Anda di halaman 1dari 5

5.

ANALISA HASIL PRAKTIKUM


Pada percobaan kali ini dilakukan pengujian manipulasi semen seng fosfat
untuk luting dan basis. Sebagai luting rasio bubuk yang digunakan sesuai dengan
aturan pabrik, yaitu 3 sendok bubuk dan 3 sendok cairan. Sebelum melakukan
manipulasi, berat bubuk dan cairan ditimbang terlebih dahulu. Pada percobaan
pertama, rasio bubuk dan cairan yang digunakan adalah 0.28 gram bubuk : 0.2 gram
cairan. Setting time untuk percobaan pertama adalah 22 menit 0 detik. Sedangkan
percobaan kedua dengan rasio bubuk dan cairan 0.33 gram bubuk : 0.2 gram cairan
memiliki setting time yang lebih cepat dari percobaan pertama yaitu 8 menit !0
detik. "ari kedua hasil hasil percobaan tersebut dapat diketahui rata#rata setting time
semen seng fosfat untuk luting adalah 20 menit 30 detik. $onsistensi semen seng
fosfat pada percobaan untuk luting lebih encer daripada yang digunakan untuk basis.
Pada percobaan manipulasi semen seng fosfat untuk basis dilakukan tiga kali
percobaan. Percobaan pertama rasio bubuk dan cairan adalah 0.32 gram bubuk : 0.
gram cairan dengan setting time % menit !& detik. Percobaan kedua rasio bubuk dan
cairan yang dipakai adalah 0.3 gram bubuk : 0. gram cairan dengan setting time &
menit 30 detik. Percobaan terakhir menggunakan rasio bubuk dan cairan sebesar 0.2&
gram bubuk : 0.! gram cairan dengan setting time menit '' detik. (asil
percobaan didapatkan rata#rata setting time adalah & menit '' detik. Setting time yang
diperlukan untuk basis lebih cepat dibandingkan luting karena adanya perbedaan
rasio bubuk)cairan. "engan meningkatkan rasio bubuk)cairan akan memberikan
campuran lebih kental, setting time lebih singkat, kekuatan yang lebih tinggi,
menurunkan kelarutan, dan tingkat keasaman yang lebih rendah. Semen yang telah
mengeras pada dasarnya adalah matriks amorf ikatan seng fosfat yang di dalamnya
terdiri dari partikel#partikel seng oksida yang tidak bereaksi. *adi, semen untuk luting
yang memiliki kadar cairan lebih banyak akan membutuhkan +aktu yang lebih lama
untuk mengeras karena ikatan yang terjadi antara seng oksisa dengan asam fosfat
lebih banyak sehingga membutuhkan +aktu lebih. Sebaliknya, semen untuk basis
memiliki setting time yang lebih singkat karena cairan yang digunakan lebih sedikit
sehingga pembentukan matriks seng fosfat tidak sebanyak untuk luting.
6. PEMBAHASAN
Seng fosfat adalah semen untuk luting yang pertama. Semen ini terdiri dari
bubuk dan cairan yang berada di dua botol yang terpisah. $omposisi utama dari
bubuk adalah seng oksida, sedangkan komposisi utama dari cairan adalah asam fosfat
,-nusa.ice 2003, '/0. Semen seng fosfat terbentuk apabila seng oksida dan asam
fosfat dicampur ,1lad+in 200&, &!0.
$omposisi dari bubuk adalah seng oksida ,&020 dan metal oksida lainnya
,020. Sedangkan komposisi cairan adalah asam fosfat ,!02#/020 dan gabungan
fosfat dengan -3 atau 4n sebagai larutan penyangga. $omponen ini membentuk
fosfat yang mana dapat menyetabilkan p( dari asam dan mengurangi reakti.itasnya
,5c 6abe 2008, 2%30.
7ubuk dan cairan semen seng fosfat ditakar sesuai dengan takaran dari pabrik.
Spatula semen dan glass lab digunakan untuk mengaduk material. 6ampuran dengan
rasio w:p kecil digunakan sebagai luting agent, sedangkan rasio w:p lebih besar
digunakan untuk basis. 8eaksi setting dari material ini sangat eksotermis. Panas yang
dihasilkan saat reaksi mempercepat setting time. 5aka penting untuk meminimalkan
panas ini. Semen seng fosfat dibagi menjadi beberapa bagian dan dicampur secara
perlahan masing#masing bagian 0#! detik dan dengan cara memperluas area
pencampuran di atas glass lab untuk meminimalkan panas dari reaksi setting dan
memfasilitasi transfer panas ke glass lab ,1lad+in 200&, &%0.
Semen yang digunakan untuk basis memiliki konsistensi putty-like dengan
rasio bubuk : cairan yang digunakan sekitar 3,! : . Semen yang digunakan untuk
luting campurannya lebih cair dengan rasio bubuk : cairan yang digunakan lebih
randah. (al tersebut untuk memastikan flow semen selama menempatkan restorasi
,5c 6abe 2008, 2%30.
8eaksi setting dari pencampuran bubuk dan cairan menghasilkan bentukan
yang relatif tidak larut seperti ,5c 6abe 2008, 2%30:
34n9 : 2(3P9' : (29 4n3,P9'02
.
'(29
(anya lapisan permukaan dari partikel seng oksida yang bereaksi, meninggalkan
ikatan bersama inti yang tidak terkonsumsi oleh matriks fosfat ,5c 6abe 2008, 2%30.
Permukaan dari bubuk alkalin larut bersama cairan asam yang menghasilkan reaksi
eksotermis. Semen ini bersifat porus. Setting time dari semen seng fosfat dipengaruhi
oleh +aktu dan suhu. 5endinginkan glass lab akan memperpanjang +aktu kerja
,Po+ers 2008, '80.
Pada percobaan kali ini dilakukan pengujian manipulasi semen seng fosfat
untuk luting dan basis. Luting agent berfungsi sebagai bahan pelekat komponen.
Sedangkan basis digunakan sebgai dasar restorasi sebagai pelindung pulpa terhadap
thermal ijury, galvanic shock, dan reaksi kimia tergatung dari bahan restorasi yang
digunakan ,-nusa.ice 2003, '/'0.
;erdapat setting time minimal untuk semen sebagai luting yaitu sekitar 2,!
menit dan 2 menit untuk basis. Setting time minimum tersebut dirancang untuk
memastikan bah+a terdapat working time yang cukup. Pengerasan a+al material
biasanya terjadi dalam +aktu '#% menit, meskipun kekuatan akan terus meningkat
beberapa +aktu kemudian. Standar 3S9 menentuan bah+a working time maksimal
untuk basis sekitar / menit dan 8 menit untuk luting ,5c 6abe 2008, 2%!0.
<aktor#faktor yang mempengeruhi working time dan setting time antara lain:
. Perbandingan bubuk dan cairan
Perbandingan bubuk dan cairan yang tinggi mempercepat penggabungan
bubuk dan cairan ,Po+ers 2008, '80. (al ini menyebabkan cepat terbentuknya
matriks fosfat sehingga mempercepat setting time ,5c 6abe 2008, 2%30.
2. Perubahan komposisi
=fek degradasi cairan menunjukan menggumpalnya air. (ilangnya air dari
asam dapat memperpanjang reaksi setting, sedangkan penyatuan air selama
pencampuran mempercepat reaksi ,-nusa.ice 2003, '/20.
3. $ecepatan dan +aktu pengadukan
Satu persatu bagian bubuk yang telah dipisahkan sebaiknya dicampur selama
!#20 detik sebelum menambah bagian yang lain. Pencampuran tersebut harus
selesai berkisar ,! hingga 2 menit ,-nusa.ice 2003, '//0. 9perator yang
memperpanjang +aktu pengadukan akan menghancurkan matriks yang terbentuk.
Pecahnya matriks berarti dibutuhkan tambahan +aktu untuk membangun kembali
sebagian matriks ini ,-nusa.ice 2003, '/20.
'. Penggunaan spatula semen dan glass lab yang bersuhu dingin
Suhu yang panas dapat mempercepat setting time, maka sebaiknya
pencampuran dilakukan di atas glass lab tebal dan bersuhu dingin. 5endinginkan
aglass lab akan menghambat pementukan matriks fosfat ,-nusa.ice 2003, '/30.
Pengadukan harus menggunakan spatula berbahan stainless steel, tipis,
membentuk pola angka 8, gerakan bolak balik, dan menggunakan teknik spreading
agar adonan semen menyebar sehingga memfasilitasi penyerapan panas di atas
area glass lab ,1lad+in 200&, &%0.
!. >kuran partikel bubuk
Semakin kecil ukuran partikel bubuk semen, semakin cepat setting timenya
karena memiliki luas permukaan yang lebih besar ,5c 6abe 2008, 2%'0.
/. Buffering agents pada cairan
Penambahan buffering agents dapat menghambat kerja asam fosfat yang
terdapat dalam cairan semen seng fosfat, sehingga setting time menjadi lebih lama
,5c 6abe 2008, 2%!0.
%. -danya kelembaban
$elembaban juga berpengaruh pada setting time, semakin lembab, semakin
tinggi kadar airnya, sehingga semakin lama pula setting time ,5c 6abe 2008, 2%!0.
8. DAFTAR PUSTAKA
-nusa.ice, $.*. 2003. hillip!s "ental #aterial.
th
=d. Philadelphia.
=lse.ier ?td. p: '/#'/', '//.
1lad+in, 5. @ 7agby, 5. 200&. $linical %spect of "ental #aterials :
&heory, ractice, and $ases. 3
rd
=d. Philadelphia. ?ippincott Ailliams @ Ailkins. p:
&!, &%.
5c 6abe, *.<. @ Aalls, -.A.1. 2008. %pplied "ental #aterial. &
th
=d.
9Bford, >$. 7lack+ell Publishing ?td. p: 2%3#2%!.
Po+ers, *.5. @ Aataha, *.6. 2008. "ental #aterials roperties and
#anipulation. &
th
=d. ?ondon, >$. 5osby =lse.ier. p: '8.

Anda mungkin juga menyukai