Anda di halaman 1dari 10

Tugas Validasi

Validasi Pembersihan (Cleaning Validation)


Abdul Ghoni
Deo Subagiyo
Nasum

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI IN!ST"I AN #A"$ASI
%OGO"
&'()
VALIASI PE$%E"SIHAN (*LEANING VALIATION)
e+inisi
Tindakan pembuktian yang didokumentasikan bahwa proses pembersihan yang
dilaksanakan akan senantiasa menghasilkan tingkat kebersihan yang ditetapkan.
Tu,uan
Membuktikan melalui pengujian dan analisis bahwa :
Prosedur pembersihan yang dimaksud dapat membersihkan suatu alat atau
ruangan dari sisa bahan residu!" partikel asing dan mikroba sampai pada
batas#batas yang dapat diterima se$ara konsisten dan berulang#kali
%reprodu$ible&!
Peralatan'mesin yang di$u$i tidak terdapat pengaruh yang negati(e karena
e)ek pen$u$ian
*perator'pelaksana yang melakukan pen$u$ian kompeten" mengikuti prosedur
pembersihan dan peralatn pembersihan yang telah ditentukan.
Prosedur Pembersihan harus di(alidasi karena peralatan digunakan untuk
berma$am produk" meningkatnya kontak permukaan antara bahan dengan
alat'mesin serta tuntutan GMP .
*ara Pela-sanaan Validasi Pembersihan
+. Pemilihan prosedur Protap! sanitasi yang diuji
,. Pembuatan protokol (alidasi
-. Penetapan metode pengambilan sampel
.. Pembuatan lembar kerja worksheet! (alidasi
/. Pelaksanaan (alidasi
0. Pengujian sampel
1. Penentuan kriteria batas! penerimaan
2. Membuat 3esimpulan
4. Pembuatan 5aporan 6alidasi
Hal.hal lain /ang 0erlu di0erha1i-an 2
Design peralatan apakah banyak pipa#pipa" apakah ada kesulitan untuk
melakukan sampling" lekukan#lekukan!
Teknik sampling : swab test" rinse sampling" pla$ebo sampling
7umlah titik sampling" lokasi sampling" kontaminasi sampel
3enis -4n1aminan
+. 8esidu produk 9ahan berkhasiat dan bahan pembantu ' %e:$ipient&! dari proses
sebelumnya.
,. 8esidu bahan pembersih
Pelarut %sol(ent&!
9ahan pembersih %$leaning agent&!
Sarana penunjang %utility&!
-. Mikroba dan endotoksin
$e14de Pengambilan dan Analisis *4n14h
+. ;ara Apus %Swab samples&!
Pengambilan $ontoh dengan $ara apus" umumnya menggunakan bahan apus
swab material! yang dibasahi dengan pelarut yang langsung dapat
menyerap residu dari permukaan alat.
Gunakan %swab#sti$k& yang mengandung bahan pelarut
Apus %swab&! langsung pada permukaan alat'ruangan yang kontak dengan
produk untuk memperoleh residu
Analisis swab untuk kandungan residu setelah melalui proses ekstraksi
setelah melalui pembiakan %$ulture&! dan inkubasi untuk kandungan
mikroba!
Perhatian
Ambil $ontoh dari minimum - lokasi atau ditentukan yang representati)
Pelarut swab tidak boleh meyebabkan penguraian'degradasi residu
Pelarut swab tidak boleh mengganggu proses analisis mis. ekstraksi!
<asil swab harus sesegera mungkin dianalisis sesudah
pengambilan $ontoh
Analisis banding dilakukan terhadap swab kontrol
3elebihan
8esidu yang sudah mengering atau sulit larut dapat dilepaskan dari
permukaan alat se$ara )isik
5okasi yang sulit dibersihkan dapat di$apai dengan %swab#sti$k&" sehingga
memungkinkan e(aluasi paling langsung terhadap tingkat kontaminasi
atau jumlah residu per permukaan! area
3ekurangan
6ariasi hasil analisis karena : Pemilihan lokasi" Tekanan (physical
force) yang digunakan dan totalitas permukaan yang diswab
Pelarut swab dapat bereaksi dengan residu
9ahan swab dan proses analisis ekstraksi dapat mempengaruhi
mengurangi! perolehan kembali residu (recovery rate).
,. ;ara 9ilas
=mumnya dilakukan untuk :
Alat'mesin yang sulit dijangkau dengan $ara apus banyak pipa#pipa"
lekukan!
Pelarut bilasan akhir! dapat digunakan pelarut organi$ seperti methanol"
al$ohol atau hanya a>uademineralisata. Pelarut kemudian ditampung dan
dianalisa.
Metode
8esidu diperoleh dengan $ara mengumpulkan pelarut pembilas yang telah kontak
dengan permukaan alat dimana produk diproses. <asil bilas kemudian dianalisis
untuk kandungan residu dan kandungan mikroba
Perhatian
Tetapkan (olume pelarut pembilas
Pelarut pembilas harus kontak dengan permukaan alat selama waktu yang
$ukup agar residu dapat larut sempurna
Pelarut pembilas tidak boleh menyebabkan penguraian'degradasi residu
Analisis banding dilakukan terhadap pelarut pembilas kontrol yang belum
digunakan
3elebihan
Pengambilan $ontoh dimungkinkan terhadap permukaan yang luas
3eseluruhan lokasi di permukaan dapat di$apai tanpa kesulitan" sehingga
memungkinkan e(aluasi dengan tingkat %re$o(ery rate& tinggi
6ariasi hasil analisis akan ke$il dibandingkandengan $ara apus
3ekurangan
Ada kemungkinan tidak seluruh sisa bahan'residu larut dalam bahan
pelarut sehingga residu tidak dapet terdeteksi.
Tidak $o$ok untuk peralatan kompleks bermuatan instrumentasi atau
komponen listrik'elektronika seperti : mesin tablet" ?9D" granulator"
mesin pengisi serbuk" tablet" kapsul.
;o$ok untuk tangki" blender" )ilter housing" sistem sirkulasi air
-. ;ara Plasebo
Dilakukan dengan $ara pengolahan produk yang bersangkutan tanpa
bahan akti) dengan peralatan yang sudah dibersihkan" kemudian
dianalisa. ;ara ini tidak disarankan karena tidak reprodu$ible.
Pemeri-saan 5 Pengu,ian
Pemeriksaan (isual
Pengujian residu bahan berkhasiat ' pembantu
Pengujian pelarut ' bahan pembersih
Pemeriksaan kandungan mikroba
Metode analisis telah di(alidasi terhadap parameter :
Akurasi dan presisi : 3etepatan dan ketelitian dalam analisis berulang
kali %8eprodu$ibility&!
Spe$i)i$ity : 3ekhususan terhadap substansi residu yang diuji
Sensiti(ity : 3epekaan terhadap residu yang sangat sedikit jumlahnya
5imit o) Dete$tion 5*D
5imit o) @uantitation 5*@
8e$o(ery : Perolehan kembali substansi residu yang diuji
8asionalisasi
Program 6alidasi Pembersihan
Produk berbeda" menggunakan satu alat : 3ekuatan" Multi bahan
berkhasiat" Multi bahan pembantu
Produk sama" menggunakan alat berbeda
9esar bat$h
Pelaksanaan (alidasi pada kondisi terburuk%worst $ase&!
3elarutan bahan berkhasiat Terendah'Tertinggi!
3adar ' Potensi bahan berkhasiat Terendah'Tertinggi!
3omposisi massa ' matriks produk A>ueous'Aa:y base dan
A>ueous'*ily base!
Kri1eria Penerimaan (6A77e01an7e *ri1eria8)
Pemeriksaan (isual
Single blanket spe$i)i$ation : + ppm
9atas penemuan analisis : +B ppm
Data )armakologi dan'atau toksikologi : B.+ C
9atas maksimum residu yang diperbolehkan dengan perhitungan Sa)ety
)a$tor +BC s'd B.+C!
%A$$eptable Daily Dntake& ADD dengan perhitungan 5D /B dan Sa)ety
)a$tor
Pemeriksaan mikrobiologi
A9 Pemeri-saan Visual
Tampak optis bersih
Tidak terlihat debu" partikel" Eat berlemak &grease&!" residu
atau selaput %)ilm&!
%Aater#break test&
Terjadi hambatan aliran air murni! pada permukaan yang tidak bersih
karena adanya residu yang hidro)obik
9atas kriteria penerimaan :
9erdasarkan studi analisis bahwa bahan akti) di sebagian besar produk )armasetik
akan tampak pada konsentrasi +BB ug per area %swab& ,:, in$h
,
atau /:/ $m
,
!
%9 Single %lan-e1 S0e7i+i7a1i4n
Single blanket spe$i)i$ation : + ppm $riterion
9atas kriteria penerimaan : + ppm
Dibandingkan dengan batas maksimum bahan bera$un seperti Arsenik" DDT"
<;N yang diperbolehkan dalam makanan
*9 %a1as 0enemuan analisis (' 00m 7ri1eri4n
9atas kriteria penerimaan :+B ppm +B mg ' 3g!
Produk berikutnya mengandung tidak lebih dari +B ppm $emaran produk
sebelumnya berdasarkan kemampuan instrumen analisis dan sensiti(itas metode
analisis yang digunakan.
9 a1a +arma-4l4gi dan5a1au 14-si-4l4gi 2 4se 7ri1eri4n ':''(
9atas kriteria penerimaan :
Maksimum B"+C +'+BBB! dari dosis terapi terke$il
;emaran bahan akti) tidak lebih dari B"BB+ : dosis harian maksimal perhari dari
produk selanjutnya.
$A" ($a;imum All4<able "esidue)

5DD
S? : TD
TD F a single therapeutis dose e.g. +mg'day!
S? F sa)ety )a$tor e.g. B.BB+!
5DD F largest daily dose o) the ne:t produ$t manu)a$tured in the same
e>uipment e.g. 0BBmg :. in 3g!
GDn e:ample abo(e MA8F B..ppm
"AL ("esidue All4<able Limi1 )
A
a : 9S : MA8
9SF min. bat$h siEe o) the ne:t produ$t e.g. +B3g!
aF area o) swab e.g. +BB$m
,
!

AF e>uipment sur)a$e area e.g. +B"BBB$m
,
!
GDn e:ample abo(e 8A5F B.B.mg'swab" .Bm$g'swab
Xcelodose puck SA = 15 cm2
='' li1re I%* SA > )(?@? 7m&
Pemeri-saanValidasi Pembersihan
+. Pemeriksaan bahan berkhasiat
Pemeriksaan (isual
Data )armakologi dan'atau toksikologi : Dose $riterion B"BB+
9atas penemuan analisis : +B ppm $riterion
Penentuan 9atas Maksimum 8esidu A85 HA$$eptable 8esidue 5e(elI!
yang diperbolehkan dengan memperhitungkan ?aktor 3eamanan %Sa)ety
?a$tor&! untuk setiap bahan berkhasiat
,. Pemeriksaan bahan pembersih %;leaning Agent&!
Pemeriksaan (isual
Pemeriksaan )isika#kimia a.l. :
p< : / J 1 De(iasi maks. K B"/ dari kontrol!
3ondukti(itas : Maks. +B mi$romhos'$m!
Total *rgani$ ;arbon T*;!
Mengikuti spesi)ikasi Puri)ied water atau A?D
Penentuan menurut 9atas Penemuan Analisis : +B ppm $riterion
-. Pemeriksaan mikrobiologi
Pemeriksaan kandungan mikroba %Total Plate ;ount& :
Sesudah bersih
Setelah disimpan untuk waktu tertentu mis. -:,. jam! dalam
ruang terkendali
9atas kriteria penerimaan :
Total Plate ;ount : Maks. ,/ J +BB ;?='Area %swab& ,:, in$h
,
atau /:/ $m
,
T41al Organi7 *arb4n
Total organik karbon T*;! adalah jumlah karbon yang terikat dalam
suatu senyawa organik dan sering digunakan sebagai indikator tidak spesi)ik dari
kualitas air atau kebersihan peralatan pabrik )armasi.
Mempertahankan tingkat T*; rendah membantu untuk mengontrol tingkat
endotoksin dan mikroba. =ntuk memastikan tidak ada kontaminasi silang antara
menjalankan produk obat yang berbeda" berbagai prosedur pembersihan
dilakukan. Tingkat konsentrasi T*; digunakan untuk mela$ak keberhasilan
prosedur (alidasi pembersihan ini terutama ;DP.
"e+erensi
Anonim" ,BB0" Pedoman Cara Pembuaan Obat Yan !aik" 9adan P*M" 7akarta
Priyambodo" 9ambang." ,BB1" "ana#emen $ndustri %armasi edisi ke&'" Global
Pustaka =tama : Logyakart