Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

AQIDAH ISLAM




OLEH:
MUHAMMAD ZAINI
(02220130048)

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
EKONOMI / MENEJEMEN
MLP1
2013/2014

DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR............................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................
A. Latar Belakang.....................................................................................................
B. Rumusan masalah...................................................................................................
C. Tujuan penulisan...................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................
A. Pengertian aqidah..................................................................................................
B. Ruang lingkup pembahasan aqidah.......................................................................
C. Sumber aqidah islam...............................................................................................
D. Fungsi aqidah islam...............................................................................................

BAB III PENUTUP...........................................................................................
A. Kesimpulan...........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................





Kata Pengantar
Segala Puji bagi Allah yang Maha Esa atas Rahmat dan hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan dan
mempersembahkan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW,
Keluarga, dan para sahabatnya.
Makalah ini membahas tentang Aqidah islam sebagai suatu makalah kumpulan kuliah kandungannya
tidak meluas, tetapi terbatas pada asas-asas Aqidah , karena itu diperlukan uraian tambahan pada waktu
Syarahan diberikan kepada para penuntut. Dan akhirnya seperti kata pepatah tak ada gading yang tak
retak penyusun sangat mengharapkan koreksi para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Demikian kata pengantar ini, Kami ucapkan terima kasih.

Makassar, 3 Desember 2013











BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Segala sesuatu yang Allah SWT ciptakan bukan tanpa sebuah tujuan. Allah SWT
menciptakan bumi beserta isinya, menciptakan sebuah kehidupan di dalamnya, bukanlah tanpa
tujuan yang jelas. Sama halnya dengan Allah SWT menciptakan manusia. Manusia diciptakan
oleh Allah SWT tidak sia-sia, manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi untuk mengatur atau
mengelola apa yang ada di bumi beserta segala sumber daya yang ada.
Di samping kita sebagai manusia harus pandai-pandai mengelola sumber daya yang ada,
sebagai seorang manusia juga tidak boleh lupa akan kodratnya yakni menyembah sang Pencipta,
Allah SWT, oleh karena itu manusia harus mempunyai aqidah yang lurus agar tidak
menyimpang dari apa yang diperintahkan Allah SWT.
Penyempurna aqidah yang lurus kepada Alla SWT tidak luput dari aqidah yang benar
kepada Malaiakat-Malaikat Allah, Kitab- kitab yang diturunkan oleh Allah kepada para Rosul-
rosul Allah untuk disampaikan kepada kita, para umat manusia.


B. Rumusan Masalah

Apakah aqidah itu?

C. Tujuan Penulisan

Makalah ini ditulis dengan tujuan agar kita lebih memahami apa itu aqidah secara
etimologis dan terminologis, sumber-sumber aqidah, pengertian aqidah yang ditinjau dari ayat-
ayat Al Quran, ruang lingkup pembahasan dan manfaat dari aqidah untuk seorang muslim







BAB II
PEMBAHASAN
Aqidah adalah bentuk masdar dari kata aqoda, yaqidu, aqdan-aqidatan yang berarti
simpulan, ikatan, sangkutan, perjanjian dan kokoh terhadap Allah SWT. Dalam dirasat Fi Al-Fikri Aqidah
Al-islam menyampaikan bahwa di tinjau dari bahasa Arab, Aqidah berasal dari kata Aqada yang
bermakna Syadda (menguatkan atau mengikatkan). Kata Aqada ini dapat digunakan untuk menunjukkan
berbagai pengertian yang intinya mengandung makna ikatan atau penguatan, misalnya Aqlu Alhabl
(mengikat tali), Aqlu Al-bai (mengadakan ikatan atau akad jual beli), Aqlu Alahdi (mengadakan ikatan
atau perjanjian) dsb. Akidah dapat pula bermakna Ma inaqada alaihi Al-qalbu yaitu yang sesuatu hati
terikat padaNya.
Pembahasan Aqidah sangat luas dan didefenisikan dengan Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab,
Rasul, Hari kiamat, Qadha dan Qadar, dimana baik & buruk semata mata karena Allah, yang di yakini
oleh Qalbu (wijdan) dan di terima oleh akal, sehingga menjadi pembenaran (keyakinan) yang bulat,
sesuai dengan realitas dan bersumber dari dalil. Akan di uraikan pada pembahasan selanjutnya.
A. Pengertian Aqidah.
1. Menurut M Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah
sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari
padanya.
2. Menurut Syaikh Mahmoud Syaltout adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu
dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh
syakwasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan.
Aqidah atau keyakinan adalah suatu nilai yang paling asasi dan prinsipil bagi manusia, sama halnya
dengan nilai dirinya sendiri, bahkan melebihinya.
3. Syekh Hasan Al-Bannah menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati
membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari
kebimbangan dan keragu-raguan.
4. Menurut M Husain Abdullah menyatakan bahwa menurut bahasa Aqidah bearti segala
pemaikiran yang di benarkan secara secara pasti oleh hati, sedemikian hingga hati itu terikat padaNya &
memberi pengaruh nyata pada Manusia.
Sedangkan menurut istilah Aqidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, Manusia, dan
kehidupan dunia dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia tersebut.
5. Menurut Hafidz Abdurahman, menyatakan bahwa Aqidah secara global sebagai pemikiran yang
menyeluruh mengenai manusia, kehidupan serta hubungan diantara semuanya dengan apa yang ada
sebelum kehidupan (pencipta) dan setelah kehidupan (hari kiamat).

B. Ruang lingkup pembahasan Aqidah.
Aqidah sebagai sebuah objek kajian akademik meliputi beberapa agenda pembahasan yaitu :
1. Aspek Ilahiyah.
Meliputi segala yang berkaitan dengan Tuhan seperti Wujud Allah, Sifat sifat Allah, pebuatan-
perbuatan, dan nama-namaNya.
2. Kenabian Nubuwah.
Yang berkaitan dengan Nabi dan Rasul Allah serta kemukjizatannya.
3. Aspek Ruhaniyah.
Membicarakan tentang segala sesuatu yag bersifat transendental atau metafisik seperti Ruh, Malaikat,
Jin, Iblis, & Setan.
4. Aspek Samiyah.
Yang membahas tentang sesuatu yang dalil-dalil Naqli berupa Al-Quran dan Sunah, alam barzakh,
akhirat, azab, dan kubur.
5. Rukun Iman.
Iman kepada Allah.
Iman kepada Allah ini meliputi beberapa tauhid, yaitu.
a. Tauhid Rububiyah yaitu : Mengimani Allah sebagai satu-satunya Rabb (Maha mencipta, Mengelola
dan memelihara).
b. Tauhid Mulkiyah yaitu : Mengimani Allah sebagai Satu-satunya Malik (Maha memiliki, Menguasai,
Pemimpin, Dan tujuan segala sesuatu).
c. Tauhid Uluhiyah yaitu : Mengimani Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang di sembah.
d. Tauhid Dzat yaitu : meyakini bahwa Allah dari segi Dzatiyah Esa adanya, Dzat yang dimiliki oleh
Nya sendiri, tidak dimiliki oleh seluruh ciptaannya.
e. Tauhid Sifat yaitu : keyakinan seseorang bahwa Allah Maha yang Esatidak dapat di serupakan
dengan sesuatu apa pun.
f. Tauhid Wujud yaitu keyakinan seseorang terhadap eksistensi Allah yang wajib ada. Ia ada tanpa
memerlukan yang mengadakannya. Ia abadi, awal dab akhir dari segala sesuatu.
g. Tauhid Afal yaitu : meyakini bahwa alam dan segala isinya adalah Ciptaan Allah SWT, demikian
pemeliharannya. Ia penguasa Alam.
h. Tauhid ibadah yaitu : keyakinan seseorang bahwa yang layak untuk di sembah tiada lain selain
Allah SWT. Menyembah selain Allah bearti menyekutukan Allah.
i. Tauhid qashdi yaitu : meyakini dan sepenuh hati bahwa Allah SWT menjadi fokus dari segala
aktivitas yang dilakukan .
j. Tauhid tasyrik yaitu : keyakinan bahwa segala hukum yang di ciptakan Tuhan adalah Hukum
yanng sempurna, yang tidak bisa di bandingkan dengan hukum buatan manusia.
Iman kepada para malaikat-Nya.
Malaikat adalah ciptaan Allah SWT yang bersumber dari cahaya: Ia tidak dapat melihat juga tidak dapt
di indrai dengan panca indra manusia-mahluk gaib. Namun demikian, ia tetap ada dan melaksanakan
tugas-tugas yang memberikan oleh Allah SWT. Malaikat juga adalah mahluk ciptaan Allah SWT yang
tidak pernah melanggar perintah Allah SWT.

Iman kepada Kitab-kitab-Nya.
Allah menurunkan kitab-kitab Nya untk di jadikan pedoman oleh manusia dalam menata dan mengatur
kehidupan demi menyampai mencapai keridhaan Allah sebagai puncak dari tujuan hidup yang
sesungguhnya. Allah telah menurunkan sejumlah kitab allah yang wajib diimani adalah Zabur, Injil, dan
Al-Quran.
Iman kepada para Rasul-Nya.
Rasul yang bearti utusan mengandung makna manusia-manusia pilihan yang menerima wahyu dari Allah
dan bertugas untuk menyampaikan isi wahyu (berita gembira dan pemberi peringatan {basyira wa
nadzira }) kepada tia-tiap umatnya. Rasul-rasul yang diutus Allah SWT memiliki syariat yang berbeda,
namun misi profetik diutusnya mereka sama yaitu memperjuangkan tegaknya akidah yanng
menegaskan Allah SWT.
Iman kepada Hari akhir.
Yaitu hari pembalasan atas segala amal perbuatan manusia selama hidup di dunai. Pada hari kiamat juga
akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya selama di dunia. Sebaliknyya orang yang
menolak perintah Allah dan melanggar laranngan Nya dilukiskan mendapat siksaan yang pedih (neraka).
Orang yang percaya adanya hari akhir akan menjadikannya sebuah pemandu untuk menyiapkan diri
menghadapinya dengan melakukan hal-hal yang baik, mempertimbangan kan berbagai konsekuensi
yang di timbulkan oleh perbuatannya sebelum Ia menjatuhkan pilihan dalam melakukan sesuatu.
Iman kepada Qadha & Qadar.
Qadha biasanya diterjemahkan dengan berbagai arti seperti sebagai kehendak atau perintah yang telah
di tetapkan oleh Allah sebagai terbukti (diketahui sudah terjadi). Sedangkan Qadar bearti batasan,
menetapkan ukuran sebuah rancangan seperti besar dan umur alam semesta, lamanya siang, lamanya
siang malam, anatomi dan fisiologi mahluk hidup.

C. Sumber Aqidah Islam.
1. Al quran.
sebagai sumber ajaran Aqidah,al Quran mengungkapkan berbagai informasi tentang kehidupan ghaib
yang tidak mungkin diketahui oleh manusia tanpa informasi-informasi dariNya.kitab suci ini
mengungkapkan tentang wujud Alloh serta hubungannya dengan manusia sebagi ciptaaNya,serta alam
raya sebagai karunia-Nya untuk kehidupan mereka.kemudian Al quran juga mengungkapkan tentang
para malaikat dan berbagai fungsinya,kehidupan akherat berupa surga dan neraka dan proses hisab
sebagai langkah perhitungan amal untuk menentukan posisi kehidupan akherat umat manusia,apakah
menjadi penghuni surga/neraka.
2. Assunnah (hadist).
fungsi-fungsi assunnah terhadap al Quran adalah:
a. Sebagai penjelasan terhadap ayat-ayat al quran yang berbentuk mujmal;
b. Sebagai penegas terhadap pernyatan-pernyataan al Quran yang perlu memperoleh penegasan,
khususnya untuk ayat-ayat yang mengemukakan norma-norma ajaran yang sangat penting sekali dalam
keislaman seseorang seperti ayat-ayat yang mengemukakan berbagai perintah yang kemudian
direkonstruksi oelh rosululloh,sehingga menjadi rukun islam dan rukun iman.
c. Menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan oleh Alloh dalam Al Quran.

d. Ijma'Ulama
Ijma'adalah kesepakatan para 'ulama pada satu masa tertentu setelah Rosululloh wafat,tentang suatu
masalah tertentu.

artinya: dari anas bin malik r.a. dia berkata, bahwa Rosululloh bersabda,umatku tidak akan melakukan
sesuatu kesepakatan untuk suatu kesesatan. " H.R. Ibnu Majah.
berdasarkan hadis inilah kemudian para ulama menetapkan bahwa kesepakatan-kesepakatan para
ulama menjadi sumber ajaran yang kuat dan mengikat.

D. Fungsi Aqidah Islam.
Aqidah memiliki beberapa fungsi antara lain:
a. Sebagai pondasi untuk mendirikan bangunan Islam.
b. Merupakan awal dari akhlak yang mulia. Jika seseorang memiliki aqidah yang kuat pasti akan
melaksanakan ibadah dengan tertib, memiliki akhlak yang mulia, dan bermuamalat dengan baik.
c. Semua ibadah yang kita laksanakan jika tanpa ada landasan aqidah maka ibadah kita tersebut tidak
akan diterima.










BAB III
KESIMPULAN
Inti dari Aqidah adalah mengakui dan menyakini bahwa Allah SWT adalah satu-satunya sang pencipta
dan sang penguasa alam.
Pembahasan Aqidah meliputi :
1. Aspek Ilahiyah.
Meliputi segala yang berkaitan dengan Tuhan seperti Wujud Allah, Sifat sifat Allah, pebuatan-
perbuatan, dan nama-namaNya.
2. Kenabian Nubuwah.
Yang berkaitan dengan Nabi dan Rasul Allah serta kemukjizatannya.
3. Aspek Ruhaniyah.
Membicarakan tentang segala sesuatu yag bersifat transendental atau metafisik seperti Ruh, Malaikat,
Jin, Iblis, & Setan.
4. Aspek Samiyah.
Yang membahas tentang sesuatu yang dalil-dalil Naqli berupa Al-Quran dan Sunah, alam barzakh,
akhirat, azab, dan kubur.
5. Rukun Iman
a. Iman Kepada Allah.
b. Iman Kepada Malaikat.
c. Iman kepada Kitab Allah.
d. Iman Kepada Hari Kiamat.
e. Iman Kepada Qadha & Qadar.
Sumber Aqidah Islam ada dua yaitu : Al-quran dan Assunah (Hadist)
Fungsi Aqidah : Sebagai pondasi untuk mendirikan bangunan Islam, Merupakan awal dari akhlak yang
mulia, Semua ibadah yang kita laksanakan jika tanpa ada landasan aqidah maka ibadah kita tersebut
tidak akan diterima.












PENUTUP
Penulisan dan perbincanggan tentang aqidah islam yang merupakan asaa agama islam adalah
sesuatu yang selalu menarik perhatian karena sering dijadikan rujukan dalam menafsirkan kelemahan
atau kemunduran umat islam dalam kehidupan ini sebagai umat yang menganut dan memperjuangkan
aqidah ini. Suatu kebenaran ajaran yang tidak dapat di sanggah bahwa apa yang terkandung yang
terkandung dalam akidah memiliki daya dorongan yang sangat kuat bagi umat ini untuk tampil lebih
maju dan lebih berperan dalam dalam kehidupan ini sehingga karena itu di gelari sebagai umat
teladan yang memiliki kemampuan menghadapi tangtangan ilmu dan teknologi bahkan juga dalam
menghadapi antangan budaya globalisasi. Disamping itu, aqidah islam juga merupakan sumber
ketentraman rohani dan pegangan batin di kala senang dan susah serta landasan yang sangat kukuh bagi
pembinaan ahlak yang luhur. Dan untuk mencapai hal-hal tersebut, umat islam tentunya harus
memahami aqidah islam dengan benar dan mengimaninya serta menghayatinya dengan penuh
keyakinan.
















Daftar Pustaka

Dr. Daudy Ahmad. 1997. Kuliah aqidah ISLAM , Bulan Bintang ; Jakarta.
Mahfud Rois. 2011. Pendidikan Agama Islam, Erlangga ; Jakarta.
Tim MDI LDK Unpar. 2009. Mentoring Agama Islam, Palangkaraya.