Anda di halaman 1dari 14

Makalah Filsafat Ilmu

Oleh: Amiruddin
BERBAGAI TEORI TENTANG KEBENARAN ILMIAH
Makalah
Oleh:
M A P P E A T I
NIM. 0017.03.026.2010
Dose Pe!"#!"#$:
%NI&ER'ITA' M%'LIM INDONE'IA
MAKA''AR
2010
0
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
BAB I
PENDAH%L%AN
A. Latar Belakang
Suatu kesimpulan yang sudah mengental dalam pengetahuan kita bahwa
hakikat manusia makhluk pencari kebenaran. Ini adalah suatu hal yang tidak dapat
dipungkiri. Olehnya itu, perbincangan tentang teori-teori kebenaran sangat penting
untuk diangkat ke permukaan.
Titik pusat persoalan kebenaran adalah manusia itu sendiri, sehingga kadang-
kadang dalam benak kita berkesimpulan bahwa manusia adalah makhluk ajaib, sebab
bila dipandang dari satu sudut ia merupakan suatu benda. Akan tetapi, ia bukan
barang! semata-mata. Ia adalah makhluk yang berbudi, makhluk yang dapat
mengerti, yang sadar akan dirinya sendiri, yang menyebut dirinya aku!. "ila
dibandingkan dengan makhluk lain misalnya# batu-batuan tidak sadar akan apa-apa,
begitu pula dengan tumbuh-tumbuhan. $ewan mempunyai semacam kesadaran,
tetapi berlainan sekali dengan kesadaran manusia. $ewan dapat mengerti, tetapi tidak
dapat berpikir, tak pernah sadar akan dirinya sendiri dan tidak pernah menyebut
dirinya aku!. Itu disebabkan karena manusia dapat mengerti dan mengerti bahwa ia
mengerti. %aka ia dapat pula sadar dengan sengaja tentang dirinya sendiri, misalnya
untuk memperbaiki kesalahan, membenarkan kelakuannya jika ia dipersalahkan dan
sebagainya. Ia dapat berpikir tentang objek-objek yang dijumpainya. Ia dapat berpikir
tentang pikirannya sendiri.
&engan berpikir, terbentuklah pengetahuan yang khusus yang hanya terdapat
pada manusia, yaitu pekerjaan akal yang kita gunakan untuk mengerjakan
'
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
pengetahuan yang telah kita miliki, dan yang ditujukan untuk mencapai suatu
kebenaran.
'
%anusia mempunyai kemampuan betapa pun kecilnya untuk mengenal
kebenaran hakiki. Setidaknya kebenaran relati( yang ia dapatkan melalui panca indera
atau rasio. Sebagai makhluk yang paling sempurna di antara ciptaan Allah, manusia
adalah makhluk atau hewan yang berpikir. "erpikir adalah bertanya, bertanya adalah
mencari jawaban, dan mencari jawaban adalah mencari kebenaran tentang sesuatu
yang dipikirkan dan dinyatakan.
)
&alam mencari, menghampiri, dan menemukan kebenaran, ada tiga jalur yang
dapat dipakai oleh manusia, yaitu ilmu, (ilsa(at, dan agama.
*
+amun, ketiga jalur ini
mempunyai titik-titik persamaan, perbedaan dan titik singgung. ,etiga jalur ini
mempunyai sasaran yang sama, yaitu kebenaran, ilmu pengetahuan melalui riset,
pengamatan dan eksperimen-eksperimen. -ilsa(at menghampiri kebenaran dengan
akal budi secara radikal .mengakar, integral, dan uni/ersal0. Titik perbedaannya
adalah ilmu dan (ilsa(at bersumber dari rasio, pengalaman, serta intuisi, sedangkan
agama bersumber dari wahyu.
B. Rumusan Masalah
"erdasarkan alur pemikiran di atas, maka penulis akan memaparkan beberapa
persoalan pokok sebagai berikut1
'
2oerwaranta dkk., Seluk Beluk Filsafat Islam .3et. I# "andung1 4emaja 4osdakarya, '55'0,
hal. ))
)
%udhar Ahmad, Manusia dan Kebenaran Masalah Pokok Filsafat .Surabaya1 6saha
+asional, t. th.0, hal. '7
*
8ndang Sai(uddin Anshari, Al-Quran, Filsafat dan Agama .3et. 9II# Surabaya1 "ina Ilmu,
'5:70, hal. '7'
)
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
'. Apakah teori-teori kebenaran itu;
). "agaimana tingkat dan kriteria kebenaran itu;
BAB II
TEORI KEBENARAN
A. Pengertian Kebenaran
'. Tinjauan 8timologi
,ata kebenaran! berasal dari kata benar! yang memperoleh awalan ke- dan
akhiran an yang berarti cocok dengan keadaan sesungguhnya, tidak bohong atau
sah. &an kata kebenaran itu sendiri berarti keadaan .hal tersebut0 yang benar .cocok
dengan atau keadaan yang sesungguhnya0.
<
Sidi =a>alba memberi pengertian kebenaran! dengan mengemukakan lawan
katanya, karena itu menjadi jelas, manakala kata itu dihadapkan pada lawan dan kita
susulkan artinya.
?
%udhar Ahmad mengatakan bahwa kata benar! menyatakan kualitas
keadaan atau si(at sebenarnya sesuatu. Semua itu bisa berupa pengetahuan
.pemikiran0 atau pengalaman .perbuatan0.
@
). Tinjauan Terminologi
<
&epartemen 2endidikan dan ,ebudayaan, Kamus mum Bahasa Indonesia .3et. 9II#
Aakarta1 "alai 2ustaka, '5:<0, hal. ''@
?
Bawan kata tersebut adalah a0 benar lawannya khila(# b0 benar lawannya seolah-olah atau
rupanya# c0 benar lawannya dibikin-bikin, dusta, khayalan, atau andaikata# d0 benar dalam arti
sungguh-sungguh lawannya kemungkinan atau rupanya# e0 benar dalam arti asli, lawannya pemalsuan#
(0 benar dalam arti tepat, lawannya tidak dijabarkan dari bahan-bahan yang diberikan dan yang
terakhir# g0 benar dalam arti kepastian, lawanya ketidakpastian. Bihat Sidi =a>alba, Sistematika
Filsafat II .3et. 9# Aakarta1 "ulan "intang, '55'0, hal. *0-*'
@
%udhar Ahmad, !o". #it.
*
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
Secara terminology, kebenaran mempunyai arti yang bermacam-macam,
seperti halnya arti etimologi. 2engertian kebenaran secara terminology berkembang
dalam sejarah (ilsa(at. &alam (ilsa(at, masing-masing aliran mempunyai pandangan
yang berbeda tentang kebenaran. $al ini, tergantung dari sudut mana mereka
memandangnya. Secara umum, paham-paham tersebut antara lain1
a. Paham Idealisme, memberikan pengertian bahwa kebenaran! merupakan
persoalan yang hanya mengenai seseorang yang bersangkutan. ,ebenaran itu
hanya ide dan hanya dalam tanggapan. &emikian dikatakan =eorge "erkeley
.'@:?-'7?*0.
7
b. Paham $ealisme, berpendapat bahwa kebenaran! adalah kesesuaian antara
pengetahuan dan kenyataan.
:
,arena pengetahuan merupakan gambaran yang
sebenarnya dari apa yang ada di alam nyata dan gambaran yang ada di dalam akal
adalah salinan dari yang asli yang terdapat di luar akal. Aliran ini dipelopori oleh
$erbert Spencer .':)0-'50*0.
c. Kaum Pragmatis, memberikan de(enisi kebenaran! sebagai sesuatu proporsi itu
berlaku atau memuaskan. 2eletak dasar paham ini adalah 3.S. 2eiree .':*5-'5'<0.
Cilliam Aames menambahkan bahwa kebenaran harus merupakan nilai dari suatu
ide.
9
d. Paham Fenomonologi, berpendapat bahwa kebenaran! itu adalah kesesuaian
antara pengetahuan dengan wujud atau akibat yang menggejala sebagai si(at nyata
yang merupakan norma kebenaran. %ereka menganggap bahwa (enomena itu
adalah data dalam kesadaran dan inilah yang harus diselidiki, supaya hakikatnya
ditemukan dan tertangkap oleh kita.
'0
7
Titus, dkk., !i%ing Issues in Philoso&h' diterjemahkan oleh $.%. 4asyidi, dengan judul
Persoalan-&ersoalan Filsafat .3et. I# Aakarta1 "ulan "intang, '5:<0, hal. *':-*'5
:
$arun +asution, Falsafah Agama .3et. 9III# Aakarta1 "ulan "intang, '55'0, hal. :
5
Titus, dkk., (&. #it., hal. *<'-*<)
'0
Sidi =a>alba, (&. #it., hal. *:
<
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
&ari de(enisi-de(enisi di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
dengan kebenaran adalah segala yang bersumber dari akal .rasio0, pengalaman serta
kegunaan yang dapat dibuktikan dengan realita yang ada,sebagai kebenaran ilmiah.
+amun, ada pula kebenaran yang tak perlu dibuktikan atau dicari pembuktiannya,
cukup kita terima dan yakini bahwa itu adalah suatu kebenaran.
B. TeoriTeori Kebenaran
&alam perkembangan pemikiran (ilsa(at, perbincangan mengenai kebenaran
telah dimulai sejak 2lato dan kemudian dilanjutkan oleh Aristoteles. 2lato melalui
metode dialog membangun teori pengetahuan yang cukup lengkap sebagai teori
pengetahuan yang paling awal. Sejak itulah teori pengetahuan berkembang terus
untuk mendapatkan penyempurnaan sampai kini.
6ntuk mengetahui, apakah pengetahuan kita mempunyai nilai kebenaran atau
tidak, hal ini tentu berhubungan erat dengan sikap dan bagaimana cara memperoleh
pengetahuan; Apakah hanya kegiatan dan kemampuan akal pikiran ataukah melalui
kegiatan indera; Dang jelas, seorang skeptis pengetahuan tidaklah mempunyai nilai
kebenaran, karena semua diragukan atau keraguan itulah yang merupakan kebenaran.
Secara tradisional teori-teori kebenaran itu antara lain1
''
'. Teori kebenaran saling berhubungan ."oheren"e theor' of truth0.
Teori ini dibangun oleh para pemikir rasionalis seperti Beibni>, Spino>a,
$egel dan "radley. %enurut ,atso(( .'5:@0
EEsuatu &ro&osisi "enderung benar )ika &ro&osisi tersebut dalam
keadaan saling berhubungan dengan &ro&osisi 'ang lain, atau )ika makna
'ang dikandungn'a dalam keadaan saling berhubungan dengan &engalaman
kita.*
Sebagai contoh, kita mempunyai pengetahuan bahwa runtuhnya ,erajaan %ajapahit
terjadi pada tahun '<7:. &alam hal ini, kita tidak dapat membuktikan kepastiannya
''
&rs. Surajiyo, Ilmu Filsafat Suatu Pengantar .Aakarta1 Institut Ilmu Sosial dan 2olitik
Aakarta, )0000, hal. @'-@)
?
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
hanya melalui hubungan dengan proposisi yang terdahulu, baik dalam buku-buku
sejarah atau peninggalan sejarah yang mengungkapkan kejadian itu.

). Teori kebenaran saling berkesesuaian ."orres&onden"e theor' of truth+.
Teori kebenaran korespondensi adalah teori kebenaran yang paling awal dan
paling tua yang berangkat dari pengetahuan Aristoteles yang menyatakan segala
sesuatu yang kita ketahui yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh
subjek. Teori ini berpandangan bahwa suatu proposisi itu bernilai benar apabila
proposisi itu saling berkesesuaian dengan dunia nyata. ,ebenaran demikian dapat
dibuktikan secara langsung pada dunia nyata. ,ebenaran demikian dapat dibuktikan
secara langsung pada dunia nyata.
*. Teori kebenaran inherensi .inherent theor' of truth0
,adang-kadang teori ini disebut juga sebagai teori pragmatis. 2andangannya
adalah suatu proposisi itu bernilai benar apabila mempunyai konsekwensi-
konsekwensi yang dapat dipergunakan atau berman(aat.
<. Teori kebenaran berdasarkan arti .Semanti" theor' of truth0
Daitu bahwa proposisi itu ditinjau dari segi artinya atau maknanya. Apakah
proposisi yang merupakan pangkal tumpunya itu mempunyai re(eren yang jelas. Oleh
sebab itu, teori ini mempunyai tugas untuk menguatkan keabsahan preposisi dalam
re(erensinya. Teori kebenaran semantik dianut oleh paham (ilsa(at analitika bahasa
yang dikembangkan pasca(ilsa(at "ertand 4ussel sebagai tokoh pemula dari (ilsa(at
analitika. 2roposisi dinilai benar jika mengandung arti.
?. Teori kebenaran sintaksis
@
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
2ara penganut teori kebenaran sintaksis berpangkal pada keteraturan sintaksis
atau gramatika yang dipakai oleh suatu pernyataan atau tatabahasa yang melekatinya.
&engan demikian suatu pernyataan mengandung nilai benar jika pernyataan itu
mengikuti aturan-aturan sintaksis yang baku.
@. Teori kebenaran non-deskripsi
Teori kebenaran non-deskripsi dikembangkan oleh penganut (ilsa(at
(ungsionalisme. ,arena pada dasarnya, suatu statemen atau pernyataan itu akan
mempunyai nilai benar, tergantung pada peran dan (ungsi dari pernyataan itu.
7. Teori kebenaran logik yang berlebihan .logi"al-su&erfluit' of truth0
Teori ini dikembangkan oleh kaum positi(istik yang diawali oleh Ayer. 2ada
dasarnya menurut teori kebenaran ini adalah bhwa problema kebenaran hanya
merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini akibatnya merupakan pemborosan,
karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat
logik yang masing-masing saling melingkupinya.
7
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
#. Tingkat dan Kriteria Kebenaran
'.Tingkat-tingkat ,ebenaran
,ebenaran yang dicari manusia dapat dicapai dengan berbagai cara. &i antara
sekian banyak sumber, rasio dan pengalaman inderawi merupakan sumber utama
sekaligus ukuran kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Sumber lain seperti yang
dikatakan oleh Ansar "akhtiar adalah iluminasi atau intuisi.
')
Selain itu, agama dan
dogma termasuk sumber kebenaran.
,arena keanekaragaman sumber tersebut, maka kebenaran itu terbagi atas
beberapa macam tingkatan, tergantung dari segi mana orang berpijak untuk
membaginya.
a. &ilihat dari segi perantara untuk mendapatkannya, kebenaran terbagi atas1
'0 ,ebenaran inderawi .empiris0 yang ditemui dalam pengamatan dan
pengalaman.
)0 ,ebenaran ilmiah .rasional0, yang diperoleh melalui konsepsi akal
*0 ,ebenaran (iloso(is, yang dicapai melalui perenungan murni
<0 ,ebenaran religius, yang diterima melalui wahyu ilahi.
'*
b. &ilihat dari segi kekuasaan untuk menekan orang untuk menerimanya, terbagi
kepada dua1
'0 ,ebenaran subjekti(, yang diterima oleh subjek pengamat sendiri sesuai
dengan anggapan moral si subjek.
'<
')
Amsal "akhtiar, Filsafat Agama I .3et. I# Aakarta1 Bogos Cacana Ilmu, '5570, hal. 50
'*
%ohammad +oor Syam, Filsafat Pendidikan dan ,asar Filsafat Pendidikan Pan"asila
.3et. I9# Surabaya1 6saha +asional, '5:@0, hal. 50
'<
Sidi =a>alba, (&. #it., hal. @:
:
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
)0 ,ebenaran objekti(, yang diakui tidak hanya oleh subjek pengamat, tetapi juga
oleh subjek-subjek lainnya, sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir.
'?
Setiap orang menganggap pengetahuannya benar, apakah kita mengetahui
kebenarannya atau tidak, tergantung pada pembuktian. "ukti adalah tanda kebenaran
manakala pengetahuan itu sesuai subjek yang diketahui, maka ia adalah kebenaran
objekti(.
c. &ilihat dari segi kualitasnya .tinggi rendahnya0 kebenaran bertolak seberapa jauh
keselarasan tanggapan subjek dan kenyataan objek.
%enurut ,arl 4. 2opper,
'@
tinggi rendahnya kebenaran itu adalah gagasan
tentang tingkat korespondensinya yang lebih baik atau lebih buruk terhadap
kebenaran atau ide tentang keserupaan yang lebih besar terhadap kebenaran.
%isalnya pemikiran akan jawaban soal tergantung pada pemahaman atau tanggapan
subjek .peserta ujian0 mengenai soal tersebut. Dang akhirnya hasil ujian ini beraneka
ragam ada yang tinggi dan ada yang rendah. Bebih jelasnya, kualitas kebenaran itu
ada tiga, yaitu1
'0 ,ebenaran mutlak .absolut0, yakni kebenaran yang sebenar-benarnya#
kebenaran sejati# sempurna atau hakiki.
)0 ,ebenaran nisbi .relati(0, yang masih beragam si(atnya, belum utuh dan masih
mengandung kesalahan dan yang berlaku pada masa tertentu.
*0 ,ebenaran dasar, kebenaran yang tidak dapat dipersalahkan dan masih perlu
penegasan.
'7
2ada dasarnya, (ilsa(at dan ilmu bertujuan untuk mencapai kebenaran mutlak,
namun sepanjang sejarah perkembangan manusia hanya mampu mencapai kebenaran
relati( dan spekulati(. ,eterbatasan manusia yang selalu ingin mengandalkan dirinya
'?
%udhar Ahmad, (&. #it., hal. ?:
'@
Al(ongg Taryadi, -&istemologi Peme"ahan Masalah Menurut .eori .3et. I# Aakarta1
=ramedia, '5:50, hal. 7*-7<
'7
%udhar Ahmad, (&. #it., hal. ?5
5
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
sendiri tidak akan mampu mencapainya tanpa dukungan dari luar diri manusia, yakni
wahyu. ,ebenaran spekulati( dan relati( ini, suatu saat akan ditinggalkan manusia,
pada saat ditemukan teori baru yang lebih benar.
). ,riteria ,ebenaran
"erpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang
benar. ,ebenaran bagi setiap orang tidak sama. Oleh karena itu, kegiatan proses
berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itu pun berbeda-beda. &apat
dikatakan, bahwa tiap jalan pikiran mempunyai apa yang disebut sebagai kriteria
kebenaran dan kriteria kebenaran ini merupakan landasan bagi proses penemuan
kebenaran tersebut. 2enalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran di mana
tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria kebenaran masing-masing.
Sebagai suatu kegiatan berpikir, maka penalaran mempunyai ciri-ciri tertentu1
a. "erpikir secara luas dapat pula disebut logika. &alam hal ini, tiap bentuk
penalaran mempunyai logikanya sendiri. &engan kata lain bahwa kegiatan
penalaran merupakan suatu proses berpikir logis yang diartikan sebagai suatu pola
logika tertentu.
b. Analitik, penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang menyandarkan diri
kepada suatu analisis dan kerangka berpikir yang logis dan ilmiah.
':
c. +on-analitik, cara berpikir ini tidak menyandarkan pada suatu pola piker tertentu.
d. &ogmatis, ini adalah mani(estasi dari keyakinan terhadap suatu agama dan
diyakini kebenarannya.
'5
,ebenaran pengetahuan dalam pandangan sains jelas berbeda dengan
kebenaran pengetahuan menurut (ilsa(at dan agama. ,eduanya memiliki kriteria
tersendiri. Sains berobjek empiris berparadigma positi(istis bermetode sains dan
berukuran logis dan bukti empiris. -ilsa(at berobjek abstrak logis, berparadigma
':
Aujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Po&uler .3et. F# Aakarta1 2ustaka
Sinar $arapan, '55@0, hal. <*
'5
Tim &osen -ilsa(at Ilmu 6=%, Filsafat Ilmu .3et. I# Aogjakarta1 Biberry, '55@0, hal. ''<
'0
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
logis, bermetode rasio dan berukuran logis, sementara agama berobjek abstrak
supralogis atau metarasional, berparadigma mistis bermetode latihan mistik atau
ri'adah berukuran rasa yakin, kadang-kadang empiris.
"erikut tabelnya1
%acam
pengetahuan
Objek 2aradigma %etode 6kuran
Sains
8mpiris 2ositi(istis Sains Bogis dan bukti
empiris
-ilsa(at Abstrak logis Bogis 4asio Bogis
%istik
Abstrak
supralogis
%istis Batihan mistik 4asa yakin,
kadang-kadang
empiris
Keterangan/
2engetahuan sains 1 Objek empiris, paradigma sains, metode sains, kebenarannya
ditentukan logis dan bukti empiris.
2engetahuan (ilsa(at 1 Objek abstrak tapi logis, paradigmanya logis, metode rasio,
ukuran kebenaran logis tidak logis.
2engetahuan mistik 1 Objek abstrak supralogis atau metarasional, paradigma
mistis, metode latihan, ukuran kebenaran ditentukan oleh
rasa yakin, kadang-kadang empiris.
)0
BAB III
)0
Ahmad Ta(sir, Filsafat mum Akal 0ati se)ak .hales sam&ai #a&ra .3et. IF# "andung1
4osdakarya, )00'0, hal. '5
''
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
PEN%T%P
A. Kesim!ulan
&ari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan beberapa hal1
'. ,ebenaran adalah nilai abstrak yang multi persepsi. ,ebenaran pengetahuan
dalam pandangan sains jelas berbeda dengan kebenaran pengetahuan menurut
(ilsa(at dan agama. %asing-masing memiliki kriteria tersendiri. Sains berobjek
empiris berparadigma positi(istis bermetode sains dan berukuran logis serta
bukti empiris. -ilsa(at berobjek abstrak logis, berparadigma logis, bermetode
rasio dan berukuran logis dan tidak logis. Sementara agama berobjek abstrak
supralogis atau metarasional, berparadigma mistis, bermetode latihan mistik
atau ri'adhah, berukuran rasa yakin dan kadang-kadang empiris.
). Teori-teori kebenaran ilmiah ialah teori kebenaran saling berhubungan, teori
kebenaran saling berkesesuaian, teori kebenaran inherensi, teori kebenaran
berdasarkan arti, teori kebenaran sintaksis, teori kebenaran non-deskripsi dan
teori kebenaran logik yang berlebihan.
*. ,ebenaran itu terbagi atas beberapa macam tingkatan, tergantung dari segi
mana orang berpijak untuk membaginya.
B. "aran
&ari uraian-uraian di atas, penulis mengemukakan beberapa uraian yang
masih samar dan mungkin salah persepsi. Sumbang saran sangat dibutuhkan demi
penyempurnaan makalah ini.
')
Makalah Filsafat Ilmu
Oleh: Amiruddin
DA(TAR P%'TAKA
Ahmad, %udhar, Manusia dan Kebenaran Masalah Pokok Filsafat, Surabaya1 6saha
+asional, t. th.
Anshari, 8ndang Sai(uddin, Al-Quran, Filsafat dan Agama, 3et. 9III# Surabaya1 "ina
Ilmu, '5:7
GGGGGGGGGGGGGGGGGGGG, Kuliah al-Islam, Aakarta1 4ajawali, '5:@
"akhtiar, Amsal, Filsafat Agama I, 3et. I# Aakarta1 Bogos, Cacana Ilmu, '557
&epartemen 2endidikan dan ,ebudayaan, Kamus mum Bahasa Indonesia, 3et.
9III# Aakarta1 "alai 2ustaka, '5:<
=a>alba, Sidi, Sistematika Filsafat II, 3et. 9# Aakarta1 "ulan "intang, '55'
+asution, $arun, Filsafat Agama, 3et. 9III# Aakarta1 "ulan "intang, '55'
2oerwantana, dkk, Seluk Beluk Filsafat Islam, 3et. I# "andung1 4emaja 4osdakarya,
'55'
Sae(uddin, A.%., et. al., ,esekularisasi Pemikiran !andasan Islam, "andung1 %i>an,
'5:7
Surajiyo, &rs., Ilmu Filsafat Suatu Pengantar, Aakarta1 Institut Ilmu Sosial dan Ilmu
2olitik Aakarta, )000
Suriasumantri, Aujun S., Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Po&uler, 3et. F# Aakarta1
2ustaka Sinar $arapan, '55@
Ta(sir, Ahmad, 2ro(. &r., Filsafat mum, Akal dan 0ati se)ak .hales sam&ai #ha&ra,
3et. IF# "andung1 4emaja 4osdakarya, )00'
Taryadi, Al(ong, -&istemologi Peme"ahan Masalah Menurut .eori, 3et. I# Aakarta1
=ramedia, '5:5
Tim &osen -ilsa(at Ilmu 6=%, Filsafat Ilmu, 3et. I# Aogjakarta1 Biberty, '55@
Titus, dkk. !i%ing Issues in Philoso&h'. &iterjemahkan oleh $.%. 4asyidi dengan
judul Persoalan-&ersoalan Filsafat, 3et. I# Aakarta1 "ulan "intang, '5:<
'*