Anda di halaman 1dari 14

PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGI PADA BANGUNAN RESORT

DI KAWASAN PUNCAK
Diana susilowati
Irma Ramanadhia
diana_susilowati@staff.gunadarma.ac.id
ABSTRAKSI
Pelaksanaan dan perencanaan arsitektur ekologi atau yang biasa disebut dengan eko
arsitektur tidak dapat disamakan dengan perencanaan arsitektur masa kini karena, seperti telah
ditentukan, perencanaan eko arsitektur harus dimengerti sebagai proses dengan titik permulaan
terletak lebih awal. Dimana ekologi itu ialah ilmu tentang hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam pemilihan material, teknologi, struktur,
pencahayaan, orientasi bangunan, dan pengudaraan ruangan sangat mempengaruhi bangunan
untuk saling timbal balik dengan lingkungannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk
menjawab pertanyaan penelitian mengenai penerapan arsitektur ekologi.
Dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk menganalisis permasalahan material,
teknologi, struktur, pencahayaan, orientasi bangunan, hingga pengudaraan ruangan pada
bangunan tradisional khas jawa barat serta aplikasi-aplikasi apa saja yang bisa diterapkan dalam
mengembangkan aristektur ekologi ini didalam bangunan resort di kawasan Puncak Jawa Barat.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan Thalita esort telah menerapkan
ekologi pada kawasan agrowisatanya, khususnya dilihat dari segi ilmu arsitektur. !aterial yang
banyak dipakai merupakan jenis material yang dapat dikembalikan kembali pada lingkungan.
Dilihat dari segi pencahayaan dan pengudaraan ruangannya memang mengarah pada alam,
dengan letak orientasi bangunan yang dominan menghadap selatan menjadi pusat view melihat
pemandangan dan juga bangunan yang menghadap selatan merupakan kemampuan yang paling
baik dalam menahan panas.
"ata kunci # $rsitektur, ekologi, arsitektur ekologi
PENDAHULUAN
$rsitektur ekologi merupakan pembangunan berwawasan lingkungan, dimana
meman%aatkan potensi alam semaksimal mungkin &sumber# Wikipedia Indonesia'. "ualitas
arsitektur biasanya sulit diukur, garis batas antara arsitektur yang bermutu dan yang tidak
bermutu. "ualitas arsitektur biasanya hanya memperhatikan bentuk bangunan dan
konstruksinya, tetapi mengabaikan yang dirasakan oleh pemakai dan kualitas hidupnya.
Biasanya $rsitektur (kologi diterapkan dalam meman%aatkan lingkungan yang ada seperti
penerapannya pada Resort, Real Estate, dan lain-lain. Dalam kajian ini peneliti akan mengkaji
mengenai $rsitektur (kologi secara penerapannya yang lebih spesi%ik pada Resort.
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Resort
Berdasarkan literatur yang berasal dari sumber # http#))en.wikipedia.org)wiki)esort
*aitu resort merupakan tempat yang biasa digunakan untuk relaksasi atau rekreasi, menarik
pengunjung untuk berlibur atau pariwisata. Resort termasuk bangunan komersial yang
dioperasikan oleh satu perusahaan, biasanya resort berada diwilayah pegunungan atau tepi
pantai. +umber lain ada yang mengatakan bahwa resort adalah suatu perubahan tempat tinggal
untuk sementara bagi seseorang di luar tempat tinggalnya dengan tujuan antara lain untuk
mendapatkan kesegaran jiwa dan raga serta hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga
dikaitkan dengan kepentingan yang berhubungan dengan kegiatan olahraga, kesehatan,
kon,ensi, keagamaan serta keperluan usaha lainnya. &Dirjen Pariwisata , Pariwisata Tanah air
Indonesia, hal. -., /o,ember, -011'.
Pengertian Ekoogi
(kologi biasanya dimengerti sebagai hal-hal yang saling mempengaruhi segala jenis
makhluk hidup &tumbuhan, binatang, manusia' dan lingkungannya &cahaya, suhu, curah hujan,
kelembapan, topogra%i, dsb'. Demikian juga proses kelahiran, kehidupan, pergantian generasi,
dan kematian yang semuanya menjadi bagian dari pengetahuan manusia. Proses itu berlangsung
terus dan dinamakan sebagai 2hukum alam3.
(kologi dide%inisikan sebagai ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup
dengan lingkungannya. 4stilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Haeckel, seorang ahli
biologi, pada pertengahan dasawarsa -156-an. (kologi berasal dari bahasa *unani, oikos yang
berarti rumah, dan logos yang berarti ilmu, sehingga secara hara%iah ekologi berarti ilmu tentang
rumah tangga makhluk hidup &"4+T$/T7, 4r.Philip. 8668. Ekologi Industri, (d.4. $/D49
*ogyakarta.--'.
(kolog De Bel mengemukakan, bahwa ekologi adalah suatu :study of the total impact of
man and other animals on the balance of nature;. umusan ekologi yang menekankan pada
hubungan makhluk hidup dikemukakan dalam buku <illiam H. !atthews et. $l. sebagai
berikut# :ecology focuses the interrelationship between living organism and their environment;,
sedang rumusan Joseph ,an =leck lebih mengetengahkan isi dan akti,itas hubungan makhluk
hidup, yaitu :ecology is study of such communities and how each species takes to meet its own
needs and contributes toward meeting the need of its neighbours;. De%inisi ekologi menurut
7tto +oemarwoto adalah :ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan
lingkungannya;. &H$DJ$+7(!$/T4, "oesnadi. Hukum Tata ingkungan, >et. "e--8,
(disi ke-5. ?adjah !ada @ni,ersity Press9*ogyakarta. -005. 8'
Ekoogi !an Eko"Arsitekt#r
$tas dasar pengetahuan dasar-dasar ekologi yang telah diuraikan, maka perhatian pada
arsitektur sebagai ilmu teknik dialihkan kepada arsitektur kemanusiaan yang memperhitungkan
juga keselarasan dengan alam dan kepentinagn manusia penghuninya. Pembangunan rumah atau
tempat tinggal sebagai kebutuhan kehidupan manusia dalam hubungan timbal balik dengan
lingkungan alamnya dinamakan arsitektur ekologis atau eko-arsitektur. &"rusche, Per et sl.
7ekologisches Bauen. <iesbaden, Berlin -018. Hlm.A '
?ambar - "onsep eko-arsitektur yang holistis &sistem keseluruhan'
&!umber " Hein# $rick% &''(% Hal% )''
+ebenarnya, eko-arsitektur tersebut mengandung juga bagian-bagian dari arsitektur
biologis &arsitektur kemanusiaan yang memperhatikan kesehatan', arsitektur alternative,
arsitektur matahari &dengan meman%aatkan energi surya', arsitektur bionic &teknik sipil dan
konstruksi yang memperhatikan kesehatan manusia', serta biologi pembangunan.(ko-arsitektur
tidak menentukan apa yang seharusnya terjadi dalam arsitektur karena tidak ada si%at khas yang
mengikat sebagai standar atau ukuran baku. /amun, eko-arsitektur mencakup keselarasan
antara manusia dan lingkungan alamnya.
-. Penyelidikan kualitas
Tujuan setiap perencanaan eko-arsitektur yang memperhatikan cipta dan rasa adalah
kenyamanan penghuni. +ayangnya, kenyamanan tidak dapat diukur dengan alat sederhana
seperti lebar dan panjang ruang dengan meter, melainkan seperti yang telah diuraikan tentang
kualitas , penilaian kenyamanan selalu sangat subjekti% dan tergantung pada berbagai %aktor.
"enyamanan dalam suatu ruang tergantung secara immaterial dari kebudayaan dan kebiasaan
manusia masing-masing, dan secara material terutama dari iklim dan kelembapan, bau dan
pencemaran udara.
8. Bentuk dan struktur bangunan
Bentuk dan struktur bangunan merupakan masalah kualitas dalam perencanaan eko-
arsitektur, walaupun terdapat beberapa masalah kualitas yang lain yang berhubungan, terutama
kualitas bentuk yang tidak dapat diukur maupun diberi standar.
.. Pencahayaan dan warna
Pencahayaan dan warna memungkinkan pengalaman ruang melalui mata dalam
hubungannya dengan pengalaman perasaan. Pencahayaan &penerangan alami maupun buatan'
dan pembayangan mempengaruhi orientasi di dalam ruang.
Pencahayaan lewat Pencahayaan lewat Pencahayaan lewat
lubang
lubang jendela di tengah lubang pintu di tengah jendela disudut ruang
dinding dinding
?ambar 8 Pencahayaan dan bayangan mempengaruhi orientasi di dalam ruang
&!umber " Hein# $rick% &''(% Hal% *('
(ko-arsitektur
$rsitektur
biologis
$rsitektur surya
Bionik-struktur
alamiah
$rsitektur
alternatif
Bahan dan
konstruksi yang
ekologis
Bagian ruang yang tersinari dan yang dalam keadaan gelap akan menentukan nilai psikis
yang berhubungan dengan ruang &misalnya dengan perabot, lukisan, dan hiasan lainnya'.
>ahaya matahari memberi kesan ,ital dalam ruang, terutama jika cahaya tersebut masuk dari
jendela yang orientasinya ke timur..
7leh karena pencahayaan matahari di daerah tropis mengandung gejala sampingan dengan
sinar panas, maka di daerah tropis tersebut manusia sering menganggap ruang yang agak gelap
sebagai sejuk dan nyaman. $kan tetapi, untuk ruang kerja ketentuan tersebut melawan
kebutuhan cahaya untuk mata manusia. "arena pencahayaan buatan dengan lampu dan
sebagainya mempengaruhi kesehatan manusia, maka dibutuhkan pencahayaan alam yang terang
tanpa kesilauan dan tanpa sinar panas. @ntuk memenuhi tuntutan yang berlawanan ini, maka
sebaiknya sinar matahari tidak diterima secara langsung, melainkan dicerminkan)dipantulkan
sinar tersebut dalam air kolam &kehilangan panasnya' dan lewat langit-langit putih berkilap
yang menghindari penyilauan orang yang bekerja di dalam ruang.
?ambar . ?edung perkantoran atau industri bertingkat yang menggunakan pencahayaan alam
tanpa sinar panas dan tanpa penyilauan
&!umber " +iss, ,iklos% -eue Erkenntnisse #um Thema Tageslichtnut#ung% .i dalam " ,a/alah
!I01, -o%23% 4 rich &''5% Hlm%&&6(7&&6' '
"enyamanan dan kreati,itas dapat juga dipengaruhi oleh warna seperti dapat dipelajari pada
alam sekitar dengan warna bunga. 7leh karena itu, warna adalah salah satu cara untuk
mempengaruhi ciri khas suatu ruang atau gedung. !asing-masing warna memiliki tiga ciri
khusus, yaitu si%at warna, si%at cahaya &intensitas cahaya yang dire%leksi', dan kejenuhan warna
&intensitas si%at warna'. !akin jenuh dan kurang bercahayanya suatu warna, akan makin
bergairah. +ebaliknya, hawa na%su dapat diingatkan dengan penambahan cahaya.
Pada praktek pengetahuan, warna juga dapat diman%aatkan untuk mengubah atau
memperbaiki proporsi ruang secara ,isual demi peningkatan kenyamanan. !isalnya #
& Tomm, $rwed. 7ekologisch Planen und Bauen. Braunschweig -008. Hlm.8. '
Bangit-langit yang terlalu tinggi dapat 2diturunkan3 dengan warna yang hangat dan agak
gelap
Bangit-langit yang agak rendah diberiwarna putih atau cerah, yang diikuti oleh 86 cm dari
dinding bagian paling atas juga diberi warna putih, yang memberi kesan langit-langit seakan
melayang dengan suasana yang sejuk.
<arna-warna yang akti% seperti merah atau oranye pada bidang yang luas memberi kesan
memperkecil ruang.
uang yang agak sempit panjang dapat berkesan pendek dengan memberi kesan
memperkecil ruang.
uang yang agak sempit panjang dapat berkesan pendek dengan memberi warna hangat
pada dinding bagian muka, sedangkan dapat berkesan panjang dengan menggunakan warna
dingin.
Dinding samping yang putih memberi kesan luas ruang tersebut.
Dinding tidak seharusnya dari lantai sampai langit-langit diberi warna yang sama. Jikalau
dinding bergaris hori#ontal ruang berkesan terlindung, sedangkan yang bergaris vertical
berkesan lebih tinggi.
C. "eseimbangan dengan alam
Pada penentuan lokasi gedung tersebut diperhatikan %ungsi dan hubungannya dengan alam,
seperti matahari, arah angina, aliran air dibawah tanah, dan sebagainya. +etiap serangan
terhadap alam mengakibatkan suatu luka yang mengganggu keseimbangannya. 7leh karena
setiap benda memiliki hubungan langsung dengan benda-benda lainnya, maka masuk akal
apabila setiap perubahan pada suatu titik tertentu membutuhkan penyelesaian masalah yang
harus dilakukan didalam batas ruangan. Dengan sadar atau tidak sadar manusia telah
menghancurkan keseimbangan dengan alamnya sehingga terjadi ketidakseimbangan antara
makrokosmos dan mikrokosmos. +eperti manusia dalam lingkungan ilmiah, sebenarnya menjadi
spesialis hanya dalam aspek keahliannya tetapi tetap bersatu didalam wadah kemanusiaan.
!aka pengertian keseimbangan dengan alam mengandung kesatuan makhluk hidup &termasuk
manusia' dengan alam sekitarnya secara holistis
D. $lam dan iklim tropis
Dalam rangka persyaratan kenyamanan, masalah yang harus diperhatikan terutama
berhubungan dengan ruang dalam. !asalah tersebut mendapat pengaruh besar dari alam dan
iklim tropis di lingkungan sekitarnya, yaitu sinar matahari dan orientasi bangunan, angin, dan
pengudaraan ruangan, suhu dan perlindungan terhadap panas, curah hujan dan kelembapan
udara.
5. +inar matahari dan orientasi bangunan
+inar matahari dan orientasi bangunan yang ditempatkan tepat diantara lintasan matahari
dan angin, serta bentuk denah yang terlindung adalah titik utama dalam peningkatan mutu
iklim-mikro yang sudah ada. Dalam hal ini tidak hanya perlu diperhatikan sinar matahari yang
mengakibatkan panas saja, melainkan juga arah angin yang memberi kesejukan. 7rientasi
bangunan terhadap sinar matahari yang paling cocok dan menguntungkan terdapat sebagai
kompromi antara letak gedung berarah dari timur ke barat dan yang terletak tegak lurus
terhadap arah angin seperti gambar berikut.
Betak gedung terhadap sinar matahari Betak gedung terhadap arah angin
yang paling menguntungkan bila yang paling menguntungkan bila
memilihi arah dari timur ke barat. memilihi arah tegak lurus terhadap
arah angin itu.
?ambar C 7rientasi bangunan terhadap sinar matahari
&!umber " Hein# $rick% &''(% Hal% 25'
A. $ngin dan pengudaraan ruangan
$ngin dan pengudaraan ruangan secara terus-menerus mempersejuk iklim ruangan. @dara
yang bergerak menghasilkan penyegaran terbaik karena dengan penyegaran tersebut terjadi
proses penguapan yang menurunkan suhu pada kulit manusia. Dengan demikian juga dapat
digunakan angin untuk mengatur udara didalam ruang. &eed, obert H. .esign for -atural
8entilation in Hot Humid Weather. TeEas -0D. '
?ambar D Pergerakan angin dalam sebuah ruang
&!umber " Reed, Robert H% .esign for -atural 8entilation in Hot Humid Weather% Te9as &'2)'
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan diadakan penelitian untuk mengkaji lebih dalam dari apa yang kita ketahui sebelumnya
mengenai $rsitektur (kologi pada resort, diantaranya#
!engetahui apakah Talita ,ountain Resort Puncak menerapkan $rsitektur (kologi atau
tidak.
!engetahui prinsip-prinsip yang berpengaruh dengan $rsitektur (kologi pada Talita
,ountain Resort Puncak.
!engetahui dampak yang dihasilkan pada Talita ,ountain Resort Puncak.
!enambah wawasan yang mencakup lingkungan.
$ETODE PENELITIAN
Dalam penyusunan penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan penelitian deskripti%.
Penelitian deskripti% adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa,
kejadian yang terjadi pada saat sekarang. &+ujana dan 4brahim, -010#5D'
Penelitian deskripti% memusatkan perhatian kepada pemecahan masalah-masalah aktual
sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan. &http#))%ile.upi.edu)'
Penelitian deskripti% pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis %akta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat.
Pengumpulan dan pengolahan data, data yang dianalisa untuk penulisan ini ada 8 &dua' macam
data, yaitu data primer dan data sekunder.
HASIL DAN PE$BAHASAN
Pada analisis dan pembahasan ini, penulis ingin membandingkan penerapan $rsitektur
(kologi pada Talita !ountain esort, diantaranya berupa#
-. !aterial Bangunan9 (ksterior dan 4nterior
8. Pencahayaan dan warna
.. +inar matahari dan orientasi bangunan
C. $ngin dan pengudaraan ruangan
$ateria Bang#nan
!aterial bahan bangunan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diteliti
tingkat ke eko-arsitekturannya karena sangat berpengaruh dengan lingkungan sekitarnya yang
dapat dipandang sebagai suatu keindahan dan dapat memberikan citra dan langgam terhadap
bangunan. !aterial bahan bangunan yang dikatakan sehat memiliki . %aktor penting diantaranya
pengaruh waktu, pengaruh energi, dan pengaruh penyegaran udara.
?ambar 5 penerapan batu alam
+umber # irma amadhania, 86-.
Pada bagian kolom bangunan terlihat tempelan batu alam sebagai aksen salah satu material yang
terlihat pada bangunan tersebut. Dengan dinding bata merah %inishing cat berwarna cream serta
kayu yg terlihat sebagai tritisan dan pla%on tripleks ekspos yang terlihat pada bagian atap
bangunannya.
?ambar A Pemakaian elemen kayu
+umber gambar # irma ramadhania, 86-.
Pada bagian dinding bangunan salah satu resort yang ada memperlihatkan kayu kelapa ekspos
%inishing ultran vernis sehingga terlihat warna kayu mengkilap dan tua. Penerapan material
kayu ini pun dapat dilihat bagian atap bangunan secara ekspos tepatnya dijadikan atap kuda-
kuda. "uda-kuda atap banyak yang menggunakan kayu jati, pemakaian material jenis ini karena
telah mempertimbangkan keawetan serta kekuatan bahan dari jenis kayu jati tersebut.
?ambar 1 Pemakaian atap jerami
+umber gambar # irma ramadhania, 86-.
Pada bagian atap ekspos ada salah satu bangunan yang atapnya menggunakan jerami.
Jerami berwarna coklat muda. $tap jerami sering disebut sebagai atap alang-alang.. $da
beberapa keuntungan yang bisa diperoleh jika kita menggunakan jenis atap ini, yaitu #
-. $tap ini sangat ramah lingkungan dikarenakan menghasilkan 6F limbah.
8. dapat menyerap dan menyimpan panas dari sinar matahari. !alamnya, udara panas
inilah yang digunakan untuk menghangatkan bangunan.
.. "eseluruhan sampah pasca pemakaiannya dapat dikembalikan ke alam menjadi
sampah organik
?ambar 0 Pemakaian material untuk dinding eksterior dan interior
+umber gambar # irma ramadhania, 86-.
Batu bata merah dipalikasikan pada dinding. Perbedaan warna yang unik membuat dinding
lebih terlihat indah. Pengeksposan batu bata merah ini bertujuan untuk menimbulkan nuansa
alami)natural, tegas, dan sejuk. "euntungannya#
-. terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan.
8. memiliki daya kuat tekan.
.. !empunyai ukuran, kuat tekan dan daya serap air yang dipersyaratkan.
+elain batu bata ekspos, material dinding yang dipakai adalah batu kali. Dibeberapa
bagian bangunan ada yang menggunakan jenis dinding ini. Dinding yang dipasangi oleh
batu kali memiliki "euntungannya#
-. Bersi%at kuat.
8. !emiliki sudut yang berbeda-beda.
.. Berwarna abu-abu, atau kecoklat-coklatan.
Dilihat dari material eksteriornya, bangunan Talita ,ountain esort memang
menerapkan beberapa material bahan bangunan yang bersi%at ekologis yang sesuai dengan
tujuan awal yaitu eko-arsitektur. "arena wilayah Talita ,ountain esort sendiri terletak
dikawasan daerah pegunungan, maka material eksterior bahan bangunan sangat berpengaruh
dengan iklim kelembapan yang akan mempengaruhi usia material tersebut. Pemilihan material-
material yang telah diuraikan tadi terdiri dari beberapa material yang tepat untuk digunakan
pada kawasan ini, karena dengan material-material tersebut ber%ungsi sebagai estetika untuk
pengaruh interior pada bangunan. +elain itu, diantaranya ber%ungsi untuk memberikan
kehangatan pada ruangan, khususnya pada bangunan yang bermaterialkan kayu, seperti kayu
kelapa, kayu jati, dan bambu. $da beberapa hal positi% dalam menggunakan material kayu ,
antara lain kuat, berusia tahan lama &tergantung jenis kayunya bagaimana', daya tahan listrik
dan bahan kiminya cukup baik, dan ramah lingkungan. /amun ada pula dampak negati%nya,
diantaranya mudah terbakar, perawatan yang ekstra, terserang jamur dan serangga.
Pen%a&a'aan !an Warna
Pencahayaan matahari pada daerah tropis mengandung gejala sampingan dengan sinar
panas, solusi yang tepat untuk menanggulanginya adalah dengan pencahayaan alami
yang terang tanpa silau dan tanpa sinar panas.
?ambar -6 tipe pencahayaan alami pada bangunan
+umber gambar # irma ramadhania, 86-.
Pada gambar diatas dan mengikuti bentuk bangunan ,illa ini, cahaya yang masuk melalui
lubang cahaya dengan ukuran lubang cahaya berukuran 86cm E 86 cm. Jarak antara lubang
,entilasi satu ke lubang ,entilasi lainnya C6 cm. Pintu dan jendela yang terbuat dari kaca
ber%ungsi untuk memasukkan sepenuhnya cahaya terhadap ruangan. !enurut teoritis
sebelumnya bahwa pengaruh cahaya terhadap ruangan dengan penerangan alami maupun
buatan dan pembayangan sangat mempengaruhi orientasi didalam ruang. +ebagai berikut
analisis orientasi cahaya terhadap ruangan.
Dari beberapa pembahasan yang berkaitan dengan arsitektur ekologi penulis membuat
kesimpulan dari beberapa inti masalah yang terdapat dari tempat yang diteliti. Bahwa Talita
,ountain esort menerapkan arsitektur ekologi, dilihat dari material bangunan bahwa bahan
bangunan yang bersi%at dapat digunakan kembali merupakan sebuah respon terhadap
lingkungan, contohnya antara lain tanah, tanah liat, lempung, tras, kapur, batu kali, batu alam,
dsb. +edangkan material yang dapat dibudidayakan kembali antara lain kayu, rotan, rumbia,
alang-alang, serbut kelapa, ijuk, kulit kayu, kapas, kapuk, dan lain-lain. "edua jenis
penggolongan bahan bangunan tersebut merupakan bahan bangunan yang sudah sesuai dengan
tuntutan ekologis. Dan Talita ,ountain esort sendiri sudah memakai bahan bangunan yang
sesuai dengan tuntutan ekologis.
Sinar $ata&ari !an Orientasi Bang#nan
+ecara teoritis bangunan yang berorientasi menghadap ke arah timur sangat
menguntungkan, hal ini berguna untuk pencahayaan matahari yang baik pada pagi hari
yang menyinari bangunan, dan pada siang hari e%ek dari sinar matahari tidak
menyilaukan bangunan karena bangunan yang terkena sinar matahari pada siang hari
biasanya menyerap kalori lebih tinggi sehingga bagian dalam ruangan akan terasa panas
dan tidak baik untuk kesehatan.
"eterangan#
>ahaya yang dihasilkan
Jarak antara bidang terhadap
cahaya yang masuk
?ambar -- +iteplan beserta 7rientasi bangunan terhadap matahari
+umber gambar # irma ramadhania, 86-.
Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan terhadap matahari
diantaranya ke arah arah barat, timur, selatan dan utara. Pada arah barat, kalor yang menyoroti
bangunan tersebut memiliki tingkat yang sangat tinggi pada siang hari sehingga bangunan
tersebut akan menyimpan kalor, hal ini dapat diantisipasikan dengan adanya pepohonan tinggi
sebagai penghalang silaunya matahari yang tinggi. Pada arah timur, kalor yang baik pada pagi
hari sangat baik diserap oleh bangunan namun jika kalor yang memasuki bangunan tersebut
berlebihan menimbulkan e%ek panas pada bangunan. Pada arah selatan, angin dan cahaya
matahari yang memasuki bangunan dengan kadar yang tidak berlebihan dan juga tidak
kekurangan, hal ini membuat arah selatan merupakan orientasi arah bangunan yang sangat baik
karena memiliki kemampuan yang paling baik dalam menahan panas. +edangkan pada arah
utara minimnya cahaya matahari yang masuk dan angin yang tinggi dapat melembabkan
bangunan, pada bangunan yang menghadap utara sebaiknya dalam pemilihan material bangunan
harus lebih diperhatikan kembali.
Angin !an Peng#!araan R#angan
+ecara teoritis, angin berbeda-beda menurut tingginya dari atas permukaan bumi
dan menurut keadaan rata tidaknya permukaan bumi. !akin kasar permukaan bumi,
makin tebal lapisan udara yang melekat dan kurang bergerak. Dengan begitu to%ogra%i
yang tidak rata, tumbuh-tumbuhan alam, atau gedung-gedung mengurangi kecepatan
angin pada lapisan didekat permukaan bumi. Peman%aatan pohon dan semak-semak
merupakan cara alamiah untuk memberi perlindungan terhadap sinar matahari maupun
untuk menyegarkan dan menyalurkan aliran udara, terutama pada bangunan yang
rendah.
$da beberapa aliran udara yang terjadi pada bangunan resort ini, diantaranya adalah
udara yang mengalir alami mengitari ruangan tanpa bantuan $ir >ondotioner &$>'.
$liran @dara
$liran @dara
Bubang aliran
udara
?ambar -8 $ngin berhembus mengelilingi bangunan dan bertekanan rendah pada sisi samping kiri
dan kanan.
+umber gambar # irma ramadhania, 86-.
$rah angin yang melewati bangunan diman%aatkan semaksimal mungkin agar sedikit
tertahan didalam ruangan baru angin tersebut mengalir keluar. Prinsip ini yang biasa dipakai
dalam istilah pertukaran udara silang. $ngin yang berhembus didalam bangunan tidak langsung
mengalir keluar akan tetapi tertahan sebentar didalam ruangan setelahnya baru mengalir keluar.
Hal ini berakibat udara akan terus berganti secara terus menerus. Dan ini pula yang menjadi
alasan mengapa di resort ini tidak menggunakan pengudaraan buatan.
KESI$PULAN
Berdasarkan dari analisis mengenai arsitektur ekologi, kita dapat mengetahui bagaimana
ketentuan-ketentuan dasar dalam menerapkan arsitektur ekologi pada bangunan terutama
dikawasan iklim tropis lembab.
Dari beberapa pembahasan yang berkaitan dengan arsitektur ekologi penulis membuat
kesimpulan dari beberapa inti masalah yang terdapat dari tempat yang diteliti. Bahwa Talita
,ountain esort menerapkan arsitektur ekologi, dilihat dari material bangunan bahwa bahan
bangunan yang bersi%at dapat digunakan kembali merupakan sebuah respon terhadap
lingkungan, contohnya antara lain tanah, tanah liat, lempung, tras, kapur, batu kali, batu alam,
dsb. +edangkan material yang dapat dibudidayakan kembali antara lain kayu, rotan, rumbia,
alang-alang, serbut kelapa, ijuk, kulit kayu, kapas, kapuk, dan lain-lain. "edua jenis
penggolongan bahan bangunan tersebut merupakan bahan bangunan yang sudah sesuai dengan
tuntutan ekologis. Dan Talita ,ountain esort sendiri sudah memakai bahan bangunan yang
sesuai dengan tuntutan ekologis.
!engenai teknologi menjelaskan bahwa semakin tinggi menggunakan teknologi apabila
tidak ditata dengan tujuan eko-arsitektur, maka dampak isu global warming semakin pula
dirasakan. Begitupun Talita ,ountain esort tidak menggunakan teknologi terkini.
Dalam perencanaan eko-arsitektur, bentuk dan struktur bangunan adalah salah satu bagian
pembahasan yang tidak memiliki tolak ukur patokan bagaimana dalam penerapan bentuk dan
struktur bangunannya. Pembahasan mengenai pemasukan cahaya matahari pada bangunan di
Talita ,ountain esort sebaiknya sinar matahari tidak diterima secara langsung, melainkan
$liran @dara
Bubang aliran
udara
$liran @dara
dipantulkan sinar tersebut melalui media bidang antara lain lantai, ataupun melalui langit-langit
&pla%ond' pada bangunan guna untuk menghindari penyilauan langsung terhadap bangunan dan
penghuni.
Dalam pencapaian orientasi bangunan terhadap matahari dapat disimpulkan bahwa pada
arah selatan, angin dan cahaya matahari yang memasuki bangunan dengan kadar yang tidak
berlebihan dan juga tidak kekurangan, hal ini membuat arah selatan merupakan orientasi arah
bangunan yang sangat baik karena memiliki kemampuan yang paling baik dalam menahan
panas.
Dengan demikian, kita dapat mengetahui ketentuan dasar yang harus kita perhatikan dalam
mendesain yang selalu tanpa kita sadari bahwa hal-hal dan ketentuan yang terdapat dalam
pencapaian arsitektur ekologi itu merupakan dasar dari awal perancangan. Dampak yang
dirasakan pada kawasan Talita ,ountain esort setelah menerapkan beberapa kajian arsitektur
ekologi adalah lingkungan alam yang tetap terjaga dan tidak merugikan lingkungan. +emoga
mahasiswa arsitektur dapat menjadikan penulisan ini menjadi re%erensi untuk dikemudian hari.
SARAN
$da beberapa saran yang ingin penulis sampaikan, diantaranya#
-. Dalam pemilihan material bahan bangunan, sebaiknya pada kawasan iklim tropis lembab
yang memiliki tekanan udara yang sangat tinggi sebaiknya tidak menggunakan material yang
bersi%at mengalami trans%ormasi, seperti
8. Perawatan terhadap ,illa yang lebih intensi% lagi sehingga bangunan-bangunan yang
terdapat pada kawasan tersebut tetap terjaga keindahan dan kenyamanannya.
DA(TAR PUSTAKA
$rick, Hein#% .asar7dasar eko7arsitektur% Edisi ke7&% :ogyakarta" :ayasan +anisius, &'';%
Dirjen Pariwisata , Pariwisata Tanah air Indonesia, hal. -., /o,ember, -011
$.+. Hornby, <9ford eaner=s .ictionary of >urrent English, 7E%ord @ni,ersity
Press, -0AC
/yoman +. Pendit. -000. Ilmu Pariwisata. Jakarta # $kademi Pariwisata Trisakti
HiGbul !aulana. 86-6. Hotel Resort di +awasan Pantai Popoh Tulungagung
@l%i >andra ini. +a/ian $asade Hubungannya dengan +onsep ?reen building pada Hotel
Resort. 86-8
H$DJ$+7(!$/T4, "oesnadi. Hukum Tata ingkungan, >et. "e--8, (disi ke-5. ?adjah
!ada @ni,ersity Press9*ogyakarta. -005. 8
$leEander, >hristopher. The Timeless Way of @uilding. /ew *ork -0A0. Hlm. 4E
Beda, ?. dan +Gekeres, $. Thoughts on the cherry tree. Paper %or the 4nternational +,edala
+ymposium on (cological Design. Budapest -008
Hardenberg, Joachim ?ra% ,on. (ntwer%en nat rlich klimatisierter H user % r heisse
"limaGonen am Beispiel des 4ran. D sseldor%, -016. Hlm. 1-0
"iss, !iklos% -eue Erkenntnisse #um Thema Tageslichtnut#ung% Di dalam # !ajalah +4H$,
/o.D6. I rich -005. Hlm.--8A---80
!alin, Bisa. .ie sch nen +r fte . (disi ke-D. Jrank%rut)! -015. Halaman 1.-1D9 serta# /eu%ert,
(rnst. 1rchitects= data. (disi ke-.. Bondon -0AD. Hlm.88
Tirtha, Paul. Bauen in %euchttropischen B ndern. Tesis. !ainG, -0AA. Hlm.85
eed, obert H. .esign for -atural 8entilation in Hot Humid Weather. TeEas -0D.
Jrick, HeinG)Purwanto, B!J% !istem bentuk struktur bangunan% +eri kontruksi arsitektur -
&dra%t'. Hlm.--59 serta# >o%aigh, (oin 7. The climatic dwelling% Bondon -005.
Hlm. -5
Bippsmeier, ?eorg. <p%cit. hlm..8, serta# Tirtha, Paul. <p%cit. hlm.C8,CC
"rusche, Per et al. <ekologisches @auen. <p cit. hlm.86
+tuder, HeinG. @austoffkunde, @auphysik, @auchemie% T+ Hochbau, >atatan kuliah <+ 11)10.
Basel -001. Hlm.8
$lbercht, ainer)ehberg, +ieg%ried. .er volkswirtschaftliche -ut#en okologisch orientierten
@auens und Wohnens% Dalam# +chwarG, @lrich &ed.' ?runes Bauen K $nsatGe
einer 7ko-$rchitektur. einbek bei Hamburg -018. Hlm.A5
+chwarG, Jutta. ?esund leben A gesund wohnen. Dalam# majalah +4H$ no.C5. I rich -011.
Hlm. -850