Anda di halaman 1dari 33

Kanker paru-paru

Kanker paru-paru

Foto rontgen dada yang menunjukkan sebuah tumor pada paru-paru (ditandai dengan panah)
Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang
tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat
menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan
yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya. Sebagian besar kanker yang mulai di paru-
paru, yang dikenal sebagai kanker paru primer, adalah karsinoma yang berasal dari
selepitelium. Jenis kanker paru yang utama adalah SCLC (kanker paru sel kecil), atau
disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker paru non-sel-kecil). Gejala paling
umum adalah batuk (termasuk batuk darah), berat badan turun dan sesak napas.
[1]

Penyebab paling umum kanker paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama
terhadap asap tembakau,
[2]
yang menyebabkan 8090% kanker paru.
[1]
Bukan perokok
mencapai angka 1015% dari kasus kanker paru,
[3]
dan kasus ini biasanya disebabkan oleh
kombinasi antara faktor genetik,
[4]
gas radon,
[4]
asbestos,
[5]
dan polusi
udara
[4]
termasuk asap rokok pasif.
[6][7]
Kanker paru dapat dilihat melalui foto rontgen
dada dan tomografi komputer (CT scan). diagnosis dapat dipastikan dengan biopsi
[8]
yang
biasanya dilakukan melalui prosedur bronkoskopi atau dipandu dengan CT. Perawatan dan
hasil dalam jangka panjang tergantung pada tipe kanker, stadium (tingkat penyebaran), dan
keadaan kesehatan pasien secara keseluruhan, diukur berdasarkan kondisi umum.
Perawatan biasanya meliputi pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. NSCLC biasanya
ditangani melalui pembedahan, sedangkan SCLC umumnya memberikan respons yang
lebih baik terhadap kemoterapi dan radioterapi.
[9]
Secara keseluruhan, 15% dari penduduk di
Amerika Serikat terdiagnosa kanker paru mencapai harapan hidup lima tahun setelah
diagnosis.
[10]
Secara global, kanker paru merupakan penyebab utama kematian karena
kanker pada laki-laki dan perempuan, dan bertanggung jawab untuk 1,38 juta
kematian setiap tahunnya, hingga tahun 2008.
[11]

Tanda-tanda dan gejala[sunting | sunting sumber]
Tanda-tanda dan gejala yang menunjukkan adanya kanker paru adalah:
[1]

gejala pada saluran napas: batuk, batuk
darah, bengek atau napas pendek
gejala sistemik: berat badan turun, demam, gada pada kuku
jari, atau kelelahan
gejala karena tekanan di daerah lokal: nyeri dada, nyeri
tulang, obstruksi vena cava superior, kesulitan menelan
Bila kanker tumbuh di sekitar saluran napas, keadaan ini dapat menghambat aliran udara,
menyebabkan sesak napas. Hambatan ini dapat menyebabkan adanya akumulasi sekret di
belakang sumbatan, dan menyebabkan terjadinya pneumonia.
[1]

Bergantung pada jenis tumornya, fenomena paraneoplastik mungkin adalah yang pertama
kali menarik perhatian mengenai adanya penyakit ini.
[12]
Pada kanker paru, fenomena ini
dapat meliputiSindrom LambertEaton myastenik (lemah otot yang disebabkan
oleh autoantibodi), hiperkalsemia, atau sindrom dari ketidakstabilan hormon
antidiuretik (SIADH). Tumor pada bagian bagian paling atas dari paru-paru, dikenal
sebagai Tumor Pancoast, dapat menginvasi bagian lokal dari sistem saraf simpatik,
sehingga menyebabkan Sindrom Horner (jatuhnya kelopak mata dan pupil kecil pada sisi
tersebut), dan juga menyebabkan kerusakan pada pleksus brakhialis.
[1]

Kebanyakan gejala kanker paru (hilang nafsu makan, berat badan turun, demam, kelelahan)
tidak spesifik.
[8]
Pada kebanyakan orang, kanker telah menyebar dari lokasi awalnya saat
timbul gejala dan datang ke dokter. Lokasi umum penyebarannya termasuk otak,
tulang, kelenjar adrenal, paru sebelahnya, hati, perikardium, dan ginjal.
[13]
Sekitar 10% dari
penderita kanker paru tidak mengalami gejala saat diagnosis; kanker ini ditemukan secara
tidak sengaja pada pemeriksaan foto rontgen dada.
[10]

Penyebab[sunting | sunting sumber]
Kanker berkembang mengikuti kerusakan genetika pada DNA. Kerusakan genetika ini
mempengaruhi fungsi normal sel, termasuk proliferasi sel, pemrograman kematian sel
(apoptosis) dan perbaikan DNA. Ketika lebih banyak kerusakan terakumulasi, risiko
terhadap kanker makin bertambah.
[14]

Merokok[sunting | sunting sumber]


Grafik menunjukkan bagaimana peningkatan penjualan produk tembakau di AS pada empat dekade
pertama di abad ke-20 (rokok per orang per tahun) menyebabkan kenaikan yang cepat pada penderita
kanker paru selama tahun 1930an, 40an dan 50an (kematian karena kanker paru per 100, 000 populasi
laki-laki per tahun)


penampang melintang dari paru-paru manusia: Area berwarna putih di bagian lobus atas adalah kanker;
area berwarna hitam adalah perubahan warna yang terjadi karena merokok.
Merokok, khususnya sigaret, secara umum merupakan penyumbang utama kanker
paru.
[15]
Rokok sigaret mengandung lebih dari 60 jenis karsinogen,
[16]
termasuk
diantaranya radioisotop dari peluruhan sekuens radon, nitrosamin, dan benzopiren. Selain
itu, nikotin menekan respons imun terhadap pertumbuhan kanker pada jaringan yang
terpapar.
[17]
Di seluruh negara maju, 90% dari kematian karena kanker paru pada laki-laki
selama tahun 2000 disebabkan oleh merokok (70% untuk perempuan).
[18]
Merokok
bertanggung jawab terhadap 8090% kasus kanker paru.
[1]

Merokok pasifproses inhalasi asap dari perokok lainmerupakan penyebab kanker paru
pada bukan perokok. Perokok pasif dapat digolongkan sebagai seseorang yang hidup atau
bekerja bersama perokok. Penelitian dari AS,
[19][20]
Eropa,
[21]
Inggris,
[22]
dan
Australia
[23]
telah secara konsisten menunjukkan adanya peningkatan risiko yang signifikan
diantara mereka yang terpapar asap rokok pasif.
[24]
Mereka yang hidup dengan perokok
memiliki risiko yang lebih tinggi sebesar 2030% sedangkan mereka yang bekerja pada
lingkungan perokok mempunyai risiko 1619% lebih tinggi.
[25]
Penelitian asap aliran
sisi menunjukkan bahwa hal ini lebih berbahaya dari merokok langsung.
[26]
Merokok pasif
menyebabkan 3, 400 kematian karena kanker paru setiap tahun di AS.
[20]

Gas Radon[sunting | sunting sumber]
Radon adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau dihasilkan dari penguraian
radioaktif radium, yang merupakan produk dari peluruhan uranium, yang ditemukan di
lapisan kerak bumi. Produk peluruhan radiasi meng ion kan materi genetika, sehingga
menyebabkan mutasi yang kadang menjadi bersifat kanker. Radon merupakan penyebab
kanker paru paling banyak kedua di AS, setelah rokok.
[20]
Risikonya meningkat hinggga 8
16% untuk setiap peningkatan konsentrasi radon sebesar 100 Bq/m.
[27]
Tingkat gas radon
bervariasi tergantung pada lokasi dan komposisi tanah dan batuan di bawahnya. Sebagai
contoh, di wilayah seperti Cornwall di Inggris (yang mengandung granit sebagai substrata),
gas radon merupakan masalah utama, dan bangunan harus memiliki ventilasi aktif dengan
kipas untuk menurunkan konsentrasi gas radon. United States Environmental Protection
Agency(EPA) memperkirakan satu dari 15 rumah di AS memiliki tingkat radon lebih tinggi
dari tingkat rekomendasi 4 picocurie per liter (pCi/l) (148 Bq/m).
[28]

Asbestos[sunting | sunting sumber]
Asbestos dapat menyebabkan berbagai penyakit paru-paru, termasuk kanker paru. Merokok
tembakau dan asbestos memberikan efek sinergis dalam pembentukan kanker
paru.
[5]
Asbestos juga dapat menyebabkan kanker pada pleura, yang
disebut mesotelioma (yang berbeda dari kanker paru).
[29]

Polusi udara[sunting | sunting sumber]
Polusi udara di luar rumah hanya memberikan efek yang kecil dalam meningkatkan risiko
kanker paru.
[4]
partikulat (PM
2.5
) halus dan aerosol sulfat, yang berasal dari pelepasan asap
kendaraan bermotor di jalanan, diasosiasikan agak meningkatkan risiko.
[4][30]
Untuk nitrogen
dioksida, kenaikan bertahan hingga 10 bagian per miliar meningkatkan risiko kanker paru
hingga 14%.
[31]
Polusi udara luar diperkirakan bertanggung jawab terhadap 12% kejadian
kanker paru.
[4]

Bukti tentatif mendukung adanya kenaikan risiko kanker paru dari polusi dalam ruang yang
berhubungan dengan pembakaran kayu, batubara, residu bahan bakar kotoran dan sisa
sampah yang dipakai untuk memasak dan pemanas ruang.
[32]
Wanita yang terpapar asap
pembakaran batubara memiliki risiko dua kali lebih tinggi dan sejumlah produk sampingan
dari pembakaran tanaman organik diketahui atau dicurigai bersifat karsinogen.
[33]
Risiko ini
memengaruhi kurang lebih 2.4 miliar orang di seluruh dunia,
[32]
dan dipercaya
menyebabkan 1.5% kematian karena kanker paru.
[33]

Genetika[sunting | sunting sumber]
Diperkirakan bahwa 8 hingga 14% dari kanker paru disebabkan oleh
faktor diturunkan.
[34]
Pada orang dengan saudara yang terkena kanker paru, risiko
meningkat hingga 2.4 kali. Hal ini disebabkan oleh adanya kombinasi gen.
[35]

Penyebab lain[sunting | sunting sumber]
Sejumlah zat, pekerjaan, dan paparan lingkungan lain juga dihubungkan dengan kanker
paru. Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) menyatakan ada "bukti yang cukup"
untuk menunjukkan bahwa sejumlah hal berikut karsinogenik untuk paru-paru:
[36]

Sejumlah jenis logam (produk aluminium, kadmium dan
senyawa kadmium, senyawa kromium(VI), berilium dan
senyawa berilium, peleburan besi dan baja, senyawa
nikel, arsenik dan senyawa arsenik inorganik,
tambang hematit bawah tanah)
Sejumlah produk pembakaran (pembakaran tidak sempurna),
arang batu (emisi dalam ruangan dari pembakaran arang
batu rumah tangga), gasifikasi batu bara, aspal, produk
kokas, jelaga, gas buang mesin disel)
Radiasi ionisasi (radiasi sinar-X, radon-222 dan produk
peluruhannya, radiasi gamma, plutonium)
Sejumlah gas beracun (metil eter (kadar teknis), Bis-
(klorometil) eter, sulfur mustard, MOPP (campuran
vinkristina-prednison-nitrogen mustard-procarbazin), uap
pengecatan)
Produk karet dan kristalin debu silika
Patogenesis[sunting | sunting sumber]
Lihat pula: Karsinogenesis
Seperti jenis kanker lainnya, kanker paru diinisiasi oleh aktivasi onkogen atau inaktivasi gen
supresor tumor.
[37]
Onkogen diyakini menjadikan orang lebih rentan terhadap kanker. Proto-
onkogendiyakini berubah menjadi onkogen ketika terpapar karsinogen
tertentu.
[38]
Mutasi pada proto-onkogen K-ras bertanggung jawab atas 1030%
adenokarsinoma paru.
[39][40]
Reseptor faktor pertumbuhan epidermal (EGFR) mengatur
proliferasi sel, apoptosis, angiogenesis, dan invasi tumor.
[39]
Mutasi dan amplifikasi EGFR
biasa ditemukan pada kanker paru bukan-sel-kecil dan memberikan dasar pengobatan
menggunakan inhibitor-EGFR. Her2/neu lebih jarang
terpengaruh.
[39]
Kerusakan kromosomal bisa menyebabkan hilangnya heterozigositas. Hal
ini bisa menyebabkan inaktivasi gen supresor tumor. Kerusakan pada kromosom 3p, 5q,
13q, dan 17p secara spesifik ditemukan pada kanker bukan-sel-kecil. Gen supresor
tumor p53, yang terdapat di kromosom 17p, terpengaruh pada 60-75% kasus. Gen-gen lain
yang sering dimutasi atau dikuatkan adalah c-MET, NKX2-1, LKB1, PIK3CA, dan BRAF.
[39]

Diagnosis[sunting | sunting sumber]


CT scan menunjukkan tumor yang mengandung sel-sel kanker di paru-paru kiri
Melakukan foto rontgen dada adalah salah satu langkah pemeriksaan awal jika seseorang
melaporkan gejala-gejala yang mengarah pada kanker paru. Upaya ini bisa menunjukkan
adanya massa yang jelas, pelebaran mediastinum (yang menunjukkan penyebaran
ke nodus limfatik), atelektasis (kolaps), konsolidasi (pneumonia), atau efusi
pleura.
[2]
Pencitraan CT umumnya digunakan untuk memberi informasi tambahan tentang
jenis dan perluasan penyakit. Bronkoskopi atau biopsi dipandu-CT kerap dipakai dalam
pengambilan sampel tumor untuk pemeriksaan histopatologi.
[10]

Kanker paru sering tampak sebagai nodul paru soliter dalam foto rontgen dada.
Tetapi, diagnosis diferensialnya luas. Banyak penyakit lain yang menunjukkan tampilan
seperti itu, termasuk tuberkulosis, infeksi jamur, kanker metastatik, atau pneumonia
terkelompok. Penyebab nodul paru soliter yang lebih jarang ditemukan
termasuk hamartoma, kista bronkogenik, adenoma, malformasi arteriovena, sekuestrasi
paru, nodul reumatoid,granulomatosis Wegener, atau limfoma.
[41]
Kanker paru juga bisa
berupa temuan insidental, sebagai nodul paru soliter dalam sebuah foto rontgen dada atau
CT scan yang dilakukan untuk tujuan yang tidak berkaitan.
[42]
Diagnosis definitif kanker paru
didasarkan pada pemeriksaan histologi jaringan yang meragukan dalam konteks ciri klinis
dan radiologi.
[1]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]
Kejadian kanker paru berdasar-usia menurut jenis histologi
[4]

Tipe histologi Kejadian per 100, 000 per tahun
Semua jenis 66.9
Adenokarsinoma 22.1
Karsinoma skuamosa 14.4
Karsinoma sel kecil 9.8
Kanker paru diklasifikasikan berdasarkan tipe histologi.
[8]
Klasifikasi ini penting untuk
menentukan manajemen dan memprediksi keluaran penyakit. Mayoritas besar kanker paru
adalah karsinomakeganasan yang timbul dari sel epitelial. Kanker paru dikategorikan
menurut ukuran dan tampakan sel-sel ganas yang dilihat oleh ahli histopatologi
melalui mikroskop. Dua kelas besarnya adalah kanker paru bukan-sel-kecil dan sel kecil.
[43]

Kanker paru bukan-sel-kecil[sunting | sunting sumber]


Mikrografi karsinoma skuamosa, satu tipe kanker bukan-sel-kecil, spesimen FNA,Pewarnaan Pap
Tiga subtipe utama NSCLC adalah adenokarsinoma,karsinoma paru sel skuamosa,
dan karsinoma paru sel besar.
[1]

Hampir 40% kanker paru adalah adenokarsinoma, yang biasanya bermula di jaringan paru
perifer.
[8]
Kebanyakan kasus adenokarsinoma dihubungkan dengan kebiasaan merokok;
namun, di antara orang-orang yang merokok kurang dari 100 rokok sepanjang hidup mereka
("tidak pernah merokok"),
[1]
adenokarsinoma merupakan jenis kanker paru yang paling
umum.
[44]
Satu subtipe adenokarsinoma, karsinoma bronkioloalveolar, lebih umum
ditemukan pada wanita yang tidak pernah merokok, dan penderitanya dapat memiliki daya
tahan hidup yang lebih baik.
Karsinoma sel skuamosa menjadi penyebab sekitar 30% kanker paru. Jenis ini khususnya
timbul di saluran napas besar. Rongga berlubang dankematian sel yang berkaitan umumnya
ditemukan di pusat tumor. Sekitar 9% kanker paru adalah karsinoma sel besar. Disebut
demikian karena sel-sel kanker tersebut besar, memiliki sitoplasma berlebihan, nuklei besar
dan nukleoli kelihatan jelas.
Kanker paru sel kecil[sunting | sunting sumber]


Kanker paru sel kecil (gambar mikroskopik biopsi jarum besar)
Pada karsinoma paru sel kecil (SCLC), sel kanker mengandung granul neurosekretori padat
(vesikel yang mengandung hormon neuroendokrin), yang memberi tumor ini suatu asosiasi
endokrin/sindrom paraneoplastik.
[45]
Sebagian besar kasus muncul di saluran napas besar
(bronki primer dan sekunder).
[10]
Kanker ini berkembang cepat dan menyebar di tahap awal
perkembangan penyakit. Enam puluh sampai tujuh puluh persen memiliki penyakit
metastatik pada saat penyakit mulai memberikan gejala. Kanker paru jenis ini sangat
berkaitan dengan kebiasaan merokok.
[1]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]
Empat subtipe histologi utama telah diketahui, meskipun sejumlah kanker mungkin
mengandung kombinasi beberapa subtipe yang berbeda.
[43]
Subtipe yang jarang
termasuk tumor kelenjar, tumor karsinoid, dan karsinoma tak terdiferensiasi.
[1]

Metastasis[sunting | sunting sumber]
Immunostain (pewarnaan imunologi) tipikal pada kanker paru
[1]

Tipe histologi Immunostain (pewarnaan imunologi)
Karsinoma sel skuamosa
CK5/6 positif
CK7 negatif
Adenokarsinoma
CK7 positif
TTF-1 positif
Karsinoma sel besar TTF-1 negatif
Kanker sel kecil
TTF-1 positif
CD56 positif
Kromogranin positif
Sinaptofisin positif
Paru-paru merupakan tempat yang umum untuk persebaran tumor dari bagian tubuh yang
lain. Kanker sekunder diklasifikasikan menurut tempat asalnya, misalnya kanker payudara
yang telah menyebar ke paru-paru disebut kanker payudara metastatik. Metastasis kerapkali
mempunyai tampilan bulat yang khas dalam foto rontgen dada.
[46]

Kanker paru primer sendiri kerapkali bermetastasis ke otak, tulang, hati dan kelenjar
adrenal.
[8]
Metode biopsi immunostain (pewarnaan imunologi) seringkali bermanfaat untuk
menentukan sumber kanker.
[47]

Stadium[sunting | sunting sumber]
Lihat pula: Tahapan kanker paru
Stadium kanker paru adalah pengkajian tingkat penyebaran kanker dari sumber asalnya.
Langkah ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prognosis dan penanganan
potensial kanker paru.
[1]

Evaluasi awal dari pentahapan kanker paru bukan-sel-kecil (NSCLC)
menggunakan klasifikasi TNM. Cara ini didasarkan pada ukuran tumor primer,
keterlibatan nodus limfatik, dan metastasis jauh. Setelah ini, dengan menggunakan
deskriptor TNM, ditentukan satu grup, berkisar mulai dari kanker yang tersembunyi, sampai
stadium 0, IA (satu-A), IB, IIA, IIB, IIIA, IIIB dan IV (empat). Kelompok stadium ini membantu
pemilihan metode penangangan dan estimasi prognosis.
[48]
Kanker paru sel kecil (SCLC)
umumnya diklasifikasikan sebagai 'stadium terbatas' (terbatas pada separuh dada dan
dalam cakupan satu bidang radioterapi yang dapat ditoleransi) atau 'stadium ekstensif'
(penyakit lebih meluas).
[1]
Namun demikian, klasifikasi TNM dan pengelompokan bermanfaat
untuk estimasi prognosis.
[48]

Baik untuk NSCLC maupun SCLC, dua jenis evaluasi penentuan stadium adalah stadium
klinis dan stadium bedah. Stadium klinis dilakukan sebelum pembedahan definitif. Tindakan
ini didasarkan pada hasil kajian pencitraan (seperti CT scan dan PET scan) dan hasil biopsi.
Stadium bedah dievaluasi baik selama maupun setelah operasi, dan didasarkan atas
gabungan hasil-hasil temuan dalam pembedahan dan klinis, termasuk contoh sampel nodus
limfatik dada yang diambil dalam pembedahan.
[8]

Pencegahan[sunting | sunting sumber]
Lihat pula: Larangan merokok
Pencegahan adalah cara paling murah untuk mengurangi perkembangan kanker paru.
Meskipun di berbagai negara, karsinogen industri dan rumah tangga telah diidentifikasi dan
dilarang, kebiasaan merokok masih dilakukan secara luas. Menghilangkan kebiasaan
merokok adalah tujuan utama langkah pencegahan kanker paru, dan berhenti
merokok merupakan salah satu pencegahan yang penting dalam proses ini.
[49]

Intervensi kebijakan pengurangan dampak merokok pasif di ruang publik seperti restoran
dan tempat kerja semakin banyak dilakukan di sejumlah negara barat.
[50]
Bhutan telah
menerapkan larangan merokok sejak 2005
[51]
dan India mengeluarkan larangan merokok di
area publik pada Oktober 2008.
[52]
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyerukan
kepada pemerintah untuk menerapkan larangan penuh pada iklan rokok dalam upaya
mencegah kaum muda mencoba merokok. Mereka menilai bahwa larangan tersebut mampu
mengurangi konsumsi tembakau sampai sekitar 16% jika larangan tersebut diberlakukan.
[53]

Penggunaan jangka panjang suplemen vitamin A,
[54][55]
vitamin C,
[54]
vitamin D,
[56]
atau
vitamin E
[54]
tidak mengurangi risiko kanker paru. Beberapa penelitian mengindikasikan
bahwa orang yang mengonsumsi makanan dengan proporsi sayur dan buah lebih tinggi
cenderung memiliki risiko yang lebih rendah,
[20][57]
, namun hal ini kemungkinan karena
adanya kerancuan. Penelitian yang lebih cermat belum menunjukkan hubungan yang
jelas.
[57]

Penapisan[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penapisan Kanker Paru
Penapisan merujuk pada penggunaan tes kesehatan untuk mendeteksi penyakit pada orang
tanpa gejala. Tes penapisan yang mungkin untuk kanker paru meliputi sitologi dahak, foto
rontgen dada (CXR), dan tomografi komputer (CT). Program penapisan yang menggunakan
CXR atau sitologi belum menunjukkan adanya manfaat.
[58]
Melakukan penapisan pada
orang-orang dengan risiko tinggi (misal, orang berusia 55-79 tahun yang sudah merokok
lebih dari 30 pak tiap tahun atau mereka yang sebelumnya memiliki kanker paru) setiap
tahun dengan pindai tomografi komputer (CT) dosis rendah dapat mengurangi peluang
kematian akibat kanker paru dengan nilai mutlak sebesar 0, 3% (nilai relatif sebesar
20%).
[59][60]
Akan tetapi, ada sejumlah besar pindai positif palsu yang dapat menyebabkan
prosedur invasif yang tidak diperlukan maupun biaya yang cukup besar.
[61]
Untuk setiap
pindai positif yang sejati, ada lebih dari 19 positif palsu.
[62]
Pajanan radiasi merupakan
potensi bahaya lain dari penapisan.
[63]

Penanganan[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penanganan Kanker Paru
Pengobatan untuk kanker paru tergantung pada jenis sel khusus kanker tersebut, seberapa
jauh sel tersebut menyebar, dan kondisi umum orang tersebut. Pengobatan umum
meliputi perawatan paliatif,
[64]
pembedahan, kemoterapi, dan terapi radiasi.
[1]

Pembedahan[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pembedahan Kanker Paru


Contoh pneumonektomi yang mengandung karsinoma sel-skuamosa, terlihat sebagai daerah putih di dekat
bronkus
Jika pemeriksaan mengonfirmasi adanya kanker paru bukan-sel-kecil (NSCLC),
penilaian stadium dilakukan untuk menentukan apakah penyakit tersebut termasuk lokal dan
dapat dilakukan pembedahan atau jika sel tersebut telah menyebar ke titik di mana tidak
dapat ditangani dengan jalan pembedahan. Pindai tomografi komputer (CT scan)
dan tomografi emisi positron digunakan untuk penentuan ini.
[1]
Jika dicurigai adanya
keterlibatan kelenjar limfa mediastinum, mediastinoskopi dapat digunakan untuk mengambil
sampel nodus dan membantu penentuan stadium.
[65]
Tes darah dan uji fungsi
paru digunakan untuk menilai apakah seseorang cukup sehat untuk melakukan
pembedahan.
[10]
Jika uji fungsi paru menunjukkan cadangan pernapasan yang rendah,
pembedahan tidak mungkin dilakukan.
[1]

Pada sebagian besar kasus kanker paru bukan-sel-kecil (NSCLC) stadium awal,
pembuangan lobus paru (lobektomi) merupakan penanganan bedah pilihan. Pada orang-
orang yang tidak siap untuk lobektomi total, eksisi sublobar yang lebih kecil (eksisi baji)
dapat dilakukan. Akan tetapi, eksisi baji memiliki risiko kambuh yang lebih besar daripada
lobektomi.
[66]
Brakiterapi iodin radioaktif di bagian tepi eksisi baji dapat mengurangi risiko
kambuh.
[67]
Jarang sekali dilakukan pembuangan semua paru-paru
(pneumonektomi).
[66]
Pembedahan torakoskopi berbantu video (VATS) dan lobektomi
VATS menggunakan pendekatan invasif yang minimal pada pembedahan kanker
paru.
[68]
Lobektomi VATS sama efektifnya jika dibandingkan dengan lobektomi terbuka
konvensional, dengan rasa sakit pascabedah yang lebih ringan.
[69]

Penanganan kanker paru sel kecil (SCLC), biasanya menggunakan kemoterapi dan/atau
radioterapi.
[70]
Akan tetapi, peran pembedahan dalam kanker paru sel kecil (SCLC) perlu
dipertimbangkan kembali. Pembedahan mungkin meningkatkan keberhasilan jika
ditambahkan pada kemoterapi dan radiasi dalam kanker paru sel kecil (SCLC) tahap
awal.
[71]

Radioterapi[sunting | sunting sumber]
Radioterapi sering diberikan bersama dengan kemoterapi, dan dapat digunakan dengan
maksud pengobatan pada orang dengan kanker paru bukan-sel-kecil (NSCLC) yang tidak
memenuhi syarat untuk pembedahan. Bentuk radioterapi berintensitas tinggi ini disebut
radioterapi radikal.
[72]
Penyempurnaan teknik ini berupa radioterapi yang dipercepat dan
dengan hiperfraksinasi berkelanjutan (continuous hyperfractionated accelerated
radiotherapy/CHART), yaitu saat dosis tinggi radioterapi diberikan dalam jangka waktu
pendek.
[73]
Biasanya radioterapi dada pascabedah tidak digunakan setelah pembedahan
yang bertujuan pengobatan untuk NSCLC.
[74]
Beberapa orang dengan keterlibatan kelenjar
limfa mediastinum N2 mendapatkan manfaat setelah radioterapi pascabedah.
[75]

Untuk kasus SCLC yang berpotensi dapat disembuhkan, radioterapi dada sering disarankan
selain kemoterapi.
[8]

Jika pertumbuhan kanker menyumbat bagian pendek bronkus, brakiterapi (radioterapi lokal)
dapat diberikan langsung di dalam saluran napas untuk membuka saluran
tersebut.
[76]
Dibandingkan dengan radioterapi pancaran eksternal, brakiterapi memungkinkan
pengurangan waktu pengobatan dan mengurangi pajanan radiasi pada staf kesehatan.
[77]

Iradiasi kranial profilaktik (Prophylactic cranial irradiation/PCI) adalah jenis radioterapi untuk
otak, yang digunakan untuk mengurangi risiko metastasis. PCI sangat berguna dalam
SCLC. Pada penyakit stadium-terbatas, PCI meningkatkan tiga tahun masa kelangsungan
hidup mulai dari 15% hingga 20%; pada penyakit ekstensif, satu tahun masa kelangsungan
hidup meningkat mulai dari 13% hingga 27%.
[78]

Kemajuan terbaru dalam menjangkau sasaran dan membuat pencitraan telah mengarah
pada pengembangan radiasi stereotaktik dalam pengobatan kanker paru stadium awal.
Pada radioterapi dalam bentuk ini, dosis tinggi diberikan dalam sejumlah kecil sesi
menggunakan teknik penargetan stereotaktik. Penggunaan teknik ini terutama diberikan
pada pasien yang bukan calon pasien bedah karena komorbiditas medis.
[79]

Untuk kedua jenis pasien NSCLC dan SCLC, dosis radiasi yang lebih kecil pada dada dapat
digunakan untuk kontrol gejala (radioterapi paliatif).
[80]

Kemoterapi[sunting | sunting sumber]
Panduan kemoterapi tergantung pada jenis tumor.
[8]
Kanker paru sel kecil (SCLC), meski
penyakit relatif pada stadium awal, penting ditangani dengan kemoterapi dan
radiasi.
[81]
Pada SCLC,cisplatin dan etoposide adalah yang paling sering
digunakan.
[82]
Kombinasi antara carboplatin, gemcitabine, paclitaxel, vinorelbine, topotecan,
dan irinotecan juga digunakan.
[83][84]
Pada kanker paru bukan-sel-kecil (NSCLC) tahap lanjut,
kemoterapi meningkatkan masa tahan hidup dan digunakan sebagai pengobatan urutan
pertama, yang diberikan jika seseorang cukup kuat untuk pengobatan tersebut.
[85]
Biasanya,
pengobatan ini menggunakan dua obat, yang salah satunya sering berupa obat berbasis
platina (baik cisplatin atau karboplatin). Obat lain yang biasa digunakan
adalah gemcitabine, paclitaxel, docetaxel,
[86][87]
pemetrexed,
[88]
etoposide,
atau vinorelbine.
[87]

Kemoterapi adjuvan merujuk pada penggunaan kemoterapi setelah melakukan
pembedahan kuratif untuk menyempurnakan hasilnya. Dalam NSCLC, sampel diambil di
dekat nodus limfatikselama pembedahan untuk membantu penentuan stadium. Jika
terkonfirmasi penyakit stadium II atau III, kemoterapi adjuvan meningkatkan tingkat
kelangsungan hidup sebesar 5% pada lima tahun.
[89][90]
Kombinasi vinorelbine dan cisplatin
lebih efektif daripada pengobatan lama.
[90]
Kemoterapi adjuvan untuk penderita kanker
stadium IB mengundang kontroversi, karena uji coba klinis belum menunjukkan manfaatnya
dengan jelas terhadap kelangsungan hidup.
[91][92]
Uji coba pra-operasi kemoterapi
(kemoterapi neo-adjuvan) dalam NSCLC yang dapat diangkat belum mencapai suatu
kesimpulan.
[93]

Perawatan paliatif[sunting | sunting sumber]
Pada penderita dengan penyakit terminal, perawatan paliatif atau pengelolaan rawat akhir
mungkin lebih tepat.
[10]
Pendekatan ini memungkinkan diskusi tambahan tentang pilihan
perawatan dan membuka kesempatan didapatkannya keputusan dari pertimbangan yang
matang
[94][95]
dan dapat menghindarkan perawatan yang tidak menolong tetapi mahal di
akhir kehidupan.
[95]

Kemoterapi dapat digabungkan dengan perawatan paliatif dalam merawat NSCLC. Dalam
kasus lanjut, kemoterapi yang tepat meningkatkan rerata kelangsungan hidup melampaui
perawatan dukungan saja, serta meningkatkan kualitas hidup.
[96]
Dengan kebugaran
fisik yang cukup, mempertahankan kemoterapi dalam meringankan kanker paru
memberikan perpanjangan hidup 1,5 hingga 3 bulan, mengurangi gejala, dan peningkatan
kualitas hidup, dengan hasil yang lebih baik tampak pada obat-obatan yang lebih
baru.
[97][98]
NSCLC Meta-Analyses Collaborative Group menyarankan jika penderita
menginginkan dan dapat menerima perawatan ini, maka kemoterapi harus dipertimbangkan
pada kasus NSCLC lanjut.
[85][99]

Prognosis[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Lung cancer staging dan Manchester score
Hasil kanker paru menurut stadium klinisnya
[48]

Stadium klinis
Kelangsungan hidup lima tahun (%)
Kanker paru bukan-sel-kecil Kanker paru sel kecil
IA 50 38
IB 47 21
IIA 36 38
IIB 26 18
IIIA 19 13
IIIB 7 9
IV 2 1
Prognosis umumnya buruk. Dari semua penderita kanker paru, 15% bertahan selama 5
tahun setelah prognosis.
[2]
Sering terjadi stadium sudah lanjut pada saat diagnosis. Pada
presentasi, 3040% kasus NSCLC ada pada stadium IV, dan 60% SCLC ditemukan pada
stadium IV.
[8]

Faktor prognostik dalam NSCLC termasuk ada atau tidak adanya gejala paru, ukuran tumor,
(histologi) jenis sel, derajat penyebaran (stadium), dan metastasis ke beberapa nodus
limfatik, serta invasi pembuluh darah. Untuk penderita dengan penyakit yang tidak dapat
dioperasi, hasilnya lebih buruk bagi yang memiliki kondisi umum buruk dan kehilangan berat
badan lebih dari 10%.
[100]
Faktor prognostik dalam kanker paru sel kecil termasuk kondisi
umum, jenis kelamin, stadium penyakit, dan keterlibatansistem saraf pusat atau organ
hati pada saat diagnosis.
[101]

Untuk NSCLC, prognosis terbaik didapatkan dengan reseksi bedah lengkap penyakit
stadium IA, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 70%.
[102]
Untuk SCLC,
keseluruhan tingkat kelangsungan hidup lima tahunnya sekitar 5%.
[1]
Penderita SCLC
tingkat ekstensif mempunyai rerata tingkat kelangsungan hidup lima tahun kurang dari 1%.
Rerata waktu kelangsungan hidup untuk penyakit stadium terbatas adalah 20 tahun, dengan
tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 20%.
[2]

Menurut data yang disediakan oleh National Cancer Institute, usia median pada diagnosis
kanker paru di Amerika Serikat adalah 70 tahun,
[103]
dan usia median saat kematian adalah
72 tahun.
[104]
Di AS, orang yang memiliki asuransi kesehatan cenderung mempunyai hasil
yang lebih baik.
[105]

Epidemiologi[sunting | sunting sumber]


Kematian berbaku usia dari kanker trakea, bronki, dan paru-paru per 100, 000 penduduk di 2004
[106]

no data
5
5-10
10-15
15-20
20-25
25-30
30-35
35-40
40-45
45-50
50-55
55


Distribusi kanker paru di Amerika Serikat
Di seluruh dunia, kanker paru merupakan kanker paling umum dari segi insiden dan
mortalitas. Pada 2008, terdapat 1,61 juta kasus baru, dan 1,38 juta kematian akibat kanker
paru. Tingkat tertinggi ada di Eropa dan Amerika Utara.
[11]
Segmen populasi yang paling
mungkin menderita kanker paru adalah orang berusia di atas 50 tahun yang mempunyai
riwayat merokok. Berlawanan dengan tingkat mortalitas pria, yang mulai menurun lebih dari
20 tahun yang lalu, tingkat mortalitas kanker paru wanita telah meningkat dalam dekade
terakhir, dan baru saja mulai stabil.
[107]
Di AS, risiko seumur hidupuntuk terkena kanker paru
adalah 8% pada pria dan 6% pada wanita.
[1]

Untuk setiap 34 juta rokok yang diisap, akan terjadi satu kematian karena kanker
paru.
[1][108]
Pengaruh dari "Big Tobacco" memainkan peranan penting dalam budaya
merokok.
[109]
Orang muda bukan perokok yang melihat iklan tembakau punya
kecenderungan untuk mulai merokok.
[110]
Peran dari merokok pasif makin diakui sebagai
faktor risiko kanker paru,
[24]
yang memunculkan intervensi kebijakan untuk menurunkan
paparan yang tidak dikehendaki para non-perokok terhadap asap tembakau orang
lain.
[111]
Buangan dari mobil, pabrik, dan instalasi pembangkit listrik juga punya risiko
potensial.
[4]

Eropa Timur mempunyai angka mortalitas tertinggi di kalangan pria, sedangkan Eropa utara
dan AS mempunyai angka mortalitas tertinggi di kalangan wanita. Di Amerika Serikat, pria
dan wanita kulit hitam mempunyai insiden lebih tinggi.
[112]
Tingkat kanker paru saat ini lebih
rendah pada negara berkembang.
[113]
Dengan meningkatnya kebiasaan merokok di negara
berkembang, diduga tingkat kanker ini akan naik dalam beberapa tahun ke depan,
khususnya di negara Cina
[114]
dan India.
[115]

Sejak 1960-an, tingkat adenokarsinoma paru mulai meningkat relatif terhadap jenis kanker
paru yang lain. Hal ini sebagian disebabkan karena munculnya sigaret filter. Penggunaan
filter menghilangkan partikel-partikel besar dari asap tembakau, sehingga mengurangi
deposisi pada saluran pernapasan besar. Namun, perokok harus menghisap lebih dalam
untuk mendapatkan nikotin dalam jumlah yang sama, meningkatkan deposisi partikel dalam
saluran pernapasan kecil tempat adenokarsinoma cenderung muncul.
[116]
Insiden
adenokarsinoma paru terus meningkat.
[117]

Sejarah[sunting | sunting sumber]
Kanker paru jarang dijumpai sebelum ditemukannya kebiasaan merokok; bahkan belum
dikenali sebagai suatu penyakit khusus hingga tahun 1761.
[118]
Berbagai aspek berbeda dari
kanker paru dijelaskan lebih jauh pada tahun 1810.
[119]
Jumlah kanker paru ganas hanya
sebanyak 1% dari semua kanker yang ditemukan pada autopsi di tahun 1878, tetapi telah
meningkat 1015% di awal 1900-an.
[120]
Laporan kasus dalam literatur kedokteran hanya
sebanyak 374 di seluruh dunia pada tahun 1912,
[121]
tetapi kajian pada hasil autopsi
menunjukkan bahwa insiden kanker paru telah meningkat dari 0, 3% pada 1852 menjadi 5,
66% pada 1952.
[122]
Di Jerman pada 1929, dokter Fritz Lickint menemukan hubungan antara
kebiasaan merokok dengan kanker paru,
[120]
yang menjadi penyebab munculnya kampanye
antirokok yang agresif.
[123]
British Doctors Study, yang dipublikasikan pada 1950-an,
merupakan bukti kuat epidemiologis hubungan antara kanker paru dengan kebiasaan
merokok.
[124]
Akibatnya, pada 1964 Surgeon General Amerika Serikat menyarankan para
perokok untuk berhenti merokok.
[125]

Hubungan dengan gas radon pertama kali dijumpai di kalangan penambang di Pegunungan
Ore di dekat Schneeberg, Saxony. Perak telah ditambang di sana sejak 1470, dan tambang
ini kaya dengan uranium, yang disertai radium, dan gas radon.
[126]
Para penambang
menderita jumlah penyakit paru-paru yang tak sebanding, yang kemudian dikenali sebagai
kanker paru pada 1870-an.
[127]
Walaupun ada penemuan ini, penambangan tetap berlanjut
hingga 1950-an, karena adanya permintaan uranium dari Uni Republik Sosialis
Soviet.
[126]
Radon dikonfirmasi sebagai penyebab kanker paru pada tahun 1960-an.
[128]

Pneumonektomi pertama yang sukses untuk kanker paru dilakukan pada
1933.
[129]
Radioterapi paliatif telah digunakan sejak 1940-an.
[130]
Radioterapi radikal, yang
mulai digunakan pada 1950-an, merupakan usaha untuk menggunakan dosis radiasi yang
lebih besar pada pasien kanker paru dengan stadium yang relatif awal, tetapi yang tidak
cocok untuk pembedahan.
[131]
Pada 1997, radioterapi dipercepat dengan hiperfraksionisasi
dipandang sebagai perbaikan terhadap radioterapi radikal konvensional.
[132]
Untuk kanker
paru sel kecil, upaya awal dilakukan pada 1960-an saat pembedahan
[133]
dan radioterapi
radikal
[134]
tidak berhasil. Pada tahun 1970-an, dikembangkan perawatan kemoterapi yang
sukses.
[135]

Referensi[sunting | sunting sumber]
1. ^
a

b

c

d

e

f

g

h

i

j

k

l

m

n

o

p

q

r

s

t
Horn, L; Pao W, Johnson DH
(2012). "Chapter 89". In Longo, DL; Kasper, DL; Jameson,
JL; Fauci, AS; Hauser, SL; Loscalzo, J. Harrison's Principles
of Internal Medicine (ed. 18th). McGraw-Hill. ISBN 0-07-
174889-X.
2. ^
a

b

c

d
"Lung Carcinoma: Tumors of the Lungs". Merck
Manual Professional Edition, Online edition. Diakses 2007-
08-15.
3. ^ Thun, MJ; Hannan LM, Adams-Campbell LL et al.
(September 2008). "Lung cancer occurrence in never-
smokers: an analysis of 13 cohorts and 22 cancer registry
studies".PLoS Medicine 5 (9):
e185. doi:10.1371/journal.pmed.0050185. PMC 2531137.P
MID 18788891.
4. ^
a

b

c

d

e

f

g

h
Alberg AJ, Samet JM (2010). "Chapter
46". Murray & Nadel's Textbook of Respiratory
Medicine (ed. 5th). Saunders Elsevier. ISBN 978-1-4160-
4710-0.
5. ^
a

b
O'Reilly, KM; Mclaughlin AM, Beckett WS, Sime PJ
(March 2007). "Asbestos-related lung disease". American
Family Physician 75 (5): 683688. PMID 17375514.
6. ^ Carmona, RH (2006-06-27). "The Health Consequences
of Involuntary Exposure to Tobacco Smoke: A Report of the
Surgeon General". U.S. Department of Health and Human
Services. "Secondhand smoke exposure causes disease
and premature death in children and adults who do not
smoke."
7. ^ "Tobacco Smoke and Involuntary Smoking" (PDF). IARC
Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to
Humans (WHO International Agency for Research on
Cancer) 83. 2002. "There is sufficient evidence that
involuntary smoking (exposure to secondhand or
'environmental' tobacco smoke) causes lung cancer in
humans. ... Involuntary smoking (exposure to secondhand
or 'environmental' tobacco smoke) is carcinogenic to
humans (Group 1)."
8. ^
a

b

c

d

e

f

g

h

i
Lu, C; Onn A, Vaporciyan AA et al. (2010).
"78: Cancer of the Lung". Holland-Frei Cancer Medicine (ed.
8th). People's Medical Publishing
House. ISBN 9781607950141.
9. ^ Chapman, S; Robinson G, Stradling J, West S (2009).
"Chapter 31". Oxford Handbook of Respiratory
Medicine (ed. 2nd). Oxford University Press. ISBN 9-
780199-545162.
10. ^
a

b

c

d

e

f
Collins, LG; Haines C, Perkel R, Enck RE
(January 2007). "Lung cancer: diagnosis and
management". American Family Physician (American
Academy of Family Physicians) 75(1): 56
63. PMID 17225705.
11. ^
a

b
Ferlay, J; Shin HR, Bray F et al. (December
2010). "Estimates of worldwide burden of cancer in 2008:
GLOBOCAN 2008". International Journal of
Cancer 127 (12): 2893
2917.doi:10.1002/ijc.25516. PMID 21351269.
12. ^ Honnorat, J; Antoine JC (May 2007). "Paraneoplastic
neurological syndromes". Orphanet Journal of Rare
Diseases (BioMed Central) 2 (1): 22. doi:10.1186/1750-
1172-2-22.PMC 1868710. PMID 17480225.
13. ^ Greene, Frederick L. (2002). AJCC cancer staging
manual. Berlin: Springer-Verlag. ISBN 0-387-95271-3.
14. ^ Brown, KM; Keats JJ, Sekulic A et al. (2010). "8". Holland-
Frei Cancer Medicine (ed. 8th). People's Medical Publishing
House USA. ISBN 978-1607950141.
15. ^ Biesalski, HK; Bueno de Mesquita B, Chesson A et al.
(1998). "European Consensus Statement on Lung Cancer:
risk factors and prevention. Lung Cancer Panel". CA Cancer
J Clin(Smoking is the major risk factor, accounting for about
90% of lung cancer incidence.) 48 (3): 167176; discussion
164166. doi:10.3322/canjclin.48.3.167. PMID 9594919.
16. ^ Hecht, S (October 2003). "Tobacco carcinogens, their
biomarkers and tobacco-induced cancer". Nature Reviews
Cancer (Nature Publishing Group) 3 (10): 733
744.doi:10.1038/nrc1190. PMID 14570033.
17. ^ Sopori, M (May 2002). "Effects of cigarette smoke on the
immune system". Nature Reviews Immunology 2 (5): 372
7. doi:10.1038/nri803. PMID 12033743.
18. ^ Peto, R; Lopez AD, Boreham J et al. (2006). Mortality
from smoking in developed countries 19502000: Indirect
estimates from National Vital Statistics. Oxford University
Press. ISBN 0-19-262535-7.
19. ^ California Environmental Protection Agency
(1997). "Health effects of exposure to environmental
tobacco smoke. California Environmental Protection
Agency". Tobacco Control6 (4): 346
353. doi:10.1136/tc.6.4.346. PMC 1759599. PMID 9583639.
* CDC (December 2001). "State-specific prevalence of
current cigarette smoking among adults, and policies and
attitudes about secondhand smokeUnited States,
2000". Morbidity and Mortality Weekly Report (Atlanta,
Georgia: CDC) 50 (49): 11011106. PMID 11794619. More
than one of |author1= and |last= specified (help)
20. ^
a

b

c

d
Alberg, AJ; Samet JM (September
2007). "Epidemiology of lung cancer". Chest(American
College of Chest Physicians) 132 (S3): 29S
55S. doi:10.1378/chest.07-1347.PMID 17873159.
21. ^ Jaakkola, MS; Jaakkola JJ (August 2006). "Impact of
smoke-free workplace legislation on exposures and health:
possibilities for prevention". European Respiratory
Journal 28 (2): 397
408. doi:10.1183/09031936.06.00001306. PMID 16880370.
22. ^ Parkin, DM (December 2011). "Tobaccoattributable
cancer burden in the UK in 2010".British Journal of
Cancer 105 (Suppl. 2): S6
S13. doi:10.1038/bjc.2011.475.PMC 3252064. PMID 22158
323.
23. ^ National Health and Medical Research Council (April
1994). The health effects and regulation of passive smoking.
Australian Government Publishing Service. Diarsipkan
dari aslinyatanggal September 29, 2007. Diakses 2007-08-
10.
24. ^
a

b
Taylor, R; Najafi F, Dobson A (October 2007). "Meta-
analysis of studies of passive smoking and lung cancer:
effects of study type and continent". International Journal of
Epidemiology 36 (5): 1048
1059. doi:10.1093/ije/dym158. PMID 17690135.
25. ^ "Frequently asked questions about second hand
smoke". World Health Organization. Diakses 25 July 2012.
26. ^ Schick, S; Glantz S (December 2005). "Philip Morris
toxicological experiments with fresh sidestream smoke:
more toxic than mainstream smoke". Tobacco
Control 14 (6): 396
404.doi:10.1136/tc.2005.011288. PMC 1748121. PMID 163
19363.
27. ^ Schmid K, Kuwert T, Drexler H (March 2010). "Radon in
Indoor Spaces: An Underestimated Risk Factor for Lung
Cancer in Environmental Medicine". Dtsch Arztebl
Int 107 (11): 181
6.doi:10.3238/arztebl.2010.0181. PMC 2853156. PMID 203
86676.
28. ^ EPA (October 2006). "Radiation information: radon". EPA.
Diakses 2007-08-11.
29. ^ Davies, RJO; Lee YCG (2010). "18.19.3". Oxford
Textbook Medicine (ed. 5th). OUP Oxford.ISBN 978-
0199204854.
30. ^ Chen, H; Goldberg MS, Villeneuve PJ (Oct-Dec 2008). "A
systematic review of the relation between long-term
exposure to ambient air pollution and chronic
diseases". Reviews on Environmental Health 23 (4): 243
297. PMID 19235364.
31. ^ Clapp, RW; Jacobs MM, Loechler EL (Jan-Mar
2008). "Environmental and Occupational Causes of Cancer
New Evidence, 20052007". Reviews on Environmental
Health 23 (1): 137. PMC 2791455. PMID 18557596.
32. ^
a

b
Lim, WY; Seow, A (2012 Jan). "Biomass fuels and lung
cancer.". Respirology (Carlton, Vic.) 17 (1): 20
31. PMID 22008241.
33. ^
a

b
Sood, A (2012 Dec). "Indoor fuel exposure and the lung
in both developing and developed countries: an
update.". Clinics in chest medicine 33 (4): 649
65. PMID 23153607.
34. ^ Dudley, Joel (2013). Exploring Personal Genomics.
Oxford University Press. hlm. 25.ISBN 9780199644483.
35. ^ Kern JA, McLennan G (2008). Fishman's Pulmonary
Diseases and Disorders (ed. 4th). McGraw-Hill.
hlm. 1802. ISBN 0-07-145739-9.
36. ^ Cogliano, VJ; Baan, R; Straif, K; Grosse, Y; Lauby-
Secretan, B; El Ghissassi, F; Bouvard, V; Benbrahim-Tallaa,
L; Guha, N; Freeman, C; Galichet, L; Wild, CP (2011 Dec
21). "Preventable exposures associated with human
cancers.". Journal of the National Cancer Institute 103(24):
182739. PMID 22158127.
37. ^ Fong, KM; Sekido Y, Gazdar AF, Minna JD (October
2003). "Lung cancer 9: Molecular biology of lung cancer:
clinical implications". Thorax (BMJ Publishing Group
Ltd.) 58 (10): 892
900.doi:10.1136/thorax.58.10.892. PMC 1746489. PMID 14
514947.
38. ^ Salgia, R; Skarin AT (March 1998). "Molecular
abnormalities in lung cancer". Journal of Clinical
Oncology 16 (3): 12071217. PMID 9508209.
39. ^
a

b

c

d
Herbst, RS; Heymach JV, Lippman SM (September
2008). "Lung cancer". New England Journal of
Medicine 359 (13): 1367
1380. doi:10.1056/NEJMra0802714.PMID 18815398.
40. ^ Aviel-Ronen, S; Blackhall FH, Shepherd FA, Tsao MS
(July 2006). "K-ras mutations in non-small-cell lung
carcinoma: a review". Clinical Lung Cancer (Cancer
Information Group) 8 (1): 30
38. doi:10.3816/CLC.2006.n.030. PMID 16870043.
41. ^ Miller, WT (2008). Fishman's Pulmonary Diseases and
Disorders (ed. 4th). McGraw-Hill. hlm. 486. ISBN 0-07-
145739-9.
42. ^ Kaiser, LR (2008). Fishman's Pulmonary Diseases and
Disorders (ed. 4th). McGraw-Hill. hlm. 18151816. ISBN 0-
07-145739-9.
43. ^
a

b
Maitra, A; Kumar V (2007). Robbins Basic
Pathology (ed. 8th). Saunders Elsevier. hlm. 528
529. ISBN 978-1-4160-2973-1.
44. ^ Subramanian, J; Govindan R (February 2007). "Lung
cancer in never smokers: a review".Journal of Clinical
Oncology (American Society of Clinical Oncology) 25 (5):
561570.doi:10.1200/JCO.2006.06.8015. PMID 17290066.
45. ^ Rosti, G; Bevilacqua G, Bidoli P et al. (March 2006).
"Small cell lung cancer". Annals of Oncology 17 (Suppl. 2):
510. doi:10.1093/annonc/mdj910. PMID 16608983.
46. ^ Seo, JB; Im JG, Goo JM et al. (1 March 2001). "Atypical
pulmonary metastases: spectrum of radiologic
findings". Radiographics 21 (2): 403417. PMID 11259704.
47. ^ Tan D, Zander DS (2008). "Immunohistochemistry for
Assessment of Pulmonary and Pleural Neoplasms: A
Review and Update". Int J Clin Exp Pathol 1 (1): 19
31. PMC 2480532.PMID 18784820.
48. ^
a

b

c
Rami-Porta, R; Crowley JJ, Goldstraw P (February
2009). "The revised TNM staging system for lung
cancer". Annals of Thoracic and Cardiovascular
Surgery 15 (1): 49.PMID 19262443.
49. ^ Goodman, GE (November 2002). "Lung cancer. 1:
prevention of lung cancer". Thorax 57(11): 994
999. PMC 1746232. PMID 12403886.
50. ^ McNabola, A; Gill LW (February 2009). "The control of
environmental tobacco smoke: a policy
review". International Journal of Environmental Research
and Public Health 6 (2): 741
758.doi:10.3390/ijerph6020741. PMC 2672352. PMID 1944
0413.
51. ^ Pandey, G (February 2005). "Bhutan's smokers face
public ban". BBC. Diakses 2007-09-07.
52. ^ Pandey, G (2 October 2008). "Indian ban on smoking in
public". BBC. Diakses 2012-04-25.
53. ^ United Nations News service (30 May 2008). UN health
agency calls for total ban on tobacco advertising to protect
young. Siaran pers.
54. ^
a

b

c
Fabricius, P; Lange P (JulySeptember 2003). "Diet
and lung cancer". Monaldi Archives for Chest
Disease 59 (3): 207211. PMID 15065316.
55. ^ Fritz, H; Kennedy D, Fergusson D et al. (2011). "Vitamin A
and Retinoid Derivatives for Lung Cancer: A Systematic
Review and Meta Analysis". PLoS ONE 6 (6):
e21107.doi:10.1371/journal.pone.0021107. PMC 3124481.
PMID 21738614.
56. ^ Herr, C; Greulich T, Koczulla RA et al. (March 2011). "The
role of vitamin D in pulmonary disease: COPD, asthma,
infection, and cancer". Respiratory Research 12 (1):
31.doi:10.1186/1465-9921-12-
31. PMC 3071319. PMID 21418564.
57. ^
a

b
Key, TJ (January 2011). "Fruit and vegetables and
cancer risk". British Journal of Cancer104 (1): 6
11. doi:10.1038/sj.bjc.6606032. PMC 3039795. PMID 21119
663.
58. ^ Manser, RL; Irving LB, Stone C et al. (2004). "Screening
for lung cancer". Cochrane Database of Systematic
Reviews (1):
CD001991. doi:10.1002/14651858.CD001991.pub2.PMID 1
4973979.
59. ^ Jaklitsch, MT; Jacobson FL, Austin JH et al. (July 2012).
"The American Association for Thoracic Surgery guidelines
for lung cancer screening using low-dose computed
tomography scans for lung cancer survivors and other high-
risk groups". Journal of Thoracic and Cardiovascular
Surgery 144 (1): 33
38. doi:10.1016/j.jtcvs.2012.05.060. PMID 22710039.
60. ^ Bach, PB; Mirkin JN, Oliver TK et al. (June 2012).
"Benefits and harms of CT screening for lung cancer: a
systematic review". JAMA: the Journal of the American
Medical Association 307(22): 2418
2429. doi:10.1001/jama.2012.5521. PMID 22610500.
61. ^ Boiselle, PM (2013 Mar 20). "Computed tomography
screening for lung cancer.". JAMA : the journal of the
American Medical Association 309 (11): 1163
70. PMID 23512063.
62. ^ Bach PB, Mirkin JN, Oliver TK, et al. (June 2012).
"Benefits and harms of CT screening for lung cancer: a
systematic review". JAMA 307 (22): 2418
29. doi:10.1001/jama.2012.5521.PMID 22610500.
63. ^ Aberle, DR; Abtin, F; Brown, K (2013 Mar 10). "Computed
tomography screening for lung cancer: has it finally arrived?
Implications of the national lung screening trial.". Journal of
clinical oncology : official journal of the American Society of
Clinical Oncology 31 (8): 10028.PMID 23401434.
64. ^ Ferrell, B; Koczywas M, Grannis F, Harrington A (April
2011). "Palliative care in lung cancer".Surgical Clinics of
North America 91 (2): 403
417. doi:10.1016/j.suc.2010.12.003.PMID 21419260.
65. ^ Kaiser LR (2008). Fishman's Pulmonary Diseases and
Disorders (ed. 4th). McGraw-Hill. hlm. 18531854. ISBN 0-
07-145739-9.
66. ^
a

b
Kaiser LR (2008). Fishman's Pulmonary Diseases and
Disorders (ed. 4th). McGraw-Hill. hlm. 18551856. ISBN 0-
07-145739-9.
67. ^ Odell, DD; Kent MS, Fernando HC (Spring 2010).
"Sublobar resection with brachytherapy mesh for stage I
non-small cell lung cancer". Seminars in Thoracic and
Cardiovascular Surgery22 (1): 32
37. doi:10.1053/j.semtcvs.2010.04.003. PMID 20813314.
68. ^ Alam, N; Flores RM (JulySeptember 2007). "Video-
assisted thoracic surgery (VATS) lobectomy: the evidence
base". Journal of the Society of Laparoendoscopic
Surgeons 11 (3): 368374. PMC 3015831. PMID 17931521.
69. ^ Rueth, NM; Andrade RS (June 2010). "Is VATS lobectomy
better: perioperatively, biologically and
oncologically?". Annals of Thoracic Surgery 89 (6): S2107
S2111.doi:10.1016/j.athoracsur.2010.03.020. PMID 204939
91.
70. ^ Simon GR, Turrisi A (September 2007). "Management of
small cell lung cancer: ACCP evidence-based clinical
practice guidelines (2nd edition)". Chest 132 (3 Suppl):
324S339S.doi:10.1378/chest.07-1385. PMID 17873178.
71. ^ Goldstein, SD; Yang SC (October 2011). "Role of surgery
in small cell lung cancer". Surgical Oncology Clinics of North
America 20 (4): 769
777. doi:10.1016/j.soc.2011.08.001.PMID 21986271.
72. ^ Arriagada, R; Goldstraw P, Le Chevalier T (2002). Oxford
Textbook of Oncology (ed. 2nd). Oxford University Press.
hlm. 2094. ISBN 0-19-262926-3.
73. ^ Hatton, MQ; Martin JE (June 2010). "Continuous
hyperfractionated accelerated radiotherapy (CHART) and
non-conventionally fractionated radiotherapy in the
treatment of non-small cell lung cancer: a review and
consideration of future directions". Clinical Oncology (Royal
College of Radiologists) 22 (5): 356
364. doi:10.1016/j.clon.2010.03.010. PMID 20399629.
74. ^ PORT Meta-analysis Trialists Group (2005).
"Postoperative radiotherapy for non-small cell lung cancer".
In Rydzewska, Larysa. Cochrane Database of Systematic
Reviews (2):
CD002142. doi:10.1002/14651858.CD002142.pub2. PMID 1
5846628.
75. ^ Le Pchoux, C (2011). "Role of postoperative
radiotherapy in resected non-small cell lung cancer: a
reassessment based on new data". Oncologist 16 (5): 672
681.doi:10.1634/theoncologist.2010-
0150. PMC 3228187. PMID 21378080.
76. ^ Cardona, AF; Reveiz L, Ospina EG et al. (April 2008).
"Palliative endobronchial brachytherapy for non-small cell
lung cancer". Cochrane Database of Systematic
Reviews (2):
CD004284.doi:10.1002/14651858.CD004284.pub2. PMID 1
8425900.
77. ^ Ikushima, H (February 2010). 2/1/_pdf "Radiation therapy:
state of the art and the future".Journal of Medical
Investigation 57 (12): 111. PMID 20299738.
78. ^ Paumier, A; Cuenca X, Le Pchoux C (June 2011).
"Prophylactic cranial irradiation in lung cancer". Cancer
Treatment Reviews 37 (4): 261
265. doi:10.1016/j.ctrv.2010.08.009.PMID 20934256.
79. ^ Girard, N; Mornex F (October 2011). "Stereotactic
radiotherapy for non-small cell lung cancer: From concept to
clinical reality. 2011 update". Cancer Radiothrapie 15 (6
7): 522
526.doi:10.1016/j.canrad.2011.07.241. PMID 21889901.
80. ^ Fairchild, A; Harris K, Barnes E et al. (August
2008). "Palliative thoracic radiotherapy for lung cancer: a
systematic review". Journal of Clinical Oncology 26 (24):
4001
4011.doi:10.1200/JCO.2007.15.3312. PMID 18711191.
81. ^ Hann CL, Rudin CM (2008-11-30). "Management of small-
cell lung cancer: incremental changes but hope for the
future". Oncology (Williston Park) 22 (13): 1486
92.PMID 19133604.
82. ^ Murray, N; Turrisi AT (March 2006). "A review of first-line
treatment for small-cell lung cancer".Journal of Thoracic
Oncology 1 (3): 270278. PMID 17409868.
83. ^ Azim, HA; Ganti AK (March 2007). "Treatment options for
relapsed small-cell lung cancer".Anticancer drugs 18 (3):
255
261. doi:10.1097/CAD.0b013e328011a547. PMID 1726475
6.
84. ^ MacCallum, C; Gillenwater HH (July 2006). "Second-line
treatment of small-cell lung cancer".Current Oncology
Reports 8 (4): 258264. doi:10.1007/s11912-006-0030-
8.PMID 17254525.
85. ^
a

b
NSCLC Meta-Analyses Collaborative Group (October
2008). "Chemotherapy in Addition to Supportive Care
Improves Survival in Advanced NonSmall-Cell Lung
Cancer: A Systematic Review and Meta-Analysis of
Individual Patient Data From 16 Randomized Controlled
Trials".J. Clin. Oncol. 26 (28): 4617
25. doi:10.1200/JCO.2008.17.7162. PMC 2653127.PMID 18
678835.
86. ^ Mehra R, Treat J (2008). Fishman's Pulmonary Diseases
and Disorders (ed. 4th). McGraw-Hill. hlm. 1876. ISBN 0-07-
145739-9.
87. ^
a

b
Clegg, A; Scott DA, Hewitson P et al. (January
2002). "Clinical and cost effectiveness of paclitaxel,
docetaxel, gemcitabine, and vinorelbine in non-small cell
lung cancer: a systematic review". Thorax (BMJ Publishing
Group) 57 (1): 20
28. doi:10.1136/thorax.57.1.20.PMC 1746188. PMID 11809
985.
88. ^ Fuld AD, Dragnev KH, Rigas JR (June 2010).
"Pemetrexed in advanced non-small-cell lung
cancer". Expert Opin Pharmacother 11 (8): 1387
402. doi:10.1517/14656566.2010.482560.PMID 20446853.
89. ^ Carbone, DP; Felip E (September 2011). "Adjuvant
therapy in non-small cell lung cancer: future treatment
prospects and paradigms". Clinical Lung Cancer 12 (5):
261271.doi:10.1016/j.cllc.2011.06.002. PMID 21831720.
90. ^
a

b
Le Chevalier, T (October 2010). "Adjuvant
chemotherapy for resectable non-small-cell lung cancer:
where is it going?". Annals of Oncology 21 (Suppl. 7):
vii196198.doi:10.1093/annonc/mdq376. PMID 20943614.
91. ^ Horn, L; Sandler AB, Putnam JB Jr, Johnson DH (May
2007). "The rationale for adjuvant chemotherapy in stage I
non-small cell lung cancer". Journal of Thoracic
Oncology 2 (5): 377
383. doi:10.1097/01.JTO.0000268669.64625.bb. PMID 174
73651.
92. ^ Wakelee, HA; Schiller JH, Gandara DR (July 2006).
"Current status of adjuvant chemotherapy for stage IB non-
small-cell lung cancer: implications for the New Intergroup
Trial". Clinical Lung Cancer (Cancer Information
Group) 8 (1): 18
21. doi:10.3816/CLC.2006.n.028.PMID 16870041.
93. ^ BMJ (December 2005). Clinical evidence concise : the
international resource of the best available evidence for
effective health care. (14). London: BMJ Publishing Group.
hlm. 486488. ISBN 1-905545-00-2. ISSN 1475-9225.
94. ^ Kelley AS, Meier DE (August 2010). "Palliative carea
shifting paradigm". New England Journal of
Medicine 363 (8): 781
2. doi:10.1056/NEJMe1004139. PMID 20818881.
95. ^
a

b
Prince-Paul M (April 2009). "When hospice is the best
option: an opportunity to redefine goals". Oncology
(Williston Park, N.Y.) 23 (4 Suppl Nurse Ed): 13
7. PMID 19856592.
96. ^ Souquet PJ, Chauvin F, Boissel JP, Bernard JP (April
1995). "Meta-analysis of randomised trials of systemic
chemotherapy versus supportive treatment in non-
resectable non-small cell lung cancer". Lung Cancer. 12
Suppl 1: S14754. doi:10.1016/0169-5002(95)00430-
9.PMID 7551923.
97. ^ Srenson S, Glimelius B, Nygren P (2001). "A systematic
overview of chemotherapy effects in non-small cell lung
cancer". Acta Oncol 40 (23): 32739. PMID 11441939.
98. ^ Clegg A, Scott DA, Sidhu M, Hewitson P, Waugh N
(2001). "A rapid and systematic review of the clinical
effectiveness and cost-effectiveness of paclitaxel, docetaxel,
gemcitabine and vinorelbine in non-small-cell lung
cancer". Health Technol Assess 5 (32): 1
195.PMID 12065068.
99. ^ Templat:Cite Cochrane
100. ^ "Non-Small Cell Lung Cancer Treatment". PDQ for
Health Professionals. National Cancer Institute. Diakses
2008-11-22.
101. ^ "Small Cell Lung Cancer Treatment". PDQ for Health
Professionals. National Cancer Institute. 2012. Diakses
2012-05-16.
102. ^ Spiro, SG (2010). "18.19.1". Oxford Textbook
Medicine (ed. 5th). OUP Oxford. ISBN 978-0199204854.
103. ^ SEER data (SEER.cancer.gov)Median Age of Cancer
Patients at Diagnosis 2002-2003
104. ^ SEER data (SEER.cancer.gov)Median Age of Cancer
Patients at Death 2002-2006
105. ^ Slatore, CG; Au DH, Gould MK (November 2010). "An
official American Thoracic Society systematic review:
insurance status and disparities in lung cancer practices and
outcomes".American Journal of Respiratory and Critical
Care Medicine 182 (9): 11951205.doi:10.1164/rccm.2009-
038ST. PMID 21041563.
106. ^ "WHO Disease and injury country estimates". World
Health Organization. 2009. Diakses November 11, 2009.
107. ^ Jemal A, Tiwari RC, Murray T, et al. (2004). "Cancer
statistics, 2004". CA: a Cancer Journal for Clinicians 54 (1):
829. doi:10.3322/canjclin.54.1.8. PMID 14974761.
108. ^ Proctor, RN (March 2012). "The history of the discovery
of the cigarette-lung cancer link: evidentiary traditions,
corporate denial, global toll". Tobacco Control 21 (2): 87
91.doi:10.1136/tobaccocontrol-2011-
050338. PMID 22345227.
109. ^ Lum, KL; Polansky JR, Jackler RK, Glantz SA (October
2008). "Signed, sealed and delivered: "big tobacco" in
Hollywood, 19271951". Tobacco Control 17 (5): 313
323.doi:10.1136/tc.2008.025445. PMC 2602591. PMID 188
18225.
110. ^ Lovato, C; Watts A, Stead LF (October 2011). "Impact
of tobacco advertising and promotion on increasing
adolescent smoking behaviours". Cochrane Database of
Systematic Reviews (10):
CD003439. doi:10.1002/14651858.CD003439.pub2. PMID 2
1975739.
111. ^ Kemp, FB (JulSep 2009). "Smoke free policies in
Europe. An overview". Pneumologia 58 (3): 155
158. PMID 19817310.
112. ^ National Cancer Institute; SEER stat fact sheets: Lung
and Bronchus. Surveillance Epidemiology and End Results.
2010[1]
113. ^ "Gender in lung cancer and smoking
research" (PDF). World Health Organization. 2004. Diakses
2007-05-26.
114. ^ Zhang, J; Ou JX, Bai CX (November 2011). "Tobacco
smoking in China: prevalence, disease burden, challenges
and future strategies". Respirology 16 (8): 1165
1172. doi:10.1111/j.1440-
1843.2011.02062.x. PMID 21910781.
115. ^ Behera, D; Balamugesh T (2004). "Lung cancer in
India" (PDF). Indian Journal of Chest Diseases and Allied
Sciences 46 (4): 269281. PMID 15515828.
116. ^ Charloux, A; Quoix E, Wolkove N et al. (February
1997). "The increasing incidence of lung adenocarcinoma:
reality or artefact? A review of the epidemiology of lung
adenocarcinoma".International Journal of
Epidemiology 26 (1): 14
23. doi:10.1093/ije/26.1.14.PMID 9126499.
117. ^ Kadara, H; Kabbout M, Wistuba II (January 2012).
"Pulmonary adenocarcinoma: a renewed entity in
2011". Respirology 17 (1): 5065. doi:10.1111/j.1440-
1843.2011.02095.x.PMID 22040022.
118. ^ Morgagni, Giovanni Battista (1761). De sedibus et
causis morborum per anatomen indagatis.OL 24830495M.
119. ^ Bayle, Gaspard-Laurent (1810). Recherches sur la
phthisie pulmonaire (dalam bahasa French).
Paris. OL 15355651W.
120. ^
a

b
Witschi, H (November 2001). "A short history of lung
cancer". Toxicological Sciences 64(1): 4
6. doi:10.1093/toxsci/64.1.4. PMID 11606795.
121. ^ Adler, I (1912). Primary Malignant Growths of the Lungs
and Bronchi. New York: Longmans, Green, and
Company. OCLC 14783544. OL 24396062M., cited in Spiro
SG, Silvestri GA (2005). "One hundred years of lung
cancer". American Journal of Respiratory and Critical Care
Medicine 172 (5): 523529. doi:10.1164/rccm.200504-
531OE. PMID 15961694.
122. ^ Grannis, FW. "History of cigarette smoking and lung
cancer". smokinglungs.com. Diarsipkan dari aslinya tanggal
July 18, 2007. Diakses 2007-08-06.
123. ^ Proctor, R (2000). The Nazi War on Cancer. Princeton
University Press. hlm. 173246.ISBN 0-691-00196-0.
124. ^ Doll, R; Hill AB (November 1956). "Lung Cancer and
Other Causes of Death in Relation to Smoking". British
Medical Journal 2 (5001): 1071
1081. doi:10.1136/bmj.2.5001.1071.PMC 2035864. PMID 1
3364389.
125. ^ US Department of Health Education and Welfare
(1964). "Smoking and health: report of the advisory
committee to the Surgeon General of the Public Health
Service" (PDF). Washington, DC: US Government Printing
Office.
126. ^
a

b
Greaves, M (2000). Cancer: the Evolutionary Legacy.
Oxford University Press. hlm. 196197. ISBN 0-19-262835-
6.
127. ^ Greenberg, M; Selikoff IJ (February 1993). "Lung cancer
in the Schneeberg mines: a reappraisal of the data reported
by Harting and Hesse in 1879". Annals of Occupational
Hygiene 37 (1): 514. PMID 8460878.
128. ^ Samet, JM (April 2011). "Radiation and cancer risk: a
continuing challenge for epidemiologists". Environmental
Health 10 (Suppl. 1): S4. doi:10.1186/1476-069X-10-S1-
S4. PMC 3073196. PMID 21489214.
129. ^ Horn, L; Johnson DH (July 2008). "Evarts A. Graham
and the first pneumonectomy for lung cancer". Journal of
Clinical Oncology 26 (19): 3268
3275. doi:10.1200/JCO.2008.16.8260.PMID 18591561.
130. ^ Edwards, AT (1946). "Carcinoma of the
Bronchus". Thorax 1 (1): 1
25.doi:10.1136/thx.1.1.1. PMC 1018207. PMID 20986395.
131. ^ Kabela, M (1956). "Erfahrungen mit der radikalen
Rntgenbestrahlung des Bronchienkrebses" [Experience
with radical irradiation of bronchial cancer]. Ceskoslovensk
Onkolgia (dalam bahasa German) 3 (2): 109
115. PMID 13383622.
132. ^ Saunders, M; Dische S, Barrett A et al. (July 1997).
"Continuous hyperfractionated accelerated radiotherapy
(CHART) versus conventional radiotherapy in non-small-cell
lung cancer: a randomised multicentre
trial". Lancet (Elsevier) 350 (9072): 161
165. doi:10.1016/S0140-6736(97)06305-8. PMID 9250182.
133. ^ Lennox, SC; Flavell G, Pollock DJ et al. (November
1968). "Results of resection for oat-cell carcinoma of the
lung". Lancet (Elsevier) 2 (7575): 925
927. doi:10.1016/S0140-6736(68)91163-X. PMID 4176258.
134. ^ Miller, AB; Fox W, Tall R (September 1969). "Five-year
follow-up of the Medical Research Council comparative trial
of surgery and radiotherapy for the primary treatment of
small-celled or oat-celled carcinoma of the
bronchus". Lancet (Elsevier) 2 (7619): 501
505.doi:10.1016/S0140-6736(69)90212-8. PMID 4184834.
135. ^ Cohen, M; Creaven PJ, Fossieck BE Jr et al. (1977).
"Intensive chemotherapy of small cell bronchogenic
carcinoma". Cancer Treatment Reports 61 (3): 349
354. PMID 194691.