Anda di halaman 1dari 31

SARI KEPUSTAKAAN

DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA HIPERTIROID


Disusun Oleh:
Ersa Setiati 030.04.00
Isti Ansharina Kathin 030.0!."##
Os$an %i&a'a 030.0!."(!
Ke)aniteraan Klini* Il$u Pen'a*it Dala$ Ru$ah Sa*it U$u$ Daerah Kara+an,
Peri-.e ## /aret #0"0 0 30 /ei #0"0
1a*ultas Ke.-*teran Uni2ersitas Trisa*ti
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-
Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan referat ini yang berjudul 3Hi)ertir-i.4.
Referat ini kami susun untuk melengkapi tugas di Kepaniteraan Klinik lmu Penyakit
!alam RS"! Kara#ang.
Kami mengu$apkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Arie5
Guna+an6 S).PD yang telah membimbing dan membantu kami dalam melaksanakan
kepaniteraan dan dalam menyusun referat ini.
Kami menyadari masih banyak kekurangan baik pada isi maupun f%rmat referat
ini. &leh karena itu, segala kritik dan saran kami terima dengan tangan terbuka.
Akhir kata kami berharap referat ini dapat berguna bagi rekan-rekan serta semua
pihak yang ingin mengetahui sedikit banyak tentang 3Hi)ertir-i.4.
'akarta, April ()*)
Penyusun
7A7 I
PENDAHULUAN
stilah hipertir%idisme dan tir%t%ksik%sis sering dipertukarkan. Tir%t%ksik%sis
ialah manifestasi klinis kelebihan h%rm%n tir%id yang beredar dalam sirkulasi. Sedangkan
hipertir%idisme adalah tir%t%ksik%sis yang diakibatkan %leh kelenjar tir%id yang
hiperaktif. Tir%t%ksik%sis terbagi atas kelainan yang berhubungan dengan hipertir%idisme
dan yang tidak berhubungan dengan hipertir%idisme.
*,(
'umlah penderita penyakit ini kini terus meningkat. +ipertir%idisme merupakan
penyakit h%rm%n yang menempati urutan kedua terbesar di nd%nesia setelah diabetes.
P%sisi ini serupa dengan kasus di dunia. ,engingat bah#a apa yang terjadi dalam tubuh
kita merupakan hubungan timbal balik antara %rgan maupun sistem kerja %rgan, maka
fakt%r yang memungkinkan terjadinya kelebihan h%rm%n tir%id tidak hanya terdiri dari
satu ma$am saja -hipertir%id bisa terjadi karena infeksi ataupun tum%r, dan bisa karena
yang lainnya..
(
7A7 II
PE/7AHASAN
A. DE1INISI
+ipertir%idisme adalah gangguan yang terjadi dimana kelenjar tir%id
menghasilkan lebih banyak h%rm%n dari yang dibutuhkan %leh tubuh.
*
7. ETIOLOGI
/ebih dari 0)1 hipertir%idisme adalah akibat penyakit 2ra3es dan n%dul
tir%id t%ksik.
Tabel *4 5ti%l%gi hipertir%idisme
*
6iasa Penyakit 2ra3es
N%dul tir%id t%ksik4 multin%dular dan m%n%n%dular t%ksik
Tir%iditis4 de 7uer3ain8s dan silent
Tidak 6iasa +ipertir%idisme ne%natal
+ipertir%idisme faktisius
Sekresi TS+ yang tidak tepat %leh hip%fisis4 tum%r, n%ntum%r
%dium eks%gen
'arang ,etastasis kanker tir%id
K%ri%karsin%ma dan m%la hidatid%sa
Struma %3arii
Karsin%ma testikular embri%nal
Pily%st%ti$ fibr%us displasia -Sindr%me ,$-9une-Albright.
8. ANATO/I6 1AAL KELEN9AR TIROID DAN HOR/ON TIROID
"63
Kelenjar tir%id mulai terbentuk pada janin berukuran :,;-; $m yaitu pada
akhir bulan pertama kehamilan. Kelenjar tir%id berasal dari lekukan faring antara
bran$hial p%u$h pertama dan kedua. !ari bagian tersebut timbul di3ertikulum, yang
kemudian membesar, tumbuh kearah ba#ah mengalami migrasi keba#ah yang
akhirnya melepaskan diri dari faring. Sebelum lepas, ia berbentuk sebagai duktus
tir%gl%sus, yang bera#al dari f%ramen sekum dibasis lidah. Pada umumnya duktus ini
akan menghilang pada usia de#asa, tetapi pada beberapa keadaan masih menetap,
sehingga dapat terjadi kelenjar disepanjang jalan tersebut, yaitu antara kartilag% tir%id
dan basis lidah. !engan demikian, kegagalan menutupnya duktus akan
mengakibatnya terbentuknya kelenjar tir%id yang letaknya abn%rmal yang disebut
persistensi duktus tir%gl%sus. Persistensi duktus tir%gl%sus dapat berupa kista duktus
tir%gl%sus, tir%id lingual atau tir%id ser3ikal. Sedangkan desensus yang terlalu jauh
akan menghasilkan tir%id substernal. Sisa ujung kaudal duktus tir%gl%sus ditemukan
pada l%bus piramidalis yang menempel di isthmus tir%id. 6ran$hial p%u$h
keempatpun ikut membentuk bagian kelenjar tir%id dan merupakan asal mula sel-sel
paraf%likular atau sel 9, yang mempr%duksi kalsit%nin.
Kelenjar tir%id terletak dibagian ba#ah leher, terdiri atas dua l%bus, yang
dihubungkan %leh isthmus yang menutupi $in$in trakea ( dan :. Kapsula fibr%sa
menggantungkan kelenjar ini pada fas$ia pratrakea sehingga pada setiap gerakan
menelan selalu diikuti dengan gerakan terangkatnya kelenjar kearah kranial, yang
merupakan $iri khas kelenjar tir%id. Sifat inilah yang digunakan diklinik untuk
menentukan apakah suatu bentukan dileher berhubungan dengan kelenjar tir%id atau
tidak.
Setiap l%bus tir%id yang berbentuk l%nj%ng berukuran panjang (,<-; $m, lebar
*,<-( $m dan tebal *-*,< $m. 6erat kelenjar tir%id dipengaruhi %leh berat badan dan
masukkan y%dium. Pada %rang de#asa beratnya berkisar antara *)-() gram.
=askularisasi kelenjar tir%id termasuk amat baik. A. Tir%idea superi%r berasal
dari a. Kar%tis k%munis atau a. Kar%tis eksterna. A. Tir%idea inferi%r dari a. Subkla3ia
dan a. ma berasal dari a. 6raki%sefalik salah satu $abang arkus a%rta.
Setiap f%likel tir%id diselubungi %leh jala-jala kapiler dan limfatik, sedangkan sistem
3enanya berasal dari pleksus perif%likular yang menyatu dipermukaan membentuk 3ena
tir%idea superi%r, lateral dan inferi%r. Aliran darah kekelenjar tir%id diperkirakan <
ml>gram kelenjar>menit? dalam keadaan hipertir%idisme aliran ini akan meningkat
sehingga dengan stet%sk%p terdengar bising aliran darah dengan jelas diujung ba#ah
kelenjar.
Ga$:ar ": Anat-$i *elen&ar tir-i.
Se$ara anat%mis dari dua pasang kelenjar paratir%id, sepasang kelenjar paratir%id
menempel dibelakang l%bus superi%r tir%id dan sepasang lagi dil%bus medius, sedangkan
ner3us laringeus rekuren berjalan disepanjang trakea dibelakang tir%id.
Pembuluh getah bening kelenjar tir%id berhubungan se$ara bebas dengan pleksus
trakealis. Selanjutnya dari pleksus ini kearah n%dus pralaring yang tepat berada diatad
ismus menuju kekelenjar getah bening braki%sefalik dan sebagian ada yang langsung ke
duktud t%rasikus.
!engan mikr%sk%p terlihat kelenjar tir%id terdiri atas f%likel dalam berbagai
ukuran antara <)-<)) mm. !inding f%likel terdiri dari selapis sel epitel tunggal dengan
pun$ak menghadap kedalam lumen, sedangkan basisnya menghadap membran basalis.
@%likel ini berkel%mp%k-kel%mp%k sebanyak kira-kira ;) buah untuk menentukan l%bulus
yang mendapat darah dari end artery. @%likel ini mengandung bahan yang jika di#arnai
dengan hemat%ksilin e%sin ber#arna merah muda yang disebut k%l%id dan dikelilingi
selapis epitel tir%id. Ternyata tiap f%likel merupakan kumpulan dari kl%n sel tersendiri.
Sel ini berbentuk k%lumnar apabila dirangsang %leh TS+ dan pipih apabila dalam
keadaan tidak terangsang>istirahat. Sel f%ikel mensintesis tir%gl%bulin -Tg. yang
disekresikan kedalam lumen f%likel. Tg adalah glik%pr%tein berukuran AA)k!a, dibuat
diretikulum end%plasmik dan mengalami glik%silasi se$ara sempurna di aparat g%lgi.
6i%sintesis h%rm%n T; dan T: terjadi didalam tir%gl%bulin pada batas antara apeks sel
k%l%id. +%rm%n utama yaitu tir%ksin -T;. dan trii%d%tri%nin -T:. tersimpan dalam k%l%id
sebagai bagian dari m%lekul tir%gl%bulin. +%rm%n ini hanya akan dibebaskan apabila
ikatan dengan tir%gl%bulin ini dipe$ah %leh enBim khusus.
,engingat y%dium merupakan unsur p%k%k dalam pembentukkan h%rm%n tir%id,
maka harus selalu tersedia y%dium yang $ukup dan berkesinambungan. %dium diserap
%leh usus halus bagian atas dan lambung dan *>: hingga C ditangkap kelenjar tir%id,
sisanya dikeluarkan le#at air kemih.
6ahan dasar untuk sintesis h%rm%n tir%id adalah tir%sin dan i%dium, yang keduanya harus
diserap dari darah %leh sel-sel f%likel. Tir%sin suatu asam amin%, disintesis dalam jumlah
memadai %leh tubuh, sehingga bukan merupakan kebutuhan esensial dalam makanan.
Pembentukkan, penyimpanan dan sekresi h%rm%n tir%id terdiri dari langkah-langkah
tersebut 4
*. Semua langkah sintesis h%rm%n tir%id berlangsung di m%lekul tir%gl%bulin
didalam k%l%id
(. Tir%id menangkap i%dium dari darah dan memindahkannya kedalam k%l%id
melalui Dp%mpa i%diumE yang sangat efektif. +ampir semua i%dium ditubuh
dipindahkan mela#an gradien k%nsentrasinya kekelenjar tir%id untuk mensintesis
h%rm%n tir%id.
:. !idalam k%l%id, i%dium dengan $epat melekat kesebuah tir%sin didalam m%lekul
tir%gl%bulin. Perlekatan sebuah i%dium ketir%sin menghasilkan m%n%i%d%tir%sin
-,T.. Perlekatan dua i%dium ke tir%sin menghasilkan dii%d%tir%sin -!T..
;. Kemudian, terjadi pr%ses penggabungan antara m%lekul-m%lekul tir%sin
beri%dium untuk membentuk h%rm%n tir%id.
Karena reaksi-reaksi ini berlangsung didalam m%lekul tir%gl%bulin, semua pr%duk
tetap melekat ke pr%tein besar tersebut. +%rm%n-h%rm%n tir%id tetap disimpan dalam
bentuk ini dik%l%id sampai mereka dipe$ah dan disekresikan.
Sel 5-li*el $e$5a,-sit-sis *-l-i. :erisi tir-,l-:ulin untu* $ela*u*an se*resi
h-r$-n tir-i.
Pengeluaran h%rm%n-h%rm%n tir%id kedalam sirkulasi sistemik memerlukan
pr%ses yang agak rumit karena dua alasan. Pertama, sebelum dikeluarkan T; dan T: tetap
terikat kem%lekul tir%gl%bulin. Kedua, h%rm%n-h%rm%n ini dismpan ditempat ekstrasel
pedalaman, lumen f%likel, sebelum dapat memasuki pembuluh darah yang berjalan
diruang intersitium, mereka harus diangkut menembus sel f%likel.
Diluar tir-i.6 se:a,ian :esar T4 'an, .ise*resi*an .iu:ah $en&a.i T3
Sekitar 0)1 pr%duk sekret%rik yang dikeluarkan dari kelenjar tir%id adalah dalam
bentuk T;, #alaupun T: memiliki akti3itas bi%l%gis sekitar empat kali lebih p%ten
dariapada T;. Namun sebagian besar T; yang disekresikan kemudian diubah menjadi T:
2ambar (4 ,ekanisme kerja h%rm%n tir%id
atau diaktifkan melalui pr%ses pengeluaran satu dii%dium dihati dan ginjal. Sekitar F)1
T: dalam darah berasal dari sekresi T; yang mengalami pr%ses pengeluaran i%dium
dijaringan perifer. !engan demikian, T: adalah bentuk h%rm%n tir%id yang se$ara
bi%l%gis aktif ditingkat sel, #alaupun tir%id mengeluarkan lebih banyak T;.
Se:a,ian :esar T4 .an T3 .ian,*ut .i.arah .ala$ *ea.aan teri*at *e )r-tein
)las$a tertentu.
Setelah dikeluarkan kedalam darah, h%rm%n tir%id yang sangat lip%filik dengan
$epat berikatan dengan beberapa pr%tein plasma. Kurang dari *1 T: dan kurang dari ),*
1 T; tetap berada dalam bentuk tidak terikat. Keadaan ini memang luar biasa, mengingat
bah#a hanya h%rm%n bebas dari keseluruhan h%rm%n tir%id memiliki akses keresept%r sel
sasaran dan mampu menimbulkan suatu efek>
+%rm%n tir%id adalah penentu utama laju metab%lik tubuh keseluruhan dan juga
penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta fungsi sistem saraf.
E5e* )a.a la&u $eta:-lis$e +%rm%n tir%id meningkatkan laju metab%lik basal tubuh
keseluruhan. +%rm%n ini adalah regulat%r terpenting bagi tingkat k%nsumsi %ksigen dan
pengeluaran energi tubuh pada keadaan istirahat.
!ibandingkan dengan h%rm%n-h%rm%n yang lain, efek h%rm%n tir%id bersifat
lamaban. Setelah tertunda beberapa jam barulah resp%n metab%lik terhadap h%rm%n tir%id
dapat terdeteksi.
E5e* Kal-ri,eni*. Gang berkaitan erat dengan efek metab%lik keseluruhan dari h%rm%n
tir%id adalah efek kal%rigenik -penghasil panas.. Peningkatan laju metab%lisme
menyebabkan peningkatan pr%duksi panas.
E5e* )a.a $eta:-lis$e se$entara Selain meningkatkan laju metab%lisme basal,
h%rm%n tir%id mem%dulasi ke$epatan banyak reaksi spesifik yang terlibat dalam
metab%lisme bahan bakar. 5fek h%rm%n tir%id pada bahan bakar metab%lik bersifat
multifaset? h%rm%n ini tidak saja dapat mempengaruhi sintesis dan penguraian
karb%hidrat, lemak dan pr%tein, tetapi banyak sedikitnya jumlah h%rm%n juga dapat
menginduksi efek yang bertentangan. Sebagai $%nt%h, perubahan gluk%sa menjadi
glik%gen, bentuk simpanan gluk%sa dipermudah %leh keberadaan h%rm%n tir%id dalam
jumlah ke$il, tetapi kebalikannya penguraian glik%gen menjadi gluk%sa terjadi apabila
terdapat h%rm%n tir%id dalam jumlah besar. !emikian juga, sejumlah tertentu h%rm%n
tir%id diperlukan untuk sintesis pr%tein yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh,
namun h%rm%n tir%id dalam d%sis tinggi menyebabkan penguraian pr%tein.
E5e* si$)at-$i$eti* Setiap efek yang serupa dengan yang dihasilkan &leh sistem saraf
simpatis disebut sebagai efek simpat%mimetik. +%rm%n tir%id meningkatkan ketanggapan
sel sasaran terhadap katek%lamin -epinefrin dan n%repinefrin., Bat perantara kimia#i yang
digunakan %leh sistem saraf simpatis dan h%rm%n dari medula adrenal.
E5e* )a.a siste$ *ar.i-2asu*ar ,elalui efeknya paeningkatan ketanggapan jantung
terhadap katek%alamin dalam darah, h%rm%n tir%id meningkatkan ke$epatan denyut dan
kekuatan k%ntraksi jantung, sehingga $urah jantung meningkat. Selain itu, terhadap beban
panas yang ditimbulkan terjadi 3as%dilatasi perifer untuk menyalurkan kelebihan panas
tersebut kepermukaan tubuh untuk dieliminasi kelingkungan.
E5e* )a.a )ertu$:uhan .an siste$ sara5 +%rm%n tir%id penting untuk pertumbuahan
n%rmal. 5fek h%rm%n tir%id dalam mend%r%ng pertumbuhan tampaknya merupakan efek
sekunder dari efeknya pada h%rm%n pertumbuhan.+%rm%n tir%id tidak hanya merangsang
sekresi h%rm%n pertumbuhan, tetapi juga mend%r%ng efek h%rm%n pertumbuhan -atau
s%mat%medin. pada sintesis pr%tein struktural baru pada pertumbuhan rangka.
+%rm%n tir%id berperan penting pada perkembangan sistem saraf, terutama SSP.
+%rm%n tir%id juga sangat penting untuk akti3itas n%rmal SSP pada %rang de#asa.
Ke$epatan saraf perifer menghantarkan impuls berkaitan se$ara langsung dengan
ketersediaan h%rm%n tir%id.
H-r$-n Tir-i. .iatur -leh su$:u hi)-tala$us; hi)-5isis;tir-i.
Thyr%id Stimulating h%rm%ne -TS+., h%rm%n tr%pik tir%id dari hip%fisis anteri%r?
adalah regulat%r fisi%l%%gis terpenting bagi sekresi h%rm%n tir%id. +ampir semua langkah
pembentukkan dan pengeluaran h%rm%n tir%id dirangsang %leh TS+.
Selain meningkatkan sekresi h%rm%n tir%id, TS+ bertanggung ja#ab untuk
mempertahankan integritas struktural kelenjar tir%id. Tanpa adanya TS+, tir%id
mengalami atr%fi dan sekresi h%rm%nnya berkurang, dan sebaliknya.
+%rm%n tir%id dengan mekanisme umpan-balik negatif, DmematikanE sekresi
TS+, sementara thyr%tr%pin releasing h%rm%ne -TR+. dari hip%talamus se$ara tr%pik,
DmenghidupkanE sekresi TS+ %leh hip%fisis anteri%r. Pengaturan sehari-hari kadar
h%rm%n tir%id bebas tampaknya dilaksanakan %leh umpan balik negatif antara tir%id dan
hip%fisis anteri%r, sementara penyesuaian jangka panjang diperantarai %leh hip%talamus.
D. PATO1ISIOLOGI
4
+%rm%n tir%ksin -T;. dan trii%d%tir%nin -T:. dibentuk di sel epitel -tir%sit. yang
mengelilingi f%likel kelenjar tir%id. Sintesisnya di$apai dalam beberapa langkah, yang
setiap langkahnya dapat mengalami gangguan.
Pada hipertir%idisme, terjadi peningkatan pelepasan h%rm%n tir%id -T:, T;.. !i
berbagai jaringan, h%rm%n tir%id akan meningkatkan sintesis enBim, akti3itas Na>K-
ATPase dan penggunaan %ksigen sehingga menyebabkan peningkatan metab%lisme basal
dan peningkatan suhu tubuh. !engan merangsang glik%gen%lisis dan gluk%ne%genesis,
h%rm%n tir%id menyebabkan peningkatan k%nsentrasi gluk%sa darah, sedangkan di sisi
lain juga meningkatkan glik%sisis. +%rm%n ini merangsang lip%lisis, peme$ahan =/!/
dan /!/, serta ekskresi asam empedu di dalam empedu. +%rm%n tir%id merangsang
pelepasan eritr%p%ietin dan eritr%p%iesis, dengan meningkatkan pemakaian %ksigen.
Kandungan (,:-bisf%sf%gliserat -6P2. yang tinggi pada eritr%sit yang baru dibentuk akn
menurunkan afinitas &( sehingga memudahkan pelepasan &( di perifer.
+%rm%n tir%id mensentisisasi %rgan target terhadap katek%lamin -terutama dengan
meningkatkan resept%r-. sehingga misalnya meningkatkan k%ntraktilitas jantung dan
frekuensi denyut jantung. Selain itu, h%rm%n ini meningkatkan m%tilitas usus dan
merangsang pr%ses transp%r di usus dan ginjal. +%rm%n tir%id juga meningkatkan
perkembangan fisik -misalnya pertumbuhan tinggi. dan mental -terutama intelektual.. T:
dan T; merangsang restrukturisasi tulang dan %t%t, efek katab%lik terutama mend%minasi
dan meningkatkan eksitabilitas neur%muskular. T: dan T; terutama bekerja melalui
peningkatan ekspresi gen, yang berlangsung selama beberapa hari. Kerjanya yang lama
disebabkan lamanya #aktu paruh di dalam darah -T: satu hari dan T; tujuh hari.. T: dan
T; dari ibu sebagian besar diinaktifkan di plasenta, dan karenanya hanya akan
memberikan sedikit efek bagi janin.
Pada hipertir%idisme, metab%lisme dan pr%duksi panas akan meningkat.
,etab%lisme basal meningkat hampir dua kali n%rmal. Pasien yang terkena, lebih
menyukai suhu lingkungan yang dingin. Pada suhu lingkungan yang panas, pasien akan
$enderung berkeringat lebih banyak -int%leransi panas.. Kebutuhan &( yang meningkat
membutuhkan hiper3entilasi dan merangsang eritr%p%iesis. Pada satu sisi, peningkatan
lip%lisis menyebabkan penurunan berat badan, dan pada sisi lain menyebabkan
hiperlipid-asidemia. Sementara itu, k%nsentrasi =/!/, /!/ dan k%lester%l berkurang.
+%rm%n ini berpengaruh pula pada metab%lisme karb%hidrat, yaitu memudahkan
terjadinya diabetes mellitus yang re3ersibel. 6ila dilakukan tes t%leransi gluk%sa,
k%nsentrasi gluk%sa di dalam plasma akan meningkat se$ara lebih $epat dan lebih nyata
daripada %rang sehat, peningkatan akan diikuti %leh penurunan yang $epat -t%leransi
gluk%sa terganggu..
,eskipun h%rm%n tir%id meningkatkan sintesis pr%tein, hipertir%idisme akan
meningkatkan enBim pr%te%litik sehingga menyebabkan pr%te%lisis yang berlebihan
dengan peningkatan pembentukan dan ekskresi urea. ,assa %t%t akan berkurang.
Peme$ahan matriks tulang, akan menyebabkan %ste%p%r%sis, hiperkalsemia, dan
hiperkalsiuria.
Akibat kerja perangsangan jantung, $ardia$ %utput -9&. dan tekanan darah
sist%lik akan meningkat. @ibrilasi atrium kadang-kadang dapat terjadi. Pembuluh darah
perifer akan berdilatasi. /aju filtrasi gl%merulus -/@2., aliran plasma ginjal -RP@., serta
transp%r tubulus akan meningkat di ginjal. Sedangkan di hati, peme$ahan h%rm%n ster%id
dan %bat akan diper$epat. Perangsangan %t%t di usus halus akan menyebabkan diare.
Peningkatan eksitabilitas neur%muskular akan menimbulkan hiperrefleksia, trem%r,
kelemahan %t%t dan ins%mnia. Pada anak, per$epatan pertumbuhan kadang-kadang akan
terjadi. T: dan T; meningkatkan ekspresi resept%rnya dan dengan demikian
mensensitisasi %rgan target terhadap kerjanya sehingga meningkatkan efek
hipertir%idisme.
Pada hipertir%idisme imun%genik -Graves Disease., hipertir%idisme paling sering
disebabkan %leh long-acting thyroid stimulator -LATS. atau thyroid stimulating
immunoglobulin -TSI., suatu g2 yang mirip dengan resept%r TS+. 5ks%ftalmus dapat
terjadi akibat peningkatan h%rm%n tir%id. Pen%nj%lan mata dengan dipl%pia, aliran air
mata yang berlebihan, dan peningkatan f%t%f%bi juga terjadi. Penyebabnya terletak pada
reaksi imun terhadap antigen retr%bulbar yang tampaknya sama dengan resept%r TS+.
Akibatnya terjadi inflamasi retr%bulbar dengan pembengkakan %t%t mata, infiltrasi
limf%sit, akumulasi asam muk%p%lisakarida, dan peningkatan jaringan ikat retr%bulbar.
Kadang-kadang perubahan yang sama dapat ditemukan di regi% pretibia.
E. GE9ALA DAN TANDA
Klinis
Anamnesis
<
Tir%t%ksik%sis menyebabkan beberapa gejala yang berhubungan dengan peningkatan
kerja dari saraf simpatis. Pada pasien yang lebih muda, gejala yang tampak menunjukkan
adanya akti3asi saraf simpatis, seperti rasa $emas, hiperaktif, dan trem%r. Sedangkan pada
pasien yang lebih tua, lebih menunjukkan gejala sistem kardi%3askuler, seperti dispn%e,
dan fibrilasi atrium, serta penurunan berat badan yang sebabnya tidak diketahui.
2ejala yang umum ditemukan, diantaranya4
<
- rasa gugup
- rasa $emas
- keringat bertambah banyak
- tidak tahan $ua$a panas
- trem%r
- hiperaktif
- palpitasi
- penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat
- %lig%men%re
Tanda yang umum ditemukan, diantaranya4
<
- hiperaktifitas
- takikardia atau aritmia atrium
- hipertensi sist%lik
- kulit yang hangat, basah dan halus
- mata mel%t%t
- trem%r
- kelemahan %t%t
Pemeriksaan @isik
<
!ari pemeriksaan fisik mungkin dapat ditemukan penyebab dari tir%t%ksik%sis.
Tir%t%ksik%sis yang disebabkan %leh penyakit 2ra3es berhubungan dengan adanya
pembesaran difus kelenjar tir%id. Kadang dapar didengar bruit pada tir%id dengan
menggunakan sisi membran stet%sk%p. Struma multin%dular t%ksik ditegakkan apabila
tir%id membesar ( H : kali ukuran tir%id n%rmal. Kelerjar tir%id biasanya teraba lembut,
dan dapat teraba n%dul yang s%liter. Aden%ma t%ksik biasanya tidak menimbulkan gejala
tir%t%ksik%sis, sampai ukurannya minimal (,< $m. 'ika tir%id membesar dan ada nyeri
tekan, biasanya didiagn%sis sebagai nyeri subakut tir%iditis atau tir%iditis granul%mat%sus.
Pada <)1 pasien dengan penyakit 2ra3es, dapat ditemukan %ftalm%pati. Sering
bermanifestasi sebagai edema peri%rbita, ataupun edema k%njungti3a -$hem%sis., injeksi,
kel%pak mata yang sulit menutup, dipl%pia, dan pr%pt%sis. Penyakit 2ra3es jarang
menimbulkan efek pada kulit, yaitu dep%sit glik%samin%glikan di dermis pada tungkai
ba#ah. ni menyebabkan timbulnya edema n%n-pitting, biasanya berhubungan dengan
eritema dan penebalan kulit, tanpa nyeri atau gatal.
1. DIAGNOSIS
Ga$:ar 3. Al,-rit$a Dia,n-sis Hi)ertir-i.
(
G. 9ENIS;9ENIS HIPERTIROID
"
Perlu dibedakan antara pengertian tir%t%ksik%sis dengan hipertir%idisme.
Tir%t%ksik%sis adalah manifestasi klinis kelebihan h%rm%n tir%id yang beredar dalam
sirkulasi. Sedangkan hipertir%idisme adalah tir%t%ksik%sis yang disebabkan %leh kelenjar
tir%id yang hiperaktif.
Kira-kira I)1 tir%t%ksik%sis disebabkan %leh penyakit 2ra3es, sisanya karena
struma multin%duler t%ksik dan aden%ma t%ksik. 5ti%l%gi lainnya baru dipikirkan setelah
ketiga sebab diatas disingkirkan -lihat tabel (.
Hi)ertir-i.is$e Pri$er Tir-t-*si*-sis tan)a
Hi)ertir-i.is$e
Hi)ertir-i.is$e Se*un.er
Penyakit 2ra3es
Struma multin%dula t%ksik
Aden%ma t%ksik
&bat4 y%dium berlebih,
litium
Karsin%ma tir%id
Struma %3arii -ekt%pik.
,utasi TS+-r, 2s
+%rm%n tir%id berlebih
-tir%t%ksik%sis faktisia.
Tir%iditis subakut -3iral atau
!e 7uer3ain.
Silent thyroiditis
!estruksi kelenjar 4
ami%dar%n, -*:*, radiasi,
aden%ma, infark
TS+-se$reting tum%r, $h2+
se$reting tum%r
Tir%t%ksik%sis gestasi
-trimester .
Resistensi h%rm%n tir%id
Ta:el #: Pen'e:a: Hi)ertir-i.
"
". Pen'a*it Gra2es
Penyakit 2ra3es -Graves Disease. terjadi pada A) H F)1 %rang dengan
hipertir%id. ,erupakan suatu penyakit aut%imun, yaitu tubuh se$ara tidak terkendali
membentuk thyroid-stimulating immunoglobulin -TS., suatu antib%di yang disintesis di
kelenjar tir%id, sumsum tulang dan K26, yang sasarannya adalah resept%r TS+ di sel
tir%id. TS merangsang sekresi dan pertumbuhan tir%id engan $ara yang serupa yang
dilakukan TS+. Namun tidak seperti TS+, TS tidak dipengaruhi %leh inhibisi umpan
balik negatif %leh h%rm%n tir%id, sehingga sekresi dan pertumbuhan tir%id terus
berlangsung.
:
Pat-l-,i

Pada penyakit 2ra3es, limf%sit T mengalami perangsangan terhadap antigen yang


berada didalam kelenjar tir%id yang selanjutnya akan merangsang limf%sit 6 untuk
mensintesis antib%di terhadap antigen tersebut. Antib%di yang disintesis akan bereaksi
dengan resept%r TS+ didalam membran sel tir%id sehingga akan merangsang
pertumbuhan dan fungsi sel tir%id, dikenal dengan TS+-R antib%dy. Adanya antib%di
didalam sirkulasi darah mempunyai k%relasi yang erat dengan akti3itas dan kekambuhan
penyakit. ,ekanisme %t%imunitas merupakan fakt%r penting dalam pat%genesis
terjadinya hipertir%idisme, %ftalm%pati, dan derm%pati pada penyakit 2ra3es.
Sampai saat ini dikenal ada : %t%antigen utama terhadap kelenjar tir%id yaitu tir%gl%bulin
-Tg., thyr%idal per%Jidase -TP&. dan resept%r TS+ -TS+-R.. !isamping itu terdapat
pula suatu pr%tein dengan 6, A; kil%!alt%n pada permukaan membran sel tir%id dan sel-
sel %rbita yang diduga berperan dalam pr%ses terjadinya perubahan kandungan %rbita dan
kelenjar tir%id penderita penyakit 2ra3es.
Sel-sel tir%id mempunyai kemampuan bereaksi dengan antigen diatas dan bila
terangsang %leh pengaruh sit%kin -seperti interfer%n gamma. akan mengekspresikan
m%lekul-m%lekul permukaan sel kelas -,+9 kelas , seperti !R;. untuk
mempresentasikan antigen pada limf%sit T.
Ga$:ar 4 : Pat-,enesis Pen'a*it Gra2es
@akt%r genetik berperan penting dalam pr%ses %t%imun, antara lain +/A-6F dan
+/A-!R: pada ras Kaukasus, +/A-6#;A dan +/A-6< pada ras 9ina dan +/A-6*I
pada %rang kulit hitam. @akt%r lingkungan juga ikut berperan dalam pat%genesis penyakit
tir%id %t%imun seperti penyakit 2ra3es. =irus yang menginfeksi sel-sel tir%id manusia
akan merangsang ekspresi !R; pada permukaan sel-sel f%likel tir%id, diduga sebagai
akibat pengaruh sit%kin -terutama interfer%n alfa.. nfeksi basil gram negatif Gersinia
enter%$%liti$a, yang menyebabkan enter%$%litis kr%nis, diduga mempunyai reaksi silang
dengan %t%antigen kelenjar tir%id. Antib%di terhadap Gersinia enter%$%liti$a terbukti dapat
bereaksi silang dengan TS+-R antib%dy pada membran sel tir%id yang dapat men$etuskan
epis%de akut penyakit 2ra3es. Asupan y%dium yang tinggi dapat meningkatkan kadar
i%dinated immun%gl%bulin yang bersifat lebih imun%genik sehingga meningkatkan
ke$enderungan untuk terjadinya penyakit tir%id %t%imun. !%sis terapeutik dari lithium
yang sering digunakan dalam peng%batan psik%sa manik depresif, dapat pula
mempengaruhi fungsi sel limf%sit T suppress%r sehingga dapat menimbulkan penyakit
tir%id %t%imun. @akt%r stres juga diduga dapat men$etuskan epis%de akut penyakit
2ra3es, namun sampai saat ini belum ada hip%tesis yang memperkuat dugaan tersebut.
Terjadinya %ftalm%pati 2ra3es melibatkan limf%sit sit%t%ksik -killer $ells. dan
antib%di sit%t%ksik lain yang terangsang akibat adanya antigen yang berhubungan dengan
tir%gl%bulin atau TS+-R pada fibr%blast, %t%t-%t%t b%la mata dan jaringan tir%id. Sit%kin
yang terbentuk dari limf%sit akan menyebabkan inflamasi fibr%blast dan mi%sitis %rbita,
sehingga menyebabkan pembengkakan %t%t-%t%t b%la mata, pr%pt%sis dan dipl%pia.
!erm%pati 2ra3es -miksedema pretibial. juga terjadi akibat stimulasi sit%kin
didalam jaringan fibr%blast didaerah pretibial yang akan menyebabkan terjadinya
akumulasi glik%samin%glikans.
6erbagai gejala tir%t%ksik%sis berhubungan dengan perangsangan katek%lamin,
seperti takhikardi, trem%r, dan keringat banyak. Adanya hiperreakti3itas katek%lamin,
terutama epinefrin diduga disebabkan karena terjadinya peningkatan resept%r
katek%lamin didalam %t%t jantung.
F
Pada penyakit gra3es terdapat dua kel%mp%k gambaran utama yaitu tir%idal dan
ekstratir%idal yang keduanya mungkin tidak tampak. 9iri-$iri tir%idal berupa g%iter akibat
hiperplasia kelenjar tir%id dan hipertir%idisme akibat sekresi h%rm%n tir%id yang
berlebihan. 2ejala-gejala hipertir%idisme berupa manifestasi hipermetab%lisme dan
aktifitas simpatis yang berlebihan. Pasien mengeluh lelah, gemetar, tidak tahan panas,
keringat semakin banyak bila panas, kulit lembab, berat badan menurun #alaupun nafsu
makan meningkat, palpitasi, takikardi, diare dan kelemahan serta atr%fi %t%t. ,anifestasi
ekstratir%idal berupa %ftalm%pati dan infiltrasi kulit l%kal yang biasanya terbatas pada
tungkai ba#ah. &ftalm%pati yang ditemukan pada <)1 sampai F)1 pasien ditandai
dengan mata mel%t%t, fissura palpebra melebar, kedipan berkurang, lid lag -keterlambatan
kel%pak mata dalam mengikuti gerakan mata. dan kegagalan k%n3ergensi. 2ambaran
klinik klasik dari penyakit gra3es antara lain adalah tri tunggal hipertit%idisme, g%iter
difus dan eks%ftalmus.
Perubahan pada mata -%ftalm%pati 2ra3es. , menurut the Ameri$an Thyr%id
Ass%$iati%n diklasifikasikan sebagai berikut -dikenal dengan singkatan N&SP59S. 4
Ta:el 3 . O5tal$-)ati Gra2es
"
Kelas 1, terjadinya spasme %t%t palpebra superi%r dapat menyertai keadaan a#al
tir%t%ksik%sis 2ra3es yang dapat sembuh sp%ntan bila keadaan tir%t%ksik%sisnya di%bati
se$ara adekuat.
Pada Kelas ( - A terjadi pr%ses infiltratif pada %t%t-%t%t dan jaringan %rbita.
Kelas 2 ditandai dengan keradangan jaringan lunak %rbita disertai edema peri%rbita,
k%ngesti dan pembengkakan dari k%njungti3a -khem%sis..
Kelas ditandai dengan adanya pr%pt%sis yang dapat dideteksi dengan +ertel
eJ%phthalm%meter.
Kelas !, terjadi perubahan %t%t-%t%t b%la mata berupa pr%ses infiltratif terutama pada
mus$ulus re$tus inferi%r yang akan menyebabkan kesukaran menggerakkan b%la mata
keatas. 6ila mengenai mus$ulus re$tus medialis, maka akan terjadi kesukaran dalam
menggerakkan b%la mata kesamping.
Kelas " ditandai dengan perubahan pada k%rnea - terjadi keratitis..
Kelas # ditandai dengan kerusakan ner3us %pti$us, yang akan menyebabkan kebutaan.
&ftalm%pati 2ra3es terjadi akibat infiltrasi limf%sit pada %t%t-%t%t ekstra%kuler disertai
dengan reaksi inflamasi akut. R%ngga mata dibatasi %leh tulang-tulang %rbita sehingga
) K N% signs %r sympt%ms
* K Only signs -lid retra$ti%n %r lag., n% sympt%ms
( K S%ft tissue in3%l3ement -peri%rbital edema.
: K Pr%pt%sis -K(( mm.
; K EJtra%$ular mus$le in3%l3ement -dipl%pia.
< K 8%rneal in3%l3ement
A K Sight l%ss
pembengkakan %t%t-%t%t ekstra%kuler akan menyebabkan pr%pt%sis -pen%nj%lan. dari b%la
mata dan gangguan pergerakan %t%t-%t%t b%la mata, sehingga dapat terjadi dipl%pia.
Pembesaran %t%t-%t%t b%la mata dapat diketahui dengan pemeriksaan 9T s$anning atau
,R. 6ila pembengkakan %t%t terjadi dibagian p%steri%r, akan terjadi penekanan ner3us
%pti$us yang akan menimbulkan kebutaan.
I,0
Pada penderita yang berusia lebih muda, manifestasi klinis yang umum ditemukan
antara lain palpitasi, ner3%us, mudah $apek, hiperkinesia, diare, berkeringat banyak, tidak
tahan panas dan lebih senang $ua$a dingin. Pada #anita muda gejala utama penyakit
gra3es dapat berupa amen%re atau infertilitas. Pada anak-anak, terjadi peningkatan
pertumbuhan dan per$epatan pr%ses pematangan tulang. Sedangkan pada penderita usia
tua - L A) tahun ., manifestasi klinis yang lebih men$%l%k terutama adalah manifestasi
kardi%3askuler dan mi%pati, ditandai dengan adanya palpitasi , dyspnea d8eff%rt, trem%r,
ner3%us dan penurunan berat badan. Pada ne%natus, hipertir%idisme merupakan kelainan
klinik yang relatif jarang ditemukan, diperkirakan angka kejadian hanya * dari (<.)))
kehamilan. Kebanyakan pasien dilahirkan dari ibu yang menderita penyakit gra3es aktif
tetapi dapat juga terjadi pada ibu dengan keadaan hip%tir%id atau eutir%id karena tir%iditis
aut%imun, peng%batan ablasi i%dine radi%aktif atau karena pembedahan.
*)
2ejala dan tanda apakah sese%rang menderita hipertir%id atau tidak juga dapat
dilihat atau ditentukan dengan indeks #ayne atau indeks ne#$astle yaitu sebagai berikut 4
In.e*s Dia,n-sti* Klini* <%a'ne=
Ge&ala;,e&ala 'an, :aru ti$:ul
.an>atau :erta$:ah :erat
Nilai Tan.a;tan.a Nilai a)a:ila
A.a Ti.a*
Sesak bila bekerja M* Kelenjar tir%id teraba M: -:
6erdebar-debar M( 6ising pada kelenjar tir%id M( -(
Kelelahan M( 5ks%ftalmus M( -
/ebih menyukai udara panas -< Refraksi kel%pak mata
Keterlambatan menutupnya kel%pak mata
M(
M*
-
-
/ebih menyukai udara dingin M< 2erakan hiperkinetik M; -(
Tidak dipengaruhi suhu ) Trem%r halus pada jari M* -
Keringat berlebihan M: Tangan yang panas M( -(
2ugup M( Tangan yang basah M* -*
Nafsu makan4 bertambah M: @ibrilasi atrium M; -
berkurang -: Nadi 4 NF) J>menit -: -
6erat badan 4 naik -: F) H 0) J>menit ) -
turun M: L 0)O J>menit M: -
+asil4 L *0 4 hipertir%id
** H *F4 tak jelas > suspek hipertir%id
N ** 4 eutir%id
In.e*s Ne+ 8astle
N- Ge&ala Dera&at Nilai
* "mur saat timbulnya -tahun. *< H (;
(< H :;
:< H ;;
;< H <;
L <<
)
M;
MF
M*(
M*A
( Pen$etus psik%l%gis Ada
Tidak ada
-<
)
: $re%uent chec&ing Ada
Tidak ada
-:
)
; Severe antici'atory an(iety Ada
Tidak ada
-:
)
< Nafsu makan menurun Ada
Tidak ada
M<
)
A 2%iter Ada
Tidak ada
M:
)
I 6ruit tir%id Ada
Tidak ada
M*F
)
F 5ks%ftalmus Ada
Tidak ada
M0
)
0 /id retra$ti%n Ada
Tidak ada
M(
)
*) Trem%r halus pada jari Ada
Tidak ada
MI
)
** Nadi -per menit. L 0)
F) H 0)
NF)
M*A
MF
)
+asil --**. H -M(:. 5utir%id
-M(;. H -M:0. ,ungkin hipertir%id
-M;). H -MF). Pasti hipertir%id
#. Stru$a /ultin-.ula T-*si* <Sin.r-$a /arine;Lenhart=
**
+ipertir%id pada struma multin%duler terjadi apabila jumlah f%likel baru sudah
$ukup banyak yang mengeluarkan h%rm%n tir%id baru melebihi kebutuhan tubuh.
Terbentuknya f%likel baru memakan #aktu yang $ukup lama, sehingga hipertir%id terjadi
pada usia lanjut, terutama pada mereka dengan struma yang sudah lama. @%likel baru
yang tumbuh adalah yang panas -hot )olicles. yang dapat meningkatkan pr%duksi
h%rm%n, sehingga sekresi TS+ menurun, yang mengakibatkan pr%duksi h%rm%n dari
f%likel panas dan jaringan n%rmal, mulai melebihi kebutuhan tubuh. +ipertir%id pada
struma multin%duler biasanya ringan -subclinical hy'ertyroidism* dan akan hilang setelah
%perasi dengan dikeluarkan bagian yang sakit dari kelenjer tir%id. Perubahan dari kelenjer
tir%id n%rmal menjadi struma n%duler yang berisi sejumlah f%likel panas yang terus
bertambah. Pemberian y%dium pada penderita multin%duler dapat men$etuskan
timbulnya hipertir%id karena terjadi pr%duksi yang berlebihan dari h%rm%n. Pada daerah
dengan g%iter endemik berat, presentasi hipertir%id sesudah pemberian i%dium $ukup
tinggi pada penderita dengan struma multin%dular. Terbentuknya n%dul berbeda dengan
terbentuknya f%likel yang %t%n%mik. Sebab itu kerap kali n%dul berisi lebih dari satu
ma$am f%likel, dan yang disebut n%dul panas dapat nampak pada sidik tir%id sebagai
kumpulan f%likel panas yang besar bukan sebagai n%dul yang sebenarnya.
3. Stru$a unin-.uler t-*si* < A.en-$a t-*si*6 )en'a*it Plu$$er=
""
Struma unin%duler ini adalah suatu aden%ma tunggal, biasanya aden%ma f%likel
yang se$ara %t%n%m mempr%duksi h%rm%n yang berlebihan. ,engapa dan bagaimana
timbulnya n%dul tir%id yang %t%n%m ini belum diketahui. 6eberapa te%ri dikemukakan
timbulnya struma ini mungkin %leh karena reaksi berlebihan dari TS+, kehilangan
sebagain penga#as balik -tro'hic control. pada n%dul? yang %t%n%m ini, penekanan sel
tir%tr%pin pituitaria. Pembesaran n%dul perlahan dimana mula-mula terjadi penekanan
pada TS+ agar mikr%n%dul yang lain tidak membesar. Selanjutnya dengan makin
membesarnya n%dul akan terjadi penekanan bukan saja TS+ tapi juga fungsi dari jaringan
sekitar n%dul. Pada stadium ini penderita masih eutir%id dan kadar T: dan T; masih
n%rmal, namun pada sidik tir%id nampak banyak is%t%p terkumpul dalam n%dul. Akhirnya
n%dul melakukan semua fungsinya dengan menekan fungsi jaringan sekitar n%dul. Pada
sidik tir%id nampak ambilan is%t%p hanya %leh n%dul, sehingga keadaan ini sudah terjadi
hipertir%id. Kapan terjadinya hipertir%id ini tergantung terutama pada besarnya n%dul.
'umlah h%rm%n tir%id yang dikeluarkan %leh n%dul tergantung dari besarnya n%dul.
+ipertir%id terjadi bila n%dul L : $m, sedang n%dul yang N (,< $m biasanya tidak
menyebabkan hipertir%id.
4. Tir-i.itis A*ut
Kasusnya jarang, dan menga$u pada infeksi supuratif dari tir%id. Penyebabnya
biasanya adalah sinus pirif%rmis, yang merupakan sisa per$abangan bankial yang
menghubungkan %r%faring dengan tir%id. Sinus ini letaknya seringkali di sebelah kiri.
2ejala yang timbul adalah nyeri pada tir%id, yang menjalar ke tengg%r%kan atau telinga,
dan tampak g%iter ke$il, k%nsistensi lunak, serta asimetris. 'uga terdapat demam, disfagia,
dan eritema pada tir%id.
*(
!. Tir-i.itis Su:a*ut <tir-i.itis .e ?uer2ain@s > tir-i.itis ,ranul-$at-us > tir-i.itis
2irus=
2ejala yang timbul menyerupai faringitis, sehingga tir%iditis subakut seringkali
tidak terpikirkan. Pasien biasanya mengeluhkan kelenjar tir%id yang membesar dan terasa
nyeri, kadang ada demam. !apat timbul gejala tir%t%ksik%sis maupun hip%tir%id,
tergantung pada fase mana penyakitnya berada. Nyeri biasanya menjalar ke rahang atau
telinga.
*(
(. Silent th'r-i.itis
Painless tir%iditis atau silent tir%iditis mun$u pada pasien dengan penyakit yang
didasari kelainan aut%imun. 2ejalanya mirib tir%iditis subakut, namun benj%lan yang
teraba lebih ke$il dan tidak nyeri. K%ndisi ini terjadi pada lebih dari <1 #anita, pada
masa : H A bulan setelah melahirka, sehingga disebut pula p%stpartum tir%iditis. 2ejala
khasnya adalah fase tir%t%ksik%sis selama ( H ; minggu, diikuti fase hip%tir%id selama ; H
*( minggu, lalu terjadi res%lusi.
*(
. Dru,;In.uAe. Th'r-i.itis
Pasien yang mendapat terapi @N-, /-( atau ami%dar%n dapat terkena painless
tir%iditis. @N- yang digunakan sebagai terapi hepatitis 6 atau 9, menyebabkan
disfungsi tir%id pada <1 pasien yang diterapi. /-( yang digunakan untuk terapi ma$am-
ma$am keganasan, juga dapat menyebabkan tir%iditis dan hip%tir%idisme.
*(
G. PE/ERIKSAAN PENUN9ANG
". Pe$eri*saan La:
Alat utama untuk mendeteksi hipertir%id adalah pengukuran kadar TS+ dalam
darah. Seperti disebutkan lebih a#al, TS+ dikeluakan %leh kelenjar pituitari. 'ika
suatu jumlah h%rm%n tir%id yang berlebihan hadir, TS+ diatur untuk turun dan tingkat
TS+ turun dalam suatu usaha untuk mengurangi pr%duksi h%rm%n tir%id. 'adi,
pengukuran TS+ harus berakibat pada tingkat-tingkat yang rendah atau tidak
terdeteksi pada kasus-kasus hipertir%id. 6agaimanapun, ada satu penge$ualian. 'ika
jumlah h%rm%n ti%rid yang berlebihan disebabkan %leh suatu tum%r pituitari yang
mengeluarkan TS+, maka kadar TS+ tingginya menjadi tidak n%rmal. Penyakit tidak
umum ini dikenal sebagai Phipertir%id sekunderP.
(
Penurunan kadar TS+ pada tir%id men$apai N),)< Q">m/. Keparahan
tir%t%ksik%sis tidak dapat dinlai dar kadar TS+, namun harus diukur dari kadar
h%rm%n tir%id di dalam plasma. Sebanyak 001 T: dan T; berikatan dengan pr%tein.
+anya h%rm%n tir%id yang bebas yang aktif. T: () H *)) kali lebih aktif
dibandingkan T;. 'adi, mengukur kadar T: dan T; bebas -fT: dan fT;. sebaiknya
dilakukan pada pasien dengan suspek tir%t%ksik%sis yang TS+nya rendah.
<
Antib%di antitir%id dapat ditemukan meningkat pada penyakit 2ra3e dan tir%iditis
limf%sitik namun tidaklah terlalu bermakna untuk menegakkan diagn%sis. Nilai
thyroid-stimulating antibody digunakan untuk mem%nit%r efek terapi antitir%id pada
pasien dengan penyakit 2ra3e.
Antib%di yang paling s%esifik untuk penyakit tir%id aut%imun adalah 5/SA untuk
antib%di anti-TP&. Titernya meningkat pada setiap penyakit hipertir%id. TS jika
meningkat, dapat menunjang diagn%sis penyakit 2ra3es.
Kelainan lab%rat%rium n%n-spesifik dapat ditemukan seperti anemia,
granul%sit%sis, limf%sit%sis, hiperkalsemia, peningkatan transaminase dan alkalin
f%sfatase.
#. Pe$eri*saan Ra.i-l-,is
"S2 dapat dilakukan untuk mendeteksi n%dul yang ke$il atau n%dul di p%steri%r
yang se$ara klinis belum dapat dipalpasi. !i samping itu, dapat dipakai untuk
membedakan n%dul yang padat atau kistik serta dapat dimanfaatkan untuk penuntun
dalam tindakan bi%psy aspirasi jarum halus.
'ika eti%l%gi dari tir%t%ksik%sis belum jelas setelah serangkaian pemeriksaan fisik
dan lab%rat%rium, dapat dilakukan s$an dan uptake i%dine *(: -
*(:
. ntuk menentukan
fungsi tir%id. N%rmalnya uptake *<-;) 1 dalam (; jam. 6ila
uptake L n%rmal disebut h%t area, sedangkan jika uptake N n%rmal disebut $%ld area
-pada ne%plasma..
<
Ga$:ar !. 7e:era)a ,a$:aran .ari sAan .an u)ta*e tir-i.. Pa.a *ea.aan hi)ertir-i.6
u)ta*e ra.i-i-.in terlihat $enin,*at.
- T%ksik multin%dular g%iter 4 pembesaran kelenjar, n%dul multipel dan area
peningkatan serta penurunan uptake is%t%p.
- Subakut tir%iditis 4 uptake
*(:
sangat rendah
- Aden%ma t%ksik 4 gambaran h%t n%dul s%liter dengan penekanan
fungsi dari jaringan n%rmal di sekitar daerah
lesi.
3. 7i-)si As)irasi 9aru$ Halus <7A9AH=
6ila pada pemeriksaan fisik, keluhan utama pasien adalah benj%lan dengan tanda-
tanda tir%t%ksik%sis, maka lakukan pemeriksaan s$an tir%id untuk memastikan bah#a
benj%lan tersebut berfungsi dan aktif. 'ika n%dul dingin, lakkan bi%psi aspirasi jarum
halus untuk meyingkirkan kemungkinan keganasan.
H. TERAPI
Peng%batan hipertir%idisme tergantung pada penyebab dan beratnya penyakit, usia
pasien, ukuran g%iter, k%m%rbitas dan keinginan untuk sembuh. Pada prinsipnya,
peng%batan dapat dibagi : yaitu4 Tir%statika, Tir%idekt%mi, dan G%dium Radi%aktif
Tir-stati*a
*, *(
Thi%namid merupakan kel%mp%k utama jenis %bat ini. 6eberapa $%nt%hnya4
pr%pylthi%ura$il -PT"., karbimaB%le,methimaB%le. &bat tersebut menghambat pr%ses
%rganifikasi dan reaksi aut%imun tetapi PT" memiliki efek tambahan yaitu
menghambat dei%dinasi dari T; menjadi T:.
Terdapat berbagai 3ariasi regimen tir%statika. !%sis inisial karbimaB%l atau
metimaB%l biasanya *)-() mg tiap F-*( jam dan dapat diberikan satu kali per hari bila
eutir%id telah ter$apai. PT" diberikan dalam d%sis *))-()) mg tiap A-F jam.
Kemudian d%sis se$ara perlahan dikurangi -dititrasi. setelah klinis membaik.
,et%de lain dengan pemberian d%sis tinggi tir%statika dan dik%mbinasi dengan
suplemen le3%thyr%Jine -regimen pengganti. untuk men$egah hip%tir%idisme.
Tes fungsi tir%id dan manifestasi klinik dinilai tiap :-; minggu setelah terapi
dimulai dan d%sis dititrasi berdasarkan nilai fT;. "mumnya pasien men$apai eutir%id
pada minggu ke A hingga ke F. Nilai TS+ tetap tersupresi untuk beberapa bulan
sehingga tidak sensitif untuk indeks resp%n terapi. !%sis harian tir%statika untuk
regimen titrasi adalah (,<-*) mg karbimaB%l atau methimaB%l dan <)-*)) mg PT".
!engan regimen pengganti, d%sis inisial sit%statika tetap k%nstan dan d%sis
le3%thyr%Jine disesuaikan untuk mempertahankan nilai n%rmal fT;.
Rata-rata remisi maksimum di$apai dalam *F-(; bulan. Pasien dengan
hipertir%idisme berat dan g%iter yang besar seringkali relaps bila terapi dihentikan.
Setiap pasien sebaiknya tetap dik%ntr%l untuk kemungkinan relaps setahun setelah
terapi selesai.
5fek samping yang sering dikeluhkan adalah rash, gatal, demam, nyeri sendi.
"mumnya sembuh sp%ntan atau setelah mengganti dengan alternatif tir%statika
lainnya. 5fek samping yang lebih berat namun jarang seperti hepatitis, SL+ li&e
syndrome, dan agranul%sit%sis. Sebaiknya %bat dihentikan bila gangguan tersebut
mun$ul.
Pr%pan%l%l -()-;) mg tiap A jam. dapat diberikan untuk meng%ntr%l gejala
adrenergik yang mun$ul pada stadium a#al sebelum tir%statika diberikan.
Tir-i.e*t-$i
*(
Prinsip umum4 %perasi baru dikerjakan bila keadaan pasien eutir%id, klinis
maupun bi%kimia#i. &perasi dilakukan dengan tir%idekt%mi subt%tal dupleks
menyisakan jaringan seujung ibu jari, atau l%bekt%mi t%tal termasuk ismus dan
tir%idekt%mi subt%tal l%bus lain. K%mplikasi masih dapat terjadi namun m%rtalitas
rendah. +ip%paratir%idisme dapat permanen atau sepintas. Setiap pasien pas$a %perasi
perlu dipantau apakah terjadi remisi, hip%tir%idisme atau residif. &perasi yang tidak
dipersiapkan dengan baik memba#a resik% terjadinya krisis tir%id dengan m%rtalitas
amat tinggi.
B-.iu$ Ra.i-a*ti5
Terapi ini menyebabkan kerusakan pr%gesif dari sel tir%id dan dapat digunakan
untuk terapi utama atau untuk yang mengalami relaps setelah peng%batan antitir%id.
Resik% terjadinya krisis tir%id ke$il dan dapat diminimalisasikan dengan pemberian
tir%statika selama sebulan sebelum terapi dilakukan. Tir%statika dihentikan paling
tidak : hari sebelum pemberian y%dium radi%aktif untuk hasil yang %ptimal.
!%sis y%dium radi%aktif berbeda4 ada yang bertahap untuk membuat eutir%id
tanpa hip%tir%idisme, ada yang langsung dengan d%sis besar untuk men$apai
hip%tir%idisme kemudian ditambah tir%ksin sebagai substitusi. Kekha#atiran bah#a
radiasi menyebabkan karsin%ma, leukemia tidak terbukti. !an satu-satunya
k%ntraindikasi ialah gra3iditas. K%mplikasi ringan dapat terjadi seperti tir%iditis.
O5tal$-)atia Gra2es <OG=
&2 ringan $ukup diberi peng%batan l%kal -air mata artifi$ial dan salep, tetes mata
%bat penghambat beta, ka$amata hitam, mata #aktu malam ditutup dan hindari r%k%k..
Pada &2 yang lebih berat dibutuhkan peng%batan agresif. Kalau &2 aktif m%dus
peng%batan ialah gluk%k%rtik%id d%sis besar, radi%terapi %rbital atau dek%mpresi %rbital.
Apabila keadaan berat namun inaktif, dianjurkan dek%mpresi.
I. KO/PLIKASI
o K%mplikasi bedah
+ip%paratir%idisme
Kerusakan ner3us laryngeal
+ip%tir%idisme dengan subt%tal tir%idekt%mi
o +ip%tir%idisme setelah terapi radi%aktif
o 2angguan penglihatan karena %ftalm%pati berat
o 5dema pretibial terl%kalisasi
o !e$%mpentati% 9%rdis
o Kelemahan %t%t pr%ksimal dan muscle ,asting
o @raktur panggul
9. Pr-,n-sis
"mumnya pasien dengan hipertir%idisme menunjukkan hasil yang baik dengan
terapi yang tepat. Namun dengan peng%batan terbaik pun beberapa manifestasi
penyakit sulit hilang sepeti gangguan pada mata, jantung dan psik%l%gik.
+ipertir%idisme dari g%iter multin%duler t%ksik dan aden%ma t%ksik biasanya
permanen dan mun$ul kala de#asa. Setelah n%rmalisasi fungsi tir%id dengan
tir%statika, ablasi dengan y%dium radi%aktif biasanya direk%mendasikan. Penggunaan
jangka panjang d%sis tinggi tir%statika tidak dianjurkan. 6iasanya terjadi pembesaran
se$ara perlahan selama pemberian tir%statika. Pr%gn%sis baik setelah terapi y%dium
radi%aktif. "mumnya pasien akan tetap eutir%id.
Pasien dengan penyakit 2ra3e sering menjadi hip%tir%idisme dalam perjalanan
alami penyakitnya. Walaupun terapi yang diberikan berupa y%dium radi%aktif ataupun
pembedahan, biasanya akan jatuh dalam keadaan hip%tir%idisme. Perkembangan
menuju penyakit mata dapat terjadi kapan saja tergantung pada diagn%sis dan terapi.
"mumnya, setelah berhasil didiagn%sis, %ftalm%pati menunjukkan perbaikan dalam
beberapa tahun.
7A7 III
KESI/PULAN
Saat ini, jumlah penderita penyakit hipertir%idisme terus meningkat.
+ipertir%idisme merupakan penyakit h%rm%n yang menempati urutan kedua terbesar di
nd%nesia setelah diabetes mellitus. +ipertir%idisme adalah gangguan yang terjadi dimana
kelenjar tir%id menghasilkan lebih banyak h%rm%n dari yang dibutuhkan %leh tubuh.
/ebih dari 0)1 hipertir%idisme adalah akibat penyakit 2ra3es dan n%dul tir%id t%ksik.
+ipertir%idisme menyebabkan beberapa gejala yang berhubungan dengan
peningkatan kerja dari saraf simpatis. Pada pasien usia muda, gejala yang tampak
menunjukkan adanya akti3asi saraf simpatis, seperti rasa $emas, hiperaktif, dan trem%r.
Sedangkan pada pasien yang lebih tua, lebih menunjukkan gejala sistem kardi%3askuler,
seperti fibrilasi atrium, serta penurunan berat badan yang sebabnya tidak diketahui.
!ari pemeriksaan fisik mungkin dapat ditemukan penyebab dari kelainan ini.
Pada penyakit 2ra3es dapat ditemukan pembesaran difus kelenjar tir%id. Struma
multin%dular t%ksik ditegakkan apabila tir%id membesar ( H : kali ukuran tir%id n%rmal.
Aden%ma t%ksik biasanya tidak menimbulkan gejala tir%t%ksik%sis, sampai ukurannya
minimal (,< $m. 'ika tir%id membesar dan ada nyeri tekan, biasanya didiagn%sis sebagai
nyeri subakut tir%iditis atau tir%iditis granul%mat%sus.
"ntuk mendiagn%sis penyebab pasti dari hipertir%idisme, diperlukan pemeriksaan
lebih lanjut. 6eberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan lab%rat%rium
untuk mengukur kadar TS+, fT: dan fT;? pemeriksaan radi%l%gis berupa "S2 dan s$an
dan uptake %dine *(:? serta pemeriksaan 6i%psi Aspirasi 'arum +alus -6A'A+..
"ntuk terapi hipertir%idisme, sangat tergantung pada penyebab dan beratnya
penyakit, usia pasien, ukuran g%iter, k%m%rbitas dan keinginan untuk sembuh. Pada
prinsipnya, peng%batan dapat dibagi : yaitu4 Tir%statika, Tir%idekt%mi, dan G%dium
Radi%aktif. Terapi tir%statika yang dapat dipilih antara lain pr%pylthi%ura$il -PT".,
karbimaB%le,methimaB%le. "mumnya pasien dengan hipertir%idisme menunjukkan hasil
yang baik dengan terapi yang tepat.
DA1TAR PUSTAKA
*. Sud%y%, Aru W, dkk. ())A. -u&u A.ar Ilmu /enya&it Dalam 0ilid III +disi I1.
'akarta4 Pusat Penerbitan lmu Penyakit !alam @K".
(. An%nim. ())0. 2i'ertiroid. A3ailable %n4 http4>>###.bas$%mmetr%.bl%g
sp%t.$%m>())0>*(>hipertir%id.html. A$$essed at4 *( April ()*)
:. Sher#%%d, /auralee. ())*. $isiologi 3anusia dari Sel &e Sistem4 'akarta4 529
;. Silbernagl, Stefan dan @l%rian /ang. ())). Te&s dan Atlas -er,arna /ato)isiologi.
'akarta4 592
<. /ee, Stephanie /. dkk. ())0. 2y'erthyroidism5Di))erential Diagnoses and
6or&u'4 A3ailable %n4 http4>>emedi$ine.meds$ape.$%m>arti$le>*(*FA<-
diagn%sis.html. A$$essed at4 *( April ()*)
A. Reid 'R, Wheeler S@. ())<. 2y'erthyroidism5 Diagnosis and Treatment. Am @am
Physi$ian? I(4A(:-:), A:<-A
I. Shahab A, ())(, /enya&it Graves 7Struma Di))usa To&si&* Diagnosis dan
/enatala&sanaannya, 6ulletin PKK 4 Seri 5nd%krin%l%gi-,etab%lisme, 5disi
'uli ())(, PKK, 'akarta, hal 0-*F
F. Pri$e A.S. R Wils%n ,./. *00< /ato)isiologi /roses-/roses /enya&it8 Alih
-ahasa Anugerah /48 +disi !, 529, 'akarta. hal *);0 H <F, *)I) H F)
0. Subekti, , ())*. 3a&alah Sim'osium 9urrent Diagnostic and Treatment
/engelolaan /ra&tis /enya&it Graves, @K", 'akarta,4 hal *-<
*). ,ansj%er A, et all, *000. Ka'ita Sele&ta Kedo&teran8 0ilid 18 +disi , ,edia
Aes$ulapius, @akultas Ked%kteran ", 'akarta, hal <0;-F
**. An%nim. ())I. Ilustrasi Kasus Thyroid. A3ailable %n4
http4>>###.s$ribd.$%m>d%$><<<;0<(>/"STRAS-KAS"S-tyr%id. A$$essed at4
*( April ()*)
*(. 6raun#ald, Kasper, dll. ());. 1#th +dition 2A::IS;<S /:I<9I/L+S ;$
Internal 3edicine. Ne# G%rk4 ,$2ra#-+ill Publishing. +al (*); - ((