Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN PENYAKIT

OSTEOARTHRITIS
Di Susun Oleh:
Syaeful Islam S. Kep
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2014
KELAINAN SENDI DEGENERATIF
A. Pe!e"#$%
Osteoartritis yang dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau
osteoartrosis (sekalipun terdapat inflamasi ) merupakan kelainan sendi yang
paling sering ditemukan dan kerapkali menimbulkan ketidakmampuan
(disabilitas). (Smeltzer , Suzanne, !"#!)
Osteoartritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab ke$a$atan
yang menduduki urutan pertama dan akan meningkat dengan meningkatnya usia,
penyakit ini %arang ditemui pada usia di ba&ah '( tahun tetapi lebih sering
di%umpai pada usia di atas (" tahun. )aktor umur dan %enis kelamin menun%ukkan
adanya perbedaan frekuensi (Sunarto, !"#", Solomon, !"#!).
Sedangkan menurut *arry Isbagio + ,. -ainal .fendi (!""/) osteoartritis
merupakan kelainan sendi non inflamasi yang mengenai sendi yang dapat
digerakkan, terutama sendi penumpu badan, dengan gambaran patologis yang
karakteristik berupa buruknya tulang ra&an sendi serta terbentuknya tulang0
tulang baru pada sub kondrial dan tepi0tepi tulang yang membentuk sendi,
sebagai hasil akhir ter%adi perubahan biokimia, metabolisme, fisiologis dan
patologis se$ara serentak pada %aringan hialin ra&an, %aringan subkondrial dan
%aringan tulang yang membentuk persendian.( 1. 2oedhi Darmo%o + 3artono
*adi ,!""4)

B. KLASIFIKASI
Osteoartritis diklasifikasikan men%adi :
a. 5ipe primer ( idiopatik) tanpa ke%adian atau penyakit sebelumnya yang
berhubungan dengan osteoartritis
b. 5ipe sekunder seperti akibat trauma, infeksi dan pernah fraktur
(6ong, 2arbara, !""( hal 77()
&. Pe'e(%(
2eberapa penyebab dan faktor predisposisi adalah sebagai berikut:
#. 8mur
9erubahan fisis dan biokimia yang ter%adi se%alan dengan bertambahnya umur
dengan penurunan %umlah kolagen dan kadar air, dan endapannya berbentuk
pigmen yang ber&arna kuning.
!. 9engausan (&ear and tear)
9emakaian sendi yang berlebihan se$ara teoritis dapat merusak ra&an sendi
melalui dua mekanisme yaitu pengikisan dan proses degenerasi karena bahan
yang harus dikandungnya.
7. Kegemukan
)aktor kegemukan akan menambah beban pada sendi penopang berat badan,
sebaliknya nyeri atau $a$at yang disebabkan oleh osteoartritis mengakibatkan
seseorang men%adi tidak aktif dan dapat menambah kegemukan.
'. 5rauma
Kegiatan fisik yang dapat menyebabkan osteoartritis adalah trauma yang
menimbulkan kerusakan pada integritas struktur dan biomekanik sendi
tersebut.
:. Keturunan
*eberden node merupakan salah satu bentuk osteoartritis yang biasanya
ditemukan pada pria yang kedua orang tuanya terkena osteoartritis,
sedangkan &anita, hanya salah satu dari orang tuanya yang terkena.
(. ,kibat penyakit radang sendi lain
Infeksi (artritis rematord; infeksi akut, infeksi kronis) menimbulkan reaksi
peradangan dan pengeluaran enzim perusak matriks ra&an sendi oleh
membran sino<ial dan sel0sel radang.
/. =oint 3allignment
9ada akromegali karena pengaruh hormon pertumbuhan, maka ra&an sendi
akan membal dan menyebabkan sendi men%adi tidak stabil>seimbang
sehingga memper$epat proses degenerasi.
?. 9enyakit endokrin
9ada hipertiroidisme, ter%adi produksi air dan garam0garam proteglikan yang
berlebihan pada seluruh %aringan penyokong sehingga merusak sifat fisik
ra&an sendi, ligamen, tendo, sino<ia, dan kulit.
9ada diabetes melitus, glukosa akan menyebabkan produksi proteaglikan
menurun.
4. Deposit pada ra&an sendi
*emokromatosis, penyakit @ilson, akronotis, kalsium pirofosfat dapat
mengendapkan hemosiderin, tembaga polimer, asam hemogentisis, kristal
monosodium urat>pirofosfat dalam ra&an sendi.
D. P%#)*$+$),)!$
9enyakit sendi degeneratif merupakan suatu penyakit kronik, tidak
meradang, dan progresif lambat, yang seakan0akan merupakan proses penuaan,
ra&an sendi mengalami kemunduran dan degenerasi disertai dengan
pertumbuhan tulang baru pada bagian tepi sendi.
9roses degenerasi ini disebabkan oleh proses peme$ahan kondrosit yang
merupakan unsur penting ra&an sendi. 9eme$ahan tersebut diduga dia&ali oleh
stress biomekanik tertentu. 9engeluaran enzim lisosom menyebabkan dipe$ahnya
polisakarida protein yang membentuk matriks di sekeliling kondrosit sehingga
mengakibatkan kerusakan tulang ra&an. Sendi yang paling sering terkena adalah
sendi yang harus menanggung berat badan, seperti panggul lutut dan kolumna
<ertebralis. Sendi interfalanga distal dan proksimasi.
Osteoartritis pada beberapa ke%adian akan mengakibatkan terbatasnya
gerakan. *al ini disebabkan oleh adanya rasa nyeri yang dialami atau diakibatkan
penyempitan ruang sendi atau kurang digunakannya sendi tersebut.
9erubahan0perubahan degeneratif yang mengakibatkan karena peristi&a0
peristi&a tertentu misalnya $edera sendi infeksi sendi deformitas $ongenital dan
penyakit peradangan sendi lainnya akan menyebabkan trauma pada kartilago
yang bersifat intrinsik dan ekstrinsik sehingga menyebabkan fraktur ada ligamen
atau adanya perubahan metabolisme sendi yang pada akhirnya mengakibatkan
tulang ra&an mengalami erosi dan kehan$uran, tulang men%adi tebal dan ter%adi
penyempitan rongga sendi yang menyebabkan nyeri, kaki kripitasi, deformitas,
adanya hipertropi atau nodulus. ( Soeparman ,#44:)
PATHWAY
9roses 9enuaan
9eme$ahan
kondrosit
9erubahan
Komponen sendi
Kolagen
9rogteogtikasi
=aringan sub
kondrial
9roses penyakit
degeneratif
yang pan%ang
9engeluaran
enzim lisosom
3K:
Kerusakan
9enatalaksanaan
lingkungan
Kerusakan
matrik kartilago
9enebalan
tulang sendi
9enyempitan
rongga sendi
9enurunan
Kekuatan
nyeri
3K: Kurang
pera&atan diri
5rauma
Intrinsik
.kstrinsik
9erubahan
metabolisme sendi
Kurang
kemampuan
mengingat
Kesalahan
interpretasi
3K: Kurang
pengetahuan
9erubahan
fungsi sendi
Deformitas
sendi
3K: Kerusakan
mobilytas fisik
Kontraktur
3K: Aangguan
itra tubuh
*ipertrofi
Distensi airan
3K: Byeri akut
E. G%-(%"% K,$$+
#. 1asa nyeri pada sendi
3erupakan gambaran primer pada osteoartritis, nyeri akan bertambah apabila
sedang melakukan sesuatu kegiatan fisik.
!. Kekakuan dan keterbatasan gerak
2iasanya akan berlangsung #: C 7" menit dan timbul setelah istirahat atau
saat memulai kegiatan fisik.
7. 9eradangan
Sino<itis sekunder, penurunan p* %aringan, pengumpulan $airan dalam ruang
sendi akan menimbulkan pembengkakan dan peregangan simpai sendi yang
semua ini akan menimbulkan rasa nyeri.
'. 3ekanik
Byeri biasanya akan lebih dirasakan setelah melakukan akti<itas lama dan
akan berkurang pada &aktu istirahat. 3ungkin ada hubungannya dengan
keadaan penyakit yang telah lan%ut dimana ra&an sendi telah rusak berat.
Byeri biasanya berlokasi pada sendi yang terkena tetapi dapat men%alar,
misalnya pada osteoartritis $oDae nyeri dapat dirasakan di lutut, bokong
sebelah lateril, dan tungkai atas.
Byeri dapat timbul pada &aktu dingin, akan tetapi hal ini belum dapat
diketahui penyebabnya.
:. 9embengkakan Sendi
9embengkakan sendi merupakan reaksi peradangan karena pengumpulan
$airan dalam ruang sendi biasanya teraba panas tanpa adanya pemerahan.
(. Deformitas
Disebabkan oleh distruksi lokal ra&an sendi.
/. Aangguan )ungsi
5imbul akibat Ketidakserasian antara tulang pembentuk sendi.
.. PEMERIKSAAN PENUNJANG
/ )oto 1ontgent menun%ukkan penurunan progresif massa kartilago
sendi sebagai penyempitan rongga sendi
/ Serologi dan $airan sino<ial dalam batas normal
0. PENATALAKSANAAN
a. 5indakan pre<entif
/ 9enurunan berat badan
/ 9en$egahan $edera
/ S$reening sendi paha
/ 9endekatan ergonomik untuk memodifikasi stres akibat ker%a
b.)armakologi : obat BS,ID bila nyeri mun$ul
$. 5erapi konser<atif ; kompres hangat, mengistirahatkan sendi, pemakaian alat0
alat ortotik untuk menyangga sendi yang mengalami inflamasi
d. Irigasi tidal ( pembasuhan debris dari rongga sendi), debridemen artros$opik,
e. 9embedahan; artroplasti
H. Pe!1%2$%
#. ,kti<itas>Istirahat
0 Byeri sendi karena gerakan, nyeri tekan memburuk dengan stress
pada sendi, kekakuan pada pagi hari, biasanya ter%adi se$ara
bilateral dan simetris limitimasi fungsional yang berpengaruh pada
gaya hidup, &aktu senggang, peker%aan, keletihan, malaise.
Keterbatasan ruang gerak, atropi otot, kulit: kontraktor>kelainan
pada sendi dan otot.
!. Kardio<askuler
0 )enomena 1aynaud dari tangan (misalnya pu$at litermiten,
sianosis kemudian kemerahan pada %ari sebelum &arna kembali
normal.
7. Integritas .go
0 )aktor0faktor stress akut>kronis (misalnya finansial peker%aan,
ketidakmampuan, faktor0faktor hubungan.
0 Keputusasaan dan ketidakberdayaan (situasi ketidakmampuan).
0 ,n$aman pada konsep diri, gambaran tubuh, identitas pribadi,
misalnya ketergantungan pada orang lain.

'. 3akanan > airan
0 Ketidakmampuan untuk menghasilkan atau mengkonsumsi
makanan atau $airan adekuat mual, anoreksia.
0 Kesulitan untuk mengunyah, penurunan berat badan, kekeringan
pada membran mukosa.

:. *ygiene
0 2erbagai kesulitan untuk melaksanakan akti<itas pera&atan diri,
ketergantungan pada orang lain.
(. Beurosensori
0 Kesemutan pada tangan dan kaki, pembengkakan sendi
/. Byeri>kenyamanan
0 )ase akut nyeri (kemungkinan tidak disertai dengan
pembengkakan %aringan lunak pada sendi. 1asa nyeri kronis dan
kekakuan (terutama pagi hari).
?. Keamanan
0 Kulit mengkilat, tegang, nodul sub mitaneus
0 6esi kulit, ulkas kaki
0 Kesulitan dalam menangani tugas>pemeliharaan rumah tangga
0 Demam ringan menetap
0 Kekeringan pada mata dan membran mukosa
4. Interaksi Sosial
0 Kerusakan interaksi dengan keluarga atau orang lain, perubahan
peran: isolasi.
#". 9enyuluhan>9embela%aran
0 1i&ayat rematik pada keluarga
0 9enggunaan makanan kesehatan, <itamin, penyembuhan penyakit
tanpa pengu%ian
0 1i&ayat perikarditis, lesi tepi katup. )ibrosis pulmonal, pkeuritis.
##. 9emeriksaan Diagnostik
0 1eaksi aglutinasi: positif
0 6.D meningkat pesat
0 protein reaktif : positif pada masa inkubasi.
0 SD9: meningkat pada proses inflamasi
0 =D6: 3enun%ukkan an$aman sedang
0 Ig (Igm + Ig A) peningkatan besar menun%ukkan proses autoimun
0 1O: menun%ukkan pembengkakan %aringan lunak, erosi sendi,
osteoporosis pada tulang yang berdekatan, formasi kista tulang,
penyempitan ruang sendi.
I. DIAGNOSA YANG MUNGKIN TIMBUL DAN INTER3ENSINYA
a. Byeri akut>kronis berhubungan dengan distensi %aringan oleh akumulasi
$airan>proses inflamasi, distruksi sendi.
Inter<ensi:
0 Ka%i keluhan nyeri; $atat lokasi dan intensitas nyeri (skala " C #").
atat faktor0faktor yang memper$epat dan tanda0tanda rasa nyeri non
<erbal
0 2eri matras>kasur keras, bantal ke$il. 5inggikan tempat tidur sesuai
kebutuhan saat klien beristirahat>tidur.
0 2antu klien mengambil posisi yang nyaman pada &aktu tidur atau
duduk di kursi. 5ingkatan istirahat di tempat tidur sesuai indikasi.
0 9antau penggunaan bantal.
0 Dorong klien untuk sering mengubah posisi.
0 2antu klien untuk mandi hangat pada &aktu bangun tidur.
0 2antu klien untuk mengompres hangat pada sendi0sendi yang sakit
beberapa kali sehari.
0 9antau suhu kompres.
0 2erikan masase yang lembut.
0 Dorong penggunaan teknik mana%emen stress misalnya relaksasi
progresif sentuhan terapeutik bio feedba$k, <isualisasi, pedoman
ima%inasi hipnotis diri dan pengendalian nafas.
0 6ibatkan dalam akti<itas hiburan yang sesuai untuk situasi
indi<idu.
0 2eri obat sebelum akti<itas>latihan yang diren$anakan sesuai
petun%uk.
0 2antu klien dengan terapi fisik.
*asil yang diharapkan>Kriteria e<aluasi
0 3enun%ukkan nyeri berkurang atau terkontrol
0 5erlihat rileks, dapat istirahat, tidur dan berpartisipasi dalam
akti<itas sesuai kemampuan.
0 3engikuti program terapi.
0 3enggunakan keterampilan relaksasi dan akti<itas hiburan ke
dalam program kontrol nyeri.
b. Kerusakan 3obilitas )isik 2erhubungan dengan :
0 Deformitas skeletal
0 Byeri, ketidaknyamanan
0 9enurunan kekuatan otot
Inter<ensi:
0 9antau tingkat inflamasi>rasa sakit pada sendi
0 9ertahankan tirah baring>duduk %ika diperlukan
0 =ad&al akti<itas untuk memberikan periode istirahat yang
terus0menerus dan tidur malam hari tidak terganggu.
0 2antu klien dengan rentang gerak aktif>pasif dan latihan
resistif dan isometri$ %ika memungkinkan
0 Dorongkan untuk mempertahankan posisi tegak dan duduk
tinggi, berdiri, dan ber%alan.
0 2erikan lingkungan yang aman, misalnya menaikkan
kursi>kloset, menggunakan pegangan tinggi dan bak dan
toilet, penggunaan alat bantu mobilitas>kursi roda penyelamat
0 Kolaborasi ahli terapi fisik>okupasi dan spesialis <asional.
*asil yang diharapkan>kriteria e<aluasi
0 3empertahankan fungsi posisi dengan tidak
hadirnya>pembatasan kontraktor
0 3empertahankan ataupun meningkatkan kekuatan dan fungsi
dari kompensasi bagian tubuh
0 3endemonstrasikan teknik>perilaku yang memungkinkan
melakukan akti<itas.
$. Aangguan itra 5ubuh>9erubahan 9enampilan 9eran berhubungan
dengan:
0 9erubahan kemampuan melakukan tugas0tugas umum
0 9eningkatan penggunaan energi, ketidakseimbangan mobilitas.
Inter<ensi:
0 Dorong klien mengungkapkan mengenai masalah tentang proses
penyakit, harapan masa depan.
0 Diskusikan dari arti kehilangan>perubahan pada seseorang.
3emastikan bagaimana pandangan pribadi klien dalam
memfungsikan gaya hidup sehari0hari termasuk aspek0aspek
seksual
0 ,kui dan terima perasaan berduka, bermusuhan, ketergantungan
0 9erhatikan perilaku menarik diri, penggunaan menyangkal atau
terlalu memperhatikan tubuh>perubahan.
0 Susun batasan pada perilaku maladaptif, bantu klien untuk
mengidentifikasi perilaku positif yang dapat membantu koping.
0 2antu kebutuhan pera&atan yang diperlukan klien.
0 Ikutsertakan klien dalam meren$anakan dan membuat %ad&al
akti<itas.
*asil yang diharapkan>kriteria e<aluasi:
0 3engungkapkan peningkatan rasa per$aya diri dalam kemampuan
untuk menghadapi penyakit, perubahan pada gaya hidup dan
kemungkinan keterbatasan.
0 3enyusun tu%uan atau ren$ana realistis untuk masa mendatang.
d. Kurang 9era&atan Diri berhubungan dengan Kerusakan ,uskuloskeletal:
9enurunan Kekuatan, Daya tahan, nyeri pada &aktu bergerak, Depresi.
Inter<ensi:
0 Diskusikan tingkat fungsi umum; sebelum timbul eksaserbasi
penyakit dan potensial perubahan yang sekarang diantisipasi.
0 9ertahankan mobilitas, kontrol terhadap nyeri dan program
latihan.
0 Ka%i hambatan terhadap partisipasi dalam pera&atan diri.
Identifikasi ren$ana untuk memodifikasi lingkungan.
0 Kolaborasi untuk men$apai terapi okupasi.
*asil yang diharapkan>kriteria e<aluasi:
0 3elaksanakan akti<itas pera&atan diri pada tingkat yang
konsisten pada kemampuan klien.
0 3endemonstrasikan perubahan teknik>gaya hidup untuk
memenuhi kebutuhan pera&atan diri.
0 3engidentifikasikan sumber0sumber pribadi>komunitas yang
dapat memenuhi kebutuhan.
e. 1esiko 5inggi terhadap Kerusakan 9enatalaksanaan 6ingkungan
berhubungan dengan :
0 9roses penyakit degeneratif %angka pan%ang.
0 Sistem pendukung tidak adekuat.
Inter<ensi:
0 Ka%i tingkat fungsi fisik
0 .<aluasi lingkungan untuk mengka%i kemampuan dalam
pera&atan untuk diri sendiri.
0 5entukan sumber0sumber finansial untuk memenuhi kebutuhan
situasi indi<idual.
0 Identifikasi untuk peralatan yang diperlukan misal alat bantu
mobilisasi.
*asil yang Diharapkan>Kriteria .<aluasi :
0 3empertahankan keamanan lingkungan yang meningkatkan
perkembangan.
0 3endemonstrasikan penggunaan sumber0sumber yang efektif dan
tepat.

f. Kurang 9engetahuan (Kebutuhan 2ela%ar) 3engenai 9enyakit, 9rognosis
dan Kebutuhan 9era&atan dan 9engobatan berhubungan dengan:
0 Kurangnya pemahaman>mengingat kesalahan interpretasi
informasi.
Inter<ensi :
0 5in%au proses penyakit, prognosis dan harapan masa depan
0 Diskusikan kebiasaan pasien dalam melaksanakan proses sakit
melalui diet, obat0obatan dan program diet seimbang, latihan dan
istirahat.
0 2antu dalam meren$anakan %ad&al akti<itas terintegrasi yang
realistis, istirahat, pera&atan diri, pemberian obat0obatan, terapi
fisik, dan mana%emen stress.
0 5ekankan pentingnya melan%utkan mana%emen farmakologi terapi.
0 Identifikasi efek samping obat.
0 Diskusikan teknik menghemat energi.
0 2erikan informasi tentang alat bantu misalnya tongkat, tempat
duduk, dan palang keamanan.
0 Dorong klien untuk mempertahankan posisi tubuh yang benar baik
pada saat istirahat maupun pada saat melakukan akti<itas.
0 Diskusikan pentingnya pemeriksaan lan%utan misalnya 6.D, kadar
salisilat, 95.
0 2eri konseling sesuai dengan prioritas kebutuhan klien.
*asil yang diharapkan>Kriteria .<aluasi:
0 3enun%ukkan pemahaman tentang kondisi>pragnosis dan
pera&atan.
0 3engembangkan ren$ana untuk pera&atan diri termasuk
modifikasi gaya hidup yang konsisten dengan mobilitas dan atau
pembatasan akti<itas.
DAFTAR PUSTAKA
6ong 2arbara, Perawatan Medikal Bedah (Suatu pendekatan proses
Keperawatan), Eayasan Ikatan alumni 9endidikan Kepera&atan 9a%a%aran,
2andung, #44(
Smeltzer . Suzannne, (!""! ), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, ,lih
2ahasa ,ndry *artono, dkk., =akarta, .A.
Doenges, .3. (!""" ), Rencana Asuhan Keperawatan; Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, ,lih 2ahasa I 3ade
Kariasa, dkk. (!""#), =akarta, .A.
9ri$e, S.,. 1. @ilson 6 (#44#), Pathophisiology linical oncept o! "isease
Process, ,lih 2ahasa ,d%i Dharma (#44:), Pato!isiologi Konsep Klinik
Proses#Proses Penyakit, =akarta, .A.
Depkes, 1I (#44:), Penerapan Proses Keperawatan pada Klien dengan $angguan
Sistem Maskuloskeletal, =akarta, 9usdiknakes.
1. 2oedhi Darmo%o + 3artono *adi (#444), $eriatri %lmu Kesehatan &sia 'anjut,
=akarta, 2alai 9enerbit )K 8ni<ersitas Indonesia.
,. Soeparman (#44:), %lmu Penyakit "alam, .disi Kedua, =akarta, 2alai 9enerbit
)K8I.
Re4%% A+56% Ke7e"%8%#%
N) D$%!)+%
Ke7e"%8%#%
T525% Re4%% T$9%1%
#. Byeri kronis
berhubungan
dengan
Setelah dilakukan tindakan
asuhan kepera&atan selama
: hari, klien akan:
0 3enun%ukkan nyeri
hilang>terkontrol
0 Klien terlihat rileks dapat
tidur>beristirahat dan
berpartisipasi dalam
akti<itas
0 3engikuti program terapi
0 3enggabungkan
keterampilan relaksasi
dan akti<itas hiburan ke
dalam program kontrol
nyeri.
0 Ka%i keluhan nyeri, $atat lokasi
dan intensitas nyeri (skala " C
#"), $atat faktor0faktor yang
memper$epat dan tanda0tanda
rasa nyeri.
0 2eri matras dan kasur keras
bantal ke$il. 5inggikan linen
tempat tidur sesuai kebutuhan
saat klien beristirahat>tidur.
0 2antu klien mengambil posisi
yang nyaman pada &aktu tidur
atau duduk diskusi, tinggikan
istirahat di tempat tidur sesuai
indikasi.
0 9antau penggunaan bantal
0 Dorong klien untuk mengubah
posisi.
0 2antu klien untuk mengompres
hangat pada sendi0sendi yang
sakit beberapa kali sehari.
0 9antau suhu kompres
0 Dorong untuk menggunakan
Kurang
pera&atan diri
berhubungan
dengan
Setelah dilakukan tindakan
kepera&atan selama : hari
klien akan:
0 3elaksanakan akti<itas
pera&atan diri pada
tingkat yang konsisten
0 Diskusikan tingkat fungsi
umum; sebelum timbul
eksaserbasi penyakit dan
potensial perubahan yang
sekarang diantisipasi
0 9ertahankan mobilitas, kontrol
pada kemampuan klien
0 3endemonstrasikan
perubahan teknik>gaya
hidup untuk memenuhi
kebutuhan pera&atan diri
0 3engidentifikasi sumber0
sumber pribadi yang
dapat memenuhi
kebutuhan.
terhadap nyeri dan program
latihan.
0 Ka%i hambatan terhadap
partisipasi dalam pera&atan
diri, identifikasi ren$ana untuk
memodifikasi lingkungan.
0 Kolaborasi untuk terapi
okupasi
1esiko tinggi
terhadap
kerusakan
penatalaksanaan
lingkungan
Setelah dilakukan tindakan
kepera&atan selama : hari
klien dapat:
0 3empertahankan
keamanan, lingkungan
yang meningkatkan
perkembangan
0 3endemonstrasikan
penggunaan sumber0
sumber yang efektif dan
tepat.
0 Ka%i tingkat fungsi fisik
0 .<aluasi lingkungan untuk
mengka%i kemampuan dalam
pera&atan untuk diri sendiri
0 5entukan sumber0sumber
finansial untuk memenuhi
kebutuhan situasi indi<idu
0 Identifikasi sistem pendukung
yang tersedia untuk klien
0 Identifikasi untuk peralatan
yang diperlukan misalnya alat0
alat bantu mobilisasi.
Kurang
pengetahuan
(kebutuhan
bela%ar)
mengenai
penyakit,
prognosis dan
kebutuhan
pera&atan dan
Setelah dilakukan tindakan
kepera&atan selama : hari
klien akan:
0 3enun%ukkan
pemahaman tentang
kondisi>prognosis dan
pera&atan
0 3engembangkan ren$ana
untuk kepera&atan diri
0 5in%au proses penyakit,
prognosis dan harapan masa
depan
0 Diskusikan kebiasaan klien
dalam melaksanakan proses
sakit melalui diet, obat0obatan
dan program diet seimbang,
latihan dan istirahat.
0 2antu dalam meren$anakan
pengobatan
berhubungan
dengan
kurangnya
kemampuan
klien untuk
mengingat
informasi yang
diberikan
termasuk modifikasi gaya
hidup yang konsisten
dengan mobilitas dan
atau pembatasan akti<itas
%ad&al akti<itas terintegrasi
yang realistis, istirahat,
pera&atan diri, pemberian
obat0obatan, terapi fisik dan
mana%emen stres.
0 5ekankan pentingnya
melan%utkan mana%emen
farmakologi terapi.
0 Identifikasi efek samping obat.
0 Diskusikan teknik menghemat
energi
0 2erikan informasi tentang alat
bantu misalnya tongkat, tempat
duduk dan palang keamanan.
2eri konseling sesuai prioritas
kebutuhan klien.
5eknik mana%emen stres misalnya
relaksasi progresif, sentuhan
terapeutik biofeedba$k,
<isualisasi, pedoman ima%inasi
hipnotis diri dan pengendalian
nafas.
0 6ibatkan dalam akti<itas
hiburan yang sesuai untuk
situasi indi<idu.
0 2eri obat sebelum akti<itas
latihan yang diren$anakan
sesuai petun%uk.
0 2antu klien dengan terapi fisik.
Aangguan itra
tubuh
Setelah dilakukan tindakan
kepera&atan selama : hari
klien akan:
0 3engungkapkan
peningkatan rasa per$aya
diri dalam kemampuan
untuk menghadapi
penyakit perubahan gaya
hidup dan kemungkinan
keterbatasan.
0 3enyusun tu%uan ren$ana
realistis untuk masa
mendatang.
0 Dorong klien mengungkapkan
mengenai masa lalu tentang
proses penyakit, harapan masa
depan.
0 Diskusikan arti dari
kehilangan> perubahan pada
dirinya. 3emastikan
bagaimana pandangan pribadi
klien dalam memfungsikan
gaya hidup sehari0hari termsuk
aspek0aspek seksual.
0 ,kui dan terima perasaan
berduka, bermusuhan, dan
ketergantungan.
0 9erhatikan perilaku menarik
diri, penyangkalan atau terlalu
memperhatikan tubuh>
perubahannya.
0 Susun batasan pada perilaku
maladaptif, bantu klien
mengidentifikasi perilaku
positif yang dapat emmbantu
koping.
0 2antu kebutuhan pera&atan
yang diperlukan klien.
0 2eri bantuan positif bila perlu.
0 Ikutseratkan dalam
peren$anaan dan pembuatan
%ad&al akti<itas.
Kerusakan
mobilitas fisik
berhubungan
dengan
Setelah dilakukan tindakan
kepera&atan selama : hari
klien dapat:
0 mempertahankan fungsi
posisi dengan tidak
hadirnya kontraktor.
0 3empertahankan atau
meningkatkan kekuatan
dan fungsi komponen
bagian tubuh.
0 3endemonstrasikan
teknik>perilaku yang
memungkinkan
melakukan akti<itas.
0 9antau tingkat inflamasi>rasa
sakit pada sendi.
0 9ertahankan tirah baring>
duduk %ika diperlukan.
0 =ad&al akti<itas untuk
memberikan periode istirahat
yang terus0menerus dan tidur
malam hari tidak terganggu.
0 2antu klien dengan rentang
gerak aktif>pasif dan latihan
resistif dan isometrik %ika
memungkinkan.
0 Dorong klien untuk
mempertahankan posisi tegak
dan duduk tinggi, berdiri dan
ber%alan.
0 2erikan lingkungan yang
aman.
0 Kolaborasi ahli terapi
fisik>okupasi dan spesialis
<okasional.