Anda di halaman 1dari 10

Pengenalan Teori Akuntansi & Lingkungan

Laporan Keuangan

Pengenalan Teori Akuntansi
A. Pengertian Teori
Terdapat dua definisi yang ada dalam Kamus Webster (Dr. Jaka, Akuntansi Islam, p. 77 ,
yaitu :

Definisi 1

a formulation of apparent relationship or underlying principles of certain observed
phenomena which has been verified to some degree

Yang artinya teori merupakan rumusan hubungan prinsip-prinsip dari suatu fenomena dan
hubungan antar prinsip tersebut telah dilakukan pengujian. Pendekatan ini memakai proses
empiris-induktif. Contoh : Teori Akuntansi Positif

Definisi 2

That branch of an art or science consisting in a knowledge of its principles and methods
rather than its practise; pure, as opposed to applied, science, etc

Yang artinya teori merupakan suatu pengetahuan yang didalamnya mengandung prinsip-
prinsip atau metode-metode tertentu yang akan digunakan untuk menjelaskan praktik.
Pendekatan ini memakai proses preskriptif-deduktif. Contoh : Teori akuntansi normatif

Sedangkan teori akuntansi menurut Harry I Wolk, p. 6 :
Accounting Theory is developed and refined by the process of accounting research

Teori akuntansi merupakan dibangun dan dibakukan melalui proses riset akuntansi. Para
Profesor akuntansilah yang utamanya melakukan penelitian namun banyak individu-individu
dari pemegang kebijakan organisasi, perusahaan akuntan publik dan industri privat yang juga
turut memainkan peran dan turut andil dalam suatu proses penelitan.

Metode Pengembangan Akuntansi Islam
Pengembangan akuntansi islam hanya dapat digunakan dengan menggunakan pendekatan
deskriptif dan deduktif. Karena hukum tertinggi dalam akuntansi islam adalah Al-Quran dan
Al-Hadist. Aturan dan nilai dalam kedua sumber hukum tersebut harus menjadi acuan
pengembangan praktik akuntansi. Proses pengembangan akuntansi islam adalah :
a. Inventarisasi aturan dan nilai yang terkandung dalam Al-Quran dan Al-Hadist,
khususnya yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah.
b. Penentuan posisi perusahaan dalam masyarakat dan penentuan tujuan pendirian
perusahaan yang sesuai dengan nilai-nilai dalam Al-Quran dan Al-Hadist.
c. Penentuan bentuk dan isi laporan keuangan yang mengacu pada tujuan pendirian
perusahaan.
d. Penentuan metode dan atau teknik akuntansi

Husein (2001, p.13) mengemukakan tiga metode untuk perkembangan akuntansi islam :
1. Metode Istinbath
Metode ini merumuskan akuntansi, prinsip-prinsip akuntansi islam, isi dan bentuk laporan
keuangan, metode dan teknik penyusunan laporan keuangan harus mengacu pada aturan dan
nilai yang terkandung dalam hukum islam.
2. Metode Tahlili (Analitis)
Metode ini dilakukan dengan melakukan analisis perbandingan akuntansi konvensional,
akuntansi yang sedang berkembang saat ini, dengan nilai-nilai yang terkandung dalam hukum
dan terdapat dalam Al-Quran serta Al-Hadist.
3. Metode Tathbiqi (Aplikasi)
Metode yang membahas segi implementasi akuntansi islam dalam perusahaan.

Permasalahan dalam Akuntansi Islam
1. Perumusan fungsi perusahaan bagi pendiri atau pemilik perusahaan dan masyarakat.
2. Penentuan karakteristik informasi akuntansi islam
3. Penentuan tujuan laporan keuangan islam, elemen laporan keuangan islam, dan jenis
laporan keuangan yang islami.
Gambaran Teori akuntansi secara umum adalah sebagai berikut :

MACAM-MACAM PENDEKATAN DALAM TEORI AKUNTANSI (Hendriksen, ed5, p.
4-12 ):
1. Pendekatan pajak (tax approach)
Dalam pendekatan ini, jenis pajaknya adalah pajak penghasilan, dimana pengaruh pajak
penghasilan yang bersifat tidak langsung sangat besar. Dalam perkembangannya, undang-
undang pajak penghasilan menciptakan suatu perbaikan dalam praktek akuntansi umum
dan konsistensinya dapat dipertahankan.
Tujuan-tujuan akuntansi pajak berbeda dengan tujuan pelaporan keuangan. Akuntansi
pajak tidak memerlukan pengukuran penghasilan (laba/rugi) perusahaan, tetapi lebih
tertarik pada penetapan suatu dasar untuk keperluan pajak. Sehingga kesimpulan akuntansi
pajak tidak relevan untuk keperluan pemakai laporan keuangan.
2. Pendekatan legal (legal approach)
Pendekatan ini berkaitan dengan perolehan hokum (legal), dimana dalam akuntansi suatu
penjualan harus diakui bila hak milik legal berpindah. FASB telah mnyelidiki penggunaan
hukum untuk menetapkan prinsip-prinsip akuntansi dan dicatat bahwa dalam setiap
masalah ekonommi terkait juga dengan masalah legal. Misalnya : penghasilan harus
direalisasi. Dalam hal investasi, tidak ada penghasilan sampai ada keuntungan yang
terpisah dan terealisasi .
3. Pendekatan etika (ethical approach)
Pendekatan etika dalam teori akuntansi menekankan pada konsep-konsep keadilan,
kebenaran, dan kewajaran (justice, truth, fairness). Dalam sistim akuntansi yang andal
harus tak ada kesengajaan untuk memihak pada pihak tertentu (netralitas) dan kejujuran
dalam penyajian laporan keuangan (representational faithfulness). Pendekatan etika
mempunyai pengaruh yang meresap di seluruh aspek akuntansi.
4. Pendekatan ekonomi (economical approach)
Pendekatan ekonomi dalam akuntansi diambil dari 3 jalur yang berbeda, makroekonomi,
mikroekonomi, dan sosial korporasi.
a. Makroekonomi
Pendekatan makroekonomi mejelaskan pengaruh prosedur pelaporan terhadap
pengukuran ekonmi dan aktivitas ekonomi pada tingkat industri atau perekonomian
nasional. Salah satu tujuan akuntansi harus dapat mengarahkan perilaku
perusahaan/individu ke arah kebijakan ekonomi nasional.
b. Mikroekonomi
Pendekatan mikroekonomi menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan terhadap
pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkat perusahaan. Perusahaan
sebagai satuan usaha ekonomi yang kegiatan utamanya dapat mempengaruhi
perekonomian melalui operasi di pasar.
c. Akuntansi sosial korporasi
Membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan biaya polusi lingkungan,
pengangguran, kondisi kerja yang tidak sehat, dan masalah-masalah sosial lainnya yang
biasanya dilaporkan oleh perusahaan, kecuali jika biaya-biaya tersebut ditanggung
langsung oleh perusahaan melalui pemajakan dan regulasi.

5. Pendekatan perilaku (behavioral approach)
Fokus dalam pendekatan ini adalah pada relevansi informasi yang dikomunikasikan
kepada para pengambil keputusan dan berbagai perilaku individu/kelompok sebagai akibat
dari disajikannya informasi akuntansi. Teori perilaku mencoba mengukur dan
mengevaluasi pengaruh-pengaruh ekonomi, psikologis, dan sosiologis yang ditimbulkan
oleh prosedur-prosedur akuntansi dan media pelaporan.

6. Pendekatan struktural (structural approach)
Fokus dalam pendekatan ini adalah pada struktur sistim akuntansi itu sendiri. Para akuntan
mengupayakan adanya konsistensi dalam mencatat dan melaporkan transaksi. Sampai
akhirnya pada tahun 1941, Committee on Terminology dalam American Institute of
Accountants (AIA) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut :
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan dengan cara
yang signifikan dan berdasarkan nilai uang suatu transaksi dan peristiwa yang bersifat
keuangan untuk kemudian menginterpretasikan hasilnya.

KLASIFIKASI TEORI AKUNTANSI
1. Teori sebagai bahasa
a. Teori sintaksis
Adalah ilmu tentang logika/tata bahasa. Teori ini dalam akuntansi berhubungan dengan
struktur pengumpulan data dan pelaporan keuangan yang mencoba menerapkan praktek
akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus
bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-
kejadian tertentu. Sintaksis penting dalam akuntansi karena berhubungan logis dengan
bagian lainnya.
b. Teori interpretasional (semantic)
Adalah ilmu tentang makna bahasa. Dalam akuntansi, teori ini diperlukan untuk
memberikan pengertian tentang konsep-konsep akuntansi akuntansi sehingga sehingga
penafsiran konsp-konsep oleh pembuat (akuntan) sama dengan penafsiran para pemakai
laporan akuntansi. Pada umumnya, konsep akuntansi tidak dapat diinterpretasikan dan
tidak mempunyai arti selain sebagai hasil prosedur akuntansi itu sendiri. Misalnya, laba
merupakan konsep buatan yang mencerminkan kelebihan pendapatan atas beban,
setelah diterapkan suatu aturan untuk mengukur pendapatan dan beban.
c. Teori perilaku (pragmatic)
Adalah ilmu tentang pengaruh bahasa. Dalam akuntansi menekankan pada pengaruh
laporan akuntansi terhadap perilaku atau pengambilan keputusan. Sasarannya pada
relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan
perilaku individu/kelompok akibat penyajian informasi tersebut, serta pengaruh laporan
dari pihak eksternal terhadap manajemen perusahaan, dan pengaruh umpan balik
terhadap tindakan akuntan dan auditor. Jadi teori ini menilai pengaruh-pengaruh
ekonomi, psikologis, dan sosiologis dari prosedur-prosedur akuntansi dan media
pelaporannya.

2. Teori sebagai pemikiran
a. Pemikiran deduktif
Penalaran deduktif dalam akuntansi adalah penarikan dari tujuan dan postulat
(generalisasi) menjadi prinsip-prinsip yang spesifik dan logis sebagai dasar penerapan
yang konkrit/praktis. Dalam proses deduktif, perumusan tujuan sangat penting karena
tujuan yang berbeda akan mensyaratkan struktur yang sama sekali berbeda dan
menghasilkan prinsip-prinsip yang berbeda pula.
Kelemahan metode deduktif adalah jika postulat dan premis salah. Maka
kesimpulannya juga akan salah. Pendekatan ini juga dianggap menyimpang dari
kenyataan untuk bisa menurunkan prinsip-prinsip yang realistis dan berguna atau untuk
memberikan dasar bagi aturan-aturan praktis.
b. Pemikiran induktif
Proses induktif meliputi penarikan kesimpulan umum dari pengamatan dan pengukuran
yang spesifik. Dalam akuntansi, proses induktif melibatkan pengamatan data keuangan
perusahaan. Jika terdapat hubungan yang berulang-ulang, maka generalisasi prinsip
dapat dirumuskan, sehingga prinsip baru dapat ditemukan. Misalnya, pengamatan
terhadap sejumlah perusahaan dapat dibuktikan kecenderungan histories dari penjualan
masa lalu merupakan alat ramal yang lebih baik untuk kas yang akan diterima dari
pelanggan di masa yang akan datang.
Keunggulan pendekatan induktif adalah tidak dibatasi oleh model/struktur yang telah
ditetapkan terlebih dahulu. Peneliti bebas mengadakan pengamatan yang dianggap
relevan.

Kelemahan dari pendekatan ini adalah :
Data mentah mungkin berbeda bagi setiap perusahaan, yang mungkin hubungannya
berbeda sehingga sulit untuk menarik generalisasi dan prinsip-prinsip dasar. Misalnya,
hubungan antara total pendapatan dan harga pokok penjualan mungkin konstan untuk
beberapa perusahaan, tetapi hal ini bukan berarti konsep laba kotor histories merupakan
pengukuran yang baik untuk meramalkan operasi suatu perusahaan pada masa yang akan
datang dalam seluruh kasus.
Para pengamat cenderung dipengaruhi oleh ide-ide di bawah sadar mengenai hubungan
apa yang relevan dan data apa yang harus diamati.
Dengan metode deduktif, penerapan dan aturan-aturan praktis disimpulkan dari postulat
dan bukan dari pengamatan praktek. Dengan metode induktif, prinsip-prinsip dapat
dismpulkan dari praktek terbaik yang sedang berlaku.

3. Teori sebagai panduan
a. Deskriptif (positif)
Teori deskriptif mengemukakan dan menjelaskan informasi keuangan apa yang
disajikan dan dikomunikasikan kepada para pemakai laporan keuangan serta bagaimana
penyajian dan pengkomunikasiannya. Teori-teori induktif menurut sifatnya biasanya
bersifat positif. Lazim juga disebut Teori Akuntansi Positif. Contoh : Kajian tentang
Hutang, Bonus, Biaya Politik, Ekuitas. (Deegan)

b. Preskriptif (normatif)
Teori normatif mencoba menetapkan data apa yang harus dikomunikasikan dan
bagaimana data itu harus disajikan. Berarti, teori ini menjelaskan apa yang seharusnya
dan bukan apa yang sebenarnya disajikan. Lazim disebut teori akuntansi normatif.
Contoh : akuntansi untuk perubahan harga (Deegan)

Pertanyaan normative mencoba mengungkapkan cara terbaik untuk
mempertanggungjawabkan suatu transaksi. Sedangkan pertanyaan positif mencoba
mengungkapkan bagaimana manajemen dan pihak-pihak lainnya memutuskan cara mana
yang terbaik bagi mereka.
Teori akuntansi telah didefinisikan sebagai seperangkat prinsip-prinsip logis yang koheren,
yang bertujuan untuk :
Memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip-prinsip yang ada sekarang
kepada para praktisi, investor, manajer, dan mahasiswa.
Memberikan kerangka dasar konseptual untuk mengevaluasi praktik-praktik akuntansi
yang ada sekarang.
Mengarahkan perkembangan praktek dan prosedur baru.

Teori akuntansi merupakan penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip luas yang
memberikan kerangka acuan umum yang dapat digunakan untuk menilai praktek akuntansi
memberi arah pengembangan prosedur dan praktek baru.
Metaforis atau pendekatan yang paling trend saat ini adalah pendekatan teori akuntansi positif
dan normatif. Dalam akuntansi konvensional, kedua rumusan definisi teori itu digunakan
dalam pengembangan teori akuntansi. Pendekatan empiris-induktif dan preskriptif-deduktif
disinergikan untuk menjelaskan praktik akuntansi dan sekaligus juga untuk mengembangkan
teori akuntansi. Dalam akuntansi islam, Alquran dan Alhadist menjadi sumber utama
pengembangan teori akuntansi. Prinsip-prinsip akuntansi harus mengacu pada nilai-nilai yang
terkandung dalam kedua sumber utama hukum islam tersebut. Bila mana ada praktek
akuntansi yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam Alquran dan Alhadist tersebut maka
praktek akuntansi tersebut harus dihilangkan atau diganti praktik lain yang sesuai dengan
Alquran dan Alhadist (Dr.Jaka, p. 78).

LINGKUNGAN LAPORAN KEUANGAN
Definisi Akuntansi menurut Commite on Accounting Terminology of the American Institure
of Accountants dalam (Dr.Jaka, p. 79) sebagai berikut :
Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing in a significant manner, and
in terms of money, transaction and events which are, in the part at least, of a financial
character and intepreting the result thereof

Akuntansi keuangan adalah proses yang melibatkan pengumpulan dan pengolahan informasi
keuangan untuk membantu dalam pembuatan berbagai keputusan oleh banyak pihak eksternal
organisasi. Pihak-pihak eksternal meliputi: investor, pemberi pinjaman, pelanggan,
pemerintah, pihak yang melakukan review atau fungsi pengawasan, dan media. Akuntansi
keuangan itu menyediakan informasi kepada pihak yang membacanya. Akuntansi keuangan
cenderung berat diatur oleh sebagian besar negara, dengan standar akuntansi yang mengatur
bagaimana transaksi dan peristiwa tertentu harus diakui, diukur dan diungkapkan. Maka
laporan-laporan yang dihasilkan, seperti pernyataan keuangan (atau neraca), laporan arus kas,
dan catatan pendukung, secara langsung dipengaruhi oleh berbagai standar akuntansi di
tempat. Ketika mengubah standar akuntansi yang ada, atau standar akuntansi baru yang
dirilis, ini biasanya akan berdampak pada berbagai jumlah (seperti pendapatan tertentu, biaya,
aset dan kewajiban) termasuk dalam laporan yang diberikan kepada publik.
Idealnya, pengguna laporan keuangan harus memiliki pengetahuan di berbagai standar
akuntansi karena tanpa pengetahuan seperti itu bisa sulit (atau mungkin hampir mustahil)
untuk menafsirkan apa yang sebenarnya mencerminkan laporan.

Akuntansi keuangan dapat dibandingkan dengan akuntansi manajemen. Akuntansi
manajemen berfokus untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan oleh pihak
yang bekerja dalam sebuah organisasi. Akuntansi manajemen berkaitan dengan penyediaan
informasi bagi pihak-pihak dalam organisasi, pandangan yang diambil bahwa tidak ada
kebutuhan untuk melindungi informasi. Generasi akuntansi manajemen menjabarkan bahwa
informasi berfungsi sebagai proyeksi arus kas, anggaran penjualan, persyaratan produksi,
persyaratan persediaan, dan sebagainya.

Akuntansi manajemen cenderung fokus ke depan/jangka panjang, (misalnya, pada proyeksi
hasil masa depan, strategi-strategi khusus yang akan diberikan). Sedangkan akuntansi
keuangan cenderung historis, karena laporan keuangan yang sering digunakan sebagai
sumber informasi bagi pihak eksternal. Maka hal semacam ini bisa dikatakan penting bahwa
aturan-aturan tertentu diletakkan di tempat untuk mengatur bagaimana informasi harus
dikompilasi. Maka dari itu (mengadopsi perspektif pro-regulasi), untuk melindungi
kepentingan pihak luar perusahaan, beberapa regulasi yang berkaitan dengan informasi
akuntansi yang diperlukan.

Sebuah Tinjauan Pembangunan dan praktek Peraturan Akuntansi
Peraturan akuntansi keuangan umumnya dimulai pada abad kedua puluh. Beberapa sistem
akuntansi Awal double entry, mirip dengan sistem yang kita gunakan saat ini, telah ditelusuri
kembali ke abad ketiga belas dan keempat belas di Italia Utara. Faktor utama guna
mendokumentasikan praktek akuntansi double entry adalah sebuah teluk Monk Fransiskan
nama Pacioli. Karyanya yang paling terkenal, yang berjudul Summa de Arithmetica,
geometrica, proportioni et proportionalita, diterbitkan di Venice pada 1494. Sebuah tinjauan
dari pekerjaan ini menunjukkan bahwa sistem kita saat ini akuntansi double entry sangat
mirip dengan yang dikembangkan ratusan tahun yang lalu. Bahkan di hari-hari Pacioli ada
debet dan kredit, dengan debet terjadi di sebelah kiri, kredit di sebelah kanan. Ada juga jurnal
dan buku besar.
t-rekening dirancang untuk memecahkan masalah dengan meningkatkan keberadaan di satu
sisi, dan penurunan di sisi lain. Tapi mengapa menjaga t-account.

Hendriksen dan Van Breda (1992, p.51) mengemukakan pendapatnya tentang:
Penulis Texbook masih menjelaskan bagaimana debit ditemukan di sisi kiri dan kredit di
sebelah kanan dan mengajarkan siswa teknik substansi oleh posisi yang dibuat dalam
aritmatik,.

Dalam negara-negara berkembang American Association of akuntan publik dibentuk pada
1887 (Goldberg, 1949). Asosiasi ini melanjutkan untuk membentuk lembaga bisnis Amerika
Akuntan Publik (AICPA). Sementara anggota dari badan-badan sering dipanggil untuk
melakukan audit dalam keadaan khusus, dan sementara perusahaan yang umumnya
dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan akuntansi tunduk pada hukum dan persyaratan
berbagai perusahaan bursa saham, ada ketiadaan regulasi tentang apa laporan harus
mengungkapkan atau bagaimana angka-angka akuntansi harus disusun.

Sekitar tahun 1920-an sejumlah orang yang berusaha melakukan penelitian untuk mengamati
praktek dan untuk mengidentifikasi konvensi akuntansi yang diterima secara umum. Artinya,
mereka berusaha untuk menjelaskan apa, dari pada menganggap posisi normatif berkaitan
dengan apa yang harus. Dengan hanya menggambarkan praktek saat ini, para peneliti
menyerahkan diri kemungkinan terbatas untuk benar-benar memperbaiki prosedur akuntansi.

Seperti Mathews dan Perera (1996, p.20). Hal ini menyebabkan siklus praktik teori akuntansi
cenderung menghambat kemajuan akuntansi, karena tidak ada pertimbangan nilai dilakukan
sehubungan dengan praktek-praktek yang diamati. Dengan kata lain, tidak ada kesempatan
untuk memeriksa secara kritis apa yang sedang dipraktekkan sebelum generasi berikutnya.

Peneliti awal yang memberikan deskripsi rinci dari konvensi-konvensi akuntansi termasuk
Paton (1922), Paton dan Littleton (1940), Sanders, Hatfield dan Moore (1938) dan Gilman
(1939). Studi ini menggambarkan hal-hal seperti doktrin konservatisme, konsistensi, asumsi
entitas, dan prinsip-prinsip pencocokan.

Banyak karya awal yang dilakukan untuk menetapkan peraturan akuntansi tertentu dan
dilakukan di saham bersatu. Pada tahun 1930 profesi akuntansi dalam negara-negara
berkembang itu bekerja sama dengan New York Stock Exchange (NYSE) untuk
mengembangkan daftar prinsip akuntansi yang digunakan secara luas. Menurut Zeff (1972),
publikasi ini merupakan salah satu dokumen yang paling penting dalam sejarah peraturan
akuntansi dan menetapkan landasan untuk penerimaan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum. NYSE meminta profesi akuntansi untuk menyusun dokumen seperti itu karena
khawatir bahwa banyak perusahaan menggunakan berbagai metode akuntansi.

Dalam United States tidak sampai tahun 1934 yang spesifik pengungkapan informasi
keuangan yang diperlukan oleh organisasi. Securities Exchange Commission (SEC),
mengungkapkan informasi keuangan spesifik. SEC diberikan kewenangan untuk menetapkan
prinsip-prinsip akuntansi dan praktek pelaporan. Dalam upaya untuk meyakinkan SEC bahwa
hal itu bisa mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang diterima, American Institute
Akuntan (salah satu pendahulu dari AICPA) dirilis, pada tahun 1937, sebuah studi oleh
Sanders, Hatfield dan Hoore berjudul Pernyataan Prinsip-Prinsip Akuntansi.

Pada tahun 1938 SEC menyatakan (dalam seri Pers akuntansi No 4) bahwa ia hanya akan
menerima laporan keuangan mempersiapkan diri sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum dari akuntansi profesional sehingga banyak kekuatan untuk profesi.

Alasan untuk mengatur Praktik Akuntansi keuangan
Ada pihak yang berpendapat bahwa regulasi diperlukan, dengan alasan untuk:
1. Pasar informasi yang tidak efisien dan tidak ada peraturan yang optimal tentang informasi
akuntansi yang akan diproduksi.
2. Pendekatan pasar bebas mungkin berpendapat bahwa pasar rata-rata efisien,
3. Mereka yang sering menuntut informasi dapat melakukannya karena untuk kekuasaan
atas sumber daya yang langka.
4. Investor membutuhkan perlindungan dari organisasi penipuan yang dapat menghasilkan
informasi yang menyesatkan.
5. Peraturan mengarah ke metode seragam yang diadopsi oleh entitas yang berbeda,
sehingga meningkatkan komparabilitas.
6. Pasar modal membutuhkan informasi-informasi, dan untuk setiap organisasi yang gagal
dapat memberikan informasi akan hukum.

Budaya Mempengaruhi Laporan keuangan
Budaya merupakan cerminan nilai-nilai yang diyakini ada pada sekelompok orang dalam
wilayah area tertentu, dan dicerminkan dalam persepsi, pola pikir, keputusan, daln tindakan
nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan keuangan dapat dipahami dan diterima oleh para pengguna karena dalam proses
penyusunan laporan keuangan terdapat tujuan, standar, kebijakan, dan teknik akuntansi.
Akuntansi merupakan sebuah produk budaya, karena konsep, aturan dan praktik-praktik yang
dilakukan oleh para penyusun laporan keuangan merupakan bentuk cerminan baku dari
komunitas dalam wilayah tertentu.

Ekonomi Kapitalis sebagai Lingkungan Akuntansi konvensional
Didalam konsep, aturan-aturan dan praktik dalam proses penyusunan laporan keuangan itu
tidak lepas dari kepentingan dariorang yang terkait dan produk akuntansi yang berupa laporan
keuangan. Akuntansi konvensional yang sudah dipraktikkan didalam dunia bisnis merupakan
suatu produk budaya kapitalis.
Robert dan Borin (2008,p.3) menyatakan bahwa ada tiga asensi utama dalam kapitalisme,
yaitu ;
1. Modal adalah bagian dari kekayaan suatu bangsa yang merupakan hasil karya manusia
dan bias diproduksi berulang kali.
2. Suatu perlengkapan modal masyarakat, alat-alat produksi, yang dimiliki oleh segelintir
individu yang memiliki hak legal dan untuk dipergunakan hanya tersebut untuk
mendapatkan keuntungan pribadi,.
3. Kapitalisme bergantung pada system pasar, yang menentukan distribusi, mengalokasi
sumberdaya dan menetapkan tingkat pendapatan (Gaji, biaya sewa dan keuntungan dari
kelas-kelas social yang berbeda).

Kegagalan Ekonomi Kapitalis
1. Mekanisme pasar
2. Penindasan kaum buruh
3. Ketimpangan Ekonomi

Akuntansi Konvensional : Akuntansi Kapitalis
Dalam akuntansi konvensional, khususnya akuntansi yang dikembangkan di Amerika Serikat,
pemilik modal juga menjadi titik fokus laporan keuangan. Hal semacam ini dapat dilihat dari:
1. Tujuan laporan keuangan
2. Konsep entitas
3. Definisi elemen laporan keuangan
4. Jenis laporan keuangan : Laporan perubahan ekuitas
5. Asumsi teori akuntansi positif

Tujuan laporan keuangan SFAC no. 1
1. Useful to those making investment and credit decision, who have a reasonable
understanding of business and economic activities.
2. Helpful to present and potential investor, creditor, and other userin assessing the amount,
timing, and uncertainty of future cash flow.

Tujuan Laporan keuangan menurut IFRS (SAK, 2002)
1. .. information that users may need to make economic decision
2. . Show the result of the stewardship of management or the accountability of
management for the resources entrusted to it.
Dalam tujuan laporan keuangan yang diungkapkan oleh IFRS, apabila dilihat dari sisi laporan
keuangannya itu lebih luas daripada pengguna yang ditujukan dari SFAC no.1. hal semacam
ini nampak secara eksplisit dari suatu pernyataan informasi yang dibutuhkan dalam
pengambilan keputusan ekonomi. Keputusan ekonomi dapat dipersiapkan dalam ekonomi
makro ataupun ekonomi mikro. Didalam pendekatan ekonomi makro, pengambilan
keputusanlebih menekankan pada kesejahteraan masyarakat atau negara. Sedangkan didalam
pendekatan ekonomi mikro, laporan keuangan yang berguna dalam pengambilan keputusan
ekonomi mikro lebih banyak diterapkan dalam negara-negara kapitalis, seperti Amerika
Serikat. Dalam negara tersebut, laporan keuangan ditujukan untuk kepentingan pihak investor
dan kreditor.

Konsep Entitas : Propiertary Theory
Entity Theory
Aktiva = Hutang + Ekuitas

Hutang dan Ekuitas mempunyai posisi yang sama sebagai sumber dana untuk memperoleh
aktiva.

Propiertary theory
Aktiva Hutang = Ekuitas

Hutang sebagai pengurang aktiva, Hutang dan Ekuitas mempunyai posisi yang berbeda
terhadap posisi aktiva.

Definisi Elemen Laporan Keuangan
Definisi elemen-elemen laporan keuangan yang dilakukan oleh FASB (1980) dalam SFAC
no. 3 Elements of Financial Statement of Business Enterprises dan

Definisi hutang adalah sebagai berikut : Liabilities are probable future sacrifices of
economic benefits arising from present obligations of a particular entity to transfers asset or
provide services to other entities in the future as a result of past transaction or events.

Definisi ekuitas adalah : Equity is residual interest in the asset of an entity that remains after
deducting liabilities. In a business enterprise, the equity is the ownership interest.

Definisi Laba Komprehensif adalah : Comprehensive income is the change in equity (net
assets) of an entity during a period from transactions and other events and circumtances from
non owner sources.

Definisi Pendapatan adalah : Revenue are inflow or other enhancement of assets of an entity
or settlements of its liabilities (or combination of both) during a period from delivery or
producing goods, rendering services, or other activities that constitute the entitys ongoing
major or central operations

Definisi Beban adalah : Expense are outflow or other using up of assets of an entity or
incurrences of its liabilities (or combination of both) during a period from delivery or
producing goods, rendering services, or carrying out other activities that constitute the
entitys on going major or central operations

Dengan demikian definisi elemen Laporan Keuangan secara tidak langsung menegaskan
substansi kepemilikan.

Isi laporan keuangan : Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan keuangan yang utama meliputi : Neraca, Laporan laba-Rugi, Laporan Perubahan
Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan keuangan.Pengukuran dan isi laporan
keuangan tidak terlepas dari proprietary theory dan definisi elemen laporan keuangan.
Perubahan ekuitas yang dilaporkan dalam bentuk laporan tersendiri menunjukkan
kepentingan pemilik begitu dominan dalam laporan keuangan. Pemilik secara jelas
menginginkan informasi secara rinci akan kepemilikannya dalam perusahaan.

Asumsi Teori Akuntansi Positif
Deegan (2007, p. 257) mengemukakan tiga kritikan yaitu :
1. Teori akuntansi positif tidak memberikan prescription dan sebagai konsekuensinya tidak
pernah timbul perbaikan dalam praktik akuntansi.
2. Teori akuntansi positif adalah bebas nilai.
3. Asumsi dasar, yaitu setiap tindakan dipicu untuk memaksimalkan kekayaan.

(Makalah ini disajikan oleh Azhar Ardi dan Ika Listiawaty dalam mata kuliah Teori
Akuntansi Maksi XXV Undip 2011)

http://sibukkerjatugas.wordpress.com/2012/01/26/pengenalan-teori-akuntansi-lingkungan-
laporan-keuangan/