Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
1. Memahami prinsip atau dasar klasifikasi makhluk hidup.
2. Melakukan klasifikasi menggunakan dasar tertentu.

1.2 Latar Belakang
Di bumi ini, banyak sekali terdapat jenis-jenis makhluk hidup. Baik yang
berada di tingkat takson yang paling rendah seperti organisme prokariota
hingga yang eukariota, mulai yang uniseluler hingga multiseluler. Jutaan
spesies dari masing-masing individu berbeda sangat mudah ditemui di bumi
ini. Namun, hal itu semakin membingungkan manusia untuk mengenalinya
satu per satu.
Makhluk hidup pasti memiliki tingkatan tertentu dalam suatu takson
kehidupan yang mana memiliki ciri-ciri yang sama satu sama lain. Karena
itulah, diperlukan adanya pengelompokan makhluk hidup atau yang biasa
disebut dengan klasifikasi makhluk hidup yang bertujuan untuk
mengelompokkan masing-masing makhluk hidup berdasarkan hubungan
kekerabatan yang sekiranya paling dekat. Dengan demikian, setiap jenis
makhluk hidup menjadi lebih mudah dipelajari dan dicari ciri-cirinya.

2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Istilah klasifikasi digunakan untuk dua hal yang luas, yaitu (a) proses
klasifikasi dan (b) produk dari proses klasifikasi tersebut, yaitu : sistem klasifikasi.
Tumbuhan dan hewan pada dasarnya diklasifikasikan dengan proses yang sama
seperti mengelompokkan benda tak hidup, yaitu atas dasar ciri-ciri bersama yang
mereka miliki. Hal ini dimungkinkan karena disamping makhluk hidup itu
mempunyai keanekaragaman yang besar, juga ciri-ciri tersebut, sifatnya
diskontinyu. Jadi, makhluk hidup yang diklasifikasikan dalam suatu kelompok
mesti mempunyai keseragaman atau persamaan-persamaan sifat, dan persamaan-
persamaan itu mungkin banyak, mungkin juga sedikit. Proses klasifikasi,
mengenai persamaan-persamaan dan mengelompokkan makhluk hidup atas
persamaan tersebut sudah dimulai sejak manusia ada di bumi (I Made Rideng,
1989: 14).
Klasifikasi adalah langkah-langkah untuk mengenali suatu kelompok-
kelompok makhluk hidup. Memberi referensi dan untuk transmisi informasi
tentang makhluk hidup. Tidak ada yang terpencil atau abstrak tentang klasifikasi.
Itu adalah kegiatan praktis dasar untuk eksistensi kita, mempengaruhi kehidupan
kita di setiap kesempatan (C. Jeffrey, 1982: 1).
Semua klasifikasi bertujuan agar bisa mengingat sedikit mungkin, tetapi
dalam ingatan tersebut mengandung informasi sebanyak-banyaknya dengan
mengelompokkan jenis-jenis tumbuhan dalam suatu takson maka ciri-ciri masing-
masing individu akan tercermin dalam deskripsi takson tersebut (Sokal, 1974).
Klasifikasi dapat berfungsi dalam identifikasi. Suatu sistem klasifikasi
dapat berfungsi sebagai petunjuk dalam mengenal tumbuhan yang belum diberi
nama, yaitu dengan membandingkannya dengan kelompok yang telah
dikenal/diberi nama (Warburton, 1967: 241).
Klasifikasi dapat menggambarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan.
Setelah dibandingkan, dapat ditentukan apakah tumbuhan itu merupakan spesies
yang sejenis atau sudah mengalami perubahan seiring terjadinya proses evolusi
(Nelson, 1973: 344).
3

BAB III
MATERI DAN METODE

3.1 Tempat dan Waktu Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan di Kebun Biologi milik Jurdik Biologi di
wilayah kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (depan
kompleks laboratorium FMIPA) pada hari Rabu, 25 September 2013 dimulai
pukul 09.30 hingga pukul 10.30 WIB.

3.2 Jenis Kegiatan
Kegiatan ini termasuk jenis pengamatan dan identifikasi. Sebab dalam
memperoleh data penelitian, kami melakukan pengamatan secara lebih
terperinci dengan mengamati masing-masing ciri suatu tumbuhan yang telah
kami dapatkan kemudian kami identifikasi dan memilah-milah objek berdasar
ciri-ciri fisiologinya.
Kami memutuskan untuk menggunakan kegiatan pengamatan karena
cocok untuk memecahkan masalah yang dihadapi sehingga nantinya dapat
memperoleh kesimpulan yang benar dan tidak menyimpang dari teori. Untuk
mengklasifikasi jenis-jenis tumbuhan.

3.3 Sasaran Kegiatan
Sampel adalah bagian anggota populasi yang mewakili populasi. Sampel
dari pengamatan ini adalah beberapa tumbuhan yang ada di sekitar tempat
tinggal penulis maupun tumbuhan yang terdapat di sekitar kampus FMIPA.

3.4 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
Dalam pengamatan ini digunakan teknik yang mendukung tujuan
pengamatan dengan mempertimbangkan faktor waktu. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah study pustaka, pengamatan, identifikasi, dan
dokumentasi. Sedangkan teknik analisanya dengan menggunakan referensi
dari berbagai sumber, baik dari buku-buku yang relevan maupun data yang
diperoleh dari hasil penelitian tersebut.
4


3.5 Prosedur Kinerja













Mengumpulkan salah satu organ dari beberapa individu (15 macam
daun)
Menempatkan keseluruhan organ pada sebuah tempat
Membuat kelompok yang lebih kecil berdasarkan kesamaan ciri
tertentu
Melakukan pengelompokan sampai tidak mampu membuat
kelompok yang lebih kecil lagi
Mencatat hasil pengelompokan dalam bentuk skema dikotomis
5

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Tabulasi Data


Daun Cempaka Merah, Daun Sirih, Daun Dewa, Daun Jarak, Daun Bunga Kertas, Daun
Melati, Daun Kenikir, Daun Mangga, Daun Hendelium, Daun Kumis Kucing, Daun Suji, Daun
Bambu, Daun Tanaman A, Daun Tanaman B, dan Daun Tanaman C
Daun Cempaka Merah, Daun Sirih, Daun Dewa,
Daun Jarak Botol, Daun Bunga Kertas, Daun Melati,
Daun Kenikir, Daun Mangga, Daun Kumis Kucing,
Daun Suji, Daun Bambu, Daun Tanaman A, dan
Daun Tanaman C
Daun Tanaman B dan
Daun Hendelium
Daun
Hendeliu
m
Daun
Tanaman B
Daun Sirih, Daun
Bunga Kertas, Daun
Melati, Daun Kenikir,
Daun Mangga, Daun
Suji, dan Daun Bambu
Daun Cempaka Merah, Daun
Dewa, Daun Jarak Botol,
Daun Melati, Daun Kumis
Kucing, Daun Tanaman A,
dan Daun Tanaman C
Daun Sirih,
Daun Bunga
Kertas, dan
Daun Melati
Daun
Kenikir,
Daun
Mangga,
Daun Suji,
dan Daun
Bambu
Daun
Sirih
Daun Bunga
Kertas, dan
Daun Melati
Daun Dewa,
Daun Jarak
Botol
Daun Cempaka
Merah, Daun
Kumis Kucing,
Daun Tanaman
A, dan Daun
Tanaman C
Daun
Jarak
Botol
Daun
Dew
a
6














4.2 Diskusi
Pada pengamatan kami tentang pengelompokkan tumbuhan yang kami
dapat di lingkungan sekitar penulis dan di sekitar kampus FMIPA, kami
dapatkan tumbuhan berupa organ daun sebanyak 15 macam, yaitu : Kumis
Kucing, Bunga Kertas, Tanaman Dewa, Melati, Kenikir, Cempaka Merah,
Hendelium, Sirih, Mangga, Suji, Bambu, Jarak Botol, dan 3 tanaman yang
belum kami ketahui namanya.
Dari ciri-ciri yang kami amati dari 15 macam daun itu kami
kelompokkan daun yang berwarna hijau dan tidak hijau (kemerahan),
kemudian meruncing hingga bentuk tulang daun sehingga tak dapat dipilah-
pilah lagi hingga menjadi individu yang tak bisa lagi disamakan dengan yang
lain.

4.3 Pembahasan
Dasar yang kami gunakan untuk mengklasifikasikan daun yang kami
peroleh adalah menggunakan fisiologi daun. Diawali dengan warna daun,
Daun
Mangga,
Daun Suji,
dan Daun
Bambu
Daun
Kenikir
Daun
Bunga
Kertas
Daun
Melati
Daun
Bambu
Daun
Mangga,
Daun Suji
Daun
Cempaka
Merah, Daun
Tanaman C
Daun Kumis
Kucing,
Daun
Tanaman A
Daun
Tanaman
A
Daun
Kumis Kucing
Daun
Cempaka
Merah
Daun
Tanaman
C
Daun
Suji
Daun
Mangga
7

kami mendapatkan daun yang berwarna hijau antara lain : daun Kumis
Kucing, daun Bunga Kertas, daun Tanaman Dewa, daun Melati, daun Kenikir,
daun Cempaka Merah, daun Sirih, daun Mangga, daun Suji, daun Bambu,
daun Jarak Botol, daun Tanaman A, dan daun Tanaman C. Sedangkan daun
yang berwarna tak hijau antara lain : daun Hendelium dan daun Tanaman B
yang memang berwarna kemerahan (lihat lampiran).
Dari daun yang berwarna tak hijau kami bagi lagi menjadi dua, yaitu
daun dengan ujung runcing yaitu daun Tanaman B, dan daun dengan ujung
tak runcing yaitu daun Hendelium.
Kemudian dari daun yang berwarna hijau kami bagi menjadi dua, daun
dengan tepi daun rata yang terdiri dari daun Bunga Kertas, daun Melati, daun
Kenikir, daun Sirih, daun Mangga, daun Suji, dan daun bambu, sedangkan
yang tak rata adalah daun Kumis Kucing, daun Tanaman Dewa, daun
Cempaka Merah, daun Jarak Botol, daun Tanaman A, dan daun Tanaman C.
Begitu seterusnya hingga masing-masing individu sudah tak dapat dipilah-
pilah lagi (gambar tabulasi data).
Tumbuhan dan hewan pada dasarnya diklasifikasikan dengan proses
yang sama seperti mengelompokkan benda tak hidup, yaitu atas dasar ciri-ciri
bersama yang mereka miliki. Hal ini dimungkinkan karena disamping
makhluk hidup itu mempunyai keanekaragaman yang besar, juga ciri-ciri
tersebut, sifatnya diskontinyu. Jadi, makhluk hidup yang diklasifikasikan
dalam suatu kelompok mesti mempunyai keseragaman atau persamaan-
persamaan sifat, dan persamaan-persamaan itu mungkin banyak, mungkin
juga sedikit. Proses klasifikasi, mengenai persamaan-persamaan dan
mengelompokkan makhluk hidup atas persamaan tersebut sudah dimulai
sejak manusia ada di bumi (I Made Rideng, 1989: 14).
Dari hasil pengklasifikasian sederhana kami di ruang lab berdasarkan
pada dasar teori di atas, kami dapati bahwa dari organ daun yang kami amati,
Bunga Kertas kemungkinan memiliki ordo yang serupa dengan Melati,
terlihat dari kesamaan tekstur pangkal daun yang berbentuk bulat telur.
Begitu pula pada daun Mangga dan daun Suji yang kemungkinan memiliki
nenek moyang yang sama terlihat dari bentuk daun yang sama-sama
8

memanjang dan bentuk daun tak bulat. Dan daun Hendelium yang memiliki
warna kemerahan yang sama dengan daun Tanaman B, meskipun ukurannya
tak sama, tapi kemungkinan ada hubungan kekerabatan yang sama. Setelah
dibandingkan, dapat ditentukan tumbuhan itu kemungkinan merupakan
spesies yang sudah mengalami perubahan seiring terjadinya proses evolusi
sesuai dengan pernyataan Nelson (Nelson, 1973: 344).
9

BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-
ciri tertentu, kesamaan fisiologi antara satu individu dengan individu lain
kemudian ditetapkan namanya. Dengan demikian, keanekaragaman jenis
makhluk hidup di bumi ini dapat dengan lebih mudah dipelajari oleh banyak
orang.
Banyak hal yang bisa menjadi dasar dari proses klasifikasi. Salah satu
cara yang paling sering digunakan dalam proses klasifikasi adalah dengan
membandingkan fisiologi dari organ makhluk hidup satu dengan yang lainnya.
Dicari masing-masing rupa fisiologinya, kemudian dipilah menurut
perbedaannya sehingga didapat sistem klasifikasi yang diinginkan.

5.2 Saran
Dalam pengamatan yang telah kami lakukan, kami sadar pastinya masih
banyak cela dan kekurangan. Agar praktikan dapat memperoleh hasil
pengamatan yang lebih baik lagi, ada beberapa saran yang kami anjurkan
antara lain:
1. Praktikan lebih jeli dalam mengidentifikasi fisiologi dari masing-masing
organ daun dari beberapa tanaman yang telah didapat.
2. Praktikan lebih teliti dalam menentukan persamaan dan perbedaan antara
daun yang satu dengan yang lainnya dalam menentukan klasifikasi.
3. Praktikan lebih cermat dan teliti selama proses pengamatan (penelitian),
serta lebih rajin dalam mencari kajian pustaka mengenai cara-cara dan
prinsip dasar dalam proses klasifikasi.


10

DAFTAR PUSTAKA

Jeffrey, C. 1982. An Introduction to Plant Taxonomy. Melbourne : Cambridge
University Press.
Nelson, G. J 2973. Classification as an Expression of phylogenetic Relationships.
Sys. Zool.
Paidi. 2012. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta : UNY Press.
Pujiyanto, Sri. 2008. Menjelajah Dunia Biologi 1. Solo : Platinum.
Rideng, Dr. I Made. 1989. Taksonomi Tumbuhan Biji. Jakarta : Dikti, P2LPTK.
Warburton, F. E. 1967. The Purpose of Classifications. New York : Colombia
University Press.

11

LAMPIRAN

Foto-foto

Daun Sirih (Piper betle) Daun Melati (Jasminum sambac)


Daun kenikir (Cosmos caudatus) BungaKertas(Bougainvillea buttiana)


Daun Mangga (Mangifera indica) Daun Suji (Dracaena angustifolia)
12



Daun Bambu (Bambuseae sp) Hendelium (


Cempaka Merah (Michelia champaca) Tanaman B


Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) Jarak Botol (Ricinus communis)
13


Tanaman Dewa (Gynura divaricata) Tanaman A



Tanaman C