Anda di halaman 1dari 11

Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014

Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno



1

UPAYA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN INOVASI
TERNAK SAPI

KERATIVITAS DALAM TERNAK SAPI
Populasi penduduk di Indonesia terbesar keempat di dunia setelah China, India dan
Amerika Serikat. Jumlah penduduk yang tinggi diikuti pula dengan meningkatnya konsumsi
daging sapi di tanah air terutama ketika hari raya tiba. Untuk memenuhi permintaan pasar
yang kian melonjak, usaha peternakan sapi skala rumah tangga patut untuk dikembangkan.
Usaha Ternak Sapi Prosfektif.
Apalagi sampai sekarang, Indonesia masih terus kekurangan suplai daging sapi,
sehingga harus mengimpor dari berbagai negara. Upaya yang dinilai mampu memberi
kontribusi berarti bagi roda perekonomian bangsa itu juga disinyalir bermanfaat bagi
perwujudan swasembada daging sapi di tanah air. Berdasarkan kutipan Hasil diskusi dalam
program pelatihan wirausaha yang digelar Ciputra Entrepreneurship.com bekerjasama dengan
Universitas Ciputra Surabaya dan PT Kaltim Pasifik Amoniak, di Malang, Kamis (16/1).
Program usaha ternak skala rumahan terbukti membawa perubahan yang signifikan
terutama bagi peternak. Program ternak rumah tangga yang ada di beberapa area telah marak
digerakkan. Dengan cara konvensional, peternak sapi potong kelas rumahan itu mampu
mengembangkan usahanya dengan keuntungan yang memadai.
Sistem budi daya ternak sapi berskala rumah tangga ini sudah lama diterapkan di
sejumlah kawasan, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan kawasan Indonesia Timur.
Menurut pandangan pemerintah, penerapan sistem ini tak hanya mendorong laju
pertumbuhan produksi sapi potong dalam negeri tapi juga memberi pendapatan hingga
berlipat ganda kepada peternak kecil sebagai mata pencariannya. Usaha ternak sapi potong
kelas rumahan sangat ekonomis, baik dari sisi biaya pemeliharaan maupun biaya pembuatan
kandang. Karena skalanya kecil, pembuatan kandangnya pun biasanya berbentuk tunggal.
Meski demikian, untuk memeroleh kualitas sapi potong yang bagus, ukuran kandang usaha
sapi potong rumah tangga tak jauh berbeda dengan ukuran kandang untuk pembudidayaan
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

2
sapi komersiil dalam skala besar. Begitu pula untuk masalah pakan ternak dan proses
pemeliharaan sapi potong. Para peternak sapi potong kelas rumahan diberi pelatihan khusus
untuk mengikuti standard pemeliharaan sapi potong skala besar. Pelatihan ini meliputi
knowledge transfer kepada peternak dalam memilih bibit sapi potong. Misalnya dari segi
bentuk badan, bibit tipe sapi potong umumnya mempunyai bentuk badan persegi panjang
atau berbentuk bulat silinder. Sementara badan bagian muka, tengah dan belakang tumbuh
sama kuat dan garis badan bagian atas dan bawah sejajar. Dengan demikian, kualitas daging
sapi potong yang dihasilkannya sama dan layak untuk dikonsumsi dengan sapi potong dari
peternak kelas besar. Dalam tempo waktu enam bulan, peternak sapi potong kelas rumahan
bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta per satu ekor sapi potong.
Padahal, dalam satu rumah tangga, sapi potong yang dibudidayakan rata-rata 2 hingga 3 ekor.
Kalau harga bibit satu ekor antara Rp6 juta Rp7 juta, sementara setelah dipelihara selama 6
bulan, harga sapi di pasaran meningkat antara Rp10 Rp11 juta, keuntungan peternak bisa
mencapai Rp4 juta Rp5 juta per ekor. Laba ini pun bisa berlipat ganda saat hari raya
keagamaan tiba, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Natal. Nah, itu baru keuntungan
yang didapat jika dilihat dari sisi profit peternak. Bila dipandang dari sisi jumlah produksi
ternak, katakanlah ada 1.000 peternak skala rumah tangga dalam satu kawasan dengan total
ternak sapi potong sebanyak 3 ekor. Dalam waktu enam bulan sesudah melewati masa
pemeliharaan akan tersedia 3.000 ekor sapi potong lokal yang siap untuk dikonsumsi.

INOVASI DALAM TERNAK SAPI
Usaha yang dapat dilakukan untuk menggemukkan Sapi
Permintaan daging sapi saat ini semakin meningkat seiring dengan peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Tentunya, hal ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Anda
dapat meraih keuntungan dengan membuka usaha penggemukan sapi.
Proses penggemukan sapi potong dapat dilakukan dengan cara tradisional maupun
intensif secara tradisional, penggemukan sapi hanya menggunakan pakan hijauan saja. Oleh
karena itu masa penggemukan yang diperlukan lebih lama karena pertumbuhan bobot badan
sapi lambat yaitu berkisar 0,3-0,6 kilogram per harihari. Sapi baru siap dipotong setelah
berumur empat tahun. Penggemukan sapi secara insentif dengan pakan hijauan yang
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

3
ditambah konsentrat, pertumbuhan berat badannya maksimum untuk 0,85-1,50 kilogram
untuk sapi Brahman.
Pemberian pakan ternak
Pada dasarnya, sumber pakan ternak sapi dapat disediakan dalam bentuk hijauan dan
konsentrat. Satu hal yang terpenting adalah pakan dapat memenuhi protein, karbohidrat,
lemak, vitamin dan mineral. Jerami dan dedak dapat digunakan sebagai pakan sapi setelah
dikeringkan jerami dapat disimpan di gudang, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan
ternak ruminansia andalan.
Penyakit yang harus diwaspadai
Dalam usaha penggemukan sapi potong, beberapa penyakit yang harus diwaspadai
dan dicegah antara lain penyakit antraks, penyakit mulut dan kuku, serta suara. Ketiga
penyakit tersebut dapat mematikan, oleh karenanya pencegahannya dengan cara vaksinasi
terhadap sapi-sapi secara rutin. Sedangkan penyakit suara parasit penyebabnya lewat
perantara gigitan, lalat ternak tabanus, caplak, kuku dan sebagainya.
Selain penyakit-penyakit di atas masih ada pula penyakit lain seperti busuk kuku,
ngorok dan cacing giling serta cacing hati.
Analisa usaha
Analisa kelayakan usaha sapi potong diproyeksikan per periode untuk 50 ekor sapi
bakalan. Sapi bakalan diasumsikan dipelihara secara insentif selama 90-100 hari.
Pemeliharaan sapi secara insentif dan disertai dengan pemberian pakan ternak yang bernutrisi
tinggi akan diperoleh kenaikan berat badan sapi sebesar 1,2-1,4 kilogram per hari, selama
masa pemeliharaan hingga panen.
Tips sukses penggemukan sapi potong
Secara umum, kebutuhan sapi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun
sehingga tidak mampu dipenuhi oleh peternak lokal. Untuk menutupi kekurangan tersebut,
akhirnya harus mengimpor dari luar negeri, terutama dari Australia. Kondisi ini tentu saja
menjadi peluang emas yang tidak boleh disia-siakan oleh peternak lokal untuk membangun
peternakan sapi. untuk memulai usaha ini tentunya harus mengetahui bagaimana tips sukses
penggemukan sapi potong.
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

4
Usaha penggemukan sapi potong adalah usaha yang bagus dimana permintaan akan
daging makin hari makin meningkat. Penggemukan sapi potong dapat dilakukan dengan
beberapa cara, yaitu sistem kereman, dry lot fattening, dan pasture fattening. Pakan yang
digunakan dalam penggemukan berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan diberikan 10% dari
bobot badan, konsentrat 1% dari bobot badan, dan air minum 20 30 l/ekor/hari.
Peluang

1. Permintaan daging sapi setiap tahun semakin meningkat
Konsumsi daging sapi di Indonesia terus mengalami peningkatan, yaitu pada tahun
2006 tingkat konsumsi daging sapi diperkirakan 399.660 ton, atau setara dengan 1,70 2
juta ekor sapi potong (Koran Tempo 2008), sementara produksi hanya 288.430 ton.
Pemerintah memproyeksikan tingkat konsumsi daging pada tahun 2010 sebesar 2,72
kg/kapita/tahun sehingga kebutuhan daging dalam negeri mencapai 654.400 ton dan rata-rata
tingkat pertumbuhan konsumsi 1,49%/tahun (Badan Pusat Statistik 2005) dikutip dari
Suryana (2008). Populasi sapi potong pada tahun 2007 tercatat 11,366 juta ekor (Direktorat
Jenderal Peternakan 2007), populasi tersebut belum mampu mengimbangi laju permintaan
daging sapi yang terus meningkat. Hasil dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa
produksi daging sapi dalam negeri belum dapat memenuhi permintaan, sehingga usaha
penggemukan sapi potong masih memiliki peluang.
2. Perputaraan modal relatif singkat
Usaha penggemukan sapi potong sangat mudah dilakukan karena sapi dipelihara
sekitar 3 6 bulan, umur bakalan sapi yang dibeli sudah dewasa kelamin yaitu berkisar 1,5
tahun 2,5 tahun terutama sapi jantan. Sapi jantan mempunyai pertambahan bobot badan
lebh tinggi dibanding sapi-sapi betina (Siregar, 2007). Menurut Sugeng (1996) mengatakan
bahwa pada penggemukan sapi sistem kereman menggunakan bakalan sapi jantan umur 1 2
tahun dengan lama penggemukan 3 4 bulan. Lama penggemukan, jenis kelamin dan umur
sapi yang dibeli berhubungan dengan perputaran modal, jadi semakin lama penggemukan
maka semakin lama pula modal berputar.


Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

5
3. Besarnya Keuntungan Usaha Penggemukan Sapi Potong
Besarnya keuntungan berhubungan dengan jumlah sapi yang dipelihara (Agromedia,
2011). contoh usaha penggemukan 10 ekor sapi potong selama 4-6 bulan dapat memberikan
pendapatan bersih 10 15 juta rupiah. Belum lagi, keuntungan dari penjualan kotorannya
sebagai pupuk kompos.
Kendala dan Solusi
Kendala :
Sulit memperoleh bakalan sapi berkualitas
Harga daging sapi potong di pasaran normal tidak sebanding dengan biaya
pakan yang dikeluarkan
Kenaikan bobot badan sapi tidak optimal.
Sulit pemasaran sapi potong
Solusi :
Membeli bakalan sapi sendiri
Beli bakalan sapi yang memiliki recording atau peternak berpengalaman dan
terpercaya.
Kita pilih jenis sapi yang sesuai dengan kondisi lingkungan tempat usaha kita
(adaptasi yang bagus).
Memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan.
Lakukan survei ke pasar terrddekat untuk mengetahui cara menjual sapi di
pasar tersebut
Cari informasi dari interrnet, teman dan pedagang sapi yang ada di pasar
Jika usaha sudah berjalan, para pembeli datang sendiri ke peternakan.
C. Hal yang harus dipersiapkan untuk tips sukses penggemukan sapi potong :
I. Kesiapan mental
Usaha penggemukan sapi potong merupakan usaha pemelihaan hewan yang harus
betul diperhatikan dari pakan, kandang dan kesehatan. Ternak ini juga bisa mati, karena
strees ataupun terkena penyakit, sehingga diperlukan kesiapan mental tentang resiko usaha ini
dan tidak hanya memikirkan keuntungan.
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

6

II. Modal
Modal adalah sejumlah uang atau barang yang dikeluarkan untuk kegiatan-kegiatan
pemeliharaan ternak diharapkan dapat menghasilkan ternak sesuai dengan keinginan
sehingga dapat memberikan keuntungan. modal yang harus dalam usaha ini tidak hanya uang
dan barang saja tetapi juga pengetahuan tentang pemeliharaan ternak dan pemasaran.
III. Manajemen
Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,
petnggerakan, pelaksanaan serta pengawasan dengan memanfaatkan ilmu dan seni agar dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen dalam usaha penggemukan
sapi potong terbagi menjadi 2 yaitu: manajemen pemeliharaan dan keuangan. Manajemen
pemeliharaan meliputi : pemilihan bibit sapi, pakan dan minum, kandang, kesehatan,
pemsaran, sedangkan untuk manajemen keuangan berupa : kas, laporan penjualan, rugi laba
dan aktiva pasiva. Hal ini dilakukan 1) untuk memudahkan kita melihat perkembangan usaha
ini, 2) memudahkan kita dalam mengajukan tambahan pinjaman modal. 3) keuntungan yang
kita terima min 50% untuk menambah modal.
A. Manajemen Pemeliharaan
a. Pemilihan bibit sapi
Pemilihan bibit sapi, yaitu harus memperhatikan:
1. jenis bangsa sapi
Beberapa jenis sapi yang bagus untuk tuujuan usaha sapi potong, yaitu: sapi PO, sapi
Bali, sapi Madura, sapi PFH, sapi Limousin dan sapi Simental. jika kita memilih jenis dan
bangsa sapi harus juga melihat modal dan ketersediaan pakan. jika ketersedian pakan di
lingkungan sekitar dekat dengan home industri (tahu dan tempe), penggilingan padi, tanaman
palawija dan pasar maka sapi yang digunakan adalah sapi jenis limousin dan simmental,
sapi PO sangat bagus dilingkungan yang ketersedian pakan yang rendah (hanya bisa
memanfaatkan limbah pertanian).

Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

7
2.Recording
Recording yaitu data atau catatan perkawinan yang dilakukan sapi yang bertujuan
untuk menghindari perkawinan sedarah ( In Breeding ) sehingga kualitas keturunan sapi
tersebut menjadi turun, dan banyak terjadi kasus kematian sapi, kelahiran sapi dalam kondisi
cacat.
3. Jenis kelamin sapi
Sapi jantan mempunyai pertambahan bobot badan lebih tinggi dibanding sapi-sapi
betina (Siregar, 2007), karena pakan yang diberikan sapi jantan dewasa untuk pembentukan
komposisi daging, lemak dan otot. Sapi jantan bagus untuk usaha penggemukan, sedangkan
sapi betina khusus untuk indukan dan perah.
4. umur sapi berhubungan dengan lama pemeliharaan
Menurut Ahmad et al. (2004); Ferdiman (2007) yang dikutip dari Suryana (2008)
meengatakan bahwa sistem ini, sapi muda (umur 1,50 2tahun) dipelihara secara terus-
menerus di dalam kandang dalam waktu tertentu untuk meningkatkan volume dan mutu
daging dalam waktu relatif singkat. Berdasarkan umur sapi yang akan digemukkan, lama
penggemukan dibedakan menjadi tiga (Sugeng 2006) yang dikutip dari Suryana (2008),
yaitu: 1) untuk sapi bakalan dengan umur kurang dari 1 tahun, lama penggemukan berkisar
antara 8 9 bulan, 2) untuk sapi bakalan umur 1 2 tahun, lama penggemukan 6 7
bulan, dan 3) untuk sapi bakalan umur 2 2,50 tahun, lama penggemukan 4 6 bulan.
5. performans sapi (tidak cacat)
Performans adalah bentuk tubuh sapi baik dari kepala, badan, kaki dan ekor. Ciri sapi
yang sehat yaitu:
Aktif, sigap, sadar dan tanggap terhadap perubahan situasi disekitarnya.
Kondisi tubuhnya seimbang, tidak sempoyongan/pincang, langkah kaki
mantap dan teratur, dapat bertumpu dengan empat kaki dan posisi punggung
rata.
Mata bersinar, sudut mata bersih, tidak kotor dan tidak ada perubahan pada selaput
lendir/kornea mata.Kulit/bulu halus mengkilat, tidak kusam dan pertumbuhannya rata.
Frekuensi nafas teratur (20-30 kali/menit), halus dan tidak tersengal-sengal.
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

8
Denyut nadi (50-60 kali/menit), irama teratur dan nada tetap
b. ketersediaan pakan dan air
Keterseedian pakan dalam usaha penggemukan sapi perlu diperhatikan di lingkungan
tempat yang akan menjadi usaha penggemukan, hal ini perlu dilakukan supaya pada musim
kemarau sapi tidak kekurangan pakan maka perlu memperhatikan, yaitu:
dekat dengan persawahan / ladang / perkebunan
dekat dengan home industri (pembuatan tahu atau tempe)
memiliki lahan untuk ditanami rumput
dekat dengan pasar
Pemberian air minum diberikan secara ad libitum
c. Kandang
Kandang yaitu tempat tinggal ternak untuk berlindung dan berkembang biak.
Kandang yang baik adalah tempat tinggal yang nyaman, aman (Bahan-bahan tidak melukai
ternak) bersih dan sehat (sanitasi yang baik). Beberapa tips sukses penggemukan sapi
potong adalah berawal dari kandang yang baik.
Bentuk: individual permanen atau semi permanen.
Bangunan: terbuat dari bambu/kayu/bata plus semen dilengkapi ventilasi.
Perlengkapan: tempat pakan dan minum
Saluran sanitasi untuk tempat penampungan kotoran.
Lantai: kayu, tanah dipadatkan atau bata dan semen.
Alas: rumput-rumputan, atau karpet .
Atap: genteng atau alang-alang.
Ukuran (per 1 ekor): 2 x 1,5 x 2 m.
d. Kesehatan
Ternak sapi juga dapat sakit, penyakit yang sering diderita sapi yaitu (cacingan,
masuk angin dan penyakit kulit) maka dari itu ternak harus dijaga kesehatan dengan 1)
seminggu sekali diberi vitamin dan mineral, 2) obat cacing diberikan seminggu sekali, 3)
kebersihan kandang dan sanitasi, 4) penyakit kulit: a) ternak 3 hari sekali dimandikan, b)
dibersihkan lukanya, c) diberi salem penyakit kulit untuk ternak.
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

9

B. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan ini merupakan catatan data laporan keuangan berupa : aliran
kas, laporan penjualan, rugi laba dan aktiva pasiva. Hal ini dilakukan 1) untuk memudahkan
kita melihat perkembangan usaha ini, 2) memudahkan kita dalam mengajukan tambahan
pinjaman modal. 3) keuntungan yang kita terima min 50% untuk menambah modal.
C Pemasaran
Pemasaran usaha penggemukan sapi potong dapat dijual ternak hidup atau sudah
diolah (bakso, dendeng sapi, abon sapi, sosis) dan kotoran sapi.
Ternak hidup dijual, yaitu dengan cara, lakukan survei ke pasar terdekat untuk
mengetahui cara menjual sapi di pasar tersebutCari informasi dari internet, teman dan
pedagang sapi yang ada di pasar.
Contoh Sukses Usaha Ternak Sapi
Bermodal awal dua ekor sapi perah, Sayfudin Zuhri berhasil menjadi peternak sukses
di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kuncinya, jangan cepat puas diri. Sayfudin adalah
contoh peternak sapi perah yang berhasil mengembangkan usaha. Setelah 13 tahun berkutat
di usaha ini, kini pria yang biasa dipanggil Sutrikno ini bisa berbangga lantaran usaha yang
dilakoninya dengan tekun ini berhasil.
Dari modal dua ekor, kini jumlah ternaknya telah mencapai 50-an ekor. Berkat usaha
ternak sapi perahnya tersebut, Sayfudin pun sukses mengangkat derajat perekonomian
keluarga. Ayah tiga anak ini bisa membeli rumah, kebun, mobil, bahkan mampu menunaikan
rukun Islam yang kelima, berhaji. Alhamdulillah kehidupan kami sekarang lebih dari
cukup, kata pria yang hanya lulusan SMP tersebut.
Meski telah menuai sukses, Sayfudin mengaku belum sepenuhnya puas. Cita-citanya
adalah terus menambah jumlah sapinya agar usahanya semakin maju. Dia berpendapat, usaha
ternak sapi perah bakal semakin prospektif lantaran kebutuhan susu murni nasional terus
meningkat. Kesadaran masyarakat kita meminum susu semakin hari semakin baik. Itu
berdampak bagus bagi peternak seperti kami, tuturnya.
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

10
Kendala menjadi peternak sapi perah memang masih ada. Situasi sulit yang dihadapi
peternak sapi perah seperti Sayfudin adalah ketika harga jual susu di tingkat koperasi jatuh.
Sialnya, tak banyak pilihan bagi para peternak untuk keluar dari situasi ini. Lebih repot lagi
jika sapi bunting. Produksi susu pasti turun, aku Sayfudin.
Situasi seperti itu, menurut Sayfudin, membutuhkan kreativitas peternak. Daripada
berkutat dengan masalah pelik harga jual susu, Sayfudin memilih mencari pemasukan dari
sumber lain atau paling tidak bisa mengurangi biaya perawatan.
Berbekal informasi yang dia dapat, belakangan Sayfudin memanfaatkan kotoran sapi
sebagai bahan baku energi biogas. Dengan pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas,
Sayfudin mengaku bisa menghemat hingga Rp10 ribu per hari untuk biaya penerangan rumah
dan kandang sapi. Limbah bahan baku biogas ini oleh Sayfudin kemudian diolah lagi menjadi
pupuk. Tak hanya itu, kebun seluas empat hektare yang sekaligus menjadi kandang ternaknya
juga dimanfaatkan untuk ditanami kopi robusta. Tak heran bila pria kreatif ini menjadi
panutan bagi peternak sapi perah di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kita harus kreatif dengan segala masalah yang ada. Kalau tidak, ya enggak akan
maju-maju. Petani atau peternak seperti kebanyakan enggak akan bisa menikmati jerih
payahnya, pesan Sayfudin.
Perjalanan Sayfudin hingga menjadi sekarang cukup panjang. Pada 1987, ketika
menginjak usia 22 tahun, dia mulai mengikuti jejak orang tuanya yang juga peternak sapi
perah. Keinginan Sayfudin mengikuti jejak orang tua dilatarbelakangi minatnya dengan dunia
peternakan. Sayfudin benar-benar total menimba ilmu dari orang tuanya. Semua hal yang
berkaitan dengan dunia ternak sapi perah dia pelajari. Mulai dari pakan, kebersihan kandang,
cara memerah susu, dan perawatan sapi agar menghasilkan produk susu berkualitas. Ibarat
murid sekolah, Sayfudin juga memegang prinsip bahwa setiap tahun dia harus naik kelas. Dia
berprinsip tak ingin sekadar menjadi peternak sapi perah seperti yang dilakukan orang tuanya
atau peternak lainnya di Desa Kalipucung, Pasuruan, tapi juga harus memiliki nilai lebih.
Berkat keuletannya, tak heran Sayfudin mampu menyerap ilmu dari orang tuanya dengan
cepat.Pada tahun ketujuh sejak dia masih menjadi murid orang tua, Sayfudin telah memiliki
tujuh ekor sapi perah dari modal awal yang hanya dua ekor.
Tugas Mata Kuliah Kreativitas dan Inovasi - PPAk UNRI 2014
Dosen : Jhon Herwanto, S.Psi, M.Psi Suwarno

11
Keinginan Sayfudin untuk terus maju tak pernah padam. Meski telah memelihara
tujuh sapi perah, dia ingin menambah ternaknya lagi. Padahal, dengan dua ekor sapi perah
saja sudah cukup untuk mendukung perekonomian keluarga, katanya.
Keinginan itu akhirnya bisa terwujud ketika BNI Syariah menawarkan pinjaman Rp20
juta. Modal ini dipakai untuk membeli beberapa ekor sapi lagi sehingga jumlahnya menjadi
12 ekor. Cukup? Ternyata belum. Ketika ada kesempatan pengajuan kredit lagi, Sayfudin
kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp60 juta. Sapi Sayfudin pun bertambah menjadi
sekira 25 ekor. Adapun dari 25 ekor, usaha sapi perah milik Sayfudin terus berkembang. Kini
ternak sapi perahnya mencapai 50-an ekor. Namun, tak semua sapi perahnya dia pelihara
sendiri di lahan ternaknya yang seluas empat hektare. Lantaran lahan itu terlalu sempit,
Sayfudin hanya mampu memelihara 12 ekor sapi. Selebihnya, sapi-sapi dia titipkan kepada
orang lain dengan sistem bagi hasil. Setiap sapi rata-rata dapat menghasilkan 10 liter susu
segar per hari.
Dengan harga susu segar Rp3.000 per liter, Sayfudin mampu meraup penghasilan
Rp360 ribu per hari atau sekira Rp10,8 juta per bulan, hanya dari 12 ekor sapi yang dia
pelihara sendiri. Dari usaha tersebut sudah cukup memenuhi kebutuhan keluarga, ujar pria
rendah hati ini. Sayfudin juga mengaku senang bisa menitipkan sebagian sapisapinya melalui
pola kemitraan dengan orang lain. Peternak yang bermitra dengan Sayfudin pun merasa
senang karena selain mendapat penghasilan, juga bisa menimba ilmu dari sosok yang dikenal
supel ini.