Anda di halaman 1dari 15

Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai

Listrik memberi kenaikan terhadap 4 gaya dasar alami, dan sifatnya yang tetap dalam benda
yang dapat diukur. Dalam kasus ini, frase "jumlah listrik" digunakan juga dengan frase "muatan
listrik" dan juga "jumlah muatan". Ada 2 jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melalui
eksperimen, muatan-sejenis saling menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satu sama
lain. Besarnya gaya menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum Coulomb. Beberapa efek
dari listrik didiskusikan dalam fenomena listrik dan elektromagnetik.

2.1 Pengertian Listrik
Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga
diartikan sebagai berikut:
Listrik adalah kondisi dari partikel sub atomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang
menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena
muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas,
seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-
aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.

2.2 Sifat-sifat Listrik

Satuan unit SI dari muatan listrik adalah coulomb, yang memiliki singkatan "C". Simbol Q
digunakan dalam persamaan untuk mewakili kuantitas listrik atau muatan. Contohnya, "Q=0,5 C"
berarti "kuantitas muatan listrik adalah 0,5 coulomb".

Jika listrik mengalir melalui bahan khusus, misalnya dari wolfram dan tungsten, cahaya pijar
akan dipancarkan oleh logam itu. Bahan-bahan seperti itu dipakai dalam bola lampu (bulblamp
atau bohlam).

Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka akan dilepaskan
panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan berlipat. Sifat ini dipakai pada
elemen setrika dan kompor listrik.

2.3 Teori Dasar Medan Gaya Listrik
penghantar bertegangan sebagai sumbernya dan berakhir
pada struktur konduktif.
Besaran medan listrik kuat medan listrik E, satuan kV/m.

Medan adalah suatu besaran yang mempunyai harga pada tiap titik dalam ruang. Atau secara
matematis, medan merupakan sesuatu yang merupakan fungsi kontinu dari posisi dalam ruang.

Medan Listrik merupakan daerah atau ruang di sekitar benda yang bermuatan listrik di
mana jika sebuah benda bermuatan lainnya diletakkan pada daerah itu masih mengalami gaya
elektrostatis.
H B

Garis medannya memiliki awal dan akhir, berawal dari

Gaya listrik adalah gaya yang dialami oleh obyek bermuatan yang berada dalam medan
listrik. Rumusan gaya listrik kadang sering dipertukarkan dengan hukum Coulomb, padahal gaya
listrik bersifat lebih umum ketimbang hukum tersebut, yang hanya berlaku untuk dua buah
muatan titik.

Jadi suatu titik dikatakan berada dalam medan listrik apabila suatu benda yang bermuatan
listrik ditempatkan pada titik tersebut akan mengalami gaya listrik.

Rumus Gaya listrik, sebagaimana umumnya gaya, dilambangkan dengan huruf F atau biasa
diberi indeks kecil di bawah E (electric) atau L (listrik).

dengan:
: adalah muatan obyek
: adalah medan listrik

Medan Listrik sering juga di pakai istilah kuat medan listrik atau intensitas medan listrik.
Kuat medan listrik di suatu titik adalah gaya yang diderita oleh suatu muatan percobaan yang
diletakkan dititi itu dibagi oleh besar muatan percobaan. Gaya yang diderita oleh muatan-muatan
positif percobaan q di berbagai titik akibat muatan Q dapat dijilat dalam gambar 2-1


Adanya medan gaya listrik digambarkan oleh Garis Medan Listrik (Lines of Force) yang
mempunyai sifat:
1. Garis Medan listrik keluar dari muatan positif menuju ke muatan negatif
2. Garis medan listrik antara dua muatan tidak pernah berpotongan
3. Jika medan listrik di daerah itu kuat, maka garis medan listriknya rapat dan sebaliknya.


Medan ada dua macam yaitu :
- Medan Skalar, misalnya temperatur, potensial dan ketinggian
- Medan vektor, misalnya medan listrik dan medan magnet

Ada dua jenis muatan listrik yang diberi nama positif dan negatif. Muatan listrik selalu
merupakan kelipatan bulat dari satuan muatan dasar e. Muatan dari elektron adalah - e dan proton
+ e. Benda menjadi bermuatan akibat adanya perpindahan muatan dari satu benda ke benda
lainnya, biasanya dalam bentuk elektron. Muatan bersifat kekal. Muatan tidak diciptakan maupun
dimusnahkan pada proses pemberian muatan, tetapi hanya berpindah tempat.

Gaya yang dilakukan oleh satu muatan kepada muatan lainnya bekerja sepanjang garis yang
menghubungkan muatan-muatan. besarnya gaya berbanding lurus dengan hasil kali muatan-
muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Gaya akan tolak menolak jika muatan-
muatan mempunyai tanda yang sama dan akan tarik menarik jika mempunyai tanda yang tidak
sama. Hasil ini dikenal sebagai Hukum Coulomb :


di mana k adalah tetapan Coulomb yang mempunyai harga
k = 8,99x10
9
N.m
2
/C
2


Sebuah muatan listrik dikatakan memiliki medan listrik di sekitarnya. Medan listrik adalah
daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya listrik. Jika muatan lain
berada di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik, muatan tersebut akan
mengalami gaya listrik berupa gaya tarik atau gaya tolak.

Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan menggunakan
garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya listrik dengan arah keluar dari
muatan tersebut. Adapun, sebuah muatan negatif memiliki garis gaya listrik dengan arah masuk
ke muatan tersebut.

Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat medan listrik. Jika
sebuah muatan uji q diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan, kuat medan
12
2
12
2 1
12
r
r
q kq
F =
v

listrik E benda tersebut adalah besar gaya listrik F yang timbul di antara keduanya dibagi besar
muatan uji. Jadi, dituliskan
F = E q
Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah, maka penjumlahan
antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan penjumlahan vektor. Arah medan listrik
dari sebuah muatan positif di suatu titik adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut.
Adapun, arah medan listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju
ke muatan tersebut.

2.4 Garis-garis Medan Listrik

- Memvisualisasikan pola pola-pola medan listrik adalah dengan menggambarkan garis
garis-garis dalam arah medan listrik listrik.
- Vector medan listrik di sebuah titik titik, , tangensial tangensial terhadap garis garis-garis
medan listrik listrik.
- Jumlah garis garis-garis per satuan luas permukaan yang tegak lurus garis garis-garis
medan listrik listrik, , sebanding dengan medan listrik di daerah tersebut.



Gaya Coulomb di sekitar suatu muatan listrik akan membentuk medan listrik. Dalam
membahas medan listrik, digunakan pengertian kuat medan. Untuk medan gaya Coulomb, kuat

medan listrik adalah vektor gaya Coulomb yang bekerja pada satu satuan muatan yang kita
letakkan pada suatu titik dalam medan gaya ini, dan dinyatakan dengan .

Muatan yang menghasilkan medan listrik disebut muatan sumber. Misalkan muatan sumber
berupa muatan titik q. Kuat medan listrik yang dinyatakan pada suatu vektor posisi terhadap
muatan sumber tsb, adalah medan pada satu satuan muatan uji. Bila kita gunakan muatan uji
sebesar q 0 pada vektor posisi relatif terhadap muatan sumber, kuat medan harus sama
dengan
2
0
'
'
r
q
4
1
q
) q F(r,
) r ( E = =
v
v

dimana adalah vektor satuan arah radial keluar.

Muatan sumber q berupa muatan titik seharga q dan terletak pada posisi . Titik P berada
pada posisi , sehingga posisi relatif P terhadap muatan sumber adalah . Vektor satuan
arah SP haruslah sama dengan .

Jadi kuat medan listrik pada titik oleh muatan titik q pada , harus sama dengan



) (r E
v
v
r
v
) (r E
v
v
r
v
'
r
v
) (
'
r r
v v

'
'
) (
r r
r r
v v
v v

r
v
'
r
v
E
v
10

2.5 Kuat Medan Gaya Listrik
Medan gaya listrik yaitu Gaya elektrostatik yang dialami oleh satu satuan muatan positif
yang diletakkan di titik itu setiap satuan muatannya. Didefinisikan sebagai hasil bagi gaya listrik
yang bekerja pada suatu muatan uji dengan besar muatan uji tersebut.

Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat medan listrik. Jika
sebuah muatan uji q diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan, kuat medan
listrik E benda tersebut adalah besar gaya listrik F yang timbul di antara keduanya dibagi besar
muatan uji.

Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah, maka penjumlahan
antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan penjumlahan vektor. Arah medan listrik
dari sebuah muatan positif di suatu titik adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut.
Adapun, arah medan listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju
ke muatan tersebut.

2.5.1 Di Suatu Titik Akibat Suatu Muatan Sumber
Misalkan ada Sebuah Titik P yang berjarak r dari suatu muatan sumber q, maka arah kuat
medan listrik di titik P searah dengan gaya elektrostatis yang dialami oleh sebuah muatan uji q
yang bermuatan positif yang diletakkan di titik tersebut, dan digambarkan sebagai berikut:

11

2.5.2 Akibat Beberapa Muatan
Medan listrik adalah gaya listrik persatuan muatan. Karena gaya listrik mengikuti prinsip
superposisi secara vektor, demikian juga yang terjadi pada medan listrik. Hal ini berarti kuat
medan listrik dari beberapa muatan titik adalah jumlah vektor kuat medan listrik dari masing
masing muatan titik. Misalkan dua buah muatan listrik +q
1
dan q
2
terletak seperti terlihat dalam
gambar

Kuat medan listrik di P akibat muatan +q
1
adalah
E
1
yang arahnya menjauhi q
1
dan kuat medan listrik di
P akibat ,muatan q
2
adalah E
2
yang menuju q
2
.
Dengan metode penjumlahan vektor, maka kuat medan
listrik total di titik P ( E
p
) adalah :



2.6 Fluks Listrik
Apabila terdapat garis-garis gaya dari suatu medan listrik homogen yang menembus tegak
lurus suatu bidang seluas A, maka hasil kali antara kuat medan listrik E dan luas bidang A yang
tegak lurus dengan medan listrik itu disebut dengan fluks listrik ()
= E A cos
Di mana = fluks medan listrik (N/C m
2
= weber = Wb)
E = kuat medan listrik (N/C)
A = luas bidang yang ditembus listrik (m
2
)
q = sudut antara vektor E dan garis normal bidang


2.8 Gejala Efek Medan Gaya Listrik
1. Sistem saraf. Mengantuk, insomnia, susah berkonsentrasi, mudah lupa, cepat marah,
depresi,tegang leher, sempoyongan, nyeri kepala, kesemutan.
2. Sistem sirkulasi (jantung dan pembuluh darah). Nyeri dada, jantung berdebar-debar,
gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi.
3. Sistem pencernaan. Sariawan, sakit maag (gastritis), sembelit, mencret, perut kembung.
4. Sistem penglihatan. Mata mudah lelah, penglihatan kabur.
5. Sistem pendengaran. Telinga berdenging. Sistem anggota gerak tubuh. Mudah lelah,
nyeri otot, kaku pada persendian.
6. Sistem anggota gerak tubuh. Mudah lelah, nyeri otot, kaku pada persendian.
7. Sistem ekskresi (ginjal dan salurannya). Sering kencing, susah kencing.



DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA, edisi kelima, jidil 2. Jakarta : Erlangga.
Supiyanto. 2007. Fisika SMA XII Kurikulum KTSP Standar Isi 2006. Jakarta : Erlangga.
Jatmiko, Budi. 2004. Modul Fis.20.Listrik Statis. Surabaya : Bagian Proyek Pengembangan
Kurikulum

www.IndofamilyNetHealth.com/2009/02/06/ Gejala_Efek_Medan_Listrik/Medan_Listrik.doc
www.google.co.id
- bab2-medan-listrik_dan_hukum_grauss.pdf
- Bahan_ajar_Fisika_Dasar._Fakultas_Kehutanan_UGM/Fisika_dasar.doc
www.id.wikipedia.org./wiki/Gaya_listrik/
www.id.wikipedia.org./wiki/ listrik/
www.aktifisika.wordpress.com./2008/12/10/listrik-statis/
www.unhas.ac.id/_mkufisika/index-2.html
sepenggal.wordpress.com/