasatdix-hallpike kanan, pasien duduk tegak pada
meja pemeriksaan dengan kepala menoleh 450 ke kanan. Dengan cepat pasien dibaringkan
dengan kepala tetap miring 45o ke kanan sampai kepala psien menggantung 20-300 pada
ujung meja pemeriksaan, tunggu 40 detik sampai respon abnormal. Peneliaan respon pada
monitor dilakukan selama + 1 menit atau samapai respon menghilang. Setelah tindakan

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 18


pemeriksaan ini dapat langsung dilanjutkna dengan canalith repositioning treatment (CRT).
Bila tidak ditemukan respon abnormal atau bila perasat tersebut tidak diikuti dengan CRT,
pasien secara perlahan-lahan didudukkan kembali. Lanjutkan pemeriksaan dengan perasat
dix-hallpike kiri dengan kepala dihadapkan 45o ke kiri, tunggu maksmial 40 detik sampai
respon abnormal hilang. Bila ditemukan adanya respon abnormal, dapat dilanjutkan dengan
CRT, bila tidak ditemukan dengan respon abnormal atau bila tidak dilanjutkan dengan
tindakan CRT, pasien secara perlahan-lahan didudukkan kembali.

Perasat sidelying juga terdiri dari dua gerakan yaitu perasat sidelying kanan yang
menempatkan kepala pada posisi dimana canalis anterior kiri/canalis posterior kanan pada
bidang tegak lurus garis horizontal dengan canal posterior pada posisi paling bawah dan
perasat sidelying kiri yang menempatkan kepala pada posisi dimana caalis anterior kanan dan
canalis posterior kiri pada bidang tegak lurus garis horizontal dengan canal posterior pada
posisi paling bawah (gambar 2B).

Pasien duduk pada meja pemeriksaan denga kaki menggantung di tepi meja, kepala
ditegakkan ke sisi kanan, tunggu 40 detik sampai timbul respon abnormal. Pasien kembali ke
posisi duduk untuk dilakukan perasat sidelying kiri, pasien secara cepat dijatuhkan ke sisi kiri
dengan kepala ditorehkan 45o ke kanan (menempatkan kepala pada posisi canalis anterior
kanan atau canalis posterior kiri). Tunggu 40 detik sampai timbul respon abnormal.

(www.dizziness-and-balance.com/disorders/bppv/dix%2520hallpike.htm)

Video-ENG

Akan sangat membantu untuk dapat mencetak catatan BPPV nystagmus selama Dix-
Hallpike. Hal ini memungkinkan dokter yang merawat untuk mengukur respon, dan juga

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 19


sangat membantu dalam situasi di mana dokumentasi yang baik adalah sangat penting
(seperti dalam kasus medicolegal).

Horizontal (top) and vertical (bottom) eye position during a Dix-Hallpike Test. Horizontal (atas) dan

vertikal (bawah) posisi mata selama-Hallpike Dix Test. Jejak bawah menunjukkan karakteristik upbeating

nystagmus. Nystamus torsional tidak dapat direkam di ENG.

(www.dizziness-and-balance.com/disorders/bppv/dix%2520hallpike.htm)

RESPON ABNORMAL

Pada orang normal nistagmus apat timbul paa saat gerakan provokasi ke belakang, namun
saat gerakan selesai dilakukan tidak tampak lagi nistagmus. Pada pasien VPPJ setelah
provokasi ditemukan nitagmus yang timbulnya lambat, + 40 detik, kemudian nistagmus
menghilang kurang dari satu menit bila sebabnya kanalitiasis, pada kupulolitiasis nistagmus
dapat terjadi lebih dari satu menit, biasanya serangan vertigo berat dan timbul bersamaan
dengan nistagmus

Pemeriksa dapat mengidentifikasi jenis kanal yang terlibat dengan mencatat arah fase cepat
nistagmus yang abnormal dengan mata pasien menatap lurus ke depan.

1. Fase cepat ke atas, berputar ke kanan menunjukkan VPPJ pada canalis posterior
kanan
2. Fase cepat ke atas, berputar ke kiri menunjukkan VPPJ pada canalis posterior kiri.
3. Fase cepat ke bawah, berputar ke kanan menunjukkan VPPJ pada canalis anterior
kanan.
4. Fase cepat ke bawah, berputar ke kiri menunjukkan VPPJ pada canalis anterior kiri.

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 20


Respon abnormal diprovokasi oleh perasat dix-hallpike/sidelying pada bidang yang sesuai
dengan canal yang terlibat.

Perlu diperhatikan, bila respon nistagmus sangat kuat leh dapat diikuti oleh nistagmus
sekunder dengan arah fase cepat berlawanan dengan nistagmus pertama. Nistagmus sekunder
terjadi oleh karena proses adaptasi sistem vestibuler sentral.

Perlu dicermati bila psien kembali ke posisi duduk setelah mengikuti pemeriksaan dengan
hasil respon positif, pada umumnya pasien mengalami serangan nistagmus dan vertigo
kembali. Respon tersebut menyerupai respo yang pertama amun lebih lemah dan nistagmus
fase cepat timbul dengan arah yang berlawanan, hal tersebut disebabkan oleh gerakan
canalith ke kupula.

Pada umumnya VPPJ timbul pada canalis posterior dari hasil penelitian Herdman terhadap
77 pasien VPPJ. Mendapatkan 49 pasien (64%) dengan kelainan pada canalis posterior, 9
pasien (12%) pada canalis anterior dan 18 pasien (23%) tidak dapat ditentukan jenis canal
mana yang terlibat, serta didapatkan satu pasien dengan keterlibatan pada canalis horizontal.
Kadang-kadang perasat dix-hallpike/sidelying menimbulkan nistagmus horizontal. Nistagmus
ini bisa terjadi karena nistagmus spontan, nistagmus posisi atau VPPJ pada canalis horizontal.
Bila timbul nistagmus horizontal, pemeriksaan harus dilanjutkan dengan pemeriksaan Roll
Test.

1.1.1. PENYAKIT MENIERE

Penyakit iniditemukan oleh Meniere pada 1861, dan dia yakin bahwa penyakit ini
berada dalam telinga, sedangkan pada waktu itu para ahli banyak menduga bahwa penyakit
itu berada pada otak. Dan pernyataan Meniere dibenarkan oleh Hallpike dan Cairn dengan
ditemukannya hidrops endolimfe, setelah memeriksa tulang temporal pasien Maniere.

Patofisiologi

Gejala klinis penyakit ini disebabkan oleh adanya hidrops pada koklea dan
vestibulum. Hidrops yang terjadi mendadak dan hilang timbul diduga disebabkan oleh
meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung kapiler, berkurangnya tekanan osmotik dalam
kapiler, meningkatnya tekanan osmotik ruangan ekstrakapiler dan jalan keluar endolimfe
tersumbat sehingga terjadi penimbunan cairan endolimfe.

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 21


Pada pemeriksaan histopatologi tulang temporal, ditemukan pelebaran dan
perubahan morfologi pada membran Reissner. Terdapat penonjolan ke dalam skala vestibuli,
terutama di daerah apeks koklea Helikotrema. Sakulus juga mengalami pelebaran menekan
utrikulus. Hal ini menjelaskan adanya tuli pada penyakit Meniere.

Etiologi

Penyebab psati belum diketahui.

Gejala Klinis

Terdapat trias Meniere yaitu vertigo, tinitus dan tuli saraf. Serangan pertama sangat
berat, biasanya disertai muntah. Pada setiap serangan biasanya disertai dengan gangguan
pendengaran.

Diagnosis Penyakit Meniere

Diagnosis dipermudah dengan dibakukannya kriteria diagnosis: vertigo hilang


timbul, fluktuasi gangguan pendengaran berupa tuli saraf, menyingkirkan kemungkinan
penyebab sentral.

Untuk membuktikan penyakit Meniere, kita dapat melakukan tes gliserin.

Pengobatan

Pengobatan didasarkan pada gejala simptomatik, seperti sedatif, dan bila perlu,
diberikan anti-muntah. Khusus untuk penyakit Meniere pemberian vasodilator perifer dapat
diberikan untuk mengurangi hidrops endolimfe.

Salah satuterapi yang penting juga adalah rehabilitasi untuk mengemablikn


kemampuan keseimbangan pasien.

Kelompok A-4: Keseimbangan Halaman 22