Anda di halaman 1dari 69

BAB I

BESARAN DAN SATUAN


1.1. Pendahuluan
Dalam ilmu pengetahuan dan teknik, dibutuhkan satuan untuk menyatakan
ukuran dari suatu benda, dan harus diartikan menurut jenis dan besarannya. Standar
besaran bagi setiap jenis besaran adalah satuan (unit). Dalam bidang teknik elektro
pada umumnya dan khususnya teknik telekomunikasi, besaran dan satuan sangat
penting, karena semua variable yang berhubungan dengan bidang teknik elektro
membutuhkan besaran dan satuan yang standar.
1.2. Penyajian
1.2. 1. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Besaran fisika adalah ukuran (gambaran kuantitatif) dari suatu benda, proses
atau keadaan. Misalnya panjang, kecepatan dll. ilai suatu besaran disebut nilai atau
ukuran. Bila kita mengukur besaran fisika !, maka hasil pengukuran biasanya ditulis
dengan bentuk"
! # $!% &!' ((.()
Dimana"
$!% menyatakan nilai besaran !
&!' menyatakan satuan besaran !
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditentukan terlebih dahulu
dan tidak diturunkan dari besaran lain. )ontoh panjang, massa dll. Besaran turunan
adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok misalnya luas yang
diturunkan dari besaran pokok panjang * lebar.
(
Besaran terbagi dua yaitu besan vektor dan besaran scalar" Besaran vektor
yaitu besaran yang memiliki besar dan arah. Misalnya gaya. +perasi penggunaannya
menggunakan hukum,hukum vector. Besaran scalar adalah besaran yang tidak
mempunyai arah. Misalnya massa, frekuensi dll. +perasi penggunaannya mengikuti
aturan- metode aljabar (matematika).
1.2. 2. Satuan
Satuan (unit) adalah cara mengungkapkan suatu ukuran dengan menggunakan
bilangan. Misalnya satuan panjang adalah meter, feet dll. !da . macam system satuan
yaitu"
a. British /ravitasional Sistem (B/S).
b. Metric Sstem (M0S!)
c. Sistem 1nternational Des 2nites(S1).
Sistem satuan international (S1) adalah suatu system yang telah diolah
Dan dikembangkan oleh komisi teknik dan 1S+ (1nternational +rgani3ation for
Standari3ation). S1 unit ini telah digunakan sejak tahun (456 dan digunakan secara
internasional, sehingga satuan standar yang digunakan di 1ndonesia juga menggunakan
S1. S1 unit terdiri dari tiga macam yaitu7
a. satuan dasar.
b. Satuan tambahan.
c. Satuan turunan.
8abel (.(, 8abel (. 9., 8abel (.. dan 8abel (.:, berturut,turt memperlihatkan
Besaran dan Satuan dasar, besaran dan satuan tambahan, besaran dan turunan yang
dinyatakan dengan besaran dasar serta besaran dan satuan turunan.
9
8abel (.( Besaran dan Satuan dasar
Besaran ;ambang Satuan (S1) ;ambang
satuan
;ambang
dimensi
<anjang
Massa
=aktu
0uat arus listrik
Suhu
>umlah 3at
1ntensitas cahaya
l
m
t
1
8
n
;v
Meter
0ilogram
Sekon
!mpere
0elvin
Mola
0andela
m
kg
s
!
0
mol
cd
&;'
&M'
&8'
&1'
&?'
&'
&>'

8abel (.9 Besaran dan Satuan tambahan
Besaran ama satuan ;ambing satuan
Sudut bidang datar
Sudut ruang
radian
steradian
rad
sr
8abel (.. Besaran dan Satuan turunan yang dinyatakan dengan satuan dasar
Besaran ama satuan ;ambang satuan
;uas
@olume (isi)
0ecepatan
<ercepatan
>umlah gelombang
Massa jenis, density
0onsentrasi (dari suatu
jumlah substansi)
@olume spesifik
;uminance
Meter persegi
Meter kubik
Meter perdetik
Meter perdetik kuadrat
( per meter
0g per meter kubik
Mol per meter kubik
Meter kubik per kg
)andela per meter persegi
M
9
M
.
m-s
m-s
9
(-m
0g-m
.
Mol-m
.
M
.
-kg
)d-m
9
.
8abel (.: besaran dan Satuan turunan yang mempunyai nama dan lambang
tertentu.
Besaran ama ;ambang ama satuan
S1
ama satuan
S1 dasar
Arekuensi
/aya
8ekanan
Bnergi kerja,
jumlah panas
Daya listrik
Muatan listrik
votensial listrik
kapasitansi
resistor
konduktansi
medan magnet
kerapatan
medan magnet
induktansi
flu* luminous
illuminance
Cert3
eDton
<ascal
>oule
=att
)oulomb
@olt
Aarad
+hm
Siemens
=eber
8esla
Cenry
;umen
;u*
C3

<a
>
=
)
@
A
E
S
=b
8
C
;m
;*
-m
9
m
>-s
!s
=-!
)-!
@-!
!-@
@s
=b-m
9
=b-!
(-s
0gm-s
9
0g-(ms
9
)
0gm
9
-s
9
cd sr
cd sr-m
9
1.2. 3. on!ersi Satuan
1.2. 3.1. Perkalian Desi"al Siste" SI
2ntuk mengkonversi nilai satuan menjadi lebih besar atau lebih kecil, dapat
digunakan aDalan dengan factor (6
.n
dimana n adalah bilangan bulat. !dapun daftar
factor konversi seperti terlihat pada tabel (.F.
:
8abel (.F Daftar factor konversi Satuan.
n Aactor (6
.n
!Dalan lambang
G (6
(5
B*a B
F (6
(F
<eta <
: (6
(9
8era 8
. (6
4
/ega /
9 (6
G
Mega M
( (6
.
0ilo 0
6 (6
6
, ,
,( (6
,.
mili m
,9 (6
,G
mikro u
,. (6
,4
nano n
,: (6
,(9
<ico p
,F (6
,(F
Aento f
,G (6
,(5
!tto a

1.3.2. on!ersi dari Siste" satuan SI ke Siste" satuan #ain
0onversi system satuan S1 ke system satuan lain atau sebaliknya untuk
beberapa besaran dapat dilihat pada tabel berikut.
8abel (.G 0onversi untuk besaran <anjang
m in ft mil
( meter ( .4,. .,4.( G,9(:*(6
,:
( inchi 9F,:*(6
,.
( 5,..*(6
,.
(F,H5*(6
,:
( feet 6,.6:5 (9 ( 6,(54:*(6
,.
( mil (G64 G.,.G*(6
.
F956 (
( !ngstrom (6
,(6
( yard .G .

8abel (.H 0onversi untuk besaran 8ekanan
atm Dyne-cm
9
)m hg <a ;b-in
9
F
( atmosfer ( (,6(.*(6
G
HG (6(,.*(6
.
(:HH6
( dine-cm
9
4G,4*(6
,4
( HF,6(*(6
,:
6,( (:,F*(6
,:
( cm air raksa (.,(G*(6
,.
(...6 ( (... 6,(4.:
( pascal 4,5G4*(6
,G
(6 HF6,(*(6
,G
(
( lb-in
9
#(psi G5,6F*(6
,.
G54F6 F,(H( G54F (
( bar (6
G
8abel (.5 0onversi untuk besaran 2saha dan >umlah <anas
Btu > kal 0Dh
( british termal unit ( (6FF 9F9 94.*(6
,G
>oule 4:5,(*(6
,G
( 6,9.54 9HH,5*(6
,4
kalori .,4G5*(6
,.
:,(5G ( (,(G.*(6
,G
0iloDatt,jam .:(. .,G*(6
G
5G6,(*(6
.
(
( erg 4:,5(*(6
,(9
(6
,H
9.,54*(6
,4
9H,H5*(6
,(F
( footpound (,95F*(6
,.
(,.FG 6,.9.4 .HG,G*(6
,4
( horsepoDer,jam (F:F 9,G5F*(6
G
G:(,:*(6
.
6,H:FH
8abel (.4 0onversi untuk besaran /aya
dyne lb pdl gf
( dyne ( (6
,F
H9,..*(6
,G
(,69*(6
,9
(6,9*(6
,G
( neDton (6
F
( H,9.. (69 6,(69
(pound :,::5*(6
F
:,::5 .9,(H :F.,G 6,:.FG
( poundal (.5.6 6,(.5. ( (:,( 6,6(:(
( gram gaya 456,H 4,56H*(6
,.
H6,4.*(6
,.
( (6
,.
8abel (.(6 0onversi untuk besaran Daya
Btu-h At.lb-s hp 0al-s =
( british thermal unit pergram ( 6,9(G( .49,4*(6
,G
6,6H 6,94.
( footpoundpersekon :,G95 ( (,5(5*(6
,.
6,.9.4 (,.FG
( horsepoDer 9F:F FF6 ( (H5,9 H:F,H
( kalori per detik (:,94 .,65H F,G(.*(6
,.
( :,(5G
( Datt .,:(. 6,H.HG (,.:(*(6
,.
6,9.54 (
G
8abel (.(( 0onversi untuk besaran 0ecepatan
ft-s m-s ml-jam knot
( foot persekon ( 6,.6:5 6,G5(5 6,F49F
( meter persekon .,95( ( 9,9.H (,4::
( mile per jam (,:GH 6,::H ( 6,5G54
( knot (,G55 6,F(:: (,(F( (
Contoh 1.1
8uliskanlah dalam bentuk yang ringkas"
Soal jawab
a. Daktu (6 detik t # (6 s
b. frekuensi ( megaher3t f # ( MC3.
c. intensitas arus listrik 9 ampere 1 # 9 !
contoh soal 1.2
tuliskan dalam satuan dasar S1 dari potensial listrik , daya listrik dan resistor.
Jawab;
Daya listrik" D # >-s # m-s. # kg m
9
s
,.
<otensial listrik" @ # =-! # kg m
9
s
,.
!
,(
Iesistor J # @-! # kg m
9
s
,.
!
,9
Contoh soal 1.3
1silah titik,titik pada soal berikut"
a. 9F Datt # KKKK..Btu-h
b. HF m-s # KKKK.. ml-jam
c. (6 Btu # KKKK.kDh
>aDab"
H
a. dari tabel (.(6 didapat"
( = # .,:(. Btu-h , jadi 9F = # 9F * .,:(. # 5F,.9F Btu-h
b. dari tabel (.(( didapat
( meter per detik # 9,9.H mi-jam, jadi HF m-s # HF * 9,9.H # (GH,HHF ml-jam
c. Dari tabel (.5 didapat"
( Btu # 94. *(6
,G
kDh, jadi (6 Btu # (6 * 94.*(6
,G
# 94.*(6
,F
kDh
1.3. Penutu$
Demikianlah pentingnya besaran dan satuan untuk diketahui, karena semua
besaran dalam bidang keteknikan kususnya teknik telekomunikasi memerlukan satuan
yang standar. Begitu juga jika kita ingin mengkonversi dari satuan yang satu ke satuan
yang lain. 2ntuk menambah DaDasan tentang besaran dan satuan, diharapkan
memperbanyak membaca literature perpustakaan yang terbaru untuk mengikuti
perkembangan saman.
1.%. Soal&soal latihan.
(. lengkapilah nama satuan dasar S1 dari tabel (.:.
9. isilah titik,titik dari soal berikut"
a. HF lb # KKK dyne # KKK gf
b. (6 hp # KK. =att # KKK.. kal-s
c. 9F ft # KKK m # KKKK in
d. (6 <a # KKK atm # KKKK. )m hg
5
.. tuliskan lambang dimensi dari tegangan listrik, daya listrik, resitor dan gaya.
BAB II
'ET(R
2.1. Pendahuluan
0etika kita membahas tentang medan listrik atau medan magnet, gaya,
kecepatan dll, tidak cukup hanya menyatakan berapa besarnya medan tetapi harus
diketahui kemana arah medan tersebut. Dalam teknik elektro khususnya teknik
telekomunikasi, cukup banyak dijumpai masalah medan baik medan listrik maupun
4
medan magnet. <enyelesaian yang menyangkut medan harus dengan metode dan
hukum,hukum vector.
2.2. Penyajian
2.2.1. )esaran !ektor
Besaran vektor selain memiliki besar juga memiliki arah, misalnya vektor gaya,
perpindahan dll. Besaran vektor dapat digambarkan sebagai anak panah, dimana
panjang anak panah menunjukkan besar vektor, dan arah anak panah menunjukkan
arah besaran vektor. )ontoh vector a besarnya .6 dengan arah .6
6
dan vector b
besarnya 96 dengan arah (:6
6
, dapat digambarkan seperti gambar 9.(.
b # 96
a # .6
(:6
6
.6
6

/ambar 9.( Besaran vektor
2.2.2. 'ektor dala" dua Di"ensi.
@ector dalam dua dimensi yaitu vektor dalam suatu bidang, dan dapat
digambarkan dalam salib sumbu (*,y).
y
y9
a
(6
y(
*( *9 *
/ambar 9.9. @ektor dalam dua dimensi
misalnya vektor a dengan titik tangkap (*(,y() dan berakhir pada titik (*9,y9)
mak besar (modulus) vektor a dapat diperoleh"
LaL # (*9,*()
9
M(y9,y()
9
(9.()
>ika vektor a mempunyai sudut apit N dengan garis hori3ontal (sb *), maka
vektor a dapat diurai kedalam dua komponen yaitu komponen hori3ontal dan
komponen vertical, yang dapat ditentukan sebagai berikut"
0omponen hori3ontal (a*) # a cosN # (*9,*()
0omponen vertical (ay) # a sinN # (y9,y()
!pabila vector a titik tangkapnya digeser ke titik (6,6), maka vektor a dapat
ditulis dalam bentuk vector satuan i dan j yang masing masing vector satuan searah sb *
dabn sb y.
O
a # (*9,*()i M (y9,y()j
a
y
a # a cosN i M a sinN j
a # a
*
i M a
y
j
a
6 *
a
*
/ambar 9... @ektor satuan dalam dua dimensi
((
2.2.3. 'ektor dala" ti*a di"ensi.
@ektor tiga dimensi menggambarkan ruang, dengan salib sumbu *, y, 3.
3
r
P
y
Q
*

/ambar 9.:. @ektor tiga dimensi
jika sudut apit antara vektor r dengan sumbu 3 adalah P dan sudut apit antara
proyeksi vektor r dengan bidang *,y dengan sumbu * adalah Q maka vektor r dapat
diurai dalam tiga komponen yaitu"
komponen sb * # r sin P cos Q
komponen sb y # r sin P sin Q
komponen sb 3 # r cos P
penulisan dengan menggunakan vektor satuan dapat ditulis"
r # (r sin P cos Q)i M (r sin P sin Q)j M (r cos P) k (9.9)
apabila r sin P cos Q # r(" r sin P sin Q # r9 " r cos P # r., maka vektor satuan r dapat
ditulis"
r # r(i M r9j M r.k (9..)
dengan modus vector r"
LrL # (r(
9
M r9
9
M r.
9
)
(-9
(9.:)
2.2.%. Penju"lahan+ $en*uran*an 'ektor
<enjumlahan dua buah vector atau lebih jika kedua vektor tersebut searah,
sedangkan jika kedua vektor tersebut berlaDanan arah, maka terjadi pengurangan.
(9
<enjulahan vektor dapat dilakukan dengan" metode grafis, metode jajaran genjang, dan
metode trigonometri.
2.2.%.1. Penju"lahan !ektor den*an "etode *ra,is -"etode $oly*on.
Metode ini dilakukan dengan menggambar anak panah vektor secara sambung
menyambung dengan memperhatikan panjang maupun arah anak panah yang
bersangkutan (panjang dan arah anak panah tidak boleh berubah) . Bkor anak panah
yang satu diimpitkan dengan ujung anak panah yang mendahuluinya.
Contoh 2.1.
Misalnya ada tiga buah vector masing vector p, R dan r dengan besar dan arah
telah ditentukan. 0etiga vector akan dijumlahkan dengan metode grafis. 8entukan
resultanta (jumlah) ketiga vector.
Jawab;
pertama,tama kita misalkan" p M R M r # s. dengan menyambung satu dengan
yang lain vector,vekor gambar 9.F.(a), diperoleh hasilnya seperti pada gambar 9.F (b).

akhir
r
R r s R

aDal
p
p
a b
gambar 9.F <enjumlahan vektor secara grafis
(a) @ektor asal
(.
(b) Casil penjumlahan
2.2.%.2. Penju"lahan 'ektor den*an /etode 0ajaran 1enjan*
Iesultan (jumlah) dua buah vector berpotongan adalah diagonal jajaran genjang
dengan kedua vector tersebut. Misalkan vector ! dan vector B berpotongan dengan
sudut apit N (gambar 9.G) , maka resultanta kedua vector adalah vector ). besar
(modulus) dan arah vector ) dapat ditentukan"
cos 9
9 9
AB B A C + + = (9.F)
Dengan arah vector ) yaitu"
C
A
C A
) (56 sin(
sin
) (56 sin( sin

=
(9.G)
)
!

N P
B
/ambar 9.G. <enjumlahan vektor dengan polygon.
Contoh 2.2.
Dari gambar 9.G. jika diambil vector !# :6 , vector B # F6 dan sudut
apitnya N # G6
6
maka tentukan resultanta danrahnya.
Jawab;
G6 cos F6 :6 9 F6 :6
9 9
x x C + + =
# H5,(
(:
!rahnya"
( , H5
) G6 (56 sin(
sin
) G6 (56 sin(
( , H5
sin
:6

=
A

" SinP #
( , H5
5GG , 6 :6x
" S # 9G
6
96T
2.2.%.3. Penju"lahan 'ektor den*an "etode Tri*ono"etri
Metode ini dilakukan dengan memperhatikan segitga siku,siku.
) sin N # b-c
b cos N # a-c
N tan N # b-a
a
gambar 9.H. Segitiga siku,siku
dengan metode ini suatu vector dapat diuraikan ke dalam komponen,
komponennya. 2ntuk vector dalam bidang, dapat diurai kedalam komponen sb * dan sb
y. untuk vector dalam ruang dapat diurai kedalam sb *, sby dan sb 3. setelah vector,
vektor diurai, selanjutnya komponen yang bersesuaian sumbu dijumlahkan atau
dikurangkan. Misalnya vector ! dan B diuraikan kedalam komponen sb * dan sb y"
0omponen sb * 7 I* # !* M B* (9.H)
0omponen sb y 7 Iy # !y M By (9.5)
Iesultan (jumlah gaya)
9 9
Ry Rx R + = (9.4)
!rah resultan gaya7 tanP # Iy-I* (9.(6)
>ika vector dengan tiga dimensi (ruang), maka hasil resultan adalah"
9 9 9
Rz Ry Rx R + + = (9.(()
Contoh 2.3.
(F
Misalnya dua buah vector gaya ! dan B, masing,masing besarnya (66
o
.6
dan
o
(96 ((6 . tentukan resultan dan arahnya vektornya.
Jawab.
y
B By
!
!y
(96
6
.6
o
B* 6 !* *
/ambar 9.5. @ektor,vektor beserta komponennya pada bidang *,y.
0omponen vector"
Dari persamaan (9.H) 7 I* # !* M B* # !cos .6
o
M B cos (96
6

#
F , 6 ((6 . F , 6 (66 x x
# 5G,G, FF # .(,F
Dari persamaan (9.5) 7 Iy # !y M By # ! sin .6
6
M B sin (96
6
# (66* 6,F M ((6
. F , 6 x

# F6 M4F,. # (:F,.
Iesultan (jumlah gaya)
9 9
Ry Rx R + =
# ((.(,F)
9
M ((:F,.)
9
)
(-9
# (:5,GH
!rah resultan gaya7 tanP # Iy-I*
# .(,F-(:F,. # 6,9(G # (9,(5
o
2.2.%.%. Perkalian !ektor
(G
+perasi yang menyangkut perkalian vector ada dua yaitu perkalian titik (dot
product) dan perkalian silang (cross product).
a. <erkalian titik (dot product)
misalnya dua buah vector a dan b, dimana7
a # a( i M a9 j
b # b( i M b9 j
perkalian titik vector a dan b, ditulis dengan a.b yang hasilnya"
a.b #

=( n
n n
b a
# a
(
b
(
M a
9
b
9
MK..
(9.(9)
(hasilnya merupakan bilangan scalar)
dalam bentuk rumus yang lain"
a.b # LaL LbL cos (sudut a,b). (9.(.)
b. <erkalian silang (cross product)
misalnya ada dua buah vector ! dan B, dimana"
! # !( i M a9 j M !. k
B # B( i M B9 j M B. k
<erkalian silang vector ! dan B, ditulis dengan ! * B yang hasilnya"

(H
. 9 (
. 9 (
B B B
A A A
k j i
AxB =

(9.(:)
Casilnya berupa besaran vector. 2ntuk memperoleh besar atau harga dari ! * B, dapat
digunakan rumus berikut"
L ! * B L # L ! L L B L sin (sudut !,B). (9.(F)
Contoh 2.4.
Misalnya diketahui dua buah vector a da b diberikan dalam bentuk vector
satuan masing,masing"
a # :i M 9j M :k
b # 9i M 9j M 9k
tentukan perkalian titik dan perkalian silang kedua vector tersebut dan sudut apitnya.
Jawab;
U <erkalian titik (dot product)"
a . b #

=( n
n n
b a
# :*9 M 9*9 M :*9 # 96
U perkalian silang (cross product)"
9 9 9
: 9 :
k j i
axb =
# ,:i M 6 M:k # , :i M:k
U sudut apit
Sudut apit dapat diperoleh dari perkalian titik atau perkalian silang"
(5
L a L # (:
9
M 9
9
M :
9
)
(-9
# G
L b L # (9
9
M 9
9
M 9
9
)
(-9
# .,F
a.b # LaL LbL cos (sudut a,b).
96 # G * .,F cos N
cos N # 96-9( # 6,4F
N # arc cos 6,4F
2.3. Penutu$
Begitu pentingnya teori vector dalam penyelesaian gaya dan medan, maka
dengan selesainya pembahasan materi ini, diharapkan mahasisDa sudah dapat
memecahkan prolem,problem yang berhubungan dengan gaya dan medan, utamanya
gaya dan medan listrik- magnet yang banyak ditemukan dalam bidang telekomunikasi
misalnya medan elektromagnetik pada antenna.
2.%. Soal2soal latihan
(. Sebuah kapal bergerak dengan kecepatan F6 km-jam dengan arah :F
6
dari hori3ontal. !ngin bertiup dengan kecepatan .6 km-jam dengan arah
(F6
6
dan menimpah kapal. Selain itu gelombang air bergerak dengan
kecepatan 96 km-jam arah 966
6.
tentukan kecepatan relative dari kapal
dan arahnya,dengan menggunakan methode trigonometri.
9. dua buah vector < dan ?, masing,masing besarnya HF dan .6 . jika
sudut apit antara kedua vek tor # .6
6
, tentukan resultanta dan arahnya
kedua vector tersebut.
.. diketahui" a # 9i M j V .k" b # .i V 9j M k" c # :i V 9k.
tentukan"
, a. ( b * c) dan sudut antara b dan c
, ( b * a ) * a
(4
, c .( a * b) dan sudut antara a dan b


BAB III
1ERA BERPUTAR -/E#IN1AR.
3.1. Pendahuluan
/erak melingkar adalah suatu gerakan dalam bidang yang lintasannya
berbentuk lingkaran dengan jari,jari I. misalnya benda bergerak dari ! ke B dengan
lintasan s dan sudut perpindahan P, seperti terlihat pada gambar ..(
96
B
S
S !
I


/ambar ..( /erak melingkar dengan sudut perpindahan P dan lintasan s.
<arameter,parameter dari gerak melingkar yakni perpindahan sudut, kecepatan
sudut, percepatan sudut, kecepatan dan percepatan linear, dan gaya.
3.2. Penyajian
3.2.1. Per$indahan Sudut -3..
Biasanya dinyatakan dalam radian, dan merupaksn perbandingan antara panjang
busur S dengan jari,jari lingkaran I"
S #
R
S
radian atau S # PI. (..()
3.2.2. e4e$atan Sudut -5.
!dalah perubahan kordinat sudut persatuan Daktu. 0ecepatan sudut terdiri dari
kecepatan sudut rata,rata dan kecepatan sudut sesaat.
0ecepatan sudut rata,rata"
W
rata
#
t t t


( 9
( 9
rad-dt (..9)
9(
kecepatan sudut sesaat"
W
sesat
#
dt
d
t
rata

=

= lim lim
rad-dt (...)
3.2.3. Per4e$atan sudut -6.
!dalah pperubahan kecepatan sudut persatuan Daktu. Sama dengan kecepatan
sudut, percepatan sudut juga terdiri dari percepatan rata,rata dan percepatan sesaat.
<ercepatan rata,rata"
N
rata
#
t t t


( 9
( 9
rad-dt
9
(..:)
percepatan sesaat"
N
sesat
#
dt
d
t
rata

=

= lim lim
rad-dt
9
(..F)
>ika benda bergerak mengelilingi satu kali putaran atau .G6
6
atau 9X dengan
Daktu tempu 8 (periode) maka kecepatan sudut"
W # 9X-8 " jika t # (-f maka W # 9Xf . (..G)
3.2.%. 7u)un*an 'aria)el *erak lurus den*an 'aria)el *erak "elin*kar.
3.2.%.1. #intasan linear den*an lintasa sudut8
S # PI dimana" I jari,jari lintasan yang berharga tetap.
3.2.%.2. e4e$atan linear den*an ke4e$atan sudut8
dt
d
R
dt
ds
=
, @ # I W (..H)
99
Dimana"
@ # kecepatan linear
I # jari,jari lintasan
W # kecepatan sudut
3.2.%.3. Per4e$atan 1erak "elin*kar.
Didalam gerak melingkar, percepatan gerak terdiri dari percepatan linear
(tangensial), yang arahnya menyinggung lingkaran dan percepatan radial (a
I
), yang
arahnya selalu radial ke pusat lingkaran.
<ercepatan linear (tangensial) didapat dari"
dt
d
R
dt
d
=
,
R a
!
=
(..5)
Dimana"
a
8
# percepatan linear (tangensial)
N # percepatan sudut.
<ercepatan radial didapat"
R
R

a
R
9
9
= = (..4 )
Dengan demikian percepatan total dalam gerak melingkar adalah jumlah vector
dari percepatan tangensial dan percepatan radialnya.
L a L
9 9
! R
a a + = (..(6)
3.2.%.%. 1aya *erak "elin*kar.
Sama halnya dengan percepatan gerak melingkar, gaya gerak melingkar juga
terdapat dua yaitu gaya linear (gaya tangensial # A
8
) dan gaya radial (A
I
). !rah kedua
gaya ini searah dengan percepatannya. Besar nya kedua gaya adalah"
9.
A
8
# m a
8
dan A
I
# m a
I
(..(()
/aya gerak melingkar"
L A L
9 9
R !
" " + = (..(9)
A A
8

a a
8
a
I
A
I
/ambar ..9. (a) <ercepatan gerak melingkar
(b) /aya gerak melingkar
Contoh;
(. sebuah roda berjari,jari (F6 cm berputar .66 rpm (rotasi per menit) hitunglah"
a. frekuensi (C3).
b. periode (8).
c. 0ecepatan sudut (D)
d. kecepatan linear (@)
jawab;
a. frekuensi f # jumlah putaran-dtk (C3)
# .66 putaran-menit # .66 putaran- G6 s # F C3.
b. periode 8 # (- f # (-F # 6,9 s
c. kecepatan sudut D # 9Xf # (6X rad-s
9:
d. kecepatan linear v # Dr # (6X* (,F # (FX m-s
9. Sebuah batu 966 g diikat pada ujung tali dan diputar hingga menempuh lingkaran
adtar yang berjari,jari (,9 m, dengan kecepatan . putaran-s. tentukan"
e. percepatan batu
f. tegangan tali
jawab;
a. tali tidak mengalami percepatan tangensial, sehingga hanya percepatan
radial ar # D
9
r ( D # . putaran-s # GX rad-s)
# (GX rad-s)
9
* (,9 # :9G m-s
9
b. tegangan dalam tali # gaya sentripetal
A
I
# m a
r
# 6,9 * :9G # 5F
.. Sebuah pesaDat rung angkasa mengorbit bulan pada ketinggian 96 km. jika pesaDat
tersebut hanya dipengaruhi oleh gaya grafitasi bulan (/
bulan
# G,GH *(6
,((
.m
9
-kg
9
).
Berapakah kecepatan dan Daktu yang diperlukan untuk satu orbit. Diketahui massa
bulan m
m
# H,.: *(6
99
kg dan jari,jari bulan r # (,H.5*(6
G
m.
jawab;
gaya grafitasi antara bulan dan pesaDat sama dengan gaya sentripetal yang
diperlukan
R
#
R
# #
$
% # %
B
9
9
= , dimana I # ( (,H.5 M 6,69)*(6
G
(jari,jari orbit)
@ #
s k#
x
x x
R
$#
#
- GH , (
(6 ) 69 , 6 H.5 , ( (
) (6 .: , H )( (6 GH , G (
G
99 ((
=
+
=


=aktu satu kali orbit # 9XI-v # G,GH*(6
.
s # ((6 menit.
3.3. Penutu$
9F
Dari pembahasan materi ini, terlihat gerak melingkar begitu penting diketahui
untuk menunjang pengetahuan tentang gerak satelit ruang angkasa. Seperti kita ketahui
bahDa telekomunikasi satelit memegang peranan penting dalam penyampaian
informasi dari satu benua ke benua lain atau dari satu egara ke egara lain.
<enempatan satelit di ruang angkasa didasarkan pada teori gerak melingkar. 2ntuk
menambah DaDasan dari materi ini diharapkan mahasisDa membaca lebih banyak
literature yang terbaru di perpustakaan,perpustakaan.
3.%. Soal&soal latihan
(. sebuah jam (arloji) mempunyai jarum second yang panjangnya 9 cm.hitunglah"
a. kecepatan ujung jarum seconnya.
b. berapa kecepatan ujung jarum second saat o dtk dan saat (F dtk
9. sebuah roda yang jari,jarinya F cm, berputar dengan kecepatan sudut D # t
9
V 9t V ."
dimana D dalam rad-s dan t dalam dtk. Citunglah percepatan dititik < yang terletak
pada pinggir roda tersebut pada saat t # ( dtk dan t # . dtk.
BAB I'
1ERA 7AR/(NIS SEDER7ANA -1ERA PERI(DI.
%.1. Pendahuluan
9G
Suatu gerak yang berulang pada suatu titik pada selang Daktu tertentu disebut
gerak periodik (gerak bolak balik). )ontoh getaran senar gitar, ayunan bandul dll.
<ersamaan gerak periodik dapat dinyatakan dengan bentuk fungsi sinus atau cosinus.
Aungsi semacam ini disebut fungsi periodik. >ika gerak bolak baliknya pada lintasan
yang sama disebut osilasi atau getaran. Oang dimaksud dengan satu getaran adalah satu
gerak pulang pergi atau satu gerak naik turun. /erak harminis sederhana adalah suatu
gerak bolak balik yang grafiknya menyerupai grafik sinus atau cosinus.
%.2. Penyajian
%.2.1. 1aya Pe"ulih -*aya )alik.
!gar terjadi gerak osilasi pada benda yang bergetar, maka haruslah bekerja gaya
pemulih. /aya pemulih adalah gaya yang selalu mendorong atau menarik benda untuk
kembali ke posisi semula (seimbang). )ontoh gaya pemulih adalah pada pegas (spring)
hooke (gambar :.(), yaitu apabila pegas ditarik sejauh *, maka gaya pemulih yang
dilakukan pegas adalah"
A # ,k* (:.()
Dimana"
k # konstanta pegas
* # perpindaha (simpangan) pegas
tanda negative artinya gaya pemulih melaDan arah gaya penarik pegas dan
disebut gaya luar (A
luar
), A
luar
# k*.

k m
A
9H
m A
luar
s
gambar :.(. /aya pemulih pada pegas hooke
%.2.2. Ener*i Potensial Elastis -EPE. dan Ener*i inetik..
Bnergi potensial elastis yang tersimpang dalam pegas apabila panjangnya
berubah sebanyak * dari panjang keseimbangan adalah"
B<B # Y k*
9
joule. (:.9)
>ika *
6
adalah amplitude gerak harmonis sederhana sebuah benda yang terikat pada
pada ujung pegas, maka energi system yang bergetar adalah Y k*
6
9
, yang selalu
konstan. amun demikian energi sebesar ini hanyalah tersimpan dalam pegas (sebagai
energi potensial) apabila * # Z *
6
yakni pada saat benda mempunyai simpangan
maksimum.
Dalam system yang melakukan getaran, maka timbul energi kinetic akibat
gerakan dari system tersebut. !pabila ujung pegas diletakkan benda dengan massa m,
maka energi kinetic yang timbul"
Bk # Y mv
9
joule. (:..)
%.2.3. Peru)ahan Bentuk Ener*i.
<ada system yang melakukan getaran, perubahan energi kinetic (Bk) menjadi
energi potensial elastis (B<B) dan sebaliknya setiap saat terjadi. <ada saat benda yang
bergetar melalui titik keseimbangan, Bk menjadi maksimum dan B<B # 6. sedangkan
pada saat meleDati simpangan maksimum B<B maksumum dan Bk # 6. ini terjadi
karena hukum kekekalan energi. Dengan mengabaikan gesekan, maka hukum
kekekalan energi mekanis pada gerak harminis sederhana adalah"
Bk M B<B # konstan (:.:)
Y mv
9
M Y k*
9
# Y k*
6
9
(:.F)
95
Dengan *
6
adalah amplitude (simpangan maksimum).
Dari sini dapat diturunkan kecepatan pada gerak harminis sederhana"
L v L #
#
k
x x ) (
9 9
6
m-dt (:.G)
<ercepatan pada gerak harmonis sederhana didapat dari gabungan hukum hook
A # ,k*, dan hukum eDton A # ma yaitu"
a #
x
#
k

m-dt
9
(:.H)
contoh 4.1.
sebuah massa 966 g tanpa gesekan secara hori3ontal melakukan gerakan pada
ujung pegas dengan k # H -m. massa ditarik sejauh F cm dari keadaan seimbang
kemudian dilepaskan. 8entukan (a) kecepatan maksimum, (b) kecepatan bila jaraknya .
cm dari keseimbangan, (c) percepatan pada jarak 6 cm, . cm dan F cm darititik
keseimbangan.
Jawab;
Diketahui k #H -m, *
6
# 6,6F m, m # 6,9 kg.
a. kecepatan maksimum bila * # 6, sehingga"
v # *
6
94G , 6
9 , 6
H
6F , 6 = = x
#
k
m-s
b. bila * # 6,6."

9.H , 6 ) 6. , 6 ( ) 6F , 6 ((
9 , 6
H
9 9
= =
m-s
c Dengan menggunakan persamaan (:.H) didapat"
untuk * # 6,6F maka a # (,HF m-s
9
" * #6 maka a # 6 "
* # 6,6. maka a # (,6F m-s
9
%.2.%. 1erak 7ar"onis Sederhana den*an #in*karan A4uan
94
2ntuk menentukan peroide dan frekuensi gerak harminis sederhana dapat
dilakukan dengan acuan lingkaran. (gambar :.9)

@
6
S
@ <
r#*
6
6 S ! *

perpindahan
gambar :.9. !cuan lingkaran untuk gerak harmonis sederhana
titik < bergerak dengan kecepatan tetap v
6
dalam sebuah lingkaran. 8itik !
adalah titik proyeksi < pada sb *, yakni garis tengah mendatar. /erak titik ! yang bolak
balik pada sb * ini yang disebut /CS. !mplitude /CS! adalah *
6
yakni jari,jari
lingkaran. =aktu yang diperlukan titik < untuk berkeliling satu kali adalah 8 (periode
gerak harmonis sederhana). 0ecepatan titik ! adalah"
v #, v
6
sin S (:.5)
priode (8) dari /CS adalah"
8 #
6
6
6
9 9

r
=
(:.4)
0arena v
6
adalah kecepatan maksimum titik !, maka berdasarkan persamaan (:.G),
maka diperoleh"
@
6
#
#
k
x
6
(:.(6)
Dan periode /CS"
.6
8 #
#
k
9 (:.(()
2ntuk frekuensi dari /CS didapat"
f #
k
#
9
(
(:.(9)
contoh 4.2.
sebuah pegas diujungnya diletakkan benda dengan massa 96 kg. ditarik sejauh
96 cm, dengan gaya 5 . stelah itu dilepas dan terjadilah /CS. 8entukanlah (a) tetapan
pegas, (b) periode dan frekuensi getaran, (c) kecepatan maksimum getaran.
Jawab;
a. A # k* " k # A-* # 5-6,9 # :6 -m
b. 8 #
:6
9
9 # (,: s " f # (-(,: # 6,H
c. @
6
# 4 , 6
9
:6
9 , 6 = m-s
%.2.9. Bandul /ate"atik
/erakan bandul mendekati /CS jika simpangannya tidak terlalu besar. <eriode
dan frekuensi getara bandul diperoleh"
8 #
&
'
9
dan f #
'
&
9
(
(:.(.)
Dimana"
; # panjang bandul
g # percepatan grafitasi
%.2.:. 17S se)a*ai ,un*si sinusoidal
/CS dapat dinyatakan dalam fungsi sinusoidal y(t), dimana simpangan searah
sb y dan berisolasi pada sb * (t). dan dapat digambarkan seperti gambar :...
.(
Simpangan (y)
y
6
y #y
6
6 Dt
8
/ambar :... gambar /CS sebsgsi fungsi sinusoidal
Dari gambar :... sebagi fungsi sinusoidal, maka simpangan secara umum dapat
dituliskan"
O(t) # y
6
sin Dt (:.(:)
!tau " y(t) # y
6
cos (Dt ,46)
Dimana"
O # simpangan
O
6
# simpangan maksimum (!mplitudo)
W # 9Xf " f # (-8
0ecepatan gerak harmonis dapat dicari"
@ # wt wy
dt
wt y
dt
dy
cos
sin
6
6
= = . karena sin
9
Dt M cos
9
Dt # (, maka
9 9
6
6
(
cos y y
y
wt =
,sehingga"
.9
@
9 9
6 y y w = (:.(F)
0ecepatan maksimum terjadi jika y # 6 sehingga"
@
maks
# Dy
6
m-s (:.(G)
<ercepatan gerak harmonis didapat"
y w
y
y
y w wt y w
dt
wt wy
dt
d
a
9
6
6
9
6
9 6
sin
cos
= = = = =
(:.(H)
<ercepatan maksiumm terjadi jika y # y
6
(amplitude)"
a
maks
# D
9
y
6
m-s
9
(:.(5)
Contoh 4.3.
Sebuah pegas digantung kemudian ditarik dengan gaya 9,F dan merenggang
sejauh (6 cm. apabila dilepas terjadilah gerak osilasi dalam bentuk fungsi sinusoidal
dengan kecepatan sudut D # F6 rad-s. tentukanlah (a) konstanta pegas, (b) frekuensi
dan periode, (c) kecepatan dan percepatan maksimum gerak harmonis.
Jawab;
a. konstanta pegas" k # A-* # 9,F-6,( # 9F -m
b. f # D-9X # 9F-X C3 " 8 # (-f # X-9F dtk
c. dari pers. (:.(G) dan (:.(5) didapat"
v
maks
# F6 * 6,( # F m-s " a
maks
# F6
9
* 6,( # 9F6 m-s
9

%.3. Penutu$
/erak harmonis sederhana merupakan dasar untuk menganalisa aliran (gerakan)
electron didalam 3at yang mengakibatkan terjadinya arus listrik. /erak harmonis
sederhana atau gerak bolak balik dapat dianalisa berdasarkan perubahan energi
potensial dan energi kinetis atau dapat juga dengan bercuan pada lingkaran.
..
%.%. Soal&soal latihan
(. sebuah benda F6 g melakukan /CS pada ujung pegas. !mplitude getaran (9
cm, periode getaran (,H s. tentukan" (a) frekuensi, (b) konstanta pegas, (c)
kecepatan dan percepatan maksimum, (d) kecepatan dan percepatan saat
simpangan G cm
BAB '
1E#(/BAN1 DAN BUN;I
9.1. Pendahuluan
/elombang adalah penjalaran energi atau momentum, artinya energi yang
diberikan kepada medium akan diteruskan oleh medium tersebut dalam bentuk
.:
gelombang. )ontoh batu yang jatuh ke permukaan air akan menimbulkan gangguan
yang menjalar menjauhi tempat batu tadi dijatuhkan.
Ditinjau dari bentuknya, gelombang dapat dibedakan atas" gelombang
sinusoidal, gelombang pulsa, gelombang segitiga, gelombang gergaji dll. Bentuk
gelombang ini dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain melalui suatu
komponen peubah misalnya dengan rangkaian trigger.
9.2. Penyajian
9.2.1. 0enis&jenis 1elo")an*
Ditinjau dari medium rambatannya, gelombang dapat dibagi dua yaitu
gelombang mekanik dan non mekanik. /elombang mekanik yaitu gelombang dimana
mediumnya turut bergerak. )ontoh gelombang pada tali. /elombang non mekanik,
yaitu gelombang dimana medium tidak bergetar. )ontoh umumnya gelombang
elektromagnetik.
Ditinjau dari arah rambatannya, gelombang terbagi dua yaitu gelombang
transversal dan gelombang longitudinal. /elombang transversal yaitu gelombang
dimana arah rambatan tegak lurus arah gangguan. )ontoh gelombang pada tali,
gelombang cahaya dll. /elombang longitudinal yaitu gelombang yang arah
rambatannya searah gangguan. )ontoh gelombang pada per, gelombang bunyi dll.
/elombang transversal dan longitudinal dapat digambarkan seperti pada gambar F.(.
arah gangguan
.F

arah rambatan
a

arah gangguan

arah rambatan
b
gambar F.(. (a). /elombang transversal
(b). /elombang longitudinal
9.2.2. Para"eter&$ara"eter 1elo")an*
<arameter,parameter gelombang meliputi" periode getaran (gelombang),
frekuensi, amplitude, panjang gelombang , kecepatan gelombang jarak dari puncak ke
puncak. <arameter,parameter ini dapat dijelaskan pada gambar F.9.
O y

!
8
)

!
[
)
6 t 6 *

B

B
@
(a) (b)
/ambar F.9. (a). gelombang sebagai fungsi Daktu
(b). gelombnag secagai fungsi jarak.
.G
a. <eriode gelombang (8) yaitu Daktu yang diperlukan partikel untuk bergerak
dari titik ! ke titik B dan kembali ke titik !. satuannya adalah detik.
b. Arekuensi gelombang adalah jumlah geratan yang terjadi dalam setiap detik.
f # (-8 (F.()
satuan frekuensi adalah hert3 (C3), dimana ( C3 # ( getaran- dtk.
c. !mplitudo gelombang adalah nilai maksimum simpangan suatu getaran
(gelombang). <ada gambar F.9. ditunjukkan dari jarak 6 ke !.
d. <anjang gelombang ([) adalah jarak antar titik puncak gelombang yang
berdekatan. <ada gambar F.9.(b) jarak dari ! ke ).
e. 0ecepatan gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam satu
detik.
@# [ f. m-dtk. (F.9)
f. >arak dari puncak ke puncak yaitu jarak dari simpangan maksimum positif ke
simpangan maksimum negative. >arak dari puncak ke puncak # 9 * amplitude.
)ontoh F.(.
Sebuah pelampung di permukan air naik turun setiap : dtk, dengan range (jarak)
F6 cm. jika jarak antara permukaan tertinggi pertama dan berikutnya adalah .6 cm,
maka tentukan"
a. frekuensi gelombang
b. amplitude gelombang
c. panjang gelombang
d. kecepatan gelombang.
.H
>aDab"
a. f # (-8 # \ # 6,9F C3.
b. jarak dari puncak ke puncak # F6 cm, sehingga amplitude ! # Y * F6 # 9F cm.
c. jarak dari puncak ke puncak .6 cm, jadi [ # 6,. m
d. kecepatan gelombang v # [ * f # 6,. * 6,9F # 6,6HF m-dtk
9.2.3. Su$er$osisi 1elo")an*
>ika di dalam suatu media menjalar lebih dari satu gelombang pada saat yang
bersamaan, maka gangguan total pada medium tersebut adalah jumlah dari gangguan
masing,masing gelombang. Sifat ini disebut prinsip superposisi. <rinsip ini berlaku
untuk semua jenis gelombang asal gangguan total yang disebabkan oleh gelombang,
gelombang yang saling bersuperposisi tersebut tidak lebih besar dari elastisitas
medium. )ontoh gelombang dapatng dan gelombang pantul seperti pada gambar F...

/el. <antul

/el. Datang
/ambar F... /elombang datang dan gelombang pantul.
>ika gelombang pertama dinyatakan dengan y(# (*,t) dan gelombang kedua
dengan y9 # (*,t), maka"
.5
O
total
# y( (*,t) M y9 (*,t)
Misalnya didalam medium terdapat"
gelombang datang" yd # ! sin (k*,Dt),
gelombang pantul" yp # ,! sin (,k* V Dt)
# ! sin (,k* V Dt M (56).
Dimana"
k # 9X -[ (bilangan gelombang)
= # 9X - 8 # 9X f. (kecepatan sudut)
Casil superposisi adalah"
O # ! sin (k*,Dt) M ! sin (,k* VDt M (56)
# (9! sin k*) cos Dt (F..)
Casil superposisi gelombang,gelombang menghasilkan gelombang baru yang
sifatnya diam dan disebut gelombang berdiri (standing Dave) dengan amplitude "
yo # 9! sin k*. (F.:)
;etak simpul ditentukan oleh syarat k* # nX, (n # bilangan bulat) sedangkan k #
9X- [. Dengan demikian hubungan letak simpul dan panjang gelombang yang
beresonansi dapat ditulis"
] # n[ -9. (F.F)
Dimana" n # ( " 9 " . "KKK.
2ntuk gelombang dalam tali, kecepatan gelombang dapat dicari"

!t
=
. (F.G)
Dimana"
8t # tegangan dalam tali
^ # massa persatuan panjang tali
.4
gambar F.:. memperlihatkan hubungang letak simpul , panjang gelombang,
frekuensi dan kecepatan gelombang yang beresonansi.
Dasar
; # 1, -9
# 9;
f # v-(9;)
+ver tone pertama
; # 2 , /2
# ;
f # v-(;)
:6
+ver tone kedua
; # 3, /2
# 9;-.
f # .v-(9;)
/ambar F.:. gelombang beresonansi.
/elombang berdiri ini banyak digunakan untuk menganalisa sinyal yang
menjalar dalam saluran transmisi yang berhubungan dengan ketidaksesuaian impedansi
antara beban dengan saluran transmisi.
)ontoh F.9.
Dua buah gelombang bergerak dengan arah berlaDanan, masing,masing
mempuinyai amplitude . cm , panjang gelombang ( cm dan kecepatan gelombang F
cm-dtk. >ika diambil n # ., 8entukan"
a. kecepatan sudut (D) dan bilangan gelombang (k).
b. !mplitudo gelombang berdiri
c. <ersamaan gelombang berdiri
d. ;etak titik simpul dan frekuensi .
>aDab"
a. f # v-[ # F-( # F C3" D # 9Xf # (6 X rad-dtk" k # 9X-[ # 6,69 X rad-m.
b. yo # 9! sin k*. # 9*6,6. sin (6,69 X * . -6,69). # 6
c. y # (9! sin k*) cos Dt # 9*6,6. sin .X cos (6 X t # 6,6G sin .X cos (6 X t
:(
d. ; # * # .* ((-9) # .-9 cm.
9.2.%. Bunyi
/elombang bunyi adalah gelombang tekanan dalam medium seperti udara, air
atau baja. !pabila mapatan dan renggangan gelombang mengenai selaput pendengaran,
kita mendengar bunyi bunyi itu dengan catatan frekuensi gelombang antara 96 C3
sampai 96.666 C3. /elombang di atas 96 kC3 disebut gelombang ultrasonik,
sedangkan gelombang di baDah 96 C3 disebut gelombang infrasonik.
9.2.%.1. #aju Ra")at Bunyi
;aju rambat bunyi dalam gas ideal adalah"

(
R!
= m-s (F.H)
Dimana"
M # massa molekul
I # tetapan gas
_ # nisbih kalor,kalor jenis c
p
- c
v
8 # temperature mutlak.
Didalam udara, jika v
(
adalah kecepatan bunyi pada temperature 8
(
dan v
9
adalah
kecepatan bunyi pada temperature 8
9
, maka terdapat hubungan"

9
(
9
(
!
!

=
(F.5)
:9
Disini terlihat bahDa laju rambat bunyi tidak tergantung pada tekanan, frekuensi
dan panjang gelombang.
)ontoh F...
Citunglag kecepatan bunyi dalam gas neon pada temperature 9H
6
) dan HH
6
).
jika diketahui untuk gas neon, M # 96,(5 kg-kmol. , _ # (,GH, I # 5.(: >-kmol.
>aDab"
(
R!
= #
=
+
(5 , 96
) 9H 9H9 )( 5.(: )( GH , ( (
:F: m-dtk
9
(
9
(
!
!

=
#
) HH 9H. (
) 9H 9H. ( :F:
9
+
+
=

" v
9
# :46,5 m-dtk
9.2.%.2. Intensitas -I.
1ntensitas gelombang bunyi adalah daya yang dirambatkan gelombang melalui
satuan luas permukaan tegak lurus arah rambat.
1 # daya-luasan
2ntuk gelombang bunyi dengan amplitude a
6
, frekuensi f, rambatan v dan kerapatan
3at ^, maka"
1 # 9 X
9
f
9
^ v a
6
9
D-m
9
(F.4)
Dimana" f (C3)" ^ (kg-m
9
) " v (m-s) " a
6
(m)
Cubungannya dengan kepekaan peneriman bunyi oleh telinga manusia,
intensitas bunyi dilukuskan dengan istilah kekerasan bunyi )lo*dn+ss), dimana bunyi
yang berintensitas tinggi memang diterima dengan lebih keras daripada bunyi yang
intensitasnya rendah, namun hubungannya tidak linear. <eneriman telinga manusia
tentang intensitas bunyi berbanding logaritma dengan intensitas referensinya"
:.
1
dB
# (6 log 1-1
6
(F.(6)
Dimana" 1
6
# ( * (6
,(9
D-m
9
,
<erubahan intensitas bunyi maksimum dan minimum yang dihasilkan paduan
dua gelombang bunyi yang frekuensinya berbeda sedikit disebut layangan (b+ats).
>umlah layangan yang didengar setiap detik sama dengan beda frekuensi kedua
gelombang yang berinterferensi.
)ontoh F.:.
Bunyi dengan intensitas 6,F: =-m
9
, terdengar terlalu bisng. >ika frekuensinya
566 C3, ^ udara # (,94 kg-m
.
, kecepatan bynyi # .:6 m-dtk. 8entukan amplitudonya.
>aDab"
1 # 9 X
9
f
9
^ v a
6
9
D-m
9
a
6
#
#
x x ,


4 , 4
.:6 94 , ( 9
F: , 6
566
(
9
( (
= =
contoh F.F.
dua buah gelombang bunyi intensitasnya (6 dan F66 mikroDatt-cm
9
. berapa
perbedaan tingkat intensitanya dinyatakan dalam dB.
>aDab"
Misanya bunyi dengan intensitas (6 `D-cm
9
bunyi ! dan lain nya bunyi B.
Maka " dB
!
# (6 log (1
!
-1
6
) # (6 (log 1
!
V log 1
6
)
dB
B
# (6 log (1
B
-1
6
) # (6 (log 1
B
V log 1
6
)
dB
B
V dB
!
# (6 (log 1
B
V log 1
!
) # (6 log (1
B
-1
!
)
# (6 log (F66-(6) # (H dB.
9.2.%.3. E,ek Do$$ler
::
>ika sebuah sumber bunyi bergerak sambil mengeluarkan bunyi dengan
frekuensi f
6
. jika v laju rambat bunyi dan v
S
laju sumber yang mendekati pendengar,
diukur relative terhadap medium perambat bunyi. Selanjutnya laju pendengar
mendekati sumber adalah v
6
yang juga diukur relative terhadap medium, maka
pendengar akan mendengar bunyi yang berfrekuensi f adalah"
Arekuensi yang didengar f#
-s -
- -
,

+
6
6
(F.(()
Dimana"
@ M @
6
# laju puncak gelombang relative terhadap pengamat
@ V @
S
# laju puncak gelombang relative terhadap sumber.
Disini terlihat untuk sumber dan pendengar saling mendekat, jumlah puncak
gelombang tertangkap telinga lebih besar dari pada keduanya diam. !kibatnya
pendengar mendengar frekuensi bunyi lebih tinggi dari frekuensi sumber. !pabila
sumber dan pendengar saling menjauh maka yang terjadi sebaliknya.
)ontoh F.G.
Sebuah mobil dengan kecepatan .6 m-dtk. Mendekati sirene yang berfrekuensi
F66 C3. 0alau kecepatan rambat bunyi dalam udara .:6 m-dtk, maka tentukan"
a. berapakah frekuensi yang didengar pengemudi.
b. bagaimana jika pengemudi menjauhi sirene.
>aDab"
a. f #
-s -
- -
,

+
6
6
#
.z F::
6 .:6
.6 .:6
F66 =

+
b. f #
-s -
- -
,

+
6
6
#
6 .:6
) .6 ( .:6
F66

+
# :FG C3.
9.2.%.%. E,ek Inter,erensi
:F
!pabila dua gelombang bunyi berfrekuensi dan beramplitudo sama, maka
kedua gelombang saling memperkuat. Dalam hal ini kedua gelombang dikatakan
sefase, atau tidak memiliki beda fase. Dalam hal demikian kedua gelombang bunyi
saling akan saling memperkuat, dan intensitas bunyi di tempat itu akan besar.
1nterferensi kedua gelombang mudah dideteksi, apabila kedua gelombang itu melalui
suatu titik yang sama.
>ika puncak gelombang yang satu berimpit dengan lembah gelombang kedua,
maka kedua gelombang itu saling meniadakan. Dalam hal ini tidak ada bunyi yang
terdengar di tempat itu. Dan dikatakan kedua gelombang berbeda fase (56
6
( atau Y [)
atau kedua gelombang itu berlaDanan fase. >ika kedua gelombang tidak tepat sefase
dan juga tidak tepat berlaDanan fase, maka timbul efek antara (intermediate effect).
9.3. Penutu$
Setelah pembahasan materi ini dapat disimpulkan bahDa yang penting
diketahui dalam gelombang adalah parameter gelombang, dan apabila dalam suatu
medium terdapat beberapa gelombang yang menjalar secara bersamaan dalam Daktu
yang sama, akan timbul superposisi gelombang yang menghasilkan g disimpulkan
bahDa yang penting diketahui dalam gelombang adalah parameter gelombang, dan
apabila dalam suatu medium terdapat beberapa gelombang yang menjalar secara
bersamaan dalam Daktu yang sama, akan timbul superposisi gelombang yang
menghasilkan gelombanelombang baru yang disebut standing Dave.
2ntuk gelombang bunyi pengukuran intensitas besarnya biasanya dinyatakan
dalam dB. Cal ini berrehubungan dfengan kepekaan telingah manusia.
:G
9.3%. Soal&soal lathan
(. tegangan daDai pada tali dari gambar K diketahui 55,9 . panjang daDai F6 cm,
massa daDai 6,F g. tentukan"
a. kecepatan gelombang
b. Arekuensi nada dasar , nada atas pertama dan nada atas kedua.
9. sebuah mesin tulis menghasilkan intensitas HF dB. 8entukan intensitas yang timbul
jika ada empat buah mesin tulis bekerja bersamaan.
.. mobil dengan kecepatan v
s
# 96 m-dtk. Mengejar mobil lain yang kecepatannya
v
6
# (F m-dtk sambil membunyikan klakson yang frekuensinya (966 C3. 0alau
kecepatan bunyi .:6 m-dtk, berapa frekuensi yang didengar oleh pengemudi yang
dikejar.
BAB 'I
E#ISTRIAN DAN E/A1NETAN
:.1. Pendahuluan
0elistrikan dan kemagnetan merupakan inti atau pokok materi yang dibahas
dalam bidang teknik elektro secara umum, dan secara khusus dalam bidang teknik
telekomunikasi. <embahasan tentang kelistrikan dan kemagnetan cukup banyak
dijumpai dalam berbagai mata kuliah, untuk itu dalam mata kuliah fisika ini hanya
difokuskan pada proses terjadinya aliran electron dalam 3at, gaya coulomb, medan dan
potensial, medan magnet dan gaya gerak listrik.
:.2. Penyajian
:H
:.2.1. <at dan /uatan
<ada dasarnya suatu 3at dapat dianggap sebagai kumpulan dari tiga jenis
partikel yaitu proton, neutron dan electron. 0etiga partikel ini memiliki muatan dan
massa yang dapat dilihat pada tabel berikut"
8abel F.(. 8abel symbol, muatan dan massa dari partikel,pertikel 3at.
<artikel Symbol Muatan Massa
<roton
eutron
Blectron
p
n
e
M(,G * (6
,(4
)
6
,(,G * (6
,(4
)
(,GH9G:5F * (6
,9H
kg
(,GH:4F:. * (6
,9H
kg
4,(64F.: * (6
,.(
kg

1nteraksi gaya dari partikel,partikel dapat berupa gaya grafitasi dan gaya listrik.
/aya grafitasi dengan hukum eDton dan gaya listrik denganhukum )oulomb.
Misalnya dua partikel yang masing,masing mempunyai massa dan muatan yakni" m(,
R( dan m9 ,R9. seperti pada gambar G.(. /aya grafitasi dan gaya listrik antara kedua
partikel adalah"

m( ,R( m9 , R9
r
/ambar G.(. Dua buah partikel berjarak r.
/aya grafitasi"

9
9 (
r
x# #
" =
. (G.()
/aya listrik"

9
9 (
r
x/ /
k " =
(G.9)
Dimana"
:5
_ # konstanta grafitasi # G,GH * (6
,((
m
9
-kg
9
k # konstnta coulomb # 4 * (6
4
.m
9
-)
9
.
#
6
:
(

a
6
# 5,5F *(6
,(9
)-n,m
9
(permitivitas ruang hampa)
!tom netral, mengandung b electron dan b proton, atau muatan,muatan
negative sama dengan muatan,muatan positif. !pabila dalam atom tersebut terjadi
perubahan electron, maka" electron berkurang satu (b,() disebut ion positif atau kation,
dan electron bertambah satu (bM() disebut ion negatif atau anion. <erpindahan ion
dari ion positif (kation) ke ion negative (anion), menyebabkan terjadinya aliran electron
dan ini yang disebut arus listrik. !raha aliran listrik (i) dan arah aliran electron (ie)
berlaDanan arah, seperti pada gambar G.9.
i
! ie 0
/ambar G.9. arah aliran electron dan aliran arus.
:.2.2. 7uku" =oulo")
/aya interaksi antara dua muatan listrik adalah berbanding lurus dengan kedua
muatan, berbanding terbalik dengan kDadrat jaraknya. Dengan arah gaya yakni" jika
kedua muatan sama tolak menolak, dan jika tidak sama tarik menarik. Besaran gaya
yang timbul adalah besaran vector.

9
9 (
r
x/ /
k " =

:4
M R ( M R9
A A
(a)
M R( A A , R9
(b)
/ambar G... (a). !rah gaya untuk muatan sama
(b). !rah gaya untuk muatan berlaDanan.
2ntuk suatu titik yang dipengaruhi oleh lebih dari satu muatan, maka besarnya gaya
listrik pada titik tersebut adalah jumlah vector dari masing,masing gaya yang
diakibatkan oleh muatan,muatan tersebut"
A
t
# A
(
MA
9
M A
.
M KK A
n
(G..)
Dan arah medan adalah"
tx
ty
"
"
arct& =
(G.:)
Dimana"
A
ty
# jumlah vector gaya searah sb y
A
t*
# jumlah vector gaya searah sb *
)ontoh G.(.
Muatan,muatan R # 9*(6
(4
coulomb, diletakkan pada tiga sudut dari bujur
sangkar yang panjang sisinya # 6,9 m. berapakah besar gaya dan arahnya pada suatu
muatan titik RT # ,(*(6
,(4
coulomb bila diletakkan pada"
a. pusat bujur sangkar
b. sudut yg tidak terisi dari bujur sangkar.
>aDab"
F6
( 6,9 m 9
(
A( A9 6,9 m
A.
: .
/ambar G.:. muatan,muatan yang diletakkan pada sudut bujur sangkar.
Misalkan muatan R diletakkan di titik (, 9, dan ..
a. jika muatan RT diletakkan ditengah, maka gaya A( dan A. saling meniadakan,
sehingga gaya yang bekerja hanya A9.
A9 #
((
9 9
(4 (4
4
9
(6 4
) 9 ( (6
(6 (6 9
(6 4
9 (
x
x x
x
r
x/ /
k = = =

.
b. jika muatan RT diletakkan pada sudut yang tidak terisi (ttk :).
A(
(6
9
(4 (4
4
9
(6 :F
(6 :
(6 (6 9
(6 4
9 (
x
x
x x
x
r
x/ /
k = = =


A. # sama dengan A( # :F*(6
(6

A9
5
9 9
(4 (4
4
9
(6 F , 99
) 9 ( (6 :
(6 (6 9
(6 4
9 (
x
x
x x
x
r
x/ /
k = = =


0arena A( dan A. saling tegak lurus, maka A( M A. # AT
AT
5 9 (6 9 (6
(6 G.:F ) (6 :F ( ) (6 :F ( x x x = + =
Atotal # (G.:F *(6
5
M 99 *(6
5
) # G.GH *(6
5

:.2.3. /edan listrik
Medan listrik adalah ruang disekitar muatan listrik atau benda yang bermuatan,
yang masih dipengaruhi oleh gaya dari muatan tersebut. 2ntuk mengetahuinya
biasanya dilakukan dengan muatan uji positif. !rah medan disuatu titik searah dengan
F(
arah gaya yang dialami oleh muatan uji positif (gambar G.F). 2ntuk itu besaran medan
juga besaran vector.
B
< <
MR
T
o MRT o
B
R R
/ambar G.F. Medan oleh muatan R dan arah medan di titik uji <.
Besarnya medan listrik disuatu titik adalah besarnya gaya yang timbul antara
muatan dengan muatan uji dibagi dengan muatan uji"
9 9
.
r
/
k
/ r
/ /
k
/
"
0
i
i
i
= = =
-) (G.F)
2ntuk suatu titik yang dipengaruhi oleh lebih dari satu muatan, maka besarnya medan
listrik pada titik tersebut adalah jumlah vector dari masing,masing kuat medan yang
diakibatkan oleh muatan,muatan tersebut"
B
t
# B
(
M
9
M B
.
M KK B
n
(G.G)
Dan arah medan adalah"

tx
ty
0
0
arct& =
(G.H)
Dimana"
B
ty
# jumlah vector medan searah sb y
B
t*
# jumlah vector medan searah sb *
)ontoh G.9.
Soal sama pada contoh G.(. tetapi yang ditayakan adalah medan.
F9
M M M M M
M
, , , , ,, ,
>aDab" dalam hal ini digunakan rumus
9 9
.
r
/
k
/ r
/ /
k
/
"
0
i
i
i
= = =
:.2.%. Potensial #istrik
:.2.%.1. Ener*i Potensial
Bnergi potensial adalah usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan dari
titik takterhingga ke titik dimana potensial mutlak ada.

= dr " 1
(G.5)

RT
r
R
gambar G.G. muatan R dan RT berjarak r
dari gambar G.G., untuk muatan R dan RT yang berjarak r, maka energi potensialnya
dapat ditentukan"

= = =
r
//
k xr
r
//
k dr
r
/ /
k 1
i i i
9 9
.
>oule (G.4)
<ersamaan ini menunjukkan energi potensial pada titik muatan RT didalam medan listrik
yang diakibatkan oleh muatan R dan berjarak r dari R.
:.2.%.2. Potensial listrik
!dalah energi potensial pada suatu titik dibagi dengan muatan pada titik
tersebut. Dari gambar K potensial pada titik muatan RT adalah"
F.
r
/
k
rx/
//
k -
i
i
= =
volt (G.(6)
Besaran dari potensial listrik adalah besaran scalar. 2ntuk titik yang dipengaruhi oleh
beberapa muatan, maka besar potensial pada titik tersebut adalah"
....) (
9
9
(
(
(
+ + = =

=
=
r
/
r
/
k
r
/
k -
n
n
n
n
(G.(()
!pabila pada titik ! dengan potensial @
!
dan titik B dengan potensial @
B
, maka beda
potensial antara ! dan B adalah "
@
!
V @
B
# @
!B
(G.(9)
)ontoh G...
<erhatikan gambar G.H. R( # 9F*(6
,4
coul. Dan R9 # ,9F*(6
,4
coul. 8entukan"
a. potensial di titik !
b. berapa kerja yang dilakukan untuk memindahkan muatan ,5*(6
,4
coul. Dari titik ! ke
titik B.
jaDab"
!
F m F m
R( Fm B (m R9
gambar G.H.
a. @
!(
:F
F
(6 9F
(6 4
4
4
= = =

x
x
r
/
k
F:
@
!9
:F
F
(6 9F
(6 4
4
4
=

= =

x
x
r
/
k
@
!
# @
!(
M @
!9
# 6 volt.
b. @
B(
:F
F
(6 9F
(6 4
4
4
= = =

x
x
r
/
k
@
B9
99F
(
(6 9F
(6 4
4
4
=

= =

x
x
r
/
k
@
B
# @
B(
M @
B9
# :F ,99F # ,(56 volt
0erja yang dilakukan muatan ,5*(6
,4
dari ! ke B adalah"
=
!B
# , 5*(6
,4
* ,(56 # (::*(6
,5
>oul.
:.2.9. /edan /a*net
!dalah ruang disekitar muatan listrik yang bergerak yang mengalami gaya
tertentu. Bfeknya dapat diamati dengan jarum kompas, dimana jarum kompas itu selalu
sejajar medan magnet. /ambar G.5. memperlihatkan medan magnet B dan gaya medan
akibat muatan yang bergerak dengan kecepatan v.
1ntensitas medan magnet disuatu titik dinyatakan dengan vector B. besarnya intensitas
medan magnet dapat ditentukan dengan rumus"
A
R B
2

@
/ambar G.5. !rah medan B dan gaya A dari muatan R yang bergerak
FF
sin /
"
B =
8esla (=b-m
9
) (G.(.)
Dimana"
A # gaya magnet ()
R # muatan (coulomb)
v # kecepatan (m-dt)
P # sudut antara arah gerak dengan arah medan
apanila suatu penghantar dengan panjang ; yang dialiri aris 1 seperti pada gambar G.4,
diletakkan dalam suatu medan magnet B maka timbul gaya (/aya ;orents) seberas"
A # B* 1 * ; sin P eDton.
Dimana" P # sudut antara ; dan B. jika penghantar berupa lintasan tertutup, maka gaya
yang timbul dapat menyebabkan momen (momen punter).
A
M M M M B M M M M M M M M
M M M M M
M M MM M M M M ; M M M M M
/ambar G.4. <enghantar yang dialiri arus i
Dua buah penghantar paralel dengan panjang l dialiri arus masing,masing 1 dan
1T, dan berjarak a, seperti pada gambar G.(6. akan mengalami gaya antara keduanya
sebesar"
1
a
FG
i
1T
;
/ambar G.(6. penghantar paralel yang dialiri arus 1 dan 1T
xa
l xii
"
a
ii
xlx "

9
c
c 9
:
6
6
=
=
(G.(.)
Dimana" jika 1 dan 1T searah, maka arah gaya tarik menarik, dan jika 1 dan 1T berlaDanan
arah, maka arah gaya tolak menolak. Cukum ini biasa disebut hum ampere.
)ontoh G.:.
0aDat lurus !B yang panjang dialiri arus 1 # 96 !. sebuah kaDat segiempat sisi
(lihat gambar) panjang sejajar !B dialiri arus 1T # (6 !. (lihat gambar G.(() tentukan
besar dan arah gaya yang bekerja pada kaDat persegi, akibat medan magnet dari kaDat
!B.
>aDab"
B
(6 cm
1 iT 96 cm
( cm
/ambar G.((.
FH
A(
xa
l xii

9
c
6
=
3 x
x
x x x x
:
H
(6 5
6( , 6 9
9 , 6 (6 96 (6 :

= =

A9
xa
l xii

9
c
6
= 3 x
x
x x x x
F
H
(6 5
( , 6 9
9 , 6 (6 96 (6 :

= =

A
tot.
# 56*(6
,F
V 5*(6
,F
# H9*(6
,F
, dengan arah tarik menarik.
:.2.:. 1aya 1erak #istrik -11#. Induksi dan >luks /a*net
:.2.:.1. Si,at "a*neti4 <at
Sifat magnetic 3at berpengaruh terhadap medan magnet. Misalnya solenoid atau
toroida dialiri arus tertentu, hingga suatu titik terdapat induksi mgnetik B
v
. (diandaikan
dalam vakum). >ika solenoid atau toroida diisi 3at, medan pada titik tersebut berubah
menjadi B. perbandingan medan yang dihasilkan dengan 3at dan tanpa 3at disebut
permeabilitas relatif 3at"
km # B-B
v
(G.(:)
sedangkan permeabilitas 3at sendiri yaitu" ` # km`
6
, dimana `
6
# :X*(6
,H
8m -!.
(permeabilitas vacuum).
Berdasarkan permeabilitas relative 3at, maka 3at dapat dibagi menjadi" 3at
diamagnetic, paramagnetic dan feromagnetik. bat diamagnetic bila km sedikit lebih
kecil dari satu misalnya tima hitam. bat paramagnetic bila km sedikit lebih besar dari
satu, misalnmya aluminium. bat feromagnetik bila km nya sekitar F6 atau lebih, contoh
besi.
:.2.:.2. >luks /a*net
F5
Aluks magnet (Q) yang melalui luasan ! adalah jumlah gris fluks yang
menembus luas tersebut. >ika B adalah medan yang menimbulkan garis gaya dan tegal
lurus pada luasan !, maka besar fluks yang timbul adalah"
d # B.!. Db. (G.(F)
:.2.:.3. 11# Induksi
Bila fluks yang melalui kumparan dengan lilitan mengalami perubahan eQ
selama Daktu et, maka menurut Aaraday, //; induksi rata,rata antara kedua ujung
kumparan adalah"
t
3

volt. (G.(G)
2ntuk konduktor yang bergerak dalam medan magnet dan memotong garis fluks akan
timbul //; induksi. >ika panjang konduktor ;, bergerak dengan kecepatan v dan tegak
lurus pada medan B, maka //; induksi yang timbul adalah"
a # B ; @ volt. (G.(H)
)ontoh G.F.
Sebuah batang tembaga panjang .6 cm. terletak tegak lurus terhadap medan
magnet yang rapat flu*nya 6,5 =b-m
9
. batang digerakkan dengan kecepatan 6,F m-dtk
tegak lurus medan. Citunglah //; yang terinduksi di dalam batang.
>aDab"
a # B ; @ # 6,5 * 6,F * 6,. # 6,(9 volt.
:.3. Penutu$
0elistrikan dan kemagnetan merupakan dasar fundamental pada bidang elektro,
untuk itu hukum,hukum dasar kelistrikan dan kemagnetan yang telah dibahas dalam
materi ini hendaknya dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai rangkain
F4
elektronika. Diharapkan mahasisDa mengembangkan materi ini dengan membaca
literature,literatur yang terbaru baik diperpustakaan maupun dari internet.
:.%. soal&soal latihan
(. pada titik,titik !,B,),D pada bujur sangkar !B)D yang sisi,sisinya ( m terdapat
mutan R. sedangkan pada titik pusat m terdapat muatan ,(-: R. ditanyakan" gaya
listrik dititik ).
9. sebuah bujur sangkar dengan panjang sisi 6,9 m. tiga titik sudutnya terisi muatan
R # 9*(6
4
coul. 8entukan"
a. potensial pada pusat bujur sangkar.
b. potensial pada titik sudut yang tidak terisi muatan.
.. sebuah kumparan terdiri dari F6 lilitan, mula,mula di dalam medan magnet hingga
luas permukaannya merangkap flu* sebesar .,( *(6
,:
Db. 0umparan digerakkan
hingga dalam Daktu 6,69 dtk berada di tempat di mana flu* dirangkapnya adalah
6,( * (6
,:
Db. Berapakah //; rata,rata yang terinduksi di dalam kumparan f.
(pentunjuk, gunakan rumus
t
3

).
G6
BAB 'II
=A7A;A
?.1. Pendahuluan
)ahaya mempunyai sifat kembar yaitu sebagai gelombang dan sebagai materi.
(Binstein). Sebagi gelombang karena dapat mengalami peristiDa,peristiDa pantulan,
pembiasan, interferensi dan defraksi. Sebagai materi karena kuantum energi yang dapat
menimbulkan efek foto listrik. Dalam bidang telekomunikasi, gelombang cahaya
memegang peranan penting karena dapat difungsikan sebagai gelombang pembaDa
imformasi utamanya dalam telekomunikasi optic.
?.2. Penyajian
?.2.1. 1elo")an* Elektro"a*netik
/elombang cahaya termasuk gelombang elekromagnetik, yang terdiri dari
pasangan medan magnet (C) dan medan listrik (B), dan bergerak secara periodic dalam
suatu ruang dengan arah medan saling tegak lurus satu dengan yang lain (lihat gambar
H.().
G(
/ambar H.(. Iambatan medan magnet dan medan listrik.
8ermasuk gelombang elektromagnetik adalah gelombang listrik, ge"ombang radio, sinar
* dan sinar gamma. Oang membedakan adalah range frekuensi dan panjang
ggelombang. Cal ini dapat dilihat pada spektrum gelombang elektromagnetik seperti
pada gambar H.9.

/ambar H.9. Spektrum gelombang elektromagnetik.
G9
=arna cahaya tergantung dari frekkuensinya, dimana cahaya merah memiliki frekuensi
nampak terkecil dan cahaya violet tertingi. )ahaya putih merupakan gabungan dari
semua Darna cahaya. Sebagai gelombang elektromagnetik, kecepatan cahaya sama
dengan kecepatan gelombang elektromagnetik dalam ruang bebas yakni7
) # . * (6
5
m-dtk
?.2.2. Pantulan =ahaya
!pabila seberkas cahaya tiba pada batas dua permukaan bening yang tidak
sama, maka pada umumnya berkas cahaya tersebut mengalami tiga keadaan yaitu
dipantulkan, dibiaskan atau diserap.
2ntuk berkas cahaya yang dpantulkan dari permukan bening datar, berlaku
ketentuan yaitu"
a. sudut masuk sama dengan sudut pantul.
b. Sinar masuk dan sinar pantul serta garis normal terletak dalam satu bidang
datar.
<antulan pada permukan bening datar, berkas cahayanya dapat di ilustrasikan
seperti pada gambar H...
/aris normal
Sinar datang sinar pantul
Sdt datg sdt pantul
G.
/ambar H... berkas cahaya pada pantulan bening datar.

2ntuk berkas cahaya yang dipantulkan dari cermin bola, maka disini akan berlaku
titik focus cermin bola, dengan bayangan tergantung dari permukaan bola ( cekung atau
cembung). <ada cermin cekung membentuk banyangan nyata dan terbalik jika jarak
benda lebih besar dari jarak focus, sedangkan jika jarak benda lebih kecil dari jarak
focus, bayangan nyata tegak dan diperbesar. <ada cermin cembung bayangan selalu
maya, diperkecil dan tegak. /ambar H.:. memperlihatkan berkas cahaya yang
dipantulkan pada permukaan bola.
) A A )
(a) (b)
/ambar H.:.(a). )ermin )ekung
(b). )ermin )embung
Cubungan antara benda dan bayangan pada cermin bola adalah"
, r / %
( 9 ( (
= = +
(H.()
Dimana"
< # jarak benda dari cermin
R # jarak bayangan dari cermin
G:
r # jari,jari cermin
f # focus cermin
dengan catatan"
U p dihitung positif jika benda berada didepan cermin
U R dihitung positif jika bayangan nyata, yakni berada di depan cermin dan
negative jika bayangan maya yakni berada dibelakang cermin.
U r dan f positif untuk cermin cekung, dan negative untuk cermin cembung
<embesaran bayangan dari cermin bola adalah"
M #
%
/
(H.9)
)ontohH.(.
Sebuah cermin cekung denganjari,jari : cm. jika sebuah benda yang tingginya
F cm diletakkan didepan cermin dengan jarak . cm dari cermin , maka tentukan letak
bayangan dan tinggi bayangan.
>aDab"
R p f 9 cm
GF
gambar H.F.
Dik. < # . cm, r # : cm, maka"
:
9 (
.
(
= +
/
didapat R # G cm
0arena R positif maka bayanagn nyata dan terletak G cm didepan cermin.
8inggi bayangan didapat dari"
9
.
G
= = =
%
/
a tin&&ib+nd
n&an tin&&ibaya
>adi tinggi bayangan # F * 9 # (6 cm.
?.2.3. Pe")iasan
Bila seberkas cahaya dengan sudut miring datang pada dua permukaan 3at,
dengan indeks bias berbeda, maka sinar akan dibengkokkan. /ejala ini disebut
pembiasan. /ambar H.G. memperlihatkan berkas cahaya pada pembiasan.
/aris normal
Sinar dtg

S
(
sat ( (n
(
)
S
9
sat 9 (n
9
)
Sinar bias
/ambar H.G. berkas cahaya pada pembiasan
Bila sudut berkas cahaya yang datang dari 3at dengan indeks bias n
(
adalah P
(
, dan
dibiaskan dengan sudut bias P
9
pada 3at dengan indeks bias n
9
, maka menurut Cukum
Snellius berlaku"
a.
n
(
sinP
(
# n
9
sin P
9
GG
b.
bila n
9
h n
(
sinar bias mendekati garis normal, bila n
9
i n
(
sinar bias menjauhi
normal.
c.
Berkas sinar datang, garis normal dan sinar bias terletak dalam satu bidang.
1ndek bias (n) adalah perbandingan kecepatan rambat cahaya dalam vakum dengan
kecepatan rambat cahaya dalah 3at. >adi indeks bias adalah"

c
yadala#zat ra#batcaha k+c+%a
*# yadala#ak ra#batcaha k+c+%a
n = =
tan
tan
(H..)
2ntuk dua 3at, maka indeks bias relative 3at ( terhadap 3at 9 adalah"
9
(
n
n
r+lati, ind+ksbias =
(H.:)
Menurut Cuygens, berkas cahaya yang merambat dalam dua 3at berbeda, maka
panjang gelombangnya akan berubah sesuai dengan kecepatan cahaya dalam 3at
tersebut, tetapi frekuensinya tetap.
(
9
( 9

=
(H.F)
Dimana"
@
(
# kecepatan cahaya dalam 3at (.
@
9
# kecepatan cahaya dalam 3at 9.
%anjan& =
(

gelombang dalam 3at (


%anjan& =
9

gelombang dalam 3at 9.


Cukum Cuygens ini berlaku untuk semua gelombang elektromaknetik.
)ontoh H.9.
GH
Seberkas cahaya merambat dalam dua medium yang berbeda. >ika dalam
medium pertama kecepatan cahaya 9.(6
5
m-dtk, dan dalam medium kedua kecepatan
cahaya 9,F. (6
5
m-dtk, maka tentukan"
a. indeks bias kedua medium tersebut.
b. indeks bias relative dari kedua medium.
c. panjang gelombang dalam medium kedua, jika diketahui panjang gelombang delam
medium pertama adalah 96 mikrometer.,
jaDab"
kecepatan cahaya dalam vakum # . * (6
5
m-dtk
a. indeks bias medium (, n( # 9 - .
(6 9
(6 .
5
5
=
x
x
# (,F
indeks bias medium 9, n9 #
9 , (
(6 F , 9
(6 .
5
5
=
x
x
b. indeks bias relative # n(-n9 # (,F-(,9 # (,9F
c. pajang gelombang medium 9 ,
(
9
( 9

=
#
9F
9
F , 9
(6 96
G
=

x
` m.
?.2.%. Sudut&sudut ritis
Bila seberkas cahaya datang dari 3at yang indeks biasnya lebih tinggi masuk ke
3at yang indek biasnya lebih rendah, maka sebagian sinar masuk dibiaskan, dan
sebagian lagi dipantulkan pada permukan batas. (lihat gambar ). 0arena P
9
harus lebih
besar dari P
(
, memungkinkan P
(
dapat diatur sedemikian hingga P
9
# 46
6
. harga sudut
P
(
yang menyebabkan P
9
berharga 46
6
, disebut sudut kritis. 2ntuk harga P
(
yang lebih
besar dari sudut kritis, tidak terjadi pembiasan dan sinar masuk dipantulkan seluruhnya,
sedangkan harga P
(
lebih kecil dari sudut kritis, maka tidak terjadi pemantulan dan sinar
masuk dibiaskan seluruhnya.
G5
2ntuk menentukan sudut kritis (P
)
) dapat dihitung dengan"

6
9 (
46 sin sin n n
C
=
(H.G)
)ontoh H...
Berapakah sudut kritis agar cahaya dapat berjalan dari kaca ( n( # (,F:) ke air
( n9 # (,..).
>aDab"
6
9 (
46 sin sin n n
C
=
, P
)
# sin
,(
(,F: - (,.. # F4,H
6
.
?.3. Penutu$
Bagian yang penting diperhatikan dalam gelombang cahaya adalah rambatan
cahaya, pantulan cahaya dan pembiasan. Bagian ini merupakan prinsip dasar pada
pemancar dan penerima pada komunikasi fiber optic.
?.%. soal&soal latihan
(. seberkas cahaya dengan panjang gelombang 9F mikrometer, datang dari udara dan
merambat ke dalam kaca yang indeks bianya (,F. jika tebal kaca adalah (,F mili
meter, tentukan jumlah gelombang cahaya dalam kaca tersebut.
G4