Anda di halaman 1dari 34

Lingkungan Pengendapan

LINGKUNGAN PENGENDAPAN
Lingkungan pengendapan adalah bagian dari permukaan bumi dimana proses fisik, kimia dan
biologi berbeda dengan daerah yang berbatasan dengannya !elley, "#$$%& !edangkan menurut
'oggs "##(% lingkungan pengendapan adalah karakteristik dari suatu tatanan geomorfik dimana
proses fisik, kimia dan biologi berlangsung yang menghasilkan suatu )enis endapan sedimen
tertentu& Ni*hols "###% menambahkan yang dimaksud dengan proses tersebut adalah proses
yang berlangsung selama proses pembentukan, transportasi dan pengendapan sedimen&
Perbedaan fisik dapat berupa elemen statis ataupun dinamis& Elemen statis antara lain geometri
*ekungan, material endapan, kedalaman air dan suhu, sedangkan elemen dinamis adalah energi,
ke*epatan dan arah pengendapan serta +ariasi angin, ombak dan air& ,ermasuk dalam perbedaan
kimia adalah komposisi dari *airan pemba-a sedimen, geokimia dari batuan asal di daerah
tangkapan air oksidasi dan reduksi Eh%, keasaman Ph%, salinitas, kandungan karbon dioksida
dan oksigen dari air, presipitasi dan solusi mineral%& !edangkan perbedaan biologi tentu sa)a
perbedaan pada fauna dan flora di tempat sedimen diendapkan maupun daerah sepan)ang
per)alanannya sebelum diendapkan&
Permukaan bumi mempunyai morfologi yang sangat beragam, mulai dari pegunungan, lembah
sungai, pedataran, padang pasir desert%, delta sampai ke laut& Dengan analogi pembagian ini,
lingkungan pengendapan se*ara garis besar dapat dibagi men)adi tiga kelompok, yakni darat
misalnya sungai, danau dan gurun%, peralihan atau daerah transisi antara darat dan laut. seperti
delta, lagun dan daerah pasang surut% dan laut& 'anyak penulis membagi lingkungan
pengendapan berdasarkan +ersi masing/masing& !elley "#$$% misalnya, membagi lingkungan
pengendapan men)adi 0 bagian besar1 darat, peralihan dan laut & Namun beberapa penulis lain
membagi lingkungan pengendapan ini langsung men)adi lebih rin*i lagi& Lingkungan
pengendapan tidak akan dapat ditafsirkan se*ara akurat hanya berdasarkan suatu aspek fisik dari
batuan sa)a& 2aka dari itu untuk menganalisis lingkungan pengendapan harus ditin)au mengenai
struktur sedimen, ukuran butir grain si3e%, kandungan fosil bentuk dan )e)aknya%, kandungan
mineral, runtunan tegak dan hubungan lateralnya, geometri serta distribusi batuannya&
4asies merupakan bagian yang sangat penting dalam mempela)ari ilmu sedimentologi& 'oggs
"##(% mengatakan bah-a dalam mempela)ari lingkungan pengendapan sangat penting untuk
memahami dan membedakan dengan )elas antara lingkungan sedimentasi sedimentary
en+ironment% dengan lingkungan fa*ies fa*ies en+ironment%& Lingkungan sedimentasi di*irikan
oleh sifat fisik, kimia dan biologi yang khusus yang beroperasi menghasilkan tubuh batuan yang
di*irikan oleh tekstur, struktur dan komposisi yang spesifik& !edangkan fa*ies menun)uk kepada
unit stratigrafi yang dibedakan oleh litologi, struktur dan karakteristik organik yang terdeteksi di
lapangan& Kata fasies didefinisikan yang berbeda/beda oleh banyak penulis& Namun demikian
umumnya mereka sepakat bah-a fasies merupakan *iri dari suatu satuan batuan sedimen& 5iri/
*iri ini dapat berupa *iri fisik, kimia dan biologi, seperti ukuran tubuh sedimen, struktur sedimen,
besar dan bentuk butir, -arna serta kandungan biologi dari batuan sedimen tersebut& !ebagai
*ontoh, fasies batupasir sedang bersilangsiur *ross/bed medium sandstone fa*ies%& 'eberapa
*ontoh istilah fasies yang dititikberatkan pada kepentingannya1
Litofasies1 didasarkan pada *iri fisik dan kimia pada suatu batuan 'iofasies1 didasarkan pada
kandungan fauna dan flora pada batuan Iknofasies1 difokuskan pada fosil )e)ak dalam batuan
'erbekal pada *iri/*iri fisik, kimia dan biologi dapat dikonstruksi lingkungan dimana suatu
runtunan batuan sedimen diendapkan& Proses rekonstruksi tersebut disebut analisa fasies&
Klasifikasi lingkungan pengendapan !elley, "#$$%
"& ,erestrial Padang pasir desert%
6& Glasial
0& Daratan
7& !ungai
(& En*er a8ueous% 9a-a paludal%
:& Lakustrin
;& Delta
$& Peralihan
#& Estuarin
"<& Lagun
""& Litoral intertidal%
"6& 9eef
"0& Laut
"7& Neritik kedalaman </6<< m%
"(& 'atial kedalaman 6<</6<<< m%
":& Abisal kedalaman = 6<<< m%
LINGKUNGAN SUNGAI
'erdasarkan morfologinya sistem sungai dikelompokan men)adi 7 tipe sungai, sungai lurus
straight%, sungai teranyam braided%, sungai anastomasing, dan sungai kekelok meandering%&
Gambar 1 Klasifikasi !ungai
"& !ungai Lurus !traight%
!ungai lurus umumnya berada pada daerah bertopografi ter)al mempunyai energi aliran kuat atau
deras& Energi yang kuat ini berdampak pada intensitas erosi +ertikal yang tinggi, )auh lebih besar
dibandingkan erosi mendatarnya& Kondisi seperti itu membuat sungai )enis ini mempunyai
pengendapan sedimen yang lemah, sehingga alirannya lurus tidak berbelok/belok lo-
sinuosity%& Karena kemampuan sedimentasi yang ke*il inilah maka sungai tipe ini )arang yang
meninggalakan endapan tebal& !ungai tipe ini biasanya di)umpai pada daerah pegunungan, yang
mempunyai topografi ta)am& !ungai lurus ini sangat )arang di)umpai dan biasanya di)umpai pada
)arak yang sangat pendek&
6& !ungai Kekelok 2eandering%
!ungai kekelok adalah sungai yang alirannya berkelok/kelok atau berbelok/belok & Leopold dan
>olman "#(;% dalam 9eine*k dan !ingh "#$<% menyebut sungai meandering )ika sinuosity/
nya lebih dari "&(& Pada sungai tipe ini erosi se*ara umum lemah sehingga pengendapan sedimen
kuat& Erosi horisontalnya lebih besar dibandingkan erosi +ertikal, perbedaan ini semakin besar
pada -aktu ban)ir& ?al ini menyebabkan aliran sungai sering berpindah tempat se*ara mendatar&
Ini ter)adi karena adanya pengikisan tepi sungai oleh aliran air utama yang pada daerah kelokan
sungai pinggir luar dan pengendapan pada kelokan tepi dalam& Kalau proses ini berlangsung
lama akan mengakibatkan aliran sungai semakin bengkok& Pada kondisi tertentu bengkokan ini
terputus, sehingga ter)adinya danau bekas aliran sungai yang berbentuk tapal kuda atau o@bo-
lake&
0& !ungai ,eranyam 'raided%
!ungai teranyam umumnya terdapat pada daerah datar dengan energi arus alirannya lemah dan
batuan di sekitarnya lunak& !ungai tipe ini ber*irikan debit air dan pengendapan sedimen tinggi&
Daerah yang rata menyebabkan aliran dengan mudah belok karena adanya benda yang
merintangi aliran sungai utama&
,ipe sungai teranyam dapat dibedakan dari sungai kekelok dengan sedikitnya )umlah lengkungan
sungai, dan banyaknya pulau/pulau ke*il di tengah sungai yang disebut gosong& !ungai teranyam
akan terbentuk dalam kondisi dimana sungai mempunyai fluktuasi dis*hard besar dan *epat,
ke*epatan pasokan sedimen yang tinggi yang umumnya berbutir kasar, tebing mudah tererosi dan
tidak kohesif 5ant, "#$6%& 'iasanya tipe sungai teranyam ini diapit oleh bukit di kiri dan
kanannya& Endapannya selain berasal dari material sungai )uga berasal dari hasil erosi pada
bukit/bukit yang mengapitnya yang kemudian terba-a masuk ke dalam sungai& 9untunan
endapan sungai teranyam ini biasanya dengan pemilahan dan kelulusan yang baik, sehingga
bagus sekali untuk batuan -aduk reser+oir%&
Umumnya tipe sungai teranyam didominasi oleh pulau/pulau ke*il gosong% berbagai ukuran
yang dibentuk oleh pasir dan krikil& Pola aliran sungai teranyam terkonsentrasi pada 3ona aliran
utama& Aika sedang ban)ir sungai ini banyak material yang terba-a terhambat pada tengah sungai
baik berupa batang pepohonan ataupun ranting/ranting pepohonan& Akibat sering ter)adinya
ban)ir maka di sepan)ang bantaran sungai terdapat lumpur yang mendominasi hampir di
sepan)ang bantaran sungai&
7& !ungai Anastomasing
!ungai anastomasing ter)adi karena adanya dua aliran sungai yang ber*abang/*abang, dimana
*abang yang satu dengan *abang yang lain bertemu kembali pada titik dan kemudian bersatu
kembali pada titik yang lain membentuk satu aliran& Energi alir sungai tipe ini rendah& Ada
perbedaan yang )elas antara sungai teranyam dan sungai anastomosing& Pada sungai teranyam
braided%, aliran sungai menyebar dan kemudian bersatu kembali menyatu masih dalam lembah
sungai tersebut yang lebar& !edangkan untuk sungai anastomasing adalah beberapa sungai yang
terbagi men)adi beberapa *abang sungai ke*il dan bertemu kembali pada induk sungai pada )arak
tertentu & Pada daerah onggokan sungai sering diendapkan material halus dan biasanya ditutupi
oleh +egetasi&
LACUSTRIN
La*ustrin atau danau adalah suatu lingkungan tempat berkumpulnya air yang tidak berhubungan
dengan laut& Lingkungan ini ber+ariasi dalam kedalaman, lebar dan salinitas yang berkisar dari
air ta-ar hingga hipersaline& Pada lingkungan ini )uga di)umpai adanya delta, barried island
hingga kipas ba-ah air yang diendapkan dengan arus turbidit& Danau )uga mengendapkan
klastika dan endapan karbonat termasuk oolit dan terumbu dari alga& Pada daerah beriklim kering
dapat terbentuk endapan e+aporit& Endapan danau ini dibedakan dari endapan laut dari
kandungan fosil dan aspek geokimianya&
Danau dapat terbentuk melalui beberapa mekanisme, yaitu berupa pergerakan tektonik sebagai
pensesaran dan pemekaran. proses glasiasi seperti i*e s*ouring, i*e damming dan moraine
damming penyumbatan oleh batu%. pergerakan tanah atau hasil dari aktifitas +olkanik sebagai
penyumbatan la+a atau danau ka-ah hasil peledakan&
Bisher "#:(% dan Kukal "#;"% dalam selley "#$$% membagi lingkungan la*ustrin men)adi dua
yaitu danau permanen dan danau ephemeral & Danau permanen mempunyai 7 model dan danau
ephemeral mempunyai 6 model seperti yang terlihat pada gambar&
Gambar 1 Profil La*ustrine
DANAU PERMANEN
Danau permanen model pertama adalah danau yang terisi oleh endapan klastika yang terletak di
daerah pegunungan& Danau ini mempunyai hubungan dengan lingkungan delta sungai yang
berkembang ke arah danau dengan mengendapkan pasir dan sedimen suspensi berukuran halus&
5iri dari endapan danau ini dan )uga endapan model lainnya adalah berupa +ar+e yaitu laminasi
lempung yang reguler& Pada endapan danau periglasial, +ar+es berbentuk perselingan antara
lempung dan lanau& Lanau diendapkan pada saat men*airnya es, sedangkan lempung diendapkan
pada musim dingin dimana tidak ada air sungai yang mengallir ke danau& 5ontoh danau ini
adalah Danau 5ostan*e dan Danau Cug di Pegunungan Alpen&
Danau permanen model kedua adalah danau yang terletak di dataran rendah dengan iklim yang
hangat& 2aterial yang diba-a oleh sungai dalam )umlah yang sedikit& Endapan karbonat
terbentuk pada daerah yang )auh dari mulut sungai disekitar pantai& 5angkang/*angkang
molluska di)umpai pada endapan pantai, yang dapat membentuk kalkarenit )ika energi
gelombang *ukup besar& Kearah dalam di)umpai adanya ganggang merah berkomposisi
gampingan& 5ontoh danau ini adalah Danau !*honau di Aerman dan Danau Great Ploner di
Kanada !elatan&
Danau permanen model ketiga adalah danau dengan endapan sapropelite lempung kaya akan
organik% pada bagian dalam yang dikelilingi oleh karbonat di daerah dangkal& Endapan pantai
berupa ganggang dan molluska&
Danau permanen model ke empat di*irikan oleh adanya marsh pada daerah dangkal yang kearah
dalam men)adi sapropelite& 5ontoh dari danau ini adalah Danau Gytta di Utara Kanada&
DANAU EP?E92AL
Danau ephemeral adalah danau yang terbentuk dalam )angka -aktu yang pendek di daerah gurun
dengan iklim yang panas& ?u)an hanya ter)adi sesekali dalam setahun&
Danau playa antar/gunung pada bagian dekat pegunungan berupa fan allu+ial piedmont yang
kearah luar berubah men)adi pasir dan lempung& 5iri dari danau playa ini adalah lempung
ber-arna merah/*oklat yang setempat disisipi oleh lanau dan gamping& 5ontoh danau ini adalah
Danau Da !aleb dan Da Disi di Aordania&
Karena adanya pengaruh e+aporasi, danau ephemeral ini dapat membentuk endapan e+aporite
pada lingkungan sabkha& 5ontoh dari danau ini adalah Danau !oda di Amerika Utara dan di
Gurun !ahara dan Arab&
LAGUN ( LAGOON )
Lagun adalah suatu ka-asan berair dangkal yang masih berhubungan dengan laut lepas, dibatasi
oleh suatu punggungan meman)ang barrier% dan relatif se)a)ar dengan pantai Gambar BII&"(%&
2aka dari itu lagun umumnya tidak luas dan dangkal dengan energi rendah& 'eberapa lagun
yang dianggap besar, misalnya Lee-ard Lagoon di 'ahama luasnya hanya "<&<<< km dengan
kedalaman E "< m Aordan, "#;$, dalam 'ru*e >& !ell-ood, "##<%&
Akibat terhalang oleh tanggul, maka pergerakan air di lagun dipengaruhi oleh arus pasang surut
yang keluarFmasuk le-at *elah tanggul inlet%& Ka-asan tersebut se*ara klasik dikelompokkan
sebagi daerah peralihan darat / laut Petti)ohn, "#(;%, dengan salinitas air dari ta-ar fresh -ater%
sampai sangat asin hypersalin%& Keragaman salinitas tersebut akibat adanya pengaruh kondisi
hidrologi, iklim dan )enis material batuan yang diendapkan di lagun& Lagun di daerah kering
memiliki salinitas yang lebih tinggi dibanding dengan lagun di daerah basah humid%, hal ini
dikarenakan kurangnya air ta-ar yang masuk ke daerah itu&
'erdasarkan batasan/batasan tersebut diatas maka batuan sedimen lagun sepintas kurang berarti
dalam aspek geologi& Akan tetapi bila diamati lebih rin*i mengenai aspek lingkungan
pengendapannya, lagun akan dapat bertindak sebagai penyekat perangkap stratigrafi minyak&
,ransportasi material sedimen di lagun dilakukan oleh, air pasang energi ombak, angin yang
dengan sendirinya dikendalikan iklim sehingga akan mempengaruhi kondisi biologi dan kimia
lagun& Endapan delta tidal delta% dapat terbentuk dibagian u)ung alur pemisah tanggul, yaitu
didalam lagun atau dibagian laut terbuka 'oggs, "##(%& 2aterial delta tersebut agak kasar
sebagai sisipan pada fraksi halus, yaitu bila ter)adi aktifitas gelombang besar yang mengerosi
tanggul dan terendapkan di lagun melalui *elah tersebut&
Bentuk dan Genesa Lagun
'entuk dan genesa lagun berkaitan erat dengan genesa tanggul barrier%, sehingga dalam hal ini
men*irikan pula kondisi geologi dan fisiografi daerah lagun& 'entuk lagun umunnya meman)ang
relatif se)a)ar dengan garis panti sedangkan yang dibatasi oleh atol reef bentuk lagunnya relatif
melingkar&
'entuk lagun yang meman)ang se)a)ar garis pantai ter)adi apabila tanggul relatif se)a)ar dengan
garis pantai yang disusun oleh reef ataupun berupa sedimen klasik yang lain misalnya satuan
batu pasir& Lagun yang dibatasi atol reef terbentuk relatip bersamaan dengan pembentukan atol,
akibat proses penurunan dasar *ekungan tempat reef tumbuh% ke*epatnya seimbang dengan
pembentukan reef&
Kondisi muka/laut )uga berpengaruh terhadap lagun& Pada laut yang konstan maka dibagian
ba-ah lagun akan terendapkan sedimen klastik halus yang kemudian ditutupi oleh ra-a / ra-a
dengan ketebalan men*apai setengah tinggi air pasang& Kontak antara batuan sedimen dan batuan
di ba-ahnya adalah hori3ontal& !atuan batuan fraksi halus dengan sisipan batubara muda peat%
di daerah ra-a akan berhubungan saling men)ari dengan batupasir di daerah tanggul& !elain itu
batuan sedimen lagun yang menebal ke atas dan menumpang di bagian atas shorefa*e biasanya
ter)adi menyertai proses transgresi& Lagun )uga dapat terbentuk pada daerah tektonik estuarine
4airbridge 9>, "#$< dalam 'oggs, "##(% yang disebabkan oleh akti+itas tektonik sehingga
ter)adi pengangkatan di bagian tepi pantai dan membelakangi bagian rendahan yang membentuk
lagun&
Lingkungan Pengendapan
Lingkungan lagun karena ada tanggul maka berenergi rendah sehingga material yang diendapkan
berupa fraksi halus, kadang )uga di)umpai batupasir dan batulumpur& 'eberapa lagun yang tidak
bertindak sebagai muara sungai, maka material yang diendapkan didominasi oleh material marin&
2aterial pengisi lagun dapat berasal dari erosi barrier -ash o+er% yang berukuran pasir dan
lebih kasar& Apabila ada penghalang berupa reef, dapat )uga di)umpai pe*ahan/pe*ahan *angkang
di bagian ba*kbarier atau di tidal delta& Akibat angin partikel halus dari tanggul dapat terangkut
dan diendapkan di lagun& Angin tersebut dapat )uga menyebabkan ter)adinya gelombang pasang
yang menerpa garis pantai dan menimbulkan energi tinggi sehingga ter)adi pengikisan dan
pengendapan fraksi kasar& !truktur sedimen yang berkembang umumnya pe)al pada
batulempung abu/abu gelap% dengan sisipan tipis batupasir halus batulempung 4ormasi Lidah di
Kendang ,imur%, gelembur / gelombang dengan beberapa internal small s*ale *ross lamination
yang melibatkan batulempung pasiran& !truktur bioturbasi sering di)umpai pada batulempung
pasiran siltstone% yang bersisipan batupasir dibagian dasar lagun 'oggs, "##(%& 'atupasir
tersebut ditafsirkan sebagai hasil endapan angin, umumnya berstruktur perarian se)a)ar dan
kadang )uga berstruktur ripple *ross/lamination&
DELTA
Ga!a" # Lingkungan De$ta
Kata Delta digunakan pertama kali oleh 4ilosof Gunani yang bernama ?erodotus pada tahun 7#<
!2, dalam penelitiannya pada suatu bidang segitiga yang dibentuk oleh oleh allu+ial pada muara
!ungai Nil&
!ebagian besar Delta modern saat ini berbentuk segitiga dan sebagian besar bentuknya tidak
beraturan & 'ila dibandingkan dengan Delta yang pertama kali dinyatakan oleh ?erodotus pada
sungai nil& Ada istilah lain dari Delta adalah seperti yang dikemukakan oleh Elliot dan
'hata*harya Allen, "##7% adalah HDis*rette shoreline proturberan*e formed -hen a ri+er enters
an o*ean or other large body of -aterI&
Proses pembentukan delta adalah akibat akumulasi dari sedimen flu+ial sungai% pada
Hla*ustrineI atau Hmarine *oastlineI& Delta merupakan sebuah lingkungan yang sangat komplek
dimana beberapa faktor utama mengontrol proses distribusi sedimen dan morfologi delta, faktor/
faktor tersebut adalah regime sungai, pasang surut tide%, gelombang, iklim, kedalaman air dan
subsiden ,u*ker, "#$"%& Untuk membentuk sebuah delta, sungai harus mensuplai sedimen
se*ara *ukup untuk membentuk akumulasi aktif, dalam hal ini prograding system& !e*ara
sederhana ini berarti bah-a )umlah sedimen yang diendapkan harus lebih banyak dibandingkan
dengan sedimen yang terkena dampak gelombang dan pasang surut& Dalam beberapa kasus,
pengendapan sedimen flu+ial ini banyak berubah karena faktor diatas, sehingga banyak
ditemukan +ariasi karakteristik pengendapan sedimennya, meliputi distributary *hannels, ri+er/
mouth bars, interdistributary bays, tidal flat, tidal ridges, bea*hes, eolian dunes, s-amps,
marshes dan e+a+orites flats 5oleman, "#$6%&
Ketika sebuah sungai memasuki laut dan ter)adi penurunan ke*epatan se*ara drastis, yang
diakibatkan bertemunya arus sungai dengan gelombang, maka endapan/endapan yang diba-anya
akan terendapkan se*ara *epat dan terbentuklah sebuah delta&
Deposit endapan% pada delta purba telah diteliti dalam urutan umur stratigrafi, dan sedimen yang
ada di delta sangat penting dalam pen*arian minyak, gas, batubara dan uranium& Delta / delta
modern saat ini berada pada semua kontinen ke*uali Antarti*a& 'entuk delta yang besar
diakibatkan oleh sistem drainase yang aktif dengan kandungan sedimen yang tinggi&
Klasifikasi dan pengendapan delta
'erdasarkan sumber endapannya, se*ara mendasar delta dapat dibedakan men)adi dua )enis
Neme*, "##< dalam 'oggs, "##(%, yaitu1
"& Non Allu+ial Delta
a& Pyroklastik delta
b& La+a delta
6& Allu+ial Delta
a& 9i+er Delta
Pembentukannya dari deposit sungai tunggal&
b& 'raidplain Delta
Pembentukannya dari sistem deposit aliran HteranyamI
*& Allu+ial fan Delta
Pembentukannya pada lereng yang *uram dikaki gunung yang luas yang diba-a air&
d& !*ree/apron deltas
,erbentuk ketika endapan s*ree memasuki air&
Pada tahun "#;(, 2&J ?ayes Allen K 5oadou, "#$6% mengemukakan sebuah konsep tentang
klasifikasi *oastal yang didasarkan pada hubungan antara kisaran pasang surut mikrotidal,
mesotidal dan makrotidal% dan proses sedimentologi& Pada tahun "#;(, Gallo-ay Allen K
5oadou, "#$6% menggunakan konsep in dalam penerapannya terhadap alu+ial delta, sehingga
disimpulkan klasifikasi delta berdasarkan pada delta front regime dibagi men)adi tiga , yaitu 1
"& 4lu+ial/dominated Delta
6& ,ide/dominated Delta
0& >a+e/dominated Delta
4isiografi Delta
'erdasarkan fisiografinya, delta dapat diklasifikasikan men)adi tiga bagian utama , yaitu 1
"& Delta plain
6& 4ront Delta
0& Prodelta

Gambar 1 4isografi Delta dan Litologi
Gambar 1 Gambar 1 4isografi Delta dan Litologi
Delta plain
Delta plain merupakan bagian kearah darat dari suatu delta& Umumnya terdiri dari endapan
marsh dan ra-a yang berbutir halus seperti serpih dan bahan/bahan organik batubara%& Delta
plain merupakan bagian dari delta yang karakteristik lingkungannya didominasi oleh proses
flu+ial dan tidal& Pada delta plain sangat )arang ditemukan adanya akti+itas dari gelombang yang
sangat besar& Daerah delta plain ini ditoreh in*ised% oleh flu+ial distributaries dengan kedalaman
berkisar dari ( L 0< m& Pada distributaries *hannel ini sering terendapkan endapan batupasir
*hannel/fill yang sangat baik untuk reser+oir Allen K 5oadou, "#$6%&
Delta front
Delta front merupakan daerah dimana endapan sedimen dari sungai bergerak memasuki
*ekungan dan berasosiasiFberinteraksi dengan proses *ekungan basinal%& Akibat adanya
perubahan pada kondisi hidrolik, maka sedimen dari sungai akan memasuki *ekungan dan ter)adi
penurunan ke*epatan se*ara tiba/tiba yang menyebabkan diendapkannya material/material dari
sungai tersebut& Kemudian material/material tersebut akan didistribusikan dan dipengaruhi oleh
proses basinal& Umumnya pasir yang diendapkan pada daerah ini terendapkan pada distributary
inlet sebagai bar& Konfigurasi dan karakteristik dari bar ini umumnya sangat *o*ok sebagai
reser+oir, didukung dengan akti+itas laut yang mempengaruhinya Allen K 5oadou, "#$6%&
Prodelta
Prodelta adalah bagian delta yang paling men)auh kearah laut atau sering disebut pula sebagai
delta front slope& Endapan prodelta biasanya di*irikan dengan endapan berbutir halus seperti
lempung dan lanau& Pada daerah ini sering ditemukan 3ona lumpur mud 3one% tanpa kehadiran
pasir& 'atupasir umumnya terendapkan pada delta front khususnya pada daerah distributary inlet,
sehingga pada daerah prodelta hanya diendapkan suspensi halus& Endapan/endapan prodelta
merupakan transisi kepada shelf/mud deposite& Endapan prodelta umumnya sulit dibedakan
dengan shelf/mud deposite& Keduanya hanya dapat dibedakan ketika adanya suatu data runtutan
+ertikal dan horisontal yang baik 9eine*k K !ingh, "#$<%&
E!,UA9IN
'eberapa ahli geologi mengemukakan beberapa pengertian yang berma*am/ma*am tentang
estuarin& Prit*hard, "#:; 9eine*k K !ingh, "#$<% mengemukakan bah-a estuarin adalah Ha
semi/en*losed *oastal body of -ater -hi*h has a free *onne*tion -ith the open sea and -ithin
-hi*h sea -ater is measurably diluted -ith fresh -ater deri+ed from land drainageI& Ada dua
faktor penting yang mengontrol akti+itas di estuarin, yaitu +olume air pada saat pasang surut dan
+olume air ta-ar fresh -ater% serta bentuk estuarin& Endapan sedimen pada lingkungan estuarin
diba-a dua akti+itas, yaitu oleh arus sungai dan dari laut terbuka& ,ranspor sedimen dari laut
lepas akan sangat tergantung dari rasio besaran tidal dan disharge sungai& Estuarin
diklasifikasikan men)adi tiga daerah yaitu 1
"& 2arine atau lo-er estuarin, yaitu estuarine yang se*ara bebas berhubungan dengan laut bebas,
sehingga karakteristik air laut sangat terasa pada daerah ini&
6& 2iddle estuarin, yaitu daerah dimana ter)adi per*ampuran antara fresh -ater dan air asin
se*ara seimbang&
0& 4lu+ial atau upper estuarin, yaitu daerah estuarin dimana fresh -ater lebih mendominasi,
tetapi tidal masih masih berpengaruh harian%
2arine atau lo-er estuarin adalah estuarine yang se*ara bebas berhubungan dengan laut bebas,
sehingga karakteristik air laut sangat terasa pada daerah ini& Daerah dimana ter)adi per*ampuran
antara fresh -ater dan air asin se*ara seimbang disebut middle estuarin& !edangkan flu+ial atau
upper estuarin, yaitu daerah estuarin dimana fresh -ater lebih mendominasi, tetapi tidal masih
masih berpengaruh harian%& 4riendman K !anders "#;$% dalam 9eine*k K !ingh
mengungkapkan bah-a pada flu+ial estuarin konsentrasi suspensi yang terendapkan lebih ke*il
M":<mgFl% dibanding pada sungai yang membentuk delta& Gambar BII&0" !kema system
lingkungan pengendapan estuarin yang sangat dipengaruhi gelombang Dalrymple, "##6%
'erdasarkan akti+itas dari tidal yang mempengaruhinya, estuarin dapat diklasifikasikan men)adi
tiga ?ayes, "#;: dalam 9eading, "#;$%, yaitu 1
"& 2ikrotidal estuarin
6& 2esotidal estuarin
0& 2akrotidal estuarin
Pada mikrotidal estuarin, perkembangan daerahnya sering ditandai dengan kemampuan disharge
dari sungai untuk menahan arus tidal yang masuk ke dalam sungai, meskipun kadang/kadang
pada saat disharge sungai sangat ke*il, arus tidal dapat masuk sampai ke sungai& Pada mesotidal
estuarin, efekti+itas dari tidal lebih efektif dibanding pada mikrotidal, khususnya ini ter)adi pada
sungai bagian ba-ah& Pada makrotidal estuarin sering ditemukan funnel shaped dan linier tidal
sand ridges& Arus tidal sangat efektif dalam sirkulasi daerah ini, serta endapan suspensi
umumnya diendapkan pada dataran flats% intertidal pada daerah batas estuarin 9eading, "#;$%&
Endapan pada daerah estuarin umumnya aggradational dengan alas biasanya berupa lapisan
erosional hasil s*our pada mulut sungai& ?al ini berbeda dengan endapan delta yang umumnya
progadational yang sering menun)ukan urutan mengkasar keatas& Pada daerah estuarin yang
sangat dipengaruhi oleh tidal, endapannya akan sangat sulit dibedakan dengan daerah lingkungan
pengendapan tidal, untuk membedakannya harus didapat informasi dan runtunan endapan se*ara
lengkap Ni*hols, "###%&
,IDAL 4LA,
,idal flat merupakan lingkungan yang terbentuk pada energi gelombang laut yang rendah dan
umumnya ter)adi pada daerah dengan daerah pantai mesotidal dan makrotidal& Pasang surut
dengan amplitudo yang besar umumnya ter)adi pada pantai dengan permukaan air yang sangat
besarFluas& Danau dan *ekungan laut ke*il yang terpisah dari laut terbuka biasanya hanya
mengalami efek yang ke*il dari pasang surut ini, seperti pada laut mediterania yang ketinggian
pasang surutnya hanya berkisar dari "< L 6< *m& Luas dari daerah tidal flat ini berkisar antara
beberapa kilometer sampai 6( km 'oggs, "##(%& 'erdasarkan pada ele+asinya terhadap tinggi
rendahnya pasang surut, lingkungan tidal flat dapat dibagi men)adi tiga 3ona, yaitu subtidal,
intertidal dan supratidal & Pembagian serta hubungan antara 3ona/3ona pada lingkungan tidal flat
'oggs, "##(% Cona subtidal meliputi daerah diba-ah rata/rata le+el pasang surut yang rendah
dan biasanya selalu digenangi air se*ara terus menerus& Cona ini sangat dipengaruhi oleh tidal
*hannel dan pengaruh gelombang laut, sehingga pada daerah ini sering diendapkan bedload
dengan ukuran pasir sand flat%& Pada 3ona ini sering terbentuk subtidal bar dan shoal&
Pengendapan pada daerah subtidal utamanya ter)adi oleh akresi lateral dari sedimen pasiran pada
tidal *hannel dan bar& 2igrasi pada tidal *hannel ini sama dengan yang ter)adi pada lingkungan
sungai meandering& Cona intertidal meliputi daerah dengan le+el pasang surut rendah sampai
tinggi& Endapannya dapat tersingkap antara satu atau dua kali dalam sehari, tergantung dari
kondisi pasang surut dan angin lokal& Pada daerah ini biasanya tidak tumbuh +egetasi yang baik,
karena adanya aktifitas air laut yang *ukup sering 'oggs, "##(%& Karena intertidal merupakan
daerah perbatasan antara pasang surut yang tinggi dan rendah, sehinnga merupakan daerah
pen*ampuran antara akresi lateral dan pengendapan suspensi, maka daerah ini umumnya
tersusun oleh endapan yang berkisar dari lumpur pada daerah batas pasang surut tinggi sampai
pasir pada batas pasang surut rendah mi@ flat%& Pada daerah dengan pasang surut lemah disertai
adanya akti+itas ombak pada endapan pasir intertidal dapat menyebabkan terbentuknya asimetri
dan simetri ripples& 4a*ies intertidal didominasi oleh perselingan lempung, lanau dan pasir yang
memperlihatkan struktur flaser, -a+y dan lapisan lentikular& 4a*ies seperti ini menun)ukan
adanya fluktuasi yang konstan dengan kondisi energi yang rendah 9eading, "#;$% Cona
supratidal berada diatas rata/rata le+el pasang surut yang tinggi& Karena letaknya yang lebih
dominan ke arah darat, 3ona ini sangat dipengaruhi oleh iklim& Pada daerah sedang, daerah ini
kadang/kadang ditutupi oleh endapan marsh garam , dengan perselingan antara lempung dan
lanau mud flat% serta sering terkena bioturbasi skolithtos%& Pada daerah beriklim kering sering
terbentuk endapan e+aporit flat& Daerah ini umumnya ditoreh oleh tidal *hannel in*ised tidal
*hannel% yang memba-a endapan bedload di sepan)ang alur sungainya& Pengendapan pada tidal
*hannel umumnya sangat dipengaruhi oleh arus tidal sendiri, sedangkan pada daerah datar di
sekitarnya tidal flat%, pengendapannya akan dipengaruhi pula oleh akti+itas dari gelombang
yang diakibatkan oleh air ataupun angin& !uksesi endapan pada lingkungan tidal flat umumnya
memperlihatkan sistem progadasi dengan penghalusan ke atas sebagai refleksi dari batupasir
pada pasang surut rendah subtidal% ke lumpur pada pasang surut tinggi supratidal dan intertidal
bagian atas%& 'lok diagram silisiklastik pada lingkungan tidal flat Dalrymple, "##6 dalam
>alker K Aames, "##6%
Gambar 1 2odel ,idal 4lat, ,u*ker
Gambar 1 2odel Lain Dari ,idal 4lat
NE9I,IK !helf En+ironment%
Daerah shelf merupakan daerah lingkungan pengendapan yang berada diantara daerah laut
dangkal sampai batas shelf break & ?e*kel "#:;% dalam 'oggs "##(% membagi lingkungan
shelf ini men)adi dua )enis, perikontinental marginal% dan epikontinental epeiri*%&
Perikontinental shelf adalah lingkungan laut dangkal yang terutama menempati daerah di sekitar
batas kontinen transitional *rust% shelf dengan laut dalam& Perikontinental seringkali kehilangan
sebagian besar dari endapan sedimennya pasir dan material berbutir halus lainnya%, karena
endapan/endapan tersebut bergerak memasuki laut dalam dengan proses arus traksi dan
pergerakan gra+iti gra+ity mass mo+ement%& Karena keberadaannya di daerah kerak transisi
transitional *rust%, perikontinental )uga sering menun)ukan penurunan subsiden*e% yang besar,
khususnya pada tahap a-al pembentukan *ekungan, yang dapat mengakibatkan terbentuknya
endapan yan tebal pada daerah ini Einsele, "##6%& !edangkan epikontinental adalah lingkungan
laut yang berada pada daerah kontinen daratan% dengan sisi/sisinya dibatasi oleh beberapa
daratan& Daerah ini biasanya dibentuk )auh dari pusat badai storm% dan arus laut, sehingga
seringkali terproteksi dengan baik dari kedua pengaruh tersebut& Aika sebagian dari daerah epeiri*
ini tertutup, maka ini akan semakin tidak dipengaruhi oleh gelombang dan arus tidal&
!kema penampang lingkungan pengendapan laut 'oggs, "##(% Ada enam faktor yang
mempengaruhi proses sedimentasi pada lingkungan shelf 9eading, "#;$%, yaitu 1 "& ke*epatan
dan tipe suplai sedimen 6& tipe dan intensitas dari hidrolika regime shelf 0& fluktuasi muka air
laut 7& iklim (& interaksi binatang L sedimen :& faktor kimia Pasir shelf modern sebagian besar
;<N% adalah berupa reli*t sedimen, meskipun kadang/kadang daerah shelf ini menerima se*ara
langsung suplai pasir dari luar daerah, seperti dari mulut sungai pada saat ban)ir dan dari pantai
pada saat badai Drake et al, "#;6 dalam 9eading, "#;$%& Endapan sedimen pada lingkungan
shelf modern umumnya sangat didominasi oleh lumpur dan pasir, meskipun kadang/kadang
di)umpai bongkah/bongkah reli*t pada beberapa daerah& Ada empat tipe arus *urrent% yang
mempengaruhi proses sedimentasi pada daerah shelf !-ift et al, "#;" dalam 'oggs, "##(%,
yaitu 1
"& Arus tidal
6& Arus karena badai storm%
0& Pengaruh gangguan arus lautan
7& Arus density
!ehingga berdasarkan pada proses yang mendominasinya, lingkungan shelf ini se*ara dibagi
men)adi dua tipe Ni*hols, "###%, yaitu shelf didominasi tidal tide dominated shel+es% dan shelf
didominasi badai storm dominated shel+es%& Pada lingkungan shelf modern pada umumnya
tidak ada yang didominasi oleh pengaruh arus density&
!helf yang didominasi oleh arus tidal ditandai dengan kehadiran tidal dengan ke*epatan berkisar
dari (< sampai "(< *mFdet 'oggs, "##(%& !edangkan 9eading "#;$% mengungkapkan bah-a
beberapa shelf modern mempunyai ketinggian tidal antara 0 L 7m dengan maksimum ke*epatan
permukaan arusnya antara :< sampai ="<< *mFdet& Endapan yang khas yang dihasilkan pada
daerah dominasi pasang surut ini adalah endapan/endapan re-orking in situ berupa linear ridge
batupasir sand ribbons%, sand -a+es dunes%, sand pat*hes dan mud 3ones& Jrientasi dari sand
ridges tersebut umumnya paralel dengan arah arus tidal dengan kemiringan pada daerah muka
sekitar (<& Umumnya batupasir pada shelf tide ini ditandai dengan kehadiran *ross bedding baik
berupa small/s*ale *ross bedding ataupun ripple *ross bedding&
!helf yang didominasi storm di*irikan dengan ke*epatan tidal yang rendah M6( mFdet%& Pada
daerah ini biasanya sangat sedikit ter)adi pengendapan sedimen berbutir kasar, ke*uali pada saat
ter)adi badai yang intensif& Kondisi storm dapat mempengaruhi sedimentasi pada kedalaman 6< L
(< m& pada saat ter)adi badai, daerah shelf ini men)adi area pengendapan lumpur dari suspensi&
2aterial klastik berbutir halus diba-a menu)u daerah ini dari mulut sungai dalam kondisi
suspensi oleh geostrphik dan arus yang disebabkan angin Ni*hols, "###%& !torm )uga dapat
mengakibatkan perubahan re-ork% pada dasar endapan sedimen yang telah diendapkan terlebih
dahulu& Pada suksesi daerah laut dangkal dengan pengaruh storm akan di*irikan dengan
simetrikal -a+e% laminasi bergelombang ripple%, hummo*ky dan stratifikasi horisontal yang
kadang/kadang tidak )elas terlihat karena prose bioturbasi&
$ J*eani* Deep/-ater En+ironment%
!ekitar ;<N daerah bumi ini merupakan daerah *ekungan laut dengan alas kerak samudra tipe
basaltis& Daerah *ekungan laut dalam merupakan daerah yang pada bagian atanya dibatasi oleh
lingkungan shelf pada 3ona break, se*ara topografi ditandai dengan kemiringan yang *uram
lebih besar% dibandingkan dengan shelf& 'erdasarkan dari fisiografinya, lingkungan laut dalam
ini dibagi men)adi tiga daerah yaitu,
"& *ontinental slope,
6& *ontinental rise dan
0& *ekungan laut dalam &
Prinsip elemen dari Kontinental margin Drake, 5&L dan 'urk, "#;7 dalam 'oggs, "##(% Lereng
benua *ontinental slope% dan *ontinental rise merupakan perpan)angan dari shelf break&
Kedalaman lereng benua bermula dari shelf break dengan kedalaman rata/rata "0< m sampai
dengan "(<</7<<< m& Kemiringan pada lereng benua ini sekitar 7<, -alaupun ada +ariasi pada
lingkungan delta 6<% dan pada lingkungan koral 7(<% 'oggs, "##(%& !edangkan kemiringan
pada *ontinental rise biasanya lebih ke*il dibandingkan kemiringan pada lereng benua& Karena
lerengnya yang *ukup *uram dibandingkan paparan, pada lereng benua ini sering merupakan
daerah dari pergerakan arus turbidit& 5ontinental rise biasanya tidak akan ada pada daerah
*on+ergen atau aktif margin dimana subduksi berlangsung& 2orfologi pada lereng benua ini
sering menun)ukan bentuk *embung, ke*uali pada daerah/daerah yang yang mempunyai stuktur
sangat aktif& Bolume endapan sedimen yang dapat men*apai lereng benua dan *ontinental rise ini
akan sangat bergantung pada lebarnya shelf dan )umlah sedimen yang ada& 5ontinental rise dan
*ekungan laut dalam membentuk sekitar $<N dari total dasar laut& 'agian lebih dalam dari
*ontinental slope dibagi men)adi dua fisiografi, yaitu 1
"& Lantai !amudra o*ean floor%, yang dikarakteristikan dengan kehadiran dataran abisal,
perbukitan abisal M " km% dan gunungapi laut = " km%
6& J*eani* 9idges
Dataran abisal merupakan daerah yang relatif sangat datar, kadang/kadang men)adi sedikit
bergelombang karena adanya seamount& 'eberapa dataran abisal )uga kadang/kadang terpotong
oleh *hannel/*hannel laut dalam& Pada pusat *ekungan laut dalam biasanya terendapkan sedimen
dari material pelagik& 2id/o*eani* ridges meman)ang se)auh :<&<<< km dan menutupi sekitar 0<
L 0(N dari luas lautan&
,ransport Laut Dalam
Aliran turbidit merupakan salah satu )enis aliran yang sangat banyak dilakukan ka)ian oleh para
peneliti& Aliran turbidit pada prinsipnya dapat ter)adi pada berbagai ma*am lingkungan
pengendapan, tetapi aliran turbidit lebih sering ditemukan pada lingkungan laut dalam& Pada
lingkungan laut dalam sebenarnya terdapat beberapa proses transpor yang dapat ter)adi 'oggs,
"##(%, yaitu 1
"& ,ransport suspensi dekat permukaan oleh air dan angin
6& ,ransport nepheloid/layer
0& ,ransport arus tidal pada submarine *anyon
7& Aliran sedimen gra+itasi
(& ,ranspor oleh arus geostrophi* *ontour
:& ,ransport oleh floating i*e
,ransport oleh aliran gra+itasi adalah transpor yang mendominasi dan banyak di)adikan ka)ian
se)ak beberapa tahun kebelakang& !edimen dengan aliran gra+itasi merupakan material/material
yang bergerak di ba-ah pengaruh gra+itasi& Aliran gra+itasi ini se*ara prinsip terbagi men)adi
empat tipe dengan karakteristik endapannya masing/masing&Keempat tipe tersebut adalah 1
"& Aliran arus turbidit
6& Aliran sedimen li8uefied
0& Aliran butiran Grain 4lo-%
7& Aliran Debris Debris 4lo-%
Kuenen dan 2igliori "#(<% dalam Allen "#;$% mem+isualisasikan aliran turbidit sebagai aliran
suspensi pasir dan lumpur dengan densitas yang tinggi serta gra+itasi men*apai ",( L 6,<& Ketika
aliran melambat dan *airan turbulen*e berkurang, maka aliran turbidit akan kelebihan beban, dan
diendapkanlah butiran/butiran kasar& 'eberapa per*obaan menun)ukan bah-a aliran turbidit
se*ara umum terbagi men)adi empat bagian, yaitu kepala, leher, tubuh dan ekor& Pengendapan
dengan aliran turbidit merupakan suatu proses yang sangat *epat, sehingga tidak ter)adi
pemilahan dari butiran se*ara baik, ke*uali pada grading yang normal pada sekuen 'ouma
Ni*hols, "###%& Pasir yang terendapkan oleh aliran turbidit umumnya lebih banyak berukuran
lempung, mereka sering diklasifikasikan sebagai -a*kes dalam klasifikasi Petti)ohn&
Kipas Laut Dalam
Ngarai *anyons% pada shelf merupakan tempat masuknya aliran air dan sedimen ke dalam laut
dalam Gambar BII& 0;%& ?al ini dapat dianalogikan dengan pembentukan allu+ial fan& Pada
setting laut dalam, morfologi kipas )uga dapat terbentuk, menyebar dari ngarai/ngarai dan
membentuk menyerupai keru*ut *one% pada lantai samudera& 2orfologi tersebut terkenal
dengan sebutan kipas ba-ah laut submarine fans%& Ukuran dari kipas ba-ah laut ini sangat
ber+ariasi, terbentang mulai dari beberapa kilometer sampai 6<<< km !to-, "#$(%&
Proses sedimentasi yang ter)adi pada kipas ba-ah laut ini umumnya didominasi oleh sistem
aliran turbidit yang memba-a material/material dari shelf melalui ngarai/ngarai& Proses
sedimentasi ini membentuk trend yang sangat umum, dimana material yang kasar akan
terendapkan dekat dengan sumber dan material yang halus akan terendapkan pada bagian distal
dari kipas& Kipas ba-ah laut modern dan turbidit purba terbagi ke dalam tiga bagian, pro@imal
upper fan%, medial mid fan% dan distal lo-er fan%&
Upper fan berada pada kedalaman beberapa meter sampai puluhan meter dengan lebar bisa
men*apai ratusan meter& Ke*epatan aliran yang sangat *epat pada daerah ini menyebabkan
endapan yang terbentuk berupa endapan tipis, tanpa struktur sedimen atau perlapisan batuan
yang kasar Ni*hols, "###%& Aika didasarkan pada sekuen endapan turbidit dari 'ouma, maka
pada daerah ini banyak ditemukan endapan dengan tipe sekuen HaI, sedangkan pada o+erbank
upper fan dan *hannel sering ditemukan sekuen 'ouma bagian atas ,*de atau ,de%& Pada daerah
mid fan, aliran turbidit menyebar dari bgian atas kipas upper fan%& Pada daerah ini endapan
turbidit membentuk lobe *uping% yang menutupi hampir seluruh daerah ini& Unit stratigrafi yang
terbentuk pada mid fan lobe ini, idealnya berupa sekuen mengkasar ke atas *oarsening/up% serta
adanya unit/unit *hannel& Pada mid fan lobe ini sering ditemukan sekuen boma se*ara lengkap H
,a/e dan ,b/eI& Kadang/kadang aliran turbidit yang mengalir dari upper fan dan melintasi mid
fan dapat pula men*apai daerah lo-er fan& Daerah lo-er fan merupakan daerah terluar dari kipas
ba-ah laut, dimana material yang diendapkan pada daerah ini umumnya berupa pasir halus,
lanau dan lempung& Lapisan tipis dari aliran turbidit ini akan membentuk di+isi ,*de dan ,de&
?emipelagi* sedimen akan bertambah pada daerah ini seiring dengan menurunnya proporsi
endapan turbidit Ni*hols, "###%&
!EDI2EN,A!I ANGIN
Di samping air, angin merupakan salah satu energi yang dapat mengikis dan mengangkut bahan/
bahan untuk diendapkan, khususnya pada daerah yang mempunyai iklim kering dan semi kering&
Angin ter)adi karena perbedaan temperatur antara dua daerah yang berbeda di muka bumi akibat
ketidakseragaman pemanasan kedua tempat oleh sinar matahari yang menimbulkan beda
tekanan& Kekuatan angin ditentukan oleh besarnya beda tekanan pada kedua tempat dan )arak
antara kedua tempat tersebut !ukendar Asikin, "#;$%& Kekuatan angin akan bertambah dengan
bertambahnya )arak& Gerakannya akan laminer )ika perlahan dan turbulen bila *epat& Endapan
sedimen yang berasal dari proses pengendapan oleh angin disebut endapan eolian&
PENGENDAPAN ANGIN
2enurut Allen "#;<%, endapan oleh angin eolian% dapat ter)adi pada 1
a& Daerah gurun, dimana iklimnya tropis, subtropis dan lintang tengah&
b& Daerah disekitar, out-ash plain pada endapan glasial dan tudung es pada daerah lintang tinggi&
*& Di daerah pantai, di pun*ak pulau penghalang barrier island% atau di muka pantai terbuka
dalam berbagai iklim&
Gurun ter)adi pada lintang tengah dan rendah yang berhubungan dengan daerah yang tertutup
dengan *urah hu)an dari 0< *m& Daerahnya kira/kira 6< N / 6(N dari total daratan sekarang
'oggs, "##(%& Gurun modern yang terbesar dengan pan)ang "6&<<< km dan lebar 0&<<< km
terletak antara Afrika Utara dan Asia ,engah& Dengan gurun lain yang luas adalah Australia
,engah, berukuran "(<< / 0<<< km& Gurun yang berukuran ke*il berada di Afrika baratdaya,
5hili / Peru dan Patagonia, dan di baratnya Afrika Utara&
Pelapukan di gurun ter)adi se*ara mekanis dan kimia-i& Pelapukan mekanis tergantung pada
perubahan gradien temperatur oleh pemanasan pada siang hari dan pendinginan pada malam
hari& Perbedaan temperatur permukaan batuan pada -aktu siang dan malam dapat men*apai (<O
5& Pada kondisi seperti ini batuan se*ara perlahan akan rekah dan pe*ah& 'utiran tersebut akan
terba-a oleh angin dan diendapkan sebagai bukit pasir&
'ukit pasir dapat pula terbentuk di muka pantai& 2eskipun demikian hanya ter)adi pada pantai
pada daerah kering dimana +egetasi tumbuhan% tidak ada& Angin kering yang kuat dengan arah
tegak lurus pantai se*ara aktif memindahkan pasir men)adi gundukan pasir& ?anya sedikit
gugusan bukit pasir di muka pantai yang ter)adi pada daerah *urah hu)an rendah& !elain itu,
endapan angin dapat pula ter)adi pada out-ash plain dari arus air es glasial yang ditemukan pada
daerah lintang tinggi&
Allen "#;<% menggambarkan bah-a angin mengangkut sedimen se*ara suspensi dan saltasi atau
merayap dipermukaan surfa*e *reep%&
'utiran yang halus < / <,6 mm % akan diangkat se*ara suspensi, yaitu sedimen diba-a oleh angin
tanpa ter)adi kontak dengan lapisan& Angin bertiup melalui allu+ium yang mengering dan
memba-a butiran terbang di udara Lanau lempung adalah *ontoh batuan yang dapat diangkut
dengan *ara suspensi& 'ahan ini umumnya akan diangkut melalui )arak yang lebih )auh&
5ara kedua adalah saltasi dimana butiran dengan ukuran yang lebih besar <,6 / 6 mm% akan
diangkut dengan *ara menggelinding, bergeser dan bertumbukan& 'ila angin bertiup di atas
permukaan pasri, maka kalau *ukup kuat butiran pasir akan mela)u melalui seretan lompatan
yang pan)ang& Aika mendarat mereka akan terpantul dan melon*at kembali ke udara dan akan
melontarkan butiran pasir lainnya& 'atupasir sangat halus adalah yang pertama dapat
dipindahkan dengan saltasi&
Pengangkutan bahan yang berukuran pasir ini disebut sand storm& Pasir umumnya terdiri dari
mineral k-arsa yang membulat& 'utiran demikian akan mampu melompat dengan mudah bila
terbentur dengan bahan yang keras seperti butiran pasir lainnya atau kerakal & Gambar 6
menun)ukkan tra)ektori saltasi dari butiran batupasir, dimana butiran yang lebih ke*il akan
mempunyai tra)ektori yang lebih pan)ang dari pada butiran yang benar&
!tudi tentang ke*epatan ambang yang dibutuhkan untuk memulai pergerakan butir menun)ukkan
bah-a ke*epatan ambang bertambah dengan bertambahnya ukuran butir& 'utiran yang lebih
ke*il akan mempunyai ke*epatan a-al yang lebih ke*il dari pada butiran yang besar&
Proses pemindahan bahan/bahan oleh angin dapat ter)adi dengan 6 *ara, yaitu deflasi dan abrasi
!ukendar Asikin, "#;$%&
Deflasi adalah proses pemindahan bahan dengan *ara menyapu bahan/ bahan Gang ringan&
Proses ini menghasilkan relief di gurun/gurun pasir& Deflasi dapat pula menyebabkan lekukan
yang dalam hingga beberapa ratus meter di ba-ah permukaan laut& Kalau men*apai batas
permukaan air tanah, maka akan membentuk oase mata air di gurun%
Abrasi adalah pengikisan oleh angin yang menggunakan bahan yang diangkutnya sebagai
sen)ata& Daerahnya tidak luas& 5ontohnya adalah batuan bentuk )amur yang ter)adi karena bahan
yang diangkut tidak merata& Dibagian ba-ah lebih banyak dan lebih kasar dibandingkan dengan
diatasnya&
0& 2a*am Endapan Jleh Angin
'ahan yang diangkut oleh angin akan menimbulkan tiga ma*am endapan yang sangat berbeda
'oggs, "##(% yaitu 1
P Endapan lanau silt%, kadang/kadang disebut loess yang berasal dari sumber yang *ukup )auh&
P Endapan pasir yang terpilah sangat baik&
P Endapan lag lag deposit%, terdiri dari partikel berukuran gra+el yang diangkut oleh angin
dengan ke*epatan yang *ukup besar&
Endapan gurun dapat dikelompokkan ke dalam 0 sublingkungan pengendapan utama yaitu bukti
pasir sand dune%, interdune dan sand sheet&
0&" 'ukit pasir sand dune%
Lingkungan bukit pasir pada umumnya yang diangkut dan diendapkan adalah pasir yang
diakumulasi dalam berbagai bentuk dune & !and dune bukit pasir% dapat dibagi men)adi 7 tipe
morfologi utama !elley, "#$$%, yaitu 1
a& 'ar*han atau lunate dune, adalah bukit pasir yang paling indah& 'entuknya *embung terhadap
arah angin umum utama dengan kedua titik u)ungnya seperti tanduk, dimana pada kedua arah
tersebut kekuatan angin berkurang& 'ar*han mempunyai
muka gelin*ir yang *uram pada sisi *ekung& 'ar*han ter)adi pada daerah yang terisola
tertutup% atau disekitar sudut pantai& Pada permukaan yang turun biasanya ditutupi oleh lumpur
mud% atau granula& ?al ini menun)ukkan bah-a bar*hanFlunate dunate terbentuk terbentuk
dimana pengangkutan pasir lebih sedikit&
b& ,ipe stellate, piramida atau 2atterhorn& ,erdiri dari rangkaian sinus, ta)am, punggung pasir
yang tinggi, yang bergabung bersama/sama dalam satu pun*ak yang tinggi& Angin selalu meniup
bulu/bulu pasir di pun*ak peramida, membuat dune tampak seperti berasap& !tellate dune
kadang/kadang ratusan meter tingginya, terbentuk pada batas pasir laut dan )ebel, menandakan
titik interferensi dari arus angin dengan topografi yang resistan&
*& Longitudinal atau !eif dune& 'entuknya pan)ang, tipis dengan batas punggung yang )elas&
Dune se*ara indi+idu dapat men*apai 6<< km pan)angnya, kadang/kadang dapat kon+ergen pada
perbatasan seif dimana arah angin berkurang& ,ingginya dapat men*apai "<< km dan batas dune
lebarnya sampai " atau 6 km, dengan daerah interdune yang datar, terdiri dari pasir atau gra+el&
d& ,ran+ersal dune, bentuknya kursus atau sinusoidal ramping dengan pun*ak tegak lurus arah
angin rata / rata& 2uka gelin*ir yang *uram terdapat pada arah angin yang berkurang&
,rans+ersal dune )arang ter)adi pada permukaan deflasi& ,ran+ersal dune adalah tipe
berkelompok, naik pada bagian belakang dari dune berikutnya&
0&6 Interdune
Interdune adalah antara dua dune, dibatasi oleh bukit pasir atau sand sheet& Interdune dapat
terdeflasi erosi% atau pengendapan& !edikit sekali sedimen yang terakulasi pada interdune yang
terdeflasi& Daerah interdune dapat meliputi dua arah endapan angin dan sedimen diangkut dan
diendapkan oleh arus di daerah paparan&
0&0 !and !heet
!and sheet adalah badan pasir yang berundulasi dari datar sampai tegas yang terdapat di sekitar
lapangan bukit pasir& Di*irikan oleh kemiringan yang rendah <</6<<%& Lingkungan sand sheet
berada di pinggiran bukit pasir&
7& 'entuk Perlapisan
>ilson "##", "##6% dalam >alker "##6% menyatakan ada tiga skala utama bentuk perlapisan
pada endapan eolin yaitu ripple, dune dan draa& 9ipple yang disebabkan oleh angin lebih datar
dari pada yang disebabkan oleh air dan biasanya mempunyai garis pun*ak yang lebih regular&
'entuk perlapisan dune lebih besar dari pada ripple dan ketinggiannya ber+ariasi dari <," sampai
"<< meter& 'entuk perlapisan draa adalah perlapisan pasir yang besar antara 6< sampai 7(< meter
tingginya dan di*irikan oleh melampiskan keatas superimpose% dari dune yang lebih ke*il&
,abel/ " adalah klasifikasi perlapisan endapan eolian&
(& ,ekstur
,ekstur meliputi bentuk, ukuran dan susunan butir& 'atupasir eolian mempunyai 0 sublingkungan
pengendapan >alker, "##6% yang membedakan 0 ma*am tekstur pada endapan eolian, yaitu 1
P terpilah baik sampai dengan sangat baik pada batupasr halus yang ter)adi pada sublingkungan
pantai&
P terpilah sedang sampai baik pada batupasir dune di darat yang berbutir baik&
P terpilah )elek pada batupasir interdune dan serir&
'ukit pasir ber+ariasi dalam ukuran butir dari ",: / <," mm& Endapan bukit pasir umumnya
terdiri dari tekstur pasir yang terpilah baik dan kebundaran baik )uga .kaya akan k-arsa&
Endapan bukit pasir di pantai mungkin kaya akan mineral berat dan fragmen batuan yang tidak
stabil& 'ukit pasir di pantai yang ter)adi didaerah tropis banyak mengandung ooid, fragmen
*angkang, atau butiran karbonat lainnya& 'ukit pasir yang terdapat di daerah gurun dapat
mengandung gypsum seperti >hite !and, Ne- 2e@i*o
:& !truktur !edimen
Pengangkutan dan pengendapan oleh angin membentuk tipe struktur sedimen ripple, dune dan
silang siur *ross/bed% seperti yang dihasilkan pada pengangkutan oleh air 'oggs, "##(%&
!truktur sedimen yang terdapat pada bukit pasir adalah 1
kumpulan perlapisan silang *ross/strata% berukuran sedang sampai besar, yang *irinya terdapat
pada muka kemiringan arah sari angin bertiup pada sudut 0<< / 07< &
kumpulan perlapisan silang tabular/planar dalam arah +ertikal yang terdapat pada bagian
ba-ah&
bidang batas antara kumpulan indi+idu dan perlapisan silang yang umumnya horinsontal atau
miring dengan sudut rendah&
/
,ipe geometri struktur bagian dalam bar*han dapat dilihat pada gambar/7& !elain itu beberapa
)enis struktur sedimen internal pada skala ke*il dapat pula berbentuk perarian lapisan datar
plane /bed lamination%, perarian bergelombang rippleform lamination%,ripple/foreset *ross
lamination, *limbing ripple, grainfall lamination dan sandflo- *ross /strata&
Pada bukit pasir yang ke*il terdapat perarian silang siur tunggal single *ross lamination%
dan perlapisan silang siur yang tebal terdapat pada lapisan pasir yang *ukup tebal& !truktur
sedimen yang besar tidak tampak pada inti pemboran, sehingga struktur sedimen seolah/olah
massi+e& Pengeboran melalui tran+ersal dan lunate dune mengungkapkan bah-a beberapa
kumpulan dari pun*ak bukit pasir dipisahkan oleh permukaan erosi dan lapisan datar&
?eterogenenitas perlapisan ini menggambarkan +ariasi yang tidak menentu dari morfologi bukit
pasir se*ara kasar& Perlapisan silang siur diendapkan saat migrasi angin rendah pada muka
gelin*ir dan unit perlapisan datar dan subhorisontal diendapkan pada sisi belakang dari bukit
pasir&
Endapan interdune di*irikan oleh perlapisan dengan sudut kemiringan yang rendah M "<< %
karena interdune terbentuk oleh proses migrasi dari bukit pasir, banyak terdapat bioturbasi yang
merusak struktur perlapisan& !edimen yang diendapkan pada interdune dapat men*akup dua
ma*am endapan yaitu suba8uaeous dan subaerial, tergantung pada iklim dimana mereka
diendapkan, basah, kering atau daerah yang banyak ter)adi penguapan&
Endapan pada interdune kering dibentuk oleh ripple karena proses pengangkutan oleh angin&
Endapannya relatif kasar, bimodal dan terpilah )elek dengan kemiringan yang tegas, lapisannya
membentuk perarian yang )elek& Endapannya banyak mengandung bioturbasi yang merupakan
hasil a*ak binatang maupun bekas tumbuhan&
Pada interdune yang ter)adi di daerah basah dekat dengan danau, silt dan *lay terperangkap oleh
badan yang semipermanen& Endapan ini dapat mengandung spesies organisme air ta-ar seperti
gastrododa, pelesipoda, diatome dan ostra*oda 'oggs, "##(%& Dapat pula terbentuk bioturbasi
seperti )e)ak kaki binatang&
Endapan sheet sand )uga mengandung kemiringan yang tegas atau permukaan iregular dari erosi
beberapa meter pan)angnya, terdapat )e)ak bioturbasi yang disebabkan oleh serangga atau
tumbuhan, struktur *ut/and/fill pada skala ke*il, kemiringan yang tegas, lapisan perarian yang
)elek sebagai hasil dari perbatasan pengendapan grainfall, diskontinu, lapisan tipis pasir kasar
yang interkalasi dengan pasir halus, dan kadang/kadang interkalasi dengan endapan eolian yang
mempunyai sudut besar Gb&( menun)ukkan distribusi dan hubungan stratigrafi dari sheet sand
dan endapan bukit pasir eolian&
;& 2odel Perlapisan dan 'atas Permukaan
?asil perlapisan dari migrasi bentuk lapisan sebagai pendakianFundakan pasir mempunyai sudut
dan arah yang berbeda/beda Gb&II%& 2odel perlapisan yang sederhana meliputi sistem bentuk
lapisan termigrasi dengan sederhana dan bentuk kumpulan arsitektur yang sederhana& !ebagai
*ontoh bukit pasir tran+ersal migrasi mele-ati gurun dari lapisan silang siur tabular tabular
*ross/bed% dipisahkan oleh permukaan bidang planar& ,rans+ersal dune migrasi melalui
trans+ersal draa dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks, termasuk
permukaan orde kedua pada kemiringan arah angin berkurang& 2eskipun demikian, bentuk
lapisan dibangun oleh perpindahan pasir dan )uga disebabkan oleh keberadaan struktur perbahan
angin meyebabkan perubahan bentuk perlapisan yang ada dan perubahan bentuk lapisan )uga
berinteraksi dengan angin untuk menghasilkan berma*am/ma*am bentuk keseimbangan&
GLA!IAL
Pengertian tentang sistem pengendapan glasial dan ma*am / ma*am bentuknya penting dalam
aplikasi& Pertama, data kandungan endapan glasial dapat digunakan menyelesaikan masalah
tentang proses / proses geologi yang ter)adi& Kedua, endapan glasial merupakan dasar untuk
mempela)ari lingkungan geologi& Dengan adanya in+estigasi karakteristik teknik geologi,
pedoman hydrogeologi*al, dan arus transportasi dalam sistem pengendapan glasial& !istem
pengendapan glasial merupakan suatu pendorong dalam penyelidikan tentang sistem
pengendapan glasial ini )uga merupakan pendorong untuk mempela)ari F mengetahui tentang
letak dari pengendapan klastik dan karbonat dari suatu reser+oar hidrokarbon pada tahun "#(< /
an
!etelah mempela)ari aspek / aspek dari glasial dan hubungannya satu sama lain, kemudian
diaplikasikan kedalam ilmu geologi ekonomi atau hasil penyelidikan geologi yang bernilai
ekonomi& !elain itu diketahui pula bah-a dalam sistem pengendapan glasial )uga memba-a serta
endapan /endapan mineral dan berma*am / ma*am batuan yang dibungkus oleh es& Pla*er .
Eyles, "##<%, dan sistem pengendapan glasial digunakan )uga dalam penyelidikan untuk endapan
mineral yang terdapat pada pelindung F pembungkusnya sendiri& drift prospe*ting . Dilabio and
5oker, "#$#%& Dimana diketahui pula bah-a lapisan batu dari glasial mempunyai kebiasaan
digunakan dalam geologi minyak, tetapi kandungan dari Paleo3oi* glasial lebih penting F berarti
digunakan dalam penyelidikan minyak dan gas, seperti 1 Australia, Argentina, 'rasil, 'oli+ia,
!audi Arabia, Gordan dan Jman& Le+ll et al, "#$$. 4ran*a and Potter, "##"%& 'anyak orang
berpikiran bah-a fasies dari pengendapan glasial masih karakteristik yang unik& Ini disebabkan
oleh *ampuran yang tidak tersotir dengan baik, semua ukuran ada, mulai dari bongkah / bongkah
F batu / batu besar sampai kelempung, Kadang / kadang endapannya tepat pada glasier dan
lapisan / lapisan esnya& 'agaimana sedimen yang mempunyai penampilan singkapan sama dapat
memberikan sebuah endapan luas baik itu lingkungan glasial dan nonglasial H,erm diamit*tI
akan digunakan untuk sebuah deskripsi, masa nongeneti* betul / betul dari fasies yang
sortirannya kurang baik tanpa memperhatikan asal mulanya& ?anya dengan diami*t dapat
diketahui endapan yang langsung pada Hi*e glasierI dapat diidentifikasi dengan baik& !uatu
permasalahan pokok dalam mempela)ari stratigrafinya adalah untuk menentukan apakah fasies
diami*t spesifik sumbernya dari glasial atau nonglasial& 'anyak *ontoh dalam literatur dimana
sedimen itu mula / mula ter)adi dan dapat ditun)ukkan berasal dari sumber nonglasial& Diami*t
hanya tipe fasies dalam keadaan biasa dan produksinya dari lingkungan pengendapan dalam
sebuah luas daerah tertentu dan )uga pengaruh iklim& Dalam keadaan biasa tidak mungkin kita
berkesimpulan bah-a sumber sebuah diami*t berasal dari sebuah singkapan tunggal dan ke*il&
Gang penting selalu diperhatikan adalah hubungan antara fa*ies dalam stratigrafi&
Agar dapat memperkirakan tanda / tanda untuk lingkungan pengendapan digunakan refensi
asosiasi fasies& Dengan pendekatan yang dasar dapat ditarik kesimpulan bah-a itu adalah
produksi fa*ies diami*t, sebagai *ontoh, aliran sedimen oleh gaya berat, yang *enderung
fa*iesnya dipengaruhi oleh arus turbidit& Dimana asosiasi fasies ini berubah / rubah pada
lingkungan pengendapan yang berbeda, dalam model 0 dimensi dapat memperlihatkan endapan
dengan )elas& Untuk interprestasi yang baik memerlukan profil defosit +ertikal se*ara terin*i,
bersama / sama dengan informasi +ariasi lateral dan geometri deposit diluar singkapan lokal&
Umumnya& Asosiasi glasial fasies beserta lingkungan pengendapannya ter)adi khususnya pada
sungai, danau, darat yang berbatu dan pada kemiringan& Dalam kebanyakan kasus glasier yang
mempunyai +olume besar diberikan oleh lingkungan pengendapan dilaut atau la*ustrine basin,
dimana sedimen glasial primer lebih banyak beker)a dibandingkan proses sedimen nonglasial
yang berbeda dan pengaruh lingkungan glasial dapat diidentifikasi dan )uga asosiasi / asosiasi
fasiesnya& !istem pengendapan glasial dapat terlihat dengan )elas pada geometri 0 dimensi,
dimana proses hubungan fasiesnya men*atat bah-a elemen paleogemorphi* basin yang terbesar&
'erdasarkan pemisahan dan krnologis lingkage, sistem pengendapan ini diidentifikasi men)adi
dua bagian yaitu gla*ioterrestrial dan gla*iomarine
!istem Gla*ioterestrial ,ra*t&
Lingkungan pengendapan gla*ioterestrial dapat dibedakan atas 7 )enis yaitu 1
"& !ubgla*ial
6& !upragla*ial
0& Gla*iola*ustrine
7& Gla*ioflu+ial
!ubstrate relief dan lingkungan tektonik adalah berperan sebagai dasar dalam pengendapan
gla*ialteretrial ini& 2enurut hasil penyelidikan bah-a pertumbuhan lembar / lembar es dibumi
ini dalam )umlah yang besar, tetapi kurang yang mengandung endapan / endapan& Gla*ial itu
aktif pada basin akibat tektonik& Dalam )umlah yang besar ternyata gla*ial besar dari sedimen
o*ean basin& Iklim )uga mempengaruhi endapan gla*ial terrestrial ditepi es&
Posisi Gla*ioteretrial Pada Lo- / 9elief&
Glasil lo- / relief ini ditun)ukkan dengan baik dengan adanya distribusi glasial deposit
pleisto*ene seperti yang ter)adi di Amerika bagian utara& gambar 6,0% 'eberapa sistem
pengendapan pada lo- / relief yang dapat ter)adi dapat dilihat pada gambar "&
"& !istem Pengendapan !ubgla*ial
Kondisi F keadaan didasar lembaran / lembaran es yang besar akanberubah luasnya yang
diakibatkan oleh perbedaan temperatur es dan ke*epatannya& Untuk es yang dasarnya basah
dimana kondisi tertutup oleh tekanan titik lebur es, es tersebut melun*ur serta berakhir pada
substrate& gambar 7a,b%& !edangkan dalam kondisi dasar yang kering es tetap pada lapisan
4ro3en dan kebanyakan berpindah F bergeraknya )uga menyebabkan perubahan bentuk pada
bagian dalamnya& !edangkan deposit fasies subglasial diami*t pada prinsipnya ter)adiFterdapat
diba-ah bagian dasar es yang basah& gambar 7*,d%& 9untuhan Engla*ial didalam transportasi
sebuah lapisan basal tipis "m% itu terdiri dari lapisan / lapisan es yang tidak rata& Abrasi yang
kuat itu ter)adi diantara kedua partikel dalam lapisan dasar, dan diantara partikel dengan
substrate& 9untuhan itu saling bertubrukan dengan lapisan, dapat membentuk subtratelagi sebagai
akibat dari tekanan *airan dan yang dikeluarkan dari es& !edangkan *iri dari HGla*ially / shaped
5lastsI dapat dilihat pada gambar (& Kelan)utan dari produksi lodgement membuat lapisan
lentir*ular men)adi tebal& gambar :,;,$%& Pada yang poros yang pan)ang H5lastI mempunyai
pen)a)aran pararel yang lebih kuatyang ditimbulkan oleh aliran es& Pengukuran poros yang
pan)ang berorientasi dengan sedikit *lasts memberikan sebuah indikasi aliran es lansung yang
*epat& Letak dari Hlodgement tillI ditentukan oleh lokal dan regional un*onformity dan
*enderung mempunyai geometri regional H sheet / likeI gambar :,;%& Dimana ketebalan totalnya
tidak melebihi dari (< meter Unit Hlentir*ular tillI yang kuat ter)adi didalam bentuk Hsheet /
likeI& ?ubunganya merupakan potongan menyilang dan tumpang tindih sebagi akibat dari erosi
pada substrate dalam merespon perubahan ke*epatan gerak dari es& Perubahan aliran lengsung
dari es dan runtuhan dari litologi yang berbeda hasilnya dapat dilihat sebagai suatu tumpukan
dari beberapa Hlodgement tillI yang berlapis keatas selama sebuah gla*iation tunggal& gambar
:%& !etiap unit till mengandung *lasts dan matri@ dari perbedaan sumber lapisan batuan
bedro*k%& Penekanan ini dibutuhkan untuk ketelitian dalam interprestasi ma)uF mundurnya
siklus dari Hmultiple / tillI stratigrafi& Adanya tanah ber*ampur batu kerikil pada *hanel sebagai
hasil dari sungai / sungai ke*il yang kering, )uga kumpulan dari komponen/komponen dari
stratigrafi subglasial gambar :% 5hanel mempunyai sebuah planah pada permukaan bagian atas
yang memotong diami*t, dimana berorientasi pada aliran es langsung yang subparalel dan
hubungan genetik dengan Hekers ridgesI gambar :%& Jleh karena itu kehadiran fasies
gla*ioflu+ial didalam lingkungan Hlodgement / tillI tidak terlalu penting sebagai petun)uk
mundurnya gla*ier&
6& !istem Pengendapan !upraglasial
'agian luar dari tepi lembaran / lembaran es biasanya merupakan batas dimana sisa daerah yang
luas dari tofografi bukit/bukit ke*il terdiri dari sedimen/sedimen yang ber+ariasi dengan
geometri komplek& !elama proses gla*iation yang terakhir, perluasan dari es berhenti sekitar
seperempat kilometer seperti yang ter)adi di Amerika bagian utara
gambar 6,0%& Perbedaan tekanan yang kuat antara Hupgla*ierI yang aktif dengan penghalang /
penghalang oleh bagian tepi es menghasilkan perlipatan yang kompleks dan perlapisan runtuhan
basal yang tebal gambar #%& Dimana Hmelt/out tillI bersama dengan perkembangan fasies
Hdiami*tI pada permukaan es adalah asosiasi dengan topografi bukit/bukit ke*il yang khusus
dimana itu merupakan data kompleks dari pemisahan tepi/tepi es& gambar "< d%& Aika bagian luar
dari tepi es yang tipis men)adi Hfro3enI pada substrate maka lempengan dari Hbedro*kI yang
besar )uga gla*iote*toni3ed boleh tidak ikut dengan proses tersebut& Ini adalah pergerakan dari es
tidak melakukan lun*uran pada basal, tetapi ter)adi deformasi diba-ah substrate sedimen&
Apabila proses ini tidak ber)alan lagi, maka bentuk ini men)adi menutup oleh runtuhan/runtuhan
englasial pada permukaan es& gambar #,"<a,b,*%& Penutupan ini tidak stabil dan pergerakan
sedimen akibat aliran gra+itasi untuk kedalam basin yang berbentuk ketel, merupakan generasi
penutupan oleh pen*airan es pada suatu tempat tertentu& gambar "<b,*%& Dimana pen*airan
kearah ba-ah lebih *epat oleh produksi tofografi daerah rendah Hdiami*tI supragla*ial pada
prosese sedimentasi ulang se*ara umum diakibatkan oleh aliran dari reruntuhan / reruntuhan
yang ada, serta mempunyai lapisan berupa H*lastI yang pararel dengan arah alirannya, dimana
H*lastI itu merupakan ran*angan dari lapisan/lapisan paling atas, bagian/bagian berbentuk rakit
dan fragmen/fragmen dari sedimen yang sudah lebih dulu, )uga *hannelnya berbentuk bagian
yang menyilang, terdapat geometri lenti*ular yang mengalami penebalan pada Hdo-n/slopeI
serta ketidak hadirin relief pada perlapisan atas dari permukaan dan adanya suatu ke*endrungan
untuk mengisi tofografi yang rendah& 2assi+e dan lapisan kasar dari fasies Hdiami*tI
berpengaruh, dimana fasies lapisan / lapisan kasar sebagai hasil dari aliran massi+e yang tipis
pada lapisan diatasnya& Dimana fasies H diami*tI adalah merupakan HinterbeddedI dengan
Hgla*ioflu+ialI dan fasies Hla*ustrineI& Ini merupakan basal yang ada pada bagian atas sebagai
hasil dari Hmelt/out tillI gambar #%, yang boleh menutup lapisan batuan berbentuk rakit pada
bagian atas yang sekarang merupakan pembentuk dari dasar es& Kondisinya berada diba-ah
sehingga struktur englasial berupa perlipatan dari rangkaian runtuhan basal yang merupakan
kelan)utan dari Hmelt/outI dalam bentuk perlapisan berhubungan serta berorientasi melintang
sebagai pembentuk aliran es langsung !ha-, "#;#%&
0& !istem Pengendapan Gla*iola*ustrine&
Kolam gla*iola*ustrine sebagai hasil dari erosi gla*ial, disrupsi gla*ial bekas sistem drainase dan
mengeluarkan F menghasilkan air akibat proses pen*airan dalam )umlah yang besar& 'erubahnya
basin dari daerah yang sempitFterbatas, menyerupai tipe pegunungan dalam daerah high / relief,
daratan yang luas dalam skala danau berada dibagian dalam dari sea-ays& Danau yang luas
dalam stati*al yang sama menekan e+aluasi bagian dalam dari daratan oleh lembaran es& Danau
Agassi3 adalah *ontoh yang terkenal, yang luasnya kira / kira "&<<<&<<< km6 terdapat di
Amerika bagian utara ,eller and 5layton, "#$0%& !ebuah perbedaan yang sederhana antara
kontak es dengan badan danau dapat dilihat pada gambar dilihat pada gambar ""%& !atu dari
banyak karakteristik dari fasies gla*iol*ustrine, yang setiap tahun produksinya berantai dimana
ukuran butirnya sangat kontras sebagai hasil dari kondisi sedimen yang berbeda dalam musim
dingin dan musim panas& Dimana diketahui )ika musim panas lapisannya kebanyakan terdiri dari
sand dan silt, sedangkan pada musim dingin lapisannya terdiri dari *ly lempung%& Untuk model
klasik formasi +ar+e dalam non i*e / *onta*t danau/danau gla*ial menegaskan pengaruh musim
kuat sangat kuat, misalnya pada musim panas tepi / tepi es pada supragla*ial men*air sehingga
endapan / endapannya dapat berpindah& 2en*airnya supragla*ial sangat berarti dalam menahan
musim dingin& Diba-ah pengaruh ini sedimentasinya didominasi oleh perkembangan delta yang
berbentuk kipas, bulat dan menon)ol& Dalam musim panas, sedimen dibebani kerapatan diba-ah
aliran& ,anda / tanda dari fasies lithologi suatu endapan itu men)adi )elas dalam setiap musim
panas yang merupakan musim men*airnya es, gambar "6% dan pen*atatan mulai bera-al dari
penambahan dan menurunnya kerapatan aliran ba-ah yang aktif Ashley, "#;(%& Pada musim
panas tanda dari lapisan tipis dikategorikan ke dalam )enis silt dengan bungkus oleh ripple dan
ripple / drift yang tipis dan mengalami laminasi yang menyilang& 'agian dasar umumnya kasar,
ta)am dan perlapisannya boleh meratakan tanah gambar "6,"0D%& Kandungan F endapannya
boleh dari multiple lamination yang me-akili endapan sebuah getaran tunggal& 'oleh )uga
kontribusi ke*il itu merupakan material pelagi* dari interflo- atau o+erflo- yang menyerupai
bulu atau sedimen yang melayang/layang& Unit lempung *lay% hitam boleh )uga memperlihatkan
indikasi tingkatan deposit normal yang merupakan sedimen melayang/layang diba-ah
pembungkus es yang menutupi danau& Ketebalan dari perlapisan umumnya seragam bersilangan
dengan basin tetapi kandungan endapannya boleh Hmassi+e atauI*ross/stratified sandI dan
laminasi silt yang pada musim dingin menarik turun tingkatkan danau dan delta foreslope
merosot turun& gambar "6%& Liang dan )e)ak fosil umumnya di)umpai pada perlapisan saat
musim panas& ,etapi bukan pada musim dingin& Pada kenyataannya sistem pengendapan yang
ada& 'anyaknya perlapisan menggambarkan suatu perbangingan tunggal atau ganda dari unit
kelas atau kualitas dari silt dan *lay dengan di+isi/+isi yang tertentu& Ini boleh mempunyai
deposit dengan bagian/bagian yang berlainan dan mempunyai *iri / *iri khusus berdasarkan arus
turbiditnya dengan kontrol musiman yang kurang )elas& Penarikan kesimpulan ini boleh boleh
dikatakan kurang tepat )ika bagian perlapisan yang diakibatkan oleh turbidit pada daerah pusat
itu berlainan& 'agaimana Hthin/beddedI yang turbidit boleh )uga HinterbeddedI dengan
perlapisan yang dikontrol se*ara musiman dan memerlukan studi lapangan yang detail Ashely,
"#;(%& 5iri/*iri untuk danau yang bukan Hi*e/*onta*tI dalam basin Hlo- / reliefI dimana
sedimentasinya semata / mata ditentukan oleh musim dimana men*airnya permukaan lembaran/
lembaran es& !edangkan didalam Hhigh/reliefI basin dari danau itu berada pada H3onaI
pegunungan& 2odel sedimentasi dari danau gla*ial Hi*e/*onta*tI sangat menge*e-akan karena
mempersulit peker)aan dari bagian logistik pada danau Hprogla*ialI yang modern dan basin
danau modrn yang uikurannya ke*il dibandingkan dengan pleisto*ene *ontoh/*ontoh yang lebih
tua& Perluasan dari deposit gla*iola*ustrine pleisto*ene itu dapat dilihat disekitar danau/danau
besar yang modern di Amerika utara adalah sangat penting untuk studi sedimentasi dalam skala
besar, khusus danau Hi*e/*onta*tI didalam posisi Hlo-/reliefI& gambar "7,"(%& HDiami*tI adalah
butiran yang halus dan mempunyai geometri sebuah Hblanket/likeI, dimana mengalami
penebalan pada tofografi rendah dan penipisan pada daerah yang sangat tinggi& Dimana pada
bagian dalam, Hdiami*tI mempunyai susunan komplek berupa massi+e dan fasies yang berlapis/
lapis& gambar "0e,"7,"(% fasies Hdiami*tI massi+e sebagai hasil dari lapisan deras, sehingga
sedimennya melayang/layang dan rakit/rakit es runtuh diatas dasar basin& !tratifikasi yang
berikutnya boleh berkembang oleh proses peker)aan ulang dari sedimen ini akibat arus yang
menarik atau perulangan sedimentasi pada Hdo-n/slopeI& Hdiami*tI biasanya adalah Ho+erlainI
pada unit/unit *hanel yang berupa laminasi lumpur/lumpur lempung, kemungkinan asalmula
turbidit, kandungan dari HdropstoneI& gambar "0*%& ini adalah perubahan 1o+elainI oleh
pengkasaran bagian atas yang ber)alan dengan baik pada Hripple/laminatedI, planar dan tembus
dan tembus ke pasir H*ross/beddedI yang menurut *atatan letaknya pada pada progadasi delta
yang merupakan akumulasi Hdiami*tI
7& !istem Pengendapan Gla*ioflu+ial&
!istem pengendapannya membuat kandungan yang diatas mempunyai berarti bagi deposit dari
sedimen/sedimen gla*ial sungai/sungai Hmelt/-aterI& gambar ":% Ditepi es proses agradasi
biasanya *ukup deras sehingga menutupi bagian/bagian dari tepi es& Ini mengantarkan struktur
deformasi dalam ukuran butir/butir kasar, lapisan kasar atau lapisan massi+e pada saat menutupi
*airan es yang berikutnya& Lubang dari permukaan Hout / -ashI ditutupi oleh es yang men*air,
dimana perluasannya dapat men*apai seperempat kilometer& Ini merupakan sisi HeskersI atau
kontak es yang kompleks dari )a)ar Hdiami*tI gambar #% Dimana sungai/sungai dari gla*ial Hout
/-ashI ini kebanyakan bertipe Hmultiple/*hannelI atau H,eranyamI& Depositnya umunya
didominasi bentuk dasar yang luas, dimana perluasannya itu merupakan sebuah aliran tunggal
serta dapat berfungsi sebagai transportasi sedimen sepan)ang tahun& Pengaruh angin dalam
menghadirkan +egetasi, sebagai hasilnya adanya deposit akibat gerakan angin yaitu silt dan pasir&
Dimana akumulasi dari HpeatI yang tebal dapat menghasilkan batu bara& Proses gla*ioflu+ial
adalah penting karena boleh melengkapi peker)aan ulangFkembali dari deposit sedimen pada
gla*ier gambar ":%& Data/data dari bentuk endapan menun)ukkan kehadiran dari es dapat
menghan*urkanFmerusakkan& Ini adalah sebuah masalah dalam interprestasi deposit/deposit pada
)aman dahuluFkuno, karena deposit/deposit sungai teranyam ter)adi dalam posisiFkedudukan dari
banyak deposit& !ebuah hubungan glasial boleh men)adi sangat sulit, )ika tidak mungkin
diidentifikasi buktiFtanda harus men*ari dari kehadiran atau ketidak hadirin iklim dingin struktur
perigla*ial, atau dari ke)adian glasial dari *last yang ta)am/ta)am, gambar (% dan kerut/kerut& Ini
adalah masalah terutama dalam kedudukan high/relief&
!istem Gla*iomarine ,ra*t&
!ebuah bagian sederhana sistem pengendapan Hgla*ial marineI yang membedakan posisi
*ontinental self dari *ontinental slope dan teluk yang sepit dan pan)ang diantara karang
yang tinggi& Dapat )uga dipakai untuk menentukan tepi dari es apakah lingkungannya didominasi
oleh proses glasial atau proses marine, gambar ";%& Iklim regional adalah kontrol yang lain dan
penting karena berhubungan dengan +olume es yang men*air dilingkungan marine& Lingkungan
laut yang sederhana di*ontohkan dengan terdapatnya +olume dalam )umlah yang besar dari
*airan es dan lumpur yang langsung mengisi paparan, gambar "%& Lingkungan sediment/
nourished dapat bertentangan dengan sediment/star+ed dalam hal hal posisi, itu adalah tipe
fro3en yang besar didaerah kutub masukan Hmelt/-aterI adalah sama sekali terbatas sehingga
HdepositionI kimia dan biogeni*I relatife men)adi penting, ini terdapat di Antar*ti*a, gambar "$,
Doma*k, "#$$%& Dengan )elas, bah-a penebalan deposit Hgla*iomarineI sederhanaFsedang pada
daerah laut adalah mungkin karena terlindungi oleh batu/batuan&
LINGKUNGAN ,E9U2'U 9EE4%
,erumbu atau reef merupakan lingkungan yang unik yang sangat berbeda dari bagian lingkungan
pengendapan lainnya di lingkungan paparan shelf%& ,erumbu ini umumnya di)umpai pada
bagian pinggir platform paparan luar outer/shelf% yang hampir menerus sepan)ang arah pantai,
sehingga merupakan penghalang yang efektif terhadap gerakan gelombang yang melintasi
paparan tersebut& Disamping terumbu berkembang seperti massa yang menyusur sepan)ang garis
pantai diatas, )uga dapat berkembang sebagai Hpat*hI yang terisolir dalam paparan bagian dalam
atau inner/shelf &
Istilah lain untuk terumbu ini, ada yang menyebutnya dengan H*arbonate buildupI atau
HbiohermI& ,etapi para peker)a karbonat tidak menyetu)ui penggunaan istilah terumbu hanya
dibatasi untuk *arbonat/buildup atau inti yang kaku, pertumbuhan koloni organisme, atau
*arbonat / buildup lainnya yang tidak memiliki inti kerangka yang kaku& >ilson "#;(%
menggunakan istilah *arbonat/buildup untuk tubuh yang se*ara lokal, terbatas se*ara lateral,
merupakan hasil proses relief tofografi, dan tanpa mengaitkan dengan hiasan pembentuk
internalnya& !ebelumnya Dunham "#;<% men*oba memberikan solusi dilema peristilahan ini
dengan mengusulkan dua tipe terumbu, yaitu 1
a% ,erumbu E*ologik 1 adalah terumbu yang di*irikan oleh bentuk kaku, struktur tofografi yang
tahan terhadap gelombang, dihasilkan oleh pembentukan aktif dan pengikatan sedimen
organisme&
b% ,erumbu !tratigrafi 1 di*irikan oleh batuan yang tebal, terbatas se*ara lateral, dan merupakan
batuan karbonat yang buruk sampai sangat buruk&
!elan)utnya Longman "#$"% memodifikasi definisi ?e*kel "#;7%, yang mengatakan bah-a
terumbu sebagai karbonat yang tumbuh dipengaruhi se*ara biologi dan )uga mempengaruhi
se*ara biologi dan )uga mempengaruhi daerah sekitarnya&
,E9U2'U 2JDE9EN DAN LINGKUNGAN ,E9U2'U
Letak Pengendapan
Kebanyakan terumbu terbentuk dalam lingkungan air dangkal,berupa terumbu linier yang hampir
kontinyu disepan)ang tepi platform dan disebut )uga sebagai Hbarrier/reefI H4ringing / reefI,
letaknya berla-anan dengan garis pantai yang terbentuk akibat paparan yang sangat sempit&
!edangkan terumbu berbentuk seperti donat disebut HAtollsI, dimana bagian luarnya merupakan
penghalang gelombang lagoon yang dilingkarinya dan terumbu yang lebih ke*il lagi dan
terisolisasi dinamakan Hpat*h/reefI Hpinna*le/reef, atau Htable / reefI yang terbentuk sepan)ang
beberapa tepi paparan, tersebar pada paparan tengah midle/shelf%
Disamping dalam air dangkal, terumbu )uga dapat di)umpai dalam air yang lebih dalam, seperti
HmoundI yang terbentuk se*ara organik dengan pan)ang "<< m dan tinggi (< m Neuman,
Kofoed%, dan Keller, "#;;% H2oundI ini mengandung lumpur yang mengikat atau menyemen
berbagai organisme air dalam, seperti 1 *rinoid, ahermatypi* he@a*oral dan sponga&
II&6 Jrganisme ,erumbu
?ampir semua terumbu tersusun oleh koral, meskipun banyak organisme lain yang turut
menyumbang, seperti alga biru / hi)au *yanoba*teria, alga merah *oralline, alga hi)au, kerangka
foramnifera, bro3oa, sponga, dan moluska ?e*kel, "#;7. Aames dan 2a*intyre, "#$(%& Dalam
se)arah -aktu geologi, beberapa kelompok organisme yang membentuk terumbu meliputi 1
ar*haeo*yathids, stromatoporoids, fenestethid bryo3oans, dan rudistid *lams& 2eskipun
demikian, koral merupakan dominan terumbu modern, dan ada dua )enis koral, yaitu 1
a% ?ermatypi* 3oanthellae% he@a*oral 1 merupakan koral utama air dangkal yang melakukan
hubungan simbiotik dengan beberapa ma*am organisme uni*elluler terutama alga, yang
kemudian dinakan se*ara kolektif sebagai 3oo@anthellae& Alga ini hidup dalam atau antara
kehidupan sel koral dan mendapatkan energi dari proses photosistesis 5o-en, "#$$%& !elama
proses photosintesis alga ini melepaskan 5J6, sehingga membutuhkan sinar matahari, oleh
karenanya *oral hermatypi* ini terbatas hidupnya hanya dalam air sangat dangkal&
b% Ahermatypi* a3oo@anthellae *oral 1 *oral ini hidupnya tidak terbatas pada air dangkal sa)a,
tetapi dapat tersebar hingga pada kedalaman melebihi 6<<<m stanley dan 5airs, "#$$% dan
)arang mempunyai hubungan simbotis, sehingga merupakan organisme utama sekarang yang
membentuk H*arbonat/buildupI dalam air yang lebih dalam&
'entuk pertumbuhan terumbu yang terbentuk oleh organisme sangat dipengaruhi oleh energi air
yang beker)a terhadap terumbu tersebut& Jrganisme yang hidup dalam energi air yang rendah
akan *enderung menghasilkan terumbu terbentuk deli*ate, bran*hing, dan plate/like& !edangkan
yang hidup dalam 3ona energi air yang lebih tinggi, terumbu *enderung berkembang membentuk
hemisperi*al, en*ruting, dan tabular Gambar II/I% dan biasanya lebih baik untuk untuk bertahan
terhadap aksi gelombang yang kuat&
II&0& Lingkungan ,erumbu Energi ,inggi
II&0&I Lingkungan ,erumbu Energi ,inggi
Pada gambar II/6, ditun)ukkan se*ara skematik pembagian sub/fasies terumbu platform
platform margin reef%, terdiri dari bagian inti tengah H9eef/frame-orkI, yang berangsur kearah
terumbu& Pada bagian lebih atas mendekati datar dan dangkal terdiri dari Hreef/slopeI, dan Hfore/
reef talusI berupa akumulasi )atuhan terumbu& Pada bagian lebih atas mendekati datar dan
dangkal terdiri dari Hreef/flatI dan lebih kearah darat berupa Hba*k/reef *oral algal sands H dan
Hendapan lagoon sub/tidalI Longman, 2&>&, "#$"%&
!e*ara fisiografis, Aames "#$0% membagi terumbu kedalam 3ona Hfore/reefI, Hreef/frontI, Hreef/
*restQ Hreef/flatI dan Hba*k/refI & 2asing/masing 3ona di*irikan oleh )enis material karbonat
berbeda Gambar II/0%, sebagai berikut 1
P Kata HrudstoneI, HfloatstoneI, HbafflestoneI HbindstoneI dan HframestonI mula/mula
digunakan oleh Emery dan Klo+an "#;"% sebagai modifikasi klasifikasi batu gamping yang
diusulkan oleh Dunham "#:6%
P H4loatstoneI dan HrudstoneI adalah butiran karbonat yang tidak terikat san mengandung lebih
dari "< N butiran berukuran lebih dari 6 mm, beda keduanya adalah HfloatsoneI merupakan
mud/suported, sedangkan HrudstoneQI adalah grain/suported&
P H'ufflestoneI adalah komponen karbonat yang terbentuk pada -aktu pengendapan berupa
tangkai atau batang organisme yang terperangkap kedalan sedimen oleh aktifitas buffle&
H'instoneI terbentuk selama pengendapan oleh pengerasan dan terikat organisme, seperti
pengererasan foraminifera dan bryo3oas, sedangkan HframestoneI tersusun oleh organisme
seperti lokal yang membentuk struktur kerangka yang kaku&
Energi air, proses sedimentasi utama, )enis organisme, persentase komponen kerangka, ukuran
butiran serta pemilahan sedimen berubah/ubah dalam setiap 3ona fasies% terumbu& Pada tabel II/
" diperlihatkan ringkasan karakteristik seperti itu untuk setiap fasies atau 3ona yang ditun)ukkan
pada gambar II/6& Pada 3ona Hreef/*restI dimana energi air paling tinggi, maka persentase
kandungan kerangka paling tinggi& Kemudian pada kedua arah Hfore/reefI dan Hba*k/reefI
energi air akan menurun, yang diikuti oleh penurunnan kandungan kerangka& Perlu diperhatikan
bah-a seluruh komponen kerangka terumbu biasanya sangat lebih ke*il +olumenya dari pada
+olume kandungan non/kerangka&
Longman "#$"% membandingkan struktur terumbu dengan mudah, yang memiliki inti tengah
atau kerangka dikelilingi oleh Hedible fruitI& 4raksi non/kerangka terumbu terdiri dari organisme
seperti e*hinodermata, alga hi)au, dan moluska tidak membentuk struktur kerangka, bersamaan
dengan pe*ahan bioklas dari terumbu yang terkena akti+itas gelombang dan dalam 3ona terumbu
dengan energi lebih rendah, beberapa lumpur gamping lime mud%& Cona fore/reef, talus/slope,
dan ba*k/reef *oral algal sands seluruhnya tersusun oleh kandungan non/kerangka yang terdiri
dari terutama bioklas dan beberapa organisme yang relatif hidup pada 3ona ini&
II&0&6 Lingkungan atau 4asies terumbu Energi 9endah
Pada lingkungan energi tinggi, fasies moderen terumbu type tepi platform umumnya terdiri dari
inti kerangka tengah yang mengandung sebagianbesar *oral dan *oralline alga& Inti berangsur ke
arah laut melalui 3ona fore/reef talus sampai lumpur gamping pada air yang lebih dalam atau
shales& Dan ke arah darat melalui ba*k/reef *oral algal sand sampai endapan lagoon dengan
butiran yang lebih halus& 2odel ini menya)ikan alasan yang baik untuk perkembangan terumbu
energi tinggi dalam banyak posisi. meskipun beberapa bentuk terumbu energi yang lebih randah
)uga di)umpai&
Pembagian 3ona karakteristik terumbu energi rendah tidak begitu baik berkembang seperti
terumbu energi tinggi dan terumbu *enderung membentuk bidang datar melingkar sampai elip&
Pertumbuhan organisme pada terumbu energi rendah umumnya didominasi oleh bentuk/bentuk
deli*ate, bran*hing gambar II/I%, dan tersusun oleh pasir dan lumpur karbonat yang sederhana
dengan organisme yang sangat mirip bagi komposisi organisme tipe terumbu Aames, "#$7%&
'entuk pertumbuhan buildups% energi rendah lainnya tersusun sebagian besar oleh organisme
non/terumbu yang terdiri dari tiang/tiang fragmen skeletal berbentuk gundukan atau HmoundI
dan F atau lumpur gamping bioklastik yang kaya organisme skeletal dengan sedikit organisme
boundstone& 'entuk struktur sema*am ini dinamakan Hreef/moundI atau Hsimply/moundI&
Aames dan 'our8ue "##6% mengelompokkan HmoundI seperti diatas kedalaman tiga tipe utama,
yaitu 1
a% 2i*robial/mounds, yang mengandung *al*imi*robes, stromatolities, dan thrombolities&
b% !keletal/mounds, mengandung sisa/sisa organisme yang terperangkap atau buffed dalam
lumpur&
*% 2ud/mounds, terbentuk oleh akumulasi lumpur plus berbagai se)umlah fosil&
III& ,E9U2'U PU9'A
,erumbu purba biasanya dapat dibagi hanya men)adi fasies utama yaitu 1
a% Inti / terumbu Hreef/*oreI%, terdiri dari kerangka terumbu masif, tak berlapis, organisme
pembentuk terumbu yang terkandung tersemen dalam matriks lumpur gamping atau lime mud&
b% !ayap/terumbu Hreef/flankI%, biasanya terdiri dari gamping konglomeratan atau breksi
taluis, berlapis, pemilahan buruk, dan atau gamping pasiran yang menipis dan miring men)auhi
inti/terumbu&
*% HInter/reefI, mengandung butiran halus, gamping lumpuran sub/tidal, atau kemungkinan
lumpur silisiklastik&
!alah satu *ontoh yang baik yang menggambarkan karakteristik umum kompleks terumbu purba
adalah H*arbonat/buildup di bagaian utara 2eksi@o disebut dengan Golden Lane R AtolI, yang
memperlihatkan perubahan biofasies dan lithofasies >ilson, "#;(%& Pada bagian inti terumbu
yang berada beberapa puluh meter diatas fasies karbonat yang lebih dalam, terdiri dari Hrudistid
*lamsI, H*olonial *oralsI, HstromatoporoidsI, dan Hen*rusting algaeI& 'eransur kearah pantai,
terumbu berupa Hooliti*/biogeni* grainstoneI sampai mikrit Hba*k/reefI Hforaminiferal
grainstoneI, dan Hbioturbated -a*kstoneI dengan fauna menun)ukkan sirkulasi terbatas, dan
lebih kearah pantai berubah kedalam fasies yang lebih terbatas, dan lebih kearah pantai perubah
kedalam fasies yang lebih terbatas berupa endapan e+aporit& !elan)utnya kearah laut basin-ard%,
fasies terumbu berubah ke fasies sayap/terumbu Hreef/flankI% yang terdiri dari interklastik kasar
sampai boulder biogenik yang tertanam dalam mikrit, dan lebih kedalam lagi fasies terdiri dari
batugamping mikrit dengan fauna organisme pelagik&
Kandungan organisme pembentuk terumbu )uga tergantung pada umur terumbu tersebut&
Jrganisme utama pembentuk terumbu purba sangat berbeda dengan organisme terumbu
moderen& Koral hermtypi* yang mendominasi pembentukan terumbu koral moderen, pertama/
tama mun*ul pada umur 2eso3oik dan bukan komponen terumbu yang lebih tua& ,erumbu yang
lebih tua dari 2eso3oik umumnya didominasi oleh organisme pembentuk terumbu lainnya
seperti 1 koral tabular, HstromatoporoidsI, Hhydro3oansI, HspongaI, Hen*rusting bry3oaI,
H*oralline algaeI, dan Hblue/green algaeI !tanley dan 4agerstrom, "#$$%&
IB& KE!I2PULAN
P ,erumbu atau reef adalah batuan sedimen yang sangat unik dengan karakteristik dan komponen
penyusunan yang beragam dan umunya terbentuk pada lingkungan paparan, khususnya tepi
paparan atau shelf margin&
P 'entuk pertumbuhan terumbu ini sangat ber+ariasi tergantung letak dan besarnya energi air
yang beker)a selama perkembangannya& Disamping itu komponen kerangka penyusunnya )uga
berbeda untuk setiap energi air dan posisinya&
P 'erdasarkan energinya itu, ada dua )enis koral penyusun utama terumbu, yaitu 1 pertama
hermatypi* *oral, yang hidup pada air dangkal karena membutuhkan sinar matahari dalam
hidupnya dan yang kedua ahermatypi* *oral yang dapat hidup dalam air yang lebih dalam
bahkan melebihi kedalaman 6<<<m, sehingga memungkinkan terbentuknya H*arbonat/buildupI
pada air dalam&
P Komposisi utama pembentukan terumbu disamping berubah dengan posisi dan energi air yang
beker)a selama pembentukannya, )uga berbeda dengan umur terbentuknya terumbu tersebut,
seperti Hhermatypi* *oralI mendominasi pembentukannnn utama terumbu moderen yang mun*ul
pada umur 2eso3oik, sedangkan terumbu sebelum 2eso3oik didominasi oleh koral tabular,
HstromatoporoidsI, Hhydro3oansI, HspongaI, Hen*rusting bry3oaI, H*oralline algaeI, dan Hblue/
green algaeI&
P ,erumbu atau reef adalah batuan sedimen yang sangat unik dengan karakteristik dan komponen
penyusunannya yang beragam dan umumnya terbentuk pada lingkungan paparan, khususnya tepi
paparan atau shelf margin&
P 'entuk pertumbuhan terumbu ini sangat ber+ariasi tergantung letak dan besarnya energi air
yang beker)a selama perkembangannya& Disamping itu komponen kerangka penyusunannya )uga
berbeda untuk setiap energi air dan posisinya&
P 'erdasarkan energinya itu, ada )enis koral penusun utama terumbu, yaitu 1 pertama hermatypi*
*oral, yang hidup pada air dangkal karena membutuhkan sinar matahari dalam hidupnya dan
yang kedua ahermatypi* *oral yang dapat hidup dalam air yang lebih dalam bahkan melebihi
kedalaman 6<<<m, sehingga memungkinkan terbentuknya H*arbonat/buildupI pada air dalam&
P Komposisi utama pembentuk terumbu disamping berubah dengan posisi dan energi air yang
beker)a selama pembentukkannya, )uga berbeda dengan umur terbentuknya terumbu tersebut,
seperti Hhermatypi* *oralI mendominasi pembentuk utama terumbu modern yang mun*ul pada
umur 2e3o3oik, sedangkan terumbu sebelum 2eso3oik didominasi oleh koral tabular,
HstramotoporidsI, Hhydro3oansI, HspongaI, Hen*rusting bry3oaI, H*oralline algaeI, dan Hblu/
green algaeI&