Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan

A Baist Khaerul Umam(1127040001)


Reaksi-reaksi Pembentukan dan Pemisahan Unsur Berdasarkan Sifatnya
Percobaan kali ini bertujuan untuk pemisahan dan pembuatan unsur-unsur kimia, sampel padatan
dilarutkan terlebih dahulu, ini dikarenakan agar terdisosiasi dan terbentuk senyawa baru yang
diinginkan dengan pelarut, tingkat pelarut dan kelrutan zat yang dilakukan berbeda-beda, seperti
CaCO3 yang larut dalam HCl tetapi tidak dalam air ini dikarenakan CaCO3 adalah garam yang sukar
larut dalam air, dengan reaksi kesetimbangan :
CaCO3s! "##$ Ca%a&! ' CO3%(a&!)))*!
dengan kehadiran HCl , CO3%( akan membentuk kesetimbangan dengan H' dari HCl merurut reaksi:
2H+(aq) + CO3(aq) <==> H2O(l) + CO2(g) ....(2)
Hal ini menyebabkan CO3%( pada reaksi *! makin berkurang, sehingga kesetimbangan *! akan
bergeser ke kanan, yang berarti CaCO3 larut)
Pada reaksi yang terjadi senyawa kompleks +emua unsur transisi dapat membentuk ion
kompleks, yaitu suatu struktur dimana kation logam dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul
netral yang disebut ligan) ,ntara ion pusat dengan ligan terjadi ikatan ko-alen koordinasi, dimana
ligan ber.ungsi sebagai basa /ewis penyedia pasangan elektron!)
0g, Pb, ,l berwarna putih keruh) 1ni dikarenakan ) +enyawa unsur transisi umumnya berwarna)
Hal ini disebabkan perpindahan elektron yang terjadi pada pengisian subkulit d dengan pengabsorbsi
sinar tampak) +enyawa +c dan 2n tidak berwarna)
Pada 3eCl3 dan 4i+O5 yang ditambahkan air terjadi perubahan warna hijau untuk 4i, dan
oranye untuk 3e, ini karena warna pada senyawa yang mengandung logam transisi pada umumnya
disebabkan oleh transisi elektron dalam dua tipe:
6rans.er muatan kompleks) +ebuah elektron dapat melompat dari orbit ligan ke orbit logam,
membentuk ligant to metal charge trans.er /0C6!) Hal ini dapat dilihat dengan mudah jika logam
sedang pada bilangan oksidasi yang tinggi) +ebagai contoh, warna pada ion kromat, dikromat,
dan permanganat termasuk tipe ini) Conton lainnya adalah pada raksa11! iodida yang berwarna merah
larena transisi /0C6)
6ransisi metal to ligand charge trans.er 0/C6! terjadi ketika logam dalam bilangan oksidasi
yang rendah sehingga ligan dengan mudah tereduksi)
Pada kompleks 3e dan 4i terbentuk 6ransisi d-d) +ebuah elektron melompat dadi satu orbit d ke
orbit yang lain) Pada senyawa logam transisi yang kompleks, antarorbit d tidak mempunyai tingkat
energi yang sama) Pola pemisahan orbit d dapat dihitung dengan teori medan kristal) 6ingkat
pemisahan tergantung pada jenis logam, bilangan oksidasi, dan si.at dari ligan)
6ingkat energi elektron pada unsur-unsur transisi yang hampir sama menyebabkan timbulnya warna
pada ion-ion logam transisi) Hal ini terjadi karena elektron dapat bergerak ke tingkat yang lebih tinggi
dengan mengabsorpsi sinar tampak) Pada golongan transisi, subkulit 3d yang belum terisi penuh
menyebabkan elektron pada subkulit itu menyerap energi cahaya, sehingga elektronnya tereksitasi dan
memancarkan energi cahaya dengan warna yang sesuai dengan warna cahaya yang dapat dipantulkan
pada saat kembali ke keadaan dasar)
Sifat Kemagnetan
7etika didekatkan dengan magnet terjadi tarikan dan dorongan pada campuran tertentu, ini
dikarenakan, setiap atom dan molekul mempunyai si.at magnetik, yaitu para-magnetik, di mana atom,
molekul, atau ion sedikit dapat ditarik oleh medan magnet karena ada elektron yang tidak berpasangan
pada orbitalnya dandiamagnetik, di mana atom, molekul, atau ion dapat ditolak oleh medan magnet
karena seluruh elektron pada orbitnya berpasangan) 8ari pengamatan unsur-unsur transisi seperti 3e,
4i! bersi.at paramagnetik karena mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada orbital-orbital d-
nya) 7ekuatan tarikan dan dorongan pada ,l lebih kuat dibandingkan dengan logam transisi lainnya,
ini karena si.at paramagnetik ini akan semakin kuat jika jumlah elektron yang tidak berpasangan pada
orbitalnya semakin banyak) 8ari literatur logam ,l bersi.at paramagnetik, sedangkan Cu,2n, 4a, 0g,
0n, dan lainnya bersi.at diamagnetik) 9ntuk 3e, dan 4i bersi.at .eromagnetik, yaitu kondisi yang
sama dengan paramagnetik hanya saja dalam keadaan padat)
Kesimpulan
+i.at-si.at unsur kimia dapat kita ketahui dari si.at .isis dan kimianya) +ama seperti pada unsur-
unsur dari gas mulia dan halogen) 8ari si.at .isis kita dapat mengetahui penampilan dari suatu unsur
namun tanpa melibatkan pengubahan zat itu menjadi zat lain, serta dari si.at kimianya kita dapat
mengetahui reaksi-reaksi yang dapat dialami oleh zat itu, seperti kereakti.an, daya oksidasi, daya
reduksi, si.at asam, si.at basa, dan kelarutan)
Pustaka
Harvey, David.2000.modern analytical of chemistry. Chica!"#c$ra%Hill &ress
'ait!, (ar!.1))*.Bu+u (e+s Kimia Anorganik Online.(!+y!"i%a,ami &ress
htt&"--al.,a/0.0l!s&!t.c!m-2014-07-ciri1ciri1ter2adi,ya1rea+si1+imia1dalam.html
htt&"--la1ra,dy.0l!s&!t.c!m-2012-12-ma+alah1+imia1u,sur.html