Anda di halaman 1dari 4

Kelompok 3:

Nadia Damayanti 115020300111008


Ranita Ramadhani 115020300111037
Khalishah Putri H 115020300111050

LATIHAN:
1. Menurut sistem Pengendalian Mutu KAP diatur dalam Pernyataan Standar Pengendalian
Mutu (PSPM) No. 01 yang dikeluarkan oleh Komite SPAP unsur-unsur pengendalian
mutu diantaranya:

a. Independensi Auditor
b. Penugasan Personel
c. Konsultasi
d. Supervisi
e. Pemekerjaan
f. Pengembangan Profesional
g. Promosi
h. Penerimaan dan keberlanjutan klien
i. Inspeksi

Dari uraian yang ada, kesimpulan yang bisa diperoleh terkait sistem pengendalian mutu
yang dimiliki KAP Adi Susilo dan Rekan diantaranya:
a. Kebijakan Penugasan Personel
Penunjukan personel untuk setiap penugasan audit sesuai dengan pengalaman
profesional dan pelatihan teknis yang dimiliki oleh karyawan yang ditunjuk.
b. Kebijakan Pemekerjaan
SDM yang digunakan di dalam melakukan pemeriksaan audit minimal mempunyai
tingkat pendidikan S1 dari perguruan tinggi terkemuka. Hal ini dilakukan untuk
menjamin mutu dari auditor yang melakukan audit.
c. Kebijakan Pengembangan Profesional
Adanya kewajiban untuk semua partner dan karyawan KAP untuk mengikuti
Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) secara konsisten
d. Kebijakan Inspeksi
Adanya partner-in-charge yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan
pekerjaan (proyek) audit dan membawahi auditor senior yang juga melakukan review
dari hasil pekerjaan auditor junior dan staf.


Rekomendasi yang saya usulkan guna perbaikan kebijakan sistem pengendalian mutu
yang dimiliki oleh KAP adalah KAP sebaiknya melengkapi unsur-unsur sistem
pengendalian mutu berdasarkan Pernyataan Sistem Pengendalian Mutu yang dikeluarkan
Komite SPAP maupun berdasarkan Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik yang
dikeluarkan oleh IAPI sehingga kualitas perekrutan karyawan hingga hasil dari kegiatan
audit dapat lebih ditingkatkan.


2. Langkah spesifik yang dilakukan oleh KAP Adi Susilo dan rekan untuk menerima
klien perusahaan publik, sesuai dengan peraturan SOX atau Sarbanes Oxley Act
yaitu:
a) Mensyaratkan bahwa manajemen mensertifikasi atau memasikan kewajaran laporan
keuangan dan pengungkapan yang dimuat dalam laporan berkala, dan laporan
keuangan dan pengungkapan-pengungkapan secara wajar menyajikan dalam segala
hal yang material, operasi dan kondisi keuangan dari issuer.
b) Mensyaratkan manajemen memberikan penilaian pengendalian internal dan auditor
eksternal melaporkan pengendalian tersebut.
c) Mensyaratkan manajemen melaporkan efektivitas pengendalian internal dan auditor
menyajikannya dalam penilaian manajemen.
d) Mensyaratkan adanya pejabat kode etik (officer code of ethic) untuk perusahaan publik.

Adapun juga langkah yang dipersiapkan dalam menerima klien perusahan publik pada PSA
No. 62, yaitu:
a) Pemahaman atas Dampak Peraturan Perundang-Undangan, Auditor harus memperoleh
pemahaman tentang kemungkinan dampak peraturan perundang-undangan terhadap
laporan keuangan yang umumnya diperkirakan oleh auditor berdampak langsung dan
material atas penentuan jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan.
b) Dewan umum harus melakukan inspeksi untuk menilai tingkat kepatuhan dari
masing-masing yang terdaftar di dalam perusahaan akuntan publik dan orang-
orang yang terkait dengan perusahaan sesuai dengan UU, aturan-aturan Dewan,
aturan Komisaris , atau standar profesional, sehubungan dengan kinerja hal-hal
audit, penerbitan laporan audit, dan terkait yang melibatkan emiten.
c) Pertimbangan atas Resiko, Sebagai contoh, jika suatu entitas pemerintahan
didesentralisasikan tanpa pemantauan memadai, risiko salah saji material pada tingkat
laporan keuangan dapat meningkat.


RISET KELOMPOK:
Tulislah laporan yang membahas mengenai pemasaran oleh KAP. Tunjukkan alasan
bahwa kegiatan pemasaran tersebut diperbolehkan dan tipe pemasaran (periklanan)
yang telah terjadi. Diskusikan keberhasilan yang telah dicapai oleh KAP dan reaksi
akuntan terhadap pemasaran khususnya periklanan. Apa saja yang membatasi
kegiatan periklanan yang dilakukan oleh akuntan publik
Dalam kasus KAP Adi Susilo dan Rekan, KAP memutuskan untuk mencari klien tambahan
dengan cara mempublikasikan beberapa iklan pada koran lokal dan majalah terkemuka di
daerah sekitar kantor KAP. Perusahaan juga mendistribusikan surat kabar bulanan yang berisi
informasi perubahan pajak dan akuntansi kepada para klien dan pemimpin bisnis. Cara ini
dirasa oleh bagian pemasaran sebagai cara yang efektif dalam memasarkan produk layanan
jasanya. Dengan cara seperti diatas, KAP dapat mencatat laba kotor sebesar Rp.
17.000.000.000 dengan laba bersih mencapai Rp.9.000.000.000. Selain itu, keuntungan yang
diperoleh oleh partner individu bertambah dari Rp. 200.000.000 menjadi Rp.500.000.000.
Sejalan dengan tuntutan perkembangan lingkungan bisnis, berbagai perbaikan dan
penyempurnaan Standar Akuntansi Keuangan, Standar Profesional Akuntan Publik maupun
Kode Etik Akuntan Indonesia terus dilakukan. Salah satunya pernyataan Etika Profesi Nomor
4 tahun 1994 tentang pelarangan advertensi jasa akuntan publik, telah direvisi dengan aturan
Etika Profesi nomor 502 tahun 2000 yang memperbolehkan KAP melakukan promosi dan
kegiatan pemasaran lainnya.
Pelonggaran Kode Etik ini menimbulkan permasalahan apakah akuntan publik harus beriklan
atau tidak, informasi apa yang seharusnya dimuat jika mereka beriklan dan media apa yang
sebaiknya digunakan (Hite dan Fraser, 1988). Apakah konsumen akan beranggapan bahwa
advertensi oleh akuntan tidak etis dan harus dihindari ataukah sebaliknya, konsumen akan
menghargai informasi dalam advertensi dan memilih akuntan yang menawarkan
keunggulannya.
Secara umum iklan merupakan cara penyampaian pesan melalui media tertentu seperti
majalah, surat kabar, radio, televisi, dan surat yang bertujuan untuk mempengaruhi orang
untuk membeli suatu produk atau jasa, atau untuk menghasilkan reaksi tertentu. Iklan bagi
suatu KAP bisa menjadi media yang efektif untuk menyediakan informasi bagi calon klien
mengenai jasa yang tersedia (Cooper et. al., 1990). Iklan dalam kode etik akuntan Sebagian
besar kaum profesional menganggap advertensi sebagai aktivitas yang tabu sebab mereka
berpendapat bahwa advertensi merupakan aktivitas yang tidak profesional. Advertensi
menurut akuntan yang lebih tua dipersepsikan dapat menurunkan citra dan kualitas jasa
profesi. Namun sebagian professional dan akuntan generasi muda berpendapat bahwa
advertensi yang baik justru akan meningkatkan rasa tanggungjawab sehingga kualitas jasa
profesi tetap terjaga. Sedangkan akuntan generasi muda akan bersikap positif terhadap iklan
dibandingkan dengan akuntan yang lebih tua.
Iklan yang diperbolehkan menurut aturan etika profesi nomor 502 tahun 2000 bagi sebuah
KAP adalah iklan yang bersifat pemberitahuan, iklan untuk merekrut pegawai dan staff, iklan
untuk penjualan perusahaan atau aset klien akuntan publik, dalam kapasitas profesinya pada
saat bertindak sebagai likuidator dan iklan untuk menginformasikan kegiatan seminar dan
penataran bagi masyarakat umum, kecuali yang diselenggarakan secara gratis. Sedangkan
iklan yang tidak diperbolehkan adalah iklan yang berisikan janji muluk muluk yang
menggambarakan seolah olah dapat memengaruhi keputusan pejabat pengadilan, instansi
pengatur atau badan/instasi lain yang serupa, iklan yangtidak sesuai fakta, iklan yang memuat
perbandingan dengan akuntan lainnya, iklan yang mengakibatkan orang lain tertipu, iklan
yang menawarkan jasa secara tertulis kecuali atas permintaan calon klien yang bersangkutan
Menurut kelompok kami, sesuai dengan etika bisnis akuntan publik, melakukan advertensi
seperti yang sesuai dengan Aturan Etika Profesi IAI-KAP yang memperbolehkan advertensi
bagi akuntan publik sesuai dengan aturan yang berlaku seperti yang telah disebutkan diatas
karena itu adalah salah satu cara mempromosikan atau menjual jasa agar para konsumen
(pengguna jasa akuntan) dapat mengetahui akuntan mana yang akan meraka jadikan pilihan.
Kegiatan advertensi yang telah dilakukan oleh KAP diperbolehkan. Akan tetapi untuk
kegiatan advertensi dengan mendistribusikan surat kabar bulanan yang berisi mengenai
perubahan pajak dan akuntansi kepada klien adalah hal yang kurang tepat karena
dikhawatirkan mengurangi nilai kerahasiaan klien karena ada kemungkinan data mengenai
perubahan pajak dan akuntansi yang tidak seharusnya diketahui, menjadi diketahui oleh pihak
lain.