Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
Dalam kesempatan ini kami sebagai penyusun makalah akan memaparkan
mengenai hal-hal yang berkenaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat
pesisir yang diantaranya adalah pariwisata bahari yang penyusun menganggap
bahwa itu merupakan salah satu pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir yang
mampu meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir sekitarnya.dalam
pembahasannya pariwisata bahari secara umum kepariwisataan RI maju
pesat,namun khusus pariwisata bahari masih sangat tertinggal.sesungguhnya
potensi pariwisata bahari yang belum tergali sangat tinggi.kendala umum dalam
pengembangan pariwisata bahari adalah ketidak jelasan peraturan dan
peruncingan yang menimbulkan hambatan birokratis dan sementara SDM dan
modal masih terbatas.
Pariwisata bahari harus ditempatkan sebagai salah satu unggulan pariwisata
nasional.sarana dan prasarana yang terkait terus dibangun.prioritas tinggi dan
pemberian insentif diberikan kepada pariwisata bahari dikawasan timur
BMI.pemberian muatan bahari dalam program peendidikan dan pelatihan
pariwisata terus diupayakan,dan perairan swasta dalam pariwisata bahari terus
ditingkatkan.
Jika dilihat dari potensi yang dimiliki tempat-tempat pariwisata kebaharian akan
sangat memukau dan menjanjiakan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat
pesisir yang ada disekitarnya jika di kelola dengan baik dengan sarana dan
prasarana yang mendukung.
Sejarah Pemberdayaan
Pemberdayaan adalah terjemahan dari empowerment, sedang
memberdayakan adalah terjemahan dari empower. Menurut merriam Webster dan
Oxford English Dictionary, kata empower mengandung dua pengertian, yaitu: (1)
to give power atau authority to atau memberi kekuasaan, mengalihkan kekuatan
atau mendelegasikan otoritas ke pihak lain; (2) to give ability to atau enable atau
usaha untuk memberi kemampuan atau keperdayaan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah penguatan pemikan faktor-
faktor produksi,penguatan penguasaan distribusi daan pemasaran, penguatan
masyarakat untuk mendapatkan upah yang memadai, dan penguatan masyarakat
untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan, yang harus
dilakukan secara multi aspek, baik dari aspek masyarakatnya sendiri maupun
aspek kebijakannya.
Produksi sebagai segala usaha (melibatkan ide, praktik, dan sarana
prasarana) dalam rangka menghasilkan jasa hanya dapat digerakkan dan
dikembangkan melalui pendayagunaan faktor-faktor produksi. Gambaran tentang
karakteristik pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dengan faktor-faktor
poduksinya berikut ini dipusatkan pada sektor wisata bahari sebagai salah satu
wujud aktualisasi wawasan nusantara masyarakat dalam melaksanakan
pembangunan nasional.
Pembangunan nasional memerlukan sistem pengelolaan terpadu. Dalam
pengelolaan ini berbagai masalah akan muncul, maka diperlukannya program-
program jitu pemberdayaan ekonomi sebagai langkah menghidupkan potensi
maritim dalam masyarakat. Adapun program tersebut,
1. Program Pemberdayaan Ekonomi Dalam Bidang Pariwisata Bahari
Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Kegiatan analisa pasar untuk promosi dan pemasaran objek pariwisata
Kegiatan peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran
pariwisata
Kegiatan pengembangan jaringan kerjasama promosi pariwisata
Kegiatan koordinasi dengan negara pendukung pariwisata
Kegiatan pelaksanaan promosi pariwisata nusantara antara di dalam dan
diluar negeri
Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan
pemasaran pariwisata.
Kegiatan pengembangan negara kepariwisataan
Kegiatan pelatihan Pemandu Wisata Terpadu
Kegiatan Sail Indonesia 2010.
Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
o Kegiatan pengembangan objek pariwisata unggulan
o Kegiatan peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata
o Kegiatan pengembangan jenis dan paket waata unggilan
o Kegiatan pelaksanaan koordinasi pembangunan objek pariwisata dengan
Lembaga/Dunia Usaha
o Kegiatan pemantauan dan evatuasi pelaksanaan program pengembangan
Destinasi Pariwisata
o Kegiatan Pengembangan daerah tujuan wisata
o Kegiatan pengembangan, sosialisasi dan penerapan serta pengawasan
standarisasi.
Program Pengembangan Kemitraan
Kegiatan pengembangan dan penguatar, dan informasi dan database
Kegiatan pengembangan dan penguatan Litbang, Kebudayaan dan
Pariwisata
Kegiatan pengembangan SDM di bidang kebudayaan dan pariwisata
bekerjasama dengan lembaga lain
Kegiatan fasilitasi pembentukan Forum Komuni
Kegiatan pelaksanaan koordinasi pembanguaan kemitraan Pariwisata
Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program peningkatan
kemitraan
Kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang
Pariwisata
Kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan
kemitraan pariwisata
Kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan realisasi Pelaksanaan
Program dan Kegiatan

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Kegiatan Pengembangan Jaringan Kerjasama Promosi Pariwisata. Dana
yang dialokasikan sebesar Rp. 10.000.000.- Hasil yang dicapai adalah adanya
perluasan jaringan kerjasama promosi pariwisata yaitu dengan pemuatan informasi
pariwisata habupaten Ende di majalah Fortuna sebanyak 6 edisi dengan oplah
7.500 per edisi dengan daya jangkau penyebarannya Kupang, Bali, Biro
Perjatanan, Kabupaten se Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan Sail Indonesia 2010. Dana yang dialokasikan sebesar Rp.
242.000.000.- Hasil yang dicapai adalah ada.nya peningkatan jumlah wisatawan
dengan rincian jumlah kapal sebanyak 29 buah, jumlah peserta (sailors) 45 orang,
lama tinggal 4 hari fan pengembangan 1 objek wisata baru ( destinasi baru ).
Juga pada event kali ini dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga / Biro
Perjalanan dalam hal ini PT. Sikas Dunia Pratama Tour and Trevel untuk
menangani pelaksanaan tour ke berbagai lokasi yang telah disepakati.
Penyelenggaraan Sail Indonesia 2010 merupakan hasil kerja sama masyarakat
seteripat dibawah koordinasi Camat dan Kepala Desa. Dengan demikian
partisipasi dan ketertibatan masyarakat sejak persiapan sampai pada saat
penyetenggaraan Sail Indonesia sangat dominan jika dibandingkan dengar.
Penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Prasarana Pariwisata
Prasarana pariwisata adalah semua fasilitas utama atau dasar yang
memungkinkan sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang dalam rangka
memberikan pelayanan kepada para wisatawan.
Prasarana perhubungan, meliputi: jalan raya, jembatan dan terminal bus, rel
kereta api dan stasiun, pelabuhan udara (air-port) dan pelabuhan laut (sea port)
Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih.
Instalasi penyulingan bahan bakar minyak.
Sistem pengairan atau irigasi untuk kepentingan pertanian, peternakan dan
perkebunan.
Sistem perbankan dan moneter.
Sistem telekomunikasi seperti telepon, pos, telegraf, faksimili, telex, email,
dan lain.
Prasarana kesehatan seperti rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat.
Prasarana, keamanan, pendidikan dan hiburan.

Sarana Pariwisata
Sarana Pariwisata adalah fasilitas dan perusahaan yang memberikan
pelayanan kepada wisatawan baik secara langsung maupun tidak langsung.Maju
mundurnya sarana kepariwisataan tergantung pada jumlah kunjungan wisatawan.
Sarana pariwisata meliputi:
Perusahaan perjalanan seperti travel agent, travel bureu, dan tour operator.
Perusahaan transportasi, terutama transportasi angkutan wisata.
Biro perjalanan wisata
Adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan paket wisata dan agen
perjalanan.
Kegiatan usaha biro perjalanan wisata:
Menyusun dan menjual paket wisata luar negeri atas dasar permintaan.
Menyelenggarakan atau menjual pelayaran wisata (cruise).
Menyusun dan menjual paket wisata dalam negeri kepada umum atau atas
dasar permintaan.
Menyelenggarakan pemanduan wisata.
Menyediakan fasilitas untuk wisatawan.
Menjual tiket/karcis sarana angkutan, dan lain-lain.
Mengadakan pemesanan sarana wisata.
Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang
berlaku.

Agen Perjalanan Wisata (APW)
Adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penjualan tiket (karcis),
sarana angkutan, dan lain-lain serta pemesanan sarana wisata.
Kegiatan APW:
1. Menjual tiket, dan lain-lain
2. Mengadakan pemesanan sarana wisata
3. Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang
berlaku.

Cabang Biro Perjalanan Umum
Adalah satuan-satuan usaha dari suatu Biro Perjalanan Umum Wisata yang
berkedudukan di tempat yang sama atau di tempat lain yang memberikan
pelayanan yang berhubungan dengan perjalanan umum.
Industri-Industri dalam Kepariwisataan
Pengakutan
Akomodasi
Segala sesuatu yang menarik wisatawan untuk berkunjung sesuai sifat
kegiatan perusahaan perjalanan dibagi menjadi:
Wholesaler adalah perusahaan perjalanan yang menyusun acara perjalanan
wisata secara menyeluruh atau secara khusus menjual paket perjalanan wisata
kepada Retail Travel Agent. Retailer atau Retailer Travel Agent adalah biro
perjalanan yang menjual perjalanan wisata secara langsung kepada wisatawan

Hotel dan Jenis Akomodasi Lainnya
Yang termasuk jenis akomodasi: hotel, motel, wisma, pondok wisata, villa,
apartemen, perkemahan, kapal pesiar, yacht, pondok remaja dan sebagainya.
Serviced Accomodation :
Akomodasi yang menyediakan fasilitas dan pelayanan makanan dan
minuman.
Non-Service Accomodation :
Akomodasi yang tidak menyediakan makanan dan minuman. Sekurang-
kurangnya harus menyediakan kamar berperabot (furnished room) dan
tenaga untuk melayani keperluan tamu. Seperti, bar, restoran, catering dan
usaha jasa boga lainnya, serta toko cendramata dan pusat kerajinan,
dimana hal-hal tersebut akan menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Suatu obyek daya tarik wisata pada pinsipnya harus memenuhi tiga persyaratan
berikut:
Something to see (ada yang dilihat)
Something to do (ada yang dikerjakan)
Something to buy (ada yang dibeli/8egara8e)

Obyek atau Daya Tarik Wisata dapat dibedakan menjadi tiga:
Obyek Wisata Alam: laut, pantai, gunung, danau, fauna, flora, kawasan
lindung, cagar alam, pemandangan alam.
Obyek Wisata Budaya: upacara kelahiran, tari-tari tradisional, pakaian adat,
perkawinan adat, upacara laut, upacara turun ke sawah, cagar budaya, bangunan
bersejarah, peninggalan tradisional, festival budaya, kain tenun tradisional, tekstil
8egar, pertunjukan tradisional, adat-istiadat 8egar, musem, dll.
Obyek Wisata Buatan: sarana dan fasilitas olehraga, permainan (8egara-
layang), hiburan (lawak, akrobatik), ketangkasan (naik kuda), Taman rekreasi,
taman nasional, pusat-pusat perbelanjaan dan lain-lain.
Organisasi Kepariwisataan
Adalah suatu badan yang langsung bertanggung jawab terhadap
perumusan dan kebijakan kepariwisataan dalam lingkup nasional. Sebagai
lembaga yang bertanggung jawab tentang maju mundurnya pariwisata di suatu
8egara. Lembaga yang bertanggung jawab tentang pembinaan, perencanaan,
pengembangan dan promosi kepariwisataan baik dalam lingkup 8egar, nasional
dan internasional. Bertanggung jawab untuk mengadakan penelitian memperbaiki
produk dan mengembangkan produk baru sesuai dengan ketentuan. Melakukan
koordinasi dan kerjasama dengan departemen yang berkaitan dengan kegiatan
kepariwisataan. Sebagai badan yang mewakili 9 egara dalam kegiatan dan
percaturan kepariwisataan internasional
Sarana Penunjang
Sebagai akibat dari perkembangan kunjungan wisatawan, berbagai sarana
penunjang tumbuh dengan pesat di pusat hunian wisata ataupun di kawasan
obyek wisata seperti misalnya restoran, art shop, pasar seni, sarana hiburan, dan
rekreasi.
2. KONDISI PARIWISATA BAHARI DI INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkelanjutan hanya dapat
direngkuh, jika kita mampu melakukan investasi dan usaha untuk1)
merevitalisasi sumber-sumber pertumbuhan yang ada, dan (2) membangkitkan
sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru (new sources of economic
growth). Salah satu sumber pertumbuhan eknonomi baru Indonesia yang
potensinya sangat besar adalah pariwisata bahari (marine and coastal
tourism). Namun sampai saat ini pemanfaatannya masih sangat
rendah. Ibarat raksasa ekonomi yang masih tidur (the sleeping giant of economy).
Sebagai 9negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia
dikaruniai Tuhan YME berbagai macam ekosistem pesisir dan laut (seperti pantai
berpasir, goa, laguna, estuaria, hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan
terumbu karang) yang paling indah dan 9Negara yang
masih perawan (pristine, unspoiled) (Mann, 1992). Diantara sepuluh ekosistem
terumbu karang terindah dan tarbaik di dunia, enam berada di tanah air yakni Raja
Ampat, Wakatobi, Taka Bone Rate, Bunaken, Karimun Jawa, dan Pulau Weh
(WTO, 2000). Ringkasnya, kawasan pesisir dan laut Indonesia merupakan tempat
ideal bagi seluruh jenis aktivitas pariwisata bahari yang meliputi:
(1)Sun bathing at the beach or pool;
(2) Ocean or freshwater swimming;
(3) Beachside and freshwater sports such as water scooter, sausage boat,
water tricycle, wind surfing, surfboarding, paddle board, parasailing,
kayacking, catamarans, etc;
(4) Pleasure boating;
(5) Ocean yachting;
(6) Cruising;
(7) Fishing;
(8) Diving, snorkeling, glass boat viewing and underwater photography;
(9) Marine parks;
(10) Canoeing; and
(11) Coastal parks, wild life reserves, rain forest, gardens and trails, fishing
villages.
Jika kita mampu mengembangkan potensi bahari, maka nilai ekonomi
berupa perolehan devisa, sumbangan terhadap PDB, peningkatan pendapatan
masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan sejumlah multiplier effects sangat
besar. Sebagai perbandingan adalah Negara Bagian Qu eensland, Australia
dengan panjang garis pantai hanya 2100 km dapat meraup devisa dari pariwisata
bahari sebesar US$ 2,1 milyar pada tahun 2003. Demikian juga halnya dengan
Malaysia, Thailand, Maladewa, Mauritius, Jamaica, dan Negara lainnya yang telah
menikmati nilai ekonomi cukup besar dari pariwisata bahari. Sampai saat ini devisa
dari 10egara pariwisata bahari di Indonesia baru mencapai sekitar US 1 milyar per
tahun.
Untuk meningkatkan kinerja 11negara periwisata bahari, lima komponen
utama dari sisi pengadaan (supply side) parwisata bahari, yakni objek pariwisata
bahari (attractions), transportasi, pelayanan, promosi, dan informasi, harus secara
terpadu diperkuat dan dikembangkan, sehingga lebih atraktif atau minmal sama
dengan yang ditawarkan oleh 11egara-negara lain. Selain itu, 11egara pariwisata
bahari harus didukung oleh kebijakan ploitik-ekonomi (keuangan, ketenagakerjaan,
infrastruktur, keamanan dan kenyamanan, dan kebijakan pemerintah lainnya) yang
kondusif.
3. Strategi Pengembangan Wisata Bahari
Strategi pertama, dalam pengelolaan pariwisata bahari tersebut pemerintah
harus mengubah dari pendekatan dari sistem birokrasi yang berbelit menjadi
sistem pendekatan entrepreurial. Dimana pemerintah dituntut untuk tanggap dan
selalu bekerja keras dalam melihat peluang dan memanfaatkan peluang tersebut
sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dalam hal ini pemerintah sebagai
pemegang kebijakan harus meyiapkan sebuah regulasi/kebijakan yang
mendukung pengembangan pariwisata bahari. Kebijakan tersebut antara lain,
menciptkan kawasan ekonomi khusus di kawasan yang sedang mengembangkan
pariwisata bahari, misalnya memberikan kebijakan bebas visa pada wisatawan
yang akan berkunjung dll.
Kedua, melakukan pemetaan terhadap potensi pariwisata bahari yang dimiliki,
yaitu berupa nilai, karakteristiknya, infarstruktur pendukungnya, dan kemampuanya
dalam menopang perekonomian. Dengan demikian dapat ditentukan parawisata
bahari mana yang harus segera dibangun dan mana yang hanya perlu
direvitalisasi. Selain itu kita juga perlu memetakan lingkungan yang terkait dengan
pariwisata bahari baik lingkungan internal maupun ekternal. Lingkungan
internalnya yang perlu dipetakan adalah sejauh mana kekuatan dan kelemahan
(strength and weakness) pariwisata bahari tersebut. Sedangkan Lingkungan
eksternal yang perlu dipetakan adalah sosial-budaya, politik/kebijakan, ekonomi-
pasar, dan kemampuan teknologi. Selain itu juga perlu di ketahui sejauh mana
12egara-negara lain melangkah dalam pengembangan pariwisata bahari, sehingga
kita bisa belajar dari keberhasilan dan kegagalan mereka dalam mengembangkan
pariwisata bahari.
Ketiga, Menyusun rencana investasi dan pembangunan atas berbagai
informasi yang telah kita dapatkan dari pemetaan diatas. Yang perlu diperhatikan
dalam penyusunan ini adalah, bahwa kita tidak hanya akan membangun sebuah
pariwisata bahari saja Namun juga perlu di perhatikan faktor pendukungnya seperti
akses transportasi, telekomunikasi dll. Dengan demikian rencana pengembangan
pariwisata bahari dapat terukur dan tetap sasaran.
Keempat, menciptakan kualitas SDM yang tangguh di bidang paraiwisata
bahari, baikskill-nya, kemampuan dalam inovasi, adaptabilitas dalam menghadapi
berbagai perubahan lingkungan eksternal, budaya kerja dan tingkat pendidikan
serta tingkat pemahaman terhadap permasalahan strategis dan konsep yang akan
dilaksanakannya. Karena di masa mendatang keunggulan SDM dalam berinovasi
akan sangat penting setara dengan pentingnya SDA dan permodalan. Hal ini
terkait dengan perkembangan teknologi yang pesat, khususnya teknologi
informasi.
Kelima, melakukan strategi pemasaran yang baik, seperti yang dilakukan
12 egara tetangga kita Thailand yang memasarkan objek wisatannya di
12egara12e-televisi internasional dan berbagai media seperti internet, majalah dan
pameran-pameran pariwisata di tingkat internasional. Bahkan mereka
menghabiskan dana sekitar US$ 1 miliyar untuk mempromosikan wisata mereka di
beberapa jaringan 12egara12e internasional. Bahkan saking kreatifnya, beberapa
12egara melakukan segmentasi pasar wisatawan, ini seperti yang dilakukan Hong
Kong dan Thailand untuk memudahkan merencanakan pengembangan
pariwisatanya dengan tidak menyamaratakan pasar wisatawannya.

Wisata Bahari di Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan sebenarnya pernah jaya di sekor kelautan. Pada abad ke
15, kerajaan Gowa di bawah kepemimpinanTumapakrisika Kallonna memindahkan
ibukota kerajaan dari Kalegowa ke Somba Opu yang terletak di pesisir pantai barat
Sulawesi. Itu menjadi tonggak awal kejayaan maritim kerajaan Gowa.
Selama seratus tahun lebih kerajaan Gowa menjadi pusat perdagangan
yang sangat maju. Puluhan negara asing membuat pos dagang di Somba Opu,
ratusan kapal asing berlabuh dan berdagang di ibukota kerajaan itu. Para pelaut
Bugis-Makassar juga dikenal sebagai pelaut yang tangguh, mengitari separuh
bumi dan berlayar jauh hingga ke Australia, Afrika dan Eropa.
Kepemimpinan yang tidak cakap, rongrongan dari dalam dan kemudian
disempurnakan dengan serangan oleh VOC membuat kerajaan Gowa runtuh dan
sejak itu, kejayaan maritim kerajaan Gowa dan Sulawes77i Selatan seperti hilang
nyaris tak berbekas.
Dua indikasi utama makin suramnya kondisi laut Sulawesi Selatan yaitu
hutan mangrove dan terumbu karang yang kondisinya makin mengenaskan.
Bahkan satu indikasi kecil lainnya adalah makin maraknya ikan hias yang
diperjualbelikan sebagai makanan. Ini pertanda kalau ikan komersil juga mulai
surut dan susah untuk didapatkan.
Sebuah NGO bernama MAP ( Mangrove Action Project ) memaparkan fakta
bahwa sebuah pulau di sekitar Makassar bernama Tanakeke telah kehilangan
sekitar 1500 Ha hutan mangrove di rentang waktu antara 1974 hingga 2010.
Sebuah angka yang cukup mengerikan. Saat ini MAP sedang menggalang usaha
berbasis kerakyatan untuk mengembalikan hutan mangrove yang hilang tersebut.
Fakta lainnya menyebutkan bahwa terumbu karang sebagai hutannya laut
semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan. Dari data yang ada, saat ini
jumlah terumbu karang di Indonesia yang berada dalam kondisi sangat baik hanya
sekitar 5%-6% sedangkan yang berada dalam kondisi sangat buruk sekitar 32%
40%. Masalah terbesar adalah pada kerusakan akibat meningkatnya suhu bumi
selain tentu saja faktor lain seperti pengeboman ikan, penggunaan racun ikan dan
pembuangan limbah ke laut. Sayangnya kondisi buruk terumbu karang ini justru
banyak terjadi di kawasan Indonesia Bagian Timur.
Pariwisata bahari Sulawesi Selatan yang seperti masih jalan di tempat dan
belum disentuh dengan serius. Misalnya pariwisata Taka Bonerate yang
merupakan salah satu kawasan taman nasional di Sulawesi Selatan dengan
panoramanya yang sangat indah, namun betapa susahnya untuk bisa sampai ke
sana. Selain Taka Bonerate, di sekitaran Makassar masih banyak pulau-pulau
indah yang belum dikelola maksimal, semua masih berjalan separuh hati dan
itupun sebagian besarnya hanya digerakkan oleh pihak swasta.












BAB III
PENUTUP
Wisata bahari sebagai wujud aktualisasi masyarakat dalam berwawasan
nusantara telah melibatkan banyak orang dan aspek-aspek bermasyarakat.
Wisata bahari sendiri sebagai sarana menghidupkan sistem eknomi mayarakat
pesisir dan menguatkan ikatan-ikatan kehidupan didalamnya. Sebagai contoh,
apabila suatu wisata baru dibuka, maka dibutuhkan peran pemerintah dan
masyarakat pesisir sebagai pembuat sarana prasarana serta pengaplikasikannya.
Kemudian, ikatan itu akan terus menguat sebagai ikatan ekonomi dalam
masyarakat dengan menjalankan fungsinya masing-masing.
Dalam pemberdayaannya, pertama tama pemberdaya membutuhkan
gagasan-gagasan, ide berupa program yang akan dijalankan bersama sebagai
rangka untuk menghidupkan ekonomi dalam masyarakat. Kemudian, dibuatnya
teknologi material yaitu sarana dan prasarananya agar pemberdayaan ini tetap
berjalan lancer, yang pastinya dapat menguatkan ekonomi masyarakat pesisir.









Daftar Pustaka
o http://rokhmindahuri.wordpress.com/category/resouces-based-
industries/wisata-bahari/
o Tim Pengajar WSBM Universitas Hasanuddin. 2011. Himpunan Materi
Kuliah Wawasan Sosial Budaya Maritim (WSBM). Makassar. Unit
Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) Universitas Hasanuddin.
o http://portal.endekab.go.id/pemerintah/executif/dinas/kebudayaan-dan-
pariwisata-.html?start=2
o http://daenggassing.com/2011/12/22/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-
tertidur/
o http://www.bappenas.go.id/files/2913/5022/6062/mardi__20091015151035_
_2384__0.pdf