Anda di halaman 1dari 16

Step I

1. Angina
2. Hipokalsemi
3. Hiponatremi
4. Tremor
5. Insomnia
6. Tachicardi
7. Diaporeshis
8. Fibrilasi atrium
9. T3 dan T4
10. TPU
11. TSH
12. TRH
13. Rosenbagh

1. Angina
Sakit tercekik ditenggorokan
2. Hipokalsemi
Tubuh kekurangan kalsium
3. Hiponatremi
Tubuh kekurangan natrium
4. Tremor
Getaran atau gigilan yang involunter atau getaran otot diluar kemauan yang terjadi
akibat kelebihan emosi dan penyakit
5. Insomnia
Suatu keadaan dimana seseorang sulit tidur
6. Tachicardi
Denyut nadi yang cepat yang ditandai dengan berdebar-debar, 100x/m.
7. Diaporeshis
Pengeluaran peluh secara berlebihan
8. Fibrilasi atrium
Kontraksi otot atrium dalam getaran yang tidak terkoordinasi
9. T3 dan T4
Triiodothyronin dan Tetraiodohyronin
10. TPU
Propiltiourasil (Merupakan obat anti typoid)
11. TSH
Thyroid Stimulating Hormone
12. TRH
(Thyroid Relasing Hormone) hormon hipotalamus yang menstimulasi hormon TSH
oleh hipofisis anterior
13. Rosenbagh
Tremor kelopak mata saat menutup mata atau bergetar kelopak mata
Step II
1. Apakah pemyakit yang diderita klien dalam skenario ?
2. Mengapa ibu mengalami tachikardi, diaporeshis, tremor, angina, dan emosi labil ?
3. Mengapa bisa terjadi rosenbagh dan murmur dan mengapa ada fibrasi atrium ?
4. Apa faktor etiologi pemyakit tersebut ?
5. Mengapa ibu tersebut mengalami tremor sedangkan nafsu makan meningkat ?
6. Sebutkan tanda-tanda hipertensi grade 2 ?
7. Mengapa ibu mengalami siklus haid yang tidak teratur, apakah ada hubungan antara
TSH dan FSH ?
8. Kenapa hiponatremi dan hipokalsemi bisa terjadi secara bersamaan ?
9. Apakah pengaruh gangguan hormon ibu terhadap bayi yang masih menyusui ?

Step III
1. Hipertiroid
2. Kerja jantung mengakibatkan tachikardi dan karena metabolisme meningkat
mengakibatkan diaporeshis
3. Rosenbagh terjadi karena tachikardi, O2 beserta nutrisi tidak sampai pada daerah
kelopak mata hal ini menyebabkan terjadinya Rosenbagh
4. Produksi hormon tiroid yang berlebihan dan kekurangan yodium, kalsium, dan
natrium
5. Tremor : denyut jantung cepat menyebabkan tremor
Nafsu makan : menyusui sehingga mengeluarkan energi berlebihan
6. TD tinggi, insomnia, tachikardi, pusing terasa berat, sistole besar dari 160 mmHg
7. Pasien yang mengalami hipertiroid terganggu siklus haidnya karena kalau sudah
hipertiroid organ reproduksi ikut bermasalah
8. Ibu sering mengalami diaporeshis mengakibatkan terjadinya hiponatrium dan
hipokalsemi karena terjadi peningkatan metabolik tubuh
9. TRH nya menurun, dimana fungsi TRH sebagai hormon pertumbuhan jadi takutnya
akan mengganggu pertumbuhan si anak yang di susui













Step IV
SKEMA












































Step V

1. Mengetahui pengertian hipertiroid !
2. Mengetahui epidemiologi hopertiroid !
3. Mengetahui etiologi hipertiroid !
4. Mengetahui manifestasi klinis hipertirioid !
5. Mengetahui patofisiologi pada hipertiroid !
6. Mengetahui faktor resiko hipertiroid !
7. Mengetahui pemeriksaan fisik pada hipertiroid !
8. Mengetahui penatalaksanaan pada hipertiroid !
9. Mengetahui komplikasi hipertiroid !
10. Mengetahui askep pada hipertiroid !
11. Mengapa TRH menurun dan yang disekresikan meningkat ?
12. Menjelaskan apa fungsi pemeriksaan index wayne!

Step VI
Mahasiswa mencari sumber referensi masing-masing
Step VII
1. Pengertian Hipertiroid :
Hipertiroid atau Hipertiroidesme adalah suatu keadaan atau gambaran klinis
akibat produksi hormon tiroid yang berlebihan oleh kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
(Mansjoer Arif,dkk.2001)
Hipertiroid adalah pengeluaran hormon tiroid yang berlebihan diperkirakan
terjadi akibat stimulasi abnormal kelenjar tiroid oleh imunoglobulin dalam darah.
(Smeltzer.suzanne C 2002, hal 1307)
Hipertiroid adalah Meningkatnya kadar T4 dan T3 dalam sirkulasi yang terjadi
akibat kelenjar tiroid terlalu aktif atau pengeluaran hormon-hormon tiroid secara
berlebihan dari satu atau lebih nodulus tiroid. (buku farmakologi:Joyce L Kee)
Kesimpulan kelompok :
Hipertiroid adalah suatu keadaan dimana terjadi hipersekresi hormon tiroid
atau peningkatan produksi dan sekresi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid dan terjadi
produksi TSH yang abnormal berlebihan sehingga merangsang pelepasan T3 dan T4
yang tinggi.


2. Epidemiologi :
hiperdemiologi banyak menyerang wanita 5 kali lebih sering dibanding laki-
laki. Distribusi jenis kelamin dan umur pada penyakit hipertiroidi amat bervariasi dari
berbagai klinik. Perbandingan wanita dan laki-laki yang didapat di RSUP Palembang
adalah 3,1 : 1 di RSCM Jakarta adalah 6 : 1, di RS. Dr. Soetomo 8 : 1 dan di RSHS
Bandung 10 :1. Sedangkan distribusi menumt umur di RSUP Palembang yang
terbanyak adalah pada usia 21 30 tahuii (41,73%), tetapi menurut beberapa penulis
lain puncaknya antara 3040 tahun.Jumlah penderita penyakit ini di seluruh dunia
pada tahun 1960 diperkirakan 200 juta, 12 juta di antaranya terdapat di Indonesia.
Angka kejadian hipertiroidi yang didapat dari beberapa klinik di Indonsia berkisar
antara 44,44% 48,93% dari seluruh penderita dengan penyakit kelenjar gondok. Di
AS diperkirakan 0,4% populasi menderita Hipertiroid, biasanya sering pada usia di
bawah 40 tahun.
Penyakit tiroid merupakan penyakit yang banyak ditemui di masyarakat, 5%
pada pria dan 15% pada wanita. Penyakit Graves di Amerika sekitar 1% dan di
Inggris 20-27/1000 wanita dan 1.5-2.5/1000 pria, sering ditemui di usia kurang dari
40 tahun.
(Djokomoeljanto, 2010)
3. Beberapa penyebab-penyebab umum dari hipertiroid termasuk:
1. Faktor pencetus
- Aktivitas hormone tiroid yg berlebihan
- Adanya edenoma tiroid yang tumbuh didalam jaringan tiroid.
2. Faktor predisposisi
- Riwayat keluarga yg biasanya tinggal didaerah pegunungan yg airnya kurang
mengandung yodium
- Penghambat sintesa hormone oleh zat kimia seperti obat-obatan.
3. a. herediter
b. toksik adenoma
c. tumor kelenjar hipofise
d. tiroidtis sub akut
e.kanker tiroid
f. terapi hormone tiroid berlebihan
( Sylvia dan Wilson,1995)
Penyakit Graves
Penyakit Graves, yang disebabkan oleh suatu aktivitas yang berlebihan dari
kelenjar tiroid yang disama ratakan, adalah penyebab yang paling umum dari
hipertiroid. Pada kondisi ini, kelenjar tiroid biasanya adalah pengkhianat, yang berarti
ia telah kehilangan kemampuannya untuk merespon pada kontrol yang normal oleh
kelenjar pituitari via TSH. Penyakit Graves adalah diturunkan/diwariskan dan adalah
sampai lima kali lebih umum diantara wanita-wanita daripada pria-pria. Penyakit
Graves diperkirakan adalah suatu penyakit autoimun, dan antibodi-antibodi yang
adalah karakteristik-karakteristik dari penyakit ini mungkin ditemukan dalam darah.
Antibodi-antibodi ini termasuk thyroid stimulating immunoglobulin (TSI
antibodies), thyroid peroxidase antibodies (TPO), dan antibodi-antibodi reseptor TSH.
Pencetus-pencetus untuk penyakit Grave termasuk:
Merokok
Stress
radiasi pada leher
obat-obatan dan
organisme-organisme yang menyebabkan infeksi seperti virus-virus.
Penyakit Graves dapat didiagnosis dengan suatu scan tiroid dengan obat nuklir yang
standar yang menunjukkan secara panjang lebar pengambilan yang meningkat dari
suatu yodium yang dilabel dengan radioaktif. Sebagai tambahan, sebuah tes darah
mungkin mengungkap tingkat-tingkat TSI yang meningkat.
Penyakit Grave' mungkin berhubungan dengan penyakit mata (Graves'
ophthalmopathy) dan luka-luka kulit (dermopathy). Ophthalmopathy dapat terjadi
sebelum, sesudah, atau pada saat yang sama dengan hipertiroid. Pada awalnya, ia
mungkin menyebabkan kepekaan terhadap cahaya dan suatu perasaan dari "ada pasir
didalam mata-mata". Mata-mata mungkin menonjol keluar dan penglihatan ganda
(dobel) dapat terjadi. Derajat dari ophthalmopathy diperburuk pada mereka yang
merokok. Jalannya penyakit mata seringkali tidak tergantung dari penyakit tiroid, dan
terapi steroid mungkin perlu untuk mengontrol peradangan yang menyebabkan
ophthalmopathy. Sebagai tambahan, intervensi secara operasi mungkin diperlukan.
Kondisi kulit (dermopathy) adalah jarang dan menyebabkan suatu ruam kulit yang
tanpa sakit, merah, tidak halus yang tampak pada muka dari kaki-kaki.
Functioning Adenoma dan Toxic Multinodular Goiter
Kelenjar tiroid (seperti banyak area-area lain dari tubuh) menjadi lebih
bergumpal-gumpal ketika kita menua. Pada kebanyakan kasus-kasus, gumpal-gumpal
ini tidak memproduksi hormon-hormon tiroid dan tidak memerlukan perawatan.
Adakalanya, suatu benjolan mungkin menjadi "otonomi", yang berarti bahwa ia tidak
merespon pada pengaturan pituitari via TSH dan memproduksi hormon-hormon tiroid
dengan bebas. Ini menjadi lebih mungkin jika benjolan lebih besar dari 3 cm. Ketika
ada suatu benjolan (nodule) tunggal yang memproduksi secara bebas hormon-hormon
tiroid, itu disebut suatu functioning nodule. Jika ada lebih dari satu functioning
nodule, istilah toxic multinodular goiter (gondokan) digunakan. Functioning nodules
mungkin siap dideteksi dengan suatu thyroid scan.
Pemasukkan hormon-hormon tiroid yang berlebihan
Mengambil terlalu banyak obat hormon tiroid sebenarnya adalah sungguh umum.
Dosis-dosis hormon-hormon tiroid yang berlebihan seringkali tidak terdeteksi
disebabkan kurangnya follow-up dari pasien-pasien yang meminum obat tiroid
mereka. Orang-orang lain mungkin menyalahgunakan obat dalam suatu usaha untuk
mencapai tujuan-tujuan lain seperti menurunkan berat badan. Pasien-pasien ini dapat
diidentifikasikan dengan mendapatkan suatu pengambilan yodium berlabel radioaktif
yang rendah (radioiodine) pada suatu thyroid scan.
Pengeluaran abnormal dari TSH
Sebuah tmor didalam kelenjar pituitari mungkin menghasilkan suatu pengeluaran
dari TSH (thyroid stimulating hormone) yang tingginya abnormal. Ini menjurus pada
tanda yang berlebihan pada kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon-hormon
tiroid. Kondisi ini adalah sangat jarang dan dapat dikaitkan dengan kelainan-kelainan
lain dari kelenjar pituitari. Untuk mengidentifikasi kekacauan ini, seorang
endocrinologist melakukan tes-tes terperinci untuk menilai pelepasan dari TSH.
Tiroiditis (peradangan dari tiroid)
Peradangan dari kelenjar tiroid mungkin terjadi setelah suatu penyakit virus
(subacute thyroiditis). Kondisi ini berhubungan dengan suatu demam dan suatu sakit
leher yang seringkali sakit pada waktu menelan. Kelenjar tiroid juga lunak jika
disentuh. Mungkin ada sakit-sakit leher dan nyeri-nyeri yang disama ratakan.
Peradangan kelenjar dengan suatu akumulasi sel-sel darah putih dikenal
sebagailymphocytes (lymphocytic thyroiditis) mungkin juga terjadi. Pada kedua
kondisi-kondisi ini, peradangan meninggalkan kelenjar tiroid "bocor", sehingga
jumlah hormon tiroid yang masuk ke darah meningkat. Lymphocytic thyroiditis
adalah paling umum setelah suatu kehamilan dan dapat sebenarnya terjadi pada
sampai dengan 8 % dari wanita-wanita setelah melahirkan. Pada kasus-kasus ini,fase
hipertiroid dapat berlangsung dari 4 sampai 12 minggu dan seringkali diikuti oleh
suatu fase hipotiroid (hasil tiroid yang rendah) yang dapat berlangsung sampai 6
bulan. Mayoritas dari wanita-wanita yang terpengaruh kembali ke suatu keadaan
fungsi tiroid yang normal. Tiroiditis dapat didiagnosis dengan suatu thyroid scan.
Pemasukkan Yodium yang berlebihan
Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon-hormon tiroid.
Suatu kelebihan yodium dapat menyebabkan hipertiroid. Hipertiroid yang
dipengaruhi/diinduksi oleh yodium biasanya terlihat pada pasien-pasien yang telah
mempunyai kelenjar tiroid abnormal yang mendasarinya. Obat-obat tertentu,
seperti amiodarone (Cordarone), yang digunakan dalam perawatan persoalan-
persoalan jantung, mengandung suatu jumlah yodium yang besar dan mungkin
berkaitan dengan kelainan-kelainan fungsi tiroid.


4. Manifestasi klinis :
Mata terlihat Melotot
Akibat TSH yang tinggi merangsang sel-sel mata akibatnya terjadi
pengeluaran sitokin yang mendorong terjadinya peradangan dan edema
eksoftalamus yang merusak mata. Selain itu terjadi pembengkakan jaringan
lemak disekitar mata.
Tremor
Pada system saraf, akan terjadi aksi system saraf perifer yang lebih cepat.
Mekanisme kontraksi otot perifer umumnya dikontrol lewat serebelum dan
ganglion basalis. Namun pada pasien hipertiroid terjadi rangsangan berlebihan
terhadap ganglion basalis. Oleh karena itu pada otot yang ada diekstremitas
terjadi montraksi berlebih saat ada kegiatan yang akan menyebabkan tremor.
Sering Berkeringat
Pada pasien hipertiroid terjadi peningkatan keringat yang keluar akibat
pengaruh tingginya metabolism dalam tubuh sehingga terjadi akumulasi panas
dalam tubuh.
Merasa cepat lapar
Pada hipertiroid terjadi takikardi yang menyebabkan meningkatnya
aktivitas gastrointestinal . selain T3 dan T4 merangsang prosesglukogenesis.
Glukogenesis menyebabkan masa otot menurun dan kelemahan.
(Marks,2000)
o Apatis
o Mudah lelah
o Kelemahan otot
o Mual
o Muntah
o Gemetaran
o Kulit lembab
o Berat badan turun
o Takikardi
(Brunner & Suddarth,2002)
o Tidak tahan panas
o Sering BAB, kadang diare
o Tekanan darah meningkat kehamilan sering berakhir dengan keguguran
o Otot lemas



5. Patofisiologi :

6. Faktor resiko :
- Terjadi lebih banyak pada wanita daripada laki-laki
- Pada usia lebih dari 50 tahun
- Post trauma emosional
- Peningkatan stress
(Barbara,1996)
Faktor risiko terjadinya hipertiroid ialah :
1. Turunan/genetik,
2. Gender. perempuan lebih berisiko terkena hipertiroid daripada laki-laki (8 : 1)
(Djokomoeljanto, 2010)

7. Pemeriksaan fisik :
o Palpasi : kelenjar terasa lunak
o Inspeksi : pembesara pada kelenjar tiroid, freknsi pernafasan meningkat
o Perkusi : Adanya Bruit yaitu bisingyang terdengar akibat percepatan aliran
dalam pembuluh.

8. Penatalaksanaan
Prinsip pengobatan tergantungdari etiologinya, usia pasien, dan resiko
pengobatan.
Pengobatannya dikelompokkan dalam :
1. Tirostatiska : kelompok Derivat tiomedazol ( CB2, karbimazol 5 mg, MTZ
Metimazol atau Hiamazol 5,10,30 mg)
2. Tiroidektomi : dilakukan untuk mengangkat jaringan tiroid
3. Yodiun Radioaktif : menghancurkan sel- sel tiroid yang berlebihan (biasa
dilakukan pada lansia).Kontra Indikasi obat ini adalah pada Ibu hamil dan
menyusui, karna kandungannya dapat melewati plasenta dan ASI
(Djoko Moeljanto,2009)
1. Medikasi :
Antitiroid (thioamides profiltiurail /PTU, metimasol)
Efek obat ini lambat , sekitar 2-4 minggu baru tampak perbaikan. Obat ini
diberikan selama 6- 18 bulan , efek samping dari obat ini berupa demam,
sakit tenggorokan , bintik-bintik pada kulit
Iodides
Obat ini untuk menghindari keluarnya hormon tiroid
Antagonis tiroid
Adalah obat penyekat beta adrenergik(propanolol) dipakai untuk
menangani gejala akibat peningkatan stimulasi simpatis mis; takikardia,
disritmia, dan angina
Penyekat ini cepat mengurangi gejala karena obat dapat
menghalangireseptor beta dan dapat pula memperbaiki tremor,
kegelisahan, dan cemas
2. Tiroidektomi parsial atau total
3. Injeksi tiroid etanol perkutan
Digunakan pada pasien yang memiliki nodula tiroid benigna dan pasien yang
mengalami peningkatan resiko pembedahan akibat penyakit paru, usia lanjut
dan dialisis.
4. Diet
Karena metabolisme yang cepat , asupan kalori dan nutrisi perlu ditingkatkan .
bertambahnya atau kembalinya berat badan pada ukuran semula dapat
menunjukkan keadaan eutiroid(besar dan fungsi kelenjar gondok normal.
5. Aktivitas
Karena pasien cepat lelah hendaklah beraktivitas diselingi dengan istirahat.
Pasien jugamengalami insomnia sehingga istirahat diperlukan siang hari.

9. Komplikasi hipertiroid yang perlu dicermati ialah :
1. Krisis hipertiroid/Thyroid storm. Situasi urgent yang ditandai demam tinggi,
denyut jantung sangat cepat dan tidak teratur (fibrillasi atrial), tak sadar sampai
meninggal. Kondisi ini dapat terjadi akibat minum obat yang tidak disiplin.
2. Kelainan pada mata berupa mata kering, gangguan penglihatan, mudah infeksi,
luka sampai buta.
3. Hipertensi, gangguan irama jantung sampai gagal jantung.
4. Osteoporosis (tulang kropos).
(Closkey, 2007)
10. Asuhan keperawatan :
Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada klien yang mengalami
hipertiroidisme adalah sebagai berikut :
Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan
hipertiroid
tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme, peningkatan beban kerja
jantung.
Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan
kebutuhan energi.
Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu
makan/pemasukan dengan penurunan berat badan).
Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan
perubahan mekanisme perlindungan dari mata: kerusakan penutupan
kelopak mata/eksoftalmus.
Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis: status hipermetabolik.
Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan
pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.
Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan
fisiologik, peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental,
perubahan pola tidur.
Intervensi keperawatan
1. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid
tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme,peningkatan beban kerja jantung
Tujuan : Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan
kebutuhan tubuh, dengan kriteria :
- Nadi perifer dapat teraba normal
- Vital sign dalam batas normal.
- Pengisian kapiler normal
- Status mental baik
- Tidak ada disritmia
Intervensi :
Pantau tekanan darah pada posisi baring, duduk dan berdiri jika
memungkinkan. Perhatikan besarnya tekanan nadi
Rasional : Hipotensi umum atau ortostatik dapat terjadi sebagai akibat dari
vasodilatasi perifer yang berlebihan dan penurunan volume sirkulasi
Periksa kemungkinan adanya nyeri dada atau angina yang dikeluhkan
pasien.
Rasional : Merupakan tanda adanya peningkatan kebutuhan oksigen oleh
otot jantung atau iskemia
Auskultasi suara nafas, perhatikan adanya suara yang tidak normal (seperti
krekels)
Rasional : Murmur yang menonjol berhubungan dengan curah
jantung meningkat pada keadaan hipermetabolik
Observasi tanda dan gejala haus yang hebat,mukosa membran kering, nadi
lemah, penurunan produksi urine dan hipotensi
Rasional : Dehidrasi yang cepat dapat terjadi yang akan menurunkan
volume sirkulasi dan menurunkan curah jantung
Catat masukan dan keluaran
Rasional : Kehilangan cairan yang terlalu banyak dapat menimbulkan
dehidrasi berat
2. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan
energi
Tujuan : Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan energi
Intervensi :
Pantau tanda vital dan catat nadi baik istirahat maupun saat aktivitas.
Rasional : Nadi secara luas meningkat dan bahkan istirahat
Ciptakan lingkungan yang tenang
Rasional : Menurunkan stimulasi yang kemungkinan besar dapat menimbulkan
agitasi, hiperaktif dan insomnia
Sarankan pasien untuk mengurangi aktivitas
Rasional : Membantu melawan pengaruh dari peningkatan metabolism
Berikan tindakan yang membuat pasien merasa nyaman seperti massase
Rasional : Meningkatkan relaksasi

3. Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan
penurunan berat badan)
Tujuan : Klien akan menunjukkan berat badan stabil dengan kriteria :
- Nafsu makan baik.
- Berat badan normal
- Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
Intervensi :
Catat adanya anoreksia, mual dan muntah
Rasional : Peningkatan aktivitas adrenergic dapat menyebabkan gangguan
sekresi insulin/terjadi resisten yang mengakibatkan hiperglikemia
Pantau masukan makanan setiap hari, timbang berat badan setiap hari
Rasional : Penurunan berat badan terus menerus dalam keadaan masukan
kalori yang cukup merupakan indikasi kegagalan terhadap terapi antitiroid
Kolaborasi untuk pemberian diet tinggi kalori, protein, karbohidrat dan vitamin
Rasional : Mungkin memerlukan bantuan untuk menjamin pemasukan zat-zat
makanan yang adekuat dan mengidentifikasi makanan pengganti yang sesuai.

4. Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan
perubahan mekanisme perlindungan dari mata: kerusakan penutupan kelopak
mata/eksoftalmus
Tujuan : Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata,
terbebas dari ulkus.
Intervensi :
Observasi adanya edema periorbital
Rasional : Stimulasi umum dari stimulasi adrenergik yang berlebihan
Evaluasi ketajaman mata
Rasional : Oftalmopati infiltratif adalah akibat dari peningkatan jaringan
retroorbita
Anjurkan pasien menggunakan kaca mata gelap
Rasional : Melindungi kerusakan kornea
Bagian kepala tempat tidur ditinggikan
Rasional : Menurunkan edema jaringan bila ada komplikasi
5. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis: status hipermetabolik
Tujuan : Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi
dengan kriteria : Pasien tampak rileks
Intervensi :
Observasi tingkah laku yang menunjukkan tingkat ansietas
Rasional : Ansietas ringan dapat ditunjukkan dengan peka rangsang dan
insomnia
Bicara singkat dengan kata yang sederhana
Rasional : Rentang perhatian mungkin menjadi pendek,konsentrasi berkurang,
yang membatasi kemampuan untuk mengasimilasi informasi
Jelaskan prosedur tindakan
Rasional : Memberikan informasi yang akurat yang dapat menurunkan
kesalahan interpretasi
Kurangi stimulasi dari luar
Rasional : Menciptakan lingkungan yang terapeutik

6. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan
berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi
Tujuan : Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya dengan
kriteriaMengungkapkan pemahaman tentang penyakitnya
Intervensi :
Tinjau ulang proses penyakit dan harapan masa depan
Rasional : Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat menentukan pilihan
berdasarkan informasi
Berikan informasi yang tepat
Rasional : Berat ringannya keadaan, penyebab, usia dan komplikasi yang
muncul akan menentukan tindakan pengobatan
Identifikasi sumber stress
Rasional : Faktor psikogenik seringkali sangat penting dalam
memunculkan/eksaserbasi dari penyakit ini
Tekankan pentingnya perencanaan waktu istirahat
Rasional : Mencegah munculnya kelelahan
Berikan informasi tanda dan gejala dari hipotiroid
Rasional : Pasien yang mendapat pengobatan hipertiroid besar kemungkinan
mengalami hipotiroid yang dapat terjadi segera setelah pengobatan selama 5
tahun kedepan
7. Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologik
peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur
Tujuan : Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahandalam
berpikir/berprilaku dan faktor penyebab.
Intervensi :
Kaji proses pikir pasien seperti memori, rentang perhatian, orientasi terhadap
tempat, waktu dan orang
Rasional : Menentukan adanya kelainan pada proses sensori
Catat adanya perubahan tingkah laku
Rasional : Kemungkinan terlalu waspada, tidak dapat beristirahat, sensitifitas
meningkat atau menangis atau mungkin berkembang menjadi psikotik
yangsesungguhnya
Kaji tingkat ansietas
Rasional : Ansietas dapat merubah proses pikir
Ciptakan lingkungan yang tenang,turunkan stimulasi lingkungan
Rasional : menurunan stimulasi eksternal dapat menurunkan hiperaktifitas/refleks,
peka rangsang saraf, halusinasi pendengaran
Orientasikan pasien pada tempat dan waktu
Rasional : Membantu untuk mengembangkan dan mempertahankan kesadaran
pada realita/lingkungan
Anjurkan keluarga atau orang terdekat lainnya untuk mengunjungi klien.
Rasional : Membantu dalam mempertahankan sosialisasi dan orientasi pasien.
Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi seperti sedatif/tranquilizer, atau
obat anti psikotik.
Rasional : Meningkatkan relaksasi,menurunkan hipersensitifitas saraf/agitasi
untuk meningkatkan proses pikir.

Implementasi
Setelah rencana tindakan keperawatan disusun secara sistemik. Selanjutnya
rencana tindakan tersebut diterapkan dalam bentuk kegiatan yang nyata dan terpadu
guna memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Evaluasi
Hasil yang diharapkan adalah :
1. Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai
dengankebutuhan tubuh
2. Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi
3. Klien akan menunjukkan berat badan stabil
4. Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata, terbebas
dari ulkus
5. Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi
6. Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya
7. Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahan dalam
berpikir/berprilaku dan faktor penyeba.