Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM

SEDIAAN LIQUID

PARACETAMOL ELIXIR






DISUSUN OLEH KELOMPOK II-A

BAYU PRASAJA (08040018)
NUR DJAHRAH UMAMI (08040019)
SAIHUN ALIF ALFIAN (08040020)
PD. INDRIANTY P. (08040021)
PRISCA YUNIAR M. (08040022)
JASMI HARJO (08040023)
M. ZULKIPLI HARDI (08040024)
IKRIMA KHAERUN NISA (08040025)
NORMA YULINA H. (08040026)
MELLA FRISTIA ARMY (08040027)
SYARIFAH HANIA A. (08040029)
RENY OKTAVIA S. (08040030)
FENI IKA NURHAYATI (08040031)
ANISA RAHMA M. (08040033)
ARIANTY PURNAMASARI (08040034)


PROGRAM STUDI FARMASI
FAKLUTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2010-2011
KATA PENGANTAR


Alhamdulillahirabbil'alamin, puja dan puji syukur penulis haturkan kepada Allah
SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini, dan tidak lupa shalawat dan salam selalu kami lantunkan untuk Nabi
Muhammad SAW karena perjuangan beliau lah, penulis dapat merasakan nikmatnya Islam.
Akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini walaupun sangat sederhana.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pihak yang mendukung
terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini tak lepas dari kesalahan dan kekurangan,
untuk itu penulis mohon maaf yang sebesar sebesarnya. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca.
Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini berguna sehingga dapat bermanfaat
bagi kita semua. Amiin.


Penulis


PENDAHULUAN


Paracetamol adalah metabolit aktif dari penasetin yang bertanggung jawab akan efek
analgesiknya. Merupakan hambatan prostaglandin lemah dalam jaringan perifer dan tidak
memiliki efek antiinflamasi yang signifikan. Efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus
aminobenzen. Paracetamol mengandung tidak kurang dari 98% dan tidak lebih dari 101,0%
C
8
H
9
NO
2
dihitung zat yang telah dikeringkan.
Berbeda dengan obat analgesic yang lain seperti aspirin dan ibuprofen. Paracetamol
tidak memiliki sifat anti radang. Jadi, paracetamol tidak tergolong dalam obat jenis NSAID.
Paracetamol tidak menimbulkan iritasi pada lambung atau mengganggu gumpalan darah,
ginjal, atau duktus arterious pada janin.

Pemerian
Serbuk hablur, tidak berbau, rasa sedikit pahit.

Kelarutan

Khasiat dan Penggunaan



Pengertian Elixir
Elixir adalah sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan bau sedap,
mengandung selain obat, juga zat tambahan seperti gula dan atau zat pemanis, zat warna, zat
wewangi dan zat pengawet, digunakan sebagai obat dalam (FI III)

Rancangan Formula
Senyawa Aktif Efek/Khasiat Efek Samping Karakteristik
Fisika
Karakteristik
Kimia
Acetaminophen
(Paracetamol)
- Analgesik
- Antipiretik
- Dapat merusak
hari pada
penggunaan
jangka panjang
dan dosis
berlebihan
- Mengantuk
- Gangguan GIT
- Insomnia
- Tremor, gelisah
- Takikardia
- Mulut Kering
- Agak sukar
larut dalam air
- Kelarutan :
Air = 1:70
Gliserin = 1:40
PG = 1:9
PEG = 1:5
Alkohol = 1:7
- Tahan
Pemanasan
pH : 3,8-6,1
pKa : 9,5
Tidak mudah
teroksidasi
TL : 169-172
BJ : 1,21-1,23

Bahan Aktif Terpilih : Acetaminophen (Paracetamol)
Bentuk Sediaan Terpilih : Elixir
Alasan : ditujukan untuk anak-anak usia 1-12 tahun sehingga anak usia 6-12 tahun lebih
mudah dalam meminum obat tersebut.

Dosis dan Jumlah Kemasan
Konsumen yang ditujukan : anak-anak umur 1 12 tahun.
Usia Bobot (Kg) Rata-Rata
Bobot (Kg)
Dosis Paracetamol
(mg) Tahun Bulan Pria Wanita
1 0 8,1 7,6 7,85 120
2 0 9,6 9,3 9,45 141,67
3 0 11,4 11,0 11,2 163,2
4 0 13,0 12,6 12,8 184,8
5 0 14,4 14,2 14,3 206,4
6 0 15,8 16,2 16 228
6 6 16,6 16,7 16,65 250
7 6 18,9 17,5 17,20 291,67
8 6 20,9 20,0 20,45 333,34
9 6 22,0 21,9 20,95 375
10 6 23,9 24,7 24,3 416,67
11 6 26,9 28,4 27,65 458,34
12 6 29,1 32,6 30,85 500

Perhitungan Dosis (Martindale)
Dosis
0,5 1 gram, maksimal 4 g perhari dosis terbagi. Anak-anak sampai 1 tahun, 120 mg.
1 5 tahun sebanyak 250 mg, 6 12 tahun sebanyak 250-500 mg.
Konsumen yang dituju
Anak-anak 1 12 tahun
Dosis Pemakaian
Anak-anak pada rentang 1 12 tahun lebih mudah untuk meminum obat dalam
bentuk cairan/larutan.
Dosis Pemakaian : Anak-anak 1 6 tahun = 120 250 mg
Anak-anak 1 12 tahun = 250 500 mg
Lama Pengobatan : 3 hari
Bila dalam 1 sendok takar 5 ml mengandung 120 mg paracetamol, maka dosis pakai :
1 6 tahun : 1 2 takar (120 mg-240 mg)
6 12 tahun : 2 4 takar (240 mg-480 mg)
Volume yang dibutuhkan
1 6 tahun : 1 2 sendok takar
o 1 hari = (5 mL 10 mL) x 4 = 20 40 mL
o 3 hari = (20 mL 40 mL) x 3 = 60 120 mL
6 12 tahun : 2 4 sendok takar
o 1 hari = (10 mL 20 mL) x 4 = 40 80 mL
o 3 hari = (40 mL 80 mL) x 3 = 120 240 mL
Dipilih Kemasan Terkecil : 120 ml
Alasan : lebih efektif dan efisien untuk semua konsumen yang dituju dank arena
pertimbangan jumlah pemakaian (3hari) dibuat untuk tidak bias banyak karena
stabilitas bahan aktif pada penyimpanan.

Rencana Spesifikasi
Bentuk Sediaan Larutan/Elixir
Kadar Bahan Aktif 90 % 110 % (FI IV : 651)
Dosis 120 mg/5 ml
pH Sediaan 5,5 6,5
Kemasan Terkecil 120 ml
Warna Oranye
Bau Jeruk
Rasa Manis


Macam-macam bahan
1. PELARUT
BAHAN PEMERIAN KELARUTAN ADI KET. LAIN
Aqua
destilata
Cairan jernih
tidak
berwarna,tidak
berbau,tidak
berasa

Alcohol 95%
HPE 18
Cairan tidaka
berwarna jernih
,mudah
menguap,dan
mudah bergerak
bau khas,rasa
panas
Syarat mudah
larut dalam
air,dlm
kloroform ,dl
meter derta
hamper semua
pelarut organik
BJ: 0,811 g/cm3
Pada 20C
Propilenglikol
HPE 625
Jernih,kental,
tidak
berbau,tidak
berwarna, sdikit
pedas
Dapat larut dlm
aseton,
kloroform, etanol
95%,gliserin,air,
tdk tercampur
dgn minyak dan
mineral
25 mg/BB
195 mg/5 ml
BJ: 1, 038 g/cm3
Pada 20C
Gliserin
HPE 301
Jrnih,tdk
berbau,tdk
berwarna,kental,
higroskopis,
manis 0,6x
sukrosa
Dapat campur
dgn air dan
methanol serta
alcohol

1,0-1,5 g/BB BJ: 1,26 g/cm3
Pada suhu 20C
Rentan pemakaian
pelaruut organic
untuk formulasi
perenteral 50%
Pemanis pada
elixir 20%
Sebagai pemanis
pada konsentarasi
20%
Sbgi pengawet
pada konsentrasi
<20%





2. PEMANIS
BAHAN PEMERIAN KELARUTAN ADI KET. LAIN
Sacharin
Na
HPE 638
Serbuk kental yg
berwarna putih,tdk
berbau,
efloresen,manis,
kemanisan 200x lebih
manis dari sukrosa
Dlm etanol 1:102
Dlm etanol 95%
1:50
Dlm propilengilkol
1:3,3
Dlm air 1:1,2
Dlm pH 4,0 1:1,21
Dlm pH 7,0 1:1,21
2,5mg/kg
BB
pH=6,6 dlm 0% w/v
larutan 5-25mg/100ml
obat minum
density 0,8-1,1 g/cc
76%
saccharin Na0,86 g/cc
84%
saccharin Na rentan
oral sirup 0,02-0,5%
Gliserin
HPE 301
Jernih,tidak berbau,tdk
berwarna, kental,
higroskopis, manis
0,6x sukrosa
Dapat campur dgn
air dan methanol
serta alcohol dlm
eter 1:500
Dlm etil setat 1:11

1,0-
1,5g/BB
BJ: 1,26 g/cm3
Pada suhu 20C
Rentan pemakaian
pelaruut organic untuk
formulasi perenteral
50%
Pemanis pada elixir
20%
Sebagai pemanis pada
konsentarasi 20%
Sbgi pengawet pada
konsentrasi <20%
Sukrosa
HPE 745






Kristal tdk berwarna,
putih, tdk berbau,
manis





Dlm etanol 1:400
Dlm etanol 95%
1:170
Dlm propan 2-
0,1=1:400
Dlm air 1:0,5
Dlm air mendidih
1;0,2








Konsentrasi 67%w/v
Sorbitol
HPE 419
Tdkberwarna,putih,Kri
stal,bubuk higroskopis
tingkat kemanisan 50-
60%dari kemanisan
sukrosa
Dlm etanol 95% 1:
25
Dlm etanol 82%
1:8,3
Dlm methanol agak
larut
>20
g/hari




3. PENGAWET
Fungsi Bahan Macam macam bahan dan
karakteristiknya
Bahan terpilih, kadar
dan alasannya
1. Pengawet
(preservatif)
Natrium Benzoat (HPE hal:662)
Pemerian:
Granul putih/kristalin, sedikit
higroskopik, tidak berbau, tidak
berwarna, tidak manis dan asin.
Kelarutan : Pada T = 20
o
C
Etanol 95% =1: 75
Etanol 90% =1: 50
Air =1: 1,8
Air (100
o
C) = 1:1
0,02 -0,5 %
ADI: 5mg/KgBB
pH: 8 (aktif)
inaktif pada pH 5
Nipagin (Metil Paraben) (HPE hal:467)
Pemerian:
Kristal tidak berwarna atau serbuk
kristalin, berwarna putih,tidak berbau/
berbau lemah, rasa sedikit membakar
Kelarutan : Pada T = 25
o
C
Etanol =1: 2
Etanol 95% =1: 3
Etanol 50% =1: 6
Eter =1: 10
Glicerin = 1:60
0,15%-0,2%
ADI: 10 mg/KgBB
Nipasol (Propil Paraben) (HPE hal:629)
Pemerian:
Kristal putih, tidak berbau, tidak berasa
Kelarutan : Pada T = 20
o
C
Dalam Aceton sangat larut
Etanol =1: 1,1
Etanol 50% =1: 5,6
Eter sangat larut
Glycerin =1: 2500
Mineral oil =1: 3330
Minyak Ikan = 1:70
Air = 1:2500

0,01%-0,2%
ADI:10mg/KgBB

4. PEWARNA
2. Pewarna Allura Red (martindale)
Pemerian: Serbuk Merah tua
Kelautan : Larut dalam air
Inkompaktibilitas : -
Ket. Lain : berdasarkan Penelitian FAO
tidak karsinogen
ADI: 7 mg/KgBB
Amaranth (martindale)
Pemerian : Serbuk coklat kemerahan
Hampir tidak berbau dengan rasa saline
ADI:730 mg/KgBB
Kelarutan: larut dala air 1:15
Sangat sedikitlarut dalam
alkohol
Inkompaktibilitas dengan cetrimide


Larutan Dapar (FI III : 14-15)
Larutan dapar fosfat umumnya digunakan larutan dapar fosfat, larutan dapar borat, dan
larutan dapar lain yang mempunyai kapasitas dapar rendah. Jika disebutkan pH dalam
paparan obat jadi, pengaturan pH dilakukan dengan penambahan asam, basa, atau larutan
dapar yang tertera pada daftar berikut ini, hingga pH dikehendaki :
1. Larutan dapar Fosfat
Larutan NaH
2
PO
4
. 2H
2
O
2,55 % (ml)
Larutan Na
2
HPO
4
.12H
2
O
1,85% (ml)
pH
1 9 7,6
2 8 7,3
3 7 7,05
4 6 6,85
5 5 6,65
6 4 6,45
7 3 6,25
8 2 6,05
9 1 5,7
9,5 0,5 5,3

2. Larutan dapar Fosfat Isotonis
Larutan NaH2PO4
0,8 % (ml)
Larutan Na2HPO4
0,947% (ml)
pH
NaCl yang
diperlukan untuk
90 10 5,9 0,52
80 20 6,2 0,51
70 30 6,5 0,50
60 40 6,6 0,4
50 50 6,8 0,48
40 60 7,0 0,46
30 70 7,2 0,45
20 80 7,4 0,44
10 90 7,7 0,43
5 95 8,0 0,42

Dalam Famakope Indonesia edisi IV : 1144, tercantum tentang Dapar Fosfat-Sitrat :
Dapar Fosfat-Sitrat pH 7,2 campur 87,0 mL larutan natrium fosfat dibasa
dodekahidrat P 7,15 % dengan 13,0 mL larutan asam sitrat P 2,1 %
Dapar Fosfat-Sitrat pH 7,6 campur 6,35 mL larutan natrium fosfat dibasa
dodekahidrat P 0,2 M secukupnya hingga 100 mL

Dapar Fosfat
1. Na
2
HPO
4

Pemerian : Hablur tidak berwarna, tidak berbau, rasa asin, dalam udara
kering rapuh.
Kelarutan : Larut dalam 5 bagian air, sukar larut dalam etanol (95%)
Inkompatibilitas : dengan alkaloid, antipyrine, khloralhidrat, ion asetat
Pyrogaliol, Resolsinol, dan asam glukonate dan ciproxo.

2. NaH
2
PO
4

Pemerian : Tidak berbau, tidak berwarna, granul (bentuk anhidrat).
Kelarutan : Larut dalam 1 bagian air, sangat larut dalam etanol (95%)
Inkompatibilitas : Dengan asam mineral, biasanya dengan bahan alkali dan
karbonat

PERHITUNGAN DAPAR
- Sediaan yang digunakan pH 6,0
- Menggunakan dapar Fosfat
o pKa1 : 2,15 ( H
3
PO4) Na
3
HPO
4

o pKa2 : 7,20 (H
2
PO4
-
) Na
2
HPO
4

o pKa3 : 12,38 (HPO4
2-
) NaH
2
PO
4

- pKa yang digunakan adalah pKa
2
karena mendekati dengan pH sediaan (pH = 6,0)
dengan H
2
PO4
-
sebagai asam dan Na
2
HPO
4
sebagai garam.
pH : pKa + Log


6,0 : 7,20 + log


-1,2 : log


0,063 :


0,063 H
2
PO4
-
: NaH
2
PO
4

Kapasitas Dapar
pKa : 7,20 Ka = 10
-7,2
= 6,31 x 10
-8

pH : 6,0 H3O
+
= 10
-6


Persamaan Van Slyke
: 2,3 C [(Ka) x (H3O+)]
[(Ka) + (H3O+)]
0,02 : 2,3 C [(6,31x10-8) x (10-6)]
[(6,31x10-8) + (10-6)]
0,02 : 0,128 C
C : 0,156 M
C : garam + asam
0,156 : (Na
2
HPO
4
) + (H
2
PO
4
-
)
0,156 : 0,063 (H
2
PO
4
-
) + (H
2
PO
4
-
)
0,156 : 1,063 (H
2
PO
4
-
)
(H
2
PO
4
-
) :


(H
2
PO
4
-
) : 0,147 M

(Na
2
HPO
4
) : 0,063 x (H
2
PO
4
-
)
: 0,063 x 0,147 = 9 x 10
-3
M

Untuk Na
2
HPO
4
.2H
2
O
Na2HPO4 =



9 x 10-3 =


Massa Na2HPO4 = 0,0766 g ~ 76,66 mg
Berat Na2HPO4.2H2O =


x massa
=

x 76,7 mg
= 96,1614 mg


Untuk NaH
2
PO
4
.2H
2
O
NaH2PO4 =



9 x 10-3 =


Massa NaH2PO4 = 1,0582 g ~ 1058 mg
Berat NaH2PO4.2H2O =


x massa
=

x 1058 mg
= 1,3757 g

Perhitungan Expiration Date
Paracetamol pada pH 6,0 : t = 21,8 (martindale)
Dengan menggunakan rumus
Log k = (2,303 / t ) x log (Co/Ct)
Maka :
Log k = (2,303 / t ) x log (Co/ Co)
Log k = (2,303 / 21,8) x log 2
Log k = 0,0318
Sehingga diperoleh nilai T
90
sebesar :
Log k = (2,303 / t ) x log (Co/Ct)
0,0318 = (2,303 / T
90
) x log (Co/0,9 Co)
0,0318 = 0,105 / T
90

T
90
= 3,31 tahun
Jadi, masa kadaluarsa paracetamil kurang lebih 3,31 tahun dari tanggal pembuatan.

MATRIX BAHAN TERPILIH











Bahan Aktif Paracetamol
Sifat :
- Bentuk padat
- Agak sukar larut air
Sediaan oral elixir
Ditujukan untuk anak-anak
Bahan Tambahan
warna dan
bahan obat
tidak aseptabel
Stabil pada
pH 3,8-6,1
Bahan Oral
Rasa Pahit
Adanya
media Air
Bahan kurang
larut dalam
air
Media untuk
pertumbuhan
mikroba
Untuk
Anak-anak
kemungkinan
adanya
penyimpanan
Diberi
pemanis
- Saccharin
- Sucrosa
Diberi
pengawet
Terjadi
perubahan pH
setelah
penambahan
bahan lain
Diberi
dapar
NaH
2
PO
4
.2H
2
O
Na
2
HPO
4
.2H
2
0
Untuk
Anak-anak
Diberi
Pelarut lain
PEG
Propilengilkol
Gliserin
Diberi
pewarna
Diberi
pengaroma
Orange
Crush
Essence
FORMULA 1
No. Nama Bahan Fungsi % Rentang Pemakaian % dipakai Jumlah
1. Paracetamol Bahan Aktif 1,44 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 %,
Pengawet : 15-30%
15 % 9 mL
3. Glycerin Kosolven < 20 % 20 % 12 mL
4. NaH
2
PO
4
.2H
2
O Dapar 1,3757 g
5. Na
2
HPO
4
.2H
2
O Dapar 96,1614 mg
6. Saccharin Na Pemanis 0,02 0,5 % 0,1 % 0,06 g
7. Sucrosa Pemanis 15 20 % 20 % 12 g
8. Orange Crush Pewarna
9. Aquadest Pembawa Ad 60 mL
Perhitungan ADI untuk Formula I
1. ADI Propilenglikol 25 mg/kg BB (HPE : 625)
Umur BB (kg) 25 mg/kg BB
1 6 tahun 7,85 16 196,25 mg 400 mg
6 12 tahun 16 30,85 400 mg 771,25 mg
Kandungan Propilenglikol : 15% x 60 mL = 12 mL
: propilenglikol yang dipakai x BJ propilenglikol
: 9 mL x 1,038 g/mL
: 9,342 g
1 6 tahun
ADI : 196,25 400 mg
Sehari :



6 12 tahun
ADI : 400 771,25 mg
Sehari :



Kesimpulan melebihi ADI, tetapi kelebihan ini ditoleransi karena tidak dikonsumsi
untuk sehari-hari, hanya pada waktu sakit saja.




2. ADI Gliserin 1,0-1,5 g/kg BB (HPE : 303)
Umur BB (kg) 25 mg/kg BB
1 6 tahun 7,85 16 (7,85-11,775 g) (16-24 g)
6 12 tahun 16 30,85 (16-24 g) (30,85-46,275 g)
Kandungan glycerin : 20% x 60 mL = 12 mL
: Glicerin yang dipakai x BJ Glicerin
: 12 mL x 1,260 g/mL
: 15,12 g
1 6 tahun
ADI : (7,85-11,775 g) (16-24 g)
Sehari :



6 12 tahun
ADI : (16-24 g) (30,85-46,275 g)
Sehari :



Kesimpulan tidak melebihi ADI

FORMULA 1I
No. Nama Bahan Fungsi % Rentang Pemakaian % dipakai Jumlah
1. Paracetamol Bahan Aktif 1,44 g
2. Propilenglikol Kosolven 10 25 % 15 % 9 mL
3. PEG Kosolven < 30% 15 % 9 mL
4. NaH
2
PO
4
.2H
2
O Dapar 1,3757 g
5. Na
2
HPO
4
.2H
2
O Dapar 96,1614 mg
6. Saccharin Na Pemanis 0,02 0,5 % 0,1 % 0,06 g
7. Orange Crush Pewarna
8. Aquadest Pembawa Ad 60 mL
Perhitungan ADI untuk Formula II
1. ADI Propilenglikol 25 mg/kg BB (HPE : 625)
Umur BB (kg) 25 mg/kg BB
1 6 tahun 7,85 16 196,25 mg 400 mg
6 12 tahun 16 30,85 400 mg 771,25 mg

Kandungan Propilenglikol : 15% x 60 mL = 12 mL
: propilenglikol yang dipakai x BJ propilenglikol
: 9 mL x 1,038 g/mL
: 9,342 g
1 6 tahun
ADI : 196,25 400 mg
Sehari :



6 12 tahun
ADI : 400 771,25 mg
Sehari :



Kesimpulan melebihi ADI, tetapi kelebihan ini ditoleransi karena tidak dikonsumsi
untuk sehari-hari, hanya pada waktu sakit saja.

2. ADI PEG (10 mg/kgBB)
Umur BB (kg) 25 mg/kg BB
1 6 tahun 7,85 16 78,5 mg 160 mg
6 12 tahun 16 30,85 160 mg 308,5 mg
Kandungan PEG : 15% x 60 mL = 12 mL
: propilenglikol yang dipakai x BJ propilenglikol
: 9 mL x 1,140 g/mL
: 10,26 g
1 6 tahun
ADI : 78,5 mg 160 mg
Sehari :



6 12 tahun
ADI : 160 mg 308,5 mg
Sehari :



Kesimpulan melebihi ADI, tetapi kelebihan ini ditoleransi karena tidak dikonsumsi
untuk sehari-hari, hanya pada waktu sakit saja.


CARA PERACIKAN
FORMULA 1
(Cara Pertama)
1. Timbang parasetamol 1,44 g.
2. Ukur propilenglikol di beker glass yang telah dikaliberasi sebanyak 9 ml.
3. Ukur gliserin di beker glass yang telah dikaliberasi sebanyak 12 ml.
4. Masukkan propilenglikol dan gliserin kedalam beker glas kemudian campur ad larut.
5. Masukkan parasetamol sedikit demi sedikit ke dalam campuran no. 4 aduk ad larut
dan homogen.
6. Timbang sukrosa sebanyak 12 g dan Saccharin sebanyak 60 mg. Kemudian larutkan
dengan air hingga larut kira-kira sebanyak 5 ml.
7. Masukkan larutan sukrosa kedalam campuran no.5 aduk ad homogen.
8. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O 1,3757 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 96,1614 mg dan larutkan ke
dalam air sebanyak 5 ml.
9. Campurkan larutan dapar ke dalam no.7 aduk ad larut dan tercampur semua.
10. Teteskan essence kedalam larutan no.9 sedikit demi sedikit hingga warna yang
diinginkan telah sesuai.
11. Kemudian tambahkan perasa sesuai keinginan.
12. Kemudian tambahkan air ad 60 ml aduk ad homogen.
13. Masukkan kedalam botol 60 ml beri label masukkan kedalam kemasan sekunder yang
telah dilengkapi brosur dan sendok takar.
(Cara Kedua)
1. Ukur propilenglikol dibeker glass yang telah dikaliberasi sebanyak 9 ml.
2. Ukur gliserin dibekeer glass yang telah dikaliberasi sebanyak 12 ml.
3. Parasetamol ditimbang sebanyak 1,44 g.
4. Campur bahan no.1 dan no.2, dicampur ad larut.
5. Masukkan parasetamol ke dalam beker glass, kemudian campuran no.4 ditambahkan
dan diaduk ad larut dan homogen.
6. Timbang sukrosa sebanyak 12 g dan Sacharin sebanyak 60 mg, kemudian dlarutkan
dengan air hingga larut kira-kira sebanyak 5 ml.
7. Masukkan larutan sukrosa kedalam campuran no. 5, diaduk ad homogen.
8. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O sebanyak 1,37 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 96,1614 mg dan
dilarutkan dalam air sebanyak 5 ml.
9. Campurkan larutan dapar kedalam no.7, diaduk ad larut dan tercampur semua.
10. Teteskan essence kedalam larutan no. 10 sedikit demi sedikit hingga warna yang
diinginkan telah sesuai.
11. Kemudian tambakan perasa sesuai keinginan.
12. Kemudian tambahkan air ad 60 ml, diaduk ad homogen.
13. Masukkan kedalam botol 60 ml, diberi label. Masukkan kedalam kemasan sekunder
yang telah dilengkapi brosur dan sendok takar.

FORMULA 2
(Cara Pertama)
1. Timbang parasetamol 1,44 g.
2. Ukur propilenglikol di beker glass yang telah dikaliberasi sebanyak 9 ml.
3. Ukur PEG di beker glass yang telah dikaliberasi sebanyak 9 ml.
4. Masukkan propilenglikol dan gliserin kedalam beker glas kemudian campur ad larut.
5. Masukkan parasetamol sedikit demi sedikit ke dalam campuran no. 4 aduk ad larut
dan homogen.
6. Timbang Saccharin sebanyak 60 mg. Kemudian larutkan dengan air hingga larut kira-
kira sebanyak 5 ml.
7. Masukkan larutan sacharin kedalam campuran no.5 aduk ad homogen.
8. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O 1,3757 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 96,1614 mg dan larutkan ke
dalam air sebanyak 5 ml.
9. Campurkan larutan dapar ke dalam no.7 aduk ad larut dan tercampur semua.
10. Teteskan essence kedalam larutan no.9 sedikit demi sedikit hingga warna yang
diinginkan telah sesuai.
11. Kemudian tambahkan perasa sesuai keinginan.
12. Kemudian tambahkan air ad 60 ml aduk ad homogen.
13. Masukkan kedalam botol 60 ml beri label masukkan kedalam kemasan sekunder yang
telah dilengkapi brosur dan sendok takar.
(Cara Kedua)
1. Ukur propilenglikol dibeker glass yang telah dikaliberasi sebanyak 9 ml.
2. Ukur PEG dibeker glass yang telah dikaliberasi sebanyak 9 ml.
3. Parasetamol ditimbang sebanyak 1,44 g.
4. Campur bahan no.1 dan no.2, dicampur ad larut.
5. Masukkan parasetamol ke dalam beker glass, kemudian campuran no.4 ditambahkan
dan diaduk ad larut dan homogen.
6. Timbang sacharin sebanyak 60 mg, kemudian dlarutkan dengan air hingga larut kira-
kira sebanyak 5 ml.
7. Masukkan larutan sacharin kedalam campuran no. 5, diaduk ad homogen.
8. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O sebanyak 1,37 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 96,1614 mg dan
dilarutkan dalam air sebanyak 5 ml.
9. Campurkan larutan dapar kedalam no.7, diaduk ad larut dan tercampur semua.
10. Teteskan essence kedalam larutan no. 10 sedikit demi sedikit hingga warna yang
diinginkan telah sesuai.
11. Kemudian tambakan perasa sesuai keinginan.
12. Kemudian tambahkan air ad 60 ml, diaduk ad homogen.
13. Masukkan kedalam botol 60 ml, diberi label. Masukkan kedalam kemasan sekunder
yang telah dilengkapi brosur dan sendok takar.

EVALUASI SEDIAAN
1. Organoleptis
Bau, Rasa, dan Warna

2. Uji Berat Jenis
Alat : Piknometer
Cara Kerja :
a. Gunakan alat Piknometer yang telah dibersihkan dan dalam keadaan kering.
b. Timbang Piknometer kosong di timbangan analitik.
c. Setelah ditimbang kosong, isi piknometer dengan air hingga terisi penuh,
kemudian timbang botol berisi air.
d. Buang air dalam piknometer, kemudian isi piknometer dengan larutan sirup dan
timbang. Lakukan sebanyak 3 kali pada larutan sirup.
e. Setelah ditimbang semuanya, hitung BJ masing-masing dan kemudian dirata-rata
dan cari standart deviasinya.

3. Penetapan pH
Alat : pH meter
Cara Kerja
a. Nyalakan alat pH meter.
b. Masukkan sediaan dalam beker glass kurang lebih 50 mL.
c. Celupkan ezdzzdlectrode glass kedalam sediaan untuk mengetahui pH sediaan
yang diukur.
d. Tekan tombol pH pada alat pH meter.
e. Catat angka pH yang muncul pada monitor pH meter.

4. Viskositas
Alat : Kapilar Viskometer
Cara Kerja
a. Cuci alat dengan alcohol 95% dan keringkan.
b. Masukkan zat uji ke dalam viscometer sebanyak 3 mL
c. Hiasp ujung pipa viscometer sampai zat uji naik melewati batas, kemudian
biarkan zat tersebut turun sampai batas tadi.
d. Pada saat zat sampai pada batas, hidupkan stopwatch hingga zat tersebut turun
tepat pada batas berikutnya.

HASIL EVALUASI SEDIAAN
1. Organoleptis
Bau : Jeruk
Rasa : Manis-Pahit
Warna : Orange

2. Uji Berat Jenis
Berat Piknometer kosong (20oC) 30,29 g
Berat Piknometer berisi air (20oC) 39,89 g ~ 9,60 g
Berat Piknometer isi Elixir I 41,40 g ~ 11,11 g
Berat Piknometer isi Elixir II 41,43 g ~ 11,14 g
Berat Piknometer isi Elixir III 41,41 g ~ 11,12 g
BJ Elixir I 11,11 g/9,6 ml = 1,1573 g/ml
BJ Elixir II 11,14 g/9,6 ml = 1,1604 g/ml
BJ Elixir III 11,12 g/9,6 ml = 1,1583 g/ml
Rata-Rata = 1,1587 g/ml

3. Penetapan pH
pH Aquades bebas CO2 6,52
Elixir Formula I 5,42
Elixir Formula II 6,18
Elixir Scale Up (Formula I) 5,46

4. Viskositas



= 0,0201 ml

PEMBAHASAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dalam pembuatan sediaan elixir
Paracetamol, langkah awal yang dilakukan adalah mencari data terkait sifat fisikokimia dari
bahan aktif itu sendiri. Kemudian, menentukan dosis untuk anak-anak umur 1-12 tahun serta
ukuran terkecil dari kemasan.
Langkah berikutnya adalah menentukan formula untuk sediaan elixir yang dibuat.
Pada praktikum ini, dibuat 2 Formulasi dengan perbedaan sebagai berikut :
Pada formula 1, digunakan Propilenglikol dan Gliserin sebagai kosolvennya, dengan
kadar propilenglikol sebesar 15% dan gliserin sebesar 20%. Selain itu, digunakan pemanis
sukrosa sebanyak 20% dari sediaan dan saccharin Na sebanyak 0,1%. Sedangkan pada
formula 2, digunakan propilenglikol dan PEG 400 sebagai kosolvennya, dengan kadar
propilenglikol sebesar 15% dan PEG 400 sebesar 15%. Dan pada formula ini, bahan pemanis
tidak digunakan sukrosa dan hanya saccharin Na saja sebesar 0,1%. Pada kedua formula ini,
tidak digunakan pengawet, karena kadar propilenglikol (15%) telah memenuhi rentang
penggunaan sebagai pengawet.
Pada kedua formulasi ini digunakan dapar fosfat karena sediaan elixir ini
menggunakan air sebagai pembawanya, dengan rancangan formulasi menggunakan
NaH
2
PO
4
.2H
2
O sebanyak 1,37 g dan Na
2
HPO
4
.12H
2
O 193,34 mg. Tetapi, pada
pelaksanaannya bahan Na
2
HPO
4
.12H
2
O tidak ada dalam laboratorium, sehingga digunakan
yang ada, yakni Na
2
HPO
4
.2H
2
O. Untuk mencapai pH 6.00, digunakan Na
2
HPO
4
.2H
2
O
sebanyak 96,1614 mg.
Dalam evaluasi formula I dan II, didapat pH sediaan formula I adalah 5,42 dan
formula II sebesar 6,18. Dilihat dari rentang pH, kadar formula II mendekati hasil yang
diinginkan, tetapi karena dari segi acceptabilitas kurang baik (kurang manis dibandingkan
dengan formula I) maka formula yang digunakan untuk scale up adalah formula I.