Anda di halaman 1dari 16

1

Pengertian Kesehatan Gigi Dan Mulut



Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Pendidikan kesehatan gigi dan
mulut merupakan suatu proses pendidikan yang timbul atas dasar kebutuhan
kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk menghasilkan kesehatan gigi dan
mulut yang baik dan meningkatkan taraf hidup.
Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik sehat
secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak anak, setiap orang tua
menginginkan anaknya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini dapat
dicapai jika tubuh mereka sehat. Kesehatan gigi dan mulut adalah suatu keadaan
dimana gigi dan mulut berada dalam kondisi bebas dari adanya bau mulut,
kekuatan gusi dan gigi yang baik, tidak adanya plak dan karang gigi, gigi dalam
keadaan putih dan bersih, serta memiliki kekuatan yang baik.
Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal, maka harus dilakukan
perawatan secara berkala. Perawatan dapat dimulai dari memperhatikan diet
makan, jangan terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula dan
makanan yang lengket. Pembersihan plak dan sisa makanan yang tersisa dengan
menyikat gigi, teknik dan caranya jangan sampai merusak struktur gigi dan gusi.
Pembersihan karang gigi dan penambalan gigi yang berlubang oleh dokter gigi,
serta pencabutan gigi yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Kunjungan
berkala ke dokter gigihendaknya dilakukan teratur setiap 6 bulan sekali baik ada
keluhan ataupun tidak ada keluhan. Gusi seperti gigi berlubang dan karang gigi
serta masalah bau mulut.
2

Gigi berfungsi untuk mempermudah mengolah atau mengunyah makanan, selain
itu gigi juga termasuk memiliki pengaruh penting untuk keindahan seseorang.
Namun belum begitu banyak orang yang sadar akan pentingnya merawat gigi agar
sehat, kuat dan indah. Ada cara sederhana untuk menjaga gigi Anda dan keluarga
yaitu menyikat gigi secara teratur.
Hal yang terpenting ialah mengajari anak Anda untuk menyikat gigi dan menjaga
kebersihannya. Kebiasaan menggosok gigi secara teratur akan membuatnya
menjadi kebiasaan baik disaat dewasa nanti.
Kebiasaan menyikat gigi sepertinya masih belum menjadi budaya yang
mengasyikkan dan menyenangkan bagi masyarakat Indonesia. Padalah untuk
menjaga kesehatan gigi dan kebersihannya sangatlah mudah.
Sikatlah gigi minimal 2 kali sehari ialah cara sederhana menjaga kesehatan gigi
Anda dan keluarga. Gosoklah gigi pada pagi dan malam hari sebelum tidur.
Hindari memakan makanan dengan suhu ekstrim. Misalkan memakan makanan
panas dan meminum minuman dingin seperti es. Hal itu akan membuat gigi Anda
menjadi tidak sehat dan berakibat tidak kokohnya gigi.
Berhenti untuk merokok. Merokok seperti yang banyak Anda ketahui bahwa
rokok merupakan dapat menyebabkan perubahan warna gigi dan mulut menjadi
tidak sedap. Maka dari itu sebisa mungkin hindari untuk mengkonsumsi rokok
Pakailah obat kumur untuk lebih menjaga kesegaran dan kesehatan gigi Anda.
Obat kumur merupakan salah satu cara yang dapat Anda pakai untuk
menghilangkan plak, bakteri dan bau mulut setelah menyikat gigi.
Periksalah ke dokter gigi secara rutin. Hal ini jangan Anda lupakan sebagai
aktifitas rutin Anda dan keluarga sebab dengan menjaga kesehatan gigi sejak dini
akan menjadi aktifitas yang baik.
Dengan beberapa tips dan cara diatas semoga bermanfaat bagi Anda dan keluarga
untuk selalu menjaga kesehatan gigi.
3

Debris adalah endapan berwarna putih di sekitar gigi, terdiri dari sisa-sisa
makanan dan jaringan mati akibat peradangan sedangkan kalkulus merupakan
suatu endapan keras yang menempel di permukaan gigi berwarna mulai dari
kuning sampai cokelat kehitam-hitaman, permukaan kasar, plak yang tidak
dibersihkan dan dari endapan bahan-bahan kasar, air ludah, dan serum darah serta
sisa makanan.
Terbentuknya karang gigi yaitu plak yang tinggal terlalu lama akan mengeras
menjadi karang gigi, adapun penyebabnya berasal dari pengendapan bahan-bahan
kasar, air ludah, serum darah akibat suatu endapan.
Karang gigi merupakan penyebab utama gingivitis dan periodontitis karena terus-
menerus mengiritasi gingiva yang menyebabkan terjadinya infeksi gingiva dan
periodontitis marginalis, bila dibiarkan terus tidak dibersihkan maka akan
berkembang ke arah apikal dan akan menyebabkan gigi goyang dan kemudian
lepas. Untuk mengetahui kebersihan gigi dan mulut seseorang dapat diadakan
penilaian kebersihan gigi dan mulut secara tepat dan teliti, dalam penilaian ini
digunakan index kebersihan gigi dan mulut yang dikenal sebagai OHB.
OHIS adalah angka yang menyatakan keadaan klinis/kebersihan mulut seseorang
yang didapat pada waktu dilakukan pemeriksaan.
Data kebersihan dan kesehatan gigi/mulut dikumpulkan oleh petugas kesehatan.
Untuk memperoleh angka yang serasi dan tepat diperlukan patokan tertentu
(kriteria tertentu)
Untuk itu diadakan kode index yang seragam.
Jenis data yang diambil.
Data kebersihan gigi dan mulut
Pengambilan data kebersihan gigi dan mulut.
Index yang digunakan disebut oral hygiene index-simplified ini diciptakan oleh
green dan vermelion. Disingkat OHI-S. untuk memperoleh index ini perlu dinilai
endapan lunak dan endapan keras (karang gigi).
4

Untuk endapan lunak ditentukan dengan index debris sedangkan untuk endapan
keras digunakan index Calculus. Index calculus disingkat menjadi (C.I),
sedangkan debris index menggunakan D.I. (debris index).
Kriteria pemeriksaan :
Pada rahang atas :
Unsur geraham pertama (6) kanan dan kiri, permukaan bukal.
Unsur pertama (incisivus pertama) kanan, permukaan labial.
Pada rahang bawah :
Unsur geraham pertama (6) kanan dan kiri, permukaan lingual.
Unsur pertama (incisivus pertama) kiri permukaan labial.
Pemeriksaan debris.
Pemeriksaan dilakukan pada permukaan gigi sampai ke batas gingiva. Gigi dibagi
dengan garis khayal pada permukaan labialnya menjadi tiga bagian yang kira-kira
luasnya sama yaitu dari batas gingiva sampai ke batas incisalnya (lihat gambar)
Dengan menggunakan alat sonde (explorer) yang berbentuk bulan sabit
digeserkan dan menempel pada permukaan gigi tersebut agar debris yang
menempel terikat pada sonde
Luasnya debris dilihat jadi bukan ketebalan dari debris yang dihitung.
Kesimpulannya :
Kalau permukaan gigi bersih sama sekali maka penilaian 0
Kalau debris menutupi pada bagian sepertiga di bagian terbawah maka diberi nilai
1.
Sedangkan kalau debris menutupi sampai dua pertiga dari permukaan gigi nilai
menjadi 2.
5

Paling jelek ialah bila hampir seluruh permukaan gigi tertutup debris maka nilai
menjadi 3.
Cara menghitung index debris ini seandainya unsur yang ditentukan telah dicabut
atau tidak ada, maka dapat menggunakan unsur yang ada yang terletak di
sebelahnya sebagai pengganti. Untuk menilainya jadi8 diperlukan tiga unsur yang
dinilai sebagai sample dari seluruh gigi.
pemeriksaan karang gigi (calculus).
Hakekatnya sama dengan penilaian debris hanya saja bagian sari gigi yang tak
nampak seperti pada saku gusi serta leher gigi harus diperiksa.
Jadi rinciannya sebagai berikut :
Gigi dibagi juga dalam tiga bagian.
Alat yang digunakan sonde
Luas calculus yang diperiksa jadi sama dengan debris, bukan ketebalan calculus
Adapun penilaian sama dengan penilaian pada debris yaitu :
Kalau sama sekali tidak ada karang gigi maka nilai . 0
Kalau bagian yang terlihat ada karang gigi dan tidak melewati sepertiga penilaian
maka nilai . 1
Kalau karang gigi menutupi lebih dari sepertiga gigi dam mencapai dua pertiga
permukaan, maka nilai . 2
Kalau karang gigi menutupi seluruh bagian servikal dan supra gingival maka nilai
yang diberikan . 3
Cara menghitung index karang gigi sama dengan cara menghitung index dari
index debris dengan rumus serupa yaitu :
kemudian dari hasil ini semua yaitu index debris dan index calculus akan
diperoleh index OHI-S.
6

adapun Rumusnya sebagai berikut :
OHI-S = debris index + calculus index.
Pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut di SDN 18 leppangang Kec. Bungoro,
kab. Pangkep.
Siswa kelas 6, 1 orang untuk mewakili sekolah tersebut.
Kriteria pemeriksaan yaitu:
Untuk rahang atas
- Gigi 6 kanan atas pada permukaan bukal
- Gigi 1 kanan atas pada permukaan labial
- Gigi 6 kiri atas pada permukaan bukal
Untuk rahang bawah
- Gigi 6 kiri bawah pada permukaan lingual
- Gigi 1 kiri bawah pada permukaan labial
- Gigi 6 kanan bawah pada permukaan lingual
Adapun siswa yang di periksa adalah Andi siswa kelas 6, umur 12 tahun
D I C I
1 0 2
3 1 2
= 1,5 sedang
2 1 3
3 1 2
= 2 sedang
7

OHIS = = = = 3,5 buruk
Kriteria penilaian debris :
- Pada gigi 16 terdapat pada permukaan gigi yang terlihat tidak ada debris
lunak, tetapi ada pewarnaan extrinsic yang menutupi sebagian atau seluruh
permulaan gigi.
- Pada gigi 11 terdapat pada permulaan gigi yang terlihat tidak ada debris atau
pewarnaan extrinsic.
- Pada gigi 26 terdapat pada permulaan gigi yang terlihat tidak ada debris
lunak yang ditutupi permukaan seluas lebih dari 1/3 tetapi kurang dari 2/3
permukaan gigi.
- Pada gigi 36 terdapat pada permukaan gigi terlihat, ada debris lunak yang
meliputi/menutupi permukaan gigi sebesar 1/3 permukaan atau kurang dari 1/3
permukaan gigi.
- Pada gigi 46 terdapat pada permukaan seluas lebih dari 2/3 sampai seluruh
permukaan gigi.
Kriteria pemeriksaan kalkulus
- Makanan yang manis, melekat dan yang asam
- Menyikat gigi dengan cara dan waktu yang tidak tepat
- Kebiasaan mengunyah pada satu sisi rahang
- Kurangnya perhatian dari orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut
Kurang gigi dapat mengakibatkan
- Kesehatan mulut (oral hygiene) buruk
- Mulut berbau
- Estetik
- Gigi goyang
8

Adapun pencegahan dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
1) Tindakan yang dilakukan oleh pasien
- Mengontrol kebersihan mulut yaitu secara alamiah dengan gerakan otot-otot
lidah, bibir, pipi, air ludah, makanan yang bersifat pembersih. Secara buatan
dengan cara kimiawi yaitu menggunakan obat kumur.
- Mengontrol diet makanan yaitu menghindari makanan yang manis, melekat
dan yang asam, makan-makanan yang bergizi terutama yang berserat.
- Mengontrol kebiasaan yaitu menyikat gigi dengan cara dan waktu yang
tepat, dan menghindari kebiasaan mengunya pada satu sisi rahang.
- Melakukan tindakan mekanis yaitu cara yang paling murah efektif dan
praktis adalah menyikat gigi minimal 2 x sehari yaitu sesudah sarapan pagi dan
sebelum tidur malam.
2) Tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi/perawat gigi
- Usahakan mengontrol kebersihan gigi dan mulut minimal 2 x setahun/6
bulan sekali di klinik, puskesmas atau di rumah sakit yaitu melakukan tindakan
yang disebut dengan scalling.
3) Usaha lain untuk mencegah yaitu memperbaiki susunan gigi yang tidak
teratur, memperbaiki tambahan-tambahan yang buruk anatominya,
mempergunakan alat bantu sikat gigi seperti tusuk gigi, dental floss dan lain-lain.

Beberapa contoh penyakit akibat kurangnya perawatan pada mulut dan gigi.
Karies gigi (Kavitasi)adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi.
Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat
menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan
bahkan kematian.
Jika tidak diobati oleh seorang dokter gigi, karies akan terus tumbuh dan pada
akhirnya menyebabkan gigi tanggal.
9

Tergantung kepada lokasinya, pembusukan gigi dibedakan menjadi:

1. Pembusukan permukaan yang licin/rata.
Merupakan jenis pembusukan yang paling bisa dicegah dan diperbaiki,
tumbuhnya paling lambat. Sebuah karies dimulai sebagai bintik putih dimana
bakteri melarutkan kalsium dari email.
Pembusukan jenis ini biasanya mulai terjadi pada usia 20-30 tahun.
2. Pembusukan lubang dan lekukan.
Biasanya mulai timbul pada usia belasan, mengenai gigi tetap dan tumbuhnya
cepat.
Terbentuk pada gigi belakang, yaitu di dalam lekukan yang sempit pada
permukaan gigi untuk mengunyah dan pada bagian gigi yang berhadapan dengan
pipi. Daerah ini sulit dibersihkan karena lekukannya lebih sempit daripada bulu-
bulu pada sikat gigi.
3. Pembusukan akar gigi.
Berawal sebagai jaringan yang menyerupai tulang, yang membungkus permukaan
akar (sementum). Biasanya terjadi pada usia pertengahan akhir. Pembusukan ini
sering terjadi karena penderita mengalami kesulitan dalam membersihkan daerah
akar gigi dan karena makanan yang kaya akan gula. Pembusukan akar merupakan
jenis pembusukan yang paling sulit dicegah.
4. Pembusukan dalam email.
Pembusukan terjadi di dalam lapisan gigi yang paling luar dan keras, tumbuh
secara perlahan.
Setelah menembus ke dalam lapisan kedua (dentin, lebih lunak), pembusukan
akan menyebar lebih cepat dan masuk ke dalam pulpa (lapisan gigi paling dalam
yang mengandung saraf dan pembuluh darah).
Dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk menembus email, tetapi perjalanannya dari
dentin ke pulpa hanya memerlukan waktu 1 tahun. Karena itu pembusukan akar
yang berasal dari dalam dentin bisa merusak berbagai struktur gigi dalam waktu
yang singkat.
Struktur gigi yang rusak tidak dapat sembuh sempurna, walaupun remineralisasi
pada karies yang sangat kecil dapat timbul bila kebersihan dapat dipertahankan.
Untuk lesi yang kecil, florida topikal dapat digunakan untuk merangsang
remineralisasi. Untuk lesi yang besar dapat diberikan perawatan khusus.
10

Perawatan ini bertujuan untuk menjaga struktur lainnya dan mencegah perusakan
lebih lanjut.

Gingivitis adalah peradangan pada gusi (gingiva).
Gingivitis sering terjadi dan bisa timbul kapan saja setelah tumbuhnya gigi.
Penyebab
Gingivitis hampir selalu terjadi akibat penggosokan dan flosing (membersihkan
gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benar, sehingga plak tetap ada
di sepanjang garis gusi.
Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri. Plak lebih sering
menempel pada tambalan yang salah atau di sekitar gigi yang terletak
bersebelahan dengan gigi palsu yang jarang dibersihkan.
Jika plak tetap melekat pada gigi selama lebih dari 72 jam, maka akan mengeras
dan membentuk karang gigi (kalkulusflosing (benang gigi). Plak merupakan
penyebab utama dari gingivitis.

CARA SIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR
Salah satu cara untuk menghambat penyakit gigi dari mulut adalah tindakan
preventif/promotif terhadap masyarakat, dengan harapan masyarakat mengerti dan
memahami arti kesehatan gigi dan mulutnya pad khususnya dan kesehatan umum
pada dasarnya. Tindakan ini yang paling jika dan tepat ditujukan pada siswa
sekolah dasar dengan alasan dengan pembiasaan pada anak usia sekolah maka
akan terbawa di masa mendatang setelah yang bersangkutan menjadi dewasa.
Permasalahan yang akan dihadapi pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut di
sekolah dasar ialah peningkatan kebersihan gigi dan mulut. Jika anda melakukan
cara menggosok gigi dibarengi dengan cara yang baik dan benar serta
mengunakan teknik menggosok gigi yang pas, maka anda juga dapat
menghindarkan organ tubuh yang satu ini (mulut) dari berbagai masalah yang
akan timbul, seperti gusi yang bengkak karena terlalu menekan keras sikat gigi,
dan masalah klasik yang terjadi pada mulut (bau mulut).
Cara Menggosok Gigi yang Benar, memang salah satu cara untuk menjaga dan
11

merawat gigi yang paling benar adalah dengan menggosok gigi,cara ini tergolong
paling mudah dilakukan, karena bisa anda lakukan bebarengan dengan aktivitas
mandi pagi dan sore hari.Menyikat gigi yang baik sesuai petunjuk dokter adalah
minimal 2 kali sehari, seperti yang sudah tercantum di kemasan pasta gigi, gosok
gigi anda minimal 2 kali sehari.
Namun waktu gosok gigi yang paling baik adalah setelah bangun tidur (pagi hari)
dan ketika anda hendak tidur malam hari, dan jika anda mempunyai waktu luang,
usahakan setelah makan siang anda bisa menyikat gigi untuk menghindari sisa
makanan yang menempel di dinding gigi.
Sebenarnya apasih tujuan menggosok gigi itu? Salah satu tujuan utama
menggosok gigi adalah menghindarkan dan membersihkan mulut dari sisa-sisa
makanan yang menempel dididing gigi, sisa makanan ini jika dibiarkan akan
membentuk plak kuning.
Nahhhh!! plak ini jika anda dibiarkan akan mengakibatkan karang gigi dan bau
tak sedap pada mulut serta yang paling menakutkan gusi dan gigi akan rusak jika
tidak membersihkannya
Mungkin tidak sedikit orang yang masih menyepelekan dan terlalu menganggap
cara sikat gigi mungkin juga gitu-gitu saja ( tinggal kasih pasta dalam sikat tarik
sini tarik sana), Jika anda merupakan salah satu orang yang tergolong diatas,
mulai sekarang anda bisa mencoba cara-cara dibawah ini, sehingga gigi anda bisa
lebih kuat dan sehat. Dan semoga cara-cara dibawah bisa menjadi solusi sehat
mulut dan gigi kita.
Cara menggosok gigi yang benar dan baik: Ambil sikat dan pasta gigi, Peganglah
sikat gigi dengan cara anda sendiri (yang penting nyaman untuk anda pegang),
oleskan pasta gigi di sikat gigi yang sudah anda pegang. Sikat dan pasta gigi
Sikat gigi anda (gigi depan dengan cara menjalankan sikat gigi pelan-pelan dan
naik turun.Kenapa harus pelan-pelan karena biasanya orang yang menyikat gigi
secara kasar, akan mengakibatkan gusi lecet dan berdarah. cara Sikat gigi depan
Langkah selanjutnya gosok bagian gigi sebalah kanan dan kiri. Cara
Pengaplikasian hampir sama dengan menyikat gigi depan anda, yaitu gosok
12

perlahan dengan irama naik turun. Jika susah mengosok naik turun anda bisa
menggosok biasa namun dengan durasi lebih lama, karena mengosok dengan cara
naik turun walaupun pelan-pelan akan lebih cepat menghilangkan sisa makanan
yang tertempel.
Setelah selesai menggosok area gigi bagian kanan, kiri dan depan, maka langkah
selanjutnya adalah membersihkan/ menyikat gigi bagian dalam (gigi geraham).
Usahakan sikat dengan cara pelan-pelan namun kotoran tak ada yang tertinggal
karena biasanya plak kuning terjadi di area ini jika gosok giginya tidak bersih.
Caranya: unakanan ujung bulu sikat untuk menjangkau area gigi geraham dengan
sedikit tekanan sampai ujung sikat sedikit melungkung. Cara menggosok gigi
geraham langkah terakhir gosok gigi dalam (gigi tengah) dengan cara menegakan
lurus sikat gigi, lalu sikat gerakkan sikat keatas kebawah cara gosok gigi bagian
dalam.
Nah itulah sedikit tips agar hasil sikat gigi anda bisa bersih maksimal, dan
tentunya bisa membuat gigi putih, sehat dan terhindar baumulut. Namun apakah
dengan cara ini saja ada bisa terhindar dari bau mulut dan plak?
Memang jika hanya melakukan cara sikat gigi yang baik dan benar tidak seratus
persen menghilangkan bau mulut dan plak, oleh karenannya sehabis sikat gigi,
anda bisa menyikat lidah anda dan kumur dengan antiseptic mouswore biasanya
sih saya menggunakan listerin untuk mengoptimalkan sikat giginya.

Jenis Sikat Gigi Yang Baik dan Benar
Pernah merasa kebingungan saat hendak memilih sikat gigi, di antara sekian
banyak pilihan yang terjajar di depan Anda? Wajar saja, mengingat banyaknya
variasi mulai dari jenis sikat, bentuk kepala sikat, belum lagi merk dan bentuk
gagangnya. Lantas apa ada bedanya, dan bagaimana memilih sikat gigi yang
benar?
13

Pemilihan sikat gigi memang berperan penting dalam keberhasilan menjaga
kebersihan gigi dan mulut. Namun apapun sikat gigi yang akhirnya Anda pilih,
yang terpenting adalah cara, waktu, dan durasi penyikatan gigi yang benar.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui saat akan memilih sikat gigi:
Lembut atau medium. Bulu sikat yang keras mungkin efektif untuk membersihkan
lantai kamar mandi, tapi tidak untuk mulut Anda. Bulu sikat gigi yang keras dapat
melukai gusi, dan lama kelamaan dapat menyebabkan gusi mengalami resesi,
sehingga akar gigi yang seharusnya tertutup gusi menjadi terekspos. Akibatnya
gigi menjadi sensitif dan rentan terjadi karies pada akar gigi. Kecuali dokter gigi
Anda menyarankan untuk menggunakan jenis sikat yang lembut (soft), lebih baik
pilih jenis sikat medium.
Size does matter. Ukuran kepala sikat harus disesuaikan dengan mulut masing-
masing. Pada dasarnya kepala sikat yang kecil lebih baik, karena dapat
menjangkau ke daerah-daerah yang sulit terutama pada gigi belakang rahang atas.
Yang penting nyaman. Bentuk gagang sikat gigi tidak berpengaruh secara
signifikan, yang penting enak digenggam saat melakukan gerakan-gerakan
penyikatan.
Boleh elektrik atau manual. Sikat gigi elektrik tidak lebih baik dalam
membersihkan gigi dibandingkan sikat gigi biasa. Namun sikat gigi elektrik
adalah pilihan yang lebih baik pada orang-orang tertentu seperti orang lansia,
penderita arthritis atau penyakit lain yang menyebabkan keterbatasan pergerakan
14

tangan, dan penderita cacat seperti anak-anak dengan keterbelakangan mental
yang harus dibantu saat menyikat gigi. Sikat gigi elektrik juga mungkin lebih
menarik bagi anak-anak karena mudah dan menyenangkan saat digunakan,
tentunya didampingi dengan orang tua.
Lebih selektif bagi si kecil. Sesuaikan sikat gigi dengan usia anak Anda. Pilihlah
sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, kepala sikat yang kecil khusus anak-
anak, dengan ujung bulu sikat bulat dan gagang yang besar agar mudah
digenggam anak. Boleh juga dipilih gagang sikat dengan warna-warni yang ceria
atau bentuk-bentuk yang lucu agar lebih menarik dan memotivasi anak untuk
lebih rajin menyikat gigi.
Setelah Anda memilih sikat gigi yang dirasa paling pas, ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan yaitu:





Pensiunkan sikat gigi Anda saat bulu sikat sudah terlihat sedikit megar, dan ganti
secara berkala kira-kira setiap 3 bulan. Jangan tunggu hingga bulu sikat betul-
betul megar karena sudah tidak efektif dalam penyikatan dan berpotensi lebih
besar untuk melukai gusi.
Jangan saling bertukar sikat gigi dengan orang lain. Setiap anggota keluarga
sebaiknya memiliki sikat gigi masing-masing, karena bakteri yang menyebabkan
infeksi gigi dan gusi dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui sikat
gigi, bahkan bila sikat gigi berkontak setelah pemakaian. Anjuran ini harus betul-
betul diperhatikan, sebab penyakit yang berbahaya seperti Hepatitis C berpotensi
untuk ditularkan melalui sikat gigi.
15

Cuci bersih sikat gigi setelah digunakan, lebih baik dengan air mengalir, dan
simpan dengan posisi tegak. Bila menggunakan sikat gigi dengan penutup,
sebaiknya terdapat lubang pada penutup sebab dalam kondisi tertutup rapat sikat
gigi menjadi lembab dan lebih kondusif bagi perkembangbiakan bakteri.
Yang sering kali luput dari perhatian adalah mengganti sikat gigi setelah terkena
flu, radang tenggorokan, atau infeksi mulut untuk mencegah kambuhnya infeksi.

















16

DAFTAR PUSRAKA :
http://mybrandalz.wordpress.com/kesehatan/makalah-kesehatan-gigi/
http://m.klikdokter.com/detail/read/18/72/cara-pilih-sikat-gigi
http://luqmanhardianto.wordpress.com/2012/07/22/pengertian-kesehatan-gigi-
dan-mulut/
http://lailafkg10.wordpress.com/2011/01/27/makalah-kesehatan-gigi-dan-mulut/