Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN METODE KUANTITATIF UNTUK BISNIS

PERTEMUAN KE 7 DAN 8




Di Susun Oleh :
Nama : Mohamad Hanafi
Nim : 095410134
Jurusan : Teknik Informatika/Strata-1



LABORATORIUM TERPADU
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer
AKAKOM
Yogyakarta
2012

PERTEMUAN KE-7
PENYELESAIAN MASALAH PENUGASAN


A. TEORI
Model penugasan adalah model khusus dari suatu model program linear yang serupa dengan model
tranportasi, perbedaannya adalah dalam model penugasan penawaran pada tiap sumber dan
permintaan pada tiap tempat tujuan dibatasi sebanyak satu unit barang apa saja.

B. PEMBAHASAN
Sebelum kita membahas pada praktikumnya alangkah baiknya kita intip sebentar yang saya
dapatkan dari sumber buku seperti berikut :
Ringkasan langkah-langkah pada metode solusi penugasan adalah sebagai berikut :
a. Lakukan pengurangan baris dengan cara mengurangkan nilai terendah pada suatu baris
dari semua nilai pada baris tersebut.
b. Lakukan pengurangan kolom dengan cara mengurangkan nilai terendah pada suatu kolom
pada suatu nilai pada kolom tersebut.
c. Tarik sejumlah garis horizontal dan vertikal yang diperlukan untuk mencoret semua angka
nol pada tabel biaya oportuniti yang lengkap.
d. Jika diperlukan garis lebih sedikit dari m (diketahui m= jumlah baris atau kolom), maka
semua nilai lain yang tidak dicoret dikurangkan dengan nilai terendah dari nilai-nilai yang
tidak tercoret tersebut. Kumudian nilai terendah tersebut ditambah pada sel-sel dimana dua
garis berpotongan, sedangkan nilai yang tetap, dan ulang langkah c.
e. Jika diperlukan garis sebanyak m, maka solusi optimal tercapai sehingga dapat dilakukan
m penugasan yang unik. Jika diperlukan garis lebih sedikit dari m, ulangi lagi langkah d.
Pada praktikum pertama :

Gambar diatas ini adalah sebagai penginputan aja pada program WinQSB untuk dapat
nilainnya diperoleh dari modul.
Selanjutnya kita menentukan method dalam praktikum saya membandingkan dengan dua
method maka hasil nilai sama aja jadi saya memutuskan untuk menggunakan RM(row
minimum) langkah selanjutnya kita menentukan iterasi ayng dilakukan sebanyak 2 iterasi
berikut tampilan iterasinya:

Untuk menjelaskan pada gambar diatas ini saya tidak tahu soalnya dalam praktikum pun saya
juga bingung plus teori belum sampai pada penugasan baru sampai pada transportasi.
Untuk nilai terakhir bisa dilihat yang dimaksud final :

Hasil penyelesaian masalah tersebut dapat dijabarkan bahwa karyawan A
mengerjakan III dengan biaya 18, karyawan B mengerjakan pekerjaan I dengan biaya
14, karyawan C mengerjakan pekerjaan II dengan biaya 20 dan karyawan D
mengerjakan pekerjaan IV dengan biaya 16. Total biayanya yang diperoleh 68.
Latihan ke-1:
Penginputan dari program WinQSB seperti berikut:

Nilai yang dihasilkan dari modul praktikum jadi tinggal nyalin aja alias copas(copy
paste)
Untuk pemilihan methodnya saya pakai yang RM setelah pengubahan method kita
tinggal lihat iterasi yang dilkukan iterasi ini dilakukan sebanyak sekali saja berikut
hasilnya :


Menntukan hasil akhirnya (final) :

Hasil penyelesaian masalah seperti bahwa mesin A mengerjakan kondisi lapangan I
dengan biaya 45, mesin B mengerjakan lapangan IV dengan biaya 21, mesin C
mengerjakan kondisi lapangan III dengan biaya 23, dan mesin D mengerjakan kondisi
lapangan II dengan biaya 34 dengan total biaya keseluruhan 123.

Latihan ke-2 :

Gambar diatas penginputan dari WinQSB dan angka di dapat dari modul praktikum
tinggal lihat dan input saja.
Selanjutnya kita menentukan methodnya, method yang saya pakai MRM selanjutnya
melakukan iterasi yang dilakukan sebanyak 3 iterasi berikut cuplikan yang saya
berikan atas iterasi yang telah dilakukan:


Beriikutnya kita lihat nilai yang diperoleh setelah iterasi selesai dilakukan maka tampilan
finalnya seperti berikut :

Hasil penyelesaian masalah dapat dartikan bahwa karyawan A mengerjakan pekerjaan I
dengan biaya 15, karyawan B mengerjakan pekerjaan II dengan biaya 16, karyawan C
mengerjakan pekerjaan V dengan biaya 17, karyawan D mengerjakan pekerjaan IV dengan
biaya 16, dan untuk terakhir bagi pekerjaan tidak mendapatkan pasangan maka nilai 0 yang
terakhir pada kesuluruhan biaya dapat diperoleh 64.
C. TUGAS
1. Iya, sebab pada Model penugasan adalah model khusus dari suatu model program linear
yang serupadengan model tranportasi, perbedaannya adalah dalam model penugasan
penawaran pada tiap sumber dan permintaan pada tiap tempat tujuan dibatasi sebanyak satu
unit barang apa saja.
2. Iya masalah penugusan pastilah mempunyai karena kasus yang ditangani sama
dengan program linear yang dijalankan.

D. KESIMPULAN
Modul 7 ini dibahas masalah khusus program linear yaitu masalah penugasan, karakteristik
unik yang ada pada masalah-masalah ini adalah bahwa solusi tersebut memuat nilai-nilai
integer, bukannya nilai pecahan. Metode solusi masalah ini menjamin solusi integer,
mengingat metode solusi simpleks yang umum tidak menjamin solusi integer, untuk itu telah
dikembangkan pendekatan-pendekatan lain yang menghasilkan solusi integer.

E. LISTING
Terlampir












PERTEMUAN KE 8
PENYELESAIAN MASALAH
INTEGER LINEAR PROGRAMMING


A. TEORI
Terdapat tiga jenis model program liniar integer: model total integer, model 0-1
integer, dan model integer campuran. Dalam metode total integer semua variabel
keputusan diharuskan mempunyai nilai solusi integer. Adapun, dalam model 0-1
integer semua variabel keputusan mempunyai nilai integer satu atau nol. Terakhir,
dalam model integer campuran beberapa variabel keputusan (tapi tidak semua)
diharuskan mempunyai solusi integer.

B. PEMBAHASAN
Mungkin saya sebelum menjelaskan tentang alangkah baiknya saya beritahukan terlebih
dahulu dari program integer tersebut.
Pada saat penerapan metode simpleks menghasilkan nilai-nilai noninteger, kadang
diasumsikan bahwa nilai solusi tersebut dapat dibulatkan ke nilai integer terdekat, metode ini
tidak akan menyebabkan kesulitan, seumpama langsung kita menerapkannya pada kasus nyata
pada sekitar kita contohnya x1=8.004 paku dibulatkan menjadi 8.000 paku, mengingat harga
paku hanya beberapa rupiah saja atau bisa dikatakan sen per buahnya (saya tau kabar dari
amerika). Akan tetapi, jika kita sedang mempertimbangkan untuk memproduksi pesawat jet
dan x1=7,4 jet, maka pembulatan dapat mempengaruhi keuntungan (atau biaya) bermiliar-
miliar dolar.
Kita akan memasuki pada praktikum yang pertama seperti pada tampilan yaitu pada
penginputan pada program WinQSB:

Pada gambar diatas dapat diberitahukan bahwa untuk penginputan koma dilakukan atau
dianjurkan dengan menggunakan titik pada keyboardnya.
Selanjutnya kita mengisikan toleransi integer yang kamu inginkan, untuk kasus yang ada dilab
kemaren untuk pengisian ini pada semua kasus nilai yang dihasilkan baik itu maksimal
ataupun minimal hasil akhir tetap sama untuk itu padas toleransi ini saya beri nilai 0,010000 :

Berikutnya kita akan melihat hasil minimal dari kasus praktikum 1 :

Nilai yang dihasilkan 57,6421 jika diperoleh dari x1=6,9868 dan x2=8,8211

Latihan 1:
Penginputan pada WinQSB seperti berikut :

Nilai yang dihasilkan dapat dilihat pada latihannya
Selanjutnya kita menentukan toleransi integer saya beri nilai 0,000100 maka akan seperti berikut
tampilannya :

Langkahselanjutnya menentukan nilai maksimum yang diperoleh 99.000,000 jika x2=25.000,0000
dan x3=10.000,0000 akan tampila seperti berikut :


Latihan 2:
Menginputkan pada tool WinQSB :

Nilai dapat dilihat soal latihan ke-2
Berikutnya seperti biasa kita menentukan toleransi integer dengan saya asumsikan 0,100000 :

Untuk berikutnya kita akan melihat hasil minimum pada kasus soal berikut :

Dengan diperoleh nilai 2,0000 yang didapat dari x1=1,3333

Latihan 3:
Inputan dari program WinQSB seperti berikut hasilnya yang nilai dapat dilihat pada kasus soal latihan
yang ke tiga:

Berikutnya kita menentukan toleransi integer dengan asumsi biaya yang dimasukkan 0,000100
sehingga akan muncul seperti berikut :

Untuk terakhir kali kita melihat nilai dari biya maksimum yang ada dalam proyek tersebut :

Dapat diketahui nilai yang dihasilkan 101,4103 diperoleh dari x2=2,4872 dan x3=1,3077

C. TUGAS
1. Untuk tugas yang no.1 ini dapat dilihat dilisting yang terlampir
2. Linier programming merupakan suatu model umum yang dapat digunakan untuk
memecahkan alokasi suber daya yang terbatas secara optimal.
Sedangkan integer linier programming adalah salah satu bentuk khusus dari linier
programming, dimana bentuk fungsi batasan maupun tujuan mempunyai nilai-nilai
konstanta dari suatu variabel, dapat merupakan bilangan pecahan.

D. KESIMPULAN
Ada beberapa metode untuk menyelesaikan model program linear seperti contoh yang
diberikan pada praktikum. Metode solusi yang mudah dan sering disarankan untuk
digunakan adalah cara pembuatan (round off) nilai solusi pecahan menjadi nilai integer,
mungkin ada saran lain juga untuk pengisian toleransi integer yang diinginkan seperti pada
praktikum tidak ada perubahan nilai yang ada pada nilai akhirnya sebaiknya biar nilai
tersebut di default sendiri pada program toh entar juga nilai pun sama.

E. LISTING
Terlampir