Anda di halaman 1dari 40

Gigi Tiruan Lengkap (GTL)

Gigi tiruan lengkap (GTL) adalah gigi tiruan yang dibuat untuk menggantikan
semua gigi asli beserta bagian jaringan gusi yang hilang, karena apabila seseorang
telah hilang semua gigi geliginya, maka dapat menghambat fungsi pengunyahan,
fungsi fonetik, fungsi estetik dan dapat mempengaruhi keadaan psikis. Tujuan
pembuatan GTL adalah :
Merehabilitasi seluruh gigi yang hilang sehingga dapat memperbaiki atau
mengembalikan fungsi bicara, pengunyahan, estetis dan psikis.
Memperbaiki kelainan, gangguan dan penyakit yang disebabkan oleh keadaan
edentulous.
. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETENSI DAN STABILISASI
DENTURE
!aktor retensi dan stabilisasi adalah faktor yang penting dalam keberhasilan gigi
tiruan lengkap. !aktor"faktor yang mempengaruhi retensi GTL:
a. !aktor fisis: #eripherial seal, efektifitas peripherial seal sangat mempengaruhi
efek retensi dari tekananatmosfer. #osisi terbaik peripherial seal adalah di
sekeliling tepi gigi tiruan yaitu pada permukaan bukal gigitiruan atas, pada
permukaan bukal gigi tiruan ba$ah.#eripherial seal bersambung dengan #ostdam
padarahang atas menjadi sirkular seal. %irkular seal ini berfungsi membendung
agar udara dari luar tidak dapatmasuk ke dalam basis gigi tiruan (fitting surface)
dan mukosa sehingga tekanan atmosfer di dalamnya tetapterjaga. &pabila pada
sirkular seal terdapat kebocoran (seal tidak utuh'terputus) maka protesa akan
mudahlepas. (al inilah yang harus dihindari dan menjadi penyebab utama
terjadinya kegagalan dalam pembuatanprotesa gigi tiruan lengkap.#ostdam,
diletakkan tepat disebelah anterior garis getar dari palatum molle dekatfo)ea
palatina.
b. &daptasi yang baik antara gigi tiruan dengan mukosa mulut. *etepatan kontak
antara basis gigi tiruan denganmukosa mulut, tergantung dari efekti)itas gaya"
gaya fisik dari adhesi dan kohesi, yang bersama"sama dikenalsebagai adhesi
selektif.
c. #erluasan basis gigi tiruan yang menempel pada mukosa (fitting surface). +etensi
gigi tiruan berbandinglangsung dengan luas daerah yang ditutupi oleh basis gigi
tiruan.
d. +esidual +idge, karena disini tidak ada lagi gigi yang dapat dipakai sebagai
pegangan terutama pada rahangatas.
e. !aktor kompresibilitas jaringan lunak dan tulang di ba$ahnya untuk menghindari
rasa sakit dan terlepasnyagigi tiruan saat berfungsi
f. #emasangan gigi geligi yang penting terutama untuk gigi anterior (depan) karena
harus mengingat estetis (ukuran,bentuk, $arna) $alaupun tidak kalah pentingnya
untuk pemasangan gigi posterior (belakang) yang tidak harus samaukurannya
dengan gigi asli, tetapi lebih kecil, untuk mengurangi permukaan pengunyahan
supaya tekanan pada$aktu penguyahan tidak memberatkan jaringan pendukung.
g. ,ntuk pemasangan gigi yang harus diperhatikan adalah personality e-pression,
umur, jenis kelamin yang mananantinya akan berpengaruh dalam pemilihan
ukuran, $arna dan kontur gigi. .isamping itu juga perlu diperhatikan
keberadaan o)er bite, o)er jet, cur)e )on spee, cur)e monson, agardiperoleh suatu
keadaan yang diharapkan pada pembuatan gigi tiruan l
!aktor penyulit retensi dan stabilisasi gigi tiruan
/mpat factor penting agar gigi tiruan penuh dapat berfungsi secara efisien
adalah cukupnya dukungan, retensi, keseimbangan otot dan keseimbangan oklusi.
!actor"faktor retensi gigi tiruan seperti adhesi, kohesi, tegangan permukaan
interfasial dan daya tarik menarik kapiler terjadi karena adanya sali)a dalam
rongga mulut. sali)a berfungsi sebagai lubrikan dan bantalan basis GT# dan
jaringan lunak.
%ali)a dengan )iskositas cair dalam jumlah yang banyak dapat
membasahi anatomi gigi tiruan sehingga mempertinggi tegangan permukaan.
%edangkan sali)a yang banyak dengan )iskositas kental menjadi factor penyulit
karena mudah melepas gigi tiruan. #ada penderita -erostomia sali)a menjadi
sangat berkurang sehingga akan mengurangi retensi yang berakibat pada
berkurangnya stabilisasi dan proteksi mekanis gigi tiruan dukungan jaringan lunak
oleh selapis tipis sali)a. 0leh karena itu pada penderita -erostomia pembuatan
GT# bisa disertai dengan reser)oir sebagai $adah untuk menyimpan sediaan
sali)a buatan.
%elain adanya sali)a, retensi dan stabilitas gigi tiruan juga dipengaruhi
oleh kondisi anatomi landmark rongga mulut yang bersifat baik mendukung dan
ada yang mempersulit. #ada gigi tiruan lengkap rahang ba$ah, batas posterior
bagian sayap lingual dapat diperluas kea rah posteroinferior ke ruang
retromylohyoid sehingga menghasilkan retensi dan stabilisasi gigi tiruan. &pabila
kedalaman ruang ini lebih dari setengah kaca mulut nomer 1, menunujukkan
bah$a daerah tersebut dalam dan dapat memberikan retensi yang efektif. &kan
tetapi apabila daerah tersebut dangkal, akan mempersulit retensi yang efektif.
*ondisi GTL yang longgar dapat dikarenakan oleh :
2. &danya perubahan dimensi (thermal dan stress) gigi tiruan yang dipakai
3. &danya factor intra oral, contoh resorbsi tulang al)eolar
1. &danya factor psikologis pasien, contoh usia pasien lanjut
4. &danya factor patologis, contoh osteoporosis
II PROSEDUR PEMBUATAN GTL (TAHAPAN! DESAIN! DAN PEMILIHAN
BAHAN)
"# K$%p$nen Gigi Tiruan Lengkap
*omponen 5 komponen gigi tiruan lengkap antara lain :
2. 6asis
Merupakan bagian gigi yang menggantikan tulang al)eolaryang sudah
hilang, dan berfungsi mendukung (elemen) gigi tiruan. .i desain sesuai diatas sisa
al)eolar ridge dan disekitar gingi)a.
3. !lange
6agian dari basis yang membentang diatas mukosa, melekat dari margin
ser)ikal gigi hingga batas gigi tiruan
1. #ost .am
+etensi dari gigi tiruan rahang atas yang tergantung dari suction seal.
4. Gigi tiruan
/lemen atau gigi tiruan merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan
yang berfungsi menggantikan gigi asli yang hilang. .alam seleksi elemen ada
metode pemilihan gigi anterior dan posterior serta faktor"faktor yang harus
diperhatikan, yaitu ukura, bentuk, tekstur permukaan, $arna, dan bahan elemen.
"" De&ign Gigi Tiruan
Material : 6asis akrilik ,&nasir gigi akrilik
&lasan pemilihan akrilik :
.isesuaikan dengan kondisi ekonomi pasien yang kurang mampu, harga akrilik
lebih terjangkau dibandingkan bahan yang lainnya
Mudah dalam manipulasi dan pemakaiannya
0( pasien buruk, sehingga dibutuhkan bahan yang mudah bidersihkan, akrilik
mudah dibersihkan
$arna menyerupai elemen gigi asli dan $arna gingi)al
Torus palatine yang besar, dilakukan
pembebasan torus, dengan cara relief of chamber menggunakan tin foil yang
diletakkan di model sebelum dilakukan packing akrilik, sehingga didapatkan suatu
ruang untuk torus.
.esain gigi tiruan dengan relief of chamber pada palatum
'' Pr$&e(ur Pe%)ua*an GTL
''# Me%)ua* M$(e+ Ra,ang
a. 7etakan rahang
7etakan rahang adalah bentuk negati)e dari seluruh jaringan pendukung geligi
tiruan. %etelah dicor akan didapatkan bentuk negati)e dari rahang yang la8im
disebut model rahang.
(asil cetakan rahang harus memberikan kekokohan,kemantapan dan
dukungan geligi tiruan, oleh karena itu rahang harus dicetak seakurat mungkin
sehingga geligi tiruan dapat mempertahankan kesehatan jaringan pendukungnya.
b. Macam cetakan
Macam cetakan pasien tidak bergigi ialah:
" 7etakan a$al'cetakan anatomis
(asil cetakannya secara la8im disebut model study'model diagnostic pada mana
kita akan mempelajari masalah yang mungkin timbul selama pembuatan geligi
tiruan dan digunakan sebagai penunjang diagnostic.
" 7etakan akhir'cetakan fisiologis
(asil cetakannya la8im disebut model kerja, yang digunakan untuk membuat
geligi tiruan.
c. Macam teknik mencetak
" .alam keadaan mulut terbuka
9ang aktif adalah operatorya. %aat mencetak operator memegang sendok cetak
sambil menggerakkan otot bibir,pipi, kecuali gerakan lidah yang dilakukan oleh
pasien. 7etakan dalam keadaan mulut terbuka untuk kasus normal, untuk kasus
bila masih terdapat beberapa gigi asli yang tinggal dilakukan:
7etakan berganda: bila gigi asli yang tinggal,gigi posterior
7etakan bersekat: bila gigi asli yang tinggal,gigi anterior.
" .alam keadaan mulut tertutup
9ang aktif adalah pasiennya sendiri selama encetaan maka sendok cetak pribadi
harus dibuat dari bahan yang kuat, yang tidak mudah patah, biasanya dibuat dari
oston.
d. Membuat model kerja
%etelah cetakan rahang dikeluarkan dari mulut pasien, langsung dicuci pada
kran yang mengalir. %eringkali terdapat air liur kental yang sukar hilang bila
hanya disiram dengan air yang mengalir, untuk ini cetakan disiram dengan larutan
gibs encer, lalu disiram dengan air kran yang mengalir kemudian keringkan
dengan semprotan udara kering.
%ebaiknya sebelum dicor dengan sone'gibs batu dibuat dinding dari lembaran
malam sekeliling cetakan untuk mengamankan bentuk tepi cetakan yang disebut
bo-ing. Maksud dari bo-ing adalah agar bentuk'batas tepi tetap dipertahankan.
e..esain Gigi Tiruan
Perubahan Wajah Setelah Gigi Tanggal
.esain gigi tiruan lengkap terutama ditentukan oleh perubahan morfologik
yang terjadi sesudah giginya tanggal. #ada tengkorak tidak bergigi, penonjolan
bibir karena dukungan gigi anterior telah hilang, dan banyak bagian tulang rahang
atas dan ba$ah yang juga hilang. Tetapi pengaruh hilangnya gigi tidak akan
ditemukan pada tepi inferior mata, tulang malar atau lengkung 8igomatik. :uga
tidak akan didapati pengaruh hilangnya gigi terhadap tepi ba$ah mandibula atau
linea obli;ue eksterna. %truktur ini dapat dianggap sebagai suatu gantungan tirai
dengan tirai $ajah terbentang di antaranya.
Tidak adanya gigi"gigi mengakibatkan pemendekan otot buksinator dan
perubahan nyata dari tirai $ajah. &kibat lain dari hilangnya penonjolan bibir, ialah
tirai $ajah tergantung lurus keba$ah dari tepi ba$ah mata., tetapi bila ada gigi
anterior, tebentuk garis bersudut dari prosesus malar ke tepi susdut mulut.
Pedoman Untuk Perbaikan Penonjolan Bibir.
2. Titik tengah lengkung perbatasan antara kolumela hidung dan filtrum bibir harus
terletak kira"kira di tengah"tengah antara ujung hidung dan cekungan dibelakang
sayap hidung.
3. #ada rata"rata orang, sudut yang dibentuk antara kolumela hidung dan bibir
dilihat dari sagita, kira"kira <= derajat, tetapi beberapa faktor mempengaruhi besar
sudut tersebut pada setiap indi)idu. !aktor"faktor tersebut adalah:
a. 6ila gigi"giginya miring ke depan, sudut nasolabial cenderung mencapai <=
derajat, tetapi bila giginya miring kedalam, sudutnya cenderung lebih besar dari
<= derajat.
b. 6ila kolumelanya menonjol dan letaknya lebih rendah dari sayap hidung, sudut
nasolabial harus lebih besar dari <= derajat.
Perubahan Intra Oral Setelah Giginya Tanggal.
6ila gigi dicabut, daerah periodonsium, yang mendukung beban kunyah
yang jatuh pada gigi terdebut juga hilang, dan di tempat itu tertinggal satu daerah
kecil muloperiosteum yang besarnya sama dengan potongan melintang daerah
leher gigi yang tanggal. .aerah periodontal gigi yang tanggal kira"kira 4 kali lebih
luas dibandingkan dengan luas daerah mukosa. :adi secara kuantitatif terjadi
pengurangan jaringan pendukung sekitar >?@ bila satu gigi dicabut.
Tentu saja secara kualitatif ada juga perbedaan dalam dukungan. Tidak
seperti periodonsium, mukosa bukan jaringan pendukung yang khusus, dan
jaringan tulang di ba$ahnya mempunyai kondisi yang berbeda"beda, ada yang
dapat dan ada yang tidak menerima beban.
Pengaruh Gigi Tiruan Pada Bentuk Tulang Aleolar.
:ika membuat gigi tiruan immediet, seyogyanya gigi dibuang dari model
kerja dengan cara mengeroknya dari ujung papilla gingi)a ke ujung papilla
gingi)a .6agian gigi yang tersisa kemudian dibentuk mengikuti kontur al)eolar.
%ebaiknya tidak dipotong lurus menyebrang dari tepi gingu)a bagian bukal ke tepi
gingi)a bagian lingual, karena pemotongan demikian selalu meninggalkan
cekungan pada model dan akhirnya akan memberikan penonjolan pada permukaan
gigi tiruan.
!aju Perubahan "ontur Aleolar.
Laju perubahan yang terjadi pasca"pencabutan gigi sangat berbeda"beda
antara indi)idu dan antara berbagai tempat pada mulut yang sama.sebagai
kelanjutan dari penelitian yang telah diuraikan (Likeman dan Aalt 2<>4), laju
perubahan yang terjadi ditaksir dengan mengemukakan perubahan rata"rata hidup
di tiap daerah pada minggu ke"4, 23, 3B, ?3, dan ke 21= pasca"pencabutan sebagai
persentase dari perubahan rata"rata yang diamati antara 24 dan 2> tahun pasca"
pencabutan.
Perubahan #ata$#ata Pasca$Pencabutan Gigi di Bebera%a &aerah
&alam 'ulut.
#erubahan bentuk dan ukuran rung gigi tiruan pada periode sampai 32'3
tahun pasca"hilangnya gigi. 6ila digambarkan, pada penampang sagital melalui
bidang median terlihat papilla insisif sedikit bergeser ke depan dank e atas
sementara resorbsi berjalan. :adi pada rahang tidak bergigi fossa insisi) terlihat
dibelakang papilla. :arak dibelakang papilla iti berbeda"beda., tergantung pada
jumlah resorbsinyaC suatu faktor yang perlu diperhatikan ketika membebaskan
papilla pada model.
!okasi Sisa Te%i Gingia Sebelah !ingual.
(al ini agak mudah dilakukan, karena selama mempelajari perubahan
mulut sesudah giginya hilang (Aalt,2<B=), dibuat bintik tato pada mukosa mulut
dari D pasien sebelum giginya dicabut. 6itik tersebut dibuat di dekat tepi gingi)a
sebelah bukal dan lingual sehingga memungkinkan untuk mengidentifikasi sisa
tepi gingi)a sebelah lingual sebagai suatu penonjolan yang menyerupai tali yang
halus pada mukosa dekat puncak sisa al)eolar. Tidak dapat diragukan lagi bah$a
struktur ini menggambarkan bekas tepi lingual, karena bintik tatoletaknya di
tempat yang sama sesudah penyembuhan selesai.
Pengaruh Perubahan Intra$Oral Pada &esain Gigi Tiruan.
%isa tepi gingi)a sebelah lingual dapat terlihat jelas pada prosesus
al)eolaris rahang tak bergigi. *eadaan al)eolar seperti ini tentu saja memberikan
kesulitan kecil dalam pembuatan gigi tiruan tetapi al)eolar yang sangat menyusut
akan memberikan masalah yang besar.
Perubahan #ahang Ba(ah.
Telah diuraikan secara rinci cara memperbaiki bagian atas dari ruang gigi
tiruan, karena ruang gigi tiruan ba$ah tidak dapat dicapai dengan tepat kecuali
bila suatu alat dirahang atas dapat menahan bibir dan pipi pada posisinya.
1.1.1 #enentuan .imensi Eertikal dan 0klusi %entris
#asien yang sudah kehilangan seluruh gigiya berarti sudah kehilangan :
2. 6idang oklusal
3. Tinggi gigitan'dimensi )ertikal
1. 0klusi sentrik
*etiga hal ini harus kita cari saat membuat geligi tiruan lengkap dengan media
tanggul gigitan'galangan gigit'occlusal bite rim.
!ungsi tanggul gigitan ialah untuk :
2. Menentukan dimensi )ertikal.
3. Mendapatkan dukungan bibir dan pipi pasien, pasien harus tampak $ajar saat
tanggul gigitan dipasang.
6idang orientasi adalah bidang oklusal dalam tanggul gigitan. Tanggul gigitan
terdiri dari :
2. 6entuk landasan
3. Galangan malam
Tahapan yaitu :
1. Membuat Bentuk Landasan
Landasan dibuat dengan shelac base plate yang telah dilunakan dan ditekan
pada model. *emudian malam ditekan sedemikian rupa lalu dipotong sesuai
keadaan anatomi model. #otongan tersebut tepat pada perbatasan mukosa
bergerak dan tidak bergerak.
2. Membuat Tanggul Malam
7ara membuat tanggul ada 3, yaitu :
a. .engan (a) rims *ormer
#otongan malam dicairkan lalu dituangkan pada (a) rims *ormer dan dikeluarkan
ketika malam sudah mengeras.
b. .engan lembaran malam yang digulung
#ertama kita lunakan selembar malam di atas lampu spiritus pada sebelah sisi,
kemudian sisi ini kita gulung (dalam gulungan ada malam cair, untuk penyatu).
Lembaran malam dipanasi lagi, lalu digulung lagi sampai membentuk sebuah
silinder. (arus diperhatikan bah$a setiap digulung malam tersebut harus melekat
satu dengan yang lainnya.
Gulungan malam yang berbentuk silinder dibentuk bentuk tapal kuda dengan tebal
2="23 mm.
3. Membuat Tanggul Gigitan
Meletakan tanggul malam di atas bentuk landasan dengan patokan :
a. Membuat titik & (titik di ba$ah tanggul malam yang merupakan titik pertemuan
garis tengah tanggul dengan tengah"tengah tanggul anterior) berhimpit dengan
titik 6 (titik pertemuan puncak lingir anterior dengan garis tengah model rahang
kerja).
b. Garis puncak lingir model kerja pada tanggul malam sehingga garis puncak lingir
rahang letaknya pada tanggul malam rahang atas :
c. #anjang tanggul malam sampai bagian distal gigi molar pertama.
d. Lalu kontur bukal tanggul gigitan diselesaikan dengan menggunakan pisau gips.
e. Lunakan tanggul gigitan bidang orientasi di atas sebuah glass slab'kape yang
telah diminyaki pada sebuah sisinya (yang berhadapan dengan bidang orientasi)
dan hangat. &gar diperoleh bidang oklusal'orientasi yang datar dengan tinggi
tanggul: depan 23 mm dan belakang 2="22 mm.
4. Uji Coba Tanggul Gigitan Rahang Atas dan Baah
#asien diminta duduk dengan enak dan posisi tegak, lalu tanggul gigitan malam
rahang atas dimasukkan ke dalam mulut pasien dan dilakukan uji coba tanggul
gigitan rahang atas dengan pedoman:
a. &daptasi landasan
Landasan harus diam di tempat, tidak boleh mudah lupas ataupun bergerak karena
akan mengganggu pekerjaan tahap selanjutnya.
#inggiran landasan gigi tiruan harus merapat dengan jaringan pendukung.
#inggiran landasan tepat, tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.
b. .ukungan bibir dan pipi
%etelah tanggul gigitan dipasang di dalam mulut
#asien harus tampak normal seakan akan seperti bergigi. #enilaiannya pada
sulkus naso"labialis dan philtrum pasien tampak tidak terlalu dalam atau hilang
alurnya.
6ibir dan pipi pasien tidak boleh tampak cembung atau cekung.
Mengukur 2'1 panjang muka dan dimensi )ertikal dengan Boley gauge atau
jangka sorong.
Mengukur kesejajaran bidang orientasi dengan +o) bite gauge.
c. #anjang tanggul gigitan
%ebagai pedoman untuk tanggul gigitan atas adalah Flo( li% lineG yaitu pada saat
pasien istirahat, garis insisal'bidang oklusal'bidang orientasi tanggul gigitan atas
setinggi garis ba$ah bibir atas dilihat dari muka dan dilihat dari lateral, sejajar
garis ala nasi"tragus (seolah"olah tidak terlihat tanggul gigitan). %edangkan pada
saat tersenyum garis insisal'bidang orientasi tanggul gigitan ini terlihat kira"kira 3
cm di ba$ah sudut bibir.
#anjang tanggul gigitan atas dan ba$ah berdasarkan pedoman : glabela"subnasion
H subnasion"gnathion H pupil"sudut bibir.
d. 6idang orientasi
*ita cari bidang orientasi dengan mensejajarkan :
" bagian anterior dengan garis pupil dengan
" bagian porterior garis 7amper yang berjalan dari ala nasi ke tragus'porion.
*emudian kita lakukan uji coba tanggul gigitan rahang ba$ah dengan pedoman :
&daptasi landasan
" 7aranya sama dengan rahang atas, landasan harus diam di tempat, tidak boleh
mudah lepas'bergerak.
" #ada rahang ba$ah tidak dapat sebaik rahang atas karena luas landasan yang
lebih sempit dan gangguan gerakan lidah.
Tanggul gigitan, yang hasus diperhatikan ialah :
" 6idang orientasi tanggul gigitan rahang b$ah harus merapat (tidak boleh ada
celah) dengan bidang orientasi tanggul gigitan rahang atas.
" #ermukaan labial'bukal tanggul gigitan harus sebidang dengan yang atas. 6ila
kelebihan harus dikurangi dan sebaliknya bila kekurangan harus ditambah.
#osisi rahang atas dan ba$ah dalam gigitan sentrik sementara yang disebut juga
dengan tentatif.
" Tarik garis median pada tanggul gigitan sesuai dengan garis median pasien.
!. "ene#a$an Rumus %imensi &e#tikal
#asien ompong telah kehilangan dimensi )ertikalnya dan kita harus cari
kembali dengan menerapkan rumus yaitu :
%imensi 'e#tikal ( "h)siologi*al Rest + ,#ee -a) .$a*e
#ertama kita ukur dimensi'jarak )ertikal pasien dalam keadaan istirahat tanpa
tanggul gigitan dalam mulut (misal >= mm). +ree (ay s%ace besarnya antara 3"1
mm maka dimensi )ertikalnya >="1HB> mm. #engukuran dilakukan dengan alat
jangka sorong dengan ketelitian =,=? mm atau dengan mistar.
#.!.I. (posisi fisiologis nonaktif) dapat digunakan sebagai petunjuk untuk
memperoleh dimensi )ertikal pada pembuatan gigi tiruan lengkap. #osisinya
diambil $aktu (a) bite block'tanggul gigit malam dimasukkan ke dalam mulut
tanpa mengganggu posisi istirahatC bibir penderita dibuka perlahan"lahan untuk
melihat apakah ada ruang bebas antar tanggul gigit malam atas dan ba$ahC yang
biasanya 3"4 mm.
#engukuran dimensi )ertikal ada 3 cara :
a. .engan Willis Bite Gauge
#ada alat ini ada 1 bagian penting :
" +i)ed arm, yang diletakkan di ba$ah hidung.
" Sliding arm, yang dapat dogeser dan mempunyai sekrup, diletakkan di ba$ah
dagu.
" ,ertical orientation gauge, yang mempunyai skala dalam mm atau cm,
ditempatkan sejajar dengan sumbu )ertikal dari muka.
b. T(o &ot Techni-ue
Mengukur 3 titik (satu pada rahang atas, satu lagi pada rahang ba$ah), yang
ditempatkan pada daerah yang tidak bergerak yaitu di atas dan di ba$ah garis
bibir dan kedua titik diukur dengan jangka sorong.
/. "enentuan Gigitan .ent#ik01klusi .ent#ik
Mengukur relasi sentrik tanpa alat dengan cara :
a. " Gerakan menelan
" Menempatkan ujung lidah pada bulatan malam yang ditempatkan pada garis
tengah landasan paling posterior.
" Membantu pasien agar rahang ba$ah dalam posisi paling belakang, dengan
mendorong rahang ba$ah dalam keadaan otot kendor.
" Menengadahkan posisi kepala pasien semaksimal mungkin.
*arena tidak ada satupun cara di atas yang mempunyai kelebihan dalam
ketepatannya maka paling sedikit harus dilakukan dengan 3 cara untuk menjadi
perbandingan. Misalnya kita lakukan dengan cara gerakan menelan (&) kemudian
dengan salah satu cara lain (6'7'.) dan hasilnya dibandingkan.
%ebagai pedoman dengan menarik garis de daerah geraham pada tanggul gigitan
atas yang diteruskan ke tanggul gigitan ba$ahnya. #ada setiap cara dilakukan
berkali"kali dan bila tamoak sama lakukan cara yang lain. 6ila belum sama harus
dicari sampai sama dan ambilah garis yang menempatkan pada posisi paling
belakang'dorsal.
b. 7ara lain untuk menentukan relasi sentrik sekaligus mengfiksir tanggul gigitan
rahang atas dan ba$ah dengan cara sebagai berikut :
" %etelah dimensi )ertikal didapat, buatlah kunci berbentuk segitiga sebanyak 4
buah: 3 di sisi kiri dan 3 di sisi kanan, yang letaknya pada regio kanisus dan
premolar 3, agar fiksasi tidak berubah.
" #asien dilatih melakukan macam gerakan yang menempatkan rahang ba$ah
dalam posisi paling belakang'dorsal.
" &duk .inc o)ide eugenol'gips dan tempatkan di lekukan segitiga tadi. #asien
segera melakukan gerakan menelan atau menempatkan ujung lidah pada bulatan
malam di garis F&G, pertahankan sampai gips mengeras, dapat dicek dari sisa
adukan pada spatulanya.
2. Mena#ik Ga#is3ga#is 1#ientasi
a. /igh li% line yaitu garis tertinggi bibir atas $aktu pasien tersenyum.
b. Tandai bagian distal kaninus atas kiri dan kanan (garis lacrimal duct 5 ala nasi).
Lepaskan kedua tanggul gigitan atas dan ba$ah dari mulut pasien. 6ila
mungkin bersama"sama, bila terpisahkan tidak mengapa karena dapat dikatupkan
kembali sesuai dengan keadaan dalam mulut dengan menggunakan lekuk E yang
sekarang terisi pasta .inc o)ide eugenol'gips sebagai pengunci dan tempatkan
pada model kerjanya.
4. "emasangan Model %alam A#tikulato#
%ebelum memasang model kerja dengan ranggul gigitan, harus dipersiapkan
jenis artikulator yang akan dipakai dan lakukan persiapan model yang meliputi:
penyesuaian ketinggian model atas dan ba$ah dengan ruang antara bagian atas
dan ba$ah artikulator.
6ila terlalu tinggi, yang paling aman mengurangi model ba$ah.
Mengurangi model atas harus hati"hati karena dapat menembus palatum
terutama yang mempunyai palatum bentuk tinggi.
a. Goreskan garis median pada bagian atas model ba$ah.
b. #ersiapkan artikulator sesuai dengan kasusnya. ,ntuk geligi tiruan lengkap harus
menggunakan artikulator yang dapat menirukan segala gerakan rahang dan
keadaan lainnya dalam mulut secara umum seperti F*ree %lane articulatorG.
c. #ertama pasang model kerja berikut tanggul gigitan atas pada meja'mounted table
artikulator dengan pedoman :
" Garis tengah model kerja dan tanggul gigitan atas berhimpit dengan garis tengah
meja artikulator dan garis tengaj artikulator.
" 6idang orientasi tanggul gigitan atas berhimpit (tidak boleh ada celah) dengan
meja artikulator.
" Garis median anterior tanggul malam menyentuh titik perpotingan garis median
dan garis insisal meja artikulator.
" #etunjuk jarum insisal horisontal harus menyentuh titik perpotongan garis tengah
dan garis insisal meja artikulator. *egunaannya ialah supaya mengikuti segitiga
6on$ill yang dibentuk oleh kedua kondilus kiri dan kanan dan titik perpotongan
tadi. %egitiga 6on$ill merupakan segitiga sama sisi yang menentukan jarak
rahang atas terhadap kondilus secara umum.
" #etunjuk insisal )ertikal harus menyentuh meja insisi)us untuk mempertahankan
dimensi )ertikal yang telah didapat dari pasien (banyak kemungkinan berubah
saat menyusun gigi).
d. %etelah kelima pedoman terpenuhi maka model kerja berikut tanggul gigitan
malam atas kita cekatkan dengan malam pada meja artikulator.
e. Lalu bagian atas model kerja kita fiksir dengan gips pada bagian atas artikulator.
f. %etelah gips mengeras, meja artikulator kita lepas.
g. Model kerja berikut tanggul gigitan malam ba$ah disatukan dengan yang atas
dengan bantuan 4 kunci bentuk segiempat tadi yang telah diberi nomor 2, 3, 1,
dan 4.
h. &rtikulator kita balik, lalu bagian ba$ah mode kerja rahan ba$ah kita fiksir
dengan gips pada bagian ba$ah artikulator.
''- Me%i+i, Gigi
&nasir gigi tiruan merupakan bagian dari GTL yang berfungsi
mengantikan gigi asli yang hilang. #emilihan dan penyusunan anasir gigi
tiruan harus dapat memperbaiki penampilan selain untuk memperbaiki fungsi
lainnya dari gigi tiruan. .alam pemilihan dan penyusunan anasir gigi tiruan
anterior maupun posterior ada faktor"faktor yang harus diperhatikan yaitu
mengenai ukuran, bentuk, $arna, bahan, jenis kelamin, umur serta inklinasi dari
anasir gigi tiruan dapat memenuhi fungsinya. #ada kasus pasien ompong,
pemilihan gigi berpedoman pada bentuk $ajah, jenis kelamin dan umur pasien
untuk menentukan $arnanya dan tingkat keausaannya. %edangkan ukuran gigi
disesuaikan dengan garis orientasi pada tanggul gigitan.
''. Pen/u&unan Gigi
#enyusunan gigi dilakukan secara bertahap yaitu penyusunan gigi anterior
atas, gigi anterior ba$ah, gigi posterior atas, gigi M2 ba$ah dan gigi posterior
ba$ah lainnya. .engan syarat utama :
- %etiap gigi mempunyai 3 macam kecondongan'inklinasi
2. nklinasi mesio"distal
3. nklinasi anterio"posterior atau inklinasi labio'bukopalatal'lingual sesuai dengan
kecondongan tanggul gigitan. 6ila terlalu kelabial akan tampak penuh dan bila
terlalu kepalatal akan tampak ompong.
- .ilihat dari oklusal berada diatas lingir rahang.
- #enyusunan gigi harus disesuaikan dengan keadaan lingir, pada pasien yang
sudah lama ompong sering sudah terjadi rresopsi lingir.
- +esopsi pada lingir atas berjalan keatas dan kepalatal yang menyebabkan bibir
jatuh dan tampak masuk, maka penyusunan gigi tidak dilingir tapi lebih kelabial
dan sebaliknya resopsi lingir ba$ah mengarah keanterior sehingga penyusunan
gigi lebih kelingual.
6erhubung dengan tujuan pembuatan geligi tiruan ialah untuk memperbaiki
fungsi pengunyahan, fungsi bicara dan estetik maka perlu diperhatikan beberapa
faktor dalam penyusunan gigi:
a. nklinasi atau posisi setiap gigi
b. (ubungan setiap gigi dengan gigi tetangganya dan gigi antagonisnya.
c. (ubungan kontak antar gigi atas dan ba$ah yaitu hubungan :
Joklusi sentris
Joklusi protusi)
Jsisi kerja
Jsisi yang mengimbangi
d. 0)erbite dan o)erjet gigi atas dan ba$ah dalam hubungan rahang yang normal
e. /stetik :
J bentuk gigi hendaknya sesuai dengan bentuk lengkung rahang, bentuk kepala,
bentuk muka, dan jenis kelamin.
J 6esar gigi sesuai dengan besar kecilnya lengkung rahang.
J %usunan gigi tiruan hendaknya dibuat se$ajar mungkin agar bila kelak geligi
tiruan dipakai kelihatan $ajar.
J #rofil pasien yang menyangkut ketepatan dimensi )ertikal dan oklusi sentrik
kita tentukan. .imensi )ertikal yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan
merubah profil pasien
A Pen/u&unan gigi an*eri$r
I Pen/u&unan gigi an*eri$r a*a&! pa(a per%ukaan +a)ia+ &e*iap gigi /ang
akan (i&u&un ki*a *arik p$r$&n/a
Tanggul gigitan malam dipotong bertahap supaya tidak kehilangan jejak
selebar mesio"distal dan sedalam lebar antero"posterior gigi yang akan disusun
ditempat tersebut. Gigi yang disusun harus memenuhi syarat inklinasi mesio"
distal dan inklinasi anterio"posteriornya serta dilihat dari bidang oklusal, tepi
insisal gigi anterior atas berada diatas lingir rahang dan sesuai lengkung lingir
rahang. ,ntuk memudahkan penyusunan gigi gambaran lengkung puncak lingir
rahang kita pindahkan ke meja artikulator dan incisal edge gigi anterior atas
menyentuh lengkung ini pada meja artikulator saat penyusunan gigi.
2. Gigi "2 atas
Tanggul gigitan malam dipotong secukup gigi "2 atas,lalu gigi "2 atas yang telah
digambar porosnya digambar diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan
inklinasi mesio"distal.
3. Gigi "3 atas
Tanggul gigitan malam dipotong secukup gigi "3 atas, lalu gigi "3 atas yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi
mesio"distal, long a-isnya membuat sudut D= derajat dengan bidang oklusal dan
tepi oklusalnya 2 mm diatas bidang oklusal.
1. Gigi 7' kaninus atas
Tanggul gigitan malam dipotong secukup gigi 7 atas lalu gigi 7 yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi
mesio"distal : long a-isnya hampir sama dengan gigi "2 atas atau paling condong
garis luar distal tegak lurus bidang oklusi atau meja artikulator dan inklinasi
antero posterior : bagian ser)ikal tampak lebih menonjol dan ujung cusp lebih
kepalatal dan menyentuh bidang orientasi dilihat dari bidang oklusal.
*emudian gigi "2, "3 dan 7 atas lainnya disusun seperti syarat"syarat diatas.
II Pen/u&unan gigi an*eri$r )a0a, pa(a per%ukaan +a)ia+ gigi /ang akan
(i&u&un ki*a *arik p$r$&n/a
#enyusunan gigi anterior ba$ah disesuaikan dengan gigi anterior atas
yang telah disusun memenuhi estetik dan diutamakan untuk fungsi memotong
atau menyobek makanan. #osisi gigi anterior atas dan ba$ah harus diberi jarak
)ertikal' o)erbite dan jarak hori8ontal'o)erjet secukupnya menyesuaikan dengan
tinggi bonjol'cusp gigi posterior. %aat gigi anterior berfungsi, gigi anterior ba$ah
maju berkontak tepi la$an tepi dengan gigi anterior atas untuk mengimbanginya
kecuali kasus lain. :alan yang ditempuh gigi anterior ba$ah akan membentuk
sudut dengan bidang horisontal yang disebut sudut insisal atau incisal guidance.
2. Gigi "2 ba$ah
Tanggul gigitan malam ba$ah dipotong secukup gigi "2 ba$ah lalu gigi "2
ba$ah yang telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan
memperhatikan inklinasi mesio"distal long a-isnya membuat sudut D? derajat
dengan bidang oklusal dan tepi insisal 2"3 mm diatas bidang oklusal, inklinasi
antero"posterior.
3. Gigi "3 ba$ah
Tanggul gigitan malam ba$ah dipotong secukup gigi "3 ba$ah lalu gigi "3
ba$ah yang telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan
memperhatikan inklinasi mesio distal, long a-isnya membuat sudut D= derajat
dengan bidang oklusal inklinasi antero posterior,long a-isnya tegak lurus bidang
oklusal, bagian tepi insisal dan bagian ser)ikal sama jaraknya, tepi insisal 2"3 mm
diatas bidang oklusal, serta dilihat dari bidang oklusal tepi insisal terletak diatas
lingir rahang.
1. Gigi 7'kaninus ba$ah
Tanggul gigitan malam ba$ah dipotong secukup gigi 7 ' kaninus ba$ah lalu 7
ba$ah yang telah digambar porosnya diletakkan ditempatnya dengan
memperhatikan inklinasi mesio"distal : long a-isnya miring' paling condong garis
luar distalnya tegak lurus bidang oklusal, inklinasi antero"posterior. Gigi condong
kelingual'bagian ser)ikal menonjol serta dilihat dari bidang oklusal ujung cusp
terletak diatas lingir rahang, bagian kontak distal berhimpit dengan garis lingir
posterior.
%aat setiap penyusunan gigi ba$ah, selalu kita periksa artikulasi keanterior
dan lateral dengan menggerakan bagian atas artikulator kearah posterior dan
kelateral dimana dapat terlihat tepi tepi insisal saling menyentuh.
B Pen/u&unan gigi p$&*eri$r
%ebelum menyusun gigi posterior terlebih dahulu kita membuat goresan garis
lingir bagian oklusal galangan malam yang sejajar garis lingir pada dasar model.
#enyusunan gigi posterior berdasarkan :
a. Menyusun diatas rahang sehingga terbentuk lengkung gigi
b. Membentuk lengkung'kur)a kompensasi
c. (ubungan gigi"gigi dirahang : inklinasi, o)erbite, o)erjet.
. Pen/u&unan gigi p$&*eri$r atas harus disusun sedemikian rupa sehingga
terbentuk lengkung' kur)a dari sppe dan kur)a dari $ilson dan agar tetap berada
dalam hubungan yang tepat dengan gigi la$annyatidak saja saat oklusi sentris
tetapi juga saat pergerakan protusif dan pergerakan lateral dari rahang ba$ah
selama fungsi pengunyahan.
2. Gigi #"2 atas
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi #"2 atas lalu gigi #"2 atas yang
telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi
mesio"distal : long a-isnya tegak lurus bidang oklusi, inklinasi antero"posterior.
7usp bukal pada bidang oklusi dan cusp palatal kira"kira 2mm diatas bidang
oklusi serta dilihat dari bidang oklusi serta dilihat dari bidang oklusal groo)e
de)elopmental sentral terletak diatas lingir rahang.
3. Gigi #"3 atas
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi #"3 atas lalu gigi #"3 atas yang
telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi
mesio"distal: porosnya tegak lurus bidang oklusal, inklinasi antero"posterior. 7usp
bukal dan cusp palatal terletak pada bidang oklusal serta dilihat dari bidang
oklusal de)elopment groo)e sentralnya terletak diatas lingir rahang.
1. Gigi M"2 atas
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M"2 atas lalu gigi M"2 atas
yang telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan
inklinasi mesio"distal: porosnya condong kedistal, inklinasi antero"posterior, cusp"
cuspnya terletak pada bidang obli;ue dari kur)a antero"posterior yaitu cusp
mesio"palatal terletak pada bidang oklusi, cusp mesio"bukal dan disto"palatal
sama tinggi kira"kira 2mm diatas bidang oklusi dan cusp disto"bukal kira"kira 3
mm daiatas bidang oklusi serta dilihat dari bidang oklusal cusp"cuspnya terletak
pada kur)a lateral.
4. Gigi M"3 atas
%isa tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M"3 atas lalu gigi M"3 atas
yang telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan
inklinasi mesio"distal: porosnya condong kedistal, inklinasi antero"posterior, cusp"
cuspnya terletak pada bidang obli;ue dari kur)a antero"posterior, serta dilihat dari
bidang oklusal permukaan bukal gigi M"3 atas terletak pada kur)a lateral.
E. Pen/u&unan gigi p$&*eri$r )a0a, disusun sedemikan rupa sehingga terbentuk
lengkung sphere dari Monson agar tetap berada dan berhubungan yang tepat
terhadap gigi geligi la$annya, tidak saja saat oklusi sentris tetapi juga saat semua
gerakan dari rahang ba$ah selama pengunyahan.
2. Gigi M"2 ba$ah
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M"2 ba$ah lalu gigi M"2
ba$ah diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio"distal: cusp
mesio"bukal gigi M"2 atas berada digroo)e mesio"bukal gigi M"2 ba$ah.
nklinasi antero"posterior C cusp bukal gigi M"2 (holding cusp) ba$ah berada
difosa sentral gigi geraham atas dan terlihat adanya o)erbite dan o)erjet serta
dilihat dari bidang oklusal cusp bukal gigi geraham ba$ah berada diatas lingir
rahang.
3. Gigi #"3 ba$ah
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi #"3 ba$ah lalu gigi #"3 ba$ah
yang telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan
inklinasi mesio"distal: porosnya tegak lurus bidang oklusal, inklinasi antero"
posteriornya C cusp bukalnya berada pada di fosa sentral gigi #"2 dan #"3 atas
terlihat adanya o)erjet dan o)erbite serta dilihat dari bidang oklusal: cusp
bukalnya berada diatas lingir rahang.
1. Gigi M"3 ba$ah
%isa tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M"3 ba$ah lalu gigi M"3
ba$ah yang telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan
memperhatikan inklinasi mesio"distal, inklinasi antero"posteriornya serta dilihat
dari bidang oklusal: cusp bukalnya berada diatas lingir rahang.
4. Gigi #"2 ba$ah
%isa tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi #"2 ba$ah lalu gigi #"2
ba$ah yang telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan
memperhatikan inklinasi mesio"distal: porosnya tegak lurus bidang oklusal,
inklinasi antero"posteriornya C cusp bukalnya berada pada di fosa sentral gigi #"2
dan 7 atas serta dilihat dari bidang oklusal: cusp bukalnya berada diatas lingir
rahang.
''1 2a3 4$un*$uring Ge+igi Tiruan
Aa- countouring dari geligi tiruan ialah membentuk dasar dari geligi
tiruan malam sedemikian rupa sehingga harmonis dengan otot"otot orofasial
penderita dan semirip mungkin dengan anatomis gusi dan jaringan lunak mulut
oleh karena kontur geligi tiruan malam yang sama dengan kontur jaringan lunak
dalam mulut akan menghasilkan geligi tiruan yang stabil, menjaga denture pada
tempatnya secara tetap dan selaras dengan otot"otot orofasial penderita.
*ontur ini harus sudah terbentuk dengan baik pada saat dilakukan trial
denture agar dapat die)aluasi dengan baik hubungan ma-ilo"mandibular,
estetik,fonetik, stabilitas dan retensi gigi tiruan.
Trial denture adalah geligi tiruan malam yang sudah dilakukan $a-ing,
dan dicoba di dalam mulut penderita untuk melihat estetik, fonetik dan fungsinya
oleh karena itu trial denture harus sudah seperti gigi tiruan jadi, demikian juga
mengenai tebal, batas"batas perifer dan anatomisnya.
6entuk geligi tiruan yang dipoles mempengaruhi retensi dan estetik, oleh
karenanya bentuk permukaan sekitar gigi agar estetik baik, harus dapat meniru
jaringan lunak disekitar gigi, bila bentuknya kurang atau berlebihan akan
mengurangi nilai estetik, dan bentuk akar gigi yang tertanam dalam tulang rahang
harus tetap ditiru serta bagian perifer harus dibentuk sedemikian rupa sehingga
batas"batas perifer geligi tiruan tetap utuh.
Pr$&e(ur Ker5a
%etelah uji coba geligi tiruan malam dalam mulut pasien, kedua geligi
tiruan atas dan ba$ah ditempatkan kembali pada model dalam artikolator, lalu kita
bentuk kontur permukaan luar geligi tiruan ($a- countouring) sedemikian rupa
untuk memenuhi tujuan estetik, retensi dan fonetik serta kebituhan kesehatan.
&da 3 cara membentuk kontur gusi ' $a- countouring yaitu :
&.7&+& L&IG%,IG
Membentuk kontur gusi secara langsung dilakukan dalam mulut pasien pada saat
dilakukan uji coba geligi tiruan malam.
2. *etebalan sayap dikurangi dan diganti dengan malam lunak lalu
tempatkan kembali dalam mulut pasien.
3. ,ntuk bagian fasial : pasien diminta untuk mengerut"erutkan bibirnya dan
pipinya kita gerakan.
1. ,ntuk bagian lingual : pasien diminta menggerakkan lidahnya ke semua
arah.
4. .engan demikian malam lunak akan mengikuti bentuk otot saat berfungsi
dan ketebalannnya sesuai dengan ruangan )estibulum dalam keadaan
berfungsi.
6.7&+& T&* L&IG%,IG
Membentuk kontur gusi secara tak langsung yang paling sering dan la8im
dilakukan :
2. !iksir pinggiran landasan geligi tiruan dengan malam pada model kerja sambil
disesuaikan dengan bentuk cetakan akhir rahang.
3. Lunakkan lempeng lilin di atas lampu spiritus sampai lunak dan bias dibentuk.
1. Tekanlah lilin tersebut pada bagian bukal dan labial dari geligi tiruan atas dan
ba$ah sampai sekitar leher gigi dan bentuk dengan tekanan jari.
4. Tunggu lilin sampai mengeras, kemudian dengan lecron'pisau malam, potong llin
disekitar garis ser)ikal dengan sudut 4?
=
?. 6entuk alur tonjolan akar dari setiap gigi , alurnya makin kea rah apical makin
sempit, kadang"kadang tidak jelas.
B. .aerah interproksimal harus sedikit cembung , meniru daerah"daerah interdental
papilla sehingga higienis serta mencegah pengendapan sisa"sisa makan dan plak.
>. #enyelesaian bagian posterior.
&tasC daerah bukal sampai menutupi tuberositas dan daerah palatal yaitu antara
mukosa bergerak dan tak bergerak.
6a$ah: daerah bukal bila resorpsi sampai minimal , biasanya di daerah molar
dibuat cekung dan daerah lingual dibuat cekung untuk ruang gerak lidah.
D. 6entuk rugae pada langit"langit
<. 6entuk postdam pada model kerja.
2=. (aluskan semua permukaan luar geligi tiruan malam dengan mele$atkan di atas
api.
22. 6uat stippling seperti keadaan jaringan yang sehat dengan menggunakan sikat
yang berbulu kaku.
23. bila keadaan rahang pasien prostusi)e, sayap labialnya dibebaskan dan dibutkan
lidah"lidah . linggir region gigi anterior atas model rahang diradiar sedikit,
sehingga ketika geligi tiruan dipakai akan menekan gusi dan keliahatan gigi
seolah"olah keluarr dari gusi
21. 6ila bagian lingual dan palatal terlalu tebal dapat mengganggu bicara dan bila
bagian lingual geligi tiruan terlalu mencuat maka lidah dapat mengangkat geligi
tiruan sehingga geligi tiruan tidak stabil.
24.%ayap labial harus duduk dengan baik sekitar frenulum labialis, dibuat labial notch.
''6 F+a&king
%etelah bentuk kontur permukaan gigi tiruan malam'$a-ing selesai
dilakukan, lalu geligi tiruan dipendalm dalam suatu kotak metal yang terdiri dari
bagian"bgian yaitu bagian ba$ah dengan FplugG' sumbat di dasarnya dan bagian
atsa s dengan penutup yang digunakan untuk membuat Fsectional moldG , untuk
memampatkan dan memproses resin akrilik saat pembuatan landasan geligi tiruan
dan alat"alat prostetik lainnya yang disebut !L&%*.
!lasking ialah suatu proses penanaman modal dan Ftrial dentureG malam
dalam suatu flask ' cu)et untuk membuat sectional mold. Mold bagian ba$ah
dibuat dengan menanam model dalam gips dan bagian atas dibuat dari 3 adukan
stone yang terpisah diatas denture malam.
#rosedur *erja !lasking' #enanaman Geligi Tiruan
2. Geligi tiruan malam lengkap dicekatkan pada modelnya, lalu dilepaskan dari
articulator.
3. #ilih flask yang ukurannya sesuaio ndengan geligi tiruan lengkap tersebut lalu
model dan geligi tiruan malam diletakkan dalam flask bagian ba$ah untuk
memastikan bah$a flasknya cukuppada dasar model.
1. disini dapat dilihat apakah model dengan geligi tiruan cukup masuk di dalam
flask, harus ada jrak model 5dinding flask paling sedikit 2'D inci dan dapat diliat
pula tingginya gigi"gigi dalam flask, jarak gigi" tutup flask paling sedikit K inci,
bila model terlalu tinggi , dasar model ditrim tetapi jangan merusak groo)e pada
dasar model.
4. %ebelum flasking ulasilah seluruh bagian dalam flask dengan lapisan )aselin tipis
dan plug bagian ba$ah flask diletakkan.
?. %etelah gips mengeras lalu gips dicat dengan air sabut.
B. 6uatlah adonan ston dan kuaskan pada geligi dam malm geligi tiruan sambil
degetar"getarkan untuk mencegah terjadinya gelembung"gelembung udara. #asang
flask bagian atas tanpa tutup, lalu isikan stone kedalam flask sampai batas
permukaan oklusal gigi"gigi.
>. %etelah stone mengeras, buatlah adonan stone kedua dan tuanglah ke dalam flask
smpai penuh lalu flask ditutup dan ditaruh di ba$ah press.
D. %etelah stone mengeras, rendamlah flask dan press dalam air berdidih selama ?
menit, yang akan melunakkan malam dari geligi tiruan sehingga malam mudah
diangkat dari mold $aktu flask dibuka. %etelah ? menit, keluarkan flask dari air
mendidih dan buka perlahan"lahan dengan memasukkan suatu alat pada slot
antara bagian atas dan bagian ba$ah flask, kemudian putar perlahan"lahan
sehingga terpisah.
<. 6uang semua malam dari geligi tiruan , semua gigi"gigi tinggal di mold bagian
flask atas, kemudian siram dengan air mendidih sampai tak ada lagi sisa 5sisa
malam , ddemikian pula pada flask bagian ba$ah. *alau masih ada residu malam,
siram dengan air detergen panas, kemudian bials dengan air mendidih kembali
sehingga tak ada lagi detergen yang tertinggal. *alau ada gigi"gigi yang lepas,
kembalikan lagi pada tempatnya yang tepat.
2=. %ambil menunggu flask dingin, operator hendaknya mempersiapkan posterior
palatal seal ( untuk retensi) dan daerah"daerah akan di relief ( untuk mengurangi
daya pada daerah"daerah tertentu) pada model atas.
22. ,ntuk mencegah cairan resin terserap ke permukaan mold, ulasilah mold dengan
cairan tinfoil untuk menseal porositas dari stone. 7airan tinfoil akan kering dan
segera melekat pada stone. #elapisan pertama dibiarkan kering dudlu, baru
dilakukan pelapisan kedua dengan cara yang sama sampai kering. #rosedur ini
harus menghasilkan permukaann yang halus dan mengkilap.
''7 Pa8king
#acking adalah proses mencampur monomer dan polimer resin akrilik.
#rosedur kerja packing:
a. 6ubuk polimer $arna ditaruh pada permukaan fasial dari mold
b. Lalu monomer dituangkan ke polimer dengan kuas sampai polimernya menyatu
c. Tambahkan polimer dadu muda keputih"putihan ke mold geligi tiruan pada
daerah tonjolan cuspid dan tonjolan"tonjolan permukaan fasial lainnya, $arna
dadu keputih"putihan ini member $arna yang biasa terlihat pada jaringan"jaringan
diatas tonjolan"tonjolan.
d. Tambahkan monomer ke polimer dengan kuas sampai bubuknya menyatu
e. Tambahkan selapis polimer dadu muda kira"kira setebal 2 mm ke mold untuk
membentuk 2'1 bagian sayap dekat pinggiran landasan geligi tiruan. %ambil
membentuk pinggiran landasan geligi tiruan bagian jarinagn
al)eolar,campurkanlah beberapa serat"serat nilon merah ke bubuk lapsan
pinggiran untuk meniru pembuluh darah yang disusun secara tidak teratur,untuk
meniru pembuluh"pembuluh darah pada jaringan yang hidup. *emudian
tambahkan sedikit polimer dadu muda dilapisan yang mengandung serat"serat
nilon.
f. 6ila pasien mempunyai $arna tua pada jaringan di ruang nterdenta dan pinggiran,
berikanlah polimer dadu tua di bagian tersebut.
g. Tambahkan selapis polimer dadu tua setebal 2 mm pada bagian 2'1 sayap dekat
pinggiran di atas pe$arna dadu muda yang terdahulu, campurkan beberapa serat
nilon merah pada lapisan polimer dan monomer ini, kemudian tambahkan sedikit
lebih polimer dadu tua. Gunakan polimer dadu muda untuk mencampur $arna
pinggiran ke $arna bagian leher gigi"gigi dan ruang interdental dengan tidak ada
batas perbedaan $arna. 6ila bubuk polimer pe$arna dan serat"serat nilon
diberikan dengan hati"hati sebelum terjadi gumpalan resin akrilik $aktu packing,
$arna landasan geligi tiruan akan mirip dengan jaringan hidup.
h. #encampuran resin akrilik yang benar antar polimer dan monomer sanagt penting
dan rasio yang dianjurkan pabrik yang harus digunakan yaitu 1 bagian polimer
dan 2 bagian monomer dalam )olume. 6iasanya 2= cc monomer dan 1= cc
polimer cukup untuk packing satu geligi tiruan. 7ara pencampuran ialah monomer
dituangkan dalam mi-ing jar prselen ynag bersih dan masukkan polimer sampai
semua caira terserap oleh bubuk. &duklah dengan spatula stainless steel samapai
monomer dan polimer tercampur dengan baik. #asang tutupnya mi-ing jar untuk
mencegah menguapnya monomer saat polimerisasi. &donan didiamkan kira"kira
selama $aktu yang dianjurkan pabrik. :ar dibuka dan bahan dites dengan spatula.
:ika adonan sudah lunak tetapi tidak lengket, tidak menempel pada dinding
mi-ing jar, berarti sudah dough stage dan siap dimasukkan komold. :ika $aktunya
monomer melunakkan polimer (sebelum resin akilik dipacking) terlalu singkat
maka permukaan halus dari geligi tiruan akan berlubang"lubang halus.
i. #acking resin akrilik yang sudah dough stage ke dalam mold ke daerah sekitar
gigi 5gigi dengan jari telunjuk yang terbungkus cellophane demek tetapi kering.
&donan dipacking satu arah untuk menghindari terjebaknya ha$a udara antar
resin akrilik dan mold. Gunakan bahan yang cukup untuk menjamin mold harus
dipacking lebih pada penutupan flask pertama.mi-ing jar ditutup saat prosedur
packing percobaan agar monomer tidak menguap dari resin akrilik. Letakkan
cellophane demek tak berair diatas resin akrilik dan flask bagian ba$ah
diletakkan, tekan dengan tangan lalu kedua bagian flask tersebut ditaruh diba$ah
bench press dan flask ditutup perlahan 5lahan untuk member cukup $aktu pada
resin akrilik untuk mengalir.
j. !lask dikeluarkan dari press,bagiannya dibuka hati"hati dan cellophane
disingkirkan. *elebihan esin akrilik pada pinggiran mold dibuang dengan lecron
tajam. Tmbahkan sedikit esin pada landasan geligi tiruan di 1 atau 4 tempat,taruh
cellophane demek lagi (baru) di atas resin akrilik dan flask bagian ba$ah
diletakkan, tekan dengan tanagan lalu press dengan bench press. !lask dibuka
lagi, cellophane disingkirkan dan kelebihan resin dibuang lagi. Teruskan trial
closure ini sampai mold terisi padat,sema kelebihan resin dibuang dan bagian"
bagian flask berkontak metal la$an metal.
k. %ebelum final closure dari flask, tinfoil dipasang dan ulasi tinfoil cair pada
permukaan model di flask bagian ba$ah. Tunggu coating pertama kering lalu
lakukan coating kedua, karema cellophane tidak digunakan pada final closure.
l. #enambahan tulisan identitas dengan menggunakan kertas karbon agar kelihatan
nyata. 6asahi kertas tersebut dengan air, dengan hati"hati letakan pada resin
akrilik yang lunak dengan hurufnya menghadap keatas dan atur seperti tulisan
tersebut terlihat pada geligi tiruan yang sudah jadi.
m. !lask ditutup perlahan"lahan dan taruh flask dalam suatu pengapit untuk
processing. *etika processing deposit'endapan karbon ditransfer dari kertas rokok
ke resin akrilk lunak dengan tekanan. %etelah processing'curing resin akrilik,
kertas rokok tersebut dibuang dari landasan geligi tiruan dengan digosok"gosok
perlahan"lahan, meninggalkan tulisan pada geligi tiruan.
''9 Pr$8e&&ing : 4uring
#roses curing adalah polimerisasi antara monomer yang bereaksi dengan
polimernya bila dipanaskan atau ditambah 8at kimia lainnya
#olimerisasi ada 3 cara yaitu:
2. %ecara klinis yang disebut heat curing
3. %ecara khemis (8at kimianya sudah ditambahkan dalam monomer) yang disebut
cold'self curing
#emberian panas dapat berupa:
2. .ry heat terjadi bila dipanaskan dengan udara kering
3. Eapour heat terjadi bila dipanaskan dengan uap panas
1. Aater heat terjadi bila dipanaskan dengan air panas, yang biasa digunakan di
laboratorium
#emberian panas ini harus teratur karenareaksi kimia antara monomer dan
polimer itu sendiri bersifat e-othermis. 6ila polimerisasi telah dimulai maka
temperatur resin akrilik akan jauh lebih tinggi dari airnya dan monomernya akan
berdidih pada temperatur 323
=
! ' 2==
=
7. oleh karena itu pada tahap permulaan
polimerisasi, temperature air harus dijaga jangan terlalu tinggi. .engan demikian
panas yang timbul dari reaksi polimerisasi dapat dialirkan ke bahan in)estingnya,
dan pemanasan yang berlebihan sehingga monomer mendidih akan
mengakibatkan terjadinya porositas pada hasil curing. #orositas dapat juga
disebabkan oleh mold yang kurang terisi atau selama curing kuang dipress
sehingga terjadi shrinkage porosity.
''#; De<+a&king
alah melepaskan geligi tiruan resin akrilik dari flask dan bahan
tananmnya tapi tidak boleh lepas dari model rahangnya supaya geligi tiruan dapat
diremounting di articulator kembali persis seperti sebelum proses flasking,
packing, dan curing.
7aranya ialah:
2. Mold geligi tiruan dilepaskan dari flask.
3. Gergai dinding luar dari stone mold dari atas ke ba$ah pada daerah kaninus
kanan dan kiri dan pada uung distalnya kanan dan kiri, hati"hati angan sampai
kena geligi tiruanya.
1. Lalu bongkar sekat stone mold perlahan"lahan, lepas dari permukaan fasial gigi"
gigi denagn pisau gips.
4. %tone pada permukaan lingual gigi"gigi di trim'dipangkas, yang memperkecil
kesempatan patahnya gigi"gigi.
1.1.22 #emasangan *embali dan #engasahan %elektif
#emasangan kembali geligi dalam artikulator bertujusn untuk mengkoreksi
hubungan oklusi yang tidak harmonis dari geligi tiruan yang baru selesai diproses.
%etiap perubahan dalam kontak oklusal dari geligi tiruan setelah selesai
diproses, harus diperbaiki dengan mengembalikan geligi tiruan akrilik beserta
model kerjanya pada artikulator sebelum geligi tiruan akrilik dilepaskan dari
model kerjanya.
#erbaikan oklusi dilakukan dengan cara :
Mengembalikan tinggi )ertikal sesuai dengan tinggi )ertikal sebelum geligi tiruan
diproses
Memperbaiki oklusi eksentrik
#ada saat pemasangan geligi tiruan dalam artikulator, dimensi )ertikal
oklusal ditetapkan kembali dengan pengasahan selektif. 7usp palatal gigi atas dan
cusp bukal gigi ba$ah atau holding cusp yang mempertahankan dimensi )ertikal
tidak boleh diasah. 0klusi diperbaiki dengan spot grinding selektif sampai
incisal guide pin berkontak dengan meja insisal dalam hubungan sentris.
Me%per$+e, ke%)a+i (i%en&i =er*ika+ $k+u&a+
/lemen kondil dikunci dalam hubungan sentris sehingga hanya suatu
gerakan engsel yang mungkin dilakukan. *atupkan gigi"gigi tersebut diatas pita
ketik sutra gigi, kertas karbon atau kertas artikulasi dengan mengatupkan
artikulator. #ermukaan gigi yang menyimpang kontak oklusalnya terlihat
ber$arna.
%etelah menandai kontak"kontak yang menyimpang pada oklusi sentris,
lepaskan kunci elemen kondil dan gerakkan gigi"gigi ke oklusal kerja, seimbang
dan protrusif untuk menandai kontak oklusi yang menyimpang dalam oklusi
eksentris. *ontak"kontak yang menyimpang dari oklusi sentris hanya dikurangi
untuk memperoleh kembali dimensi )ertikal oklusal dan $arna yang berbeda akan
membantu membedakan antar kontak yang menyimpang dalam oklusi sentris
dengan yang dalam oklusi eksentris.
,ntuk memperoleh kembali dimensi )ertikal oklusal, satu dari kedua
permukaan gigi yang berla$anan dari setiap kontak yang menyimpang dalam
oklusi sentris harus dikurangi. #ermukaan gigi yang dikurangi dipilih sesuai
dengan dua hukum dasar, yaitu:
:ika cuspnya terlalu tinggi dalam oklusi sentris dan eksentris, ketinggian cusp
dikurangi
:ika cuspnya terlalu tinggi dalam oklusi sentris tetapi tidak dalam oklusi
eksentris, fossanya diperdalam. #engurangan cusp atau fossa terpilih dengan stone
kecil bulat, pengurangannya cukup sampai pada substansi gigi untuk
menghilangkan kontak oklusal yang menyimpang.
Penga&a,an &e+ek*i<
#engasahan selektif ialah memodifikasi permukaan oklusal gigi"gigi
dengan mengasahnya pada tempat"tempat selektif sesuai dengan eraturan yang
berlaku. #engasahan ini menghilangkan kontak oklusal yang menyimpang kontak"
kontak gigi yang menyimpangklan rahang ba$ah dari alur penutupan normal
hingga relasi sentris.
Langkah a$al dari pengasahan selektif adalah selalu untuk memperoleh
kembali dimensi oklusal.
%etelah menghilangkan kontak a$al yang menyimpang, tandai setiap
kontak yang menyimpang tambahan. /lemen kondil harus selalu terkunci dalam
relasi sentris ketika kontak"kontak yang menyimpang dalam oklusi snetris
ditandai, kemudian kunci dilepaskan untuk menandai kontak"kontak yang
menyimpang dalam oklusi eksentris. Lanjutkan pengasahan selektif sampai jarum
penunjuk insisal menyentuh meja insisal, menunjukkan dimensi )ertikal oklusal
telah diperoleh kembali. #ada saat ini $arna penunjuk dapat terlihat disemua
permukaan oklusal, menunjukkan bah$a gigi"gigi dalam oklusi eksentris.
%etelah dimensi )ertikal oklusal diperoleh kembali, ada 1 hukum
tambahan yang harus diperhatikan C
(olding cusp' cusp palatal gigi atas tidak boleh dikurangi
(olding cusp' cusp fasial gigi ba$ah tidak boleh dikurangi
!ossa gigi tidak boleh diperdalam
''#" Pen/e+e&aian Gigi Tiruan
#enyelesaian geigi tiruan terdiri dari menyempurnakan bentuk akhir geligi
tiruan dengan membuang sisa"sisa resin akrilik pada batas geligi tiruan, sisa"sisa
resin akrilik atau stone yang tertinggal sekitar gigi,tonjolan"tonjolan akrlik pada
permukaan landasan geligi tiruan akibat dari processing.
''#' Pe%$+e&an Gigi Tiruan
#emolesan geligi tiruan terdiri dari menghaluskan dan mengkilapkan
geligi tiruan tanpa mengubah konturnya.
Gunakan rag $heel (putih) dan pumice halus untuk memoles tepi
permukaan lingual dan palatal geligi tiruan. *arena rag $heel dapat merusak
kontur asli dan stain pada permukaan fasial,maka tidak boleh menyentuh
permukaan fasial geligi tiruan
(ilangkan semua kekasaran dari permukaan fasial ynag distain dengan
brush $heel putih dan bubuk pumice halus yang basah. #ada permukaan fasial
digunakan tekanan seringan mungkin dan putara roda serendah mungkin
''#- Repara&i
alah suatu tindakan perbaikan ' pembetulan dari geligi tiruan denagn
tuuan memperbaiki kelainan, kerusakan, retensi, dan stabilisasi, setelah geligi
tiruan dipakai pasien.
+eparasi geligi tiruan dilakukan karena geligi tiruan mengalami:
2. Longgar
a. +elining
b. +ebasing
3. *erusakan pada landasan geligi tiruan yang la8im teradi
a. +etak
b. #atah
Pera0a*an pre in&er&i
2. #reparasi mulut
%ecara gaeis besar ada 3 tahapan preparasi mulut. #ertama, dalam proses ini
biasanya langkah"langkah pendahuluan, seperti tindakan bedah dan pera$atan
periodontal. Tinadakan ini dilakukan untuk mempersiapkan mulut pasien
menerima gigi tiruan yang akan dipakainya. Tahapan peertama ini ditujukan untuk
menciptakan lingkungan mulut yang sehat.
*edua, mulut pasien perlu dipersiapkan untuk pemasangan geligi tiruan yang
akan dibuat. .alam tahapan ini dilakukan proses pengubahan kontur, mencari
bidang bimbing, dan menciptakan daerah"daerah untuk retensi mekanis.
#ermukaan jaringan yang akan dipreparasi ditandai pada model diagnostik. Model
dipakai sebagai peta atau petunjuk untuk melaksanakan perubahan"perubahan.
3. Tindakan bedah praprostetik
#ersiapan tindakan bedah, seperti pencabutan gigi, pembedahan gigi impaksi,
tulang atau jaringan hendaknya dilakukan secepat mungkin. Memang ada pula
pengecualian dalam hal ini, umpamanya ekstraksi perlu ditangguhkan sampai
dapat dilakukan pembuatan geligi tiruan imidiat. .engan cara ini protesa
dimanfaatkan sebagai pelindung luka sampai sembuh, sehingga membantu
mencegah resopsi tulang berlebihan.
/ksostosis yang emngganggu desain geligi tiruan, harus dibuang secara bedah,
bila tidak dapat lagi diatasi dengan cara non"bedah. #embuangan daerah ini
tergantung pada ukuran, lokasi dalam kaitan dengan prothesa yang akan dibuat
serta kualitas dukungan tulang al)eolar.
:aringan hiperplastik yang mengganggu desain dan stabilitas, termasuk
pembesaran tuberositas, mukosa kendur, papilomatosis palatal atau epulis.
!renulum labialis atas dan lingualis ba$ah mungkin paling sering menimbilkan
gangguan pada desain geligi tiruan, karena itu mungkin pula membutuhkan
tindakan bedah.
#ada kasus dimana dijumpai pembesaran tuberositas dan mengganggu ruang
intermaksila, perlu dibuat rontgen foto terlebih dahulu untuk melihat lokasi sinus
dan kemungkinan dilakukan tindakan bedah.
Pera0a*an p$&* in&er&i
#asien diinformasikan bah$a akan ada perubahan suara dan rasa tidak nyaman
setelah pemasangan gigi tiruan, namun hal itu tidak berlangsung lama dan akan
kembali normal
#asien diintruksikan untuk memakai prothesa siang dan malam untuk 3"1 hari
pertama pemakaian dan hanya dilepas untuk dibersihkan setelah makan, sebelum
tidur, dan pagi hari. (al ini dimaksudkan untuk mempercepat penyesuaian
mukosa terhadap bentuk gigi tiruan yang baru
#asien diintruksikan untuk membaca atau bicara keras"keras selama 3=menit'hari
untuk penyesuaian dengan prothesa serta sering minum untuk membasahi rongga
mulutnya
#asien diintruksikan untuk kontrol 1"4 haro setelah pemakaian prothesa untuk
pasien biasa dan 2"3 hari untuk pasien yang memiliki kasus mukosa yang sudah
menua dan mudah luka
.(/
Gigi tiruan dibersihkan dengan sikat gigi dan pembersih khusus, maca
pembersihnya yaitu :
#embersih yang dapat beroksidasi ( mengandung alkali perkarbonat)
Larutan hipoklorida
#embersih asam mineral
6ubuk dan pasta yang mengandung bahan abrasif ringan
Gigi tiruan hendaknya dibersihkan setelah selesai makan dan direndam dengan
air untuk mencegah pengeringan
Mukosa pendukung dibersihkan dengan sikat gigi yang lembut dan perlahan
untuk menghindari kerusakan mukosa selama 2"3 menit tiap pagi dan malam hari.
III INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI GTL
ndikasi GTL anrata lain :
2. /dentulous ridge
3. #asien yang seluruh giginya telah tanggal atau dicabut
1. #asien yang masih punya beberapa gigi yang harus dicabut karena kerusakan gigi
yang masih ada dan tidak mungkin diperbaiki
4. 6ila dibuatkan GT% gigi yang masih ada akan mengganggu keberhasilannya
(prognosis GT%L buruk)
?. *eadaan mulut dan kondisi pasien baik
B. +esorbsi tulang berlebihan
>. &da persetujuan mengenai $aktu, biaya, prognosa yang akan diperoleh
*ontra indikasi GTL antara lain:
2. #asien yang tidak kooperatif
3. #asien dengan usia lanjut, harus mempertimbangkan sifat dan kondisi pasien
tersebut
1. &danya penyakit sistemik yang diderita pasien
4. 0( yang buruk
?. +i$ayat alergi bahan
BAB I>
PENUTUP
4.2 *esimpulan
Gigi tiruan lengkap (GTL) adalah gigi tiruan yang dibuat untuk menggantikan
semua gigi asli beserta bagian jaringan gusi yang hilang, karena apabila seseorang
telah hilang semua gigi geliginya, maka dapat menghambat fungsi pengunyahan,
fungsi fonetik, fungsi estetik dan dapat mempengaruhi keadaan psikis, dalam hal
membuat gigi tiruan dibutuhkan retensi dan stabilisasi yang baik agar
meningkatkan kenyamanan bagi pemakai gigi tiruan, retensi dan stabilisasi yang
baik akan tercapai jika operator melakukan pemeriksaan yang lengkap, diagnosa
yang tepat dan pera$atan yang akurat, hingga retensi dan stabilisasi dicapai
dengan baik, tak luput pula dalam hal pencetakan karena dengan mencetak batas"
batas anatomis gigi akan didapatkan sebagai retensi dan stabilisasi
DAFTAR PUSTAKA
Aatt, .a)id M dan MacGregor, &. +oy. 2<<3. 'embuat &esain Gigi Tiruan
!engka%. :akarta: (ipokrates. #p : 2D>"2<>
A.(. tjiningsih. 2<<1. Geligi Tiruan !engka% !e%as. :akarta: /G7. #p : B3">1
Gunadi, (aryanto. &C 6urhan, Lusiana &.C %uryatenggara, !reddy. 2<<?. Ilmu
Geligi Tiruan Sebagian !e%asan 0ilid 1. :akarta: (ipokrates. #p : 223"22B
Larb, George &. 3==3. Buku Ajar Prostodonti untuk Pasien Tak Bergigi 'enurut
Boucher. :akarta: /G7. #p : 3B2"3B1
http:''$$$.scribd.com'doc'1D2<?B2D'laporan"gigi"tiruan"lengkap
http:''ysagobras.blogspot.com'3==<'=4'gigi"tiruan"lengkap"akrilik.html
6asker, +.M., .a)enport. :.7. and Tomlin, (.+. 2<<B. Pera(atan Prostodontik
bagi Pasien Tak Bergigi 2terj.3, /disi . :akarta : /G7
%oelarko, +. M. dan Aachijati, (., 2<D=, &iktat Prostodonsia +ull &enture,
!*G ,nnpad, 6andung.
%$enson, M. G., 2<B=, 4om%lete &enture, ?
th
ed., 7. E. Mosby 7o.,
%aint Louis.
http:''$$$.scribd.com'doc'3B=?2?DD'GTL"asih