Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Gastrointestinal ialah suatu kelainan atau penyakit pada jalan makanan/pencernaan.
Penyakit Gastrointestinal yang termasuk yaitu kelainan penyakit kerongkongan
(eshopagus), lambung (gaster), usus halus (intestinum), usus besar (colon), hati (liver),
saluran empedu (traktus biliaris) dan pankreas.
Nasogastric Tubes (NGT) sering digunakan untuk menghisap isi lambung, juga
digunakan untuk memasukan obat-obatan dan makananan. NGT ini digunakan hanya
dalam waktu yang singkat. Untuk memenuhi kebutuhan pasien, pengetahuan dan
kemampuan perawat dalam memasukan dan melakukan perawatan NGT adalah sangat
dibutuhkan.
Bagi anak-anak,kebutuhan akan NGT disebabkan oleh beberapa kondisi seperti
anomali anatomi jalan makanan;oesophagus atau alat eliminasi, kelemahan reflek
menelan, distress pernafasan atau tidak sadarkan diri. Keselamatan adalah selalu menjadi
perhatian,dimana kerjasama perawat pasien dan keluarga sangat dibutuhkan dan pada
sebagian anak terkadang agak sedikit dipaksakan.
Pemberian nutrisi melalui pipa lambung (Nutrisi Enteral) dilakukan pada pasien yang
tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi peroral atau adanya gangguan fungsi menelan,
nafsu makan menurun, mual muntah pada fase akut. Mual sampai muntah disebabkan oleh
peningkatan produksi asam lambung sehingga menimbulkan masalah volume pemenuhan
nutrisi dan cairan. itu diperlukan alat bantu untuk dapat memenuhi nutrisi pasien salah
satunya yaitu menggunakan Nasogastrik tube( NGT).
Oleh karena itu dalam makalah ini, kami membahas tentang cara pemberian makanan
pada pasien yang tidak mampu memperoleh makanan melalui oral (nutrisi enteral)
dengan menggunakan NGT.
1.2.Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Nutrisi enteral?
2. Apa manfaat dari pemberian Nutrisi enteral?
3. Bagaimana cara pemberian nutrisi enteral melalui NGT?
1.3.Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Nutrisi enteral
2. Untuk mengetahui manfaat dari pemberian nutrisi enteral
3. Cara pemberian makanan pada pasien melalui NGT
2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Nutrisi enteral adalah nutrisi yang diberikan pada pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan
nutrisinya melalui rute oral, formula nutrisi diberikan melalui tube ke dalam lambung (gastric
tube),nasogastric tube (NGT), atau nasojejunal tube dapat secara manual maupun dengan bantuan pompa
mesin. Pemberian nutrisi enteral dini (yang dimulai dalam 12 jam sampai 48 jam setelah pasien masuk ke
dalam perawatan intensif (ICU) lebih baik dibandingkan pemberian nutrisi parenteral. Pada pasien dengan
pembedahan, pemberian nutrisi enteral harus dikonfirmasikan dengan tanda munculnya flatus. Pada
prinsipnya, pemberian formula enteral dimulai dengan dosis rendah dan ditingkatkan secara bertahap
sampai mencapai dosis maksimum dalam waktu seminggu. Makanan enteralyang telah disediakan
sebaiknya dihabiskan dalam waktu maksimal 4 jam, waktu selebihnya akan membahayakan karena
kemungkinanmakanan tersebut telah terkontaminasi bakteri.
2.2. Manfaat Nutrisi Enteral Melalui NGT
Manfaat dari pemberian nutrisi enteral
1. Mempertahankan fungsi pertahanan dari usus
2. Mempertahankan integritas mukosa saluran cerna
3. Mempertahankan fungsi-fungsi imunologik mukosa saluran cerna
4. Mengurangi proses katabolic
5. Menurunkan resiko komplikasi infeksi secara bermakna
6. Mempercepat penyembuhan luka
7. Lebih murah dibandingkan nutrisi parenteral
8. Lama perawatan di rumah sakit menjadi lebih pendek dibandingkan dengan Nutrisi Parentera
2.3. Indikasi Nutrisi Enteral
Indikasi pemenuhan kebutuhan nutrisi enteral antara lain:
1. Pasien yang sama sekali tidak bisa makan
2. Makanan yang masuk tidak adekuat
3. Pasien dengan sulit meneland. Pasien dengan luka bakar yang luas.
2.4. Kontraindikasi Nutrisi Enternal
Kontra indikasi pemberian nutrisi enteral antara lain:
1. Kondisi-kondisi yang mengakibatkan perubahan fungsisaluran cerna (osbtruksi)
2. menyeluruh pada saluran cerna bagian distal, perdarahan saluran cerna yang hebat, fistula
enterokutan high-output,intractable diarrhea, kelainan congenital pada saluran cerna)
3. Gangguan perfusi saluran cerna (instabilitas hemodinamik,syok septic)
3

4. Kelainan anatomi saluran cerna
2.5. Route Pemberian Nutrisi Enternal
1. Nasogastrik: pemberian melalui nasogastrik memerlukan fungsi gaster yang baik, motilitas dan
pengosongan gaster yang normal.
2. Transpilorik: pemberian transpilorik efektif jika ada atonigaster.
3. Perkutaneus: bila bantuan nutrisi secara enteral dibutuhkanlebih dari 4 bulan. Jejunostomi
diberikan bila ada GER,gastroparesis, pankreatitis
1. Pemberian Nutrisi Enternal Melalui NGT (Nasogastrik Tube)
Pengertian
Pemberian nutrisi melalui NGT adalah tindakan memberi makanan melalui NGT
pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral.
Tujuan
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pasien
Untuk mempermudah dalam pemberian obat
Persiapan alat
1. Sejumlah makanan cair yang akan diberikan, yang sudah dihangatkan. Jumlah
makanan dan air putih berkisar 300 500 cc. Makanan buatan rumah sakit atau
buatan pabrik.
2. Corong / spuit berukuran besar (50 cc).
3. Stetoskop.
4. Alat makan, serbet maskan / tissue.
5. Obat sesuai instruksi.
6. Tiang infus.
7. Handscoen bersih (kalau perlu).
Tahap Orientasi
1. Memberi salam, panggil klien dengan panggilan yang disenangi
2. Memperkenalkan nama perawat
3. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau keluarga
4. Menjelaskan tentang kerahasiaan
Tahap Preinteraksi
1. Cuci tangan
2. Siapkan alat-alat
Tahap kerja
1. Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
4

2. Memakai handscoen bersih (kalau perlu).
3. Mengatur posisi klien (semi fowler, fowler atau high fowler).
4. Mengauskultasi peristaltik usus dan mengkaji adanya ketidaknyamanan pada
abdomen (distensi abdomen).
5. Meletakkan alas dibawah NGT.
6. Mengkaji kepatenan letak NGT :
o Masukkan 5 15 cc udara kedalam NGT dan auskultasi suara di regio
epigastrik.
o Aspirasi isi residu lambung, bila lebih dari 100 cc, tunda pemberian
makanan - 1 jam. Mengkaji juga warna, konsistensi, dan bau dari
cairan lambung.
7. Masukkan kembali isi residu lambung.
8. Membilas NGT dengan air putih.
9. Memberikan cairan nutrisi
a. Secara Intermitten :
Memasang corong dan jaga agar udara tidak masuk kedalam selang
dengan menjepit selang NGT.
Memasukkan sejumlah susu/makanan cair/air buah yang telah
disediakan.
Mengatur ketinggian corong (30 cm diatas lambung). Pemberian tidak
boleh terlalu cepat (20 menit), maupun terlalu lambat dan sesuaikan
dengan karakteristik makanan / cairan.
Pemberian makanan tidak boleh dipaksa dengan dorongan.
b. Secara Continous :
Menggantungkan makanan yang hendak diberikan pada tiang infus.
Mengeluarkan udara yang ada didalam selang.
Menyambungkan selang makanan dengan NGT dan mengatur tetsan
sesuai waktu yang telah ditentukan.
Mengunci pengatur tetesan bila semua makanan sudah masuk kedalam
lambung. Hindari masuknya udara kedalam lambung.
Membilas dengan air putih, memasukkan obat bila bila ada, lalu bilas
kembali dengan air putih.
10. Melepaskan corong/kantung/formula makanan dan tutup selang NGT.
11. Mempertahankan klien tetap posisi semi fowler selama 30 menit.
5

12. Merapihkan klien dan peralatan.
13. Melepaskan handscoen dan mencuci tangan.
14. Rapikan alat kemudian cuci tangan.
Tahap Terminasi
1. Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan kegiatan.
2. Menyimpulkan hasil prosedur yang dilakukan
3. Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya
4. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan klien.
Tahap Dokumentasi
Catat seluruh hasil tindakan dalam catatan keperawatan.

























6

FORMAT PENILAIAN KETERAMPILAN
MATA AJARAN : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II
KOMPETENSI : ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PEMENUHA
KEBUTUHAN NUTRISI
SUB KOMPETENSI : PEMBERIAN MAKAN MELALUI NASOGASTRITIC
TUBE (NGT)
PENGERTIAN : Pemberian nutrisi melalui ngt adalah tindakan memberi
makanan melalui ngt pada pasien yang tidak mampu memenuhi
kebutuhan nutrisi secara oral.
TUJUAN : 1. Untuk memperbaiki dan mempertahankan status nutrisi ` `
klien
2. Untuk memberi obat
3. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien

NO KOMPONEN PENILAIAN/KETERAMPILAN
KEMAMPUAN
KET
I II III IV
A PENGETAHUAN
1. Penguasaaan Prosedur
2. Ketepatan Data
3. Rasional Tindakan

B SIKAP
1. Disiplin
2. Motivasi
3. Kerjasama
4. Tanggung jawab
5. Komunikasi
6. Kejujuran
7. Penampilan Fisik
8. Kreativitas


C PELAKSANAAN
1.Persiapan pasien

7

Memperkenalkan diri
Bina hubungan saling percaya
Menjelaskan tujuan
Menjelaskan langkah prosedur yang
akan dilakukan
Klien disiapkan dalam posisi yang
nyaman
Menyepakati waktu yang akan
digunakan (kontrak waktu)
2.Persiapan alat dan bahan :
1. Alas.
2. Handscoon.
3. Spuit 50 cc.
4. Bengkok.
5. Makanan dalam bentuk cair.
6. Air matang.
7. Obat.
8. Klem.
3. Keterampilan
1. Cuci tangan.
2. Jelaskan mengenai prosedur yang
akan dilakukan pada pasien.
3. Kemudian Persiapkan alat
4. Atur posisi semi fowler pada
pasien.
5. Kemudian pasang handscoon
bersih
6. Lakukan pengisapan / aspirasi
cairan lambung dengan spuit
untuk mengavaluasi apakah
makanan sebelumnya telah
diserap atau belum.
7. Pasang corong atau spuit pada
8

pangkal pipa, kemudian buka
klem pada NGT.
8. Awalnya, masukkan air matang
kurang lebih 15 cc dengan
menuangkannya lewat pinggir.
9. Berikan makanan dalam bentuk
cair yang tersedia. Setelah itu
bila ada obat, maukkan dan beri
minum. Lalu NGT di klem.
10. Catat hasil atau respon pasien
selama pemberian makanan .
11. Cuci tangan.

D EVALUASI
1. Evaluasi kemampuan klien untuk
meminum cairan yang diberikan
2. Kontrak waktu untuk kegiatan
selanjutunya
3. Dokumentasi prosedur

TOTAL NILAI

Mataram, .........................................

PENILAI1...................................................... (Tgl )







9

BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang pemberian nutrisi enternal melalui NGT dapat di
simpulkan bahwa nutrisi enternal merupakan nutrisi yang diberikan pada pasien yang
tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui rute oral, formula nutrisi diberikan
melalui tube ke dalam lambung (gastric tube), nasogastric tube (NGT). Atau nasojejunal
tube dapat secara manual maupun bantuan pompa mesin.
3.2. Saran
Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada klien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui
rute oral bukanlah hal yang mudah. Tenaga kesehatan harus memperhatikan segala kemungkinan atau
kontraindikasi yang dapat terjadi pada klien agar meminimalisir kesalahan dalam pemberian nutrisi
enternal melalui NGT.





















10

DAFTAR PUSTAKA
Alimul Hidayat, Aziz A.2008.praktikum ketarampilan dasar praktik klinik aplikasi dasar-dasar
praktik kebidanan. Salemba medika: Jakarta.
http://satriadwipriangga.blogspot.com/2011/11/sop-pemberian-makanan-melalui-naso.htm
http://midwifeipeah.blogspot.com/2009/11/ngt-nasogastrik-tube.html
http://nursinginformatic.wordpress.com/2010/05/30/pemberian-makan-melalui-ngt-2/
http://wirawan-lesmana.blogspot.com/2010/10/tindakan-pemasangan-naso-gastric-tube.html
http://www.scribd.com/doc/54132646/isi-makalah-KDM

Anda mungkin juga menyukai