Anda di halaman 1dari 27

ANATOMI DAN FISIOLOGI KORNEA

I. PENDAHULUAN
Mata merupakan organ penglihatan utama. Masing-masing dari kedua bola mata
terletak di dalam cavum orbita yang mengisi sekitar seperlima dari volume cavum
orbita. Sedangkan ruang yang tersisa diisi oleh otot-otot ekstra okuli, fascia, lemak,
pembuluh darah, jaringan saraf dan saluran air mata.
Mata memiliki struktur anatomi yang sangat kompleks. Yang berfungsi menangkap
dan memfokuskan cahaya sehingga dapat diterima di retina yang impulsnya
diteruskan ke optic nerve, lalu ke visual korteks di otak.
Secara embriologis mata merupakan perpanjangan dari system saraf pusat. Sehingga
secara umum memiliki fungsi fisiologis yang sama dengan otak. Keduanya dilindungi
oleh dinding tulang,memiliki jaringan fibrous dan memiliki suplai darah hingga ke
lapisan saraf retina. Mata dan otak memiliki cavum interna yang berdifusi dengan
cairan dan memiliki tekanan yang setara. Karena retina dan system saraf optic
berkembang di otak, tidak mengejutkan lagi bahwa pada penyakit-penyakit tertentu
perjalanan proses sakitnya juga akan mengenai mata dan system saraf pusat.
Mata memiliki lapisan pelindung, kompartemen, dan mengandung cairan.
!. "iga lapisan pelindung mata yaitu#
$a% &apisan &uar yang 'erserat#
( kornea
( sklera
( lamina cribrosa.
$b% &apisan "engah yang memiliki vaskularisasi $)uveal tract*%#
( iris
!
( badan silier + mengandung pars plicata dan pars plana
( koroid.
$c% &apisan dalam#
( lapisan epitel pigmen retina
( photoreceptor retina
( saraf-saraf retina
2. Tiga kompartemen mata yaitu:
(a) Anterior chamber berada diantara cornea dan iris
(b) Posterior chamber berada diantara iris anterior, lensa dan badan silier.
(c) Vitreous chamber berada di belakang lensa dan onula.
!. The three intraocular "uids are as #ollo$s:
(a) A%ueous humour a $atery, optically
clear solution o# $ater and electrolytes
similar to tissue "uids e&cept that
a%ueous humour has a lo$ protein
content normally.
(b) Vitreous humour a transparent gel
consisting o# a three'dimensional
Struktur mata dilindungi dari dunia luar oleh kelopak mata, alis mata, dan dinding
orbita.
!

Kornea menempati bagian anterior dari bola mata. ,ilihat dari depan kornea
berbentuk bulat. Sedangkan dari belakang berbentuk lingkaran. 'atas dengan sklera
disebut &imbus. &imbus bersifat tembus cahaya dan berwarna kelabu.
-
Kornea merupakan lapisan paling luar dari bola mata dan merupakan jaringan yang
transparan. "ransparansi kornea disebabkan strukturnya yang seragam, avaskularitis
dan deturgensinya.
,.

Kornea merupakan bagian mata yang berfungsi sebagai pelindung bagian paling luar
dari bola mata, kornea juga berfungsi sebagai jendela yang mengontrol dan
memfokuskan cahaya yang masuk melalui mata,

berkas cahaya ini akan menuju


retina.
-
Kornea harus berada dalam keadaan yang transparan. Kelainan yang mengenai kornea
akan mempengaruhi pembentukan bayangan di retina.
-
Kornea terdiri dari serabut saraf dengan konsentrasi yang sangat tinggi dari bagian
tubuh manapun, membuat kornea sangat sensitif terhadap sakit dari bagian tubuh
manapun
./
II. EMBRIOLOGI KORNEA
0erkembangan kornea yang dimulai dari bagian sentral #
1ambar !. perkembangan kornea $ 2merican 2cademy of 3phthalmology,
4undamentals and 0rinciples of 3phtalmology, 'asic and 5linical
Science 5ourse, Section -, -66--66., p !/7 %
Keterangan gambar #
A.
0ada hari ke 8, dua lapisan epithelium yang berada diatas lamina basalis dan
terpisah dari endotelium $ -- lapisan % oleh narrow acellular space.
B.
0ada minggu ke 9, sel mesenkim yang mengalami migrasi perifer masuk ke
ruang ( space ), diantara epithelium dan endothelium.

C.
0ada minggu ke 9:, sel mesenkim $ perkembangan dari keratocyte % terpisah
menjadi .-/ lapisan yang belum lengkap dan kolagen fibril menunjukkan
perkembangan antar sel.
D.
0ada bulan ke , epithelium memiliki -- lapisan sel, stroma terdiri dari -/-6
lapisan dari keratocyte. &apisan lebih teratur pada setengah posterior,
sedangkan descemet membrane berada di antara posterior keratocyte dan
merupakan lapisan tunggal yang berada diatas endothelium.
-
III. ANATOMI KORNEA
Kornea merupakan suatu jaringan yang avaskuler dan transparan, dengan diameter
hori;ontal !!-!- mm dan diameter vertikal !6-!! mm. <ndeks refraksi kornea adalah
!.97, merupakan refraksi indeks kornea setelah dilakukan kalibrasi dengan
keratometer dengan menghitung gabungan optical power anterior dan posterior dari
kelengkungan kornea.
-

Kornea berbentuk aspheric, radius kelengkungan kornea dilihat dengan
spherocyclindrical convex miror yang menunjukkan bagian tengah permukaan
anterior kornea disebut juga corneal cap.
=adius rata-rata kelengkungan kornea bagian sentral adalah 9,> mm $7,9-8,. mm%,
dioptric power dari kornea adalah .,-/ , dari total />,76 dioptric power mata
manusia yang normal.
-
Kornea terdiri dari sel dan protein yang tinggi. Kornea tidak memiliki pembuluh
darah yang memberi nutrisi atau melindungi kornea dari infeksi. Kornea harus tetap
transparan untuk mendapat penglihatan yang sempurna.

?aringan kornea terbagi atas lima lapisan dasar yang memiliki fungsi penting, terdiri
dari #
-,,.,7,9,>,8
!. @pithelium
.
-. Membrana 'owman
. Stroma
.. Membrana ,escemet
/. @ndothelium

gambar -. 2natomi kornea $Kanski ??, 5linical 3phtalmology, 2 Systematic
2pproach, SiAth @dition, 'utterworth Beinemann, -669, &ondon, p
-.8 %
Ad 1. EPITHELIUM
&apisan epitel kornea terdiri dari sel-sel epitel skuamous stratifikasi dan melapisi
sekitar / C $6,66/ mm% dari total ketebalan kornea. 'entuk epithelium dan tear film
merupakan suatu permukaan yang licin. "ebalnya /6 Dm yang terdiri dari / lapis sel-
sel epitel. Sempitnya ruang antara sel epitel superficial dapat mencegah masuknya air
mata kedalam stroma. Selanjutnya sel epitel basal perilimbal berproliferasi
melanjutkan perkembangan ke lapisan lain, kemudian berdiferensiasi ke sel
/
superfisial yang sudah matang. Sel ini dilapisi oleh mikrofili pada permukaan yang
paling luar $dimana sel ini dapat terlihat gelap jika menggunakan scanning mikroskop
elektron dan terlihat terang dengan mikroskop spekular%. 0roses diferensiasi
berlangsung 9-!. hari.
-,!6
Ad 2. MEMBRANA BOWMAN
,ibawah membrana basement dari epitelium terdapat lapisan transparan dari
jaringan yang disebut dengan membrana bowman .

Membrana bowman merupakan


lapisan jernih aseluler.
.
Membrana bowman memiliki struktur yang tipis dengan
ketebalan !- D terletak diantara epitelium dan lamina propria $stroma%.
/
Membrana bowman terdiri dari lapisan serat protein yang kuat disebut dengan
kolagen. ?ika terjadi suatu trauma, dalam penyembuhannya membrana bowman akan
membentuk lapisan parut. ?ika lapisan parut ini besar dan letaknya ditengah dapat
terjadi gangguan penglihatan.


Membrana bowman merupakan jaringan yang tidak
dapat beregenerasi lagi jika terjadi suatu trauma.
/
Ad 3. STROMA
&apisan stroma memiliki ketebalan 6,/ mm yang merupakan 86C dari keseluruhan
ketebalan kornea. Stroma terdiri dari keratosit, proteoglikan dan lamel-lamel kolagen.
Serabut-serabut kolagen berjalan secara obliE pada sepertiga anterior stroma dan
paralel pada dua pertiga bagian posterior stroma, dan akhirnya secara sirkumferensia
mengelilingi &imbus. Keteraturan ini menentukan sifat kejernihan dari kornea.
0emisahan serabut kolagen oleh cairan menyebabkan edema kornea sehingga kornea
menjadi suram. Fnsur-unsur dasar yang terdapat dalam Stroma adalah proteoglikan.
Merupakan suatu glikoprotein yang mengandung satu rantai glikosaminoglikan.
1likosaminoglikan memberikan sifat hidrofilik pada stroma. 1likosaminoglikan yang
7
terdapat pada stroma kornea terdiri dari keratin sulfat, kondroitin sulfat dan dermatan
sulfat. Sel lapisan stroma disebut keratosit. Keratosit berada diantara lamel-lamel
kolagen yang berfungsi menghasilkan kolagen dan proteoglikan. Struktur keratosit ini
menyerupai fibroblast. Kornea memiliki G --. juta keratosit, yang mencapai G /C
dari volume stroma. 'agian anterior mempunyai sel yang lebih padat $!6/> selHmm
-
%
daripada bagian posterior $99! selHmm
-
%. Keratosit merupakan sel yang sangat aktif.
3ptik kornea normal membutuhkan permukaan yang licin. Susunan sel stroma dan
makro molekul juga berperan dalam menjaga kornea tetap jernih. ,ibawah membrana
bowman yang aselular , stroma kornea terdiri atas matrik sellular yang terbentuk dari
kolagen dan proteoglikan, tipe < dan tipe I kolagen fibrilar yang berikatan dengan
filamen kolagen tipe I<. ,ecorin merupakan korneal 0roteoglikan yang utama
$berhubungan dengan sulfate dermatan% dan lumican $berhubungan dengan keratan
sulfate%.
-
Ad 4. MEMBRANA DESCEMET
Membrana descemet adalah membran elastik yang jernih, amorf pada pemeriksaan
mikroskop elektron dan merupakan membrana basalis dari endotel kornea.
.
0ada saat lahir, ketebalan membrana descemet adalah -. Dm, dan ketebalan
meningkat terus sampai dewasa menjadi !6-!- Dm.
9
Membrana descemet merupakan lapisan homogen yang kuat, membatasi bagian
posterior stroma. Membrana descemet sangat resisten terhadap bahan kimia, trauma,
dan proses patologi. ,ibandingkan dengan membrana bowman, membrana descemet
dapat beregenerasi.
!6
Ad 5. ENDOTELIUM
9
@ndotelium terdiri dari sel yang tersusun rapat, mosaic dan terbanyak adalah sel-sel
heAagonal.
!
@ndothelium merupakan sel yang tidak dapat beregenerasi.
>
Sel endotel manusia tidak berproliferasi secara in vivo. Bilangnya satu sel
menimbulkan reaksi pelebaran dan pergeseran sel sehimgga dapat menutupi area yang
rusak $defek%. Secara normal, densitas sel permukaan endotelium bervariasi, dimana
konsentrasnyai lebih tinggi di perifer. Membran descemet merupakan dasar Membran
basemant, yang mengalami penurunan ketebalan dari Dm pada saat kelahiran hingga
!6-!- Dm pada saat dewasa.
-
Kepadatan sel saat kelahiran sangat tinggi G 9/66 selHmmJ, jumlah sel endotel pada
dewasa muda dengan kepadatan sel berkisar G 666 selHmmJ. Kepadatan sel akan
menurun dengan meningkatnya usia sehingga pada orang tua kepadatan sel G -/66-
-966 selHmmJ. Kormal rata-rata kehilangan endotel setiap tahun setelah berumur -6
tahun sekitar 6,/ C pertahun. ?ika kepadatan kornea L !666 selHmmJ memiliki resiko
yang besar untuk menjadi edema kornea. Fkuran, bentuk dan morfologi dari sel
endotel dapat dilihat dengan Specular Mikroskop pada Slit &amp.
9,!!
@ndotel berfungsi sebagai suatu lapisan yang permeabel antara aEuos humor dengan
stroma kornea dan juga sebagai pompa kation untuk mempertahankan kornea dalam
kondisi dehidrasi. 'ila terjadi trauma pada endotel, maka penyembuhan lapisan terjadi
dengan cara migrasi, yaitu dengan dilakukannya kembali pengaturan dan perbaikan
dari sisa sel yang masih sehat. Kerusakan endotel dapat menimbulkan edema yang
irreversible oleh karena sel @ndotel mempunyai kemampuan yang terbatas untuk
membelah setelah lahir.
9
III.I NUTRISI KORNEA
>
Sumber-sumber nutrisi untuk kornea adalah pembuluh-pembuluh darah limbus,
aEuous humor, dan air mata. Kornea superfisial mendapat oksigen sebagian besar dari
atmosfer.
!,.
III.2 PERDARAHAN KORNEA
0ada kornea bagian perifer dijumpai pembuluh darah ciliari anterior kira-kira ! mm.
0embuluh darah ini tidak termasuk ke dalam kornea, tetapi berada pada jaringan
subkonjungtiva yang berhimpitan dengan kornea
./,!6
0ada kornea normal tidak ada pembuluh darah, tetapi pembuluh darah yang baru
dapat memasuki kornea melalui limbus yang dapat terjadi pada kasus infeksi dan
inflamasi. <ni membentuk suatu mekanisme pertahanan dari respon imun humoral dan
seluler untuk mempertahankan dan memperbaiki daerah inflamasi dengan proses
imunologi. Kejernihan kornea akan terganggu jika proses infeksi dan inflamasi
terjadi, dan jika proses ini terus berlanjut akan terjadi kekeruhan pada kornea.
0embuluh darah yang baru berkembang dari pleAus conjuntiva superfisial atau 2rteri
5iliar 2nterior. Stimulus pembuluh darah yang baru ini dapat memasuki Kornea dan
jika stimulus ini hancur maka pembuluh darah dapat menjadi atropi.
!
III.3 PERSARAFAN KORNEA
Kornea manusia kaya akan persarafan afferent. Kervus ciliaris posterior $percabangan
ophthalmic dari nervus cranialis I% masuk ke kornea melalui tiga jalur yaitu sclera,
episklera, dan conjunctiva. Saraf masuk ke dalam kornea bagian tengah dan anterior
dari lapisan stroma yang berjalan ke depan pusat kornea. Setelah masuk --. mm, saraf
dari kornea kehilangan pembungkus myelin yang terbagi menjadi dua bagian yaitu
8
bagian anterior dan posterior. 'agian anterior akan membentuk pleAus subepitel dan
intraepitel sedangkan bagian posterior akan membentuk pleAus posterior kornea.
9,!6
III.4 FUNGSI KORNEA
4ungsi fisiologi kornea adalah sebagai media refraksi dan melindungi isi bola mata.
Kejernihan kornea merupakan hasil dari pengaturan lamel-lamel kolagen, avaskular
dan dehidrasi relative dari kornea. Fntuk mempertahankan keadaan tersebut
memerlukan proses-proses yang membutuhkan energi. @nergi yang dibutuhkan di
dapat melalui proses metabolisme.
-,!6

IV. FISIOLOGI KORNEA
A. Met!"#$%&e d' B$"($&$ K")'e
Fnsur-unsur utama yang berperan dalam proses metabolisme sel epitel, stroma, dan
epithelium adalah glukosa. Stroma menerima glukosa dari aEuous humor melalui
carrier-mediated transport melewati endothelium. @pithelium menerima glukosa
melalui difusi passive melewati stroma. reoculer tearfilm dan pembuluh darah
limbal menyuplai G !6 C glukosa yang digunakan di kornea. Metabolisme glukosa di
kornea melalui tiga jalur metabolism #
9
"ricarboAylic acid $"52% cycle
2naerobic glycolisis
BeAose monophosphate $BM0% shunt

E*$te#$+&
!6
4ungsi utama epitelium dan tear film kornea adalah untuk membuat sebuah
permukaan refraksi yang baik pada bagian depan dari bola mata. 'erhubungan dengan
mata yang kering, edema dan defek dari epitel pada permukaan epitel dapat
menyebabkan gangguan penglihatan. @pitel merupakan suatu barier yang sulit
ditembus, tetapi dapat dimasuki oleh bahan yang larut dalam air yang berasal dari
tearfilm, bakteri, infeksi jamur, dan virus. @pitel mempunyai peran yang sedikit dalam
pengaktifan dehidrasi kornea, tetapi epitel berfungsi sebagai barier untuk mereduksi
penguapan $evaporation%, dan mengabsorbsi cairan dari tearfilm serta membantu
menjaga hidrasi dari kornea.
9,!-
Fnsur utama metabolisme yang diperlukan sebagai energi bagi epitel kornea adalah
glukosa dan glikogen. Kornea mendapat glukosa terutama dari aEuous humor, tear
dan kapiler daerah limbus yang menyediakan glukosa untuk metabolisme kornea
G!6C. ,alam proses adisi menjadi glukosa yang bebas, epitelium memiliki cadangan
glikogen yang banyak yang dibutuhkan jika terjadi trauma.
9,!-
0ada metabolisme glikolisis dalam memecah glukosa menjadi laktat yang terjadi
didalam sel sitosol, epitel kornea juga menggunakan jalur lain yaitu tricarboAylic acid
cycle $"52 cycle, krebs cycle% dan heAosa monophosphate shunt, dan juga
berlangsung didalam sitosol, BM0 shunt merubah glucose-7-phosphate menjadi
ribulose-/-phosphate, dan bersamaan dengan itu melepaskan carbon dioAide dan
mereduksi bentuk dari nicotinamide-adenin-dinukleotide phosphate $K2,0B% dan
adenosin triphosphate $2"0%, yang menghasilkan energi yang besar.
9,!-
Siklus "52 memecah laktat dan piruvat menjadi carbon dioAide dan air yang
berperan dalam melepaskan 2"0 dalam jumlah yang besar yang dibantu oleh
oksidative phosphorylation, mekanisme ini berlangsung didalam sel mitokondria.
!!
?alur ke tiga dari dalam epitel kornea adalah sorbitol pathway, dimana merubah
glukosa menjadi sorbitol dan fruktosa.
9,!-
@pitel kornea juga sangat membutuhkan oksigen, yang disuplai oleh atmospheric
oksigen yang didapatkan dari tear film saat mata terbuka. ?ika mata terutup, oksigen
akan menyebar dari pembuluh darah conjuntiva palpebra. Sebahagian tekanan partial
dari oksigen dalam tears adalah sekitar !// mmBg saat mata terbuka dan turun sekitar
// mmBg saat mata tertutup. Malaupun tekanan partial ini menurun sebenarnya
sangat adekuat untuk mensuplai oksigen memasuki epitelium sekitar ,/ DlHcmJHjam.
0ergantian dari epitelium berubah setiap 9 hari sekali, substansi yang digunakan
adalah asam amino dan disuplai oleh aEuous humor.
9,!-
gambar . metabolisme kornea $Some aspects of the carbohydrate metabolism of the
cornea, available at# httpNHHwww.<3IS.orgHcgi HreprintH!H-H!9>,pdf%
.
keterangan gambar #
1likolisis # glukosa memecah menjadi laktat dan piruvat, dan beberapa membutuhkan
produksi 2"0 $ ! glukosa . 2"0 %
!-
tricarboAylic acid cycle # piruvat memecah menjadi 53
-
dan B
-
3, berpasangan ke
elektron transport dan oksidasi phosphorylation menghasilkan suatu 2"0 yang
signifikan $ ! glukosa - pyruvate 30 ATP )
heAosa monophasphate shunt : heAose di convert menjadi pentosa $,-ribosa%
digunakan dalam sintesa asam nukleatN generasi dari K2,0B berasal dari K2,0
$ K2,0B digunakan digunakan dalam asam lemak dan sintesa steroid, dalam reaksi
jalur sorbitol dan dalam glutathione system %.
9,!-
St)"&
1likoprotein adalah protein yang terbentuk dari satu atau lebih gula berubah menjadi
polipeptida $amino acid%. 1likoprotein merupakan suatu gula yang memiliki
karakteristik termasuk didalamnya adalah ,-galaktose, ,-mannose, &-fucose, ,-
Aylose, K-acetyl-,-galactosamine, dan sialic acid. 1ula dan asam amino merupakan
salah satu kunci yang digunakan untuk menemukan perbedaan kelompok dari
glikoprotein. 1likoprotein dijumpai pada tubuh manusia dalam bentuk en;im,
hormon, membrane, dan serum glikoprotein, dan single glikoprotein itu adalah
kolagen. 1likoprotein yang penting pada mata adalah musin. Mukus adalah komplek
protein dan glikoprotein yang melubrikasi permukaan dari epitel.
9,!-
0roteoglicans mempunyai karakteristik dimana merupakan suatu polisakarida yang
besar dan terdiri dari oligosakarida atau glikosaminoglikan. 1likoprotein dan
proteoglikan saling berkaitan , sebagai contoh gula dan peptida-karbohidrat linkage.
'agaimanapun juga tetap mempunyai perbedaan , proteoglikan memiliki ratio yang
tinggi akan karbohidrat di banding protein. Karakteristik dari glikoprotein adalah
pengulangan disakarida oleh 121 unit atau porsi molekul dari oligosakarida, dan
heAuronic acid tidak dapat diidentifikasi oleh glikoprotein manapun.
9,!-
!
E'd"te#$+&
@ndotelium mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kornea, yang utama dalam
masa embriologi yaitu sebagai penghantar sekret yang memproduksi hyaluronic acid,
dimana sangat penting dalam peningkatan dramatic embrionic dalam hidrasi kornea.
@ndotelium juga menghasilkan kondroitin dan keratin sulfat dari stroma proteoglikan
dan bertanggung jawab untuk menghasilkan adalah descemet membran.
9,!-
Mekanisme yang menjadi penghasil energi pada endotelium belum dianalisis seperti
epitelium. Metabolisme glukosa merupakan yang penting bagi endotelium. 2nalisi
dari metabolisme endotelium dan en;im menunjukkan bahwa en;im dari jalur
glikolitik sangat berperan, tapi aktivitasnya lebih sedikit dibanding epitelium. 0ada
manusia aktivitas yang rendah dihubungkan dengan kekurangan kapasitas
regenerative dari endotelium.
9,!-
Sumber energi utama untuk endotelium adalah derivat glukosa dari aEuous humor,
seperti cadangan glikogen pada epitelium. Mekanisme transfer glukosa dari aEuous
humor ke endotelium menggunakan fasilitas transfer, saat lintasan menjadi lebih cepat
dari yang diharapkan di dasar dalam proses diffusi.
9,!-
3ksigen pada endotelium juga di suplai oleh aEuous humor, dan telah ditunjukkan
dari hasil penelitian bahea tidak ada perubahan oksigen pada endotelial saat mata
menutup.
9,!-
"ri peptide 1lutathione $glutamil-&-cysteinyl-glycine% adalah metabolisme yang
mempunyai substansi essensial untuk yang berfungsi pada endotelium yang normal
saat in vitro.
9,!-
B. H$d)%$ (")'e
Stroma hidrasi didefinisikan sebagai berat air didalam stroma. Kormal kornea terdiri
dari 9> C dari air. Bidrasi mengalami peningkatan atau penurunan yang akan
!.
berhubungan langsung dengan ketebalan kornea dan dapat diukur secara klinis.
=egulasi kandungan air kornea bergantung pada beberapa faktor #
!.
!. "ekanan turgor stroma
-. 4ungsi barier dari epitel dan endotel
. 0ompa endotel
.. "ekanan intra okular
/. 0enguapan
Ad 1. Te('' t+),") %t)"&
Stroma daripada kornea normalnya mengandung air lebih tinggi dari jaringan tubuh
yang lain. Bidrasi yang secara relatif tinggi ini dianggap berasal dari air yang
mengikat proteoglikan yang mengisi ruang antara serabut kolagen. 0roteoglikan ini
bertanggung jawab terhadap pembengkakan dari kornea ketika cairan mendapat akses
masuk ke stroma, dan ini terjadi setelah mengalami kerusakan pada endothelium atau
epitelium."ingkat pembengkakan dari stroma kornea ini berhubungan dengan
konfigurasi serabut kolagen, dimana bisa mencapai beberapa kali ketebalan kornea.
Kecendrungan untuk membengkak ini disebut tekanan turgor stroma (stromal
swelling pressure). yang dapat diukur dengan mengisolasi stroma antara dua kaca
penyaring dan membenamkan kedalam larutan salin.
!.
0eningkatan tekanan turgor telah diukur pada kelinci, sapi, dan kornea stroma
manusia dan telah didapatkan hasil /6 mmhg pada kornea dengan ketebalan normal.
?ika stroma membengkak sampai /6C, tekanan turgor turun menjadi !/ mmhg sekitar
sepertiga dari nilai normalnya. Secara invivo, tekanan turgor stroma dan mekanisme
dehidrasi adalah berada dalam keseimbangan tetap. ?ika dehidrasi menjadi lebih
!/
sedikit efektif dikarenakan trauma atau penyakit, stroma membengkak sampai suatu
keseimbangan baru ditemukan.
!.
"ekanan daripada stroma dihubungkan dengan besarnya peningkatan kekuatan untuk
penyerapan air, yang merupakan suatu mekanisme fisiologis. tekanan turgor yang
terjadi terutama disebabkan oleh glikosaminoglikans yang dapat merubah karbohidrat
menjadi proteoglikan. Karakteristik glikosaminoglikan dari kornea adalah keratan
sulfat dan kondroitin sulfat. glikosaminoglikan mempunyai suatu kecendeungan besar
untuk memperluas volume molekular mereka. Sebagai tambahan, tekanan osmotis
koloid dan elektrolit jaringan stroma juga berperan dalam menimbulkan tekanan
turgor stroma.
!.
Ad 2. F+',%$ !)$e) d)$ e*$te# d' e'd"te#
Kekuatan dari stroma untuk menyerap air dan membengkak harus tetap terjaga
bentuknya untuk menjaga deturgensi dan kejernihan jaringan. Kedua &apisan epitel
dan endotel berfungsi sebagai barier yang memindahkan secara cepat cairan dan
molekul yang besar.
8
?ika epitel maupun endotel mengalami kerusakan oleh bahan
kimia atau fisik yang berarti $ termasuk radiasi pengion %, akan mengikuti
pembengkakan kornea. 2brasi kornea atau kondisi yang mendorong kearah hilangnya
epitel mungkin akan menghasilkan suatu daerah yang membengkak dan berawan.
3leh karena epitel mampu beregenerasi, biasanya hidrasi yang berlebihan pada
kornea adalah ringan dan sementara. Kerusakan pada endotel akan menimbulkan efek
jauh yang lebih serius. Kerusakan sel endotel yang luas akan menyebabkan kelainan
yang bermakna, kadang-kadang terjadi pembengkakan yang menetap dan hilangnya
kejernihan.
-,!.
Ad 3. P"&* e'd"te#$#
!7
&apisan sel yang terbatas tidak bisa diharapkan dapat menahan tekanan turgor stroma
yang membengkak oleh tidak terbatasnya cairan. 'eberapa kebocoran dari cairan
dapat terjadi terutama melewati endotelium. ,alam keadaan adisi, caiaran akan masuk
ke stroma melewati limbus. "ranspor aktif daripada air dari stroma harus dapat
ditrerima untuk menjaga hidrasi kornea normal. Suatu eksperimen dengan merubah
temperature menunjukkan bahwa kornea membengkak pada temperatur rendah, hal
ini berkenaan dengan aktivitas metabolisme yang berkurang, tetapi akan kembali
menjadi dehidrasi jika temperatur badan kembali normal.
!.
Metabolisme daripada dehidrasi ini di blok oleh suatu inhibitor anaerobic glicolisis
seperti iodoacetat, inhibitor dari pernafasan yang berupa en;im seperti sianida,
inhibitor dari Ka-K 2denosin "riphosphatase $2"0-ase% seperti oubain, dan
kekurangan dari nutrisi essential seperti oksigen dan glukosa.
!.
@ndotelium adalah lapisan yang dapat melewati transportasi air. ,emonstrasi dari
kekuatan transportasi air dari endotelium menunjukkan besarnya dampak kejernihan
sebagai lapisan yang bertanggung jawab dalam dehidrasi aktif dari kornea.
@ndotelium mentransportasi sedikitnya 7,9DlHcmJHjam dari tekanan hidrostatik
normal.
!.
Ad 4. E-*")t$"' .*e',+*'/
0enguapan air yang berasal dari permukaan kornea terjadi secara konstan diantara
kedipan mata. =ata-rata penguapan air dari permukaan kornea telah dihitung sekitar
-,/DlHcmJHjam. <ni merupan gambaran pelajaran yang menunjukkan kehilangan ir
akibat penguapan daripada stroma dari pompa air yang masuk ke anterior camber oleh
endotelium.
!.
!9
0enguapan dari tear film menghasilkan tonusitas tinggi yang dapat menyebabakan air
bergerak maju melalui kornea. 0enguapan dan hipertonisitas tear film mempunyai
konsekwensi penyakit mata terutama jika sensasi kornea berkurang. Kornea mata
yang sehat dengan inervasi tetap utuh akan melindungi dirinya sendiri terhadap
kerusakan oleh penguapan dengan mengenal hipertonik tear sebagai suatu
rangsangan, yang pada gilirannya menimbulkan suatu kedipan untuk memyimpan
kembali isotonisiti.
!.
Ad 5. Te('' $'t) "(+#$
"ekanan intraokuli tidak dapat digunakan dalam menjaga keseimbangan cairan
kornea. 0ada mata normal, variasi dalam tekanan dari 6 - .6 + /6 mmhg sebenarnya
tidak memiliki kesalahan dalam ketebalan stroma dan tidak menimbulkan edema
epitel. ,alam keadaan yang lain, ketika endotelial menunjukkan ketidaknormalan,
tekanan intraokular menjadi faktor penyebab yang penting menjadi edema epitel.
!.
V. PEMERIKSAAN KORNEA
"erdapat beberapa teknik untuk mengevaluasi kornea secara lebih khusus.
Keratometer adalah sebuah alat terkalibrasi yang mengukur radius kelengkungan
kornea dalam dua meridian yang terpisah 86O. ?ika kornea tidak bulat sempurna,
kedua radius itu akan berbeda ini disebut dengan astigmatisma dan ditetapkan dengan
mengukur perbedaan antar kedua radius kelengkungan kornea. 0engukuran
keratometer digunakan pada pemasangan lensa kontak dan penghitungan lensa intra
okuli sebelum operasi katarak.
.
0achymeter adalah sebuah alat untuk penghitungan dan pemantauan perubahan
penebalan kornea sentral terutama endotel.
.

!>
4otokeratoskop adalah alat yang menilai keseragaman dan ratanya permukaan dengan
memantulkan pola lingkaran konsentris keatasnya. 0ola ini yang dapat dilihat dan
difoto alat ini, normalnya nampak teratur sempurna dan seragam.
"opografi kornea berbantuan komputer adalah teknik pemetaan permukaan anterior
kornea yang paling maju, karena sistem komputer ini dapat menggabungkan
keduanya
..
Specular mikroskop adalah suatu metoda fotografi yang dapat menunjukkan
endotelium in vivo, cahaya di proyeksikan ke kornea dan gambar di refleksikan dari
optical interface $ contoh# @ndotelium, aEuous humor % yang dapat divisualkan.
!!
Spekular mikroskop ini disamping berfungsi untuk evaluasi resiko perkembangan
terjadinya kornea edema post operasi, juga bisa digunakan sebagai photomicrograph
sebagai diagnosis awal untuk melihat stadium penyakit kornea $contoh# 4uchs corneal
dystropi, posterior polymorphous dystropi %.
!!
VI. KELAINAN0KELAINAN 1ANG SERING TER2ADI PADA KORNEA
V1.1. EDEMA KORNEA
Kornea memiliki kandungan air normal 9> C. 2ir pada kornea berfumgsi untuk
menjaga keseimbangan sehingga tidak mengalami kekurangan, misalnya tekanan intra
okuli dan peningkatan pembengkakan dari matrik stroma 76 mmBg dan faktor yang
menyebabkan air keluar dari kornea.
!
@dema kornea ada - jenis, yaitu#
!. edema stroma
-. edema epitel
Ad.1. EDEMA STROMA
!8
@dema stroma menghasilkan suatu peningkatan ketebalan jaringan sebanding dengan
derajat hidrasi stroma. 0ada edema stroma cairan menumpuk diruang antar serabut
$interfibrilar space%, tidak ada perubahan dalam diameter kornea. @dema cenderung
terjadi pada bagian posterior, dijumpai pemendekan dan lipatan dari membran
desement, membentuk striae pada permukaan posterior yang dikenal dengan striae
keratitis.
!.
@dema stroma disebabkan oleh malfungsi salahy satu atau kedua lapisan
sel pembatas yaitu epitel edan endotel. ?ika epitel yang mengalami kerusakan, tear
akan masuk kedalam stroma menyebabkan peningkatan ketebalan stroma.
0eningkatan ketebalan yang terjadi ringan dan dihambat oleh jaringan antara daerah
yang mengalami kerusakan. ,imana endotel yang mengalami kerusakan sehingga
menimbulkan edema yang lebih berat. "rauma atau penyakit yang mengenai endotel
mempunyai dua konsekwensi yaitu hilangnya fungsi sawar endotel dan terganggunya
pompa kation endotel.
!.
Ad.2. EDEMA EPITEL
0ada beberapa keadaan sering berhubungan dengan edema stroma, biasanya disertai
penurunan penglihatan dan nyeri. 0enumpukan cairan terjadi diruang antar sel
$interseluler epitel edema% terutama mengenai sel-sel basal. Fkuran dan bentuk
kelainan sangat bergantung kepada derajat edema. 0ada keadaan lanjut edema
interseluler ini berkembang menjadi blister bulosa keratopathy. 0enyimpangan ini
akan mempengaruhi fungsi pompa kation, selanjutnya akan berkembang menjadi
edema interseluler.
!-
@dema epitel tidak hanya berhubungan dengan fungsi endotel,
tetapi juga bergantung pada tekanan intra okuli. 0enumpukan cairan terjadi jika
tekanan intra okuli melebihi tekanan pompa endotel. Bal ini menyebabkan cairan
mengalir kedalam lapisan epitel dalam jumlah yang banyak. &apisan epitel bagian
-6
depan mempunyai resistensi yang besar terhadap pergerakan air. 2kibatnya air
terperangkap pada bagian posterior dan pertengahan lapisan epitel.
!.
0enguapan
mempunyai pengaruh terhadap edema epitel. 0ada stadium awal penglihatan sangat
terganggu pada pagi hari, oleh karena tidak ada penguapan dari tear film. Seiring
dengan meningkatnya hari, terjadi proses penguapan, air dikeluarkan dari epitel ke
tearfilm dan perlahan-lahan penglihatan kembali membaik. kadang-kadang edema
epitel hanya dijumpai pada bagian atas kornea. 0ada edema lebih lanjut aliran cairan
ke epitel begitu cepat, sehingga penguapan tidak mampu mengeluarkan cairan dari
epitel.
!.
0enyebab edema kornea adalah peningkatan tekanan intra okuli dan
kerusakan dari endotel dapat disebabkan oleh trauma. Kerusakan endotel yang
berhubungan dengan dystropi kornea, termasuk didalamnya adalah fuch's dystropi,
congenital hereditary endotelial dystrophy, posterior polymorphous dystropi.
Kerusakan endotelial yang berulang dapat menyebabkan inflamasi seperti uvetis,
endoptalmitis dan infeksi graft kornea. Kerusakan dari epitel bisa disebabkan oleh
trauma mekanik, trauma kimia, radiasi.
!
VI.2. ULCERASI KORNEA
Flcerasi kornea adalah suatu diskontinuitas dari permukaan epitel kornea yang
normal yang berhubungan dengan nekrosis dari jaringan kornea. Karakteristik dari
kelainan ini disebabkan oleh edema dan cellular infiltration. 0embentukan parut
akibat dari ulcerasi kornea adalah penyebab utama kebutaan dan gangguan
penglihatan. Flcerasi dari kornea bisa disebabkan oleh infeksi $bakteri, virus, jamur,
clamida, proto;oa, spirochaetal %, alergic !eratitis, tropic !eratitis, keratitis yang
berhubungan dengan penyakit kulit dan mukus membran, systemi! !olagen vascular,
trauma, dan idiopatic !eratitis.
.,!

-!
VI.3. FUCHS' DISTROPHI
4uchs distropi adalah suatu penyakit yang terjadi secara perlahan-lahan dan biasanya
mengenai kedua mata dan biasanya lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-
laki.
,.
1ambaran klinis fuchs distrophi adalah munculnya bintik-bintik pada
membrana desement seperti kutil, dan terjadi penebalan membrana descemet. "erjadi
dekompensasi endotel yang berakibat edema stroma dan epitel kornea, sehingga
menyebabkan penglihatan kabur. Kornea secara progresive menjadi keruh. "indakan
yang dilakukan adalah keratoplasty dikombinasi dengan eksraksi lensa ekstra kapsular
dan pemasangan lensa posterior.
,.
0ada awal penyakit penglihatan sedikit terganggu.
Seiring dengan perkembangan penyakit, penglihatan semakin lama semakin menurun.
Bal ini disebabkan terjadinya edema pada lapisan epitel. @dema dimulai pada bagian
sentral, yang semakin lama berkembang sampai membentuk bulosa. 0ada tahap ini
penglihatan sudah sangat terganggu. 1angguan penglihatan ini dirasakan paling berat
pada saat bangun tidur oleh karena kurang efektifnya proses penguapan selama
tidur.
-,,.
VI.4. KERATOKONUS
Keratokonus adalah penyakit degeneratif bilateral, yang diturunkan sebagai ciri
autosom resesif atau dominan. Secara patologik terdapat perubahan-perubahan
disruptif pada lapisan bowman dengan degenerasi keratosit, ruptur membran descemet
, dan parut linier superficial yang tidak teratur pada apeks konus yang terbentuk.
.,!
--
Karatokonus adalah kelainan progresive dari kornea yang merupakan gejala kornea
distrophi, dan sering terjadi di 2merika serikat, perbandingannya antara ! berbanding
-666.

1ejalanya adalah penglihatan Kabur. "anda-tandanya meliputi kornea bentuk
konus, identasi palpebra inferior oleh kornea bila pasien melihat ke bawah, refleksi
tidak teratur retinoskopi, dan gangguan refleksi kornea. 4undus tidak dapat terlihat
jelas karena astigmatisma kornea. &ensa kontak keras dengan nyata memperbaiki
pada tahap awal dengan mengoreksi astigmatisma yang tidak teratur. Keratokonus
adalah salah satu indikasi umum untuk keratoplasti tembus. 0embedahan
diindikasikan bila lensa kontak tidak efektif lagi.
.,!
VI.5. KERATOGLOBUS
Keratoglobus adalah suatu kelainan non inflamatori $degenerative% pada mata,
perubahan stuktural kornea menjadi sangat tipis dan berubah menjadi lebih berbentuk
globus $ bulat %, sedangkan pada yang normal kornea lebih melengkung. Keratoglobus
ini disebabakan oleh kornea yang menipis, awalnya ditepi, dan menjadi lebih spheris
dan melebar. Keratoglobus sering terjadi pada dewasa muda umur antara -6-6 tahun.
Keratoglobus adalah suatu penyakit yang penyebabnya tidak diketahui dan
merupakan suatu penyakit progresive yang dapat mengenai kedua mata, dan sangat
mengganggu pada saat mengendarai kendaraan dan membaca tulisan. Malaupaun
keratoglobus merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya , tetapi dalam
penanganan secara klinis dengan terapi bedah $ keratoplasti % dapat ditangani dengan
maksimal. Yang kita takutkan dari penyakit ini adalah perforasi kornea.
!/
VI.3 ANOMALI KONGENITAL
-
,iameter hori;ontal kornea saat kelahiran sekitar !6 mm dan saat dewasa sekitar !!.9
mm sampai umur - tahun. ?ika diameter > ! mm setelah umur - tahun disebut
megalokornea. Kornea tetap jernih dan penglihatan normal. Microkornea adalah
kornea dengan diameter < !6 mm.
!
VII. TINDAKAN BEDAH
Keratoplasti disebut corneal grafting atau corneal transpalantation. 3perasi
dilakukan pada kornea pasien dengan kelainan diganti dengan korena yang sehat dari
donor.
indikasi dari keratoplasti adalah #
!. Kekeruhan kornea, keratopathi, kornea dystrophi, keratoconus.
-. 0enggantian kornea yang mengalami inflamasi secara konvensional tidak
berhasil.
. "ectonic graft diindikasikan untuk mempertahankan integritas bola mata
misalnya setelah mengalami perforasi kornea dan ditandai dengan kornea
yang menipis.
.. Kosmetik.
,onor mata sebaiknya diambil secepat mungkin sesudah 7 jam kematian dan harus
disimpan dalam cairan dan tempat yang steril.
!
-.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sihota =, "andon =, 0arsons
,

,isease of the @ye, "wentieth @dition, Kew
,elhi, -669, p !7, !>!-!>.
2. 2merican 2cademy of 3phtalmology, @Aternal ,isease and 5ornea, 'asic and
5linical Science 5ourse, Section >, -66/--667, p >-!-, p!/7
3. 4acts 2bout "he 5ornea and 5orneal ,isease, available at
http://www.nei.nih.gov/index.asp
4. Iaughan ,1, 2sbury ", @va 0=, 3ftalmologi Fmum, edisi !., -666, p 9, /,
!6, !., !/6
. Kema. 2natomy of the @ye in teAt book of 3phtalmology 4ourth @dition. Kew
,elhi. -66- p!6-!!
!. Anato"#$ ph#sio%og# & Patho%og# o' the ()"an *#e$ avai%a+%e att
http://www.ted"ontgo"e,#.-o"/the.e#e/-o,nea$ht"%
/. 2merican 2cademy of 3phthalmology, 4undamentals and 0rinciples of
3phtalmology, 'asic and 5linical Science 5ourse, Section -, -66--66., p
..-/6, !--!9
0. Kanski ??, 5linical 3phtalmology, 2 Systematic 2pproach, SiAth @dition,
'utterworth Beinemann, -669, &ondon, p -.8--/6
1. 5ornea, available at http#HHwww.visionrA.comHlibraryHencHehcPcorneaPaspQtop
-/
10. 2.K.Khurana. 3phtalmologi. Kew ,elhi.!88>,p !-8, /,!!>-!!8
11. 5orneal @dema, 0ost3perative, available at
http#HHwww.emedicine.comHophHcornea,htm
12. Some aspects of the carbohydrate metabolism of the cornea, available at#
httpNHHwww.<3IS.orgHcgi HreprintH!H-H!9>,pdf.
13. 2K Khurana, comprehensive opthalmology, fourth edition, -669, p >8-!-.
14. "asman M,M,, ,uane's clinical opthalmology, volume ., chapter !72,
lippincott williams and wilkins, revised edition,-66., page !-7
!/. keratoglobus, available at http#HHen.wikipedia.orgHwikiHKeratoglobus.
-7
-9