Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Maksud dan Tujuan
1.1.1 Dapat mengetahui nilai RMR
1.1.2 Dapat mengetahui nilai SMR berdasarkan data yang ada
1.1.3 Dapat mengklasifikasikan nilai SMR dan RMR berdasarkan parameter
yang ada
1.2 Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Selasa 22 !kt"ber 2#13
$aktu : 1%.##&1'.##
Tempat : Ruang seminar (edung )ertamina Suk"*ati
Tembalang
1
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Rok Mass Rat!n" #RMR$
Met"de R"+k Mass Rating ,RMR- dari .ienia*ski ,1/0/- sebagai sistem
klasifikasi massa batuan untuk keteknikan sebagai met"de untuk peren+anaan
tambang ba*ah permukaan. 1da enam parameter yang diperhitungkan dalam
sistem pengkelasan RMR yaitu kekuatan batuan R"+k 2uality Designati"n
,R2D- spasi disk"ntinuitas k"ndisi permukaan disk"ntinuitas k"ndisi keairan
dan k"reksi kemiringan ,dip- disk"ntinuitas. 3eenam fakt"r tersebut memiliki
nilai yang di4umlahkan untuk mendapatkan t"tal nilai ,Rating-.
2.2 %ual!tas Massa Batuan
3ualitas massa batuan di daerah penelitian menurut met"de RMR dari
.ienia*ski ,1//2- dibagi men4adi empat kelas yaitu baik +ukup buruk dan
sangat buruk. Di dalam ge"teknik klasifikasi massa batuan yang pertama
diperkenalkan sekitar 5# tahun yang lalu yang ditu4ukan untuk ter"*"ngan
dengan penyanggaan menggunakan penyangga ba4a. 3emudian klasifikasi
dikembangkan untuk penyangga n"n&ba4a untuk ter"*"ngan lereng dan p"ndasi.
3 pendekatan desain yang biasa digunakan untuk penggalian pada batuan yaitu:
analitik "bser6asi dan empirik. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah
pendekatan desain dengan menggunakan met"de empiri+. 3lasifikasi massa
batuan dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang timbul di lapangan
se+ara +epat dan tidak ditu4ukan untuk mengganti studi analitik "bser6asi
lapangan pengukuran dan engineering 4udgement. Tu4uan dari klasifikasi massa
batuan adalah untuk:
Mengidentifikasi parameter&parameter yang mempengaruhi kelakuan/sifat
massa batuan.
Membagi massa batuan ke dalam kel"mp"k&kel"mp"k yang mempunyai
kesamaan sifat dan kualitas.
Menyediakan pengertian dasar mengenai sifat karakteristik setiap kelas
massa batuan.
2
Menghubungkan berdasarkan pengalaman k"ndisi massa batuan di suatu
tempat dengan k"ndisi massa batuan di tempat lain.
Memper"leh data kuantitatif dan a+uan untuk desain teknik.
Menyediakan dasar a+uan untuk k"muniukasi antara ge"l"gist dan
engineer.3euntungan dari digunakannya klasifikasi massa batuan:
Meningkatkan kualitas penyelidikan lapangan berdasarkan data masukan
sebagai parameter klasifikasi.
Menyediakan inf"rmasi kuantitatif untuk tu4uan desain.
Memungkinkan kebi4akan teknik yang lebih baik dan k"munikasi yang
lebih efektif pada suatu pr"yek.
Dikarenakan k"mpleknya suatu massa batuan beberapa penelitian
berusaha untuk men+ari hubungan antara desain galian batu dengan parameter
massa batuan. .anyak dari met"de&met"de tersebut telah dim"difikasi "leh yang
lainnya dan sekarang banyak digunakan untuk penelitian a*al atau bahkan untuk
desain akhir. .eberapa klasifikasi massa batuan yang dikenal saat ini adalah:
1. Met"de klasifikasi beban batuan ,r"+k l"ad-
2. 3lasifikasi stand&up time
3. R"+k 2uality Designati"n ,R2D-
7. R"+k Stru+ture Rating ,RSR-
%. R"+k Mass Rating ,RMR-
5. 2&system
2.2.1 Metode klas!&!kas! 'e'an 'atuan #(ok load$
Met"de ini diperkenalkan "leh 3arl 6"n Ter8aghi pada tahun 1/75.
Merupakan met"de pertama yang +ukup rasi"nal yang menge6aluasi beban
batuan untuk desain ter"*"ngan dengan penyangga ba4a. Met"de ini telah
dipakai se+ara berhasil di 1merika selama kurun *aktu %# tahun. 1kan tetapi
pada saat ini met"de ini sudah tidak +"+"k lagi dimana banyak sekali
ter"*"ngan saat ini yang dibangun dengan menggunakan penyangga bet"n
dan r"+kb"lts.
3
2.2.2 %las!&!kas! Stand)u* t!+e
Met"de ini diperkenalkan "leh 9aufer pada 1/%0. Dasar dari met"de
ini adalah bah*a dengan bertambahnya span ter"*"ngan akan menyebabkan
berkurangnya *aktu berdirinya ter"*"ngan tersebut tanpa penyanggaan.
Met"de ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan klasifikasi massa
batuan selan4utnya. :akt"r&fakt"r yang berpengaruh terhadap stand&up time
adalah: arah sumbu ter"*"ngan bentuk p"t"nganmelintang met"de
penggalian dan met"de penyanggaan.
2.2., Rok -ual!t. Des!"nat!on #R-D$
R2D dikembangkan pada tahun 1/57 "leh Deere. Met"de ini
didasarkan pada penghitungan persentase inti terambil yang mempunyai
pan4ang 1# +m atau lebih. Dalam hal ini inti terambil yang lunak atau tidak
keras tidak perlu dihitung *alaupun mempunyai pan4ang lebih dari 1#+m.
Diameter inti "ptimal yaitu 7'.%mm. ;ilai R2D ini dapat pula dipakai untuk
memperkirakan penyanggaan ter"*"ngan. Saan ini R2D sebagai parameter
standar dalam pemerian inti pemb"ran dan merupakan salah satu parameter
dalam penentuan klasifikasi massa batuan RMR dan 2&system R2D
didefinisikan sebagai:
$alaupun met"de penghitungan dengan R2D ini sangat mudah dan
+epat akan tetapi met"de ini tidak memperhitung fa+t"r "rientasi bidang
disk"ntinu material pengisi dll sehingga met"de ini kurang dapat
menggambarkan keadaan massa batuan yang sebenarnya. <ntuk menentukan
R2D pada singkapan langsung di lapangan menggunakan dihitung dengan
menggunakan rumus R2D menurut )riest dan Huds"n. Menurut )riest dan
Huds"n ,1/5'- hubungan ,dengan kesalahan %=- antara R2D dan frekuensi
discontinuity per&meter adalah:
4
2.2./ Rok St(utu(e Rat!n" #RSR$
RSR diperkenalkan pertama kali "leh $i+kam Tiedemann dan
Skinner pada tahun 1/'2 di 1S. 3"nsep ini merupakan met"de kuantitatif
untuk menggambarkan kualitas suatu massa batuan dan menentukan 4enis
penyanggaan di ter"*"ngan. M"t"de ini merupakan met"de pertama untuk
menentukan klasifikasi massa batuan yang k"mplit setelah diperkenalkannya
klasifikasi massa batuan "leh Ter8aghi 1/75. 3"nsep RSR ini selangkah lebih
ma4u dibandingkan k"nsep&k"nsep yang ada sebelumnya. )ada k"nsep RSR
terdapat klasifikasi kuantitatif dibandingkan dengan Ter8aghi yang hanya
klasifikasi kulitatif sa4a.
)ada RSR ini 4uga terdapat +ukup banyak parameter yang terlibat 4ika
dibandingkan dengan R2D yang hanya melibatkan kualitas inti terambil dari
hasil pemb"ran sa4a. )ada RSR ini 4uga terdapat klasifikasi yang mempunyai
data masukan dan data keluaran yang lengkap tidak seperti 9auffer yang
hanya menya4ikan datakeluaran yang berupa stand&up time dan span. RSR
merupakan pen4umlahan rating dari parameter&parameter pembentuknya yang
terdiri dari 2 katag"ri umum yaitu:
)arameter ge"teknik> 4enis batuan p"la kekar arah kekar 4enis bidang
lemah sesar geseran dan lipatan sifat material> pelapukan dan
alterasi.
)arameter k"nstruksi> ukuran ter"*"ngan arah penggalian met"de
penggalian RSR merupakan met"de yang +ukup baik untuk
menentukan penyanggaan dengan penyangga ba4a tetapi tidak
direk"mendasikan untuk menentukan penyanggaan dengan penyangga
r"+k b"lt dan bet"n.
2.2.0 Rok Mass Rat!n" #RMR$
.ienia*ski ,1/'5- mempublikasikan suatu klasifikasi massa batuan
yang disebut 3lasifikasi (e"mekanika atau lebih dikenal dengan R"+k Mass
Rating ,RMR-. Setelah bertahun&tahun klasifikasi massa batuan ini telah
mengalami penyesuaian dikarenakan adanya penambahan data masukan
5
sehingga .ienia*ski membuat perubahan nilai rating pada parameter yang
digunakan untuk penilaian klasifikasi massa batuan tersebut. )ada penelitian
ini klasifikasi massa batuan yang digunakan adalah klasifikasi massa batuan
6ersi tahun 1/0/ ,.ienia*ski 1/0/-. 5 )arameter yang digunakan dalam
klasifikasi massa batuan menggunakan Sistim RMR yaitu:
1. 3uat tekan unia?ial batuan utuh.
2. R"+k 2uality Designatian ,R2D-.
3. Spasi bidang dik"ntinyu.
7. 3"ndisi bidang disk"ntinyu.
%. 3"ndisi air tanah.
5. !rientasi atau arah bidang disk"ntinyu.
)ada penggunaan sistim klasifikasi ini massa batuan dibagi kedalam
daerah struktural yang memiliki kesamaan sifat berdasarkan 5 parameter di
atas dan klasifikasi massa batuan untuk setiap daerah tersebut dibuat terpisah.
.atas dari daerah struktur tersebut biasanya disesuaikan dengan kenampakan
perubahan struktur ge"l"gi seperti patahan perubahan kerapatan kekar dan
perubahan 4enis batuan. RMR ini dapat digunakan untuk ter"*"ngan.
lerengdan p"ndasi.
2., Slo*e Mass Rat!n" #SMR$
Sl"pe Mass Rating ,SMR- adalah skema klasifikasi massa batuan yang
dikembangkan "leh R"mana ,1/0% 1//%- untuk menggambarkan kekuatan dari
suatu singkapan batuan indi6idu atau kemiringan. Sistem ini didasarkan atas lebih
banyak digunakan RMR skema ,.ienia*ski 1/0/- yang dim"difikasi dengan
ped"man kuantitatif untuk menilai pengaruh "rientasi bersama yang merugikan
,misalnya sendi men+elupkan ta4am dari lereng-.
Skema klasifikasi massa batuan yang diran+ang untuk memperhitungkan
se4umlah fakt"r yang mempengaruhi kekuatan dan def"rmabilitas dari massa
batuan ,misalnya "rientasi bersama kepadatan fraktur kekuatan utuh- dan dapat
digunakan untuk mengukur k"mpetensi bahan ge"l"gi singkapan atau
tertentu. Sk"r biasanya berkisar dari # hingga 1## dengan 1## men4adi massa
6
batuan yang paling k"mpeten. Massa batuan @stilah menggabungkan pengaruh
baik material utuh dan disk"ntinuitas pada kekuatan keseluruhan dan perilaku
media batu terputus. Meskipun relatif mudah untuk mengu4i sifat mekanik baik
batu utuh atau sendi indi6idual menggambarkan interaksi mereka sulit dan
beberapa skema )eringkat empiris ,seperti RMR dan SMR- yang tersedia untuk
tu4uan ini. SMR menggunakan sama lima pertama kateg"ri penilaian sebagai
RMR: 1. 3uat tekan uniaksial batu utuh 2. 3ualitas batu )enun4ukan ,atau R2D-
3. .ersama spasi 7. 3"ndisi .ersama ,4umlah lima sub&sk"r- dan %. 3"ndisi air
tanah. 3ateg"ri keenam akhir adalah penyesuaian rating atau hukuman untuk
"rientasi bersama yang merugikan yang sangat penting untuk menge6aluasi
k"mpetensi lereng batu. SMR memberikan ped"man kuantitatif untuk
menge6aluasi rating ini hukuman dalam bentuk empat sub&kateg"ri tiga yang
menggambarkan kemiringan batuan relatif dan set ge"metri sendi dan keempat
yang menyumbang met"de kemiringan galian. :inal )eringkat SMR diper"leh
dengan sarana ekspresi berikutnya:
SMR A RMR
b
B ,:1 C :2 C :3- B :7
di mana:
RMR
b
adalah indeks RMR akibat .ienia*ski Massa batuan 3lasifikasi
tanpa k"reksi apapun. :1 tergantung pada paralelisme antara disk"ntinuitas D4
,atau garis persimpangan Di dalam kasus kegagalan *edge- dan kemiringan dip
arah. :2 tergantung pada dip disk"ntinuitas ,E4- dalam kasus kegagalan planar dan
ter4un Ei dari garis persimpangan kegagalan *edge. Mengenai men4atuhkan
kegagalan parameter ini mengambil nilai 1.#. )arameter ini berkaitan dengan
kemungkinan disk"ntinuitas kekuatan geser. :3 tergantung pada hubungan antara
kemiringan ,Es- dan disk"ntinuitas ,E4- dips ,men4atuhkan atau kegagalan kasus
planar- atau garis dip perendaman ,Ei- ,kasus kegagalan *edge-. )arameter ini
mempertahankan fakt"r penyesuaian .ienia*ski yang ber6ariasi dari # sampai &5#
p"in dan mengungkapkan kemungkinan disk"ntinuitas "ut+r"pping pada *a4ah
kemiringan planar dan kegagalan *edge. :7 adalah fakt"r k"reksi yang
tergantung pada met"de penggalian digunakan.
7
T"mFs et al ,2##'- mengusulkan fungsi k"ntinu alternatif untuk perhitungan :1
:2 dan :3 parameter k"reksi. :ungsi ini menun4ukkan perbedaan abs"lut dengan
fungsi diskrit rendah dari ' p"in dan se+ara signifikan mengurangi penafsiran
sub4ektif. Selain itu fungsi yang diusulkan untuk fakt"r k"reksi SMR kalkulus
mengurangi keraguan tentang berapa sk"r untuk menetapkan nilai&nilai dekat
perbatasan klasifikasi diskrit. <sulan fungsi k"ntinu :1 yang paling sesuai dengan
nilai&nilai diskrit adalah:
:1 A 15/2%&3/%## C ar+tan ,1/1# ,1&1'--
dimana parameter 1 yang merupakan sudut yang dibentuk antara
persimpangan dua disk"ntinuitas ,arah ter4un- dan lereng arah dip dan fungsi
ar+tangent dinyatakan dalam dera4at.
:2 A //15 B1 / 1/% C ar+tan ,1'/1## C .&%-
dimana parameter . ,yang merupakan dip disk"ntinuitas dalam dera4at
untuk kegagalan planar dan menggulingkan dan ter4un *edge kegagalan garis
persimpangan- dan fungsi ar+tangent 4uga dinyatakan dalam dera4at.
:3 A &3# B1 / 3 C ar+tan ,G- ,untuk planar dan *edge kegagalan- :3 A &13&1 / ' C
ar+tan ,G&12#- ,untuk men4atuhkan kegagalan-
di mana G tergantung pada hubungan antara kemiringan dan
disk"ntinuitas dips ,men4atuhkan atau kegagalan kasus planar- atau garis dip
perendaman ,kasus kegagalan *edge-. 1tau T"mFs et al ,2#12- 4uga
mengusulkan met"de grafik didasarkan pada representasi stere"graphi+
disk"ntinuitas dan lereng untuk mendapatkan parameter k"reksi SMR ,:1 :2 dan
:3-. Met"de ini memungkinkan fakt"r k"reksi SMR untuk dapat dengan mudah
diper"leh untuk kemiringan sederhana atau untuk beberapa aplikasi praktis seperti
infrastruktur linear lereng penambangan terbuka atau penggalian parit. ;ilai
Slope Mass Rating ,SMR- berdasarkan nilai Rock Mass Rating ,RMR- dapat
dihitung dengan menggunakan beberapa rumus yaitu :
8
BAB III
METODOLO1I PENELITIAN
,.1 D!a"(a+ Al!( RMR
,.2 D!a"(a+ Al!( SMR
9
Mulai
.uat garis h"ri8"ntal pada kekar
Hitung 4arak kekar 1 ke kekar 2 dengan arah kekar yang
sama
Hitung sudut kekar ke garis h"ri8"ltal sehingga
mendapatkan data H
Setelah mendapatkan nilai 4 dan H masukkan kedalam rumus
d
12
A 4
12
+"s ,H
1
B H
2
- hitung perset pada tiap lit"l"gi
2
Setelah menghitung nilai d kemudian hitung nilai d S$1 per
set lit"ligi
Setelah mendapatkan nilai d S$1 per set lit"ligi hitung I dengan rumus
I A 1/ rata&rata dari arah kekar yang terdapat pada lit"l"gi
Hitung R2D dengan data yang
sudah di dapatkan
Selesai
BAB I2
10
Hitung nilai RMR berdasarkan data yang sudah didapatkan
Hitung RMR t"talnya
Hitung Hitung SMR berdasarkan Hall ,1/0%-
Hitung Hitung SMR berdasarkan !rr ,1//2-
Masukkan hasil SMR kedalam beberapa klasifikasi yang ada
Selesai
Mulai
DATA DAN PEN1OLAHAN DATA
/.1 L!otolo"! 1
/.1.1 Set 1
d
12
A 23 m H
1
A 72J H
5
A 72J
d
23
A 10 m H
2
A 72J
d
37
A 22 m H
3
A 73J
d
7%
A 1' m H
7
A 73J
d
%5
A 30 m H
%
A 73J
/.1.2 Set 2
d
12
A 71 m H
1
A 1J H
5
A 2J
d
23
A 21% m H
2
A 2J
d
37
A 11% m H
3
A 2J
d
7%
A 2% m H
7
A 1J
d
%5
A 2' m H
%
A 1J
/.1., Set ,
d
12
A 2% m H
1
A 33J H
7
A 37J
d
23
A 3' m H
2
A 33J
d
37
A 3% m H
3
A 33J
/.2 L!otolo"! 2
/.2.1 Set 1
d
12
A 32 m H
1
A 1'J H
0
A 1%J
d
23
A 1#% m H
2
A 15J
d
37
A 1' m H
3
A 1'J
d
7%
A 2% m H
7
A 1%J
d
%5
A 2/ m H
%
A 1'J
d
5'
A 153 mH
5
A 1%J
d
'0
A 2 m H
'
A 1%J
/.2.2 Set 2
11
d
12
A 3#2 m H
1
A 31J H
5
A 31J
d
23
A 10 m H
2
A 31J
d
37
A 3% m H
3
A 3#J
d
7%
A 30 m H
7
A 32J
d
%5
A 7#% mH
%
A 33J
/.2., Set ,
d
12
A %17 m H
1
A 70J H
3
A 70J
d
23
A 3' m H
2
A 70J
/., Pe(3!tun"an RMR
/.,.1 L!tolo"! 1
A. Set 1
d
12
A 23 +"s 72J A 1'1 m dS$1 A ,1'1B133B151B151
d
23
A 10 +"s 72%J A 133 m B133-/5 A 125% m
d
37
A 22 +"s 73J A 151 m
d
7%
A 1' +"s 73J A 151 m
d
%5
A 30 +"s 72%J A 133 m
B. Set 2
d
12
A 71 +"s 1%J A 7#/ m dS$1 A ,7#/B21%B1%1B2%#
d
23
A 21% +"s 2J A 21% m B2'#-/5 A 21%0 m
d
37
A 11% +"s 1%J A 11% m
d
7%
A 2% +"s 1J A 2%# m
d
%5
A 2' +"s 1%J A 2'# m
4. Set ,
d
12
A 2% +"s 33J A 2#/ m dS$1 A ,2#/B31#B2/2-/7
d
23
A 3' +"s 33J A 31# m A 2#2'% m
d
37
A 3% +"s 33%J A 2/2 m
K dS$1 A 125% +21%0 + 2#2'% A %7%#% m
Rata&rata dS$1 A %7%#%/3 A 101' m
I A 1/ 101' A #%%# m
12
R2DA //05 =
/.,.2 L!tolo"! 2
A. Set 1
d
12
A 32 +"s 15%J A 3#' m dS$1 A ,3#'B1#1B153B27#
d
23
A 1#% +"s 15%J A 1#1 m B2'/B1%'B1/3-/0
d
37
A 1' +"s 15J A 153 m A 10 m
d
7%
A 2% +"s 15J A 27# m
d
%5
A 2/ +"s 15J A 2'/ m
d
5'
A 153 +"s 1%J A 1%' m
d
'0
A 2 +"s 1%J A 1/3 m
B. Set 2
d
12
A 3#2 +"s 31J A 2%/ m dS$1 A ,2%/B1%%B3B321
d
23
A 10 +"s 3#%J A 1%% m B373-/5 A 22/' m
d
37
A 3% +"s 31J A 3 m
d
7%
A 30 +"s 32%J A 321 m
d
%5
A 7#% +"s 32J A 373 m
4. Set ,
d
12
A %17 +"s 70J A 377 m dS$1 A ,377B270-/3
d
23
A 3' +"s 70J A 270m A 1/'3 m
K dS$1 A 10 B22/' B 1/'3 A 5#' m
Rata&rata dS$1 A 5#'/3 A 2#23 m
I A 1/ 2#23 A #7/7 m
R2DA //00 =
/./ Pe(3!tun"an SMR
RMR 1 A /7
RMR 2 A 02
RMR t"tal A ,,%1' ? 1#77- B ,02 ? #7/7-- / 1#77 A 0032
/./.1 Lau's3e( #1560$
13
Ta'el 0.1 %las!&!kas! Laubscher #1560$
/./.2 Hall #1570$
SMR A #5% RMR B 2%
A #5% ? 0032B 2%
A 027#0J
/./., O(( #1552$
SMR A 3% @n RMR L '1
A 3% @n 0032L '1
A 0%033J
BAB 2
14
PEMBAHASAN
0.1 RMR
.erdasarkan data yang didapatkan dapat dianalisis berdasarkan parameter
RMR yang sudah ada. )ada data 2 lit"l"gi terdapat masing&masing 3 set per
lit"l"gi. Setiap set lit"l"gi akan di hitung nilai dS$1 rata&rata lamda ,I- R2D
dan lain sebagainya.
Dari lit"l"gi 1 pada set 1 didapatkan nilai dS$1 nya sekitar 125% m set
2 didapatkan nilai dS$1 nya 21%0 m dan set 3 nilai dS$1 nya didapatkan
2#2'% m. .erdasarkan hasil nilai dS$1 nya dapat di +ari nilai rata&rata dS$1
nya 101' m. ;ilai I berdasarkan hasil perhitungan set 1 didapatkan #%%# m dan
nilai R2D nya //05 =.
)ada lit"l"gi 2 pada set 1 didapatkan nilai dS$1 nya sekitar 10 m set 2
didapatkan nilai dS$1 nya 22/' m dan set 3 nilai dS$1 nya didapatkan 1/'3
m. berdasarkan hasil nilai dS$1 nya dapat di +ari nilai rata&rata dS$1 nya 2#23
m. ;ilai I berdasarkan hasil perhitungan set 1 didapatkan #7/7 m dan nilai R2D
nya //00 =.
0.2 SMR
.erdasarkan data yang ada diatas dapat di +ari nilai SMR nya dengan
+ara men+ari nilai RMR nya terlebih dahulu dengan melihat dari parameter yang
ada di dalam RMR. Dari beberapa parameter dan data yang ada dapat dilihat dan
dibuat berdasarkan rating yang ada kemudian 4umlahkan rating yang diper"leh
sehingga mendapatkan nilai RMR nya seperti pada kasus ini.
)ada RMR 1 dengan nilai <GS yang sudah didapatkan dapat dirating
sehingga mendapatkan nilai rating ' nilai rating R2D didapatkan rating 2# nilai
4arak didapatkan rating % nilai k"ndisi bidang disk"ntiyu didapatkan nilai rating
2% nilai k"ndisi airtanah didapatkan nilai rating 1# dan nilai M"int +"nditi"n
mendapatkan nilai rating 2'. Dari hasil rating yang didapatkan kemudian dit"tal
sehingga mendapatkan nilai /7.
)ada RMR 2 4uga dilakukan sama seperti pada RMR 1 sehingga
mendapatkan hasil sebagai berikut: nilai <GS yang sudah didapatkan dapat
15
dirating sehingga mendapatkan nilai rating 7 nilai rating R2D didapatkan rating
2# nilai 4arak didapatkan rating 0 nilai k"ndisi bidang disk"ntiyu didapatkan
nilai rating 2# nilai k"ndisi airtanah didapatkan nilai rating ' dan nilai M"int
+"nditi"n mendapatkan nilai rating 2'. Dari hasil rating yang didapatkan
kemudian dit"tal sehingga mendapatkan nilai 05. Dari data RMR 1 dan RMR 2
dapat di+ari nilai RMR t"talnya sehingga mendapatkan nilai 0032.
Dengan didapatkan nilai RMR t"talnya maka dapat di+ari nilai SMR nya
berdasarkan klasifikasi Laubscher ,1/'%- didapatkan hasil sebagai berikut
Ta'el 0.1 %las!&!kas! Laubscher #1560$
.erdasarkan klasifikasi Hall ,1/0%- didapatkan nilai SMR '/50J dan
berdasarkan klasifikasi Orr ,1//2- didapatkan nilai SMR sekitar 07133J.
0., Reko+endas!
Dari hasil RMR dan SMR digunakan parameter&parameter yang ada dan
dapat direk"mendasikan berdasarkan RMR rek"mendasinya berdasarkan
penilaian Unconfined Compressive Strength ,M)a- Bieniaski ,1/0/- penilaian
Rock !uality "esign ,R2D- Bieniaski ,1/0/- #oint Spacing Bieniaski
,1/0/- penilaian $roundater Condition Bieniaski ,1/0/- dan #oint
Condition% Bieniaski ,1/0/-.
)ada hasil SMR dapat direk"mendasikan menggunakan klasifikasi
Laubscher ,1/'%- Hall ,1/0%- Orr ,1//2-. Sehingga dari hasil RMR dan SMR
dapat disimpulkan berdasarkan rek"mendasi 3lasifikasi SMR ,R"mana 1/0#-
sebagai berikut:
16
Ta'el 0.1 %las!&!kas! SMR #Ro+ana8 1579$
BAB 2I
17
PENUTUP
:.1 %es!+*ulan
.erdasarkan lit"l"gi 1 pada set 1 nilai dS$1 nya 125% m set 2 nilai
dS$1 nya 21%0 m dan set 3 nilai dS$1 nya 2#2'% m. rata&rata dS$1 nya 101'
m. ;ilai I #%%# m dan nilai R2D nya //05 =. 9it"l"gi 2 pada set 1 nilai dS$1
nya 10 m set 2 nilai dS$1 nya 22/' m dan set 3 nilai dS$1 nya 1/'3 m. ;ilai
rata&rata dS$1 nya 2#23 m. ;ilai I #7/7 m dan nilai R2D nya //00 =.
Rating RMR 1 mendapatkan nilai /7 dan nilai rating RMR 2
mendapatkan nilai 0032. .erdasarkan nilai SMR nya menurut klasifikasi
Laubscher ,1/'%- didapatkan nilai '%J. .erdasarkan klasifikasi Hall ,1/0%- nilai
SMR '/50J dan berdasarkan klasifikasi Orr ,1//2- nilai SMR sekitar 07133J.
:.2 Sa(an
5.2.1 3alau sedang menerangkan materi 4angan +epat&+epat dan 4angan
diputar&putar pen4elasannya sehingga dapat dimengerti
5.2.2 Sebelum praktikum praktikan diberi materi namun 4angan mendadak
materinya diberikan supaya praktikan dapat bela4ar dahulu
5.2.3 Sebaiknya asisten mendampingi praktikannya supaya praktikan apabila
tidak mengerti dapat Tanya kepada asisten
18