Anda di halaman 1dari 23

ALAT TERAPI

TRACTION (TRAKSI)






Disusun Oleh :
1. Ahsani Taqwim (P27838011045)
2. Aldino Widhy Anggriawan (P27838011047)
3. Bima Pratama Putra Y. (P27838011054)
4. Dienda Cahya Amalia (P27838011056)


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDI
SURABAYA
2012

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latarbelakang
Beberapa tulang, misalnya femur mempunyai kekuatan otot yang kuat
sehingga reposisi tidak dilakukan sekaligus. Traksi adalah pemasangan gaya tarikan
ke bagian tubuh digunakan untuk menimalkan spasme otot, untuk mereduksi,
menyejajarkan mengibolisasikan fraktur, mengurangi deformitas, dan untuk
menambah ruangan diantara kedua permukaan patahan tulang. Traksi diperlukan
untuk reposisi dan imobilisasi pada tulang panjang.
Traksi digunakan untuk menahan kerangka pada posisi sebenarnya,
penyembuhan , mengurangi nyeri, mengurangi kelainan bentuk atau perubahan
bentuk. Penanganan nyeri dan penegaan komplikasi adalah dua kunci tugas perawat
dalam perawatan traksi. Komplikasi yang terjadi berhubungan dengan penggunaan
traksi dan pematasan gerak, jika klien obesitas cachetic, tua, anak muda, diabetes, dan
perokok. Kadang traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk
mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi
dengan sinar-X, dan mungkin diperlukan penyesuaian. Indikasi traksi adalah pasien fraktur an
atau dislokasi. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks, berat yang digunakan harus diganti
untuk memperoleh gaya tarik yang diinginkan











BAB II

1. DEFINISI TRAKSI

Traksi merupakan tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani
gangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah menangani fraktur, dislokasi atau
spasme otot dalam usaha untuk memperbaikideformitas dan mempercepat penyembuhan.

Ada dua tipe utama dari traksi, yaitu traksi skeletaldan traksi kulit, dimana didalamnya
terdapat sejumlah penanganan. Prinsip traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada
bagian tubuh, tungkai, pelvis atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan
pada arah yang berlawanan yang disebut dengan countertraksi. Mekanisme traksi meliputi
tidak hanya dorongan traksi tetapi jugatahanan yang dikenal sebagai kontraksi, dorongan
pada arah yang berlawanan diperlukan untuk keefektifan traksi. Kontraksi mencegah pasien
dari jatuh dalam arahdorongan traksi.
Ada dua tipe dari mekanik untuk traksi, dimana menggunakan kontraksi dalam dua
cara yang berbeda. Yang pertama dikenal dengan traksi keseimbangan yang juga dikenal
sebagai traksi luncur atau berlari. Disini traksidiaplikasikan melalui kulit pasien atau dengan
metode skeletal. Berat dan katroldigunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung
sementara berat tubuh pasien dalamkombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur
traksi untuk menyediakankontertraksinya .
Manfaat traksi :
1. Untuk mendorong tulang fraktur kedalam posisi awal
2. Untuk menjaga tulang immobile sedanghingga menyatu
3. Untukmelakukankeduahal tersebut, satunya diikutidengan yang
lain.Untukmengaplikasikantraksidengansempurna,
kitaharusmenemukanjalanuntuk mendapatkantulangpasien yang frakturdenganaman.

Ada duacarauntuk melakukan hal tersebut :
1. Memberipengikatkekulit(traksikulit).
2. Dapatmenggunakan Steinmann pin, a Denham pin, atau Kirschner
wiremelaluitulangnya (traksitulang).
3. Kemudian menggunakan tali untuk mengikat pengikatnya, pin atau wire, ditaruh
melalui katrol, dan dicocokkan dengan berat.
Satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melati
h ototnya dan menggerakkan sendinya. Traksi kebanyakan berguna pada
kaki.Padalenganhalinimasihkurangnyaman, tidakmeyakinkan, sulituntukdijaga.














2. Klasifikasi Traksi didasari pada penahan tubuh yang dicapai :

a. Traksi Sekeletal

Adalah traksi yang digunakan untuk meluruskan tulang yang cedera dan
sendi panjang untuk mempertahankan traksi, memutuskan pins (kawat) ke
dalam.Traksi ini menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan langsung ke
skeleton melalui pin, wire atau baut yang telah dimasukkan kedalam tulang.



b. Traksikulit (skin traksi)

Skin traksi adalah menarik bagian tulang fraktur dengan menempelkan plester
langsung pada kulit untuk mempertahankan bentuk, membantumenimbulkan spasme
otot pada bagian yang cedera dan biasanya digunakan untuk jangka pendek (48-72
jam). Traksi kulit menunjukkan dimana dorongan tahanan.Diaplikasikan kepada
bagian tubuh yang terkena melalui jaringan .
Hal ini bisa dilakukan dalam carayang bervariasi : ekstensi adhesive dan non adhesive
kulit, splint, sling, sling pelvis, dan halter cervical.Ini dikarenakan traksi kulit
diaplikasikan kekulit kurang aman, membatasi kekuatantahanan traksi. Dengan kata
lain sejumlah berat dapat digunakan. Berat harus tidak melebihi (3-4 kg). Traksi kulit
digunakan untuk periodeyang pendek dan lebih sering untuk manajemen temporer
fraktur femur dandislokasi serta untuk mengurangi spasme otot dan nyeri sebelum
pembedahan

c. Traksi Manual

Merupakan lanjutan dari traksi, kekuatan lanjutan dapat diberikan secara
langsung pada tulang dengan kawat atau pins.

Traksiini menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan terhadap
seseorang di bagian tubuh yang terkena melaluitangan mereka. Dorongan ini harus
konstan. Traksi manual digunakan untuk mengurangi fraktur sederhana sebelum
aplikasi plesrer atau selama pembedahan.

d. Traksi Kulit dan Traksi Tulang
Kulit hanya bisa dapat menahan sekitar 5 kg traksi pada orang dewasa. Jika lebih dari
ini tahanan yang dibutuhkan untuk mendapatkan dalam menjaga reduksi, traksi tulang
mungkin diperlukan. Pada traksi servikal sisi depan dari tempat tidur harus ditinggikan,
dan dengantraksi Dunlop sisi tempat tidur dekat dengan luka membutuhkan elevasi.

BahayaTraksiKulit:
Distal oedema
Kerusakanvaskular
Peroneal nerve palsy

Nekrosis kulit melalui tulang-tulang prominen.Management nyeri merupakan bagian
penting dalam perawatan. Nyeri dapat dinilaidengan menggunakan skala 1-10 dan
pasien harus diberi analgetik sebelum nyerimenjadi lebih parah. Beri pendidikan kesehatan
untuk mencegah ketakutan.


Metodepemasangantraksiantara lain :

Traksi manual
Tujuannya adalah perbaikan dislokasi, mengurangi fraktur, dan pada keadaanemergency

Traksi mekanik.

Traksi mekanik ada 2 macam :

Traksikulit (skin traction) :Dipasangpadadasarsistem skeletal untuksturktur yang lain
misalotot.Digunakandalamwaktu 4 minggudanbeban< 5 kg.

Traksiskeletal :Merupakantraksidefinitifpada orang dewasa yang merupakan balanced
traction.Dilakukanuntukmenyempurnakanlukaoperasidengankawat metal /
penjepitmelaluitulang / jaringan metal.
























3. BLOK DIAGRAM


















FUNGSI MASING MASING BLOK DIAGRAM

Power Supply mengeluarkan tegangan DC yang didapat dari konversi
tegangan AC PLN yang digunakan untuk mensuplai tegangan pada rangkaian.
Power suplai ini mengeluarkan 4 jenis tegangan yaitu +5V, +12V, -5V, -12V
Rangkaian setting berat beban yang didapat dari berat badan pasien untuk menentukkan berat
badan batas atas dan berat beban batas bawah.
Rangkaian Setting timer untuk lamanya tarik ulur dalam proses terapi, untuk waktu tarik
selama 8 detik, dan waktu ulurnya selama 4 detik.. Lalu setting timer untuk menentukkan
lama proses terapi pada pasien. Untuk penggunaan traksi leher, menentukan waktu selama 10
menit dan traksi lumbal memerlukan waktu selama 15 menit untuk proses terapi.
Rangkaian Display seven segment adalah rangkaian display yang akan menampilkan setting
dan data yang bekerja menurut data yang ada di mikrokontroller.
Rangkaian ADC ( Analog to Digital Converter ) adalah sebuah rangkaian yang
mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal analog yang didapat akan dikonversi
menjadi sinyal digital agar dapat diproses oleh mikrokontroller.
Rangkaian Driver Motor berfungsi sebagai rangkaian yang akan menyuplai tegangan
ke motor. Rangkaian ini akan aktif menurut perintah dari mikrokontroller
Sensor load cell akan mendeteksi berat badan. Kemudian akan dikuatkan oleh
amplifier maka ADC akan mengubah menjadi tegangan digital agar dapat ditampilkan pada
display 7 segmen .
Ic Mikrokontroller sebagai sentral akan terus membaca data dari ADC untuk
dibandingkan dengan setting berat beban, setting waktu tarik dan ulur dan setting timer yang
akan ditampilkan pada display 7 segmen , begitu pula dengan interupsi pada motor sebagai
penghasil gaya akan melakukan aktifitas sesuai dengan isyarat mikro. Mikro juga akan terus
menerus memberikan interupsi kepada perangkat kerassesuai dengan data software yang ada
di dalamnya maka proses terapi akan berhenti.













SKEMATIK RANGKAIAN










CARA KERJA RANGKAIAN SECARA KESELURUHAN
Pada saat power di ON kan maka supply mendapat tegangan dari PLN lalu seluruh
driver rangkaian akan mendapatkan supply tegangan dan dapat bekerja. Kemudian setting
berat beban yang didapat dari berat badan pasien untuk menentukkan berat badan batas atas
dan berat beban batas bawah. Setting waktu lamanya tarik ulur dalam proses terapi, untuk
waktu tarik selama 8 detik, dan waktu ulurnya selama 4 detik. Lalu setting timer untuk
menentukkan lama proses terapi pada pasien. Untuk penggunaan traksi leher, menentukan
waktu selama 10 menit dan traksi lumbal memerlukan waktu selama 15 menit untuk proses
terapi. Kemudian data tersebut akan disimpan pada mikrokontroller yang akan ditampilkan
pada display 7 segmen timer.

Kemudian tekan start proses terapi akan berlangsung, maka driver motor akan bekerja
dan motor gearbox akan menarik beban sesuai dengan pemilihan mode tersebut sampai batas
waktu proses terapi selesai. Setelah motor gearbox menarik beban maka sensor load cell akan
mendeteksi berat badan. Kemudian akan dikuatkan oleh amplifier maka ADC akan
mengubah menjadi tegangan digital agar dapat ditampilkan pada display 7 segmen berat
beban.


Mikrokontroller sebagai sentral akan terus membaca data dari ADC untuk
dibandingkan dengan setting berat beban, setting waktu tarik dan ulur dan setting timer yang
akan ditampilkan pada display 7 segmen , begitu pula dengan interupsi pada motor sebagai
penghasil gaya akan melakukan aktifitas sesuai dengan isyarat mikro. Mikro juga akan terus
menerus memberikan interupsi kepada perangkat kerassesuai dengan data software yang ada
di dalamnya maka proses terapi akan berhenti.






4. PrinsipKerjaPesawat
Dengan memanfaatkan gaya tarik yang dihasilkan oleh tarikan motor,
pesawat traksi dapat mereleksasikan otot-otot yang tegang dan memulihkan tulang
pada posisi yang semestinya.
Prinsip kerja alat ini berdasarkan gaya tarik menarik antara dua benda yang
digerakkan oleh motor listrik DC.
Dimana A adalah penyesuaian berat badan. Berdasarkan referensi alat
Traksi, waktu maksimal yang dibutuhkan addalah 60 menit.
Menurut cara kerjanya traksi dibagi menjadi 3 tipe :
Generasi pertama : pesawat traksi ini untuk patah tulang, dimana motor akan
selalu bergerak dengan arah yang sama pada posisi menarik beban.
Generasi kedua : pesawat traksi yang digunakan untuk terapi otot, dimana
arah perputaran motor dapat bergerak berlawanan saat motor berputar CW maka
proses treatment berlangsung. Setelah berhenti sejenak maka motor akan berputar
berlawanan (berputar CCW)
Generasi ketiga : pesawat traksi ini juga untuk terapi otot, tetapi saat motor
akan melakukan treatment (proses penarikan) sebanyak 2 step walaupun setting
gaya belum tercapai motor akan berputar berlawanan arah sebanyak 1 step dan
kemudian menarik lagi sebanyak 2 step. Proses tarikan motor tersebut akan terjadi
berulang-ulang sampai dengan setting gaya tercapai. Hingga selanjutnya motor
akan berhenti melakukan treatment dan berputar CCW hingga nilai resistansi
mendekati 0 (nol). Proses tersebut terjadi secara terus-menerus sampai dengan
waktu setting selesai.
S. O. P PEMELIHARAAAN
Pemeliharaan Pesawat
Bersihkanbadanpesawatdaridebudankotoran
Pengecekan motor danberiminyakpelumas agar motor tidakkaku
Membersihkanrangkaianelektronika
Mengecekkabel-kabellistrik

Pemeliharaan Alat
Dilakukan pemeriksaan setiap setahun sekali, seperti pada :
Modifikasijikaadakerusakan, sesuaidengan data technical info (T.I)
Melakukanpengecekanpada cord (tali) dan carbon brush pada motor, cord
harus bias menarik maximum 900N dengankecepatan minimum changeover
speed, sedangkan carbon brush harusmempunyaipanjang minimum 8mm.
Cara penggantian atau pengecekan carbon brush :
Switch harusdalamkeadaan off dan power cord dilepaskan
Lepaskankeduaskrup yang adapadabelakangtutup motor
Padasebelahtutupakanditemukan carbon brush
Ambil brush daritempatnyakemudianukurpanjangnya
Jikapanjangnyakurangdari 8mm, makakedua brush harusdiganti
Cara mengganti cord :
Tariktalipadapanjang maximum
Tahangulungankawatdanmenguncinyapadaposisiini (menempelkansesuatu
di antarabagianbawah plate dan solenoid)
Melepaskan cord yang lama
Memasang cord barudenganpanjang 1,7m
Menggulung cord denganpenggulungkawat
Menempatkankawatdengantepat
Menarik cord dengankuat di
dalamlubangpenggulungkawatdanmenutuplubangnyadengan plastic stop
Meletakkan cord sepanjangrodapenggulungsepertipadagambar
Membuatsimpulpadaujung cord
Mengadakanujikeamanan
Dilakukanpengecekansesuaidengan wiring danjugakabelgroundnya
Melakukanpencatatanhasilpengecekanpada FILE OF MAINTENANCE
AND REPAIR
Perbaikan Alat
Pada saat selftest perintah supply utama salah :
Matikan unit danhidupkanlagi
Keluarkanlagiselfsetsetelahfungsi vital didapatidalamperintah, unit
siapdipakailagi
Layar tidak menyala :
Periksapadakonektorapakahsudahterhubungbenardalam input soketutama
Periksakabelutama
Periksa supply utamapadasoket
Periksa fuse atausekering
Jikasemua di
atassudahdilakukantetapihasilnyatidaksempurnamakaharusdilakukanpengec
ekanolehteknisi
Hasil tampilan patah-patah pada layar :
Harusdiceksupplyerapabilakeadaaninimunculberulang-ulangsetelah unit
dinyalakan

Treatment tidak bisa distart :
Periksa switch stop pasienapakahsudahmenyambungpadasoket
Periksaapakahwaktu treatment sudahdiset
Kekuatan traksi pada parameter F1 tidak bias diset/LED 1 mati :
Cek selector F1, sudahditekanapabelum
Tekan selector F1 daniniakanmunculketika parameter selain F1
telahdiatursetelahhubungandimulaiselama 10 detik
Parameter F2 tidak bisa diset treatment terhamabat ;
Cekapakah F1 sudahdiset
Jikabelumdisetmakasetinglahterlebihdahulu F1 maka F2 akan bias
disetdengannilai yang lebihrendah
Treatment terhambat :
Periksaapakah strap dan accessories yang
lainnyasudahtersambungdengansempurna
Penempatan sekring :
Pindahkansekringdarihubungansoket input
Menggantisekringdengan yang baru



S. O. P PENGOPERASIAN
Cara pemasangan alat ini menurut prosedur :
a. Tali utama dipasang di pin rangka sehingga menimbulkan gaya tarik
b. Berat ekstremitas dengan alat penyokong harus seimbang dengan pemberat
agar reduksi dapat dipertahankan
c. Pada tulang tulang yang menonjol sebaiknya diberi lappisan khusus
d. Traksi dapat bergerak bebas melalui katrol
e. Pemberat harus cukup tinggi di atas permukaan lantai
f. Traksi yang dipasang harus baik dan terasa nyaman
Pengoperasian Alat Pada Pasien
Pasien yang
akandiberikanterapisebelumnyadipasangkankorsetpadabagiantubuh yang
akanditerapi
Korsettersebutdihubungkandenganpengait (cerabine hook)
Cerabine hook iniakantersambungdengantali yang
akanmenghubungkannyadengan motor
Power di on kan
Kemudian setting berat beban yang didapat dari berat beban pasien untuk
menentukan berat beban atas dan berat beban atas bawah.
Setting waktu lamanya tarik dan ulur dalam proses terapi pada pasien.
Untuk penggunaan traksi leher memerlukan waktu selama 10 menit dan
traksi lumbal memerlukan waktu selama 15 menit untuk proses terapi.
Tekan start maka proses treatment pun akandimulai
Selama treatment inilah motor akanbekerjamenarikdanmendorongtali yang
sudahterhubungdenganpasien
Proses initerjadiberulang-ulangsesuaidenganwaktu yang
sudahdisetsebelumnya
Belakanberbunyiapabilawaktu yang telahdisethabisdan treatment pun
secaraakanberhenti.
Pengukuran dan Kalibrasi Alat Traksi
Dalam beberapa kurun waktu, pesawat traksi harus dilakukan pengukuran dan kalibrasi.
Pengukuran pada alat traksi daoat diketahui dengan berbagai cara:
a. Pengukuran berat badan
Pada saat pasien mau menjalani terapi traksi, pasien diharapkan melakukan
pengukuran berat badan yang bertujuan agar mengetahui berapa berat beban pada saat
terapi nanti. Namun, biasanya setiap pesawat traksi berbeda beban pengukuran seperti
halnya pesawat terapi untuk leher, pada orang dewasa membutuhkan beban traksi >5
kg atau beban tarikan 1/7 1/8 berat badan. Sedangkan pesawat terapi lumbal pada
orang dewasa yang membutuhkan traksi >15 kg atau beban tarikan - 1/3 berat
badan.
b. Pengukuran Tegangan Motor
Load cell digunakan untuk mengatur tekanan dan motor DC untuk arah
gerakan alat. Arah putaran motor traksi itu tergantung pesawat traksi. Pada pesawat
traksi , leher dan lumbal arah putaran hanya bisa kekanan dan kekiri.
Pada pesawat traksi tulang leher dianjurkan kepala membentuk sudut 30, sedangkan
pesawat traksi untuk lumbal dianjurkan penderita tidur terlentang dengan lutut menekuk
45
c. Pengukuran Waktu Terapi
Untuk menentukan arah putaran / waktu tarik dan ulur membutuhkan waktu
selama 8 detik tarik dan 4 detik ulur. Setiap pesawat traksi mempunyai
pengukuran waktu berbeda. Kami membahas hanya traksi pada bagian tulang
leher dan lumbal, lama tarikan selama 10 sampai 15 menit.
Kalibrasi pada alat ini menggunakan alat penyangga berupa katrol yang
digunakan untuk menarik beban. Pengukuran masing masing dilakukan
sebanyak 10 kali, sehingga terdapat perbedaan tegangan dari 7 13 Kg dan
beban 14 20 Kg. Karena 7 13 Kg untuk traksi leher dan 14 20 Kg untuk
traksi lumbal.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari makalah ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa traksi digunakan untuk
menahan kerangka pada posisi sebenarnya, penyembuhan, mengurangi nyeri,
menguranginyeri, mengurangi kelainan bentuk atau perubahan bentuk. Indikasi traksi
adalah pasien frakturan atau dislokasi
B. Saran
Saran yang dapat kami berikan yaitu agar mahasiswa dapat memahami prinsip
penanganan pasien dengan traksi guna kelancaran dalam perawatan.
Cara Kerja Rangkaian Secara Keseluruhan
Power Supply mengeluarkan tegangan DC yang didapat dari konversi
tegangan AC PLN yang digunakan untuk mensuplai tegangan pada
rangkaian. Power suplai ini mengeluarkan 4 jenis tegangan yaitu +5V,
+12V, -5V, -12V
Rangkaian ADC ( Analog to Digital Converter ) adalah sebuah rangkaian
yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal analog yang
didapat akan dikonversi menjadi sinyal digital agar dapat diproses oleh
mikrokontroller.
Rangkaian Driver Motor berfungsi sebagai rangkaian yang akan menyuplai
tegangan ke motor. Rangkaian ini akan aktif menurut perintah dari
mikrokontroller.
Rangkaian Display seven segment adalah rangkaian display yang akan
menampilkan setting dan data yang bekerja menurut data yang ada di
mikrokontroller.