Anda di halaman 1dari 16

Sikap dan Keseimbangan Badan

Alat dan Bahan


1. Kursi putar barany
2. Tongkat atau statif yang panjang
Tujuan :
Untuk memahami bahwa cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada
telinga bila bergejolak atau goyang akan menyebabkan keseimbangan
seseorang akan terganggu.
Memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti
sedia kala.
Melihat adanya nistagmus.
PERCOBAAN I
Pengaruh Kedudukan Kepala dan ata !ang N"rmal terhadap Keseimbangan
Badan
1. Suruhlah orang percobaan berjalan mengikuti suatu garis lurus di lantai dengan
mata terbuka dan kepala serta badan dalam sikap yang biasa. erhatikan jalannya
dan tanyakan apakah ia mengalami kesukaran dalam mengikuti garis lurus
tersebut.
2. Ulangi percobaan di atas !no.1" dengan mata tertutup.
#. Ulangi percobaan di atas !no.1 dan 2" dengan$
a. Kepala dimiringkan dengan kuat ke kiri.
b. Kepala dimiringkan dengan kuat ke kanan.
#ASI$ PERCOBAAN
% ada saat & berjalan mengikuti suatu garis lurus di lantai dengan mata terbuka'
& dapat berjalan lurus dengan kepala serta sikap badan yang baik tanpa
kesukaran.
% ada saat & berjalan mengikuti suatu garis lurus di lantai dengan mata tertutup'
& mengalami kesukaran dalam berjalan yang ditandai dengan & yang berjalan
miring ke kanan dan ke kiri.
% ada saat kepala & dimiringkan dengan kuat () derajat ke kiri dan disuruh untuk
berjalan mengikuti garis lurus dengan mata terbuka' & dapat berjalan dengan
lurus tanpa kesukaran.
% ada saat kepala & dimiringkan dengan kuat () derajat ke kiri dan disuruh untuk
berjalan mengikuti garis lurus dengan mata tertutup' & mengalami kesukaran dan
arah jalannya menjadi miring ke kiri.
% ada saat kepala & dimiringkan dengan kuat () derajat ke kanan dan disuruh
untuk berjalan mengikuti garis lurus dengan mata terbuka' & dapat berjalan
dengan lurus tanpa kesukaran.
% ada saat kepala & dimiringkan dengan kuat () derajat ke kanan dan disuruh
untuk berjalan mengikuti garis lurus dengan mata tertutup' & mengalami
kesukaran dan arah jalannya menjadi miring ke kiri.
PEBA#ASAN
*ila kepala dimiringkan' akan terjadi perangsangan asimetris pada reseptor
proprioseptif !untuk sikap dan posisi tubuh" di otot leher dan alat +estibuler yang
menyebabkan tonus yang asimetris pula pada otot%otot ekstrimitas. ,alam keadaan
seperti ini' mata yang terbuka berusaha untuk mempertahankan sikap badan yang
seimbang sehingga & bisa berjalan lurus ke depan. -pabila mata ditutup' maka
keseimbangan akan terganggu.
1
.al ini dipengaruhi oleh propioseptif leher dan informasi propioseptif dan
eksteroseptif dari bagian%bagian tubuh lainnya. -pparatus +estibular hanya
mendeteksi orientasi dan gerakan kepala. &leh karena itu' pada prinsipnya pusat%pusat
saraf juga menerima informasi yang sesuai mengenai orientasi kepala sehubungan
dengan keadaan tubuh. -pabila kepala condong ke salah satu sisi akibat menekuknya
leher' impuls yang berasal dari propioseptif leher dapat mencegah sinyal yang
terbentuk di dalam apparatus +estibular sehinngga menyebabkan timbulnya
ketidakseimbangan pada seseorang. /nformasi propioseptif yang berasal dari bagian
tubuh selain leher juga penting untuk menjaga keseimbangan.
1
PERCOBAAN II
Per%"baan dengan Kursi Baran!
A& Nistagmus
1. Suruhlah orang percobaan duduk tegak di kursi *arany dengan kedua tangannya
memegang erat tangan kursi.
2. Tutup kedua matanya dengan saputangan dan tundukkan kepalanya #)
o
ke depan.
#. utarlah kursi ke kanan dalam 1) kali dalam 2) detik secara teratur dan tanpa
sentakan.
0. .entikan pemutaran kursi dengan tiba%tiba.
1. *ukalah saputangan !buka mata" dan surulah orang percobaan melihat jauh ke
depan.
2. erhatikan adanya nistagmus.
Tetapkan arah komponen lambat dan cepat nistagmus tersebut.
-pa yang dimaksud dengan rotatory nystagmus dan postrotatory nystagmus3
B& Tes Pen!impangan Penunjukkan 'Past Pointing Test of Barany(
1. Suruhlah orang percobaan duduk tegak di kursi *arany dan tutuplah kedua
matanya dengan saputangan.
2. emeriksa berdiri tepat di muka kursi *arany sambil mengulurkan tangan kirinya
ke arah orang percobaan.
#. Suruhlah orang percobaan meluruskan lengan kanannya ke depan sehingga dapat
menyentuh jari tangan pemeriksa yang telah diulurkan sebelumnya.
0. Suruhlah orang percobaan mengangkat lengan kanannya ke atas kemudian dengan
cepat menurunkan kembali sehingga dapat menyentuh jari pemeriksa lagi.
Tindakan nomor 1%0 merupakan persiapan untuk tes yang sesungguhnya' sebagai
berikut$
1. Suruhlah sekarang orang percobaan dengan kedua tangannya memegang erat
tangan kursi' menundukkan kepala #)
o
ke depan.
2. utarlah kursi ke kanan 1) kali dalam 2) detik secara teratur tanpa sentakan.
4. Segera setelah pemutaran' kursi dihentikan dengan tiba%tiba' suruhlah orang
percobaan menegakkan kepalanya dan melakukan tes penyimpangan penunjukkan
seperti di atas.
5. erhatikan apakah terjadi penyimpangan penunjukkan oleh orang percobaan. *ila
terjadi penyimpangan' tetapkanlah arah penyimpangannya. Teruskan tes tersebut
sampai orang percobaan tidak salah lagi menyentuh jari tangan pemeriksa.
C& Tes jatuh
1. Suruhlah orang percobaan duduk di kursi *arany dengan kedua tangannya
memegang erat tangan kursi. Tutuplah kedua matanya dengan saputangan dan
bungkukkan kepala dan badannya sehingga posisi kepala membentuk posisi 12)
o
dari posisi normal.
2. utarlah kursi ke kanan 1) kali dalam 1) detik secara teratur dan tanpa sentakan.
#. Segera setelah' pemutaran kursi dihentikan dengan tiba%tiba kemuda suruhlah
orang percobaan menegakkan kembali kepala dan badannya.
0. erhatikan kemana dia akan jatuh dan tanyakan kepada orang percobaan kemana
rasanya ia akan jatuh.
1. Ulang tes jatuh ini' tiap kali pada orang percobaan lain dengan$
a. Memiringkan kepala ke arah bahu kanan sehingga kepala miring ()
o
terhadap
posisi normal.
b. Menengadahkan kepala ke belakang sehingga membuat sudut 2)
o
.
2. .ubungkan arah jatuh pada setiap percobaan dengan arah aliran endolimfe pada
kanalis semisirkularis yang terangsang.
)& Kesan 'sensasi(
1. 6unakan orang percobaan yang lain. Suruhlah orang percobaan duduk di kursi
*arany dan tutuplah kedua matanya dengan saputangan.
2. utarlah kursi tersebut ke kanan dengan kecepatan yang berangsur%angsur
bertambah kemudian kurangi kecepatan putarannya secara berangsur%angsur pula
sampai berhenti.
#. Tanyakan kepada orang percobaan arah perasaan berputar$
a. Sewaktu kecepatan putar masih bertambah.
b. Sewaktu kecepatan putar menetap.
c. Sewaktu kecepatan putar dikurangi.
d. Segera setelah kursi dihentikan.
0. *erikan keterangan tentang mekanisme terjadinya arah perasaan berputar yang
dirasakan oleh orang percobaan.
#ASI$ PERCOBAAN
osisi Kepala 7enis 8 -rah
9istagmus
!komponen cepat"
-rah
enyimpangan
enunjukkan
6erakan
Kompensasi !arah
jatuh"
Sensasi
a. #)
o
ke depan :otatory
9ystagmus' lebih
cepat ke kanan
Ke kanan
b. 2)
o
ke belakang Ke kiri Merasa seperti
jatuh ke kiri
c. 12)
o
ke depan Ke kanan Merasa seperti
jatuh ke kanan
d. Miring ()
o
ke
bahu kanan
Ke belakang Merasa seperti
jatuh ke
belakang.
ada pemeriksaan dengan kursi barany yang diputar ke kanan untuk melihat
kesan;sensasi $
a. Sewaktu kecepatan putar masih bertambah $ & merasa bahwa arah
perputaran ke kanan.
b. Sewaktu kecepatan putar menetap $ & masih merasa bahwa arah
perputaran ke kanan.
c. Sewaktu kecepatan putar dikurangi $ & masih merasa bahwa arah
perputaran ke kanan.
d. Segera setelah kursi dihentikan $ & merasa bahwa ia masih
berputar dan arahnya adalah ke kiri.
PEBA#ASAN
-. 9istagmus
9istagmus merupakan suatu osilasi atau getaran bola mata yang timbul secara
spontan. 9istagmus sebagian besar adalah bilateral dan gerakannya bersifat konjugat
asosiatif atau diskonjugat. 6erakan bola mata in+olunter ini dapat dianggap sebagai
gerakan kompensatorik bola mata terhadap implus%implus abnormal dari pusat yang
mengatur gerakan konjugat melalui nuklei +estibulares' yakni retina' otot%otot okular'
otot%otot leher' dan alat%alat keseimbangan serebelum.
2
emeriksaan nistagmus dimulai dengan kedua mata dalam keadaan istirahat
dipertahankan pada garis tengah oleh keseimbangan tonus antara otot%otot okuler
yang berlawanan. 6angguan tonus ini yang bergantung pada implus dari retina' otot%
otot mata itu sendiri dan berbagai hubungan +estibuler dan sentral' membuat mata
dapat melirik ke satu atau lain arah. <irikan ini dikoreksi oleh gerakan kembali yang
cepat ke posisi semula. *ila gerakan%gerakan ini terjadi berulang%ulang maka
dikatakan terdapat nistagmus !suatu gerakan in+olunter dan berulang%ulang dari bola
mata". -da dua jenis nistagmus yaitu rotatory nistagmus dan postrotatory nistagmus.
Rotatory nistagmus adalah gerakan in+olunter bola mata sesuai gerak rotasi dari a=is.
Postrotatory nistagmus adalah apabila seseorang sedang berputar dan secara tiba%tiba
dihentikan' dimana fase cepat dari nistagmus berlawanan arah dari gerakan rotasi
sebelumnya.
2
*. Tes enyimpangan enunjukan !Past Pointing Test of Barany"
>estibular dan saluran semisirkular mengandung reseptor sel rambut yang
peka terhadap gerakan dan posisi. -pabila kepala diputar' sel rambut tertekuk ketika
melewati endolimfe yang kental yang mengelilingi sel tersebut. Saat berada di organ
?orti' tertekuknya sel rambut di +estibulum dan saluran semisirkular menyebabkan
depolarisasi sel dan pencetusan potensial aksi. otensial aksi yang dicetuskan di
+estibulum dan saluran semisirkular dibawa melalui saraf +estibular ke lobus
parietalis otak' yang bertemu dekat area somatosensorik' tempat informasi tentang
posisi otot dan sendi diintegrasikan.
#

Saluran semisirkular dan aparatus +estibular bekerja sama dengan sistem taktil
dan +isual lainnya untuk menentukan posisi tubuh saat ini dan setiap perubahan gerak
atau arah.
#
Kanal semisirkularis mendeteksi gerakan memutar baik percepatan
maupun perlambatan. Terdapat tiga kanalis semisirkularis di setiap telinga' yaitu
kanalis semisirkularis anterior' posterior' dan lateral. Masing%masing kanal tersusun
pada bidang yang berbeda sehingga dapat mendeteksi putaran kepala dalam berbagai
arah.
0
Saat kepala berputar' kanal dan juga sel rambut yang diselubungi kupula
bergerak bersama dengan kepala sedangkan cairan endolimfe di dalam kanal tidak
bergerak sesuai arah rotasi kepala melainkan tertinggal karena kelembamannya.
-kibatnya' cairan di dalam kanalis semisirkularis pada bidang yang sama dengan
bidang rotasi kepala akan bergerak dalam arah yang berlawanan dengan arah rotasi
kepala. 6erakan cairan ini menekuk kupula ke arah yang berlawanan dengan arah
rotasi kepala. *ila kepala terus berputar dengan kecepatan tetap' cairan endolimfe
akan bergerak bersamaan dengan kanal sehingga kupula kembali pada posisi tidak
tertekuk. Ketika putaran kepala diperlambat dan dihentikan' maka cairan endolimfe
yang sudah bergerak searah dengan putaran kepala akan terus bergerak ketika kanal%
kanal sudah berhenti berputar. Sehingga' kupula akan tertekuk ke arah yang sama
dengan arah rotasi kepala.
0
.al inilah yang ditunjukan pada tes penyimpangan penunjukan terhadap &
yang diminta untuk mengulurkan tangan setelah putaran kursi *arany dihentikan. Saat
itu ia akan mengalami de+iasi sesuai dengan arah putaran. *egitu putaran !rotasi"
dilakukan ke arah kanan' maka de+iasi yang terjadi juga ke kanan. Ketika rotasi kursi
*arany dihentikan' tangan & yang diulurkan juga mengalami penyimpangan ke arah
kanan.
?. Tes 7atuh
,i dekat utrikulus' terdapat tiga kanalis semisirkularis yakni bagian anterior'
posterior' dan lateral. ada satu ujung setiap kanalis sermisirkularis terdapat
pembesaran yang disebut ampula. ,i dalam ampula ini terdapat suatu bubungan yang
disebut krista ampularis. ,i atas krista ini terdapat masa jaringan gelatinosa yang
disebut kupula. Ketika kepala bergerak' inersia cairan endolimfe yang terdapat dalam
kanalis semisirkularis menyebabkan cairan cenderung diam' sedangkan kanalis
semisirkularis ikut bergerak bersama kepala. .al ini menyebabkan cairan bergerak
dari saluran ke ampula' yang akhirnya mendorong kupula ke satu arah. ,alam kupula
terdapat ratusan silia yang dapat terstimulasi jika membengkok !seperti sel rambut di
organ ?orti". Kinosilia pada kupula mengarah ke satu arah' berbeda dengan sel
rambut pada makula. 7ika kupula terdorong ke satu arah' maka sel rambut
terdepolarisasi@ jika terdorong ke arah lain' sel rambut akan terhiperpolarisasi.
Stimulus dari sel rambut diteruskan ke ner+us +estibularis lalu ke sistem saraf pusat
untuk diolah.
1
Makula di utrikulus terletak di bidang horiAontal pada permukaan inferior
utikulus. Sedangkan makula terletak di bidang +ertikal. Keduanya bekerja sama untuk
mendeteksi posisi dan percepatan.
2
Saat kepala & pada posisi menunduk ke depan 12) ' kanalis semisirkularis
posterior berada pada posisi horiAontal. Kursi yang diputar ke arah kanan
menyebabkan endolimfe akan bergerak ke kiri. *egitu putaran kursi dihentikan secara
tiba%tiba dan & menegakkan tubuhnya' endolimfe dan kupula akan bergerak ke arah
berlawanan yaitu ke kiri' sehingga seharusnya & akan merasa akan jatuh ke kiri'
sehingga untuk melawan arah gerak jatuh' & akan bergerak ke kanan. 9amun pada
tes ini' didapatkan hasil bahwa & merasa gerak jatuhnya akan ke arah kanan dan
arah jatuhnya pun sama yaitu ke arah kanan.
Saat kepala & pada posisi miring ke kanan () ' posisi kanalis sermisirkularis
anterior adalah horiAontal. Saat kursi mulai dirotasikan ke kanan' endolimfe dan
kupula akan bergerak ke kiri !anterior". ,an begitu kepala & ditegakkan saat rotasi
kursi dihentikan mendadak' & seharusnya akan merasa jatuh ke depan sehingga ia
harus melawan rasa jatuh tersebut dengan membuang kepalanya ke belakang. Tetapi
pada percobaan didapatkan hasil bahwa & merasa akan jatuh ke belakang dan
gerakan jatuh kepalanya pun sama' yakni ke belakang.
Saat kepala & pada posisi menengadah ke belakang sehingga membentuk
sudut 2) ' kanalis semisirkularis posterior berada di bidang horiAontal' sehingga
sumbunya sesuai dengan arah putaran kursi *arany. ,engan demikian' & akan
merasa jatuh ke kanan' dengan arah jatuh yang berlawanan yakni ke kiri. 9amun pada
percobaan didapatkan hasil berbeda di mana perasaan jatuh dan arah gerak jatuh
sama%sama ke arah kiri.
,. Kesan !sensasi"
Saat putaran kursi barany diarahkan ke kanan' endolimfe akan bergerak ke
arah yang berlawanan dengan arah putaran kursi sehingga & merasa bergerak ke kiri.
9amun kupula akan bergerak sesuai dengan arah putaran kursi ke kanan dan &
merasa bergerak ke kanan.
2

*egitu terjadi kecepatan konstan;menetap pada putaran tersebut' kupula dalam
posisi tegak sehingga & seharusnya merasa tidak berputar. Saat putaran dihentikan
mendadak' endolimfe akan tersentak dan kupula akan bergerak ke arah yang
sebaliknya !ke kiri". Saat kepala & kembali ke posisi tegak' kanalis semisirkularis
posterior akan kembali ke posisi semula dengan endolimfe yang masih bergerak ke
kiri.
2
PERCOBAAN III
Per%"baan Sederhana untuk Kanalis Semisirkularis #"ris"ntalis
1. Suruhlah orang percobaan dengan mata tertutup dan kepala ditundukkan #)
o
'
berputar sambil berpegangan pada tongkat atau statif' menurut arah jarum jam'
sebanyak 1) kali dalam #) detik.
2. Suruhlah orang percobaan berhenti' kemudian membuka matanya dan berjalan
lurus ke muka.
#. erhatikan apa yang terjadi.
0. Ulangi percobaan ini dengan berputar menurut arah yang berlawanan dengan arah
jarum jam.
#ASI$ PEN*AATAN
Setelah & dengan mata tertutup dan kepala ditundukkan #) derajat berjalan
berputar sambil berpegangan pada statif;tongkat searah jarum jam sebanyak 1) kali
dalam #) detik disuruh untuk berjalan lurus ke muka' maka yang terjadi adalah &
tidak bisa berjalan lurus melainkan jalannya miring ke kanan.
Setelah & dengan mata tertutup dan kepala ditundukkan #) derajat berjalan
berputar sambil berpegangan pada statif;tongkat berlawanan arah jarum jam sebanyak
1) kali dalam #) detik disuruh untuk berjalan lurus ke muka' maka yang terjadi
adalah & tidak bisa berjalan lurus melainkan jalannya miring ke kiri.
PEBA#ASAN
-paratus +estibularis terdiri dari kanalis semisirkularis dan organ otolit
!utrikulus dan sakulus". -paratus +estibularis mendeteksi perubahan posisi dan
gerakan kepala. Kanalis semisirkularis mendeteksi akselarasi atau deselarasi anguler
atau rotasional kepala. -kselarasi atau deselarasi selama rotasi kepala ke segala arah
menyebabkan pergerakan endolimfe yang awalnya tidak ikut bergerak sesuai arah
rotasi kepala karena inersia. -pabila gerakan kepala berlanjut dalam arah dan
kecepatan yang sama' endolimfe akan menyusul dan bergerak bersama dengan kepala
sehingga rambut%rambut kembali ke posisi tegak. Ketika kepala berhenti' keadaan
sebaliknya terjadi. Bndolimfe secara singkat melanjutkan diri bergerak searah dengan
rotasi kepala sementara kepala melambat untuk berhenti. Ketika seseorang berada
dalam posisi tegak' rambut%rambut pada utrikulus berorientasi secara +ertikal dan
rambut%rambut sakulus berjajar secara horiAontal. Kesulitan berjalan lurus biasa
dialami' hal ini dikarenakan cairan endolimfe dan perilimfe terganggu karena posisi
berjalan dan keseimbangan dipengaruhi oleh posisi kanalis semisirkularis serta
pergerakan cairan endolimfe%perilimfe.
0
KESIP+$AN
Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan
tubuh ketika ditempatkan di berbagai posisi. Sikap dan keseimbangan badan pada
manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain adalah kedudukan dan sikap
tubuh' kedudukan kepala' dan juga dipengaruhi oleh penglihatan serta kedudukan
bagian%bagian tubuh lain yang berperan dalam sikap dan keseimbangan.
Pemeriksaan Pendengaran
Alat :
1. enala dengan berbagai frekuensi
2. Kapas untuk menyumbat telinga
Tujuan :
Untuk membandingkan antara hantaran tulang dengan hantaran udara pada
satu telinga.
Untuk membandingkan hantaran tulang antara kedua telinga.
Untuk membandingkan hantaran tulang antara pemeriksa dengan orang
percobaan.
$AN)ASAN TEORI
Telinga $uar
Telinga luar terdiri dari daun telinga yang berfungsi mengumpulkan dan
menyalurkanbunyi ke liang telinga' liang telinga yang berfungsi mengarahkan bunyi
ketelingasampai membran timpani. ,aun telinga terdiri dari tulang rawan elastin
dankulit. <iang telinga berbentuk huruf S' dengan rangka tulang rawan pada
sepertigabagian luar' sedangkan dua pertiga bagian dalamnya terdiri dari tulang'
panjangnyakira%kira 2C D # cm. ada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat
banyak kelenjar serumen !modifikasi kelenjar keringat !kelenjar serumen" dan
rambut. Kelenjar keringat terdapat pada seluruh kulit liang telinga. ada dua pertiga
bagiandalam tidak dijumpai kelenjar serumen.

TelingaTengah
Telinga tengah berbentuk kubus dengan batas luar membran timpani yang
berfungsimengubah bunyi menjadi getaran@ batas depan tuba eustachius@ batas bawah
+enajugularis !bulbus jugularis"@ batas belakang aditus ad antrum' kanalis fasialis
pars+ertikalis@ batas atas tegmen timpani !meningen;otak" dan batas dalam berturut%
turutdari atas ke bawah kanalis semisirkularis horiAontal' kanalis fasialis' tingkap
lonjong!o+al window"' tingkap bundar !round window" dan promontorium. ,i dalam
telinga tengah terdapat tulang%tulang pendengaran yang tersusun dari luar ke dalam'
yaitu maleus' inkus dan stapes yang berfungsi menghantar getaran ke telinga dalam.
Tulang pendengaran di dalam telinga tengah saling berhubungan. rosesus longus
maleus melekat pada membran timpani' maleus melekat pada inkus'dan inkus melekat
pada stapes. Stapes terletak pada tingkap lonjong yang berhubungan dengan koklea.
.ubungan antar tulang%tulang pendengaran merupakan persendian. Sedangkan tuba
eustachius termasuk dalam telinga tengah yang menghubungkan daerah nasofaring
dengan telinga tengah.

Telinga )alam
Telinga dalam terdiri dari koklea !rumah siput" yang berupa dua setengah
lingkaran dan +estibuler yang terdiri dari # buah kanalis semisirkularis. Ujung atau
puncak koklea disebut helikotrema' menghubungkan perilimf skala timpani dengan
skala+estibuli. Kanalis semisirkularis saling berhubungan secara tidak lengkap. Skala
+estibuli dan skala timpani berisi perilimf' sedangkan skala media berisi endolimf. /on
dan garam yang terdapat di perilimf berbeda dengan endolimf. .al ini penting untuk
pendengaran. ,asar skala +estibuli disebut sebagai membran +estibule !membran
:eissner" sedangkan dasar skala media adalah membran basalis. ada membran ini
terletak organ corti. ada skala media terdapat bagian yang berbentuk lidah yang
disebut membrantektoria' dan pada membran basalis melekat sel rambut yang terdiri
dari sel rambutdalam' sel rambut luar dan kanalis corti' yang membentuk organ corti.
Eisiologi Telinga !roses Mendengar". 6elombang suara dikumpulkan oleh telinga luar dan
disalurkan ke lubang telinga' dan menuju gendang telinga. 6endang Telinga bergetar
untuk merespons gelombang suara yang menghantamnya. 6etaran ini mengakibatkan
tiga tulang di telinga tengah bergerak. Secara mekanis getaran dari gendang telinga ini
akan disalurkan' menuju cairan yang beradadi rumah siput! koklea". 6etaran yang
sampai di koklea ini akan menghasilkan gelombang'sehingga rambut sel yang ada di
koklea akan bergerak. 6erakan ini mengubah energimekanik tersebut menjadi energi
elektrik ke saraf pendengaran ! auditory ner+e'" dan menuju ke pusat pendengaran di
otak. usat ini akan menerjemahkan energi tersebut menjadi suarayang dapat dikenal
oleh otak.
6angguan pendengaran biasanya dibagi menjadi dua jenis yang mempunyai
etiologi dan terapi yang berbeda.Tuli konduktif disebabkan oleh gangguan hantaran
getaran udara ke telinga dalam. Tuli sensorineural disebabkan oleh penyakit yang
timbul di mana saja antara organ ?orti dengan otak. Kombinasi gangguan ini laAim
ditemukan. Kedua jenis tuli ini dapat dibedakan dengan garpu tala' meskipun untuk
menentukan kelainan yang pasti diperlukan pemeriksaan audiometrik. Tes
:inne'Feber'dan Schwabach dapat dikerjakan dengan garpu tala 212 atau 112 .A. Tes
:inne merupakan pemeriksaan yang paling sensitif dalam mendeteksi gangguan
pendengaran konduktif yang ringan jika garpu tala yang dipakai adalah jenis 212 .A.
1
,& Cara Rinne
Tes :inne membandingkan konduksi tulang dengan konduksi udara. ada
pasien normal atau tuli sensorineural' akan didapatkan konduksi udara lebih baik
daripada konduksi tulang. ada pasien tuli konduktif' konduksi tulang lebih baik
daripada udara.emeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan garpu tala yang
dibunyikan dan ujung pangkalnya diletakkan pada tulang mastoideus penderita.
asien diminta untuk mendengarkan bunyinya. -pabila bunyi sudah tidak terdengar
maka garpu tala didekatkan ke liang telinga. *ila masih terdengar bunyi maka
konduksi udara lebih baik dari konduksi tulang !:inne positif".
1
,alam percobaan ini' & sudah tidak mendengar adanya dengungan pada saat
penala ditekankan pada processus mastoideusnya' tetapi pada saat penala didekatkan
ke liang telinga & masih merasakan adanya dengungan. .al ini menandakan bahwa
konduksi udara & lebih baik dari konduksi tulang !:inne ositif". Konduksi udara
yang lebih baik dari konduksi tulang merupakan ciri dari orang yang normal
pendengarannya ataupun tuli sensorineural.
-& Cara .eber
Tes Feber dilakukan dengan cara meletakkan garpu tala yang telah
dibunyikan pada bagian tengah dahi pasien. asien diminta mendengarkan bunyinya
dan menentukan pada telinga mana bunyi lebih keras terdengar. 9ormalnya'bunyi
akan terdengar sama keras pada telinga kanan dan kiri. ada tuli saraf' bunyi
terdengar lebih keras pada telinga sehat' sedang pada tuli konduktif bunyi terdengar
lebih keras pada telinga yang mengalami gangguan. -tau dengan kata lain' pada tuli
sensorineural akan terjadi lateralisasi bunyi ke arah telinga yang normal' sedangkan
pada tuli konduktif akan terjadi lateralisasi ke arah telinga yang sakit.
2

,alam pemeriksaan yang dilakukan' pada saat penala digetarkan dan ujung
tangkainya ditekankan pada dahi & di garis median' & tidak mendengar dengungan
bunyi penala yang sama kuat di kedua telinganya' yang terjadi adalah lateralisasi ke
telinga kanan. .al ini menunjukkan bahwa adala kemungkinan & mengalami tuli
saraf ataupun tuli sensorineural karena terjadinya lateralisasi.
2

ada pemeriksaan yang dilakukan saat telinga kiri & disumbat dengan kapas'
terjadi lateralisasi ke telinga kiri dan begitu pula sebaliknya. enyumbatan di telinga
kiri dan bunyi yang terdengar lebih kuat juga di telinga kiri menandakan adanya tuli
konduktif yang menyebabkan lateralisasi bunyi ke arah telinga yang mengalami
penyumbatan.
/& Cara S%h0aba%h
Tes Schwabach adalah cara yang digunakan untuk membandingkan
pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. 6arpu tala;penala dibunyikan
dan ditempatkan dekat liang telinga pasien. Setelah pasien tidak mendengar bunyi
garpu tala;penala tersebut' garpu tala;penala ditekankan ke processus mastoideus
pemeriksa. -pabila masih terdengar bunyi oleh pemeriksa' maka dikatakan
Schwabach lebih pendek !untuk konduksi tulang".
1
-pabila dengungan;bunyi dari
garpu tala;penala setelah dinyatakan berhenti oleh pasien juga tidak dapat didengar
oleh si pemeriksa' maka hasil pemeriksaan adalah schwabach normal atau schwabach
memanjang.
Sebaliknya' setelah pemeriksa tidak mendengar bunyi dari garpu tala;penala'
garpu;penala ditekankan ke processus mastoideus pasien;&. -pabila masih terdengar
bunyi dengungan oleh &' maka hasil pemeriksaan adalah schwabach memanjang.
*ila dengungan setelah dinyatakan berhenti oleh si pemeriksa juga tidak dapat di
dengar oleh pasien;& maka hasil pemeriksaan adalah schwabach normal.
1
ada hasil pemeriksaan ini' diketahui bahwa pada saat penala yang digetarkan
ditekankan pada processus mastoideus telinga kanan &' & mendengar bunyi
dengungan. ada saat & sudah tidak mendengar bunyi dengungan' pemeriksa
memindahkan penala ke processus mastoideusnya sendiri dan ternyata pemeriksa
masih mendengar adanya bunyi dengungan yang kecil. ,engan demikian hasil
pemeriksaan adalah schwabach memendek.
Saat penala digetarkan dan ditekankan pada processus mastoideus si
pemeriksa sampai tidak terdengar lagi kemudian dipindahkan ke processus
mastoideus si &' & masih mendengar adanya dengungan. ,engan demikian' hasil
pemeriksaan adalah schwabach memanjang.
PERCOBAAN
A& Cara Rinne
1. 6etarkanlah penala !frekuensi 212 atau yang lain" dengan cara memukul salah
satu ujung jarinya ke telapak tangan. 7angan sekali%kali memukulkannya pada
benda yang keras.
2. Tekankanlah ujung tangkai penala pada processus mastoideus salah satu telinga
orang percobaan.
#. Tanyakanlah kepada orang percobaan apakh ia mendengar bunyi penala
mendengung ditelinga yang diperiksa. *ila demikian' orang percobaan harus
segera memberi tanda bila dengung bunyi itu menghilang.
0. ada saat itu' pemeriksa mengangkat penala dari proc. Mastoideus orang
percobaan dan kemudian ujung jari penala ditempatkan sedekat%dekatnya di
depan liang telinga yang sedang diperiksa itu.
1. ?atatlah hasil pemeriksaan :inne sebagai berikut$
P"siti1 $ bila orang percobaan masih mendengar dengungan secara hantaran
aerotimpanal.
Negati1 $ bila orang percobaan tidak lagi mendengar dengungan secara
hantaran aerotimpanal.
#ASI$ PERCOBAAN
% ada saat penala yang sudah digetarkan ditekankan pada processus mastoideus
telinga kanan orang percobaan !&"' & mendengar bunyi penala
mendengung di telinga kanan yang diperiksa.
% Sesudah & memberi tanda bahwa dengungan tersebut hilang' pemeriksa
memindahkan penala dari processus mastoideus & ke depan liang telinga
yang diperiksa !kanan" dan hasilnya adalah :inne positif !G" karena & masih
mendengar dengungan secara hantaran aerotimpanal.
B& Cara .eber
1. 6etarkanlah penala !frekuensi 212 atau yang lain" dengan cara seperti no. -.1.
2. Tekankanlah ujung tungkai penala pada dahi orang percobaan di garis median.
#. Tanyakan kepada orang percobaan apakah dia mendengar dengungan bunyi penala
sama kuat dikedua telinganya ataukah terjadi lateralisasi3
0. -pakah yang dimaksud dengan lateralisasi3
1. *ila pada orang percobaan tidak terdapat lateralisasi' maka untuk menimbulkan
lateralisasi secara buatan' tutuplah salah satu telinganya dengan kapas dan
ulangilah pemeriksaannya.
#ASI$ PERCOBAAN
% ada saat penala digetarkan dan ujung tangkainya ditekankan pada dahi & di
garis median' & tidak mendengar dengungan bunyi penala yang sama kuat di
kedua telinganya' yang terjadi adalah lateralisasi ke telinga kanan. <ateralisasi
artinya' penjalaran bunyi yang didengar oleh & lebih kuat di salah satu
telinga.
% ada percobaan yang dilakukan saat telinga kiri & disumbat dengan kapas'
terjadi lateralisasi ke telinga kiri dan begitu pula sebaliknya.
C& Cara S%h0aba%h
,& 6etarkanlah penala !frekuensi 212 atau yang lain" dengan cara seperti no. -.1.
-& Tekankalah ujung tungkai penala pada proc. Mastoideus salah satu telinga orang
percobaan.
/& Suruhlah orsang percobaan mengacungkan tangannya pada saat dengungan bunyi
menghilang.
2& ada saat itu dengan segera pemeriksa memindahkan penala ke proc.
Mastoideusya sendiri. ada pemeriksaan ini telinga si pemeriksa dianggap normal.
*ila dengungan penala setelah dinyatakan berhenti oleh orang pecobaan masih
dapat didengar oleh pemeriksa' maka hasil pemeriksaan adalah S%h0aba%h
memendek&
3& -pabila dengungan penala setelah dinyatakan berhenti oleh orang percobaan juga
tidak dapat didengar oleh si pemeriksa' maka hasil pemeriksaan mungkin
S%h0aba%h n"rmal atau S%h0aba%h memanjang& Untuk memastikan hal ini'
maka dilakukan pemeriksaan sebagai berikut$
enala digetarkan' ujung tangkai penala mula%mula ditekankan ke processus
mastoideus si pemeriksa sampai tidak terdengar lagi' kemudian ujung tangkai
penala segera ditekankan ke proc. Mastoideus orang percobaan.
*ila didengungkan ! setelah dinyatakan berhenti oleh si pemeriksa" masih
dapat didengar oleh orang percobaan' hasil pemeriksaan adalah S%h0aba%h
memanjang&
*ila dengungan setelah dinyatakan berhenti oleh si pemeriksa juga tidak dapat
didengar oleh irang percobaan' maka hasil pemeriksan adalah S%h0aba%h
n"rmal&
#ASI$ PERCOBAAN
% ada saat penala yang digetarkan ditekankan pada processus mastoideus
telinga kanan &' & mendengar bunyi dengungan. ada saat & sudah tidak
mendengar bunyi dengungan' pemeriksa memindahkan penala ke processus
mastoideusnya sendiri dan ternyata pemeriksa masih mendengar adanya bunyi
dengungan yang kecil.
% Saat penala digetarkan dan ditekankan pada processus mastoideus si
pemeriksa sampai tidak terdengar lagi kemudian dipindahkan ke processus
mastoideus si &' & masih mendengar adanya dengungan.
)a1tar Pustaka
1. Satyanegara. /lmu bedah saraf. Bd 0. 7akarta$ T 6ramedia ustaka Utama@
2)1).h.1##.
2. 6insberg <. 9eurologi. Bd 5. 7akarta$ Brlangga@ 2))1.h.##.