Anda di halaman 1dari 29

INFERTILITAS

OLEH:
GODEFRIDUS PAULO BAY
0908012845
PEMBIMBING:
dr. Ni! H"d#$#% S&. OG
BAGIAN'SMF OBSTETRI DAN GINE(OLOGI
FA(ULTAS (EDO(TERAN UNI)ERSITAS NUSA *ENDANA
RSUD PROF. DR. +. ,. -OHANNES (UPANG
201.
HALAMAN PENGESAHAN
1
Referat ini diajukan oleh:
Nama : Godefridus Paulo Bay
Fakultas : Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang
Bagian : !stetri dan Ginekologi R"U# Prof$ #r$ %$ &$ 'ohannes Kupang
Referat ini telah disusun dan dilaporkan dalam rangka memenuhi salah satu syarat
Kepaniteraan Klinik di Bagian(")F !stetri dan Ginekologi R"U# Prof$ #r$ %$ &$ 'ohannes
Kupang$
PEMBIMBING (LINI(
*$ dr$ Ni+o ,udaya- "p$ G..............
#itetapkan di : Kupang
/anggal : )aret 01*2
2
I. P/0d#1"2"#0
3nfertilitas merupakan kegagalan seorang istri menjadi hamil dan melahirkan anak
yang hidup dari suami setelah * tahun melakukan hu!ungan seksual tanpa kontrasepsi$
3nfertilitas terjadi pada sekitar *14*56 pasangan usia produktif$
7*$08
Fertilitas didefinisikan se!agai kemampuan !ereproduksi$istilah 9fertility: harus
di!edakan dari 9fe+unda!ility: yang !erarti kemungkinan seseorang untuk hamil tiap
!ulan dan 9fe+undity: yang !erarti memperoleh satu kelahiran hidup pada satu siklus
menstruasi$ #alam kehidupan adanya faktor KB dan karir profesional yang le!ih
diutamakan- !e!erapa ;anita menunda kehamilan sampai !erusia 21 tahun ke atas$
<ki!atnya ;anita terse!ut memiliki kesulitan untuk hamil dan justru meningkatkan risiko
keguguran$ Pada pria infertilitas dapat dise!a!kan oleh produksi sperma kurang-
misshapen atau immobile sperm serta penyum!atan sehingga tidak dapat terjadi aliran
sperma$ Ber!agai penyakit kronik- trauma- lifestyle dapat menjadi penye!a! terjadinya
infertilitas$
7*8

Ber!agai perkem!angan terapi infertilitas menye!a!kan kemungkinan pasien untuk
hamil dengan !antuan medis$ Para ;anita dengan kelainan tu!a dapat melakukan
fertilisasi in vitro$ Para pria dengan jumlah sperma yang kurang dari vas deferens dapat
mem!uahi pasangannya dengan teknik injeksi sperma intrasitoplasmik$
7*-0-28
II. D/3i0i4i
)enurut <F< 7American Fertility <sso+iation8 infertilitas !erarti kegagalan seorang
istri menjadi hamil dan melahirkan anak yang hidup dari suami setelah * tahun melakukan
hu!ungan seksual se+ara frekuen dan tanpa kontrasepsi$ "edangkan menurut %, diagnosis
infertilitas ditegakkan setelah = !ulan melakukan hu!ungan seksual se+ara frekuen dan tanpa
kontrasepsi$
7*->8
%alaupun pasangan suami4istri dianggap infertil- !ukan tidak mungkin
kondisi infertil sesungguhnya hanya dialami oleh sang suami atau sang istri saja$ ,al terse!ut
dapat dipahami karena proses pem!uahan yang !erujung pada kehamilan dan lahirnya
3
seorang manusia !aru merupakan kerjasama antara suami dan istri$ Kerjasama terse!ut
mengandung arti !ah;a dua faktor yang harus dipenuhi adalah suami memiliki fungsi
reproduksi yang sehat sehingga mampu menghasilkan dan menyalurkan sel kelami pria
7spermato?oa8 ke dalam organ reproduksi istri dan istri memiliki fungsi reproduksi yang sehat
sehingga mampu menghasilkan sel kelamin ;anita 7sel telur atau ovum8 yang dapat di!uahi
oleh spermato?oa dan memiliki rahim yang dapat menjadi tempat perkem!angan janin-
em!rio- hingga !ayi !erusia +ukup !ulan dan dilahirkan$ <pa!ila salah satu dari dua faktor
yang telah dise!utkan terse!ut tidak dimiliki oleh pasangan suami4istri- pasangan terse!ut
tidak akan mampu memiliki anak$
7*8
3nfertilitas diklasifikasikan menjadi infertilitas primer dan sekunder$ 3nfertilitas primer
!ila istri !elum pernah hamil ;alaupun !ersenggama dan dihadapkan kepada kemungkinan
kehamilan selama *0 !ulan$ 3nfertilitas sekunder !ila istri pernah hamil- akan tetapi kemudian
tidak terjadi kehamilan lagi ;alaupun pasangan !ersenggama dan dihadapkan kepada
kemungkinan kehamilan selama *0 !ulan
7*8
III. I04id/04
"ekitar *1 hingga *5 persen pasangan suami4istri mengalami kesulitan memperoleh
keturunan sehingga memerlukan !antuan medis untuk mendapatkan keturunan$ @16 kasus
infertilitas terjadi karena faktor suami atau istri saja- 016 karena pengaruh ga!ungan suami
dan istri sedangkan *16 !elum diketahui penye!a!nya$
7*8
I). Fi4i!2!5i R/&r!d"64i
4
"etiap !ayi perempuan lahir dengan rata4rata >11 ri!u sel telur imatur pada
ovariumnya$ "aat menar+he- ketika haid- ;anita akan kehilangan * sel telurnya$ "iklus
menstruasi dimulai dengan pelepasan gonadotropin releasing hormon 7GnR,8- F",- dan A,$
,ormon Bhormon ini akan mempersiapkan ovarium untuk melepaskan sel telur dan mem!eri
sinyal untuk uterus agar endometrium mempersiapkan diri untuk se!uah implantasi$
Peningkatan hormon akan mem!uat pelepasan sel telur oleh ovarium- hal ini dise!ut ovulasi$
"el telur itu kemudian ditangkap oleh fim!rae dan !erjalan melalui tu!a fallopi menuju
uterus$ <pa!ila sel telur ini !ertemu dengan sel sperma- maka sel telur dan sel sperma akan
!ertemu dan terjadi fertilisasi di tu!a falopi pars ampularis$ "el telur yang telah difertilisasi
ini akan menjadi ?igot- terus !erjalan ke arah uterus- dan akhirnya akan terjadi implantasi
pada endometrium uterus di daerah fundus atau +orpus dalam !entuk !lastula$ <pa!ila sel
telur ini tidak di!uahi endometrium meluruhkan lapisan4lapisan yang tadinya dipersiapkan
untuk implantasi !ayi$ ,al inilah yang dise!ut dengan menstruasi- dan siklus ini akan
!erlanjut sampai masa menopause$
758
Bayi laki4laki lahir dengan 0 testis$ "etiap testis mempunyai kemampuan untuk
mem!uat dan menyimpan sperma se+ara !erkelanjutan$ ,al ini dimulai ketika masa pu!ertas-
sperma yang !aru akan di!uat setiap @0 jam- aki!at respon terhadap hormon testosteron-
GnR,- A,- dan F",$ "aluran epididimis merupakan tempat untuk pematangan sperma yang
kemudian akan !erjalan melalui vas deferens dan duktus ejakulatorius$ "elama dalam
perjalanan ini- sperma akan !er+ampur dengan sekret dari epididimis- vas deferens- vesikula
seminalis- dan prostat untuk mem!entuk semen$ Ketika sudah diejakulasikan- sperma harus
!erenang melalui serviks untuk !ertemu dengan sel telur$
). E7i!2!5i
5
1. E7i!2!5i I03/r7i2i7#4 Pri#
Penye!a! terjadinya infertilitas pada pria dapat di!agi menjadi !e!erapa golongan penye!a!-
yaitu:
7*-0-28
a$ <!normalitas fungsi dan produksi sperma
,al ini dapat terjadi oleh karena kelainan seperti undescend testis- defek genetik- kelainan
endokrin 7#)8- infeksi$ Pem!esaran vena di testis akan mempengaruhi jumlah dan !entuk
sperma$ Kelainan ini dise!ut varikokel$ Carikokel merupakan suatu keadaan dimana
adanya dilatasi vena$ <liran darah yang terlalu !anyak akan menye!a!kan pem!uluh darah
disekitar testis mem!esar sehingga akan meningkatkan suhu testis dan pada akhirnya akan
!erpengaruh pada produksi sperma$ "perma pada laki4laki melalui !e!erapa saluran dari
testis sampai ke uretra- dan apa!ila terjadi kerusakan pada saluran4saluran ini maka akan
dapat mengham!at pengeluaran sperma dan !isa !erakhir pada infertilitas$ Pada <nalisis
semen ditemukan penurunan jumlah spermato?oa 7oligo?oospermia8- penurunan motilitas
7astheno?oospermia8 dan !anyak !entuk morfologi yang a!normal 7terato?oospermia8$
Kelainan ini dapat terjadi !ersama4sama dan dapat dikatakan se!agai sindrom
oligoastheno terato?oospermia$

!$ Gangguan pengiriman sperma
Kelainan ini dapat dise!a!kan oleh ejakulasi dini- ejakulasi retrogard- penyakit genetik
seperti fi!rosis kistik- kelainan struktural- atau kerusakan pada saluran reproduksi aki!at
trauma$ "perma pada laki4laki melalui !e!erapa saluran dari testis sampai ke uretra- dan
apa!ila terjadi kerusakan pada saluran4saluran ini maka akan dapat mengham!at
pengeluaran sperma dan !isa !erakhir pada infertilitas$ Kerusakan saluran ini dapat !erupa
kelainan genetik- namun yang paling sering adalah aki!at adanya infeksi dan vasektomi$
+$ Paparan faktor lingkungan seperti !ahan kimia- radiasi- marijuana- serta paparan panas
yang !erle!ihan dapat meningkatkan temperatur tu!uh dan mengganggu produksi sperma$
6
Kemoterapi dan radioterapi pada pengo!atan kanker juga dapat mengganggu produksi
sperma$
d$ Bentuk unexplained infertility pada pria dapat dise!a!kan oleh !e!erapa faktor- seperti
stres kronis- gangguan kelenjar endokrin aki!at polusi lingkungan- dan kelainan genetik$
2. E7i!2!5i I03/r7i2i7#4 +#0i7#
Penye!a! terjadinya infertilitas pada ;anita dapat di!agi menjadi !e!erapa golongan
penye!a!- yaitu:
7*-0->8
*$ Kegagalan vulasi
Gangguan ovulasi merupakan salah satu penye!a! yang paling sering kenapa ;anita tidak
!isa memiliki anak- yaitu sekitar 216 dari seluruh ;anita infertil$ Penye!a! terjadinya
gangguan ovulasi dapat diklasifikasikan menjadi:
a$ Gangguan ,ormonal
Gangguan ini merupakan penye!a! paling sering terjadinya gangguan ovulasi$ Proses
dari suatu ovulasi tergantung dari keseim!angan yang kompleks dari interaksi hormon4
hormon$
!$ #isfungsi ,ipotalamus4,ipofisis
,ormon F", dan A, diproduksi kelenjar hipofisis pada siklus menstruasi$ "tress fisik
atau emosi yang !erle!ih- !erat !adan yang kurang atau erle!ih dapat mempengaruhi
ovulasi$ /anda dari kelainan ini adalah periode a!sen atau ireguler dari menstruasi
tanpa gangguan ovarium
+$ "+ar pada ovarium
Kerusakan fisik pada ovarium dapat !eraki!at gagalnya ovulasi$ <danya operasi ekstensif
dan invasi yang dilakukan !eruang4ulang pada kista ovarium dapat menye!a!kan kapsul
7
ovarium menjadi rusak- sehingga folikel tidak dapat menjadi matur dan ovulasi tidak
terjadi$ "elain itu infeksi juga dapat !eraki!at seperti ini$
d$ )enopause prematur
,al ini jarang terjadi dan !elum dapat dijelaskan !agaimana hal ni mempengaruhi ovulasi$
,al ini diduga karena adanya autoimun yang menyerang jaringan ovarium atau karena
adanya pengaruh genetik$ ,al ini menye!a!kan gangguan produksi sel telur dari ovarium
serta penurunan estrogen se!elum men+apai usia >1 tahun$
e$ Poly+isti+ varium syndrome 7PC"8
Pada penyakit ini- tu!uh memproduksi hormon androgen yang terlalu !anyak- sehingga
dapat mempengaruhi ovulasi$ PC" !erhu!ungan dengan resistensi insulin dan o!esitas$
0$ Fungsi /u!a Fallopi yang )enurun
Penyakit tu!a terjadi pada sekitar 056 pasangan yang infertil- dan sangat !ervariasi- mulai
dariadesi ringan sampai penutupan total tu!a fallopi$ Ketika /u!a mengalami kerusakan
atau penyum!atan- akan terjadi penutupan sehingga sperma tidak dapat !ertemu dengan
sel telur- atau dapat mengganggu sel telur yang telah di!uahi menuju uterus$ Penye!a!
utama kelainan tu!a ini antara lain:
a$ 3nfeksi
3nfeksi !isa dise!a!kan !aik oleh !akteri maupun virus yang !iasanya ditularkan
melalui hu!ungan seksual- infeksi ini akan menye!a!kan inflamasi pada tu!a sehingga
terjadi s+ar dan kerusakan pada tu!a$ rganism yang menye!a!kan infeksi terse!ut
antara lain +hlamydia- gonorrhea- atau infeksi menular seksual lainnya$
!$ Penyakit <!dominal
8
Penyakit a!dominal yang paling sering menye!a!kan infertilitas adalah apendisitis$
<ppendisitis dapat menim!ulkan inflamasi pada +avum a!dominal yang dapat
mempengaruhi tu!a fallopi yang dapat !eraki!at tim!ulnya jaringan ikat dan penutupan
saluran tu!a$
+$ Ri;ayat perasi
Ri;ayat operasi merupakan salah satu penye!a! penting pada terjadinya kerusakan
tu!a$ perasi pada a!domen dan pelvis dapat menye!a!kan! terjadinya adhesi yang
dapat mempengaruhi tu!a sehingga sel telur tidak dapat mele;atinya$
d$ Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi di saluran tu!a- sehingga dapat
terjadi kerusakan tu!a$
2$ Dndometriosis
Dndometriosis merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan adanya pertum!uhan
jaringan endometrium pada daerah lain selain +avum uteri$ #iagnosis pasti dari penyakit
ini hanya !isa ditegakkan dengan laparoskopi untuk melihat uterus- tu!a fallopi- ovarium-
se+ara langsung$ Gejala pada endometriosis antara lain adanya menstruasi yang lama-
!anyak dan nyeri- !er+ak premenstrual- perdarahan rektal- dan inkontinensia urin tipe
urgensi$
>$ Kelainan pada mukus serviks
)ukus serviks !erperan se!agai sarana transportasi sperma yang masuk ke dalam vagina$
"pemato?oa memerlukan +airan mukus untuk mem!antunya !ergerak masuk kedalam
uterus$ 'ika ada kelainan pada mukus ini dapat mengham!at pergerakan sperma sehingga
tidak !isa sampai ke sel telur$ Pada !e!erapa kasus- mukus serviks juga dapat mengandung
anti!odi antisperma- yang juga dapat mengganggu sperma$
5$ Kelainan Uterus
9
Kelainan uterus seperti adesi dan polips dapat menye!a!kan infertilitas$ "elain itu variasi
posisi uterus- sum!atan kanalis servikalis juga dapat menye!a!kan infertilitas$
)I. P/8/ri64##0
Ber!agai pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis infertilitas adalah
se!agai !erikut
7*-0-2->-=-@8
1. A0#80/4i4
Pada anamnesis dapat diketahui jenis infertilitas apakah primer atau sekunder$
/anyakan ri;ayat menstruasi pada isteri$pada suami tanyakan ri;ayat trauma
se!elumnya$
Pada pasangan tanyakan juga ri;ayat merokok- alkohol- ri;ayat 3)" se!elumnya
2. P/8/ri64##0 Fi4i6
/ujuan dari pemeriksaan fisik adalah untuk menemukan !ukti kelainan yang dapat
menye!a!kan menye!a!kan infertilitas$ Pada pemeriksaan fisik dapat diperhatikan tanda
kele!ihan androgen- yaitu hirsutisme$ Ukuran dan mo!ilitas organ reproduksi dan adanya
nodul endometriosis dapat dinilai selama pemeriksaan !imanual$ 'ika ada ke+urigaan infeksi
P)"- spesimen serviks dapat diperiksa untuk dikultur$ Pada pemeriksaan terhadap pasangan
laki4laki- defisiensi androgen harus di+ari- seperti ram!ut tu!uh !erkurang- dan
ginekomastia$ Pada pemeriksaan genital- yang harus dinilai adalah UD untuk
menyingkirkan adanya epispadia atau hipospadia- yang dapat mengganggu deposisi sperma
di vagina$ Dvaluasi ukuran testis dengan or+hidometer Prader dapat mem!erikan penilaian
glo!al mengenai fungsi testis$ Pemeriksaan pada skrotum untuk menyingkirkan varikokel
harus dilakukan dengan posisi pasien !erdiri dan kemudian dilakukan manuver Calsava$
/anda peradangan epididimis seperti pene!alan nyeri tekan dapat ditemukan pada palpasi
skrotum$
2$ P/8/ri64##0 i03/r7i2i7#4
10
Pemeriksaan fisik dari pasangan su!ur dapat mengidentifikasi penye!a! yang
!erpotensi dapat menye!a!kan infertilitas yang kemudian dapat dilakukan pemeriksaan le!ih
lanjut dengan tes la!oratorium khusus atau studi pen+itraan$ Pada pasangan infertil-
pendekatan diagnosa se+ara sistematis diperlukan untuk evaluasi diagnostik infertilitas$
#. F#67!r Pri#: A0#2i4i4 S/8/0
,al yang diperhatikan dalam analisis sperma adalah konsentrasi- motilitas- morfologi- dan
via!ilitas$ )enurut %, parameter analisa sperma adalah se!agai !erikut
Colume 045 mA
p, @$04@$E
Konsentrasi 01 juta atau le!ih
)otilitas 516!ergerak ke depan
)orfologi F>6
"el darah putih kurang dari * juta sel (GA
)orfologi penting diperhatikan untuk menilai kualitas sperma dalam proses pem!uahan$
Kruger mem!agi klasifikasi analisa sperma$ )enurut Kruger- morfologi harus kurang le!ih
dari *>6$ 'ika kurang dari >6 dikategorikan se!agai kriteria infertilitas !erat dan
memerlukan penanganan khusus$
<nalisis !iokimia terhadap fungsi glandula assesorius dapat dinilai dari sampel semen$ Hang
diperhatikan adalah fruktosa dari vesikel seminalis- ?in+ dan asam fosfatase dari prostat dan
I4glu+osidase serta +arnitin dari epididimis
/es imunology dapat dilakukan untuk melihat 3gG dan 3g< pada sperma$ 3g< pada
sperma dapat mengganggu interkasi sperma dan oosit sedangkan 3gG mengganggu motilitas
sperma$ <nti!odi terhadap sperma !iasanya !erhu!ungan dengan infeksi or+hitis dan trauma
11
testikuler$ Untuk mengetahui ada tidaknya ketidak+o+okan imunoligik antara suami dan istri
maka dapat dilakukan uji kontak air mani dengan lendir serviks 7sperm +ervi+al mu+us
+onta+t test 7"C)C test88$ /es ini dilakukan untuk mengetahui adanya anti!odi pada pria atau
;anita$ Pada autoimun gerakan maju spermato?oa akan terhenti men+apai lendir serviks$ Uji
ini untuk menyelidiki adanya faktor imunologik apa!ila ternyata uji pas+a senggama
7post+oital test8 selalu negatif tapi kualitas air mani dan lendir serviks normal$ Per!andingan
!anyaknya spermato?oa yang maju dan yang tidak !ergerak mungkin menentukan prognosis
fertilitas pasangan itu
I07/r&r/7#4i A0#2i4# S&/r8#
"permatogenesis terjadi selama @0 hari$ <nalisa sperma a!normal dapat terjadi karena
!er!agai alasan misalnya seksual a!stinen+e dan stimulus seksual yang !uruk sehingga
penting dilakukan analisa sperma sekurang4kurangnya * !ulan kemudian se!elum
penegakkan diagnosis$
<?oospermia mengindikasikan tidak adanya sperma yang dapat tim!ul aki!at kelainan
kongenital- o!struksi !ilateral dari duktus ejakulatorius atau vas deferens- sertolli +ell
syndrome atau post vase+tomy$
ligo?oospermia mengidikasikan !ah;a konsentrasi sperma kurang dari 01 juta sel
sperma( ml dan mungkin !erhu!ungan dengan disfunsi ereksi seperti ejakulasi retrogard-
kondisi genetik dan gangguan hormonal$ <stheno?oospermia !erarti motilitas sperma kurang
dari 516$ ,al ini dapat dise!a!kan arena temperatur yang tinggi dan analisa sperma yang
tertunda setelah dikumpulkan$ /eratospermia menunjukkan peningkatan jumlah morfologi
sperma yang a!normal pada kepala- leher atau ekor$ ,ipospermia !erarti volume semen
kurang dari 0 mA setiap ejakulasi ,iperspermia !erarti volume semen le!ih dari EmA tiap
ejakulasi$
12
9. F#67!r O:"2#4i
Untuk melihat !agaimana fungsi ovulasi seorang ;anita- ri;ayat menstruasi
merupakan tanda yang akurat$ %anita dengan siklus reguler antara 05425 hari dan ada gejala
premenstrual ternyata le!ih dari J56 !ersifat ovulatoar$ Untuk mngetahui terjadinya ovulasi
ada !e!erapa tes sederhana yang dapat dilakukan- seperti pengukuran serum progesteron dan
pem!uatan grafik suhu !asal tu!uh$
/es serum progesteron merupakan tes yang murah dan !anyak digunakan$ /es ini
melihat kenaikan progesteron setelah terjadi ovulasi$ "pesimen darah diam!il di hari ke 0*
pada siklus menstruasi reguler 0E hari$ <danya serum progesteron le!ih dari 2 ng(ml
menunjukkan telah teradi ovulasi$ Namun tes ini sering terjadi negative palsu karena perlu
pengam!ilan spesimen darah pada ;aktu yang kurang tepat$
Pengukuran suhu !asal tu!uh digunakan untuk mengukur se+ara tidak langsung
kenaikan level hormon progesteron yang mempunyai efek termogenik$ Peningkatan hormon
progesteron setelah terjadi ovulasi akan meningkatkan suhu !asal tu!uh 1-2
o
41-=
o
C yang
!iasanya !erlangsung selama **4*> hari setelah ovulasi$ Pengukuran suhu !asal tu!uh ini
dilakukan pada pagi hari setelah !angun tidur$ Pengukuran pertama dilakukan pada hari
pertama menstruasi$ Pemeriksaan ini akurat untuk memastikan adanya ovulasi namun kurang
akurat untuk memastikan ;aktu terjadinya ovulasi$
"elain kedua tes diatas juga ada tes dengan menggunakan ovulation predictor kit. <lat
ini menggunakan en?im immunoassay untuk mendeteksi adanya peningkatan A, yang
diketahui merupakan pema+u terjadinya ovulasi$ Pemeriksaan ini dilakukan dengan
menggunakan urin pasien untuk mendeteksi adanya A,- yang akan menghasilkan peru!ahan
;arna pada indikator alat$ Pemeriksaan dilakukan pertama kali pada hari ke sepuluh setelah
a;al menstruasi dan diperiksa pada hari ke!erapa terjadi peru!ahan ;arna indikator pada
alat$
13
Kadar penyimpanan ovarium dan umur dari pasangan ;anita juga turut
mempengaruhi fungsi ovarium$ Fungsi ovarium dianggap normal jika kadar F", kurang dari
*1m3U(mA dan estradiol kurang dari =5 pg(mA$ Pada ;anita !erusia le!ih dari 25 tahun dapat
dilakukan Clomiphene Citrate Chalenge Test 7CCC/8$ #i!erikan kkolomifen sitrat *11 mg
peroral pada hari ke 54J siklus dan serum F", diperiksa pada hari ke *1$ 'ika F", le!ih dari
*1 !erhu!ungan dengan infertilitas dan kemungkinan hamil ke+il$
. F#67!r */r:i#2
Untuk mengetahui faktor +ervi+al dapat dilakukan post+oital test 7PC/8 atau Sims
Huhner Test$ PC/ dilakukan sekitar 042 hari se!elum ovulasi diprediksikan terjadi- kemudian
pasangan yang dilakukan tes diminta untuk melakukan hu!ungan seksual antara 04*0 jam
se!elum tes$ "etelah itu ;anita kemudian datang ke petugas medis- yang akan mengam!il
mukus serviksnya$ Aendir kemudian ditempatkan pada ka+a slide lalu dinilai$ 'umlah sperma
yang motil juga dihitung per !idang high po;er mikroskopis$ Namun PC/ ini tidak tidak
rutin dilakukan karena tidak terlalu !ersifat prediktif dan ketepatan diagnostik kurang
d. F#67!r "7/r"4 d#0 7"9#
Kelainan uterus dapat menye!a!kan infertilitas ;alaupun jarang terjadi$ Penyakit
yang paling sering pada kelainan tu!a adalah pelvic inflammatory disease 7P3#8 karena
infeksi penyakit menular seksual yang dise!a!kan !akteri Chlamydia trachomatis atau
Neisseria gonorrhoeae. Penyakit yang meli!atkan uterus dan tu!a dapat dilihat dengan
menggunakan histerosalfingogram 7,"G8$ ,"G merupakan pen+itraan yang menggunakan
pe;arna radioopak untuk melihat uterus dan tu!a fallopi melalui fluoroskopi$ Prosedur
pemeriksaan harus dilakukan kira4kira 042 hari setelah menstruasi !erhenti$
Risiko yang paling diperhatikan pada pemakaian ,"G adalah adanya infeksi pelvis
iatrogenik- terutama pada ;anita yang mempunyai ri;ayat P3#$ "e!elum dilakukan
pemeriksaan ,"G harus diperiksa laju endap darah 7AD#8 terle!ih dahulu$ 'ika ada
14
peningkatan maka pemeriksaan dengan ,"G harus ditunda terle!ih dahulu$ #an !ila AD#
normal- pemeriksaan ,"G !isa dilakukan dengan mem!erikan anti!iotik profilaksis terle!ih
dahulu dengan doksisiklin selama 5 hari dengan dosis 0K*11 mg(hari$
Cara lain untuk memeriksa patensi tu!a yaitu dengan pertu!asi$ Pertu!asia atau uji
Ru!in- !ertujuan memeriksa patensi tu!a dengan jalan meniupkan gas C
0
melalui kanula
atau kateter Foley yang dipasang pada kanalis servikalis$ <pa!ila kanalis servikouteri dan
salah satu atau kedua tu!anya paten- maka gas akan mengalir !e!as ke dalam kavum
peritoneum$ Patensi tu!a akan dinilai dari +atatan tekanan aliran gas se;aktu dilakukan
peniupan$ 'ika tekanan gasnya naik dan !ertahan sampai 011 mm,g- maka ada sum!atan
tu!a- jika E14*11- salah satu atau kedua tu!anya dianggap paten$ /anda lain yang menyokong
patensi tu!a adalah terdengarnya pada auskultasi suprasimfisis tiupan gas masuk ke dalam
kavum peritonei seperti 9!unyi jet: setelah pasien dipersilahkan duduk seha!is pemeriksaan-
aki!at terjadinya pengumpulan gas di !a;ah difragma$
15
Gam!ar *$ !struksi kornu !ilateral
"um!er : ;;; emedi+ine(0@>*>24overvie;
Gam!ar 0$ )yoma
"um!er : ;;; emedi+ine(0@>*>24overvie;
16
Gam!ar 2$ Polip endometrial
"um!er : ;;; emedi+ine(0@>*>24overvie;
Gam!ar >$ )yoma
"um!er : ;;; emedi+ine(0@>*>24overvie;
17
Gam!ar 5$ Kista varium
"um!er : ;;; emedi+ine(0@>*>24overvie;
Gam!ar =$ !struksi kornu !ilateral
"um!er : ;;; emedi+ine(0@>*>24overvie;
/. F#67!r &/ri7!0/"8
Penyakit peritoneum seperti endometriosis dan adhesi dapat ikut me!erikan kontri!usi
terhadap terjadinya infertilitas$ #alam hal ini- laparoskopi !isa dilakukan untuk mendeteksi
penye!a! infertilitas !ila alat diagnostik lain gagal$
18
)II. P/0#7#2#64#0##0
Penatalaksanaan infertilitas dilakukan sesuai dengan penye!a!nya$
7*-0-5-@8
1. P/0#7#2#64#0##0 I03/r7i2i7#4 P#d# +#0i7#
A. P/05!9#7#0
!at4o!atan untuk menginduksi ovulasi dapat digunakan untuk mengo!ati ;anita
dengan amenore atau yang mempunyai menstruasi tidak teratur$ <dapun jenis4jenis
pengo!atan yang !isa di!erikan adalah se!agai !erikut
*$ Klomifen sitrat
Klomifen sitrat dapat mem!antu untuk menstimullasi terjadinya ovulasi pada ;anita
dengan amenore atau menstruasi tidak teratur$ Clomifen dapat digunakan pada ;anita
dengan infertilitas yang tak diketahui dan PC"$ Clomifen !ekerja dengan !erkompetisi
dengan hormon estrogen untuk menempati reseptornya di otak$ leh karena jumlah
estrogen yang terikat dengan reseptornya sedikit maka tu!uh akan mem!erikan sinyal ke
otak !ah;a mereka kekurangan estrogen dan hal ini akan merangsang pelepasan hormon
F", dan A, ke dalam pem!uluh darah$ /ingginya kadar F", akan menstimulasi ovarium
untuk mem!entuk folikel yang !erisi sel telur- dan tinginya kadar A, akan menye!a!kan
pelepasan sel telur dari folikel matur dalam se!uah proses yang dise!ut ovulasi$
Pengo!atan ini efektif untuk mem!antu meningkatkan fertilitas pada ;anita dengan
PC"- ter!ukti sekitar @164E16 penderita PC" akan !erovulasi dengan pem!erian
klomifen sitrat$
0$ Gonadotropin
"eperti dikatakan se!elumnya !ah;a 0 hormon yang di!utuhkan dalam ovulasi adalah
F", dan A,$ 0 hormon ini dise!ut gonadotropin$ <da !e!erapa jenis sediaan
gonadotropin yang !isa digunakan untuk meningkatkan fertilitas- antara lain:
19
a$ h)G 7human menopausal gonadotropin8 mengandung F", dan A, alami yang
diekstraksi dan dipurifikasi dari urin ;anita postmenopause yang mempunyai kadar
hormon tinggi$
!$ uF", 7urinary foli+le stimulating hormone8 mengandung F", yang !erasal dari
purifikasi urin ;anita postmenopause$
+$ rF", 7re+om!inant foli+le stimulating hormon8 mengandung F", yang diproduksi di
la!oratorium menggunakan teknologi #N<$
d$ rA, 7re+om!inant luteini?ing hormon8 mengandung A, yang diproduksi di
la!oratorium menggunakan teknologi #N<$
"elain untuk menstimulasi ovarium- gonadotropin digunakan untuk merangsang pelepasan
sel telur dari folikel matur$ Pem!erian gonadotropin jenis ini dilakukan ketika kita sudah
mendeteksi !ah;a folikel !enar4!enar matur dan !erisi sel telur didalamnya !aik dengan
menggunakan tes darah maupun U"G ovarium$ !at4o!at terse!ut adalah:
a$ uhCG 7urinary human +horioni+ gonadotropin8 mempunyai aktivitas !iologi yang sama
dengan A,- ;alaupun juga mengandung F",$ ,ormon ini diekstraksi dan dipurifikasi
dari urin ;anita hamil$
!$ rhCG 7re+oom!inant human +horioni+ gonadotropin8 yang dihasilkan dari teknologi
#N< dila!oratorium$
+$ uA, 7urinary luteini?ing hormon8 mengandung A, yang diekstraksi dan dipurifikasi
dari urin ;anita postmenoause$
d$ rA,
2$ Gonadotropin releasing hormone 7GnR,8 pulsatil
GnR, dilepaskan se+ara teratur dalam interval antara =14*01 menit selama fase folikular
dalam siklus haid yang normal$ "ekresi GnR, se+ara pulsatil dari hipotalamus di otak ke
aliran darah akan menstimulasi kelenjar pituitari untuk mensekresikan A, dan F",$
20
Pem!erian medikasi ini melalui pompa yang dipasang pada ikat pinggang dan dipakai
sepanjang ;aktu$ pompa ini akan mem!erikan dosis ke+il yang teratur kepada pasien
melalui se!uah jarum yang ditempatkan di!a;ah kulit atau didalam pem!uluh darah$
Namun hal ini !isa menim!ulkan infeksi dan alergi aki!at pemasangan jarum terse!ut$
>$ Gonadotropin releasing hormone analogue 7GnR, agonist8
5$ #opamin <gonist
Be!erapa ;anita !eovulasi se+ara ireguler aki!at dari pelepasan hormon prola+tin yang
!erle!ihan dari kelenjar pituitari yang !iasa dise!ut hiperprola+tinemia$ Kele!ihan hormon
prolaktin ini akan men+egah terjadinya ovulasi pada ;anita dan hal ini akan menye!a!kan
terjadinya menstruasi yang tidak teratur dan !ahkan hingga !erhenti sama sekali$ #opamin
agonist seperti !romokroptin dan +a!ergolin melalui oral dapat men+egah hal ini dengan
menurunkan produksi prolaktin- sehingga ovarium dapat !ekerja dengan !aik$
=$ <romatose 3nhi!itor
3nhi!itor aromatose digunakan terutama pada kanker payudara pada ;anita
postmenopause$ )ereka !ekerja dengan menurunkan kadar estradiol dalam sirkulasi dan
mengurangi umpan !alik negatif yang menstimulasi peningkatan sekresi dari kelenjar
pituitari dan se!agai aki!atnya akan meningkatkan kerja ovarium$ 'enis o!at pengham!at
aromatose ini adalah letro?ole dan anastro?ole$
B. T/r#&i B/d#1
Kadang4kadang penye!a! infertilitas dapat ditangani dengan pem!edahan$ "e!agai
+ontoh- operasi merupakan pilihan terapi untuk !e!erapa kelainan tu!a- PC"- adhesi-
endometriosis- dan kelainan uterus$ /erapi !edah untuk infertilitas antara lain:
*$ varian #rilling
21
%anita infertil dengan PC" mempunyai kesulitan dalam ovulasi$ vulasi dapat diinduksi
se+ara pem!edahan dengan prosedur yang dise!ut ovarian drilling atau ovarian diathermy$
Prosedur ini !erguna untuk ;anita dengan PC" yang resisten terhadap pengo!atan
dengan klomifen sitrat$ varian drilling dilakukan se+ara laparoskopi melalui lu!ang insisi
ke+il- kemudian !e!erapa insisi ke+il dilakukan pada ovarium dengan menggunakan panas
atau laser$ Proses ini akan mema+u terjadinya ovulasi$
Gam!ar @ varian #rilling
"um!er : ivfgo$+om
0$ Pem!edahan pada tu!a fallopi
Penutupan atau kerusakan pada tu!a fallopi dapat diatasi dengan !er!agai ma+am jenis
prosedur operasi tergantung dari lokasi penutupan dan jenis kerusakannnya$
a$ ,isterosalfingografi 7,"G8 merupakan se!uah prosedur yang dapat digunakan untuk
mendiagnosis masalah pada uterus dan tu!a fallopi$ ,"G menggunakan sinar K dan
+airan radioopak yang dimasukkan ke traktus reproduksi dari uterus sampai ke tu!a
fallopi melalui kateter dari serviks$
!$ "alpingolisis merupakan salah satu prosedur operasi dengan laparotomi yang diiringi
dengan penggunaan mi+ros+ope untuk memperluas area$ "alpingolisis dilakukan
22
dengan mem!e!askan tu!a fallopi dari adhesi dengan memotong perlengketan terse!ut-
!iasanya menggunakan electrosurgery dengan memakai elektrokauter$
+$ "alfingotomi !iasanya dilakukan untuk mem!entuk se!uah lu!ang !aru pada tu!a$
Prosedur ini dapat dilakukan se+ara laparotomy ataupun laparoskopi$ "alfingostomi
dapat dilakukan pada pengo!atan kehamilan ektopik dan infeksi pada tu!a fallopi$
d$ /u!al anastomosis merupakan prosedur pem!edahan dengan mengam!il jaringan tu!a
yang tertutup dan kemudian menyam!ung lagi ujung4ujung tu!a yang terpotong
terse!ut$
e$ /u!al kanalisasi- prosedur ini dilakukan ketika penutupan tu!a relatif ter!atas$
Prosedur ini dilakukan dengan mendorong ka;at atau kateter melalui penutupan
terse!ut sehingga ter!uka$ Prosedur ini dilakukan dengan dipandu fluoroskopi$
2. P/0#7#2#64#0##0 I03/r7i2i7#4 P#d# Pri#
a$ <ir mani a!normal
<ir mani dise!ut a!normal kalau pada 2 kali pemeriksaan !erturut4turut hasilnya tetap
a!normal$ Pada pasien dengan air mani a!normal kita hanya !isa mem!erikan nasihat agar
melakukan senggama !eren+ana pada saat4saat su!ur istri untuk meningkatkan persentasi
terjadinya pem!uahan$
!$ Carikokel
Pada pria dengan varikokel- motilitas sperma terjadi penurunan$ Penurunan motilitas
sperma itu terjadi pada J16 pria dengan varikokel- sekalipun hormon4hormonnya normal$
Carikokelektomi hampir selalu dianjurkan untuk semua varikokel dengan penurunan
motolitas spermato?oa$ Kira4kira 0(2 pria dengan varikokel yang dioperasiakan mengalami
per!aikan dalam motilitas spermato?oanya$
23
+$ 3nfeksi
3nfeksi akut traktus genitalis dapat menyum!at vas atau merusak jaringan testis sehingga
pria yang !ersangkutan menjadi steril$ <kan tetapi- infeksi yang terjadi kronik mungkin
hanya akan menurunkan kualitas sperma- dan masih dapat diper!aiki menjadi seperti
semula$ <ir mani yang selalu mengandung !anyak leukosit- apalagi kalau disertai gejala
disuria- nyeri pada ;aktu ejakulasi- nyeri punggung !agian !a;ah- patut diduga karena
infeksi kronik traktus genitalis$ <nti!iotika yang ter!aik adalah yang akan terkumpul
dalam traktus genitalis dalam konsentrasi yang !esar- seperti eritromisin- tetrasiklin- dan
kotrimoksa?ole$
d$ #efisiensi Gonadotropin
"ama halnya dengan ;anita- kurangnya hormon gonadotropin pada pria juga dapat
menye!a!kan infertilitas ;alaupun hal ini jarang terjadi$ Pria dengan defisiensi
gonadotropin !a;aan sering kali mengalami pu!ertas yang terlam!at$ Pengo!atannya
sama seperti pada ;anita- yaitu dengan pem!erian preparat hormon seperti A, dan F",-
ataupun GnR,$
e$ ,iperprolaktinemia
,iperprolaktinemia pada pria dapat mengaki!atkan impotensi- testikel yang menge+il- dan
kadang4kadang galaktorea$ <nalisi air mani !iasanya normal atau sedikit !erkurang$
Pengo!atan dengan menggunakan !romokriptin dilaporkan dapat memper!aiki
spermatogenesis$
*. A44i47/d R/&r!d"7i:/ T/10!2!5$
*$ 3ntrauterine 3nsemination 73U38
3U3 merupakan se!uah proses memasukkan sperma melalui serviks kedalam uterus$ ,al
ini dilakukan dengan menggunakan se!uah ta!ung plastik yang mele;ati serviks menuju
uterus$ Prosedur ini dilakukan !ersamaan dengan ;aktu terjadinya ovulasi pada sang
24
;anita$ Untuk melakukan teknik ini- sang ;anita harus mempunyai uterus dan tu!a fallopi
yang normal$ 3U3 ini digunakan pada ;anita yang mempunyai kelainan mukos serviks-
endometriosis- atau ada faktor infertilitas pada laki4laki$
Gam!ar E 3ntrauterine 3nsemination
"um!er : ivf$net$in
0$ 3n Citro Fertilisation 73CF8
3CF !erarti fertilisasi yang dilakukan diluar tu!uh$ #alam proses 3CF- pasien juga
termasuk mendapat pengo!atan untuk menstimulasi ovarium untuk memproduksi le!ih
!anyak sel telur$ Ketika sel telur sudah ter!entuk- sel telur terse!ut akan diam!il melalui
operasi ke+il$ "el telur kemudian akan di+ampur dengan sperma dila!oratorium dan
diinku!asikan selama 042 hari$ /ujuannya agar sperma dapat mem!uahi sel telur dan
mem!entuk em!rio$ Dm!rio terse!ut kemudian akan diletakkan didalam uterus ;anita
menggunakan se!uah ta!ung plastik melalui vagina dan serviks$ Kemudian setelah em!rio
dimasukkan diperlukan !e!erapa tam!ahan hormon untuk mem!antu implantasi em!rio-
dalam hal ini progesteron dan hCG$ 3CF merupakan terapi yang sangat !erguna !agi
25
;anita dengan kerusakan tu!a- infertilitas yang tak diketahui- endometriosis- dan
infertilitas pada laki4laki$
Gam!ar J 3n Citro Fertili?ation
"um!er : meditour+?$+om
2$ Gamete 3ntrafallopian /ransfer 7G3F/8 dan &ygote 3ntrafallopian /ransfer 7&3F/8
/eknik pengam!ilan sel telur dan sperma pada G3F/ dilakukan dengan +ara yang sama
seperti pada 3CF$ "el telur dan sperma kemudian di+ampur dan langsung dipindah
tempatkan ke tu!a fallopi$ ,al ini dilakukan se+ara laparoskopi melalui insisi ke+il pada
a!domen- atau dengan menggunakan kateter ke+il melalui serviks$ #engan sperma se+ara
natural mem!uahi sel telur di tu!a fallopi$ Untuk itu tu!a fallopi sang ;anita haruslah
sehat$ /idak !er!eda jauh dengan G3F/- &3F/ dilakukan dengan +ara yang sama- tetapi
pada &3F/ yang dipindah ke tu!a fallopi adalah dalam !entuk ?igot !ukan sel telur dan
sperma seperti pada G3F/$ Kedua teknik ini sekarang sudah tergantikan dengan 3CF
sehingga jarang dillakukan$ #engan teknik ini persentase terjadinya kehamilan le!ih tinggi
sedikit daripada dengan teknik 3CF- namun prosedur pelaksanaannya le!ih rumit dan tidak
nyaman !agi pasien$
26
Gam!ar J G3F/
"um!er : ap!r;;;5$apsu$edu
Gam!ar *1 &3F/
"um!er : ap!r;;;5$apsu$edu
>$ 3ntra+ytoplasmi+ "perm 3nje+tion 73C"38
"u!stansi didalam sel telur dise!ut sitoplasma- dan 3C"3 merupakan suatu tekknik
reproduksi !uatan dengan memasukkan se!uah sperma se+ara langsung ke sitoplasma dari
sel telur$ Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan jarum mikro$ "el telur yang sudah
dimasuki sperma ini kemudian ditempatkan di dalam uterus sama seperti 3CF$ /eknik 3C"3
ini !erguna untuk pasangan yang tidak !erhasil dengan 3CF- atau !ila kualitas sperma yang
27
!aik terlalu sedikit untuk dilakukan 3CF$ 3C"3 mempunyai angka fertilisasi yang tinggi
namun angka terjadinya kehamilan hampir sama dengan teknik 3CF$
Gam!ar ** 3C"3
"um!er : infert$+om$!r
)III. Pr!50!4i4
Prognosis terjadinya kehamilan tergantung pada umur suami- umur istri- dan lamanya
dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan 7frekuensi hu!ungan seksual dan lamanya
perka;inan8$ Fertilitas maksimal ;anita di+apai pada umur 0> tahun- kemudian menurun
perlahan4lahan sampai umur 21 tahun- dan setelah itu menurun dengan +epat$
708
DAFTAR PUSTA(A
*$ Pus+he+k- Dli?a!eth D$ nfertility.Dmedi+ine$01*2$ <vaila!le from URA: http:((;;;
emedi+ine(0@>*>24overvie;$htm$ <++essed )ar+h *- 01*2$
0$ Pra;irohardjo- "ar;ono$ nfertilitas in lmu kandungan$ Ddisi kedua$ 'akarta: Hayasan
Bina Pustaka$ *JJ@ $ >J=452*
28
2$ !ale nfertility$)ayo+lini+$01*2$ <vaila!le from URA: http:((;;; male
infertility(+on401122**2$htm$ <++essed )ar+h *- 01*2$
>$ Female nfertility$)ayo+lini+$01*2$ <vaila!le from URA: http:((;;; female
infertility(+on401122=*EL0$htm$ <++essed )ar+h *- 01*2$
5$ nfertility$)ayo+lini+$01*2$ <vaila!le from URA: http:((;;; mayo +lini+(+on4
0112>@@1$htm$ <++essed )ar+h *- 01*2$
=$ nfertility.Pu!med$01*2$ <vaila!le from URA: http:((;;; pu!med ,ealth(3nfertility 4
National Ai!rary of )edi+ine 4 Pu!)ed ,ealth$htm$ <++essed )ar+h *- 01*2$
@$ Dmre- "elli$ nfertility$ Ne; Hork: 'ohn %iley M "ons$ 01**$ >40@
29