Anda di halaman 1dari 17

I.

TUJUAN
1. Untuk menentukan konstanta pendinginan air
2. Dapat memahami hubungan antara konstanta pendinginan air dengan waktu.

II. DASAR TEORI
2.1 Sistem Termodinamika
Sistem termodinamika adalah bagian dari jagad raya yang diperhitungkan. Sebuah
batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut
lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan
dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan. Ada tiga jenis
sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:
1. Sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan
lingkungan.
Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas
terisolasi.
2. Sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi
pertukaran benda dengan lingkungan.
Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran
panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu
sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan
sebagai sifat pembatasnya:
a. pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
b. pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
3. Sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan
lingkungannya.
Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel.
Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka. Dalam kenyataan, sebuah sistem
tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit
pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam
analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang
keluar dari sistem.
Hukum-hukum termodinamika pada prinsipnya menjelaskan peristiwa perpindahan
panas dan kerja pada proses termodinamika. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini telah
menjadi salah satu hukum terpenting dalam fisika dan berbagai cabang ilmu lainnya yang
berhubungan dengan termodinamika. Hukum-hukum ini sering dikaitkan dengan konsep-
konsep yang jauh melampau hal-hal yang dinyatakan dalam kata-kata rumusannya.
Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:
1. Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika
Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem
ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.
2. Hukum Pertama Termodinamika
Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi
dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi
kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
3. Hukum Kedua Termodinamika
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa
total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat
seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.
4. Hukum Ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini
menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua
proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini
juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol
absolut bernilai nol.

2.2 Sistem Pendinginan Air (Hukum Pendinginan Newton)
Sistem pendinginan adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menjaga agar
temperatur suatu benda atau bahan akan diuji tetap dalam kondisi yang ideal. Yang
terpenting benda tersebut tidak menyerap kalor dan mempertahankan kalor sengan
menaikkan suhu maka akan secara perlahan lahan panas dari benda tersebut akan
menyamakan suhunya dengan lingkungan. Sistem ini sangat umum dipakai untuk keperluan
sehari hari.
Sistem pendinginan air ini menggunakan media air sebagai perantara untuk
melepaskan panas ke udara. Wujud dari media yang termasuk dalam pendinginan air tentu
saja hanya cairan. System kerja dari pendinginan air ini adalah cairan yang lebih panas
dibandingkan suhu kelilingnya, akan mendingin karena perpindahan panas. Sistem
pendinginan air menggunakan dasar dasar dari hukum pendinginan Newton.
Hukum Pendinginan Newton menyatakan bahwa laju perubahan pendinginan suhu
suatu benda sebanding dengan perbedaan antara suhu sendiri dan suhu ambien (yaitu suhu
sekitarnya). Hukum Newton membuat pernyataan tentang tingkat sesaat perubahan suhu.
Hukum Newton yang dimaksudkan disini, bukanlah Hukum Newton yang berkaitan dengan
gerak, melainkan Hukum Newton [Pendinginan Newton] yang berkaitan dengan Hukum
Termodinamika (Hukum II Termodinamika).
Didalam Hukum Pendinginan Newton mengatakan bahwa Laju perubahan
pendinginan suhu suatu benda sebanding dengan perbedaan antara suhu sendiri dan suhu
ambien (yaitu suhu sekitarnya). Suhu ambien sendiri adalah suhu langit dan tanah dimana
panas diradiasikan oleh badan panas. Untuk bentuk lain penyebaran panas kepada atmosfir,
suhu ambien adalah suhu yang menghalangi udara pada jarak yang cukup jauh untuk dapat
dipengaruhi medan thermal dari badan yang dipanaskan.
Di dalam hukum Newton diwajibkan mampu menerjemahkan pernyataan verbal
menjadi persamaan diferensial. Adapun kecepatan pendingin air menggunakan persamaan
diferensial suhu dibagi dengan diferensial waktu.Dapat disimpulkan dari pernyataan tersebut
bahwa Hukum Newton membahas tentang tingkat sesaat perubahan suhu, serta suhu air panas
berbanding terbalik dengan waktu dari lamanya pendinginan air tersebut. Semakin lama
waktu yang digunakan maka suhu semakin berkurang dan semakin sedikit juga panas yang
akan berpindah ke lingkungan.
Hubungan antara Hukum pendinginan Newton dengan Hukum II Termodinamika
dapat dianalisis melalui bunyi hukumnya. Hukum II Termodinamika: total entropi dari
suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan
meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya. Definisi entropi sendiri adalah fungsi
keadaan baru yang menunjukkan arah proses spontan dan akan bertambah besar sesuai
dengan arah spontanitas atau penekanannya ada pada proses, berbeda dengan entalpi yang
penekanannya ada pada hasil akhir. Dari semua definisi yang ada hubungannya adalah pada
keadaan benda dan lingkungan.
Rumus umum dari pendinginan air atau Hukum Pendinginan Newton adalah:

(1)
Dengan : = konstanta pendinginan air
= suhu cairan

= suhu lingkungan
= waktu
Dimana dT/dt adalah fungsi temperatur (suhu) terhadap waktu, adalah konstanta, T
adalah suhu pada saat sebanyak t sekon, dan T
0
adalah suhu pada saat t= 0 sekon. Nilai dari k
dapat dihasilkan dengan menurunkan persamaan diatas. biasa juga disebut dengan k. Nilai
dari dapat bernilai ataupun +, adapun cara cara untuk menentukannya dengan cara:
apabila suhunya mengalami penaikan nilai yang sipakai adalah +, begitupun sebaliknya jika
suhu mengalami tahap penurunan maka nilainya adalah -.
Persamaan (1) tersebut mempunyai penyelesaian sbb:

(2)

III. ALAT BAHAN
Alat: Bahan:
1. Kalorimeter 1. Air panas
2. Termometer
3. Stopwatch
4. Termos / penghangat air

IV. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Suhu kamar atau suhu lingkungan dicatat (untuk menentukan T
0
)
2. Kalorimeter diisi dengan air panas dari termos hingga thermometernya tercelup
namun tidak menyentuh dasar kalorimeter.
3. Penurunan suhu yang ditunjukkan oleh termometer setiap 2 menit dicatat
4. Dengan percobaan yang sama prosedur (1),(2), dan (3) ini diulang selama 5 kali
percobaan dalam 10 menit

V. DATA PENGAMATAN
No. Percobaan Suhu Ruangan
1 I 31
o
C
2 II 31
o
C
3 III 30,5
o
C
4 IV 30,5
o
C
5 V 30,5
o
C









VI. Analisa / pengolahan data
6.1 Perhitungan dan Ralat
a. Perhitungan percobaan I
120 detik
T = (800,05
o
)c
T
O
= (310,05
o
)C
t= (1200,5)s
ln (T-To) = .t
Ln (T-T
o
) = ln [ (800,05
o
)c (310,05
o
)c]
= ln [ (80-31)(80-31)(

)]
= ln [49 49 (6,25.

+ 0,16 .

)
= ln [49 49 (6,41.

)]
= ln [49 314,09.

]
= 3,89 3,46

=


=



=

)
= 0,03 0,03 (0,889 + 0,004)
= 0,03 0,03 (0,893)
= 0,03 0,02679

No. Percobaan
Suhu
awal
Penurunan Suhu
2 menit 4 menit 6 menit 8 menit 10 menit
1 I 85
o
C 80
o
C 76
o
C 72
o
C 69
o
C 66
o
C
2 II 85
o
C 80
o
C 78
o
C 74
o
C 71
o
C 69
o
C
3 III 86
o
C 81
o
C 78
o
C 73
o
C 76
o
C 67
o
C
4 IV 72
o
C 70
o
C 68
o
C 66
o
C 64
o
C 62
o
C
5 V 72
o
C 70
o
C 68
o
C 63
o
C 63
o
C 61
o
C
Dari perhitungan diatas dengan cara perhitungan yang sama , maka didapatkan hasil
perhitungan :
Waktu (s) Suhu ruangan
(
o
c)
Suhu cairan (
o
c) Konstanta pendingin air
()
240 31 76 0,015 0,013806
360 31 72 0,010 0,000965
480 31 69 0,075 0,008302
600 31 66 0,0059 0,009450


b. Perhitungan percobaan II
120 detik
T = (800,05
o
)c
T
O
= (310,05
o
)C
t= (1200,5)s
ln (T-To) = .t
Ln (T-T
o
) = ln [ (800,05
o
)c (310,05
o
)c]
= ln [ (80-31)(80-31)(

)]
= ln [49 49 (6,25.

+ 0,16 .

)
= ln [49 49 (6,41.

)]
= ln [49 314,09.

]
= 3,89 3,46

=


=



=

)
= 0,03 0,03 (0,889 + 0,004)
= 0,03 0,03 (0,893)
= 0,03 0,02679


Dari perhitungan diatas dengan cara perhitungan yang sama , maka didapatkan hasil
perhitungan :
Waktu (s) Suhu ruangan
(
o
c)
Suhu cairan (
o
c) Konstanta pendingin air
()
240 31 78 0,032 0,0104
360 31 74 0,010 0,0064
480 31 71 0,007 0,0023
600 31 69 0,006 0,0050

c. Perhitungan percobaan III
120 detik
T = (810,05
o
)c
T
O
= (30,50,05
o
)C
t= (1200,5)s
ln (T-To) = .t

Ln (T-T
o
) = ln [ (810,05
o
)c (30,50,05
o
)c]
= ln [ (81-30,5)(81-30,5)(

)]
= ln [50,5 50,5 (6,17.

+ 1,64 .

)
= ln [50,5 50,5 (0,62.

)]
= ln [50,5 114,13.

]
= 3,92 2,17

=


=



=

)
= 0,03 0,03 (0,55 + 0,004)
= 0,03 0,03 (0,554)
= 0,03 0,0166



Dari perhitungan diatas dengan cara perhitungan yang sama , maka didapatkan hasil
perhitungan :
Waktu (s) Suhu ruangan
(
o
c)
Suhu cairan (
o
c) Konstanta pendingin air
()
240 30,5 78 0,02 0,0116
360 30,5 73 0,01 0,0062
480 30,5 76 0,008 0,12
600 30,5 67 0,006 0,0093

d. Perhitungan percobaan IV
120 detik
T = (700,05
o
)c
T
O
= (30,50,05
o
)C
t= (1200,5)s
ln (T-To) = .t
Ln (T-T
o
) = ln [ (700,05
o
)c (30,50,05
o
)c]
= ln [ (70-30,5)(70-30,5)(

)]
= ln [39,5 39,5 (7,14.

+ 0,16 .

)
= ln [39,5 39,5 (7,3.

)]
= ln [39,5 288,35.

]
= 3,67 5,66

=


=



=

)
= 0,03 0,03 (1,54 + 0,004)
= 0,03 0,03 (1,544)
= 0,03 0,46

Dari perhitungan diatas dengan cara perhitungan yang sama , maka didapatkan hasil
perhitungan :
Waktu (s)
Suhu ruangan
(
o
c)
Suhu cairan (
o
c)
Konstanta pendingin air
()
240 30,5 70 0,03 0,46
360 30,5 68 0,015 0,023
480 30,5 64 0,0073 0,0052
600 30,5 62 0,0057 0,0042

e. Perhitungan Percobaan V

120 detik
T = (700,05
o
)c
T
O
= (30,50,05
o
)C
t= (1200,5)s
ln (T-To) = .t
Ln (T-T
o
) = ln [ (700,05
o
)c (30,50,05
o
)c]
= ln [ (70-30,5)(70-30,5)(

)]
= ln [39,5 39,5 (0,000714286 + 0,00163934)
= ln [39,5 39,5 (0,002353626)]
= ln [39,5 92,97.

]
= 3,676 2,375

=


=



=

)
= 0,0306 0,0306 (0,646082699 + 0,004166667)
= 0,0306 0,0306 (0,650249366)
= 0,0306 0,0199

Dari perhitungan diatas dengan cara perhitungan yang sama, maka didapatkan hasil
perhitungan :
Waktu (s) Suhu Ruangan (
o
C) Suhu Cairan (
o
C) Konstanta pendingin
air ()
240 30,5 68 0,015 0,100005
360 30,5 65 0,009 0,00633
480 30,5 63 0,003 0,0511
600 30,5 61 0,00057 0,00571

6.2 Grafik
a. Percobaan 1


b. Percobaan 2

0
0.01
0.02
0.03
0.04
0.05
0.06
0.07
0.08
120 240 360 480 600
K
o
n
s
t
a
n
t
a

p
e
n
d
i
n
g
i
n

a
i
r

(

)


waktu (t) s
Grafik Hubungan Antara dengan t Pada
Percobaan 1
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.035
120 240 360 480 600
K
o
n
s
t
a
n
t
a

p
e
n
d
i
n
g
i
n

a
i
r

(

)


waktu (t) s
Grafik Hubungan Antara dengan t Pada
Percobaan 2
c. Percobaan 3







d. Percobaan 4




0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.035
120 240 360 480 600
K
o
n
s
t
a
n
t
a

p
e
n
d
i
n
g
i
n

a
i
r

(

)


waktu (t) s
Grafik Hubungan Antara dengan t Pada
Percobaan 3
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.035
120 240 360 480 600 K
o
n
s
t
a
n
t
a

p
e
n
d
i
n
g
i
n

a
i
r

(

)


waktu (t) s
Grafik Hubungan Antara dengan t Pada
Percobaan 4

e. Percobaan 5

Grafik hubungan antara konstanta pendinginan air () terhadap waktu pada percobaan
ke-3 hingga percobaan ke-5 menunjukkan hubungan ketidaksebandingan dimana besar
konstanta pendinginan air akan semakin kecil seiring dengan bertambahnya waktu.
Sementara pada percobaan ke-1 dan ke-2 tidak terjadi hubungan antara konstanta
pendinginan air () terhadap waktu.

6.3 Tugas
1. Jelaskan makna fisis dari konstanta pendinginan air!
Jawaban :
Konstanta pendinginan air berbanding lurus dengan ln (T-To) dan berbanding
terbalik dengan waktu sehingga satuan fisis dari konstanta pendinginan air adalah 1/s.
2. Jelaskan proses pemindahan panas yang anda ketahui
Jawaban :
Perpindahan panas dari benda suhu tinggi ke benda suhu rendah, perpindahan
panas melalui radiasi, konveksi dan konduksi. Radiasi adalah perpindahan panas tanpa
zat perantara. Konveksi adalah perpindahan panas karena terjadinya perpindahan zat.
Peristiwa konveksi atau aliran zat terjadi pada perubahan suhu suatu zat. Konduksi
adalah perpindahan panas melalui benda padat. Benda yang dapat menghantarkan
panas dengan baik disebut konduktor.


0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0.03
0.035
120 240 360 480 600
K
o
n
s
t
a
n
t
a

p
e
n
d
i
n
g
i
n

a
i
r

(

)


waktu (t) s
Grafik Hubungan Antara dengan t Pada
Percobaan 5
VII. PEMBAHASAN
Pada pecobaan kali ini membahas tentang pendinginan air yang bertujuan untuk
menetukan konstanta pendinginan air serta mengetahui hubungan antaara konstanta
pendinginan air dengan suhu serta waktu. Adapun alat-alat yang digunakan yaitu gelas beker
dengan penutup yang berfungsi untuk melakukan percobaan perpindahan panas ke
lingkungan, thermometer untuk mengukur suhu selama percobaan dan stopwatch yaitu untuk
mengukur waktu selama proses berubahnya suhu pada air panas, termos untuk memanaskan
air. Namun saat melakukan percobaan dikarenakan alat yang tersedia kurang lengkap maka
kami menggunakan kalorimeter tanpa penutup, dan untuk memperkecil perpindahan panas
yang ekstreme kami menggunakan penutup lain yang terbuat dari plastic dan tidak dapat
menutup keseluruhan permukaan dari kalorimeter.
Dalam praktikum ini, yang pertama dikerjakan yaitu menentukan suhu kamar
menggunakan termometer. Setelah itu dituangkan air panas ke dalam kalorimeter kemudian
diukur suhu awal dari air panas. Selesai mengukur suhu awal dari air panas, kemudian
diperhatikan penurunan suhu yang terjadi pada air panas setelah dua menit kemudian hingga
sepuluh menit kemudian. Pada satu kali percobaan dilakukan pengukuran penurunan suhu
sebanyak lima kali, sedangkan percobaan diulang sebanyak lima kali percobaan. Percobaan
pendinginan air dilakukan selama 10 menit setiap satu kali percobaan dan dilakukan
pengambilan data setiap 2 menit sekali dan diganti air setiap selesai percobaan.
Perhitungan dilakukan sebanyak 5 kali pada masing masing percobaan dan menghitung
konstanta pendinginan air tersebut menggunakan perhitungan ralat dari suhu dan waktu
seperti yang telah dipaparkan pada pengolahan data.
Pada percobaan pertama diperoleh secara berturut-turut perubahan suhu yaitu 80
o
C,
76
o
C, 72
o
C, 69
o
C, 66
o
C dengan suhu awal air panas sebesar 85
o
C dan dari hasil perhitungan
dengan ralat didapatkan konstanta pendinginan air pada percobaan 1 sebesar 0,03 0,02679
untuk 120 detik; 0,015 0,013806 untuk 240 detik; 0,010 0,000965 untuk 360 detik ; 0,075
0,008302 untuk 480 detik dan 0,0059 0,009450 untuk 600 detik.
Pada percobaan kedua diperoleh secara berturut-turut perubahan suhu yaitu 80
o
C, 78
o
C,
74
o
C, 71
o
C, 69
o
C dengan suhu awal air panas sebesar 85
o
C dan dari hasil perhitungan dengan
ralat didapatkan konstanta pendinginan air pada percobaan 1 sebesar 0,03 0,02679 untuk
120 detik; 0,032 0,0104 untuk 240 detik; 0,010 0,0064 untuk 360 detik; 0,007 0,0023
untuk 480 detik dan 0,006 0,0050 untuk 600 detik.
Pada percobaan ketiga diperoleh secara berturut-turut perubahan suhu yaitu 81
o
C, 78
o
C,
73
o
C, 76
o
C, 67
o
C dengan suhu awal air panas sebesar 86
o
C dan dari hasil perhitungan dengan
ralat didapatkan konstanta pendinginan air pada percobaan 1 sebesar 0,03 0,0166 untuk 120
detik; 0,02 0,0116 untuk 240 detik;0,01 0,0062 untuk 360 detik; 0,008 0,12 untuk 480
detik dan 0,006 0,0093 untuk 600 detik.
Pada percobaan keempat diperoleh secara berturut-turut perubahan suhu yaitu 70
o
C,
68
o
C, 66
o
C, 64
o
C, 62
o
C dengan suhu awal air panas sebesar 72
o
C dan dari hasil perhitungan
dengan ralat didapatkan konstanta pendinginan air pada percobaan 1 sebesar 0,03 0,46
untuk 120 detik;0,03 0,46 untuk 240 detik; 0,015 0,023 untuk 360 detik; 0,0073 0,0052
untuk 480 detik dan 0,0057 0,0042 untuk 600 detik.
Pada percobaan kelima diperoleh secara berturut-turut perubahan suhu yaitu 70
o
C,
68
o
C, 63
o
C, 63
o
C, 61
o
C dengan suhu awal air panas sebesar 72
o
C dan dari hasil perhitungan
dengan ralat didapatkan konstanta pendinginan air pada percobaan 1 sebesar 0,0306 0,0199
untuk 120 detik; 0,015 0,100005 untuk 240 detik;0,009 0,00633 untuk 360 detik;0,03
0,0511untuk 480 detik dan0,0057 0,00571 untuk 600 detik.
Dalam literatur dikatakan bahwa apabila suatu benda yang memiliki suhu lebih tinggi
dengan lingkungannya diletakkan begitu saja tanpa ada perlakuan apapun, maka suhu benda
yang lebih tinggi akan mengalami pendinginan sehingga suhunya sama dengan lingkungan
sekitarnya, peristiwa tersebut dikatakan sebagai Hukum Pendinginan Newton. Hal ini sama
dengan air panas yang digunakan pada percobaan kali ini. Selain itu dalam literatur dikatakan
pula bahwa semakin lama pengukuran suhu dilakukan, maka penurunan suhu yang
ditimbulkan oleh air panas semakin kecil. Dapat dilihat pada data pengamatan bahwa suhu air
panas mengalami penurunan, tetapi karena praktikan mengganti air panas yang diuji,
sehingga suhu air panas tidak sampai menunjukkan angka yang sama dengan suhu ruangan.
Jika air panas yang digunakan sama, pasti akan ada waktu dimana suhu air panas sama
dengan suhu ruangan. Selain itu, karena alat yang digunakan tidak sesuai sehingga
perpindahan kalor yang terjadi tidak stabil atau dengan kata lain penurunan suhu yang terjadi
sangat mencolok.
Dalam grafik yang telah digambarkan pada analisa data, hubungan antara konstanta
pendinginan air dengan t berbanding terbalik sesuai dengan literaturnya. Karena apabila
waktu dalam pengukuran semakin lama maka nilai konstanta pendinginan airnya akan kecil,
begitu pula sebaliknya. Namun kembali terjadi penyimpangan pada grafik percobaan 1 dan 2,
dimana grafiknya tidak menunjukkan keterkaitan satu sama lain. Berbeda dengan grafik 3,4
dan 5 dimana dapat dilihat bahwa hubungan antara konstanta pendinginan air dengan t
(waktu) berbanding terbalik seperti grafik.
Hasil percobaan yang didapat melalui perhitungan ralat ini kurang begitu akurat, hasil
percobaan yang berbeda-beda dengan penurunan suhu yang drastis serta hasil perhitungan
konstanta pendinginan air yang menjadi berbeda-beda dapat disebabkan oleh beberapa faktor
yaitu diantaranya adalah:
1. Alat praktikum yang digunakan kurang sesuia dengan yang seharusnya.
2. Pengukuran suhu dan waktuyang kurang akurat.
3. Thermometer saat digunakan untuk mengukur suhu air panas tidak tepat
di titik suhu ruangan karena pengaruh suhu tangan kami yang melakukan
praktikum
4. Air yang digunakan adalah air yang sudah dipanaskan sebelum
digunakan sehingga suhu pun sudah berubah dari awal mendidihnya.
5. Kerusakan alat praktikum sehinggan ketelitiannya berkurang.
6. Kurangnya ketelitian dan terlalu tergesa-gesa saat eksperimen.

VIII. KESIMPULAN

1. Konstanta pendinginan air dapat dihitung dengan rumus


2. Dengan menggunakan rumus dari Hukum pendinginan Newton didapatkan hasil
kosntanta pendinginan air pada masing-masing waktu dari setiap percobaan.
3. hubungan antara konstanta pendinginan air () dengan t berbanding terbalik.
4. Apabila suatu benda yang bersuhu lebih tinggi dari suhu lingkungan sekitarnya,
maka akan terjadi pendinginan pada benda tersebut sehingga mengakibatkan suhu
benda sama dengan suhu lingkungannya (sebanding).
5. Perpindahan kalor terjadi dari benda dengan suhu yang lebih tinggi ke benda yang
lebih rendah suhunya.
DAFTAR PUSTAKA
Paramarta, Ida Bagus Alit., 2013. Penuntun Pratikum Fisika Dasar II. Jimbaran:
Laboratorium Fisika Dasar.Universitas Udayana.
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Halliday, D., Resnick, R., Walker, J. - . Dasar-dasar Fisika Versi Diperluas Jilid
Satu. Tangerang: Binarupa Aksara.
Sulistyo, dkk. 1992. Intisari Fisika. Bandung: Pustaka setia.
Kanginan, Marthen. 1988. Ilmu Fisik. Jakarta : Erlangga.
Zemansky, Sears. 1983. Fisika untuk Universitas 1. Bandung: Binacipta.























LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II
PENDINGINAN AIR












Nama : Ni Putu Diana Febriyanti
NIM : 1208105038
Kelompok : II
Dosen : Ida Bagus Alit Paramarta, S.Si., M.Si.
Asisten Dosen : 1. Wahyulianti
2. Arianti

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2013