Anda di halaman 1dari 28

Penatalaksanaan Insomnia pada Usia Lanjut

DISUSUN OLEH:
Caryn Miranda Saptari
4!"#$#%
PEM&IM&IN':
dr( Noer Saelan) Sp( *+
Kepaniteraan Klinik
Geriatri
Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan Cibubur
Periode 11 Agustus 2014 1! September 2014
"akultas Kedokteran #ni$ersitas Tarumanagara
%akarta
1
*,-, PEN',N-,.
Pu&i dan s'ukur sa'a pan&atkan kepada Tuhan (ang )aha *sa + karena atas
berkat dan rahmat,-'a lah sehingga sa'a dapat men'elesaikan re.erat ini tepat
pada /aktun'a0 Re.erat ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Kepaniteraan0
Geriatri "akultas Kedokteran #ni$ersitas Tarumanagara di Sasana Tresna Werdha
Ria Pembangunan Cibubur periode 11 Agustus 2014 1! September 20140
1engan bekal pengetahuan dan pengarahan serta bimbingan 'ang diperoleh
sebelumn'a dan selama men&alani kepaniteraan+ sa'a men'usun re.erat ber&udul
2Penatalaksanaan 3nsomnia pada #sia 4an&ut20 Pada kesempatan ini+ sa'a
mengu5apkan ban'ak terimakasih kepada dr0 -oer Saelan+ Sp0K% 'ang telah
membimbing dan membantu sa'a dalam melaksanakan kepaniteraan dan dalam
men'usun re.erat ini0
Sa'a men'adari masih ban'ak kekurangan baik pada isi maupun .ormat
re.erat ini0 6leh karena itu+ segala kritik dan saran sa'a terima dengan tangan
terbuka0
Akhir kata + sa'a berharap re.erat ini dapat berguna bagi rekan,rekan serta
semua pihak 'ang ingin mengetahui sedikit ban'ak mengenai 2Penatalaksanaan
3nsomnia pada #sia 4an&ut70
%akarta + 1 September 2014

Pen'usun
2
&,& I
PEND,HULU,N
3nsomnia adalah ge&ala

kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang
untuk tidur atau mempertahankan tidur /alaupun ada kesempatan untuk itu
1
0
Ge&ala tersebut biasan'a diikuti gangguan .ungsional saat bangun dan berakti$itas
di siang hari0 Sekitar sepertiga orang de/asa mengalami kesulitan memulai tidur
dan atau mempertahankan tidur dalam setahun+ dengan 189 di antaran'a
mengakibatkan gangguan kualitas hidup
2
0 Seban'ak :;9 orang Amerika telah
melaporkan sebuah episode dari insomnia pada beberapa /aktu selama hidup
mereka
1
0

1i 3ndonesia+ pada tahun 2010 terdapat 11+89 penduduk mengalami
insomnia0
3nsomnia umumn'a merupakan kondisi sementara atau &angka pendek0
1alam beberapa kasus+ insomnia dapat men&adi kronis0 <al ini sering disebut
sebagai gangguan pen'esuaian tidur karena paling sering ter&adi dalam konteks
situasional stres akut+ seperti peker&aan baru atau men&elang u&ian0 3nsomnia ini
biasan'a hilang ketika stressor hilang atau indi$idu telah beradaptasi dengan
stressor0 -amun+ insomnia sementara sering berulang ketika tegangan baru atau
serupa mun5ul dalam kehidupan pasien
!
0
3nsomnia &angka pendek berlangsung selama 1,= bulan0 <al ini biasan'a
berhubungan dengan .aktor,.aktor stres 'ang persisten+ dapat situasional >seperti
kematian atau pen'akit? atau lingkungan >seperti kebisingan?0 3nsomnia kronis
adalah setiap insomnia 'ang berlangsung lebih dari = bulan0 <al ini dapat
dikaitkan dengan berbagai kondisi medis dan psikiatri biasan'a pada pasien
dengan predisposisi 'ang mendasari untuk insomnia
!
0
)eskipun kurang tidur+ ban'ak pasien dengan insomnia tidak mengeluh
mengantuk di siang hari0 -amun+ mereka mengeluhkan rasa lelah dan letih+
dengan konsentrasi 'ang buruk0 <al ini mungkin berkaitan dengan keadaan
.isiologis h'perarousal0 @ahkan+ meskipun tidak mendapatkan tidur 5ukup+ pasien
dengan insomnia seringkali mengalami kesulitan tidur bahkan untuk tidur siang0
!
3nsomnia kronis &uga memiliki ban'ak konsekuensi kesehatan seperti
berkurangn'a kualitas hidup+ sebanding dengan 'ang dialami oleh pasien dengan
kondisi seperti diabetes+ arthritis+ dan pen'akit &antung0 Kualitas hidup meningkat
dengan pengobatan tetapi masih tidak men5apai tingkat 'ang terlihat pada
populasi umum0 Selain itu+ insomnia kronis dikaitkan dengan terganggun'a
kiner&a peker&aan dan sosial0
3nsomnia merupakan salah satu .aktor risiko depresi dan ge&ala dari
se&umlah gangguan medis+ psikiatris+ dan tidur0 @ahkan+ insomnia tampakn'a
men&adi prediksi se&umlah gangguan+ termasuk depresi+ ke5emasan+
ketergantungan alkohol+ ketergantungan obat+ dan bunuh diri0
3nsomnia sering menetap meskipun telah dilakukan pengobatan kondisi
medis atau ke&i/aan 'ang mendasari+ bahkan insomnia dapat meningkatkan resiko
kekambuhan pen'akit primern'a0 1alam hal ini+ dokter perlu memahami bah/a
insomnia adalah suatu kondisi tersendiri 'ang membutuhkan pengakuan dan
pengobatan untuk men5egah morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup bagi
pasien mereka
!+4
0
4
&,& II
-IN+,U,N PUS-,*,
%("( /isiolo0i -idur
Semua makhluk hidup mempun'ai irama kehidupan 'ang sesuai dengan
beredarn'a /aktu dalam siklus 24 &am0 3rama 'ang seiring dengan rotasi bola
dunia disebut sebagai irama sirkadian
1+4
0
Tidur tidak dapat diartikan sebagai meni.estasi proses deakti$asi Sistem
Sara. Pusat0 Saat tidur+ susunan sara. pusat masih beker&a dimana neuron,neuron
di substansia retikularis $entral batang otak melakukan sinkronisasi0
@agian susunan sara. pusat 'ang mengadakan kegiatan sinkronisasi
terletak pada substansia $entrikulo retikularis batang otak 'ang disebut sebagai
pusat tidur >sleep center?0 @agian susunan sara. pusat 'ang menghilangkan
sinkronisasiAdesinkronisasi terdapat pada bagian rostral batang otak disebut
sebagai pusat penggugah >arousal center?0
Tidur dibagi men&adi 2 tipe 'aituB
10 Tipe Rapid Eye Movement >R*)?
20 Tipe Non Rapid Eye Movement >-R*)?
"ase a/al tidur didahului oleh .ase -R*) 'ang terdiri dari 4 stadium+ lalu
diikuti oleh .ase R*)0 Keadaan tidur normal antara .ase -R*) dan R*) ter&adi
se5ara bergantian antara 4,= kali siklus semalam0
Tidur -R*) 'ang meliputi 8;9 dari keseluruhan /aktu tidur+ dibagi
dalam empat stadium+ antara lainB
10 Stadium 1+ berlangsung selama ;9 dari keseluruhan /aktu tidur0 Stadium
ini dianggap stadium tidur paling ringan0 **G menggambarkan gambaran
kumparan tidur 'ang khas+ ber$oltase rendah+ dengan .rekuensi ! sampai 8
siklus perdetik+ 'ang disebut gelombang teta0
20 Stadium 2+ berlangsung paling lama+ 'aitu 4;9 dari keseluruhan /aktu
tidur0 **G menggambarkan gelombang 'ang berbentuk pilin >spindle
shaped? 'ang sering dengan .rekuensi 12 sampai 14 siklus perdetik+
;
lambat+ dan tri.asik 'ang dikenal sebagai kompleks K0 Pada stadium ini+
orang dapat dibangunkan dengan mudah0
!0 Stadium !+ berlangsung 129 dari keseluruhan /aktu tidur0 **G
menggambarkan gelombang ber$oltase tinggi dengan .rekuensi 0+; hingga
2+; siklus perdetik+ 'aitu gelombang delta0 6rang tidur dengan sangat
n'en'ak+ sehingga sukar dibangunkan0
40 Stadium 4+ berlangsung 1!9 dari keseluruhan /aktu tidur0 Gambaran
**G hampir sama dengan stadium ! dengan perbedaan kuantitati. pada
&umlah gelombang delta0 Stadium ! dan 4 &uga dikenal dengan nama tidur
dalam+ atau delta sleep+ atau Slow Wave Sleep >SWS?0
Sedangkan tidur R*) meliputi 2;9 dari keseluruhan /aktu tidur0 Tidak
dibagi,bagi dalam stadium seperti dalm tidur -R*)
1+4
0
=
Gambar 10 Perubahan tidur pada usia lan&ut dibandingkan dengan orang
muda0
%(% De1inisi Insomnia
)enurut 1S) 3C+ gangguan tidur dibagi men&adi d'ssomnias dan
parasomnias0 1'ssomnias adalah gangguan dari kuantitas atau /aktu tidur+ dibagi
men&adi insomnia dan h'persomnia0 3nsomnia lebih diartikan pada gangguan
kualitas atau kuantitas tidur+ 'ang bergantung pada keadaan tertentu0 @entuk dari
insomnia termasuk primar' insomnia dan gangguan irama sirkardian tidur0
<'persomnia menun&ukan kondisi klinis sebagai rasa ngantuk 'ang berlebihan0
Parasomnia adalah tingkah laku 'ang tidak normal saat tidur atau transisi antara
tidur dan terbangun0
:
)enurut 1S),3C+ 3nsomnia dide.inisikan sebagai keluhan dalam hal
kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur atau tidur non,restorati. 'ang
berlangsung setidakn'a satu bulan dan men'ebabkan gangguan signi.ikan atau
gangguan dalam .ungsi indi$idu0 The International Classification of Diseases
mende.inisikan 3nsomnia sebagai kesulitan memulai atau mempertahankan tidur
'ang ter&adi minimal ! malamAminggu selama minimal satu bulan0 )enurut The
International Classification of Sleep Disorders, insomnia adalah kesulitan tidur
8
'ang ter&adi hampir setiap malam+ disertai rasa tidak n'aman setelah episode tidur
tersebut0 %adi+ 3nsomnia adalah ge&ala

kelainan dalam tidur berupa kesulitan
berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur /alaupun ada kesempatan untuk
melakukann'a0 3nsomnia bukan suatu pen'akit+ tetapi merupakan suatu ge&ala
'ang memiliki berbagai pen'ebab+ seperti kelainan emosional+ kelainan .isik dan
pemakaian obat,obatan0 3nsomnia dapat mempengaruhi tidak han'a tingkat energi
dan suasana hati tetapi &uga kesehatan+ kiner&a dan kualitas hidup0
%(# *lasi1ikasi Insomnia
a0 3nsomnia Primer
3nsomnia primer ini mempun'ai .aktor pen'ebab 'ang &elas0 insomnia
atau susah tidur ini dapat mempengaruhi sekitar ! dari 10 orang 'ang
menderita insomnia0 Pola tidur+ kebiasaan sebelum tidur dan lingkungan
tempat tidur seringkali men&adi pen'ebab dari &enis insomnia primer ini0
b0 3nsomnia Sekunder
3nsomnia sekunder biasan'a ter&adi akibat e.ek dari hal lain+ misaln'a
kondisi medis0 )asalah psikologi seperti perasaan bersedih+ depresi dan
dementia dapat men'ebabkan ter&adin'a insomnia sekunder ini pada ; dari
10 orang0 Selain itu masalah .isik seperti pen'akit arthritis+ diabetes dan
rasa n'eri &uga dapat men'ebabkan ter&adin'a insomnia sekunder ini dan
biasan'a mempengaruhi 1 dari 10 orang 'ang menderita insomnia atau
susah tidur0 3nsomnia sekunder &uga dapat disebabkan oleh e.ek samping
dari obat,obatan 'ang diminum untuk suatu pen'akit tertentu+ penggunaan
obat,obatan 'ang terlarang ataupun pen'alahgunaan alkohol0 "aktor ini
dapat mempengaruhi 1,2 dari 10 orang 'ang menderita insomnia0
@erdasarkan 3nternational Classi.i5ation o. Sleep 1isordes 'ang dire$isi+
insomnia diklasi.ikasikan men&adi B
a0 cute insomnia
b0 !sychophysiolo"ic insomnia
50 !arado#ical insomnia $sleep%state misperception&
D
d0 Idiopathic insomnia
e0 Insomnia due to mental disorder
.0 Inade'uate sleep hy"iene
g0 (ehavioral insomnia of childhood
h0 Insomnia due to dru" or su)stance
i0 Insomnia due to medical condition
&0 Insomnia not due to su)stance or *nown physiolo"ic condition,
unspecified $nonor"anic&
k0 !hysiolo"ic insomnia, unspecified $or"anic&
+
%(4 -anda dan 'ejala Insomnia

Kesulitan untuk memulai tidur pada malam hari

Sering terbangun pada malam hari

@angun tidur terlalu a/al

Kelelahan atau mengantuk pada siang hari

3ritabilitas+ depresi atau ke5emasan

Konsentrasi dan perhatian berkurang

Peningkatan kesalahan dan ke5elakaan

Ketegangan dan sakit kepala

Ge&ala gastrointestinal
1+!+=
%(2 Etiolo0i Insomnia
3nsomnia diklasi.ikasikan sebagai gangguan tidur sementara >tidak lebih
dari beberapa malam?+ akut >kurang dari !,4 minggu?+ dan kronis >lebih dari !,4
minggu?0 3nsomnia sementara atau akut biasan'a ter&adi pada orang 'ang tidak
memiliki ri/a'at gangguan tidur dan sering berhubungan dengan pen'ebab 'ang
dapat diidenti.ikasi0 Pen5etus insomnia akut termasuk pen'akit medis akut+
perubahan pada lingkungan tidur+ obat, obatan+ &et lag+ dan stresor psikososial
akut atau berulang0 3nsomnia kronis atau &angka, pan&ang dapat dikaitkan dengan
berbagai dasar kondisi medis+ perilaku+ dan lingkungan dan berbagai obat,obatan0
Pen'ebab 3nsomnia Kronis
:
1? Gangguan tidur spesi.ik primerB Gangguan irama sirkadianB
1? Sindrom .ase tidur lan&ut
2? Sindrom .ase tidur terlambatApnea tidur >obstrukti.+ pusat+ atau
5ampuran?Sindrom tungkai resah+ Gangguan gerak ekstremitas periodik
>mioklonus malam? R*)+ gangguan perilaku
2? Pen'akit "isikB-'eriB artritis+ n'eri muskuloskeletal+ kondisi men'akitkan
lainn'a
%antung pembuluh darahB gagal &antung+ sesak napas malam hari+ angina
malam hari
ParuB pen'akit paru obstrukti. kronik+ rinitis alergi >sumbatan hidung?
GastrointestinalB pen'akit re.luks gastroeso.ageal+ pen'akit tukak
lambung+ sembelit+ diare0
3nkontinensia urin0
inkontinensiaSistem sara. pusatB stroke+ pen'akit Parkinson+ pen'akit
AlEheimer+ gangguan ke&ang
PsikiatriB ke5emasan+ depresi+ psikosis+ demensia+ delirium
Pruritus
<enti haid0
!? PerilakuB tidur siang+ penggunaan tempat tidur dini+ menggunakan tempat tidur
untuk akti$itas lain >misaln'a+ memba5a dan menonton tele$isi?+ makan berat+
kurang olahraga+ dan ga'a hidup bermalas,malasan0
4? 4ingkunganB suara+ 5aha'a dan gangguan lainn'a+ suhu ekstrim+ tempat tidur
10
tidak n'aman+ dan kurangn'a pa&anan sinar matahari
;? PengobatanBStimulan sistem sara. pusatB s'mpathomimeti5s+ ka.ein+ nikotin+
antidepresan+ am.etamin+ e.edrin+ .enilpropanolamin+ .enitoin0
AntidepresanB bupropion+ penghambat selekti. ambilan,kembali serotonin+
$enla.aksin
6bat anti,Parkinsonian agenB le$odopa
1ekongestanB pseudoe.edrin
@ronkodilatorB teo.ilin
%antungB penghambat,F+ diuretik
AntihipertensiB klonidin+ metildopa+ kortikosteroid
Antihistamin+
Penghambat < 2B simetidin
Antikolinergik
Alkohol
6bat herbal
Pen5ahar
%(! /aktor .esiko Insomnia
<ampir setiap orang memiliki kesulitan untuk tidur pada malam hari tetapi
resiko insomnia meningkat &ika ter&adi pada B
11
10 Wanita
Perempuan lebih mungkin mengalami insomnia0 Perubahan
hormon selama siklus menstruasi dan menopause mungkin memainkan
peran0 Selama menopause+ sering berkeringat pada malam hari dan hot
.lashes sering mengganggu tidur0
20 #sia lebih dari =0 tahun
Karena ter&adi perubahan dalam pola tidur+ insomnia meningkat
se&alan dengan usia0
!0 )emiliki gangguan kesehatan mental
@an'ak gangguan+ termasuk depresi+ ke5emasan+ gangguan bipolar
dan post,traumati5 stress disorder+ mengganggu tidur0
40 Stres
Stres dapat men'ebabkan insomnia sementara+ stress &angka pan&ang
seperti kematian orang 'ang dikasihi atau per5eraian+ dapat men'ebabkan
insomnia kronis0 )en&adi miskin atau pengangguran &uga meningkatkan
risiko ter&adin'a insomnia0
;0 Per&alanan &auh >%et lag? dan Perubahan &ad/al ker&a
@eker&a di malam hari sering meningkatkan resiko insomnia0
1+4
%(3 Dia0nosis
#ntuk mendiagnosis insomnia+ dilakukan penilaian terhadapB
a0 Pola tidur penderita0
b0 Pemakaian obat,obatan+ alkohol+ atau obat terlarang0
50 Tingkatan stres psikis0
d0 Ri/a'at medis0
e0 Akti$itas .isik
.0 1iagnosis berdasarkan kebutuhan tidur se5ara indi$idual0
Sebagai tambahann'a+ dokter akan melengkapi kuisioner untuk
menentukan pola tidur dan tingkat kebutuhan tidur selama 1 hari0 %ika tidak
dilakukan pengisian kuisioner+ untuk men5apai tu&uan 'ang sama Anda bisa
men5atat /aktu tidur Anda selama 2 minggu0
Pemeriksaan .isik akan dilakukan untuk menemukan adan'a suatu
permasalahan 'ang bisa men'ebabkan insomnia0 Ada kalan'a pemeriksaan darah
&uga dilakukan untuk menemukan masalah pada t'roid atau pada hal lain 'ang
bisa men'ebabkan insomnia0
12
%ika pen'ebab dari insomnia tidak ditemukan+ akan dilakukan pemantauan
dan pen5atatan selama tidur 'ang men5angkup gelombang otak+ pernapasan+ nadi+
gerakan mata+ dan gerakan tubuh
;
0
*riteria Dia0nostik Insomnia Non4Or0anik 5erdasarkan PPD'+
!
<al tersebut di ba/ah ini diperlukan untuk membuat diagnosis pastiB
a0 Keluhan adan'a kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur+ atau
kualitas tidur 'ang buruk0
b0 Gangguan minimal ter&adi ! kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan0
50 Adan'a preokupasi dengan tidak bisa tidur dan peduli 'ang berlebihan
terhadap akibatn'a pada malam hari dan sepan&ang siang hari0
d0 Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur men'ebabkan
penderitaan 'ang 5ukup berat dan mempengaruhi .ungsi dalam sosial dan
peker&aan0
e0 Adan'a gangguan &i/a lain seperti depresi dan anGietas tidak
men'ebabkan diagnosis insomnia diabaikan0
.0 Kriteria 2lama tidur7 >kuantitas? tidak diguankan untuk menentukan
adan'a gangguan+ oleh karena luasn'a $ariasi indi$idual0 4ama gangguan
'ang tidak memenuhi kriteria di atas >seperti pada 2transient insomnia7?
tidak didiagnosis di sini+ dapat dimasukkan dalam reaksi stres akut >"4!00?
atau gangguan pen'esuaian >"4!02?
%($ -atalaksana
"( Non /armakoterapi
Penanganan terapi non .armakologi terdiri dari 5ogniti$e and beha$ioral
therap'0
a( Sleep Hy0iene
Sleep h'giene adalah salah satu komponen terapi perilaku untuk
insomnia0 @eberapa langkah sederhana dapat diambil untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas tidur pasien0 4angkah langkah ini meliputi men5u5i
muka+ sikat gigi+ buang air ke5il sebelum tidur+ berolahraga se5ara rutin
minimal 20 menit sehari+ idealn'a 4,; &am sebelum /aktu tidur+ hindari
1!
memaksa diri untuk tidur+ hindari 5a..eine+ al5ohol+ dan nikotin = &am
sebelum tidur+ hindari kegiatan lain 'ang tidak ada kaitann'a dengan tidur+
)empertahankan suhu 'ang n'aman di kamar tidur+ meminimalisir
kebisingan semaksimal mungkin+ batasi asupan 5airan pada malam hari0
5( -erapi -in0ka6 Laku
Terapi tingkah laku bertu&uan untuk mengatur pola tidur 'ang
baru dan menga&arkan 5ara untuk men'amankan suasana tidur0 Terapi
tingkah laku ini umumn'a direkomendasikan sebagai terapi tahap
pertama untuk penderita insomnia0
Terapi tingkah laku meliputi B
10 *dukasi tentang kebiasaan tidur 'ang baik0
20 Teknik Relaksasi0
)eliputi merelaksasikan otot se5ara progresi.+ membuat
bio.eedba5k+ dan latihan pernapasan0 Cara ini dapat membantu
mengurangi ke5emasan saat tidur0 Strategi ini dapat membantu
Anda mengontrol pernapasan+ nadi+ tonus otot+ dan mood0
!0 Terapi kogniti.0
)eliputi merubah pola pikir dari kekha/atiran tidak tidur
dengan pemikiran 'ang positi.0 Terapi kogniti. dapat dilakukan
pada konseling tatap muka atau dalam grup0
40 Stimulus Control Therap'
Stimulus 5ontrol therap' terdiri dari beberapa langkah
sederhana 'ang dapat membantu pasien dengan ge&ala insomnia+
dengan pergi ke tempat tidur saat merasa mengantuk+ hindari
menonton TC+ memba5a+ makan di tempat tidur0 tempat tidur han'a
digunakan untuk tidur dan akti$itas seksual0 %ika tidak tertidur !0
menit setelah berbaring+ maka bangun dan pergi ke ruangan lain
lalu melan&utkan teknik relaksasi0 Pengaturan &am alarm untuk
bangun pada /aktu tertentu setiap pagi sangatlah penting+ hindari
bangun kesiangan+ dan hindari tidur siang pan&ang di siang hari
>1aniel+ 2011?0
;0 Restriksi Tidur0
14
)embatasi /aktu di tempat tidur han'a untuk tidur sehingga
dapat meningkatkan kualitas tidur0 Terapi ini disebut pembatasan
tidur0 <al ini di5apai dengan rata,rata /aktu di tempat tidur
dihabiskan han'a untuk tidur0 Pasien dipaksa untuk bangun pada
/aktu 'ang ditentukan /alaupun pasien masih merasa
mengantuk0 3ni mungkin membantu tidur pasien 'ang lebih baik
pada malam berikutn'a karena kurang tidur dari malam
sebelumn'a0 Sleep restri5tion ini didasarkan atas pemikiran
bah/a /aktu 'ang ter&aga di tempat tidur adalah kontra produkti.
sehingga mendorong siklus insomnia0 )etode ini memiliki tu&uan
untuk menigkatkan e.isiensi tidur sampai setidakn'a D;90
Terapi ini dimaksudkan untuk mengurangi /aktu 'ang
dihabiskan di tempat tidur 'ang dapat membuat lelah pada malam
berikutn'a
!+;
0
7( 'aya 6idup dan pen0o5atan di ruma6
@eberapa hal 'ang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia B

)engatur &ad/al tidur 'ang konsisten termasuk pada hari


libur

Tidak berada di tempat tidur ketika tidak tidur0

Tidak memaksakan diri untuk tidur &ika tidak bisa0

<an'a menggunakan tempat tidur han'a untuk tidur0

Relaksasi sebelum tidur+ seperti mandi air hangat+ memba5a+


latihan pernapasan atau beribadah

)enghindari atau membatasi tidur siang karena akan


men'ulitkan tidur pada malam hari0

)en'iapkan suasana n'aman pada kamar untuk tidur+ seperti


menghindari kebisingan
1;

6lahraga dan tetap akti.+ seperti olahraga selama 20 hingga


!0 menit setiap hari sekitar lima hingga enam &am sebelum
tidur0

)enghindari ka.ein+ alkohol+ dan nikotin0

)enghindari makan besar sebelum tidur0

Cek kesehatan se5ara rutin0

%ika terdapat n'eri dapat digunakan analgesik


1+2+!+;
%( /armakolo0i
Prinsip dasar terapi pengobatan insomnia 'aitu+ &angan menggunakan
obat hipnotik sebagai satu,satun'a terapi+ pengobatan harus
dikombinasikan dengan terapi non .armakologi+ pemberian obat golongan
hipnotik dimulai dengan dosis 'ang rendah+ selan&utn'a dinaikan perlahan
lahan sesuai kebutuhan+ khususn'a pada orang tua+ hindari penggunaan
benEodiaEepin &angka pan&ang+ hati hati penggunaan obat golongan
hipnotik khususn'a benEodiaEepin pada pasien dengan ri/a'at
pen'alahgunaan atau ketergantungan obat+ monitor pasien untuk melihat
apakah ada toleransi obat0
Pemberian edukasi kepada pasien mengenai e.ek penggunaan obat
hipnotik penting meliputi ge&ala,ge&ala e.ek samping 'aitu mual dan
sedati. 'ang dapat mengakibatkan mengantuk saat mengendarai kendaraan
'ang mengakibatkan ke5elakaan saat mengemudi atau beker&a+ khususn'a
golongan obat &angka pan&ang0 *dukasi lain 'aitu mengenai penghentian
obat se5ara perlahan untuk menghindari ter&adi rebound insomnia >4i'a+
201!?0
Terapi pengobatan insomnia diklasi.ikasikan men&adi tiga 'aitu B
@enEodiaEepin+ -onbenEodiaEepin ,hipnotik+ dan obat obat 'ang lain
'ang dapat memberikan e.ek tertidur0
a0 @enEodiaEepine >-itraEepam+TriEolam+ dan *staEolam?
b0 -on benEodiaEepine >Chloral,h'drate+ Phenobarbital?
1=
Pemilihan obat+ ditin&au dari si.at gangguan tidur B
- 3nitial 3nsomnia >sulit masuk ke dalam proses tidur?
6bat 'ang dibutuhkan adalah bersi.at 2Sleep indu5ing anti,insomnia7
'aitu golongan benEodiaEepine >Short A5ting?0 )isaln'a pada
gangguan anGietas0
- 1ela'ed 3nsomnia >proses tidur terlalu 5epat berakhir dan sulit masuk
kembali ke proses tidur selan&utn'a?0 6bat 'ang dibutuhkan adalah
bersi.at 2Prolong latent phase Anti,3nsomnia7+ 'aitu golongan
heterosiklik antidepresan >Trisiklik dan Tetrasiklik?0 )isaln'a pada
gangguan depresi0
- @roken 3nsomnia >siklus proses tidur 'ang normal tidak utuh dan
terpe5ah,pe5ah men&adi beberapa bagian >multiple a/akening?0
6bat 'ang dibutuhkan adalah bersi.at 2Sleep )aintining Anti,
3nsomnia7+ 'aitu golongan phenobarbital atau golongan
benEodiaEepine >4ong a5ting?0 )isaln'a pada gangguan stres
psikososial0
a( &en8odia8epin
1alam penggunaan'a+ e.ek benEodiaEepin 'ang diinginkan adalah
e.ek hipnotik,sedati.0 Si.at 'ang diinginkan dari penggunaan hipnotik,
sedati. antara lain adalah perbaikan anGietas+ euporia dan kemudahan tidur
sehingga obat ini sebagai pilihan utama untuk insomnia0
@enEodiaEepin >@H1? memperbaiki insomnia dengan mengurangi
.ase R*)+ menurunkan latensi tidur+ dan menurunkan terbangun malam
hari0 Pen'erapan @H1 tidak terpengaruh oleh penuaan+ namun penurunan
massa otot+ penurunan protein plasma+ dan peningkatan lemak tubuh 'ang
terlihat pada usia lan&ut mengakibatkan peningkatan konsentrasi obat tak,
terikat dan peningkatan /aktu paruh eliminasi0
%ika keadaan ini ter&adi terus menerus+ maka pola penggunaan'a
akan men&adi kompulsi. sehingga ter&adi ketergantungan .isik0 <ampir
semua golongan obat,obatan hipnotik,sedati. dapat men'ebabkan
ketergantungan0 *.ek ketergantungan ini tergantung pada besar dosis 'ang
18
digunakan tepat sebelum penghentian penggunaan dan /aktu paruh serta
golongan obat 'ang digunakan0 6bat,obatan hipnotik,sedati. dengan
/aktu paruh lama akan dieliminasi lama untuk men5apai penghentian obat
bertahap sedikit demi sedikit0 Sedangkan pada obat dengan /aktu paruh
singkat akan dieliminasi dengan 5epat sehingga sisa metabolitn'a tidak
5ukup adekuat untuk memberikan e.ek hipnotik 'ang lama0 6leh karena
itu+ penggunaan obat dengan /aktu paruh singkat sangat bergantung dari
dosis obat 'ang digunakan tepat sebelum penghentian penggunaan0 Ge&ala
ge&ala abstinensi dapat ter&adi pada penggunaan berbagai golongan obat
hipnotik,sedati.0 Ge&ala ge&ala ini dapat berupa lebih sukar tidur
dibanding sebelum penggunaan obat,obatan hipnotik,sedati. >4i'a+ 201!?0
1D
5( Non5en8odia8epin Hipnotik
-onbenEodiaEepin hipnotik adalah sebuah alternati. 'ang baik dari
penggunaan benEodiaEepin tradisional+ selain itu obat ini mena/arkan
e.ikasi 'ang sebanding serta rendahn'a insiden amnesia+ tidur sepan&ang
hari+ depresi respirasi + ortostatik hipotensi dan ter&atuh pada lansia0 6bat
golongan non,benEodiaEepin &uga e.ekti. untuk terapi &angka pendek
insomnia0 6bat,obatan ini relati$e memiliki /aktu paruh 'ang singkat
sehingga lebih ke5il potensin'a untuk menimbulkan rasa mengantuk pada
siang hariI selain itu penampilan psikomotor dan da'a ingat nampakn'a
1:
lebih tidak terganggu dan umumn'a lebih sedikit mengganggu arsitektur
tidur normal dibandingkan obat golongan benEodiaEepine >4i'a+ 201!?0
7( Sleep4promotin0 ,0ents 9Melatonin:
)elatonin adalah hormon 'ang dibentuk di glandula pineal+ 'aitu
sebuah kelen&ar 'ang han'a sebesar ka5ang tanah 'ang terletak di antara
kedua sisi otak0 <ormon ini mempun'ai .ungsi 'ang sangat khas karena
produksin'a dipi5u oleh gelap dan hening tetapi dapat dihambat oleh sinar
'ang terang0 <ormon ini sedang men&adi .okus para peneliti saat ini0
Sebenarn'a belum ada penelitian 'ang menun&ukkan adan'a hubungan
langsung antara peningkatan melatonin dengan lelapn'a tidur seseorang0
@erdasarkan teori 'ang ada+ hormon melatonin ini meningkat pada saat
seseorang tertidur+ terutama pada saat suasana sekitarn'a gelap+ sesuai
dengan sebutan hormon ini+ 2hormone o. the darkness07 Adan'a hormon
ini dikatakan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur seseorang0 1ari
beberapa penelitian klinik menun&ukkan bah/a penggunaan melatonin
untuk insomnia tern'ata sangat signi.ikan dalam menurunkan /aktu 'ang
dibutuhkan seseorang untuk &atuh tertidur+ memperpan&ang durasi tidur
termasuk kualitas tidurn'a+ sehingga seseorang tidak mengantuk lagi saat
berakti.itas di pagihari0 1osis melatonin 'ang direkomendasikan ialah !
mg dan dapat ditingkatkan hingga 12 1; mg0 *.ek samping 'ang
dilaporkan ialah sakit kepala+ pusing+lemah+ iritabel0 )egadosis >!00mg
perhari? dapat menghampat .ungsi o$arium0 Kontraindikasi pada Wanita
hamil dan men'usui >4i'a+ 201!?0
d( ,nti6istamin
Threediphenh'dramine h'dro5hloride+ d'penh'dramine 5itrate dan
doG'lamine 'ang sering digunakan untuk membantu tidur0 *.ek samping
penggunaan'a adalah pusing+ lemah+ mual >4i'a+ 201!?0
e( ,ntidepresan
1osis rendah pada antidepresan 'g memiliki e.ek sedasi seperti
traEodone >des'rel?+ amitript'line >ela$il?+ doGepine >sineJuen+ adapin? dan
mirtaEapin > remeron? sering diresepkan pada pasien bukan depresi untuk
pengobatan insomnia+ antidepresan sering diberikan untuk insomnia
karena pemberiann'a tidak ter&ad/al+ relati. tidak mahal+ dan memiliki
20
sedikit potensi untuk disalahgunakan0 -amun demikian harus digunakan
se5ara konser$ati. untuk insomnia karena keberhasilann'a terbatas dan
berpotensi menghasilkan e.ek samping 'ang bermakna >4i'a+ 201!?0
Terapi untuk gangguan pola tidur pada usia lan&ut sebaikn'a dengan
menggunakan dosis obat seminimal mungkin0 Setiap inter$ensi obat dapat
menimbulkan potensi baha'a pada orang tua dengan lan&ut usia0 Pemeliharaan
terhadap kondisi .ungsional pasien merupakan tu&uan dari terapi0 )anipulasi
lingkungan dan pen'ebab eksternal 'ang potensial merupakan pendekatan 'ang
terbaik0 @erbagai tindakan non,spesi.ik 'ang disebut higiene tidur dapat
memperbaiki pola tidur >Kapplan et al0+ 2008?0
Pen0aturan Dosis
- Pemberian tunggal dosis an&uran 1; sampai !0 menit sebelum pergi
tidur0
- 1osis a/al dapat dinaikkan sampai men5apai dosis e.ekti. dan
dipertahankan sampai 1,2 minggu+ kemudian se5epatn'a tapering o..
>untuk men5egah timbuln'a rebound dan toleransi obat?0
- Pada usia lan&ut+ dosis harus lebih ke5il dan peningkatan dosis lebih
perlahan,lahan+ untuk menghindari oversedation dan intoksikasi0
- Ada laporan 'ang menggunakan antidepresan sedati. dosis ke5il 2,!
kali seminggu >tidak setiap hari? untuk mengatasi insomnia pada usia
lan&ut0
Lama Pem5erian
- Pemakaian obat antiinsomnia sebaikn'a sekitar 1,2 minggu sa&a+ tidak
lebih dari 2 minggu+ agar resiko ketergantungan ke5il0 Penggunaan
lebih dari 2 minggu dapat menimbulkan perubahan 2Sleep **G7 'ang
menetap sekitar = bulan laman'a0
21
- Kesulitan pemberhetian obat seringkali oleh karena 2Ps'5hologi5al
1ependen5e7 >habiatuasi? sebagai akibat rasa n'aman setelah
gangguan tidur dapat ditanggulangi0
E1ek Sampin0
*.ek samping dapat ter&adi sehubungan dengan .armakokinetik obat anti,
insomnia >/aktu paruh? B
- Waktu paruh singkat+ seperti TriaEolam >sekitar 4 &am?0 Ge&ala rebound
lebih berat pada pagi harin'a dan dapat sampai men&adi panik0
- Waktu paruh sedang+ seperti *staEolam ge&ala rebound lebih ringan0
- Waktu paruh pan&ang+ seperti -itraEepam menimbulkan ge&ala 2hang
o$er7 pada pagi harin'a dan &uga 2intensi.'ing da'time sleepiness70
Penggunaan lama obat anti,insomnia golongan benEodiaEepine dapat
ter&adi 2disinhibiting e..e5t7 'ang men'ebabkan 2rage rea5tion70
Interaksi o5at
- 6bat anti,insomnia K C-S 1epressants >alkohol dll? menimbulkan
potensiasi e.ek supresi SSP 'ang dapat men'ebabkan 2o$ersedation
and respirator' .ailure70
- 6bat golongan benEodiaEepine tidak menginduksi hepati5 mi5rosomal
enE'me atau 2produ5e protein binding displa5ement7 sehingga &arang
menimbulkan interaksi obat atau dengan kondisi medik tertentu0
- 6$erdosis &arang menimbulkan kematian+ tetapi bila disertai alkohol
atau 2C-S 1epressant7 lain+ resiko kematian akan meningkat0
Per6atian *6usus
- Kontraindikasi B
o Sleep apneu s'ndrome
o Congesti$e <eart "ailure
o Chroni5 Respirator' 1isease
- Penggunaan @enEodiaEepine pada /anita hamil mempun'ai risiko
menimbulkan 2teratogeni5 e..e5t7 >e0g05le.t,palate abnormalities?
22
khususn'a pada trimester pertama0 %uga benEodiaEepine dieksresikan
melalui AS3+ bere.ek pada ba'i >penekanan .ungsi SSP?
1+!+8
0
%(; *omplikasi
Tidur sama pentingn'a dengan makanan 'ang sehat dan olahraga 'ang
teratur0 3nsomnia dapat mengganggu kesehatan mental dan .isik0
2!
Komplikasi insomnia meliputi B
Gangguan dalam peker&aan atau di sekolah0
Saat berkendara+ reaksi re.leG akan lebih lambat0 Sehingga meningkatkan
reaksi ke5elakaan0
Kelebihan berat badan atau kegemukan
1a'a tahan tubuh 'ang rendah
)eningkatkan resiko dan keparahan pen'akit &angka pan&ang+ 5ontohn'a
tekanan darah 'ang tinggi+ sakit &antung+ dan diabetes0
%(" Pro0nosis
Prognosis umumn'a baik dengan terapi 'ang adekuat dan &uga terapi pada
gangguan lain seperti depresi0 4ebih buruk &ika gangguan ini disertai
skiEophrenia0
24
&,& III
PENU-UP
#("( *esimpulan
3nsomnia merupakan kesulitan untuk masuk tidur+ kesulitan dalam
mempertahankan tidur+ atau tidak 5ukup tidur0 3nsomnia merupakan gangguan
2;
.isiologis 'ang 5ukup serius+ dimana apabila tidak ditangani dengan baik dapat
mempengaruhi kiner&a dan kehidupan sehari,hari0
3nsomnia dapat disebabkan oleh berbagai .aktor seperti stres+ ke5emasan
berlebihan+ pengaruh makanan dan obat,obatan+ perubahan lingkungan+ dan
kondisi medis0 3nsomnia didiagnosis dengan melakukan penilaian terhadap pola
tidur penderita+ pemakaian obat,obatan+ alkohol+ atau obat terlarang+ tingkatan
stres psikis+ ri/a'at medis+ akti$itas .isik+ dan kebutuhan tidur se5ara indi$idual0
)engingat pre$alensi insomnia pada populasi usia lan&ut dan ketersediaan
pengobatan 'ang tepat+ maka sangat penting untuk menapis indi$idu usia lan&ut
'ang memiliki gangguan tidur0 Pasien harus diberi pengetahuan tentang
perubahan normal terkait siklus tidur+ dan memberikan pengertian masalah tidur
bukan merupakan bagian dari penuaan normal0 Gangguan tidur mungkin memiliki
dampak negati. pada kesehatan dan kualitas hidup 'ang terkait kesehatan.
3nsomnia dapat ditatalaksana dengan 5ara .armakologi dan non
.armakologi+ bergantung pada &enis dan pen'ebab insomnia0 6bat,obatan 'ang
biasan'a digunakan untuk mengatasi insomnia dapat berupa golongan
benEodiaEepin >-itraEepam+ TriEolam+ dan *staEolam?+ dan non benEodiaEepine
>Chloral,h'drate+ Phenobarbital?0 Tatalaksana insomnia se5ara non .armakologis
dapat berupa terapi tingkah laku dan pengaturan ga'a hidup dan pengobatan di
rumah seperti mengatur &ad/al tidur0
#(%( Saran
Karena kurangn'a data mengenai epidemiologi insomnia di 3ndonesia+
maka diperlukan penelitian lebih lan&ut mengenai gambaran insomnia di
3ndonesia0
2=
D,/-,. PUS-,*,
10 Kaplan+ <03+ Sado5k @%0 20100 ,aplan dan Sadoc* Sinopsis !si*iatri- Ed.
Wi"una, I Made- TangerangB @ina Rupa Aksara Publisher
20 Ameri5an A5adem' o. Sleep )edi5ine0 ICSD/ % International
Classification of Sleep Disorders- Ameri5an A5adem' o. Sleep )edi5ine
28
Dia"nostic and Codin" Manual 0 Dia"nosti* dan Codin" Manual- 2nd0 20
West5hester+ 3llB Ameri5an A5adem' o. Sleep )edi5ineI 200;B1,!20
!0 Heidler+ )0R0 20110 Insomnia0 *ditorB Selim R @enbadis0
>httpBAA///0emedi5ina0meds5ape05omAarti5leA11D8D2:05om 1iakses
tanggal 2D April 201!?
40 Tomb+ 1a$id A0 20040 (u*u Sa*u !si*iatri Ed 00 %akartaB *GC
;0 3nsomnia0
>httpBAA///0ma'o5lini505omAhealthAinsomniaA1S001D8A1S*CT36-Lalter
nati$e,medi5ine 1iakses tanggal 2D April 201!?
=0 )aslim+ Rusdi0 20010 (u*u Sa*u Dia"nosis 1an""uan 2iwa Ru3u*an
Rin"*as dari !!D12%III0 %akartaB @agian 3lmu Kedokteran %i/a "K,#nika
Atma&a'a0
80 )aslim+ Rusdi0 20010 !anduan !ra*tis !en""unaan ,linis 4)at
!si*otropi*0 %akartaB @agian 3lmu Kedokteran %i/a "K,#nika Atma&a'a0
D0 Gelder+ )i5hael G+ et50 200!0 -e/ 6G.ord TeGtbook o. Ps'5hiatr'0
4ondonB 6G.ord #ni$ersit' Press
:0 <aEEard+ William R+ et0 Al0 Prin5iple o. geriatri5 medi5ine and
gerontolog'0 Se5ond edition0 )5Gro/ <ill 3n50 #SA+ 1::00
100 1aniel %0 200D0 Chroni5 insomnia0 m 2 !sychiatry %une 200D 1=;B =8D ,
=D;
110 4i'a S0 201!0 Penanganan 3nsomnia0 E%3ournal Medi*a 5dayana Col 2 -o0
;
2D