Anda di halaman 1dari 20

BAB I

STATUS PASIEN
AUTOANAMNESA
Keluhan Utama:
Luka bacok pada dada kiri sesaat SMRS
Keluhan Tambahan:
Sesak napas, dirasakan setiba di IGD
Riwaat !enakit Sekaran":
Sesaat sebelum dibawa ke IGD pasien men"alami pembacokan pada dada kiri#
Setiba di IGD pasien mulai beran"sur$an"sur merasa sesak napas# TK! :
Superindo %iaul
Riwaat !enakit Dahulu:
Riwaat aler"i disan"kal
Riwaat asma &
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Tampak sakit rin"an
Kesadaran : %ompos mentis
Tekanan Darah : '()*( mm+"
,adi : ** kali)menit
!ernapasan : -. kali)menit
Suhu : /*
(
%
STATUS GENERALIS
Kepala
Kepala : ,ormocephali, de0ormitas 1$2
Mata : Kon3un"ti4a anemis $)$, sklera ikterik $)$, pupil
bulat)bulat, isokor)isokor, re0leks cahaa lan"sun" dan tidak lan"sun" &)&,
ekso0talmus $)$
5
Thorax
!aru
Inspeksi : !er"erakan dindin" dada asimetris, dada kiri
tertinggal aat !ernapa
!alpasi : 6remitus taktil teraba asimetris, kiri "ele"ah
!erkusi : Red#p pada lapang par# kiri
7uskultasi : 8uni na0as $eik#lar %&', (hee)ing %&%, rhonki $)$
9antun"
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
!alpasi : Ictus cordis teraba pada linea midcla4icularis sinistra
I%S I:
!erkusi : 8atas$batas 3antun" dalam batas normal
7uskultasi : 8uni 3antun" re"uler, murmur1$2, "allop1$2
A!do"en
Inspeksi : Datar, 3e3as 1$2, lesi1$2, sikatriks1$2,
pelebaran 4ena1$2
7uskultasi : 8isin" usus 1&2, *;) menit
!erkusi : Timpani pada seluruh kuadran
!alpasi :,eri tekan 1$2, massa1$2

Ektre"ita
7kral teraba han"at, %RT <- detik, edema 1$2

Genitalia
9e3as 1$2, perdarahan 1$2
PRIMAR* SUR+E*
7 : %lear, artikulasi 3elas, benda asin" 1$2, retraksi otot intercostal ) supracla4icula 1$2,
stridor 1$2
8 : -.;)menit, sianosis 1$2
% : '()*( mm+", nadi **;)menit 1lemah, ire"uler2
D : G%S 5=
> : /*?%
-
STATUS LOKALIS
L : :ulnus punctum setin""i I%S / mammae sinistra, ukuran - ; ( ; (,= cm
6 : Krepitasi 1$2, ,eri tekan 1&2
FOTO T,ORA-
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
,! . // g&dL
Le#koit . 0/1/22&#l
,t . 0345 6
Trombosit : 5'-#((()ul
RESUME
!asien laki$laki, usia 5@ tahun datan" den"an keluhan luka tusuk akibat pembacokan
pada dada kiri# !asien men"eluh adana sesak napas an" muncul perlahan$lahan dan
semakin memberat setelah pasien tiba di IGD#
Dari !emeriksaan 0isik didapatkan:
Tanda$tanda 4ital
Keadaan Umum : Tampak sakit rin"an
Kesadaran : %ompos mentis
Tekanan Darah : '()*( mm+"
,adi : ** kali)menit
!ernapasan : -. kali)menit
Suhu : /*
(
%
/
Thorax
!aru
Inspeksi : !er"erakan dindin" dada asimetris, dada kiri tertinggal aat
!ernapa
!alpasi : 6remitus taktil teraba asimetris, kiri "ele"ah
!erkusi : Red#p pada lapang par# kiri
7uskultasi : 8uni na0as $eik#lar %&', (hee)ing %&%, rhonki $)$
7IAGNOSIS
Dia"nosis Ker3a :
Laki$laki, 5@ tahun den"an trauma ta3am thora; dan hemothora; sinistra
PENATALAKSANAAN
A-
I:6D Dobu - amp&,a%l
I:6D RL -( tpm
Medikamentosa
In3eksi ce0tria;one -;5
In3eksi ranitidine -;5
In3eksi ketorolac -;5
In3eksi teta"am -=( I:
!ro BSD
LAPORAN OPERASI
Ditemukan luka - ; / cm menembus 0asia, otot dan ron""a pleura
.
BAB II
TIN8AUAN PUSTAKA
31/ 7e9inii
Trauma thora; adalah luka atau cedera men"enai ron""a thora; an" dapat
menebabkan kerusakan pada dindin" thora; ataupun isi dari ca4um thora; an"
disebabkan oleh benda ta3am atau benda tumpul dan dapat menebabkan keadaan
"awat thora; akut#
-
Trauma thora; dapat meliputi kerusakan pada dindin" dada, 4ertebra
thoracalis, 3antun", paru$paru, aorta thoracalis dan pembuluh darah besar, namun
3aran" men"enai eso0a"us#
/
313 Anato"i
Thora; 1atau dada2 adalah daerah tubuh an" terletak diantara leher dan
abdomen# Thora; rata diba"ian depan dan belakan" tetapi melen"kun" di ba"ian
sampin"# Ran"ka dindin" thora; an" dinamakan ca4ea thoracis dibentuk oleh
columna 4ertebralis di belakan", costae dan spatium di ba"ian sampin", serta
sternum dan cartila"e costalis di depan# Di ba"ian atas, thora; berhubun"an
den"an leher dan di ba"ian bawah dipisahkan den"an abdomen oleh diaphra"ma#
%a4ea thoracis melindun"i paru dan 3antun" dan merupakan tempat perlekatan
otot$otot thora;, ekstremitas superior, abdomen dan pun""un"#
5
%a4itas thoracis 1ron""a thora;2 dapat diba"i men3adi: ba"ian ten"ah an"
disebut mediastinum dan ba"ian lateral an" ditempati pleura dan paru# !aru
diliputi oleh selapis membrane tipis an" disebut pleura 4iceralis, an" beralih di
hilus pulmonalis 1tempat saluran udara utama dan pembuluh darah masuk ke
paru$paru2 men3adi pleura parietalis dan menu3u ke permukaan dalam dindin"
thora;# Den"an cara ini terbentuk dua kanton" membranosa an" dinamakan
ca4itas pleuralis pada setiap sisi thora;, diantara paru$paru dan dindin" thora;#
5
Keran"ka ron""a thora;, meruncin" pada ba"ian atas dan berbentuk
kerucut terdiri dari sternum, 5- 4ertebra thoracalis, 5( pasan" i"a an" berakhir
di anterior dalam se"men tulan" rawan dan - pasan" an" melaan"# Kartila"o
dari * i"a memisahkan articulasio dari sternum, kartila"o ketu3uh sampai sepuluh
ber0un"si membentuk tepi kostal sebelum menambun" pada tepi bawah sternum#
=
!erluasan ron""a pleura di atas kla4icula dan di atas or"an dalam abdomen
pentin" untuk die4aluasi pada luka tusuk#
-
Musculus pectoralis maor dan minor merupakan muskulus utama dindin"
anterior thora;# Muskulus latisimus dorsi, trapeCius, rhomboideus, dan muskulus
"elan" bahu lainna membentuk lapisan muskulus posterior dindin" posterior
thora;# Tepi bawah muskulus pectoralis maor membentuk lipatan)plika aksilaris
posterior#
-
Dada berisi or"an 4ital paru dan 3antun", perna0asan berlan"sun" den"an
bantuan "erak dindin" dada# Inspirasi ter3adi karena kontraksi otot perna0asan
aitu muskulus interkostalis dan dia0ra"ma, an" menebabkan ron""a dada
membesar sehin""a udara akan terhisap melalui trakea dan bronkus#!leura adalah
membran akti0 an" disertai den"an pembuluh darah dan lim0atik# Disana
terdapat per"erakan cairan, 0a"ositosis debris, menambal kebocoran udara dan
kapiler# !leura 4isceralis menutupi paru dan si0atna sensiti0, pleura ini berlan3ut
sampai ke hilus dan mediastinum bersama D sama den"an pleura parietalis, an"
melapisi dindin" dalam thora; dan dia0ra"ma# !leura sedikit melebihi tepi paru
pada setiap arah dan sepenuhna terisi den"an ekspansi paru D paru normal,
hana ruan" potensial an" ada#
-
Dia0ra"ma ba"ian muskular peri0er berasal dari ba"ian bawah i"a keenam
kartila"o kosta, dari 4ertebra lumbalis, dan dari len"kun" lumbokostal, ba"ian
muskuler melen"kun" membentuk tendo sentral# ,er4us 0renikus mempersara0i
motorik dari interkostal bawah mempersara0i sensorik# Dia0ra"ma an" naik
setin""i puttin" susu, turut berperan dalam 4entilasi paru D paru selama respirasi
biasa ) tenan" sekitar @=E#
-
310 Etiologi
5# Trauma tembus 1ta3am2
!ada trauma tembus ter3adi diskontinuitas dindin" toraks 1laserasi2 lan"sun"
akibat penebab trauma, terutama akibat tusukan benda ta3am 1pisau, kaca,
peluru, dsb2# Sekitar 5($/(E dari trauma tembus memerlukan operasi
torakotomi#
.
-# Trauma tumpul
!ada trauma tumpul tidak ter3adi diskontinuitas dindin" toraks# !enebabna
antara lain kecelakaan lalu lintas, ter3atuh, cedera olahra"a, dsb# Kelainan
*
terserin" akibat trauma tumpul toraks adalah kontusio paru# <5(E trauma 3enis
ini memerlukan operasi torakotomi#
.
31: Epide"iologi
Secara keseluruhan an"ka mortalitas trauma thora; adalah 5( E, dimana
trauma thora; menebabkan satu dari empat kematian karena trauma an" ter3adi
di 7merika Utara# 8anak penderita menin""al setelah sampai di rumah sakit dan
banak kematian ini seharusna dapat dice"ah den"an menin"katkan kemampuan
dia"nostik dan terapi# Kuran" dari 5( E dari trauma tumpul thora; dan hana 5=
D /( E dari trauma tembus thora; an" membutuhkan tindakan torakotomi#
Maoritas kasus trauma thora; dapat diatasi den"an tindakan teknik prosedur
an" akan diperoleh oleh dokter an" men"ikuti suatu kursus penelamatan kasus
trauma thora;#
-
31; Pato9iiologi
!ada dasarna pato0isiolo"i an" ter3adi pada trauma thora; adalah akibat dari
ke"a"alan 4entilasi, ke"a"alan pertukaran "as pada tin"kat al4eolar dan ke"a"alan
sirkulasi karena perubahan hemodinamik#
=
+ipoksia, hiperkarbia dan asidosis serin" disebabkan oleh trauma thora;#
+ipoksia 3arin"an merupakan akibat dari tidak kuatna pen"an"kutan oksi"en ke
3arin"an oleh karena hipo4olemia 1kehilan"an darah2, pulmonar 4entilation )
per0usion mismatch 1contoh kontusio, hematoma, kolaps al4eolus2 dan perubahan
dalam tekanan intrathora; 1contoh tension pneumothora;, pneumothora; terbuka2#
+iperkarbia lebih serin" disebabkan oleh tidak adekuatna 4entilasi akibat
perubahan tekanan intrathora; atau penurunan tin"kat kesadaran# 7sidosis
metabolic disebabkan oleh hipoper0usi dari 3arin"an 1Sok2#
=
31< Kelainan aki!at tra#"a Thorax
Frakt#r iga
Merupakan komponen dari dindin" thora; an" palin" serin"
men"alami trauma, perlukaan pada i"a serin" bermakna, neri pada
per"erakan akibat terbidaina i"a terhadap dindin" thora; secara keseluruhan
menebabkan "an""uan 4entilasi# 8atuk an" tidak e0ekti0 untuk
men"eluarkan secret dapat men"akibatkan insiden atelaktasis dan pneumonia
menin"kat secara bermakna dan disertai timbulna penakit paru$paru#
@
6raktur sternum dan scapula secara umum disebabkan oleh benturan lan"sun",
trauma tumpul 3antun" harus selalu dipertimban"kan bila ada asa 0raktur
sternum# Fan" palin" serin" men"alami trauma adalah i"a ba"ian ten"ah 1i"a
ke $. sampai ke $'2#
-
Flail =het
Ter3adi ketika se"men dindin" dada tidak la"i mempunai kontinuitas
den"an keseluruhan dindin" dada# Keadaan tersebut ter3adi karena 0raktur i"a
multiple pada dua atau lebih tulan" i"a den"an dua atau lebih "aris 0raktur#
7dana se"men 0lail chest 1se"men men"amban"2 menebabkan "an""uan
pada per"erakan dindin" daad# 9ika kerusakan parenkin paru di bawahna
ter3adi sesuai den"an kerusakan pada tulan" makan akan menebabkan
hipoksia an" serius#
-
Kesulitan utama pada kelainan 0lail chest atu trauma pada parenkim
paru an" mun"kin ter3adi 1kontusio paru2# Balaupun ketidak$stabilan
dindin" dada menimbulkan "erakan paradoksal dari dindin" dada pada
inspirasi dan ekspirasi, e0ek ini sendiri sa3a tidak akan menebabkan
hipoksia# !enebab timbulna hipoksia pada penderita ini terutama
disebabkan neri an" men"akibatkan "erakan dindin" dada an" tertahan dan
trauma 3arin"an paruna# 6lail chest mun"kin tidak terlihat pada awalna,
karena splintin" 1terbelat2 den"an dindin" dada# Gerakan perna0asan men3adi
buruk dan toraks ber"erak secara asimetris dan tidak terkoordinasi# !alpasi
"erakan perna0asan an" abnormal dan krepitasi i"a atau 0raktur tulan" rawan
membantu dia"nosis# Den"an 0oto toraks akan lebih 3elas karena akan terlihat
0raktur i"a an" multiple, akan terapi terpisahna sendi costochondral tidak
akan terlihat#
-
!emeriksaan analisis "as darah aitu adana hipoksia akibat
ke"a"alan perna0asan, 3u"a membantu dalam dia"nosis 0lail chest# Terapi
awal an" diberikan termasuk pemberian 4entilasi adekuat, oksi"en an"
dilembabkan dan resusitasi cairan# 8ila tidak ditemukan sok maka ada
kerusakan parenkim paru pada 0lail chest, maka akan san"at sensiti0 terhadap
kekuran"an ataupun kelebihan resusitasi cairan# !en"ukuran an" lebih
spesi0ik harus dilakukan a"ar pemberian cairan benar$benar optimal# Terapi
de0initi4e ditu3ukan untuk men"emban"kan paru$paru dan berupa oksi"enasi
G
an" cukup serta pemberian cairan dan anal"esia untuk memperbaiki
4entilasi# Tidak semua penderita membutuhkan pen""unaan 4entilator#
-
!ence"ahan hipoksia merupakan hal pentin" pada penderita trauma,
dan intubasi serta 4entilasi perlu diberikan untuk waktu sin"kat sampai
dia"nosis dan pola trauma an" ter3adi pada penderita tersebut ditemukan
secara len"kap# !enilaian hati$hati dari 0rekuensi perna0asan, tekanan oksi"en
arterial dan penilaian kiner3a perna0asan akan memberikan suatu indikasi
timin" ) waktu untuk melakukan intubasi dan 4entilasi#
-
Kont#io par#
Kontusio paru adalah kelainan an" palin" serin" ditemukan pada
"olon"an potentiall lethal chest in3ur# Ke"a"alan berna0as dapat timbul
perlahan dan berkemban" sesuai waktu, tidak lan"sun" ter3adi setelah
ke3adian sehin""a rencana penan"anan de0initi4e dapat berubah berdasarkan
perubahan waktu# Monitorin" harus ketat dan berhati$hati, 3u"a diperlukan
e4aluasi penderita an" berulan"$ulan"# !enderita den"an hipoksia bermakna
1!aA- <*= mm+" atau G,* k!a dalam udara ruan"an, SaA-<'(E2 harus
dilakukan intubasi dan diberikan bantuan 4entilasi pada 3am$3am pertama
setelah trauma# Kondisi medik an" berhubun"an den"an kontusio paru
seperti penakit paru kronis dan "a"al "in3al menambah indikasi untuk
melakukan intubasi lebih awal dan 4entilasi mekanik#
-
8eberapa penderita den"an kondisi stabil dapat ditan"ani secara
selekti0 tanpa intubasi endotrakeal atau 4entilasi mekanik# Monitorin" den"an
pulse o;imeter, pemeriksaan analisis "as darah, monitorin" >KG dan
perlen"kapan alat bantu perna0asan diperlukan untuk penan"anan an"
optimal# 9ika kondisi penderita memburuk dan perlu ditrans0er maka harus
dilakukan intubasi dan 4entilasi terlebih dahulu#
-
Pne#"othorax
!neumothora; diakibatkan masukna udara pada ruan" potensial
antara pleura 4isceral dan parietal# Dislokasi 0raktur 4eterbra 3u"a dapat
ditemukan bersama den"an pneumotoraks# Laserasi paru merupakan
penebab terserin" dari pneumotoraks akibat trauma tumpul# Dalam keadaan
normal ron""a toraks dipenuhi oleh paru$paru an" pen"emban"anna
'
sampai dindin" dada oleh karena adana te"an"an permukaan antara kedua
permukaan pleura# 7dana udara di dalam ron""a pleura akan menebabkan
kolapsna 3arin"an paru# Gan""uan 4entilasi$per0usi ter3adi karena darah
menu3u paru an" kolaps tidak men"alami 4entilasi sehin""a tidak ada
oksi"enasi# Ketika pneumotoraks ter3adi, suara na0as menurun pada sisi an"
terkena dan pada perkusi hipersonor# 6ototoraks pada saat ekspirasi
membantu mene"akkan dia"nosis#
-
Terapi terbaik pada pneumotoraks adalah den"an pemasan"an chest
tube pada sela i"a ke . atau ke =, anterior dari "aris mid$aksilaris#
@
8ila
pneumotoraks adalah den"an dilakukan obser4asi atau aspirasi sa3a, maka
akan men"andun" resiko# Sebuah selan" dada dipasan" dan dihubun"an
den"an BSD den"an atau tanpa pen"hisap, dan 0oto toraks dilakukan untuk
men"kon0irmasi pen"emban"an kembali paru$paru# 7nestesi umum atau
4entilasi den"an tekanan positi0 tidak boleh diberikan pada penderita den"an
peneumotoraks traumatic atau pada penderita an" mempunai resiko
ter3adina dapat men3adi li0e thereatenin" tension pneumotora;, terutama 3ika
awalna tidak diketahui dan 4entilasi den"an tekanan positi0 diberikan#
Toraks penderita harus dikompresi sebelum penderita ditransportasi ) ru3uk#
-
Pne#"othorax ter!#ka >S#?king ?het (o#nd@
!neumothora; terbuka de0ek atau luka an" besar pada dindin" dada
an" terbuka menebabkan pneumotora; terbuka# Tekanan di dalam ron""a
pleura akan se"era men3adi sama den"an tekanan atmos0ir# 9ika de0ek pada
dindin" dada mendekati -)/ dari diameter trakea maka udara akan cenderun"
men"alir melalui de0ek karena mempunai tahanan an" kuran" atau lebih
kecil dibandin"kan den"an trakea#
-
7kibatna 4entilasi ter"an""u sehin""a menebabkan hipoksia dan
hiperkapnia# Lan"kah awal adalah menutup luka dne"an kasa steril an"
diplester hana pada / sisina sa3a# Den"an penutupan seperti ini diharapkan
akan ter3adi e0ek 0lutter tpe 4al4e dimana saat inspirasi kasa penutup akan
menutup luka, mence"ah kebocoran udara dari dalam# Saat ekspirasi kasa
penutup terbuka untuk menin"kirkan udara keluar# Setelah itu maka
sese"era mun"kin dipasan" selan" dada an" harus ber3auhan dari luka
primer# Menutup seluruh sisi luka akan menebabkan terkumpulna udara di
dalam ron""a pleura an" akan menebabkan tension pneumothora; kecuali
3ika selan" dada sudah terpasan"# Kasa penutup sementara an" dapat
5(
diper"unakan adalah !lastic wrap atau !etrolatum GauCe, sehin""a penderita
dapat dilakukan e4aluasi den"an cepat dan dilan3utkan den"an pen3ahitan
luka#
-
Tenion pne#"orothorax
8erkemban" ketika ter3adi one$wa$4al4e 10enomena 4entil2,
kebocoran udara an" berasal dari paru$paru atau melalui dindin" dada masuk
ke dalam ron""a pleura dan tidak dapat keluar la"i 1one$wa$4al4e2# 7kibat
udara an" masuk ke dalam ron""a pleura an" tidak dapat keluar la"i, maka
tekanan di intrapleural akan menin""i, paru$paru men3adi kolaps, mediastinum
terdoron" ke sisi berlawanan dan men"hambat pen"embalian darah 4ena ke
3antun" 14enous return2H ini an" men"akibatkan kematian serta akan menekan
paru kontralateral#
*
!enebab terserin"dari tension pneumothora; adalah komplikasi
pen""unaan 4entilasi mekanik 14entilator2 den"an 4entilasi tekanan positi0
pada penderita den"an kerusakan pada pleura 4isceral# Tension pneumothora;
dapat timbul seba"ai komplikasi dari pneumotora; sederhana akibat trauma
toraks tembus atau ta3am den"an perlukaan parenkim paru tanpa robekan atau
setelah salah arah pada pemasan"an kateter subkla4ia atau 4ena 3u"ularis
interna# Kadan"kala de0ek atau perlukaan pada dindin" dada 3u"a dapat
menebabkan tension pneumothora;, 3ika salah cara menutup de0ek ata luka
tersebut den"an pembalut 1occhusi4e dressin"s2 an" kemudian akan
menimbulkan mekanisme 0lap$4al4e# Tension pneumothora; 3ua dapat ter3adi
pada 0raktur tulan" belakan" toraks an" men"alami per"eseran 1displaced
thoracic spine 0ractures2#
Dia"nosis tension pneumotora; dite"akkan berdasarkan "e3ala klinis,
dan tetapi tidak boleh terlambat oleh karena menun""u kon0irmasi radiolo"i#
8ila ada kemun"kinan tension pneumothora; sebaikna tidak menun""u 0oto
Ront"en#Den"an pun"si darurat ron""a thora; berupa tusukan sederhana
den"an 3arum di ruan" antari"a II, penderita dapat diselamatkan#
*
Tension
pneumothora; ditandai den"an "e3ala neri dada, sesak, distress perna0asan,
takikardi, hipotensi, de4iasi trakea, hilan"na suara na0as pada satu sisi dan
distensi 4ena leher# Sianosis merupakan mani0estasi lan3ut# Karena ada
kesamaan "e3ala antara tension pneumothora; dan tamponade 3antun" maka
serin" membin"un"kan pada awalna tetapi perkusi an" hipersonor dan
55
hilan"na suara na0as pada hemitoraks an" ter3adi tension pneumothora;
dapat membedakan keduana#
-
Tension pneumothora; membutuhkan dekompresi se"era dan
penan""ulan"an awal den"an cepat berupa insersi 3arum an" berukuran besar
pada sela i"a dua "aris midcla4icular pada hemitoraks an" emn"alami
kelainan# Tindakan ini akan men"ubah tension pneumothora; men3adi
pneumothora; sederhana 1catatan H kemun"kinan ter3adi pneumotraks an"
bertambah akibat tertusuk 3arum2# >4aluasi ulan" selalu diperlukan# Terapi
de0initi4e selalu dibutuhkan den"an pemasan"an selan" dada 1%hest tube2
pada sela i"a ke = 1"aris puttin" susu2 diantara "aris anterior dan mida;ilaris#
-
,e"othorax
!enebab utama dari hemotoraks adalah laserasi paru atau laserasi dari
pembuluh darah interkostal atau arteri mamaria internal an" disebabkan oleh
trauma ta3am atau trauma tumpul# Dislokasi 0raktur dari 4ertebra torakal 3u"a
dapat menebabkan ter3adina hemothora;# 8iasana perdarahan berhenti
spontan dan tidak memerlukan inter4ensi operasi#
-
+emotoraks akut an" cukup banak sehin""a terlihat pada 0oto
toraks, sebaikna diterapi den"an selan" dada berukuran besar# Selan" dada
tersebut akan men"eluarkan darah dari ron""a pleura, men"uran"i resiko
terbentukna bekuan darah di dalam ron""a pleura dan dapat dipakai dalam
memonitor kehilan"an darah selan3utna# >4akuasi darah atau cairan 3u"a
memun"kinkan dilakukanna penilaian terhadap kemun"kinan ter3adina
rupture dia0ra"ma traumatic# Balaupun banak 0aktor an" berperan dalam
memutuskan perluna indikasi operasi pada penderita hemothora;, status
0isiolo"i dan 4olume darah an" keluar dari selan" dada merupakan 0aktor
utama#
-
+emothora; kecil, aitu an" tampak seba"ai baan"an kuran" dari
5=E pada 0oto Ront"en, cukup diobser4asi dan tidak memerlukan tindakan
khusus# +emothora; sedan", artina tampak baan"an an" menutup 5=$/=E
pada 0oto Ront"en, dipun"si dan penderita diberi trans0usi# !ada pun"si
sedapat mun"kin dikeluarkan semua cairan# 9ika ternata ter3adi kambuhan,
perlu dipasan" penalir sekat air# !ada hemothora; besar 1lebih dari /=E2
dipasan" penalir sekat air dan diberikan trans0usi#
*
5-
Seba"ai patokan bila darah an" dikeluarkan secara cepat dari selan"
dada sebanak 5#=(( ml, atau bila darah an" keluar lebih dari -(( ml tiap
3am untuk - sampai . 3am, atau 3ika membutuhkan trans0usi darah terus
menerus, eksplorasi bedah harus dipertimban"kan#
-
+emotoraks masi0 1 I@=( cc2 an" ter3adi kuran" dari satu 3am setelah
trauma adalah indikasi untuk operasi# Sebelum operasi sebaikna ditentukan
or"an mana an" dicuri"ai sehin""a teknik pembedahan dapat disesuaikan#
!erdarahan an" ter3adi akibat 0raktur i"a biasana tidak banak dan dapat
berhenti sendiri# ,amun harus tetap diwaspadai akan adana perdarahan dari
arteri interkostalis an" robek# Monitorin" untuk semua kasus perdarahan
dalam ron""a toraks setelah pemasan"an water sealed drainage 1BSD2 adalah
seba"ai berikut:
@
($/ cc)K" 88) 3am################################obser4asi
I/ $ <= cc)K" 88)3am#####################obser4ai ketat, bila berturut turut
dalam / 3am#########operasi
/$= cc)K" 88)3am##################################operasi
!emba"ian diatasa didasarkan pada pemba"ian sok:
Kelas E darah hilan" dari total
4olume darah dalam tubuh
:olume darah dalam cc 14olume
darah G(cc)k" 882
I 5= < @=(
II /( @=$5=((
III .( -(((
I: I.( I -(((
Li"asi arteri interkostalis transtorakal posterior dapat men"akibatkan
neural"ia interkostalis tetapi tindakan ini cukup baik untuk menelamatkan
3iwa sementara# Tindakan an" terbaik adalah torakotomi dan li"asi arteri
interkostalis secara a vue#
@
,e"otorak "ai9
+emothoraks masi0 aitu terkumpulna darah den"an cepat lebih dari
5#=(( cc di dalam ron""a pleura# +al ini serin" disebabkan oleh luka tembus
an" merusak pembuluh darah sistemik atau pembuluh darah pada hilus paru#
+al ini 3u"a dapat disebabkan trauma tumpul# Kehilan"an darah menebabkan
hipoksia# :ena leher dapat kolaps 10lat2 akibat adana hipo4olemia berat,
tetapi kadan" dapat ditemukan distensi 4ena leher, 3ika disertai tension
pneumothora;# 9aran" ter3adi e0ek mekanik dari darah an" terkumpul di
5/
intratoraks lalu mendoron" mesdiastinum sehin""a menebabkan distensi
dari pembuluh 4ena leher#
-
Dia"nosis hemotoraks dite"akkan den"an adana sok an" disertai
suara na0as men"hilan" dan perkusi pekak pada sisi dada an" men"alami
trauma# Terapi awal hemotoraks masi0 adalah den"an pen""antian 4olume
darah an" dilakukan bersamaan den"an dekompresi ron""a pleura# Dimulai
den"an in0us cairan kristaloid secara cepat den"an 3arus besar dan kemudian
pemberian darah den"an "olon"an spesi0ik secepatna# Darah dari ron""a
pleura dapat dikumpulkan dalam penampun"an an" cocok untuk
autotrans0usi# 8ersamaan den"an pemberian in0us, sebuah selan" dada 1chest
tube2 no# /G 6rench dipasan" setin""i puttin" susu, anterior dari "aris
midaksilaris lalu dekompresi ron""a pleura selen"kapna# Ketika kita
mencuri"ai hemotoraks masi0 pertimban"kan untuk melakukan autotrans0usi#
9ika pada awalna sudah keluar 5#=(( ml, kemun"kinan besar penderita
tersebut membutuhkan torakotomi se"era# 8eberapa penderita an" pada
awalna darah an" keluar kuran" dari 5#=(( ml, tetapi pendarahan tetap
berlan"sun"# Ini 3u"a membutuhkan torakotomi#
-
Keputusan torakotomi diambil bila didapatkan kehilan"an darah terus
menerus sebanak -(( cc)3am dalam waktu - sampai . 3am, tetapi status
0isiolo"i penderita tetap lebih diutamakan# Trans0usi darah diperlukan selama
ada indikasi untuk torakotomi# Selama penderita dilakukan resusitasi, 4olume
darah awal an" dikeluarkan den"an selan" dada 1chest tube2 dan kehilan"an
darah selan3utna harus ditambahkan ke dalam cairan pen""anti an" akan
diberikan# Barna darah 1arteri atau 4ena2 bukan merupakan indikator an"
baik untuk dipakai seba"ai dasar dilakukanna torakotomi# Luka tembus
toraks di daerah anterior medial dari "aris puttin" susu dan luka di daerah
posterior, medial dari scapula harus disadari oleh dokter bahwa kemun"kinan
dibutuhkan torakotomi, oleh karena kemun"kinan melukai pembuluh darah
besar, struktur hilus dan 3antun" an" potensial men3adi tamponade 3antun"#
Torakotomi harus dilakukan oleh ahli bedah, atau dokter an" sudah
berpen"alaman dan sudah mendapat latihan#
-
=edera trakea dan !ronk#
%edera ini 3aran" tetapi mun"kin disebabkan oleh trauma tumpul atau
trauma tembus, mani0estasi klinisna aitu an" biasana timbul dramatis,
5.
den"an hemoptisis bermakna, hemopneumothora;, krepitasi subkuntan dan
"awat na0as# >mpisema mediastinal dser4ical dalam atau pneumothora;
den"an kebocoran udara massi0# !enatalaksanaan aitu den"an pemasan"an
pipa endotrakea 1melalui control endoskop2 di luar cedera untuk kemun"kinan
4entilasi danmence"ah aspirasi aspirasi darah, pada torakostomi diperlukan
untuk hemothora; atau pneumothora;#
-
Ta"ponade Aant#ng
Tamponade 3antun" serin" disebabkan oleh luka tembus# Balaupun
demikian, trauma tumpul 3u"a dapat menebabkan pericardium terisi darah
baik dari 3antun", pembuluh darah besar maupun dari pembuluh darah
perikard# !erikard manusia terdiri dari struktur 3arin"an ikat an" kaku dan
walaupun relati4e sedikit darah an" terkumpul, namun sudah dapat
men"hambat akti4itas 3antun" dan men""an""u pen"isian 3antun",
men"eluarkan darah atau cairan perikard, serin" hana 5= ml sampai -( ml,
melalui perikardiosintesis akan se"era memperbaiki hemodinamik#
5
Dia"nosis
tamponande 3antun" tidak mudah#
-
Dia"nostik klasik adalah adana Trias 8eck an" terdiri dari
penin"katan tekanan 4ena, penurunan tekanan arteri dan suara 3antun"
men3auh# !enilaian suara 3antun" men3auh sulit didapatkan bila ruan" "awat
darurat dalam keadaan berisik# Distensi 4ena leher tidak ditemukan bila
penderita men"alami hipo4olemia# !ulsus parado;us adalah keadaan
0isiolo"is dimana ter3adi penurunan dari tekanan darah sistolik selama
inspirasi spontan# 8ila penurunan tersebut lebih dari 5( mm+", maka ini
merupakan tanda lain ter3adina tamponade 3antun"# Tetapi tanda pulsus
parado;us tidak selalu ditemukan, la"i pula sulit mendeteksina dalam ruan"
"awat darurat# Tambahan la"i, 3ika terdapat tension pneumothora;, terutama
sisi kiri, maka akan san"at mirip den"an tamponade 3antun"# Tanda Kussmaul
1penin"katan tekanan 4ena pada saat inspirasi biasa2 adalah kelainan
paradoksal tekanan 4ena an" sesun""uhna dan menun3ukkan adana
temponande 3antun"#
-
!>7 pada keadaan tidak ada hipo4olemia dan tension pneumothora;
harus dicuri"ai adana temponande 3antun"# !emasan"an %:! dapat
membantu dia"nosis, tetapi tekanan an" tin""i dapat ditemukan pada
5=
berba"ai keadaan lain# !emeriksaan USG 1>chocardio"ra0i2 merupakan
metode non in4asi0 an" dapat membantu penilaian pericardium, tetapi banak
penelitan an" melaporkan an"ka ne"ati4e an" lebih tin""i aitu sekitar =(
E 1medlinu;2# !ada penderita trauma tumpul den"an hemodinamik abnormal
boleh dilakukan pemeriksaan USG abdomen, an" sekali"us dapat mendeteksi
cairan di kantun" perikard, den"an sarat tidak men"hambat resusitasi#
>4akuasi cepat darah dari perikard merupakan indikasi bila penderita
den"ansok hemora"ik tidak memberikan respon pada resusitasi cairan dan
mun"kin ada tamponade 3antun"# Tindakan ini menelamatkan nawa dan
tidak boleh diperlambat untuk men"adakan pemeriksaan dia"nostik
tambahan#
-
Metode sederhana untuk men"eluarkan cairan dari perikard adalah
den"an perikardiosintesis# Kecuri"aan an" tin""i adana tamponade 3antun"
pada penderita an" tidak memberikan respon terhadap usaha resusitasi,
merupakan indikasi untuk melakukan tindakan perikardiosintesis melalui
metode subksi0oid# Tindakan alternati0 lain, adalah melakukan operasi
3endela perikad atau torakotomi den"an perikardiotomi oleh seoran" ahli
bedah# !rosedur ini akan lebih baik dilakukan di ruan" operasi 3ika kondisi
penderita memun"kinkan#
-
Balaupun kecuri"aan besar akan adana
tamponade 3antun", pemberian cairan in0use awal masih dapat menin"katkan
tekanan 4ena dan menin"katkan cardiac output untuk sementara, sambil
melakukan persiapan untuk tindakan perikardiosintesis melalui subksi0oid#
!ada tindakan ini men""unakan plastic$sheated needle atau insersi den"an
teknik seldin"er merupakan cara palin" baik, tetapi dalam keadaan an" lebih
"awat, prioritas adalah aspirasi darah dari kantun" perikard# Monitorin"
elektrokardio"ra0i dapat menun3ukkan tertusukna miokard 1penin"katan
4oltase dari "elomban" T, ketika 3arum perikardiosintesis menentuh
epikardium2 atau ter3adina disritmia#
-
Kont#io Mio?ard
Ter3adina karena ada pukulan lan"sun" pada sternum den"an diikuti
memar 3antun" dikenal seba"ai kontusio miocard# Mani0estasi klinis cedera
3antun" mun"kin ber4ariasi dari ptekie epikardial super0isialis sampai
kerusakan transmural# Disritmia merupakan temuan an" serin" timbul#
5*
!emeriksaan 3antun" aitu den"an IsoenCim %!K merupakan u3i dia"nosa
an" spesi0ik 1atls2, >KG mun"kin meperlihatkan perubahan "elomban" T D
ST an" non spesi0ik atau disritmia# 7dapun penalaksanaan berupa suporti0#
-
Tra#"a t#"p#l Aant#ng
Dapat menebabkan kontusio otot 3antun", rupture atrium atau
4entrikel, ataupun kebocoran katup# Ruptur ruan" 3antun" ditandai den"an
tamponade 3antun" an" harus diwaspadai saat primar su4er# Kadan"
tanda dan "e3ala dari tamponade lambat ter3adi bila an" ruptur adalah atrium#
!enderita den"an kontusio miokard akan men"eluh rasa tidak naman pada
dada tetapi keluhan tersebut 3u"a bias disebabkan kontusio dindin" dada atau
0raktur sternum dan ) atau 0raktur i"a# Dia"nosis pasti hana dapat dite"akkan
den"an inspeksi dari miokard an" men"alami trauma# Ge3ala klinis an"
pentin" pada miokard adalah hipotensi, "an""uan hantaran an" 3elas ada
>KG atau "erakan dindin" 3antun" an" tidak normal pada pemeriksaan
ekokardio"ra0i dua dimensi# !erubahan >KG dapat ber4ariasi dan kadan"
menun3ukkan suatu in0ark miokard an" 3elas# Kontraksi 4entrikel premature
an" multiple, sinus takikardi an" tak bias diteran"kan, 0ibrilasi atrium, l
bundle branch block 1biasana kanan2 dan an" palin" serin" adalah
perubahan se"men ST an" ditemukan pada "ambaran >KG# >le4asi dari
tekanan 4ena sentral an" tidak ada penebab lain merupakan petun3uk dari
dis0un"si 4entrikel kanan sekunder akibat kontusio 3antun"# 9u"a pentin"
untuk diin"at bahwa kecelakaanna sendiri mun"kin dapat disebabkan adana
seran"an in0ak miokard akut# !enderita kontusio miokard an" terdia"nosis
karena adana konduksi an" abnormal mempunai resiko ter3adina distimia
akut, dan harus dimonitor -. 3am pertama, karena setelah inter4al tersebut
resika disritmia akan menurun secara bermakna#
-
R#pt#r 7ia9rag"a
Ruptur dia0ra"ma pada trauma thoraks biasana disebabkan oleh
trauma tumpul pada daerah thoraks in0erior atau abdomen atas an" terserin"
oleh kecelakaan# Trauma tumpul di daerah thoraks in0erior akan
men"akibatkan penin"katan tekanan intra abdominal mendadak an"
diteruskan ke dia0ra"ma# Ruptur ter3adi bila dia0ra"ma tidak dapat menahan
tekanan tersebut, herniasi or"an intrathoraks dan stran"ulasi or"an abdomen
dapat ter3adi# Dapat pula ter3adi ruptur dia0ra"ma akibat trauma tembus pada
daerah thoraks in0erior# !ada keadaan ini trauma tembus 3u"a akan melukai
5@
or"an$or"an lain 1intra thoraks atau intra abdominal2# Ruptur umumna ter3adi
di JpuncakK kubah dia0ra"ma, ataupun kita bisa curi"ai bila terdapat luka
tusuk dada an" didapatkan pada: dibawah I%S . anterior, didaerahh I%S *
lateral, didaerah I%S G posterior# Ke3adian ruptur dia0ra"ma lebih serin" ter3adi
di sebelah kiri daripada sebelah kanan# Kematian dapat ter3adi den"an cepat
setelah ter3adina trauma oleh karena shock dan perdarahan pada ca4um
pleura kiri#
31B Penanganan Tra#"a Torak
Torakoentei 8ar#"
!rosedur ini untuk tindakan penelamatan pada tension pneumothora;# 9ika
tindakan ini dilakukan pada penderita bukan tension pneumothora;, dapat ter3adi
pneumothora; dan)atau kerusakan pada parenkim paru#
5#
Identi0ikasi thora; penderita dan status respirasi
-#
8erikan oksi"en den"an aliran tin""i dan 4entilasi sesuai kebutuhan
/#
Identi0ikasi sela i"a, di linea midkla4ikula di sisi tension pneumothora;
.#
7sepsis dan antisepsis dada
=#
7nestesi local 3ika penderita sadar atau keadaan men"i3inkan
*#
!enderita dalam keadaan posisi te"ak 3ika 0raktur ser4ikal sudah
disin"kirkan
@#
!ertahankan Luer$Lok di u3un" distal kateter, insersi 3arum kateter
1pan3an" /$* cm2 ke kulit secara lan"sun" tepat di atas i"a ke dalam sela
i"a
G#
Tusuk pleura parietal
'#
!indahkan Luer$Lok dari kateter dan den"ar keluarna udara ketika 3arum
memasuki pleura parietal, menandakan tension pneumothora; telah diatasi
5(#
!indahkan 3arum dan" anti Luer$Lok di u3un" distal kateter# Tin""alkan
kateter plastic di tempatna dan ditutup den"an plester atau kain kecil#
G
!otensi morbiditas an" berhubun"an den"an torakosentesis 3arum termasuk
pneumothora;1dan potensi men3adi tension pneumothora;2, tamponade 3antun",
perdarahan 1an" dapat men"ancam 3iwa2, loculated intrapleural hematom,
atelektasis, pneumonia, emboli udara arteri 1ketika torakosentesis 3arum dilakukan
dan tidak ada tension pneumothora;2, dan rasa sakit kepada pasien#
G
5G
B1=het T#!e
5#
Tentukan tempat insersi, biasana setin""i puttin" 1sela i"a :2 anterior
linea midaksilaris pada area an" terkena
-#
Siapkan pembedahan dan tempat insersi ditutup den"an kain
/#
7nestesi lokal kulit dan periosteum i"a
.#
Insisi trans4ersal 1horiContal2 -$/ cm pada tempat an" telah ditentukan
dan diseksi tumpul melalui 3arin"an subkutan, tepat di atas i"a
=#
Tusuk pleura parietal den"an u3un" klem dan masukkan 3ari ke dalam
tempat insisi untuk mence"ah melukai or"an an" lain dan melepaskan
perlekatan, bekuan darah, dll
*#
Klem u3un" proksimal tube torakostomi dan doron" tube ke dalam ron""a
pleura sesuai pan3an" an" diin"inkan hin""a luban" terakhir berada di
ron""a pleura
@#
%ari adana J0o""in"K pada chest tube pada saat ekspirasi atau den"ar
aliran udara
G#
Sambun" u3un" tube torakostomi ke BSD
'#
9ahit tube di tempatna
5(#
Tutup den"an kain)kasa dan plester#
G
7AFTAR PUSTAKA
5# Snell R#S# Dindin" Thora;# Dalam 7natomi Klinik 8a"ian ke Satu# 9akarta: >G%,
5''G#
-# Trauma Thora;# 74ailable 0rom: http:))medlinu;#blo"spot#com)-((G)(*)trauma$
thora;#html# tertan""al @ 7"ustus -(5(#
/# 8runicardi 6#%# SchwartCLs !rinciples A0 Sur"er# >disi ke Delapan# McGraw$
+illLs, -((.
.# Trauma Thora;# Bebsite 8edah Toraks Kardio4askular Indonesia#-(('# Diakses
dari:www#bedahtk4#com)inde;#phpM)e$>ducation)Toraks)Trauma$Toraks$I$
Umum#html#p:5tertan""al @ 7"ustus -(('
=# Trauma Thora;# Bebsite 8edah Toraks Kardio4askular Indonesia#-(('# Diakses
dari:www#bedahtk4#com)inde;#phpM)e$>ducation)Toraks)Trauma$Toraks$II$
Kelainan$ spesi0ik#html# tertan""al @ 7"ustus -(('#
*# S3amsuhida3at R#, de 9on" B# Dindin" Toraks dan !leura# Dalam: 8uku 73ar Ilmu
8edah# 9akarta: >G%, -((=
@# Rachmad K#8# !enan"anan Trauma Toraks# 9akarta: Subba"ian 8edah Toraks
8a"ian Ilmu 8edah 6KUI)RSU!,%M, -((-#
G# 7merican %olle"e o0 Sur"eons# Trauma Toraks# Dalam: 7d4anced Trauma Li0e
Support#%hica"o:7merican %olle"e o0 Sur"eons,-((.H p# 555$-@#
5'
-(