Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada era yang serba modern ini banyak sekali kegiatan-kegiatan yang
memiliki dampak yang merugikan bagi lingkungan sekitar kegiatan tersebut
dilaksanakan. Bahkan kegiatan tersebut tidaklah didasarkan pemikiran tentang
rona lingkungan yang terdapat dalam lingkungan tersebut. Hal inilah yang
mendasari pentingnya pemahaman akan rona lingkungan. Rona lingkungan
merupakan kondisi lingkungan pada saat ini yaitu kondisi alam atau komponen
komponen lingkungan awal sebelum perencanaan dan pembangunan fisik
dimulai. Rona lingkungan memuat berbagai aspek kegiatan manusia. Rona
lingkungan dapatdianggap merupakan unsur yang penting. Dalam Makalah ini
pula akan dijelaskan mengenai berbagai dampak dan jenis rona lingkungan yang
diharapkan dapat menimbulkan pemahaman yang benar akan pemahaman
terhadap rona lingkungan.
1.2. Rumusan Masalah
Permasalah yang akan dibahas pada makalah ini meliputi :
1.2.1. Apa pengerian rona lingkungan
1.2.2. Bagaiamana cara pendekatan dalam penelitian rona lingkungan?
1.2.3. Apa saja komponen pada rona lingkungan?
1.2.4. Apa manfaat rona lingkungan untuk kehidupan?
1.3. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah mengetahui tentang :
1.3.1. Pengertian Rona Lingkungan
1.3.2. Cara pendekatan dalam penelitian rona lingkungan?
1.3.3. Komponen pada rona lingkungan?
1.3.4. Manfaat rona lingkungan untuk kehidupan?

2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Rona Lingkungan
Rona lingkungan merupakan kondisi lingkungan pada saat ini yaitu kondisi
alam atau komponen komponen lingkungan awal sebelum perencanaan dan
pembangunan fisik dimulai. Hal-hal yang termuat di dalam rona lingkunan yaitu
biogeofisik kimia, sosial budaya, dan ekonomi. Rona lingkungan hidup pada
umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk, ukuran, tujuan, dan sasaran.
Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi, keanekaragaman
faktor lingkungan hidup, dan pengaruh manusia. Karena itu kemungkinan
timbulnya dampak lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona
lingkungan yang ada. Rona lingkungan disebut pula sebagai Environmental
Setting atau Environmemtal Baseline yang merupakan keadaan lingkungan
sebelum proyek dibangun. Untuk studi evaluasi (SEL) rona lingkungan dapat
disebut sebagai keadaan lingkungan sewaktu dilakukan penelitian. Penyusunan
deskripsi dari rona lingkungan merupakan bagian dasar yang sangat penting
dalam proses AMDAL seperti halnya dengan penyusunan deskripisi proyek.
Rona lingkungan merupakan gambaran keadaan lingkungan di tempat proyek
yang akan dibangun di daerah sekitarnya. Rona lingkungan alam dan lingkungan
buatan manusia (permukiman, pertanian, dan lain sebagainya). Salah satu dasar
acuan tentang deskripsi rona lingkungan hidup awal (environmental setting ) ada
dalam Lampiran I Peraturan Menteri Negara lingkungan Hidup republik
Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup. Sesuai dengan hasil telaahan kaitan komponen kegiatan yang
berpotensi menimbulkan dampak dan jenis-jenis dampak potensial yang
ditimbulkannya, maka berikut ini adalah komponen lingkungan yang relevan
untuk ditelaah dalam studi ANDAL.
3

Rona lingkungan disebut pula sebagai Environmental Setting atau
Environmental Baseline yang merupakan keadaan lingkungan sebelum proyek
dibangun. Untuk Studi Evaluasi Lingkungan (SEL), Rona Lingkungan dapat
disebut sebagai keadaan lingkungan sewaktu dilakukan penelitian. Mengingat
bahwa dalam keadaan ini proyek sudah berjalan maka istilah Environmental
Baseline kurang cocok untuk digunakan dalam SEL.
Penyusunan deskripsi dari rona lingkungan merupakan bagian dasar yang
sangat penting dalam proses AMDAL seperti juga halnya dengan penyusunan
deskripsi proyek. Dalam proses pendugaan dampak lingkungan, dasar dari
pendugaan adalah informasi yang terdapat di dalam deskripsi proyek dan rona
lingkungan. Deskripsi proyek dan rona lingkngan yang tidak lengkap atau
datanya tidak benar atau kurang tepat akan menghasilkan pendugaan dampak
yang tidak lengkap atau tidak benar pula. Itulah sebabnya penyusunan rencana
penelitian untuk mendapatkan gambaran rona lingkungan harus dilakukan
dengan cermat dan dalam waktu yang cukup. Apabila pendugaan dampak
lingkungan kurang tepat, keadaan akan berkepanjangan sampai kepada saran-
saran dalam pengelolaan lingkungan dan keputusan-keputusan yang akan diambil
oleh pengambil keputusan.
Rona lingkungan merupakan gambaran keadaan lingkungan di tempat
proyek yang akan dibangun dan di daerah sekitarnya. Rona lingkungan alam dan
lingkungan buatan manusia (pemukiman, pertanian, dan sebagainya).
Rona lingkungan dalam proses pendugaan lingkungan mempunyai dua
kegunaan utama yaitu untuk pendugaan keadaan lingkungan di masa yang akan
datang tanpa proyek dan keadaan lingkungan dimasa datang dengan proyek.
Untuk dapat melakukan pendugaan ini diperlukan pemahaman mengenai sifat
dan dinamika dari lingkungan tersebut. Untuk memahami sifat dan dinamika ini
diperlukan pemahaman mengenai komponen-komponen lingkungan dan
hubungan timbal-balik antara komponen tersebut. Untuk pemahaman ini
4

diperlukan waktu dan biaya yang banyak dan hal ini tidak dimungkinkan oleh
studi AMDAL.
Jain et.al.(1981) menanamkan komponen tersebut sebagai attributes
lingkungan, dan menyatakan bahwa dampak lingkungan dapat dinyatakan
sebagai terjadinya perubahan lingkungan dari komponen lingkungan dan
perubahan yang terjadi pada hubungan antar komponen. Defenisi mengenai
attributes lingkungan yang diberikan adalah sebagai berikut Variabel atau
komponen-komponen yang menunjukkan ciri atau sifat dari lingkungan disebut
sebagai attributes, dan perubahan sari attributes lingkungan menunjukkan
indikator dari adanya perubahan dari lingkungan.
Sesuai dengan tujuan dari studi AMDAL untuk melakukan pendugaan
lingkungan yang mungkin terjadi karena adanya suatu proyek yang akan
dibangun, maka bukan maksudnya bahwa rona lingkungan ini akan menyajikan
keadaan rona lingkungan dengan sifat dan dinamikanya secara mendetail, tetapi
mempelajari indikator-indikator perubahan lingkungan melalui perubahan dari
komponen atau attributes lingkungan.
2.1.1. Komponen geo-fisik-kimia yang meliputi iklim dan kualitas udara ambien,
kebisingan, kebauan dan getaran; fisiografi dan geologi; hidrologi dan
kualitas air; hidrooceonografi; ruang, lahan dan tanah serta transportasi.
2.1.2. Komponen biologi meliputi biota darat dan biota air.
2.1.3. Komponen sosial meliputi kependudukan, sosial-ekonomi, dan sosial-
budaya.
2.1.4. Komponen kesehatan masyarakat meliputi sanitasi lingkungan dan tingkat
kesehatanmasyarakat.
Untuk dapat melakukan pendugaan diperlukan pemahaman mengenai sifat
dan dinamika dari lingkungan tersebut. Untuk memahami sifat dan dinamika ini
diperlukan pemahaman mengenai komponen-komponen lingkungan dan
hubungan timbal-balik antara komponen tersebut. Attributes lingkungan, definisi
mengenai Attributes lingkungan adalah sebagai berikut : variable atau
5

komponen-komponen yang menunjukkan ciri atau sifat lingkungan tersebut
sebagai Attributes, dan perubahan Attributes lingkungan menunjukan indikator
dari adanya perubahan dari lingkungan.
2.2. Pendekatan dalam Penelitian Rona Lingkungan
Sesuai dengan pengertian rona lingkungan tersebut maka pendekatan dari
penelitiannya yaitu dengan menyusun dan menggunakan Daftar Komponen
Lingkungan. Mengingat adanya pengertian bahwa makin banyak komponen
lingkungan yang akan diteliti makin lengkaplah pengertian yang akan didapat
mengenai rona lingkungan tersebut maka banyak tim AMDAL yang
menghendaki suatu studi yang luas dan sangat mendetail. Tetapi hal ini akan
memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Oleh karena itu studi
dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang mempunyai potensi cukup
besar atau terkena dampak. Dalam menentukan komponen ini banyak cara
pendekatan yang ditempuh dengan dasar keahlian dari anggota tim, diskripsi
proyek, skoping, pedoman atau Peraturan Pemerintah dan pustaka-pustaka.
Informasi lingkungan harus menggambarkan rona lingkungan awal dari
komponen lingkungan yang diperkirakan akan berubah serta menggambarkan
sifat dan karakter komponen Iingkungan yang akan digunakan untuk menopang
perkiraan dampak dan evaluasi dampak.
2.1.1 Pendekatan yang berdasarkan kegunaan bagi pemakai
Penyusunan daftar komponen menurut Canter (1977) mempunyai tiga
kegunaan, yaitu kegunaan bagi pendugaan dampak, kegunaan bagi
pengambil keputusan atau instansi yang mengevaluasi dan bagi pemrakarsa
proyek, yaitu sebagai berikut:
a. Menyusun daftar komponen lingkungan yang akan digunakan sebagai
dasar pendugaan dampak lingkungan yang akan terjadi karena adanya
suatu proyek.
b. Menyusun daftar komponen lingkungan agar pengembalian keputusan
dan yang mengevaluasi dapat mengetahui kebutuhan-kebutuhan dari
6

proyek dan memahami ciri dan sifat lingkungan di daerah tempat akan
dibangun proyek serata nilai sumberdaya alam dan lingkungan fisik bagi
masyarakat setempat. Hal-hal yang ingin diketahui tersebut biasanya
telah dicantumkan didalam pedoman-pedoman yang telah dikeluarkan
pemerintah.
c. Menyusun daftar komponen lingkungan berdasarkan kebutuhan dari
proyek.
Tim AMDAL yang baik akan dapat menyusun komponen lingkungan
berdasarkan ketiga kegunaan tersebut, karena masing-masing kegunaan
tersebut akan saling kait-mengkait, penggunaan salah satu kegunaan saja
akan selaluh mendatangkan kritik oleh salah satu pihak yang menyatakan
komponen-komponen yang diteliti masih kurang lengkap.
Pegangan umum yang paling penting dalam penyusunan komponen
lingkungan adalah :
a. Semua komponen lingkungan yang diperlukan untuk diketahui karena
akan terkena dampak tidak ada yang terlewatkan, dan akan diteliti
secara intensif.
b. Komponen lingkungan yang kurang relevansinya dengan dampak yang
akan terjadi tetapi masih di dalam daerah dampak (impct area) perlu
diteliti juga secara ekstensif, karena pada dasarnya komponen-
komponen lingkungan di dalam suatu ekosistem saling berhubungan.
Pedoman umum penyusunan daftar komponen lingkunganuntuk
berbagai macam proyek sebenarnya sulit untuk dibuat atau samasekali
tidak ada, sehingga walaupun Pedoman Penyusunan AMDAL yang
dikeluarkan oleh pemerintah memuat daftar komponen-komponen
lingkungan yang diteliti, hal tidak berarti baha harus komponen itu saja
yang akan diteliti, walaupun jelas-jelas bahwa komponen tersebut tidak
akan terkena dampak. Sebaliknya apabila ada komponen lain yang akan
terkena dampak tetapi tidak terdapat di dalam daftar lalu tidak diteliti,
7

hal ini tidak benar. Pada dasarnya harus selalu diinginkan bahwa
perbedaan di dalam macam dan besarnya proyek serta rona lingkungan
yang berbeda akan menghasilkan dampak yang berbeda dan berarti
daftar komponen lingkungan dapat berbeda pula.
Mengingat bahwa didalam konsep program pembangunan dan
konservasi lingkungan hidup yang perlu diselamatkan adalah kedua-
duanya, maka dalam penyusunan daftar komponen lingkungan yang
perlu dilakukan adalah pengaruh proyek pada lingkungan dan pengaruh
lingkungan pada proyek.
2.2.2 Cara penyusunan daftar komponen lingkungan
Cara yang efektif, efisien dan relatif lebih mudah adalah dengan
mempelajari daftar-daftar komponen lingkungan yang telah disusun oleh
tim atau ahli lain. Selain itu digunakan juga daftar komponen-komponen
yang telah dipelajari dari berbagai pustaka atau sumber lain. Berbagai
daftar komponen lingkungan tersebut, kemudian digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam studi AMDAL.
2.3.3 Daftar komponen lingkungan berdasarkan pedoman dari instansi
pemerintah.
National Emironmental Board (N.E.B) dari Thailand pada tahun 1979 telah
mengeluarkan 17 daftar komponen lingkungan yang berbeda untuk 17
macam proyek pembangunan, yaitu untuk proyek:
1. Agro-industri
2. Pengembangan daerah pesisir
3. Bendungan dan reservoirs
4. Penggalian dan penimbunan
5. Jalan raya
6. Perumahan
7. Pemukiman
8. Daerah industry
8

9. Industri
10. Institusi (hotel, rumah sakit, sekolah, basis militer, fasilitas umum, dan
lain sebagainya)
11. Tambang
12. Tenaga nuklir
13. Penambangan lepas pantai
14. Pipa minyak
15. Pelabuhan
16. Lalu-lintas cepat
17. Tenaga panas
Contoh Komponen lingkungan untuk proyek bendungan dan waduk
(reservoirs):
Faktor fisik
1. Kuantitas air permukaan (hidrologi)
2. Kualitas air permukaan
3. Air bumi (ground water)
4. Tanah
5. Geologi dan seismologi
6. Sedimen dan erosi
7. Iklim
Faktor ekologi
8. Perikanan
9. Biologi perairan
10. Biologi darat
11. Kehutanan
12. Ekologi reservoir
Nilai nilai yang digunakan masyarakat
13. Suplai air
14. Budidaya perairan
9

15. Navigasi
16. Pengendalian banjir
17. Pengembangan pengelolaan mineral
18. Jalan raya dan keretaapi
19. Tataguna tanah
Nilai kualitas kehidupan
20. Sosial-ekonomi
21. Pemukiman
22. Kesehatan masyarakat
23. Nutrisi (gizi) masyarakat
24. Rekreasi dan estetika
25. Arkeologi dan nilai sejarah
Bangunan irigasi
26. Tanaman dan produksi makanan
27. Kelembagaan
28. Pembagian irigasi
29. Drainasi dan salinitas
30. Kesuburan tanah
31. Aliran kembali
32. Persediaan air
33. Agro-industri
34. Kimia-pertanian
Bangunan tenaga air
35. Pasaran dari listrik
36. Alternatif dari tenaga panas
37. Pelistrikan desa
38. Jaringan kawat listrik
Contoh Komponen lingkungan untuk proyek industry
Fisik
10

1. Udara
2. Air
3. Hidrologi
4. Lahan
5. Topografi dan geologi
6. Bahan baku
Ekologi
7. Habitat suaka margasatwa
8. Habitat ikan
9. Sumberdaya yang berguna untuk manusia
10. Ekologi yang unik
11. Sistem ekologi
Nilai yang digunakan manusia
12. Tataguna tanah
13. Transportasi
14. Persediaan air
15. Sumber energy
16. Pertanian
17. Drainasi dan pengendalian banjir
Nilai Kualitas Hidup
18. Sosial-ekonomi
19. Bahaya dalam lingkungan kerja
faktor fisik
faktor kimia
faktor pathogen
20. Estetika
21. Kesehatan


11

Cara Pendekatan Rona Lingkungan bagi Suatu Proyek atau Kegiatan
Cara pendekatan rona lingkungan dilakukan dengan menyusun dan
menggunakan Daftar Komponen Lingkungan. Kegunaan penyusunan daftar
komponen diantaranya adalah:
2.2.1. Sebagai dasar pendugaan dampak lingkungan yang akan terjadi karena
adanya proyek
2.2.2. Agar pengambil keputusan dan evaluator dpt mengetahui kebutuhan
proyek danmemahami ciri dan sifat lingkungan
2.2.3. Penyusunan berdasarkan kebutuhan dari proyek
2.3. Komponen pada Rona Lingkungan
2.3.1. Komponen Geofisik KimiaMeliputi :
a) Iklim, kualitas udara, dan kebisingan diantaranya:
Komponen iklim meliputi tipe iklim, suhu, kelembaban curah hujan dan
jumlahair hujan, keadaan angin, serta intensitas radiasi matahari.
Data periodik bencana, seperti sering terjadi angin ribut, banjir bandang
diwilayahstudi rencana usaha.
Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili
wilayah studi tersebut.
Pola iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum
maupun pada kondisi cuaca buruk.
Kualitas udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah studi
rencanausaha.
Sumber kebisingan dan getaran, tingkat kebisingan serta periode kejadiann
b) Fisiografis, diantaranya :
Topografi bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah.
Indikator lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas tanah.
Keunikan, keistimewaan, dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan
geologis
c) Hidrologi, diantaranya :
12

Karakteristik fisik sungai, danau, dan rawa.
Rata-rata debit dekade, bulan, tahunan, atau lainnya
Kadar sedimentasi (lumpur) tingkat erosi.
Kondisi fisik daerah resapan air, permukaan dan air tanah.
Fluktuasi, potensi, dan kualitas air tanah.
Tingkat penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan
sehari-haridan industri.
Kualitas fisik kimia dam mikrobiologi air mengacu pada mutu dan
parameter kualitas air yang terkait dengan limbah yang akan keluar.
d) Hidroseanografi
Pola hidrodinamika kelautan seperti :
Pasang surut
Arus dan gelombang
Morfologi pantai
Abrasi dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di
daerah penelitian.
e) Ruang, lahan, dan tanah, diantaranya :
Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana
usahayang diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan dimasa
datang.
Rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang secara resmi atau belum
resmidisusun oleh pemerintah setempat.
Kemungkinan adanya konflik yang timbul antara rencana tata guna tanah
danSDA lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya pemilikan atau
penentuanlokasi bagi rencana usaha.
Inventarisasi estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi
yang di wilayah studi pencana usaha.
2.3.2. Biologi
a) Flora, diantaranya:
13

Peta zona biogeoklimati dari vegetasi yang berada diwilayah studi rencana
usaha.
Jenis-jenis dan keunikan vegetasi dan ekosistem yang dilindungi undang-
undangyang berada dalam wilayah studi rencana usaha.
Kondisi Vegetasi :
kerapatan total : jumlah seluruh individu dalam suatu area tertentu
kerapatan relative : jumlah individu spesies x jumlah total seluruh
spesies
Keanekaragaman/Diversitas
D = N (N 1)
ni (ni 1)
Keterangan :
D : diversitas
N : jml individu dr seluruh jenis yg ada
Ni : jml individu dr jenis/sp tertentu
dominasi total: banyaknya individu dalam suatu komunitas
dominasi relative
% banyaknya individu tertentu dlm petak ukur x 100%
Jml individu seluruh spesies
Frekuensi : % terdapatnya suatu jenis pada petak ukur yg dibuat
Nilai penting sp x :kerapatan relatif + frek relatif + bid dasar relatif sp x
Potensi volume / produktivitas :
volume (mengukur tinggi & diameter pohon setinggi dada tinggi
pohonsampai batang bebas cabang)
produktivitas (tingkat perubahan dari biomass per unit area dlm
waktutertentu)
Biomass (pengamatan seluruh bagian tanaman yg ada dlm plot, lalu
ditimbang
b) Fauna, diantaranya :
14

Taksiran kelimpahan fauna dan habitatnya yang dilindungi undang-undang
dalam wilayah studi rencana usaha.
Taksiran penyebaran dan kepadatan populasi hewan invertebrata yang
dianggap penting karena memiliki peranan dan potensi sebagai bahan
makanan atausumber hama dan penyakit.
Perikehidupan hewan penting diatas termasuk cara perkembangbiakan dan
caramemelihara anaknya perilaku dalam daerah teritorinya.
2. 3.3. Sosial
a) Demografi
Struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian,
pendidikan, dan agama.
Tingkat kepadatan penduduk.
Pertumbuhan (tingkat kelahiran dan kematian bayi).
Tenaga kerja.
b) Ekonomi
Ekonomi rumah tangga.
Ekonomi sumber daya alam.
Perekonomian lokal dan regional
c) budaya
Kebudayaan.
Proses sosial.
Pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi.
Warisan budaya.
Pelapisan soasial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan
kekuasaan.
Kekuasaan dan kewenangan.
Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha.
Adaptasi ekologis.
d) Kesehatan Masyarakat
15

Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana
pembangunandan berpengaruh terhadap kesehatan.
Proses dan potensi terjadinya pemajanan.
Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit.
Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko.
Sumber daya kesehatan.
Kondisi sanitasi lingkungan.
Status gizi masyarakat.
Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit
2. 4. Metode Pengumpulan Data Pada Rona Lingkungan
Pengumpulan data pada rona lingkungan menggunakan banyak cara
tergantung dari jenis komponennya yaitu :
2.4.1 Biogeofisik Kimia, meliputi : komponen-komponen lingkungan tersebut
diketahui dengan melakukan survei lapangan, yaitu dengan suatu strategi
pengambilan sampling yang tepat, kemudian dianalisa sesuai dengan
komponen lingkungan masing-masing
2.4.2 Sosial Budaya dan Ekonomi, meliputi : komponen lingkungan ini didapat
dengan melakukan penyebaran questioner, wawancara langsung kepada
masyarakat, pemuka setempat dan data sekunder pada beberapa desa dan
kecamatan di sekitar lokasi proyek. Dari data survey lapangan, data
sekunder dan hasil laboratorium pada masing-masing komponen
lingkungan akan didapat kondisi lingkungan pada saat itu atau sebelum
proyek didirikan (Rona Lingkungan)
2.5. Manfaat Rona Lingkungan untuk Kehidupan
Manfaat dari Rona Lingkungan yaitu untuk pendugaan keadaan
lingkungan tanpa proyek dan keadaan lingkungan dengan proyek dan untuk
menjaga keadaan lingkungan dimasa yang akan datang tanpa proyek.
Rona lingkungan dalam proses pendugaan lingkungan mempunyai dua
kegunaan utama yaitu untuk pendugaan keadaan lingkungan di masa yang akan
16

datang tanpa proyek dan keadaan lingkungan dimasa datang dengan proyek.
Untuk dapat melakukan pendugaan ini diperlukan pemahaman mengenai sifat
dan dinamika dari lingkungan tersebut. Untuk memahami sifat dan dinamika ini
diperlukan pemahaman mengenai komponen-komponen lingkungan dan
hubungan timbal-balik antara komponen tersebut. Untuk pemahaman ini
diperlukan waktu dan biaya yang banyak dan hal ini tidak dimungkinkan oleh
studi AMDAL.






















17

BAB III
KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
Dari makalah ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
1) Rona lingkungan merupakan kondisi lingkungan pada saat ini yaitu kondisi
alam atau komponen komponen lingkungan awal sebelum perencanaan dan
pembangunan fisik dimulai.
2) Hal-hal yang termuat di dalam rona lingkunang yaitu biogeofisik kimia, sosial
budaya, dan ekonomi.
3) Cara pendekatan rona lingkungan hidup bagi suatu proyek yaitu dengan cara
menyusun dan menggunakan daftar komponen lingkungan.
4) Komponen rona lingkungan meliputi Geo Fisik Kimia(Iklim, kualitas udara,
dan kebisingan, Fisiografis, Hidrologi, Hidrooceanografi, Ruang, Lahan dan
Tanah); Biologi (Flora dan Fauna); Sosial (Demografi, Ekonomi, Budaya);
dan Kesehatan Masyarakat (Sanitasi lingkungan, dan Tingkat kesehatan
masyarakat)
5) Metode pengumpulan data rona lingkungan berbeda-beda tergantung dari
jenis komponen yang ada.
6) Manfaat rona lingkungan hidup bagi kehidupan adalah untuk pendugaan
keadaan lingkungan tanpa proyek dan keadaan lingkungan dengan proyek
danuntuk menjaga keadaan lingkungan di masa yang akan datang tanpa
proyek.






18

DAFTAR PUSTAKA
Anonim I. 2013. Tugas Makalah Rona Lingkungan AMDAL.
http://www.scribd.com/doc/171814020/Tugas-Makalah-Rona-Lingkungan-
AMDAL (Di akses pada tanggal 26 Desember 2013)
Anonim II. 2012. Pengertian Rona Lingkungan.
http://www.fmp.sinarindo.co.id/index.php/10-profile/50-pengertian-rona-
lingkungan (Di akses pada tanggal 26 Desember 2013)
Christy. 2012. Rona Lingkungan. http://christykiwol.blogspot.com/2012/09/rona-
lingkungan.html (Di akses pada tanggal 26 Desember 2013)
Dian. 2008. Rona Lingkungan http://dian-
powerofscience.blogspot.com/2008/11/rona-lingkungan-rona-lingkungan.html
(Di akses pada tanggal 26 Desember 2013)