Anda di halaman 1dari 42

MODUL 1 FOTOGRAMETRI DIGITAL

2013/2014

JISBY RARA D 3511100007
FINNA SUDJIANTO 3511100010
ZULFIKAR ADLAN NADZIR 3511100027
BELLY PROFILYANTI 3511100030




JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2013

KOREKSI FOCAL LENGTH SECARA
OTOMATIS MENGGUNAKAN PHOTO
MODELER 6.22



Dosen Pengampu : Hepi Hapsari Handayani,S.T. M.Sc.
PRAKTIKUM 1 FOTOGRAMETRI DIGITAL
Penentuan I nterior Orientation Parameter
Secara Otomatis Dengan Photo Modeler
Scanner 6.22









Oleh :
Jisby Rara D. 3511100006
Finna Sudjianto 3511100010
Zulfikar Adlan N. 3511100027
Belly Profilyanti 3511100030

Fotogrametri Digital B


JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2013
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


KOREKSI OTOMATIS FOCAL LENGTH SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN PHOTO MODELER 6.22
I

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami aturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya, laporan
praktikum Fotogrametri Digital ini dapat kami rampungkan dengan judul Koreksi Focal Length Secara
Otomatis Menggunakan PhotoModeler Scanner 6.22. Laporan praktikum Fotogrametri ini kami
rampungkan untuk mengetahui nilai-nilai parameter orientasi dalam atau biasa disebut Internal
Orientation Parameters (IOP) melalui proses Camera Calibration dan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Fotogrametri Digital semester 5 tahun ajaran 2013/2014.
Dalam penyelesaian laporan ini, kami mendapatkan bantuan dari pihak-pihak yang membantu
kegiatan praktikum Fotogrametri Digital ini serta dalam penyelesaian laporan praktikum. Oleh karena itu,
kami mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1. Ibu Hepi Hapsari Handayani, ST, M.Sc selaku dosen pengampu dan dosen praktikum Fotogrametri
Digital
2. Ibu Meiriska Yusfania, ST, MT selaku dosen praktikum Fotogrametri Digital
3. Pihak-pihak yang membantu kegiatan praktikum Fotogrametri Digital dan penyelesaian laporan
praktikum Fotogrametri Digital ini.
Demikian laporan ini kami rampungkan. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam
penyelesaian laporan ini. Kami menerima kritik dan saran untuk penyempurnaan laporan praktikum
Fotogrametri Digital kedepannya.


17 November 2013
Tim Peyusun

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


KOREKSI OTOMATIS FOCAL LENGTH SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN PHOTO MODELER 6.22
II

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR I
DAFTAR ISI . II
DAFTAR GAMBAR . III
BAB I PENDAHULUAN .. 1
1.1. Latar Belakang . 1
1.2. Tujuan 1
1.3. Manfaat 1
BAB II DASAR TEORI . 2
2.1. Interior Orientation Parameter 2
2.2. Digital Camera . 2
2.3. Kalibrasi Kamera 3
2.4. Photo Modeler Scanner .. 4
BAB III METODOLOGI . 6
3.1. Waktu dan Lokasi 6
3.2. Diagram Alir 6
3.3. Langkah Pelaksanaan 7
BAB IV HASIL DAN ANALISA .. 10
4.1. Hasil . 10
4.2. Analisa 19
BAB V KESIMPULAN .. 36
DAFTAR PUSTAKA . IV

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


KOREKSI OTOMATIS FOCAL LENGTH SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN PHOTO MODELER 6.22
III

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kamera Digital low-end 2
Gambar 2. Kamera Digital midrange 3
Gambar 3. Kamera Digital high-end . 3
Gambar 4. Beberapa jenis frame kalibrasi .. 4
Gambar 5. Diagram Alir Pelaksanaan Praktikum ..... 6
Gambar 6. Aplikasi Photo Modeler Scanner . 7
Gambar 7. Tampilan awal Photo Modeler Scanner . 8
Gambar 8. Kotak Dialog untuk Pemilihan Foto Camera Calibration Project .. 8
Gambar 9. Proses Excute Callibration 9
Gambar 10. Proses Kalibrasi Berjalan .. 9
Gambar 11. Hasil Kalibrasi ... 9
Gambar 12. Posisi Kamera 10
Gambar 13. Pengambilan Foto Pertama 11
Gambar 14. Pengambilan Foto Kedua . 12
Gambar 15. Tampilan Error pada Pengambilan Foto Pertama .. 13
Gambar 16. Proses Kalibrasi Kamera pada Pengambilan Foto Pertama . 13
Gambar 17. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 8 Foto (Foto Pertama) 14
Gambar 18. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 12 Foto (Foto Pertama) 15
Gambar 19. Tampilan Error pada Pengambilan Foto Kedua .. 16
Gambar 20. Proses Kalibrasi Kamera pada Pengambilan Foto Kedua .. 16
Gambar 21. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 8 Foto (Foto Kedua) . 17
Gambar 22. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 12 Foto (Foto Kedua) .. 18
Gambar 23. Camera Viewer 19
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


KOREKSI OTOMATIS FOCAL LENGTH SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN PHOTO MODELER 6.22
IV

DAFTAR PUSTAKA

Ligterink,G.H . 1987 . Dasar Fotogrametri Interpretasi Foto Udara . Jakarta : Penerbit Universitas
Indonesia
http://www.photomodeler.com/products/scanner/default.html




MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kalibrasi kemera meruapakan proses yang sangat penting dalam pengukuran fotogrametrik dan
pada umumnya kamera fotogrametri yang digunakan untuk pemotretan udara lensanya tidak
sempurna, sehingga proses perekaman foto memiliki kesalahan sebagai akibat dari
ketidaksempunaan lensa sehingga hasil yang diperoleh masih memiliki faktor kesalahan kamera.
Oleh karena itu perlu untuk melakukan kalibrasi kamera dengan mencari parameter-parameter
orientasi dalam atau interior orientation parameter (IOP) dari kamera tersebut agar hasil akhir
yang diperoleh bebas dari faktor kesalahan kamera dan memberikan ketelitian yang baik.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan praktikum kalibrasi kamera ini adalah memahami proses kalibrasi kamera termasuk
mengetahui nilai-nilai parameter orientasi dalam atau Interior Orientation Parameter (IOP) yaitu :
1. Focal Length
2. Principal Point X (Xp)
3. Principal Point Y (Yp)
4. Format Width (Fw)
5. Format Height (Fh)
6. Radial Distorsion (K)
7. Decentring Distortion (P)
Selain itu agar mampu memahami penggunaan software Photo Modeler Scanner.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat praktikum kalibrasi kamera ini adalah :
1. Mengetahui proses kalibrasi kamera dengan aplikasi Photo Modeler Scanner
2. Mendapatkan nilai-nilai parameter orientasi dalam atau Interior Orientation Parameter (IOP)


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
2

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Interior Orientation Parameter
Dalam semua kasus, element dari orientasi dalam (lokasi principle point (xp, yp) dan
principle distance (c)) harus ditentukan. Parameter ini menjelaskan posisi dari CCD sensor
dengan akurat ke proyeksi pusat. Sebagai bagian dari parameter tambahan, bukan elemen itu
sendiri yang ditentukan, tapi perubahan parameter tersebut (x, y, dan c):
xi = xp - c
yi = yp - c
Di mana koordinat foto ditentukan sebagai berikut:
x = x xp
y = y yp
z = - c

2.2 Digital Camera
Berdasarkan penggunaannya ada beberapa jenis kamera digital diantaranya kamera
digital low-end, kamera digital midrange dan kamera digital high-end.
2.1.1. Kamera Digital low-end
Kamera dengan resolusi kecil, dengan fitur zoom dan lensa zoom

Gambar 1. Kamera Digital low-end
2.1.2. Kamera Digital midrange
Kamera digital dengan resolusi tinggi, memiliki lensa zoom yang variatif dan fasilitas
yang lebih lengkap dari kamera digital low-end.
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
3


Gambar 2. Kamera Digital midrange
2.1.3. Kamera Digital high-end
Kamera tipe DSLR dengan resolusi mulai dari 6 mega pixel dan memiliki fasilitas dan
pengaturan yang lebih lengkap.

Gambar 3. Kamera Digital high-end

2.3 Kalibrasi Kamera
Kalibrasi merupakan hal yang sangat penting dalam proses pengukuran secara
fotogrametrik. Kalibrasi dan orientasi kamera yang tepat dibutuhkan dalam mengekstrak data
3 dimensi metric yang presisi. Sebuah kamera dianggap telah dikalibrasi apabila parameter
panjang focus, principal point (xp, yp) dan distorsi lensa (K1,K2,K3,P1,P2) telah diketahui
(Remonindo & Fraser, 2006)
Proses kalibrasi kamera dilakukan dengan mengambil minimal 6 gambar dari sebuah
pola dengan grid tertentu. Gambar tersebut dimasukkan ke dalam perangkat lunak untuk
kemudian diproses secara otomatis untuk menghitung parameter-parameter yang
dibutuhkan. Hasil dari kalibrasi kamera ini dapat disimpan dan digunakan kembali untuk
proses-proses selanjutnya yang menggunakan kamera tersebut (Gorski,Kuczko,Wichniarek
&Zawadski, 2010)
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
4


Gambar 4. Beberapa jenis frame kalibrasi
Ada 3 metode dalam melakukan kalibrasi kamera yaitu : (1) metode laboratorium, (2) metode
lapangan , dan (3) metode stellar
Multikolimator dan goniometer merupakan metode kalibrasi kamera laboratorium, kedua
metode ini masing-masing memerlukan alat khusus dan mahal. Pada metode multikolimator
objek (berupa tanda silang kotak) yang akan dipotret, diletakkan diatas sebuah pelat kaca,
objek tersebut diproyeksikan melalui sejumlah kolimator individual yang dipasang dengan
sudut tertentu (yang nilainya sudah diketahui) ke bidang focus kamera. Dari tanda silang kotak
yang terproyeksi dari bidang focus dapat diukur panjang fokus ekivalen dan radial lensa pada
tiap pertambahan sudut.
Pada metode goniometer, objek berupa plat grid yang disinari dari belakang, grid ini kemudian
diproyeksikan melalui lensa kamera pada arah berlawanan. Sudut dimana sinar grid yang
timbul, diukur dengan goniometer. Besarnya panjang fokus ekivalen dan distorsi radial lensa
ditentukan dengan membandingkan sudut yang terukur sebenarnya dengan sudut yang benar
menurut teori.
Metode stellar tidak memerlukan alat khusus dan mahal. Pada metode ini dilakukan
pemotretan atas sasaran yang terdiri dari bintang yang dapat diidentifikasi, dilakukan
pencatatan waktu pemotretean. Sehingga akan diperoleh sudut perpanjanagan bintang pada
letak kamera. Sudut ini kemudian dibandingkan terhadap sudut yang diperoleh dari
pengukuran tepat atas gambar bintang.

2.4 Photo Modeler Scanner
Photomodeler Scanner adalah software fotogrametri yang menyediakan pemodelan
berdasarkan gambar (image) untuk pengukuran yang akurat serta model 3D dalam bidang
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
5

engineering, arsitektur, film, forensik, kebudayaan, dan lain-lain. Photomodeler Scanner
menyediakan utilitas untuk menciptakan pengukuran dan model 3D yang akurat dan
berkualitas tinggi dari kumpulan foto. Proses ini disebut dengan scanning 3D berbasis foto.
PhotoModeler Scanner adalah sebuah scanner 3d yang menyediakan hasil yang
serupa dengan 3s laser scanner. Proses scanning 3d ini menghasilkan point cloud yang padat
dari textur permukaan fotografi dari berbagai ukuran PhotoModeler dasar ditambah
kemampuan untuk melakukan Dense Surface modelling (DSM), scanning 3d dan Smartmatch.
SmartMatch menyediakan pemasangan proyek yang efisien dimana tidak ada target
yang terkode dibutuhkan. Dense Surface Modelling digunakan dalam berbagai aplikasi di mana
sejumlah besar titik-titik 3D diperlukan. Surface yang dimodelkan tersebutmemerlukan tekstur
random atau natural. Kebanyakan aplikasi dimana 3d laser scanner bekerja, DSM akan bekerja
juga.
Beberapa aplikasi dari DSM antara lain:
Arkeologi
Arsitektur dan preservasi
Seni/Museum/Kuratorial
Teknik Sipil
Film dan Animasi
Forensik
Teknik Mesin dan Pengukuran bersifat industri
Obat-obatan
Pertambangan, ekskavasi, dan geoteknik
PhotoModeler Scanner mengekspor point cloud 3d dan jaring triangulasi dalam format
berikut: .stl, .ply, .txt, .iv, .facet.


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
6

BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Lokasi
Praktikum kalibrasi kamera ini dilaksanakan pada :
Hari, Tanggal : Rabu, 6 November 2013
Waktu : 08.30 WIB selesai
Lokasi : Ruang Himpunan Mahasiswa Teknik Geomatika ITS Surabaya

3.2 Diagram Alir
Diagram alir Pelaksanaan











Gambar 5. Diagram Alir Pelaksanaan
Praktikum









MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
7


3.3 Langkah Pelaksanaan
Langkah Pengambilan Gambar
1. Melakukan pemotretan titik-titik kolimator dengan kamera digital IXUS 115 HS
2. Titik Kolimator yang dicetak ditempel di lantai/meja dengan alas yang datar dan cukup luas
3. Titik Kolimator dipotret dari 12 sisi, ditambah 4 sisi untuk foto dalam bentuk 2 90
0
CW dan
2 90
0
CCW
4. Memindahkan hasil foto ke laptop untuk selanjutnya diproses dengan perangkat lunak
Photo Modeler Scanner
5. Proses kalibrasi kamera

Langkah Proses Kalibrasi Kamera
Metode yang kami gunakan adalah dengan Auto Calibration yang dikerjakan di
program PhotoModeler Scanner versi 6.22. Metode ini memudahkan proses kalibrasi karena
tidak mengharuskan kami menghitung secara manual semua parameter yang dicari dalam
kalibrasi tetapi hanya dengan memasukkan beberapa foto dari grid yang sudah ada ke dalam
program dan program yang akan menghitung calibrated focal length (CFL) dari kamera yang
kami gunakan.
Cara pengerjaan kalibrasi menggunakan PhotoModeler Scanner adalah sebagai
berikut :
1. Membuka PhotoModeler Scanner

Gambar 6.Aplikasi Photo Modeler Scanner
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
8


2. Setelah PhotoModeler Scanner terbuka, pilih New Camera Calibration Project

Gambar 7.Tampilan awal Photo Modeler Scanner
3. Setelah keluar dialog Camera Calibration Project, pilih foto yang akan dipakai dengan
memindah foto di kolom kiri menuju kolom kanan (minimal 6 foto dan maksimal 12 foto)

Gambar 8. Kotak Dialog untuk Pemilihan Foto Camera Calibration Project
4. Setelah memasukkan foto sesuai persyaratan (6-12 foto), akan keluar dialog baru yang
memungkinkan kita untuk mengeksekusi kalibrasi. Kita pilih menu Execute Calibration
agar proses mulai berjalan.
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
9


Gambar 9. Proses Excute Callibration
5. Setelah itu, proses kalibrasi akan berjalan, yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu
proses kalibrasi ini sampai selesai.

Gambar 10. Proses Kalibrasi Berjalan
6. Setelah proses kalibrasi selesai, akan keluar dialog box yang menunjukkan hasil kalibrasi
berupa parameter- parameter dan juga CFL yang sudah kita tunggu- tunggu.

Gambar 11. Hasil Kalibrasi
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
10

BAB IV
HASIL DAN ANALISA
4.1 Hasil
4.1.1 Hasil Pengambilan Foto
Dengan menggunakan kamera digital merk Canon Ixus 115HS yang mempunyai focal
length 5-20 mm, kami mengambil foto dari CalibrationGrid yang sudah disediakan oleh
PhotoModeler Scanner. Sesuai dengan tutorial di menu Help dari PhotoModeler Scanner,
foto yang kami ambil dibagi dalam 3 grup, yaitu foto Core, Add-on 1 and Add-on 2. Dimana
Foto Core adalah foto yang diambil dari sisi Utara (1), Selatan (3), Timur (2) dan Barat (4)
dari CalibrationGrid dimana pengambilan adalah sudut normal dan Clockwise (searah
jarum jam) untuk posisi 1 dan 2, sedangkan untuk posisi 3 dan 4 menggunakan sudut
normal dan Counter Clockwise ( Berlawanan arah jarum jam). Ilustrasi dari posisi foto
adalah sebagai berikut :










Gambar 12. Posisi Kamera
Sedangkan grup ke 2 yaitu Add-on 1 adalah grup yang berisi foto dari posisi 1 sampai
4 yang melengkapi sudut dari foto Core , yaitu 1 Counter Clockwise, 2 Counter Clockwise,
3 Clockwise dan 4 Clockwise. Dari sini sudah didapatkan 12 foto, tetapi untuk membuat
proses Camera Calibration yang kita lakukan semakin baik, maka diambillah foto grup Add-
on 2, dimana berisikan foto yang diambil dari pojok- pojok Calibration Grid, atau dalam
bahasa Inggrisnya adalah edge from the Grid. Jadi foto yang kami dapat dari 1 kali
pengambilan adalah 16 buah foto.
Kami melakukan proses pengambilan foto ini sebanyak 2 kali, di tempat yang berbeda
tetapi tetap menggunakan kamera digital Canon IXUS 115HS, sehingga foto yang kami
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
11

dapatkan adalah 32 foto. Berikut ini adalah foto- foto yang kami dapatkan, baik dari
pengambilan 1 maupun 2 dan baik grup Core, Add-on 1 or Add-on 2. :
Pengambilan Foto ke-1



























Gambar 13. Pengambilan Foto Pertama


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
12

Pengambilan Foto ke-2































Gambar 14. Pengambilan Foto Kedua

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
13

4.1.2 Hasil Camera Calibration
4.1.2.1 Pengambilan Foto 1
4.1.2.1.1 4 Foto
Sesuai dengan alur dan metode yang sudah dijelaskan di bab 3, kali ini
kita akan melakukan proses kalibrasi foto dengan foto yang berjumlah 4 foto,
dimana foto yang kami gunakan adalah foto pengambilan pertama, dari
sudut normal di setiap sisi (1,2,3,4). Dimana hasilnya adalah sebagai berikut:
(Terjadi error message A calibration need at least 6 photos)







Gambar 15. Tampilan Error pada Pengambilan Foto Pertama

Meskipun terjadi error, kami tetap mencoba melakukan proses
kalibrasi terhadap 4 foto tersebut dan hasilnya adalah :













Gambar 16. Proses Kalibrasi Kamera pada Pengambilan Foto Pertama

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
14


4.1.2.1.2 8 Foto
Untuk jumlah foto kedua, yaitu 8 foto, kami melakukan lagi proses
kalibrasi dengan menggunakan 8 foto dari grup Core dengan hasil sebagai
berikut :



























Gambar 17. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 8 Foto (Foto Pertama)

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
15


4.1.2.1.3 12 Foto
Untuk jumlah foto ketiga, yaitu 12 foto, kami mengambil dari foto
Grup Core yang ditambah dengan Add-on 1 sehingga berjumlah 12. Hasil
dari proses Camera Calibration dengan 12 foto adalah sebagai berikut :




























Gambar 18. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 12 Foto (Foto Pertama)
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
16


4.1.2.2 Pengambilan Foto 2
4.1.2.2.1 4 Foto
Sesuai dengan alur dan metode yang sudah dijelaskan di bab 3, kali ini
kita akan melakukan proses kalibrasi foto dengan foto yang berjumlah 4 foto,
dimana foto yang kami gunakan adalah foto pengambilan kedua, dari sudut
normal di setiap sisi (1,2,3,4). Dimana hasilnya adalah sebagai berikut:
(Terjadi error message A calibration need at least 6 photos)






Gambar 19. Tampilan Error pada Pengambilan Foto Kedua

Meskipun terjadi error, kami tetap mencoba melakukan proses
kalibrasi terhadap 4 foto tersebut dan hasilnya adalah :














Gambar 20. Proses Kalibrasi Kamera pada Pengambilan Foto Kedua

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
17




4.1.2.2.2 8 Foto
Untuk jumlah foto kedua, yaitu 8 foto, kami melakukan lagi proses
kalibrasi dengan menggunakan 8 foto dari grup Core dengan hasil sebagai
berikut :

























Gambar 21. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 8 Foto (Foto Kedua)

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
18


4.1.2.2.3 12 Foto
Untuk jumlah foto ketiga, yaitu 12 foto, kami mengambil dari foto
Grup Core yang ditambah dengan Add-on 1 sehingga berjumlah 12. Hasil
dari proses Camera Calibration dengan 12 foto adalah sebagai berikut :



























Gambar 22. Hasil Kalibrasi Kamera dengan 12 Foto (Foto Kedua)

MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
19



4.1.3 Camera Viewer
Setelah melakukan proses kalibrasi dengan menggunakan 4, 8 dan 12 foto, dihasilkan
sebuah report terhadap proses kalibrasi tersebut, yang akan kita bahas di sub bab selanjutnya.
Hasil selanjutnya dari proses kalibrasi ini adalah Dialog Camera Viewer yang merupakan Dialog
Box berisi kamera yang kita lakukan beserta parameter parameter yang sudah ditemukan di
proses kalibrasi. Dialog Box tersebut seperti di bawah ini :














Gambar 23. Camera Viewer
4.2 Analisa
4.2.1 Project Status Camera Calibration Report
4.2.1.1 Pengambilan Foto 1
Hasil dari proses kalibrasi kamera yang sudah dilakukan terhadap Grup Foto
1 yang berjumlah 4, 8 dan 12 adalah sebagai berikut :
4.2.1.1.1 4 Foto
Tidak ada Report yang bisa di-generate karena memang tidak ada proses
kalibrasi yang berjalan, dikarenakan 4 foto kurang dari 6 foto, sehingga tidak
ada proses apapun yang berjalan.


MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
20

4.2.1.1.2 8 Foto
Report yang didapatkan dari proses kalibrasi menggunakan 8 foto adalah
sebagai berikut:
Status Report Tree

Project Name: *** Project has not yet been saved ***

Problems and Suggestions (3)
Project Problems (1)
The total photo area covered by points is 66%, which is
less than the recommended 80%.
Try to take photos of the calibration grid so that marked points fill as
much of the photo frame as possible. Also move the grid around the frame so
overall there is good coverage across all photos. This will result in a better
calibration as more of the lens will be calibrated to account for variability
throughout the lens.
Problems related to most recent processing (2)
One or more of the camera parameter standard deviations (P1) is quite
high.
Ensure this is a suitable project for camera calibration if you are doing
field calibration. Also try removing parameters to be solved, by turning them
off in 'Preferences' / 'Process' tab / 'Solve during full field calibration' section;
or for calibration on the Calibration Options dialog. First try removing P1 or
P2 from the calibration if Xp, Yp, P1 or P2 appear in the list above. K3, K2 and
sometimes K1 may need to be removed. Rarely should you need to remove f,
Xp, Yp, Fw or Fh.
One or more of the camera parameter deviations has a high correlation:
((Yp - P2:95.2%)(P2 - Yp:95.2%))
A very high correlation (esp. anything over 95%) between two camera
parameters during calibration means that neither parameter will have solved
well. The high correlation may be due to camera positioning or the type of
lens. Try to rerun the calibration after disabling one of the correlating
parameters (disable lens distortion parameters first) in the Calibration
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
21

Options dialog. If this does not solve the problem try retaking the
photographs.

Information from most recent processing
Last Processing Attempt: Mon Nov 18 00:19:01 2013
PhotoModeler Version: 6.2.2.596 - final,full
Status: successful
Processing Options
Orientation: off
Global Optimization: on
Calibration: on (full calibration)
Constraints: off
Total Error
Number of Processing Iterations: 3
Number of Processing Stages: 2
First Error: 4.324
Last Error: 1.418
Precisions / Standard Deviations
Camera Calibration Standard Deviations
Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Focal Length
Value: 5.057027 mm
Deviation: Focal: 6.2e-004 mm
Xp - principal point x
Value: 3.075466 mm
Deviation: Xp: 9.7e-004 mm
Yp - principal point y
Value: 2.230219 mm
Deviation: Yp: 0.001 mm
Correlations over 95.0%: P2:95.2%
Fw - format width
Value: 6.197877 mm
Deviation: Fw: 4.0e-004 mm
Fh - format height
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
22

Value: 4.648200 mm
K1 - radial distortion 1
Value: 2.246e-003
Deviation: K1: 2.0e-005
K2 - radial distortion 2
Value: -2.588e-005
Deviation: K2: 1.4e-006
K3 - radial distortion 3
Value: 0.000e+000
P1 - decentering distortion 1
Value: 8.637e-006
Deviation: P1: 1.1e-005
P2 - decentering distortion 2
Value: -1.311e-003
Deviation: P2: 1.4e-005
Correlations over 95.0%: Yp:95.2%

Quality
Photographs
Total Number: 8
Bad Photos: 1
Weak Photos: 0
OK Photos: 7
Number Oriented: 7
Number with inverse camera flags set: 0
Cameras
Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Calibration: yes
Number of photos using camera: 8
Average Photo Point Coverage: 66%
Photo Coverage
Number of referenced points outside of the Camera's calibrated coverage:
0
Point Marking Residuals
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
23

Overall RMS: 0.171 pixels
Maximum: 0.853 pixels
Point 2 on Photo 4
Minimum: 0.088 pixels
Point 13 on Photo 8
Maximum RMS: 0.474 pixels
Point 99
Minimum RMS: 0.064 pixels
Point 13
Point Tightness
Maximum: 0.00062 m
Point 12
Minimum: 9.3e-005 m
Point 13
Point Precisions
Overall RMS Vector Length: 8.49e-005 m
Maximum Vector Length: 0.000135 m
Point 14
Minimum Vector Length: 7.91e-005 m
Point 40
Maximum X: 6.52e-005 m
Maximum Y: 7.32e-005 m
Maximum Z: 9.22e-005 m
Minimum X: 3.93e-005 m
Minimum Y: 3.94e-005 m
Minimum Z: 5.36e-005 m
Dari report diatas, didapatkan bahwa area yang tercover oleh foto kurang dari
80% seperti yang disarankan, yaitu hanya 66%. Selain itu, ada standar deviasi
dari salah satu parameter (P1) yang lumayan tinggi dan punya korelasi yang
lumayan tinggi juga. Dari report diatas kita dapatkan bahwa focal length dari
kamera yang sudah terkalibrasi adalah 5.057027 mm, dengan standar deviasi
sebesar 0.0004 mm. IOP yang lain seperti Xp, Yp, Fw, Fh, K1, K2, K3, P1, dan P2
juga didapatkan dengan RMS Error sebesar 0.171 pixels. Yang jadi masalah
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
24

adalah ada 1 foto yang termasuk Bad Photos karena tidak semua Control Points
terlihat (Hanya 3) sehingga foto itu tidak digunakan.

4.2.1.1.3 12 Foto
Report yang didapatkan dari proses kalibrasi menggunakan 12 foto adalah
sebagai berikut:
Status Report Tree

Project Name: 12.pmr

Problems and Suggestions (3)
Project Problems (2)
Problem: A large percentage of your points are sub-pixel marked so it is
assumed you are striving for a high accuracy result. The largest residual
(Point5 - 1.794567) is greater than 1.00 pixels.
Suggestion: In high accuracy projects, strive to get all point residuals
under 1.00 pixels. If you have just a few high residual points, study them on
each photo to ensure they are marked and referenced correctly. If many of
your points have high residuals then make sure the camera stations are
solving correctly. Ensure that you are using the best calibrated camera
possible. Remove points that have been manually marked unless you need
them.
The total photo area covered by points is 71%, which is
less than the recommended 80%.
Try to take photos of the calibration grid so that marked points fill as
much of the photo frame as possible. Also move the grid around the frame so
overall there is good coverage across all photos. This will result in a better
calibration as more of the lens will be calibrated to account for variability
throughout the lens.
Problems related to most recent processing (1)
One or more of the camera parameter deviations has a high correlation:
((Yp - P2:95.6%)(P2 - Yp:95.6%))
A very high correlation (esp. anything over 95%) between two camera
parameters during calibration means that neither parameter will have solved
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
25

well. The high correlation may be due to camera positioning or the type of
lens. Try to rerun the calibration after disabling one of the correlating
parameters (disable lens distortion parameters first) in the Calibration
Options dialog. If this does not solve the problem try retaking the
photographs.

Information from most recent processing
Last Processing Attempt: Mon Nov 18 08:38:19 2013
PhotoModeler Version: 6.2.2.596 - final,full
Status: successful
Processing Options
Orientation: off
Global Optimization: on
Calibration: on (full calibration)
Constraints: off
Total Error
Number of Processing Iterations: 2
Number of Processing Stages: 2
First Error: 2.913
Last Error: 2.913
Precisions / Standard Deviations
Camera Calibration Standard Deviations
Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Focal Length
Value: 5.056259 mm
Deviation: Focal: 9.2e-004 mm
Xp - principal point x
Value: 3.073034 mm
Deviation: Xp: 0.001 mm
Yp - principal point y
Value: 2.235411 mm
Deviation: Yp: 0.002 mm
Correlations over 95.0%: P2:95.6%
Fw - format width
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
26

Value: 6.199809 mm
Deviation: Fw: 6.0e-004 mm
Fh - format height
Value: 4.648200 mm
K1 - radial distortion 1
Value: 2.306e-003
Deviation: K1: 3.0e-005
K2 - radial distortion 2
Value: -3.158e-005
Deviation: K2: 2.0e-006
K3 - radial distortion 3
Value: 0.000e+000
P1 - decentering distortion 1
Value: 5.221e-005
Deviation: P1: 1.6e-005
P2 - decentering distortion 2
Value: -1.251e-003
Deviation: P2: 1.8e-005
Correlations over 95.0%: Yp:95.6%

Quality
Photographs
Total Number: 12
Bad Photos: 1
Weak Photos: 0
OK Photos: 11
Number Oriented: 11
Number with inverse camera flags set: 0
Cameras
Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Calibration: yes
Number of photos using camera: 12
Average Photo Point Coverage: 71%
Photo Coverage
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
27

Number of referenced points outside of the Camera's calibrated coverage:
0
Point Marking Residuals
Overall RMS: 0.372 pixels
Maximum: 1.795 pixels
Point 5 on Photo 9
Minimum: 0.159 pixels
Point 79 on Photo 11
Maximum RMS: 1.161 pixels
Point 2
Minimum RMS: 0.087 pixels
Point 79
Point Tightness
Maximum: 0.0019 m
Point 1001
Minimum: 0.00017 m
Point 78
Point Precisions
Overall RMS Vector Length: 0.000141 m
Maximum Vector Length: 0.000163 m
Point 2
Minimum Vector Length: 0.000135 m
Point 30
Maximum X: 7.55e-005 m
Maximum Y: 9.13e-005 m
Maximum Z: 0.000119 m
Minimum X: 6.73e-005 m
Minimum Y: 6.59e-005 m
Minimum Z: 9.27e-005 m
Dari report diatas, didapatkan bahwa area yang tercover oleh foto kurang dari
80% seperti yang disarankan, yaitu hanya 71%. Selain itu, ada standar deviasi
dari salah satu parameter (P1) yang lumayan tinggi dan punya korelasi yang
lumayan tinggi juga. Dari report diatas kita dapatkan bahwa focal length dari
kamera yang sudah terkalibrasi adalah 5.056259 mm, dengan standar deviasi
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
28

sebesar 0.00092 mm. IOP yang lain seperti Xp, Yp, Fw, Fh, K1, K2, K3, P1, dan
P2 juga didapatkan dengan RMS Error sebesar 0.372 pixels. Yang jadi masalah
adalah ada 1 foto yang termasuk Bad Photos karena tidak semua Control Points
terlihat (Hanya 3) sehingga foto itu tidak digunakan. Perbedaan antara
pengambilan 8 foto dan 12 foto adalah, hasil CFL yang didapatkan juga berbeda
meskipun sedikit, dan juga terdapat perbedaan ketelitian dalam hal ini
ditunjukkan dengan RMS Error. Karena ada 1 bad photo yang tidak kelihatan
Control Points nya secara lengkap, sehingga kami mengulangi proses
pengambilan foto sehingga didapatkan foto pengambilan ke 2 yang juga
berjumlah 12 foto.

4.2.1.2 Pengambilan Foto 2
Hasil dari proses kalibrasi kamera yang sudah dilakukan terhadap Grup Foto
1 yang berjumlah 4, 8 dan 12 adalah sebagai berikut :
4.2.1.2.1 4 Foto
Tidak ada Report yang bisa di-generate karena memang tidak ada proses
kalibrasi yang berjalan, dikarenakan 4 foto kurang dari 6 foto, sehingga tidak
ada proses apapun yang berjalan.
4.2.1.2.2 8 Foto
Report yang didapatkan dari proses kalibrasi menggunakan 8 foto adalah
sebagai berikut:

Status Report Tree

Project Name: *** Project has not yet been saved ***

Problems and Suggestions (2)
Project Problems (2)
Problem: A large percentage of your points are sub-pixel marked so it is
assumed you are striving for a high accuracy result. The largest residual
(Point59 - 1.269001) is greater than 1.00 pixels.
Suggestion: In high accuracy projects, strive to get all point residuals
under 1.00 pixels. If you have just a few high residual points, study them on
each photo to ensure they are marked and referenced correctly. If many of
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
29

your points have high residuals then make sure the camera stations are
solving correctly. Ensure that you are using the best calibrated camera
possible. Remove points that have been manually marked unless you need
them.
The total photo area covered by points is 62%, which is
less than the recommended 80%.
Try to take photos of the calibration grid so that marked points fill as
much of the photo frame as possible. Also move the grid around the frame so
overall there is good coverage across all photos. This will result in a better
calibration as more of the lens will be calibrated to account for variability
throughout the lens.
Problems related to most recent processing (0)

Information from most recent processing
Last Processing Attempt: Mon Nov 18 08:58:58 2013
PhotoModeler Version: 6.2.2.596 - final,full
Status: successful
Processing Options
Orientation: off
Global Optimization: on
Calibration: on (full calibration)
Constraints: off
Total Error
Number of Processing Iterations: 3
Number of Processing Stages: 2
First Error: 3.980
Last Error: 2.251
Precisions / Standard Deviations
Camera Calibration Standard Deviations
Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Focal Length
Value: 5.059798 mm
Deviation: Focal: 7.3e-004 mm
Xp - principal point x
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
30

Value: 3.088701 mm
Deviation: Xp: 0.001 mm
Yp - principal point y
Value: 2.224284 mm
Deviation: Yp: 0.001 mm
Fw - format width
Value: 6.199204 mm
Deviation: Fw: 3.5e-004 mm
Fh - format height
Value: 4.648200 mm
K1 - radial distortion 1
Value: 2.173e-003
Deviation: K1: 4.6e-005
K2 - radial distortion 2
Value: -3.209e-005
Deviation: K2: 4.5e-006
K3 - radial distortion 3
Value: 0.000e+000
P1 - decentering distortion 1
Value: -1.015e-004
Deviation: P1: 1.4e-005
P2 - decentering distortion 2
Value: -1.441e-003
Deviation: P2: 1.7e-005

Quality
Photographs
Total Number: 8
Bad Photos: 0
Weak Photos: 0
OK Photos: 8
Number Oriented: 8
Number with inverse camera flags set: 0
Cameras
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
31

Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Calibration: yes
Number of photos using camera: 8
Average Photo Point Coverage: 62%
Photo Coverage
Number of referenced points outside of the Camera's calibrated coverage:
0
Point Marking Residuals
Overall RMS: 0.278 pixels
Maximum: 1.269 pixels
Point 59 on Photo 7
Minimum: 0.174 pixels
Point 13 on Photo 5
Maximum RMS: 0.933 pixels
Point 59
Minimum RMS: 0.106 pixels
Point 13
Point Tightness
Maximum: 0.0012 m
Point 59
Minimum: 0.0002 m
Point 13
Point Precisions
Overall RMS Vector Length: 0.000124 m
Maximum Vector Length: 0.000171 m
Point 90
Minimum Vector Length: 0.000116 m
Point 1001
Maximum X: 7.8e-005 m
Maximum Y: 9.8e-005 m
Maximum Z: 0.00013 m
Minimum X: 5.36e-005 m
Minimum Y: 5.21e-005 m
Minimum Z: 8.67e-005 m
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
32

Dari report diatas, didapatkan bahwa area yang tercover oleh foto kurang dari
80% seperti yang disarankan, yaitu hanya 62%. Selain itu, ada presentase besar
dari titik yang sudah di-marking secara sub-pixel, sehingga membuat RMS Error
untuk setiap titik melebihi 1 pixel. . Dari report diatas kita dapatkan bahwa focal
length dari kamera yang sudah terkalibrasi adalah 5.059798 mm, dengan
standar deviasi sebesar 0.00073 mm. IOP yang lain seperti Xp, Yp, Fw, Fh, K1,
K2, K3, P1, dan P2 juga didapatkan dengan RMS Error sebesar 0.278 pixels. Pada
pengambilan foto kali ini, semua foto termasuk OK Photos sehingga tidak perlu
adanya pengulangan.
4.2.1.2.3 12 Foto
Report yang didapatkan dari proses kalibrasi menggunakan 12 foto adalah
sebagai berikut:
Status Report Tree

Project Name: *** Project has not yet been saved ***

Problems and Suggestions (2)
Project Problems (2)
Problem: A large percentage of your points are sub-pixel marked so it is
assumed you are striving for a high accuracy result. The largest residual
(Point59 - 1.352713) is greater than 1.00 pixels.
Suggestion: In high accuracy projects, strive to get all point residuals
under 1.00 pixels. If you have just a few high residual points, study them on
each photo to ensure they are marked and referenced correctly. If many of
your points have high residuals then make sure the camera stations are
solving correctly. Ensure that you are using the best calibrated camera
possible. Remove points that have been manually marked unless you need
them.
The total photo area covered by points is 68%, which is
less than the recommended 80%.
Try to take photos of the calibration grid so that marked points fill as
much of the photo frame as possible. Also move the grid around the frame so
overall there is good coverage across all photos. This will result in a better
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
33

calibration as more of the lens will be calibrated to account for variability
throughout the lens.
Problems related to most recent processing (0)

Information from most recent processing
Last Processing Attempt: Mon Nov 18 09:53:03 2013
PhotoModeler Version: 6.2.2.596 - final,full
Status: successful
Processing Options
Orientation: off
Global Optimization: on
Calibration: on (full calibration)
Constraints: off
Total Error
Number of Processing Iterations: 3
Number of Processing Stages: 2
First Error: 3.911
Last Error: 2.167
Precisions / Standard Deviations
Camera Calibration Standard Deviations
Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Focal Length
Value: 5.055719 mm
Deviation: Focal: 4.9e-004 mm
Xp - principal point x
Value: 3.085320 mm
Deviation: Xp: 7.3e-004 mm
Yp - principal point y
Value: 2.230165 mm
Deviation: Yp: 8.3e-004 mm
Fw - format width
Value: 6.198387 mm
Deviation: Fw: 2.4e-004 mm
Fh - format height
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
34

Value: 4.648200 mm
K1 - radial distortion 1
Value: 2.156e-003
Deviation: K1: 3.1e-005
K2 - radial distortion 2
Value: -2.631e-005
Deviation: K2: 3.1e-006
K3 - radial distortion 3
Value: 0.000e+000
P1 - decentering distortion 1
Value: -7.036e-005
Deviation: P1: 9.1e-006
P2 - decentering distortion 2
Value: -1.360e-003
Deviation: P2: 1.0e-005
Quality
Photographs
Total Number: 12
Bad Photos: 0
Weak Photos: 0
OK Photos: 12
Number Oriented: 12
Number with inverse camera flags set: 0
Cameras
Camera1: Canon IXUS 115 HS [5.00]
Calibration: yes
Number of photos using camera: 12
Average Photo Point Coverage: 68%
Photo Coverage
Number of referenced points outside of the Camera's calibrated coverage:
0
Point Marking Residuals
Overall RMS: 0.279 pixels
Maximum: 1.353 pixels
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
35

Point 59 on Photo 6
Minimum: 0.219 pixels
Point 21 on Photo 4
Maximum RMS: 0.917 pixels
Point 59
Minimum RMS: 0.132 pixels
Point 87
Point Tightness
Maximum: 0.0015 m
Point 70
Minimum: 0.0002 m
Point 87
Point Precisions
Overall RMS Vector Length: 9.26e-005 m
Maximum Vector Length: 0.000112 m
Point 70
Minimum Vector Length: 8.92e-005 m
Point 29
Maximum X: 5.2e-005 m
Maximum Y: 6.09e-005 m
Maximum Z: 7.79e-005 m
Minimum X: 4.16e-005 m
Minimum Y: 4.1e-005 m
Minimum Z: 6.42e-005 m
Dari report diatas, didapatkan bahwa area yang tercover oleh foto kurang dari 80% seperti
yang disarankan, yaitu hanya 68%. Dari report diatas kita dapatkan bahwa focal length dari
kamera yang sudah terkalibrasi adalah 5.055719 mm, dengan standar deviasi sebesar 0.00049
mm. IOP yang lain seperti Xp, Yp, Fw, Fh, K1, K2, K3, P1, dan P2 juga didapatkan dengan RMS
Error sebesar 0.279 pixels. Perbedaan antara pengambilan 8 foto dan 12 foto adalah, hasil CFL
yang didapatkan juga berbeda meskipun sedikit, dan juga terdapat perbedaan ketelitian dalam
hal ini ditunjukkan dengan RMS Error. Dari pengambilan foto 1 dan pengambilan foto 2
didapatkan focal length yang berkisar antara 5.055-5.057, sehingga nilai CFL nya diantara nilai
nilai tersebut, dan RMS Error yang didapatkan juga termasuk kecil, sehingga bisa digunakan
dalam proses kalibrasi Foto.
MODUL 1 PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DIGITAL


PENENTUAN INTERIOR ORIENTATION PARAMETER
SECARA OTOMATIS DENGAN PHOTO MODELER SCANNER 6.22
36

BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Kalibrasi Kamera dibutuhkan untuk mendapatkan CFL dan IOP dari sebuah kamera, agar
kamera itu siap digunakan untuk melakukan pengukuran fotogrametrik
Kalibrasi kamera bisa dilakukan secara manual dengan kalkulator biasa ataupun secara
otomatis menggunakan aplikasi seperti PhotoModeler Scanner, dalam versi 6.22 seperti
yang kelompok kami gunakan.
Dalam pengambilan foto, usahakan menggunakan tripod dan juga area foto melebihi 80%
dari luas foto.
Hasil dari kalibrasi kamera di PhotoModeler Scanner menunjukkan angka 5.055-5.057 mm,
karena kami melakukan 2 kali pengambilan foto dan 3 macam jumlah foto, yaitu 4, 8, dan
12.
Jumlah foto yang harus dimasukkan minimal 6 maksimal 12 , apabila hanya 4 yang
dimasukkan tidak akan diproses.
Tidak ada hubungan antara jumlah foto yang dimasukkan dengan RMS Error yang kami
dapatkan karena bisa saja semakin banyak foto RMS Error semakin tinggi, ataupun
sebaliknya, tergantung pada integritas dan konsistensi foto tersbeut.
RMS Error yang kami dapatkan dalam pengukuran adalah berkisar antara 0.171 pixels-
0.378 pixels, yang berarti kamera digital Canon IXUS 115HS bisa digunakan dalam
pengukuran fotogrametrik.