Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat TuhanYang Maha Esa, karena dengan
pertolongan-Nya kami dapat menyelesaiakan Karya Ilmiah kami yang berjudul
Penyedap Rasa (MSG). Banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam
proses pengerjaannya, tapi kami telah berhasil menyelesaikan makalah ini dengan
baik.
Makalah ini disusun dengan sebaik-baiknya dari sumber yang relevan, guna
memenuhi tugas mata kuliah KIMIA BAHAN MAKANAN. Kami mengucapkan
terimakasih kepada Ibu Dra. Ruli Meiliawati, M.pd selaku dosen pembimbing
mata kuliah yang telah membimbing kami, sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-
teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun
tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan bagi
pembaca tentang bahaya yang ditimbulkan oleh adanya penggunaan penyedap
rasa (MSG) yang berlebihan akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari sempurna dan
masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik, saran, dan komentar yang
bersifat membangun sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas makalah
karya ilmiah ini.


Palangka Raya, September 2014


Penulis

MAKALAH
KIMIA BAHAN MAKANAN
PENYEDAP MAKANAN (MSG)

Oleh :
Nama Anggota : 1. (ACC 113 )
2. (ACC 113 )
3. (ACC 113 )
4. (ACC 113 )
5. (ACC 113 )
6. (ACC 113 )
7. (ACC 113 )
8. (ACC 113 )
9. (ACC 113 )
10. (ACC 113 )
Kelompok ke : 4
Dosen Pengampu : Dra. Ruli Meiliawati, M.pd




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2014

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................................................
Daftar Isi....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................
1.3 Tujuan..................................................................................................................
1.4 Manfaat Penulisan...............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Monosodium Glutamate (MSG)........................................................
2.2 Rumus Struktur dan Molekul MSG.....................................................................
2.3 Proses Pembuatan MSG .....................................................................................
2.4 Manfaat dari Penyedap Rasa Monosodium Glutamate (MSG)...........................
2.5 Penggunaan MSG yang Aman.............................................................................
2.6 Bahaya Akibat Penggunaan MSG yang Berlebihan Bagi Kesehatan..................
2.7 Jenis-jenis Bahan Makanan yang Mengandung MSG ........................................
BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan..........................................................................................................
3.2 Saran....................................................................................................................
Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sekarang ini banyak bahan kimia dan berbagai campuran lain yang
digunakan oleh manusia untuk membuat makanan. Dengan campuran bahan
kimia, makanan akan terlihat lebih menarik dan menghasilkan rasa yang
lebih enak. Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di
pedesaan.Konsumsi makanan jajanan di masyarakat diperkirakan terus
meningkat mengingat terbatasnya waktu anggota keluarga untuk mengolah
makanan sendiri. Keunggulan makanan jajanan adalah murah dan mudah
didapat, serta cita rasa yang sesuai dengan masyarakat.
Kemajuan ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat diberbagai
bidang, termasuk dalam bidang pangan, kemajuan teknologi ini membawa
dampak positif maupun negatif. Dampak positif teknologi tersebut mampu
meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan, juga meningkatkan
diversivikasi, hygiene, sanitasi, praktis dan lebih ekonomis. Dampak negatif
kemajuan teknologi tersebut ternyata cukup besar bagi kesehatan konsumen
dengan adanya penggunaan zat aditif yang berbahaya. Zat aditif adalah
bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk
meningkatkan kualitas, menambahkan rasa dan memantapkan kesegaran
produk tersebut. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan R.I No.
392/Menkes/PER/XII/76, yang dimaksud dengan aditif makanan adalah
bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu mengolah makanan
untuk meningkatkan mutu. Termasuk ke dalamnya adalah pewarna,
penyedap rasa dan peraroma, antioksidan, pengawet, pengemulsi, anti
gumpal, pemucat, dan pengental.
Pada makanan olahan buatan pabrik, dari mie instan sampai dengan
makanan cepat saji. Dari keripik kentang sampai dengan makanan di
warung-warung tegal, yang biasa dikonsumsi, terutama pada saat makan
siang. Semuanya mengandung bumbu penyedap atau yang biasa dikenal
dengan vetsin atau MSG.Vetsin atau monosodium glutamate (MSG) adalah
salah satu penyedap rasa yang sering digunakan saat memasak untuk
menyedapkan masakan. Setelah diberi sedikit vetsin, makanan dapat
menjadi sedap karena di dalam vetsin itu terkandung asam sodium glutanik
(glutanic acid sodium).
Berdasarkan uraian diatas, sebagai generasi penerus sebaiknya kita
mulai dari sekarang memberikan pengertian kepada masyarakat akan bahaya
penggunaan penyedap atau penguat rasa makanan khususnya MSG. Selain
itu,baiknya mulai sekarang ciptakan makanan yang tidak mengandung
bahan kimia berbahaya tetapi tetap mempunyai bentuk,nilai dan rasa yang
menarik sehingga masyarakat mau mengkonsumsinya
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah dan pengertian Monosodium Glutamate (MSG) ?
2. Bagaimana rumus struktur dan molekul MSG ?
3. Bagaimana proses pembuatan MSG ?
4. Apa saja manfaat dari penyedap rasa Monosodium Glutamate (MSG) ?
5. Bagaimana penggunaan MSG yang aman?
6. Apa bahaya akibat penggunaan MSG yang berlebihan bagi kesehatan ?
7. Apa saja jenis-jenis bahan makanan yang mengandung MSG ?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan sejarah dan pengertian Monosodium Glutamat (MSG).
2. Menjelaskan struktur dan molekul senyawa Monosodium Glutamate
(MSG).
3. Menjelaskan bagaimana proses pembuatan Monosodium Glutamate
(MSG).
4. Menjelaskan manfaat dari Monosodium Glutamat (MSG).
5. Menjelaskan bahaya akibat penggunaan MSG berlebihan.
6. Mengetahui jenis-jenis bahan makanan yang mengandung MSG.
1.4 Manfaat Penulisan
Meningkatkan dan memupuk rasa kesadaran masyarakat dalam penggunaan
zat adiktif khususnya Monosodium Glutamat (MSG) untuk mengetahui
bahaya akibat pengunaan MSG berlebihan.

1.5 Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kepustakaan,
yaitu dengan cara mengambil bahan-bahan dari buku-buku yang berkaitan
dengan materi yang dibahas.




























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah dan Pengertian MSG
A. Sejarah Penemuan MSG
Jurnal Chemistry Senses menyebutkan, Monosodium Glutamate
(MSG) mulai terkenal tahun 1960-an, tetapi sebenarnya memiliki sejarah
panjang. Selama berabad-abad orang Jepang mampu menyajikan masakan
yang sangat lezat. Rahasianya adalah penggunaan sejenis rumput laut
bernama Laminaria japonica.
Prof. Kikunae Ikeda, seorang profesor di Universitas
Tokyo,Jepang. Yang berjasa menemukan MSG. Pria kelahiran 8 Oktober
1864 terusik pikiranya oleh rasa makanan. Menurutnya ada satu rasa yang
umum terdapat pada asparagus,buat tomat,keju,dan daging. Tetapi bukan
salah satu dari 4 rasa yang sudah dikenal, yakni manis,asin,asam,dan pahit.
Pada tahun 1907, Ikeda memulai eksperimenya untuk mengidentifikasi
sumber rasa yang berbeda tersebut. Dari hasil penelitiannya dia berhasil
menemukan kunci kelezatan itu pada kandungan asam glutamat.
Penemuan ini melengkapi 4 jenis rasa sebelumnya asam, manis, asin dan
pahit dengan umami (dari akar kata umai yang dalam bahasa Jepang
berarti lezat). Penemuan itu berasal dari percobaanya pada rumput laut
(genus Laminaria) oleh Ikeda dan disebut konbu di Jepang. Namun
sebelumnya di Jerman pada tahun 1866, Ritthausen juga berhasil
mengisolasi asam glutamat dan mengubahnya menjadi dalam bentuk
monosodium glutamate (MSG), tetapi belum tahu kegunaannya sebagai
penyedap rasa.
Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, diketahui
bahwa rasa gurih dari makanan itu bisa didapat dari protein yang dipecah
menjadi asam amino asam tertentu dengan menggunakan proses
fermentasi , jadilah produk/bahan yang disebut MSG dan bahan bakunya
kaya glukosa seperti tetes tebu (molasses), singkong, jagung, gandum,
sagu/tapioca dan beras. MSG ini banyak digunakan dalam bahan
makanan/masakan karena sifatnya yang gurih/umami itu. Dipasaran kita
tahu berbagai produk yang telah beredar yang fungsinya membuat
masakan menjadi gurih. Secara kimiawi MSG adalah senyawa yang
merupakan kombinasi dari +/- 10% air (H2O), 12% sodium (natrium) dan
78% glutamat. Secara penggolongan tentang makanan dan minuman di
lembaga kesehatan MSG digolongkan sebagai zat penambah rasa (flavor
additive).
Sejak penemuan itu Jepang memproduksi asam glutamate melalui
ekstraksi dari bahan ilmiah. Tapi karena permitaan pasar melonjak, pada
tahun 1956 mulai ditemukan cara produksi L-glutamic acid melalui
fermentasi. L-glutamic acid merupakan inti dari MSG yang berbentuk
butiran putih mirip garam. MSG tidak memiliki rasa,namun ketika
ditambahkan pada makanan akan terbentuk asam glutamat bebas yang
ditangkap oleh reseptor khusus di otak dan mempresentasikan rasa dasar
dari makanan itu menjadi lebih jauh lezat dan gurih.
B. Pengertian MSG








Gambar 1.1. Monosodium Glutamate atau vetsin
Monosodium glutamate adalah kristal putih yang biasanya dibuat
sebagai pelengkap bumbu masak yang mempunyai cita rasa yang kuat.
MSG merupakan turunan kimia L-glutamic acid monnosodium salt, yang
jika diIndonesiakan garam natrium dari MSG. Sodium merupakan nama
lain dari natrium. Sedangkan ikatan aslinya adalah asam glutamate atau
glutamate acid yang mampu mengikat dua atom positif. Karena atom Na
hanya mempunyai satu atom valensi, maka masih ada satu unsur asam.
Karena yang diikat baru satu, maka disebut mono.Satu sodium asam
glutamate disingkat menjadi MSG. MSG (Monosodium Glutamat) atau
lebih dikenal vetsin, adalah salah satu bahan tambahan makanan yang
digunakan untuk menghasilkan flafour atau cita rasa yang lebih enak dan
lebih nyaman ke dalam masakan.
Asam glutamat digolongkan pada asam amino non essensial karena
tubuh manusia sendiri dapat menghasilkan asam glutamat. Glutamat dibuat
dalam manusia dan memainkan peran esensial dalam metabolisme.
Hampir dua kilogram glutamate terdapat secara alami dalam otak, ginjal,
hati dan pada jaringan lain pada tubuh manusia. Disamping itu glutamat
terdapat dalam jumlah besar di air susu ibu, sekitar sepuluh kali lipat yang
terdapat dalam susu sapi. Glutamat dalam bentuk alami didapat dari
makanan seperti tomat, keju, susu, daging, kacang kapri, jamur dan kecap
yang merupakan hasil fermentasi. Tubuh manusia terdiri dari 14-17 %
protein dan seperlimanya merupakan asam glutamat dalam protein
tubuhnya. Monosodium glutamat juga dapat dibuat melalui proses
fermentasi dari tetes gula (molases) oleh bakteri
Brevibacterium lactofermentum. Asam glutamate kemudian
ditambah soda (Natrium karbonat) sehingga terbentuk monosodium
glutamat (MSG), kemudian dimurnikan dan dikristalisasi, sehingga
merupakan serbuk kristal murni, yang siap dijual di pasar dan merupakan
makanan yang umum.

2.2 Rumus struktur dan molekul MSG
Asam glutamate digolongkan pada asam amino non essensial,
karena tubuh manusia sendiri dapat menghasilkan asam glutamat. Glutamat
dibuat dalam tubuh manusia dan memainkan peran esensial dalam
metabolisme. MSG mempunyai rumus kimia C
5
H
8
O4NNaH
2
O , terdiri atas
Natrium sebanyak 12%, glutamate 78% dan air 10%. MSG bersifat larut
dalam air, glutamat yang terdapat dalam MSG merupakan suatu asam amino
yang banyak dijumpai pada beberapa makanan, kandungan glutamate 20%
dari total asam amino pada beberapa makanan baik bebas maupun terikat
dengan peptidaatau protein.
Struktur Kimia MSG :





C
5
H
8
O4NNaH
2
O
Rumus molekul MSG :





C
12
H
22
O
11
.2H
2
O

2.3 Proses pembuatan MSG

Berdasarkan diagram diatas ,proses pembuatan MSG :
1. Pertama yaitu pembuatan media Bactosoytone. Bactosoytone ini
merupakan proses yang terpisah sama sekali dengan proses pembuatan
MSG. Media Bactosoytone merupakan suatu media pertumbuhan bakteri,
dan dijual di pasar, tidak saja untuk bakteri pembuat MSG, tetapi juga
untuk bakteri-bakteri lainnya yang digunakan untuk keperluan pembuatan
produk biotek-industri lainnya.
2. Media Bactosoytone ini dibuat tersendiri (oleh Difco Company di AS)
untuk mendapatkan Bactosoytone dengan cara hidrolisis-enzimatik dari
protein kedelai (Soyprotein). Dalam bahasa yang sederhana, protein-
kedelai dipecah dengan bantuan enzim sehingga menghasilkan peptida
rantai pendek (pepton) yang dinamakan Bactosoytone itu. Enzim yang
dipakai pada proses hidrolisis inilah yang disebut Porcine, dan enzim
inilah yang diisolasi dari pankreas-babi.
3. enzim Porcine yang digunakan dalam proses pembuatan media
Bactosoytone, hanya berfungsi sebagai katalis, artinya enzim tersebut
hanya mempengaruhi kecepatan reaksi hidrolisis dari protein kedelai
menjadi Bactosoytone. Bactosoytone inilah yang akan di gunakan sebagai
media padat pada pertumbukhan/pekembangbiakan bakteri Brevibacterium
lactofermentum atau Corynebacterium glutamicum pada fase 1.
4. Pada fase 1, bakteri Brevibacterium lactofermentum atau Corynebacterium
glutamicum di tumbuhkan/dibiakan dalam media padat bactosoytone.
Bakteri tersebut diperbanyak (dalam istilah mikrobiologi: dibiakkan atau
dikultur). Catatan: bacteri Brevibacterium lactofermentum atau
Corynebacterium glutamicum adalah bakteri yang hidup dan berkembang
pada media air. Jadi bakteri itu termasuk aqueous microorganisms.
5. Setelah setelah fase 1 selesai, bakteri yang ditumbuhkan pada Media
bactosoytone, kemudian dipindahkan ke Media Cair Starter (butir 1).
Media ini sama sekali tidak mengandung bactosoytone. Pada Media Cair
Starter ini bakteri berbiak dan tumbuh secara cepat.
6. Setelah bakteri itu tumbuh dan berbiak, maka kemudian bakteri tersebut
diambil dan dipindahkan ke Media Cair Produksi yang berisi molase untuk
digunakan sebagai agen-biologik pada proses fermentasi membuat MSG.
7. MSG dibuat melalui proses fermentasi dari tetes-gula (molases) oleh
bakteri (Brevibacterium lactofermentum). Dalam peroses fermentasi ini,
pertama-tama akan dihasilkan Asam Glutamat. Asam Glutamat yang
terjadi dari proses fermentasi ini, kemudian ditambah soda (Sodium
Carbonate), sehingga akan terbentuk Monosodium Glutamat (MSG). MSG
yang terjadi ini, kemudian dimurnikan dan dikristalisasi, sehingga
merupakan serbuk kristal-murni, yang siap di jual di pasar.
Catatan:
Perlu dijelaskan disini bahwa, enzim Porcine yang digunakan dalam
proses pembuatan media Bactosoytone, hanya berfungsi sebagai katalis,
artinya enzim tersebut hanya mempengaruhi kecepatan reaksi hidrolisis
dari protein kedelai menjadi Bactosoytone, TANPA ikut masuk ke dalam
struktur molekul Bactosoytone itu. Jadi Bactosoytone yang diproduksi dari
proses hidrolisis-enzimatik itu, jelas bebas dari unsur-unsur babi, selain
karena produk Bactosoytone yang terjadi itu mengalami proses
clarification sebelum dipakai sebagai media pertumbuhan, juga karena
memang unsur enzim Porcine ini tidak masuk dalam struktur molekul
Bactosoytone, karena Porcine hanya sebagai katalis saja .
Proses clarification yang dimaksud adalah pemisahan enzim Porcine dari
Bactosoytone yang terjadi. Proses ini dilakukan dengan cara pemanasan
160
0
F selama sekurang-kurangnya 5 jam, kemudian dilakukan filtrasi,
untuk memisahkan enzim Porcine dari produk Bactosoytone-nya. Filtrat
yang sudah bersih ini kemudian diuapkan, dan Bactosoytone yang terjadi
diambil.
Catatan: nama Bactosoytone merupakan nama dagang, yang dapat diurai
sebagai berikut: Bacto adalah nama dagang dari Pabrik pembuatnya
(Difco Co); Soy dari asal kata soybean:kedelai, tone, singkatan dari
peptone; jadi Bactosoyton artinya pepton kedelai yang dibuat oleh pabrik
Difco.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal POM di Jakarta
menunjukkan bahwa: Bactosoytone tidak terkontaminasi (tidak tercampur)
dengan Lemak babi (data Analisis Gas Chromatography); Protein babi
(data Analisis HPLC), maupun DNA-babi (data Analisis PCR). MSG tidak
terkontaminasi (tidak tercampur) dengan: Lemak babi (data Analisis Gas
Chromatography); Protein babi (data Analisis HPLC), maupun DNA babi
(data Analisis PCR). Hasil Analisis yang dilakukan di Jepang (Kyoto
University) juga menunjukkan bahwa baik MSG maupun Bactosoytone
tidak terkontaminasi oleh enzim babi.

2.4 Manfaat Monosodium Glutamate (MSG)
MSG (monosodium glutamate) sudah lama dianggap sebagai
sumber penyakit berdasarkan fakta ilmiah. Namun ternyata fakta lain justru
mengungkap bahwa MSG ternyata mengandung nutrisi yang diperlukan oleh
tubuh manusia.
1. Sodium sebagai salah satu pembentuk MSG berguna sebagai pengatur
asam basa dalam tubuh bersama dengan potasium, mendukung kontraksi
otot,pengendalian air dan tekanan darah,sistem saraf serta penyerapan
gula. Sodium yang berlenihan bisa menyebabkan hipertensi.
2. Glutamat adalah salah satu dari asam amino yang paling sering
digunakan untuk mengorkestasi atau memadukan jaringan antarsel.
3. Glutamat merangsang pengeluaran atau ekskresi cairan ludah serta
lambung sehingga pencernaan makanan lebih cepat dan sempurna.
4. Monosodium glutamate digunakan untuk penguat rasa.

2.5 Penggunaan MSG yang Aman
MSG memberikan rasa gurih dan nikmat pada berbagai macam masakan,
walaupun masakan itu sebenarnya tidak memberikan rasa gurih yang berarti. MSG
aman dikonsumsi sejauh tidak berlebihan. Meski dinilai aman, MSG hendaknya
tidak diberikan bagi orang yang tengah mengalami cidera otak karena stroke,
terbentur, terluka, atau penyakit syaraf. Konsumsi MSG menyebabkan penumpukan
asam glutamat pada jaringan sel otak yang bisa berakibat kelumpuhan.
Batasan aman yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia
WHO (World Health Organization), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar
0-120 mg/kg berat badan. Jadi, jika berat seseorang 50 kg, maka konsumsi
MSG yang aman menurut perhitungan tersebut 6 gr (kira-kira 2 sendok teh)
per hari. Rumus ini hanya berlaku pada orang dewasa. WHO tidak
menyarankan penggunaan MSG pada bayi di bawah 12 minggu. Selain itu
sebaiknya jangan terlalu banyak dan terlalu sering mengkonsumsi makanan
yang menggunakan MSG, dikarenakan MSG tidak baik untuk kesehatan dan
bisa membahayakan kesehatan.

2.6 Bahaya Pengunaan MSG berlebihan
Dampak akibat penggunaan MSG berlebihan :
a. Menurunnya fungsi otak, Ketika sel-sel neuron di otak menerima senyawa
Monosodium Glutamat (MSG), mereka menjadi sangat bergairah dan
meningkatkan impulsnya sampai pada tingkat kelelahan yang sangat
tinggi. Tapi, beberapa jam kemudian neuron-neuron tersebut mati seakan-
akan bergairah untuk mati. Jika banyak sel neuron yang mati, maka fungsi
otak pun bisa menurun, yang tentunya sangat berbahaya bagi
perkembangan otak, terutama anak-anak. Dalam suatu percobaan, anak-
anak yang mengonsumsi sup mengandung MSG dan meminum
Nutrasweet (soft drink) darahnya akan mempunyai tingkat excitotoxin
(keracunan) enam kali lebih besar dari excitotoxin yang menghancurkan
hypothalamus neuron pada bayi tikus.Jadi , MSG dapat menyebabkan
menurunnya fungsi otak dan semakin muda anak yang mengonsumsi
MSG, semakin besar bahaya yang dapat ditimbulkan MSG pada otak.
b. Kanker, MSG dapat menyebabkan kanker karena Glutamat dapat
membentuk pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam
waktu lama. pirolisis ini sangat karsinogenik. Padahal masakan protein
lain yang tidak ditambah MSG pun, bisa juga membentuk senyawa
karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang
lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti triptopan, penilalanin,
lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari penelitian tadi jelas
cara memasak amat berpengaruh.
c. Alergi, MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan
masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi
akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil
sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat
nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif,
tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa
hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid),
serotinin atau bahkan oleh histamine.
d. Hipertensi, Kandungan natrium di dalam MSG beserta sifat adiktif yang
ada pada MSG, dan sebagai salah satu penyebab hipertensi (tekanan darah
tinggi).
e. Obesitas, MSG mengganggu hubungan endokrin antara meta
thermoregulatory modulators (neuropeptida dan leptin) dan brown fat.
f. Kerusakan Retina, Retina adalah suatu lapisan pada mata yang berfungsi
menerima cahaya sebelum diteruskan ke otak untuk diterjemahkan sebagai
suatu objek penglihatan. Berbagai studi telah dilakukan tentang kerusakan
retina akibat penggunaan MSG. MSG dalam dosis tertentu diketahui dapat
merusak neuron-neuron (sel-sel saraf) pada lapisan dalam retina mata.
g. Kerusakan hipotalamus dan struktur otak lain, sakit kepala (magrain)
memperberat keadaan autisme dan hiperaktifitas, memperberat serangan
asma, dan menimbulkan alergi.
h. Diabetes, Glutamat melakukan ikatan dengan reseptornya di dalam
pankreas. Akibatnya, pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak
dari biasanya. Dengan dipacunya produksi insulin, otomatis perombakan
kadar gula dalam darah mengalami peningkatan. Itulah yang membuat
glutamat bisa sebagai salah satu faktor penyebab diabetes. Pankreas yang
mendapat perlakuan dengan glutamat mengeluarkan insulin lebih banyak
dibandingkan dengan biakan pankreas yang tanpa glutamat. Inilah yang
membuat kelenjar pankreas makin lama mengalami kerusakan.
i. Kadar kolesterol tinggi tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan.
j. asam sitrat kering ataupun larutan asam sitrat pekat dapat menyebabkan
iritasi kulit dan mata.
k. Konsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai
masalah, seperti warna gigi yang berubah menjadi coklat atau gelap, bau
mulut.
l. Kafein dapat memicu munculnya serangan sakit kepala migren pada
individu yang rentan.
2.7 Jenis-jenis Bahan Makanan yang Mengandung MSG
Jenis -jenis bahan makanan yang menggunakan penyedap rasa (MSG) :
Bakso, Makanan yang satu ini paling terkenal dengan kandungan MSG
nya. Pada mangkok mie tukang bakso langganan Anda saja, mungkin
sudah terlihat 'endorse' merk MSG yang digunakan. Selain pada adonan
bakso, kuah mie paling banyak mengandung MSG dan garam.Namun
tetap saja, jajanan ini paling banyak dicari dan bisa kita temukan dijual di
pinggir jalan maupun di kota besar. Siapa yang bisa nolak nikmatnya
semangkuk bakso pedas dengan saus merah dan sambal. Selain bakso,
makanan sejenis yang mengandung MSG adalah jenis cilok atau pentol
yang juga banyak dijual di pinggir jalan.
Mie Instan,mie instan yang biasanya menjadi makanan favorit namun juga
menjadi momok bagi kesehatan orang banyak. Mie instant dalam
bumbunya saja sudah mengandung banyak MSG. Namun makanan yang
terkenal dengan sebutan 'penyelamat anak kos' ini cukup sulit dihilangkan
dari menu makanan banyak orang.Mie kriting yang berkuah atau dengan
bumbu pedas dan telur mata sapi adalah kenikmatan yang tak tergantikan.
Tapi tak ada salahnya mengontrol dosis makan mie instant dalam rutinitas
makan Anda.
Aneka Jajan Anak-Anak, Snack kemasan jaman kanak-kanak adalah salah
satu makanan yang masih digemari dari anak-anak sampai seseorang yang
sudah beranjak dewasa. Wajar, memang karena rasanya memang enak.
Selain kaya MSG, makanan ini juga banyak mengandung bahan pengawet,
bahkan pewarna.
Frozen Food, Makanan beku memang enak disantap, namun bahan-bahan
yang digunakan mungkin tak pernah Anda bayangkan. Beberapa waktu
lalu, chicken nugget terbukti hanya 50% saja kandungan dagingnya.
Sisanya adalah bahan tambahan, bahkan tulang. Dan yang pasti, makanan
ini tak terlepas dari kandungan MSG.
Aneka Fast Food atau Junk Food, tidak beda jauh dari frozen food, junk
food adalah salah satu makanan yang mengandung MSG dan garam tinggi.
Itulah yang membuat makanan ini jadi salah satu makanan paling
membuat ketagihan di dunia, namun juga bisa menjadi makanan yang
mengancam kesehatan. Salah satu makanan masa kecil yang hits dan
ketahuan banget MSG nya adalah keripik lidi dan makaroni.
Gorengan Pinggir Jalan, Untuk membangkitkan selera, kebanyakan
gorengan menggunakan MSG. Tepung bumbu atau sejenisnya yang
digunakan tidak luput dari penggunaan vetsin. Selain nikmat disantap
selagi hangat, gorengan merupakan makanan yang banyak dijual di
pasaran.
Masakan Rumah, Tidak dipungkiri, tak sedikit masakan rumahan yang
menggunakan MSG sebagai tambahan bumbu masak. Apalagi sasaran
pemasaran MSG adalah para ibu rumah tangga yang ingin makanannya
lebih lezat. Mungkin tak ada salahnya untuk menyarankan agar beralih ke
bumbu dasar saja.







BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Monosodium glutamate adalah kristal putih yang biasanya dibuat sebagai
pelengkap bumbu masak yang mempunyai cita rasa yang kuat.
Manfaat dari MSG,yakni :
- Sodium sebagai salah satu pembentuk MSG berguna sebagai pengatur
asam basa dalam tubuh bersama dengan potasium, mendukung
kontraksi otot,pengendalian air dan tekanan darah,sistem saraf serta
penyerapan gula. Sodium yang berlebihan bisa menyebabkan
hipertensi.
- Glutamat adalah salah satu dari asam amino yang paling sering
digunakan untuk mengorkestasi atau memadukan jaringan antarsel.
- Glutamat merangsang pengeluaran atau ekskresi cairan ludah serta
lambung sehingga pencernaan makanan lebih cepat dan sempurna.
- Monosodium glutamate digunakan untuk penguat rasa,
Dampak penggunaan MSG berlebihan akan menyebabkan,menurunya
fungsi otak,kanker,alergi,hipertensi,obesitas,kerusakan retina,kerusakan
hipotalamus dan struktur otak lain,diabetes.
Jenis jenis bahan makanan yang mengandung MSG, yakni bakso,mie
instant,aneka jajanan anak-anak,frozen food,aneka fast food atau junk
food,gorengan pinggir jalan,dan masakan rumah.
3.2 Saran
Pemberian penyedap rasa dan aroma makanan sebaiknya jangan digunakan
dalam jumlah besar, karena semuat zat-zat yang terkandung didalamnya dapat
menyebabkan efek yang berbahaya bagi tubuh.






DAFTAR PUSTAKA




Pustaka Online Media. Penjelasan Pembuatan Monosodium Glutamat (MSG).
www-list@isnet.org . Di akses 23 september 2014.
Vemale. 7 Makanan Serba MSG Tapi Masih Dicari Dan Digemari.
http://www.vemale.com/kesehatan/39057-7-makanan-serba-msg-tapi-masih-
dicari-dan-digemari.html . Di akses pada tanggal 22 september 2014.