Anda di halaman 1dari 25

0

Pembangunan Jaringan Komunikasi Antar


Perusahaan




Disusun Oleh :
Bangkit Surya Pratama / 13210032






UNIVERSITAS JANABADRA
FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2014
1

DAFTAR ISI


Halaman Judul ....................................................................................................... 0
Daftar Isi................................................................................................................ 1
Daftar Tabel .......................................................................................................... 2
Daftar Gambar ....................................................................................................... 3
Pendahuluan .......................................................................................................... 4
Metodologi dan Teori ............................................................................................ 7
Pembahasan ........................................................................................................... 14
Analisa................................................................................................................... 23
Kesimpulan ........................................................................................................... 24
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 25










2

DAFTAR TABEL
Analisa Anggaran .................................................................................................. 23
























3

DAFTAR GAMBAR

Analisa Anggaran .................................................................................................. 23
Enterprise Intranet Working ................................................................................. 15
Jaringan Data dan Vicon ....................................................................................... 16
Komponen Aplikasi Perusahaan ........................................................................... 17
Komponen Aplikasi .............................................................................................. 17
Konsep Infrastruktur Aplikasi ............................................................................... 20
Arsitektur Aplikasi Model Tiga Tingkat (Three Tier) ......................................... 21
















4

PENDAHULUAN

Perkembangan sistem informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya
perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan
oleh manajemen baik pada tingkat operasional maupun pimpinan. Perkembangan ini
telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam
pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi
yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakan dalam proses pengambilan
keputusan.
Meningkatnya penggunaan sistem informasi, telah membawa setiap orang
dapat melaksanakan berbagai kegiatan dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat
waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan sistem informasi dan jaringan
teknologi informasi untuk menjalankan berbagai kegiatannya.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai
berkembang semenjak tahun 1960an. Secara umum Sistem Informasi Manajemen
(SIM) didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan
untuk mendukung sistem operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan dalam
sebuah organisasi.

Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem Informasi Manajemen (SIM) sudah berkembang di Amerika Utara dan
Eropa. Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan bidang terapan yang
mendapatkan perhatian para pelaku bisnis sejak Teknologi Informasi. Pada awalnya,
tujuan utama ialah efisiensi, mengingat harga perangkat keras yang sangat mahal
(jutaan dollar). Secara perlahan komponen biaya perangkat keras menyusut. Namun
secara keseluruhan, anggaran tahunan TI sebuah organisasi cenderung untuk terus
meningkat. Permasalahan yang dihadapi bukan hanya di dibidang Ilmu Komputer,
Teknik Elektronika, atau Matematika. Kemudian diperlukan sebuah metoda
universal yang secara sistematis dan efektif dapat dengan cepat menanggulangi
permasalahan yang timbul dari waktu ke waktu.
5

Sistem Informasi Manajemen (SIM) mulai mendapatkan perhatian para
akademisi pada tahun 1960an. Para akademisi berupaya untuk menyelesaikan
permasalahan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dengan beraneka ragam kerangka
kerja (framework). Kerangka kerja tersebut sesuai dengan latar belakang pendidikan
masing-masing, seperti Ilmu Komputer, Ilmu Teknik Elektro, Ilmu Perpustakaan dan
Informasi, Ilmu Matematika dan Statistika, Bisnis dan Manajemen, serta berbagai
Ilmu Sosial lainnya seperti Psikologi, Budaya, Filsafat, dan ilmu lainnya
Keanekaragaman ini mendorong berbagai upaya untuk memperkenalkan
model-model kerangka kerja yang terpadu.
Institusi akademis yang pertama mengkhususkan diri dalam bidang Sistem
Informasi Manajemen ialah Management Information System Research Center
(MISRC) di Universitas Minnesota (1968). Kiprah MISRC banyak sekali
mempengaruhi perintisan perkembangan Sistem Informasi Manajemen sebagai
sebuah bidang ilmu. Pada tahun 1977, MISRC menerbitkan sebuah jurnal akademis
yaitu Management Information System Quarterly (MISQ). Pada tahun 1980, MISRC
turut membidani sebuah konferensi tahunan bergengsi yaitu International
Conference of Information Systems (ICIS). ICIS diselenggarakan setiap tahun pada
pertengahan bulan Desember. Kemudian berdirinya Association of Information
Systems (AIS) pada tahun 1994.
Kelompok ''Minnesota'' yang dimotori MISRC merupakan kelompok yang
lebih mengutamakan kepentingan ''akademis'' dan ''ilmiah'' dibandingkan dengan
aspek terapannya. Program pendidikan doktorat di Universitas Minnesota
mensyaratkan/mengharapkan bahwa lulusannya akan menjadi tenaga akademis di
Universitas lainnya. Karena telah meluluskan tenaga S3 bidang SIM sejak tahun
1970an, alumninya telah menyebar serta menduduki berbagai posisi senior pada
universitas terkemuka di berbagai belahan dunia. Sedangkan, perkembangan bidang
Sistem Informasi Manajemen di Eropa pun lebih menjurus ke bidang terapan.
Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Indonesia sudah
berkembang sejak lama, namun perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
di Indonesia tidak secepat di Amerika ataupu Eropa.
6

Makalah ini akan membahas pentingnya Sistem Informasi Manajemen (SIM),
permasalahan yang ada dan alternatif penyelesaian masalah dalam pengembangan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang ada di Indonesia.








Metodologi
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur, yaitu
dengan mengadakan pengumpulan data teoritis dari buku-buku yang mendukung
penulisan jurnal ini, serta berbagai artikel yang diperoleh dari internet.

Landasan Teori
Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang
di desain untuk dapat berbagi, berkomunikasi, dan dapat berbagi informasi.
Berdasarkan geografis, Jaringan komputer terbagi beberapa bagian diantaranya :
Local Area Network (LAN),Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area
Network (WAN). Berdasrkan fungsinya, Jaringan komputer terbagi atas : Client-
server dan Peer-to-peer.dan topologi jaringan dibedakan atas : Topologi Bus,
Topologi Bintang, Topologi Cincin, Topologi Pohon dan Topologi Linier.
Jaringan komputer menawarkan banyak fasilitas dalam hal anda bekerja dan
menghabiskan waktu dengan computer dan juga perangkat electronic lainnya yang
dengan dukungan jaringan yang anda bangun, anda akan secara umum mendapatkan
banyak keuntungna dan manfaat antara lain:
7

a) Bersama semua komputer yang ada dalam jaringan, anda bisa sharing /
berbagi koneksi broadband internet sehingga setiap orang bisa browsing internet
secara bersamaan.
b) Anda bisa akses email pribadi anda sementara yang lainnya chatting,
download lagu, video, atau bahkan bermain game online .
c) Bisa sharing berbagai macam dokumen dan file termasuk music, video,
photo, dll
d) Menyimpan semua file dokumen, pustaka music, video, photo digital,
dokumen lainnya di satu tempat yang bisa diakses secara bersama atau bahkan bisa
diberikan suatu keamanan siapa yang boleh baca tulis, atau siapa yang dapat akses
file apa dan siapa yang tidak boleh atau dilarang baca atau modifikasi file tersebut.
e) Anda bisa mengamankan jaringan komputer anda dengan secara terpusat dari
serangan dan ancaman keamanan dari internet.
f) Bersama seluruh / beberapa anggota keluarga anda bisa bermain game
multiplayer bahkan keluar internet online game bersama teman-teman anda didunia
maya.
g) Bisa berhemat dengan pemakaian printer, scanner, plotter, dan peripheral
lainnya secara bersamaan.
h) Dengan Storage area network (SAN), anda bisa memusatkan penyimpanan
data dan dokumen lainnya kedalamnya dan anda bisa mengelolanya dengan
administrasi sesuai kebutuhan.
2.2 Jaringan LAN (Local Area Network)
Jaringan LAN digunakan dalam rancangan adalah jaringan yang menghubungkan
beberapa komputer dalam satu lokal area (biasanya dalam satu gedung atau antar
gedung). Biasanya digunakan dalam rumah, perkantoran, perindustrian, universitas
atau akademik, rumah sakit, dan daerah yang sejenis. Pada jaringan LAN kecepatan
transmisi data dapat mencapai 1 sampai 100 megabit perdetik. Berbagai tipe Lan
telah dibangun dan diinstalasi, namun beberapa tipe menjadi lebih dominan dari yang
lain. Keuntungan menggunakan LAN adalah :
a) Akses data antar komputer berlangsung cepat dan mudah
b) Dapat menghubungkan banyak komputer
8

c) Dapat terkoneksi ke internet
d) Back Up data berlangsung lebih cepat dan mudah
2.3 Packet Tracer
Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan
konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device
hardware) terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan software ini. Simulasi
ini sangat bermanfaat jika membuat sebuah jaringan yang kompleks namun hanya
memiliki komponen fisik yang terbatas.
2.4 Routing
Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket
data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya.
Konsep dasar routing : Bahwa dalam jaringan WAN kita sering mengenal yang
namanya TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) sebagai alamat
sehingga pengiriman paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan).
TCP/IP membagi tugas masing-masingmulai dari penerimaan paket data sampai
pengiriman paket data dalam sistem sehingga jika terjadi permasalahan dalam
pengiriman paket data dapat dipecahkan dengan baik.

2.5 OSPF
OSPF adalah routing protocol jenis link state yang dengan cepat mendeteksi
perubahan dan mejadikan routing kembali konvergen dalam waktu singkat dengan
sedikit pertukaran data. OSPF menggunakan konsep area dengan routing domain
OSPF. Area memisahkan network menjadi lebih kecil untuk mengurangi jumlah
trafik protokol yang melalui network. Metric OSPF berdasarkan bandwith dari port.
OSPF memilih jalur yang mempunyai bandwith paling besar.
2.6 Server
Server adalah suatu sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu untuk
client dalam suatu jaringan komputer. Server dilengkapi dengan sistem operasi
khusus untuk mengontrol akses dan sumber daya yang ada di dalamnya biasanya
sistem operasi khusus tersebut disebut sistem operasi jaringan atau network operating
9

system. Selain itu Server didukung dengan dan RAM yang besar dan prosesor yang
bersifat scalable.
Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga
dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi
jaringan. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol
akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya
berkas atau pencetak, dan memberikan akses kepada stasiun kerja anggota jaringan.
2.7 Fungsi Router
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk
meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.
2.8 Bagian-bagian Roter
1. RAM
Fungsi utama RAM pada router adalah menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan
(running configuration) dan sistem operasi IOS yang aktif, menyimpan routing table,
menangani cache ARP, menangani fast-swtiching cache, menyediakan memori
sementara utk konfigurasi file, menangani paket buffer, mengelola antrian paket.
Sifat RAM adalah semua data yang disimpan akan hilang ketika kehilangan sumber
daya atau pada saat akan direstart.
2. NVRAM (Non Volatile RAM)
NVRAM berguna untuk menyimpan konfigurasi start-up (start-up configuration).
Isinya akan tetap ada walaupun router kehilangan power.
3. FLASH MEMORY
Flash berguna untuk menyimpan IOS (Operating System Image). Memory ini bisa
menyimpan berbagai versi software IOS. Merupakan jenis EEPROM (Electronically
Erasable Programmable ROM), jadi walaupun router kehilangan power, isinya tetap
ada.
4. ROM
ROM berguna untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur
proses dan menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS Image.
5. INTERFACE
10

Interface merupakan komponen eksternal dari suatu router. Sebelum menkonfigurasi
router, masing-masing fungsi komponen tersebut harus diketahui terlebih dahulu
karena komponen yang akan dikoneksikan ke router menggunakan interface yang
berbeda tergantung komponennya yang akan dihubungkan. Gambar di atas
memperlihatkan interface standar yang dimiliki oleh sebuah router yang meliputi:
Serial Ports, terdiri dari Serial0 dan Serial1
Fast Ethernet Ports, pasti sudah pada kenal semua
Console Port, port untuk menghubungkan router degan dunia luar, port ini
akan terhubung ke serial port di PC kita dengan menggunakan kabel Roll Over
Auxiliary Port, hampir sama dengan Console Port, dan tidak semua port ini
dimiliki oleh router
Power Switch, untuk power
Bagaimana kita dapat terhubung ke router? Kita dapat memilih alternatif dibawah
ini, yaitu melalui:
Port Console
Port Aux
Telnet (Ethernet atau Serial Port)
Untuk Fast Ethernet, saya kira tidak ada kesulitan, karena hampir semua sudah
mengenal. Yang perlu diperhatikan adalah koneksi serial. Koneksi ini mempunyai
dua sisi, yaitu DTE dan DCE. DTE (Data Terminal Equipment) disebut juga koneksi
male(jantan), sedangkan DCE (Data Circuit-terminating Equipment) disebut koneksi
female (betina).
Topologi Jaringan
Topologi jaringan atau arsitektur jaringan adalah gambaran perencanaan
hubungan antar komputer dalam Local Area Network, yang umumnya
menggunakan kabel (sebagai media transmisi), dengan konektor, ethernet
card dan perangkat pendukung lainnya.
Ada beberapa jenis topologi yang sering terdapat pada hubungan komputer
pada jaringan local area, seperti:
11

Topologi Bus
Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup,
dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam kabel dengan
topologi ini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision
terjadi.
Keuntungan:
murah, karena tidak memakai banyak media, kabel yang dipakai
sudah umum (banyak tersedia dipasaran)
setiap komputer dapat saling berhubungan langsung.
Kerugian:
Sering terjadi hang / crass talk, yaitu bila lebih dari satu pasang
memakai jalur diwaktu yang sama, harus bergantian atau ditambah
relay.
Topologi Ring
Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node.
Signal mengalir dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya
collision, sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat
cepat.
Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran (seperti bus tetapi
ujung-ujung bus disambung). Data yang dikirim diberi address tujuan
sehingga dapat menuju komputer yang dituju. Tiap stasiun (komputer) dapat
diberi repeater (transceiver) yang berfungsi sebagai:
o Listen State
Tiap bit dikirim kembali dengan mengalami delay waktu.
o Transmit State
Bila bit yang berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater akan
mengembalikan ke pengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring,
repeater yang tengah memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak
dikirimnya harus menampung dan memancarkan kembali.
o Bypass State
Berfungsi untuk menghilangkan delay waktu dari stasiun yang tidak aktif.
12

Keuntungan:
Kegagalan koneksi akibat gangguan media, dapat diatasi dengan
jalur lain yang masih terhubung.
Penggunaan sambungan point to point membuat transmission
error dapat diperkecil
Kerugian:
Data yang dikirim bila melalui banyak komputer, transfer data
menjadi lambat.
Topologi Star
Karakteristik dari topologi jaringan ini adalah node (station) berkomunikasi
langsung dengan station lain melalui central node (hub/switch), traffic data
mengalir dari node ke central node dan diteruskan ke node (station) tujuan.
Jika salah satu segmen kabel putus, jaringan lain tidak akan terputus.
Keuntungan:
Akses ke station lain (client atau server) cepat
Dapat menerima workstation baru selama port di centralnode
(hub/switch) tersedia.
Hub/switch bertindak sebagai konsentrator.
Hub/switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah
jumlah station yang terkoneksi di jaringan.
User dapat lebih banyak dibanding topologi bus, maupun ring.
Kerugian:
Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua
komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan/dipersilahkan
dengan cara random, apabila hub/switch mendetect tidak ada jalur
yang sedang dipergunakan oleh node lain.
Topologi Tree / Hierarchical (Hirarki)
Tidak semua stasiun mempunyai kedudukan yang sama. Stasiun yang
kedudukannya lebih tinggi menguasai stasiun dibawahnya, sehingga jaringan
sangat tergantung dengan stasiun yang kedudukannya lebih tinggi
13

(hierachical topology) dan kedudukan stasiun yang sama disebut peer
topology.
Topologi Mesh dan Full Connected
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah
saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral
dikurangi 1 (n-1)





PEMBAHASAN
Perusahaan harus mengembangkan dan mengintegrasikan jaringan infrastruktur data
sistem informasi manajemen yang diterapkan antara kantor pusat dengan kantor
cabang, agar layanan yang diberikan kepada cabang dan pelanggan bisnis menjadi
lebih fleksibel dan agresif aman dan handal serta akurat. Perusahaan perlu
direncanakan/ usulkan pengembangan dan integrasi jaringan infrastruktur dan sistem
informasi manajemen sebagai berikut :
1. Sistem yang mampu mengintegrasikan Kantor pusat dengan cabang yang
berada dalam radius 60 Km dan Cabang lainnya yang berada di Pulau lainnya
agar mudah diakses, dimonitor, aman, handal, dan akurat tanpa batasan waktu
dan tempat.
2. Sistem ini mampu meningkatkan perfomasi dan kompetisi sumber daya
manusia maupun perusahaan agar sesuai dengan trend bisnis modern dan
komunikasi global.
3. Untuk pengembangan jaringan komunikasi data perusahaan mengusulkan
memakai teknologi jaringan berupa VPN IP MPLS.
4. Dalam sistem aplikasi dapat diterapkan sistem secara online untuk
meningkatkan pelayanan.
5. Support service untuk suara dan data yang berkualitas, handal, dan akurat
(reliability) dengan kecepatan yang memadai.

14


Enterprise Intranet Working
Perusahaan yang mempunyai Kantor Pusat serta beberapa cabang dengan
tingkat kebutuhan akses data yang tinggi dan bandwidth yang besar secara terus
menerus yaitu : Kantor Pusat Medan, regional Jakarta, cabang Medan, Binjai,
Siantar, Rantau Prapat, Pekan Baru, Padang, Lhoksemawe, dan lain-lain. Dengan
memanfaatkan sistem informasi tersebut para karyawan atau kelompok kerja
dalam organisasi seolah-olah terhubung sangat dekat secara virtual meskipun
secara fisik berada sangat jauh. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari
hal tersebut diatas sebagai berikut:
1. Memperlancar workflow intern perusahaan dalam hal akses dan transfer
informasi
2. Memperlancar distribusi informasi internal dalam hal inventory dan ordering
3. Memperluas jangkauan publikasi intranet perusahaan.
4. Akses sistem informasi dan database lebih terpadu sehingga lebih
memudahkan akses dan updating data dari lokasi-lokasi yang secara fisik
berjauhan.
5. Tingkat keamanan terjamin, karena masih menggunakan jaringan tertutup.
Model Infrastruktur Jaringan Komunikasi
Infrastruktur teknologi jaringan komputer dibangun atau dirancang dengan
15

melihat kebutuhan dan geografi wilayah nusantara dan dapat dilakukan dengan
fasilitas yang sudah dimiliki bangsa ini yaitu antara lain melalui: satelit, jaringan
kabel telpon, jaringan telpon tanpa kabel (wireless), frekwensi radio, dan lain-lain.
Pemilihan infrastruktur transmisi tersebut juga perlu dipertimbangkan dari sisi
efisiensi eknonomi pembiayaan. Transmisi satelit cukup baik pada tempat yang
tidak terjangkau oleh saluran telpon akan tetapi biaya pembangunan dan
operasionalnya cukup mahal. Model infrastruktur jaringan komunikasi data dan
vicon VPN IP MPLS yang akan diterapkan di perusahaan dapat dilihat pada
Gambar 3. Pada jaringan komunikasi data ini dapat juga dipakai untuk voice,
sehingga antar kantor pusat dan cabang bisa berkomunikasi melalui pesawat


Jaringan Data dan Vicon

16



Komponen Aplikasi Perusahaan
Perusahaan akan menerapkan infrastruktur aplikasi pada jaringan Wide
Area Network (WAN) mengunakan VPN IP MPLS, masing-masing menciptakan
suatu pondasi yang kokoh untuk menyebarkan dan mengoperasikan suatu sistem
aplikasi. Komponen-komponen yang berbeda jaringan, perangkat keras, dan
infrastruktur aplikasi bekerja sama untuk menjalankan aplikasi perusahaan.
Komponen-komponen yang terkait yang dapat menyediakan infrastruktur aplikasi
dibedakan sebagai berikut :
1. Aplication
2. Aplication Infrastructure element
3. Hardware
4. Network Service
Aplication
Didalam lingkungan Aplication, ada beberapa perangkat lunak yang dapat
mendukung yaitu terdiri dari Custom Aplication (contoh program aplikasi Magic
Retail Information System yang sudah terintegrasi kesemua bagian yang terkait),
17

SQL Server Pervasiv 8, Remote Aplication Server (Terminal Service),
Management Server (server yang digunakan untuk mengontrol client) dan Mail
Server.
Aplication Infrastructure element
Aplikasi yang mendukung terdiri dari beberapa element yaitu SQL Server
(SQL yang akan diterapkan adalah SQL Server Pervasiv 8), Remote Aplikasi
Server (Remote desktop, Radmin dll), Management Server (Sistem Operasi server
yang digunakan untuk mengontrol komputer client), dan Mail Server internal
perusahaan.
Hardware
Hardware yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional berupa
komputer server, media penyimpanan data (Storage Device) dan komputer
Workstation sebagai client.
Network Service
Alat yang untuk mendukung jaringan (network) yaitu Router (sebagai
penghubung antar LAN), pendukung VPN IP MPLS, Switch, dan Other Network
Device yang digunakan.
Kompenen-komponen yang terkait tersebut dapat dilihat pada gambar 7.

Komponen Application
18


Konsep Infrastruktur dan Arsitektur Aplikasi
Untuk infrastruktur aplikasi yang baik dapat memahami kebutuhan
infrastruktur aplikasi perusahaan. Komponen yang mendukung pada konsep
infrastruktur aplikasi perusahaan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Coorporate Service
Suatu departemen Information Teknologi (IT) diperusahaan yang bertanggung
jawab atas pemeliharaan dan pengontrol data secara terpusat maupun koneksi
jaringan.
2. Intranet Service
Menerapkan keamanan antar sistem jaringan intranet perusahaan, sehingga
user yang tidak berhak tidak dapat menaksesnya. Sistem yang diterapkan
harus sesuai dengan kebutuhan manajemen dan kemampuan perusahaan.
3. Service User
User service intranet juga membutuhkan pengamanan dijaringan maupun data
yang dimiliki oleh user, dan melayani kebutuhan user.
4. Kantor cabang mungkin secara teknis lebih sedikit tenaga Information
Teknologi (IT) berkompeten dibandingakan dengan kantor pusat. Setiap
kantor cabang mempunyai kebutuhan yang berbeda sesuai dengan
perkembangan outlet/cabang tersebut.
5. Layanan VPN
Kebutuhan akan layanan VPN memeprtimbangkan bandwidth sesuai dengan
yang dibutuhkan perusahaan dan juga jaringan penghubung harus ada.
Konsep infrastruktur aplikasi yang digunakan diperusahaan retail ini dapat dilihat
pada gambar 6.
19



Konsep Infrastruktur Aplikasi
Semakin besarnya jumlah data, permasalahan maka semakin besar juga
beban kerja server, sehingga proses server menjadi lambat. Untuk mengatasi
permasalahan ini perusahaan harus membagi pekerjaan database server dengan
menerapkan arsitektur three tier, seperti pada gambar 7 .
20


Arsitektur Aplikasi Model Tiga Tingkat (Three Tier)
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Pada tahap implementasi sistem komunikasi jaringan perusahaan
menggunakan layanan VPN (Virtual Privat Network) berbasis teknologi IP MPLS
(Internet Protokol Multi Protocol Label Switching). Tujuan dari sistem
komunikasi jaringan perusahaan ini adalah untuk menjalankan aplikasi-aplikasi
yang digunakan oleh perusahaan, Vicon, VoIP, Aplikasi dan mentransfer data
antar Head Office dengan cabang (outlet) secara Point to Point.
Sistem Operasi yang digunakan yaitu Windows 2003 Server dan Windows
2000 Profesional. Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem
supaya siap untuk dioperasikan pada keadaan yang sebenarnya, sehingga akan
diketahui sistem yang dibuat benar-benar dapat menghasilkan tujuan yang
diinginkan.
Pengujian Sistem
Pada sistem jaringan komunikasi data maupun VoIP, komputer server
21

berperan sebagai PC router yang menghubungkan antara jaringan LAN Kantor
Pusat Medan, Jakarta dan beberapa cabang lainnya (intranet). Pengaturan hak
akses dilakukan pada sistem operasi server. No IP dari tiap komputer yang
diperbolehkan akses intranet harus didaftarkan Default Gateway (IP LAN) yang
terdaftar pada router.
Untuk komunikasi VoIP harus dihubungkan dari router dengan pesawat
telepon dimana harus melewati PBX telepon. Apabila syarat diatas terpenuhi,
maka program otomatis akan terhubung sehingga komputer klien dan suara dapat
diakses.
Dalam kondisi normal/default komputer klien tidak dapat melakukan akses
intranet, hal ini dikarenakan adanya aturan yang terdapat pada settingan windows.
Pengubahan aturan ini bisa dilakukan secara otomatis ketika klien melakukan
login dan memenuhi persyaratan sistem. Perubahan file settingan tersebut melalui
sistem secara otomatis, bisa juga dilakukan secara manual oleh administrator
jaringan. Sehingga administrator jaringan bisa saja memberi hak akses istimewa
pada komputer klien tertentu.

Jaringan komunikasi retail yang telah dibangun menggunakan VPN IP
MPLS dengan koneksi lebih cepat dan sangat cocok untuk diterapkan di
perusahaan retail.











22

ANALISA ANGGARAN

Rancangan Kebutuhan Biaya
Biaya inisial merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk tahapan implementasi
rancangan jaringan :
Biaya Inisial terdiri dari :
Biaya Pembelian Peralatan = Rp. 307.396.400,-
Biaya Instalasi = Rp. 725.000,-
Biaya Pemeliharaan 1 tahun = Rp. 312.000.000,-
Total Kebutuhan Biaya = Rp. 620.121.400,-
Adapun rincian biaya, sebagai berikut :
Biaya Pembelian Peralatan :

23



KESIMPULAN

Dengan diselesaikannya paper ini yang mencakup analisa dan perancangan jaringan
komunikasi antar cabang diperoleh beberapa kesimpulan:
1. Sistem informasi dan jaringan intranet VPN IP MPLS untuk perusahaan
digunakan sebagai pendukung untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan.
2. Kebutuhan akan teknologi informasi yang handal menjadi sangat penting bagi
perusahaan untuk menghubungkan antara kantor pusat dengan beberapa kantor
cabang didaerah.
3. Jaringan privat (intranet) yang diterapkan akan membantu dan mempercepat
penyebaran informasi dan transfer data, meningkatkan pelayan kepada publik, serta
efisiensi proses dan manajemen kerja (office automation).
4. Tindakan pengamanan yang dilakukan cukup menonjol mencakup pengamanan
secara fisik, pembuatan kebijakan keamanan, dan perlindungan jaringan dengan
menggunakan program anti virus, domain controller, group police dan program
security lainnya.
5. Implementasi jaringan komunikasi dapat mengontrol semua client yang berada
pada beberapa lokasi yang terpisah.











24

DAFTAR PUSTAKA
Awduche D (1999). MPLS and Traffic Engineering in IP Networks. IEEE
Communications Magazine.
Black, Uyless (1998). The Intelligent Network, Mengkustomasi Layanan dan
Jaringan Telekomunikasi. Andi. Yogyakarta.
Boardman, Bruce. (2002). MPLS VPNs: The Real Deal. Jurnal
http://www.networkcomputing.com/1312/1312ws1.html
Cisco Systems. Internet Connectivity Options. White Paper. URL:
http://www.cisco.com/en/US/tech/tk436/tk428/technologies_white_paper0
9186a00801281f1.shtml 08/29/2004).
Cisco Systems. Security of the MPLS Architecture. White Paper. URL:
http://www.cisco.com/warp/public/cc/pd/iosw/prodlit/mxinf_ds.htm
(09/11/2004).
Hutapea , Tommy P.M. (2003) Virtual Private Network ( VPN ) Dynamic
Jawaban Keamanan untuk Intranet Pada Suatu Perusahaan.
di:http://tommy.wintersat.com
NetPlane Systems. Layer 3 Switching Using MPLS. White Paper. URL:
http://www.netplane.com/pdf/Layer%20switching%20whitepaper%20July27_FIN
AL.pdf (09/08/2004).
Rosen, Eric., et al (2001). Multiprotocol Label Switching Architecture. RFC
3031 IETF. January 2001 URL: http://www.ietf.org/rfc/rfc3031.txt