Anda di halaman 1dari 12

BAB II

KONSEP DASAR
A. PENGERTIAN
Hernia merupakan protusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek
atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan (Sjamsuhidajat, 1997, hal
700).
Hernia adalah keluarnya bagian dalam dari tempat biasanya. Hernia
srotal adalah burut lipat paha pada laki!laki yang turun sampai ke dalam kantung
buah "akar (#aksman, $00$, hal 1%&).
Hernia srotalis adalah hernia yang melalui inin inguinalis dan turun ke
kanalis pada sisi funikulus spermatikus pada bagian anterior dan lateral, yang
dapat menapai srotum, hernia ini disebut juga hernia inguinalis indiret
(Sahde'a, 199(, hal $&%).
B. ETIOLOGI
Hernia srotalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab
yang didapat (akuistik), hernia dapat dijumpai pada setiap usia, prosentase lebih
banyak terjadi pada pria, berbagai faktor penyebab berperan pada pembukaan
pintu masuk hernia pada anulus internus yang ukup lebar sehingga dapat dilalui
oleh kantung dan isi hernia, disamping itu disebabkan pula oleh faktor yang dapat
mendorong isi hernia mele)ati pintu yang sudah terbuka ukup lebar tersebut.
*aktor yang dapat dipandang berperan kausal adalah adanya peninggian
tekanan di dalam rongga perut, dan kelemahan otot dinding perut karena usia, jika
kantung hernia inguinalis lateralis menapai srotum disebut hernia srotalis.
+enyebab lain yang memungkinkan terjadinya hernia adalah,
1. Hernia inguinalis indiret, terjadi pada suatu kantong kongenital sisa dan
prosesus 'aginalis.
2. -erja otot yang terlalu kuat.
3. .engangkat beban yang berat.
4. /atuk kronik.
5. .engejan se)aktu miksi dan defekasi.
6. +eregangan otot abdomen karena meningkatkan tekanan intra abdomen (012)
seperti, obesitas dan kehamilan.
(Sjamsuhidajat , 3ong, 1997, hal 70(4 Sahde'a, 199(, hal $&%).
C. PATOFISIOLOGI
-analis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus pada bulan ke!5
kehamilan, terjadi desensus testis melalui kanal tersebut, akan menarik perineum
ke daerah srotum sehingga terjadi penonjolan peritoneum yang disebut dengan
prosesus 'aginalis peritonei, pada bayi yang baru lahir umumnya prosesus ini
telah mengalami obliterasi sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanalis
tersebut, namun dalam beberapa hal seringkali kanalis ini tidak menutup karena
testis kiri turun terlebih dahulu, maka kanalis inguinalis kanan lebih sering
terbuka, bila kanalis kiri terbuka maka biasanya yang kanan juga terbuka dalam
keadaan normal, kanalis yang terbuka ini akan menutup pada usia $ bulan.
/ila prosesus terbuka terus (karena tidak mengalami obliterasi) akan
timbul hernia inguinalis lateralis ongenital pada orang tua kanalis tersebut telah
menutup namun karena merupakan lokus minoris persistene, maka pada keadaan
yang menyebabkan tekanan intra abdominal meningkat, kanalis tersebut dapat
terbuka kembali dan timbul hernia inguinalis lateral akuisita keadaan yang dapat
menyebabkan peningkatan tekanan intra abdominal adalah kehamilan, batuk
kronis, pekerjaan mengangkat beban berat, mengejan pada saat defekasi, miksi
misalnya pada hipertropi prostate.
2pabila isi hernia keluar melalui rongga peritoneum melalui anulus
inguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika inferior
kemudian hernia masuk ke dalam hernia kanalis inguinalis dan jika ukup
panjang, menonjol keluar dari anulus inguinalis eksternus, dan bila berlanjut
tonjolan akan sampai ke srotum yang disebut juga hernia srotalis (.ansjoer,
$000, hal &164 Sjamsuhidajat, 3ong, 1997, hal 706).
D. MANIFESTASI KLINIK
+ada umumnya keluhan pada orang de)asa berupa benjolan di lipat paha,
benjolan tersebut bisa mengeil dan menghilang pada saat istirahat dan bila
menangis, mengejan mengangkat beban berat atau dalam posisi berdiri dapat
timbul kembali, bila terjadi komplikasi dapat ditemukan nyeri, keadaan umum
biasanya baik pada inspeksi ditemukan asimetri pada kedua sisi lipat paha,
srotum atau pada labia dalam posisi berdiri dan berbaring pasien diminta
mengejan dan menutup mulut dalam keadaan berdiri palpasi dilakukan dalam
keadaan ada benjolan hernia, diraba konsistensinya dan dioba mendorong
apakah benjolan dapat di reposisi dengan jari telunjuk atau jari kelingking pada
anak!anak kadang inin hernia dapat diraba berupa annulus inguinalis yang
melebar.
+emeriksaan melalui srotum jari telunjuk dimasukkan ke atas lateral dari
tuberkulum pubikum, ikuti fasikulus spermatikus sampai ke anulus inguinalis
internus pada keadaan normal jari tangan tidak dapat masuk, bila masa tersebut
menyentuh ujung jari maka itu adalah hernia inguinalis lateralis, sedangkan bila
menyentuh sisi jari maka itu adalah hernia inguinalis medialis (.ansjoer, $000,
hal &16).
E.
Concept Maps




F. FOKUS KEPERAWATAN
2kti'itas mengejan saat bak atau bab, batuk kronis,
mengangkat benda berat, obesitas
+enonjolan isi perut
di lateral pembuluh
epigastrik inferior
.erangsang lokus minoris resistane
0ekanan intra abdominal meningkat
-analis inguinalis tertekan oleh isi abdomen (usus)
lateralis
medialis
H78912 19:;192#1S
+rosesus tidak mengalami obliterasi (tetap terbuka)
-analis inguinalis terbuka, isi abdomen (usus) masuk ke dalam
kanalis inguinalis
012 kronik
<tot dinding
0rigonum hasselbah
melemah
+enonjolan ke belakang kanalis
inguinalis dan terpisah dari
'esikulus spermatikus
0idak turun ke
skrotum
.elalui annulus inguinalis
internus
9yeri pada
daerah
inguinalis
8egangan mesentrium,
isi segmen masuk ke
kantung hernia
-erusakan
neuromuskuler
, spasme otot.
-erusakan
mobilitas
fisik
<bstruksi
usus
:angguan
aliran isi
dan
'askuler
usus
Hernia
strangulata
+eristal
ti usus
tergang
gu
*unikulus spermatikus
-analis
inguinalis
+embesaran
skrotum
8esiko perubahan
nutrisi
.ual,
diare,
konstipasi,
anoreksia
ansietas
+erubahan
perfusi
jaringan
nyeri
Syamsuhidayat = 3ong, 1997
.ansjoer, $000
>oenges, ..7., 1999
Hernioraphy
1. Pengkajian
>ata yang diperoleh atau dikali tergantung pada tempat terjadinya, beratnya,
apakah akut atau kronik, pengaruh terhadap struktur di sekelilingnya dan
banyaknya akar syaraf yang terkompresi.
a. 2kti'itas?istirahat
0anda dan gejala, @ atropi otot , gangguan dalam berjalan
ri)ayat pekerjaan yang perlu mengangkat benda berat, duduk dalam
)aktu lama.
b. 7liminasi
:ejala, konstipasi, mengalami kesulitan dalam defekasi adanya
inkontinensia atau retensi urine.
c. 1ntegritas ego
0anda dan gejala, Aemas, depresi, menghindar ketakutan akan timbulnya
paralysis, ansietas masalah pekerjaan, finansial keluarga.
d. 9euro sensori
0anda dan gejala, penurunan reflek tendon dalam kelemahan otot
hipotonia, nyeri tekan, kesemutan, ketakutan kelemahan dari tangan dan
kaki.
e. 9yeri atau ketidaknyamanan
:ejala, sikap, perubahan ara berjalan, nyeri seperti tertusuk paku,
semakin memburuk dengan batuk, bersin membengkokkan badan.
f. -eamanan
:ejala, adanya ri)ayat masalah punggung yang baru saja terjadi.
(>oenges, 1999, hal &$0 B &$1)
2. Diagnosa Keperawaan !an Iner"ensi
>iagnosa kepera)atan yang mungkin munul dan inter'ensi
a. :angguan rasa nyaman (nyeri) sehubungan dengan kompresi syaraf,
spasme otot
-riteria hasil,
1) .elaporkan nyeri hilang dan terkontrol.
2) mengungkapkan metode yang memberi penghilangan.
3) mendemonstrasikan penggunaan inter'ensi terapeutik.
1nter'ensi,
1) -aji adanya keluhan nyeri, atat lokasi lamanya serangan, faktor
penetus atau yang memperberat
8asional , .embantu menentukan pilihan inter'ensi dan
memberikan dasar untuk perbandingan dan e'aluasi
terhadap therapy.
2) +ertahankan tirah baring selama fase akut letakkan pasien pada posisi
semi fo)ler dengan tulang spinal, pinggang dan lutut dalam keadaan
fleksi, posisi terlentang dengan atau tanpa meninggikan kepala 10!&0
derajat pada posisi lateral
8asional , 0irah baring dalam posisi yang nyaman memungkinkan
pasien untuk menurunkan spasme otot menurunkan
penekanan pada bagian tubuh tertentu dan memfasilitasi
terjadinya reduksi dari tonjolan disus.
3) /atasi akti'itas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan
8asional , .enurunkan gaya gra'itasi dan gerak yang dapat
menghilangkan spasme otot dan menurunkan edema dan
tekanan pada struktur sekitar disus inter'ertebralis.
4) 1nstruksikan pada pasien untuk melakukan teknik relaksasi atau
'isualisasi
8asional , memfokuskan perhatian klien membantu menurunkan
tegangan otot dan meningkatkan proses penyembuhan.
5) -olaborasi dalam pemberian therapy
8asional , 1nter'ensi epat dan memperepat proses penyembuhan.
b. -oping indi'idu tidak efektif (ansietas) sehubungan dengan krisis
situasional, perubahan status kesehatan
-riteria hasil,
1) 0ampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang.
2) .engkaji situasi terbaru dengan akurat mendemonstrasikan
ketrampilan pemeahan masalah.
1nter'ensi,
1) -aji tingkat ansietas klien, tentukan bagaimana pasien menangani
masalahnya sebelumnya dan sekarang
8asional , .engidentifikasi keterampilan untuk mengatasi
keadaannya sekarang.
2) berikan informasi yang akurat
8asional , .emungkinkan pasien untuk membuat keputusan yang
didasarkan pad pengetahuannya.
3) berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan masalah yang
dihadapinya
8asional , -ebanyakan pasien mengalami permasalahan yang perlu
diungkapkan dan diberi respon.
4) Aatat perilaku dari orang terdekat atau keluarga yang meningkatkan
peran sakit pasien
8asional , <rang terdekat mungkin seara tidak sadar
memungkinkan pasien untuk mempertahankan
ketergantungannya.
c. -erusakan mobilitas fisik sehubungan dengan nyeri, spasme otot
-riteria hasil,
.engungkapkan pemahaman tentang situasi atau faktor resiko dan aturan
pengobatan indi'idual.
1nter'ensi,
1) /erikan tindakan pengamanan sesuai indikasi dengan situasi yang
spesifik
8asional , 0ergantung pada bagian tubuh yang terkena atau jenis
prosedur yang kurang hati!hati akan meningkatkan
kerusakan spinal.
2) Aatat respon emosi atau perilaku pada saat immobilisasi, berikan
akti'itas yang disesuaikan dengan pasien
8asional , 1mmobilitas tang dipaksakan dapat memperbesar
kegelisahan, peka terhadap rangsang.
3) /antu pasien dalam melakukan akti'itas ambulasi progresif
8asional , -eterbatasan akti'itas tergantung pada kondisi tang
khusus tetapi biasanya berkembang dengan lambat sesuai
toleransi.
4) 1kuti akti'itas atau prosedur dengan periode istirahat
8asional , .eningkatkan penyembuhan dan membentuk kekuatan
otot.
5) /erikan atau /antu pasien untuk melakukan latihan rentang gerak
aktif, pasif
8asional , .emperkuat otot abdomen dan fleksor tulang belakang,
memperbaiki mekanika tubuh.
d. resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan
dengan muntah, mual, gangguan peristalti usus
-riteria hasil,
1) .eningkatkan masukan oral.
2) .enjelaskan faktor penyebab apabila diketahui.
1nter'ensi,
1) 0entukan kebutuhan kalori harian yang adekuat, kolaborasi dengan
ahli gi"i.
8asional , .enukupi kalori sesuai kebutuhan, memudahkan
menentukan inter'ensi yang sesuai dan memperepat
proses penyembuhan.
2) 3elaskan pentingnya nutrisi yang adekuat, negosiasikan dengan klien
tujuan masukan untuk setiap kali makan dan makan makanan keil
8asional , -lien dapat mengontrol masukan nutrisi yang adekuat
sesuai kebutuhan, yang digunakan sebagai adangan
energi yang untuk berakti'itas.
3) 0imbang berat badan dan pantau hasil laboratorium
8asional , >apat digunakan untuk memudahkan melakukan
inter'ensi yang akurat dan sesuai dengan kondisi klien.
4) 2njukan klien untuk menjaga kebersihan mulut seara teratur pantau
klien dalam melakukan personal hygiene.
8asional , .eningkatkan nafsu makan dan memberi kenyamanan
dalam mengkonsumsi makanan sehingga kebutuhan
kalori terpenuhi.
5) 2tur renana pera)atan untuk mengurangi atau menghilangkan
ketidaknyamanan yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan
mengurangi nafsu makan
8asional , .enentukan inter'ensi yang sesuai meningkatkan
masukan oral.
e. +erubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran darah
pembentukan hematoma
-riteria hasil,
.elaporkan atau mendemonstrasikan situasi normal.
inter'ensi,
1) #akukan penilaian terhadap fungsi neurologist seara periodik
8asional , +enurunan atau perubahan mungkin menerminkan
resolusi edema, inflamasi sekunder.
2) +ertahankan pasien dalam posisi terlentang sempurna selama beberapa
jam
8asional , +enekanan pada daerah operasi dapat menurunkan resiko
hematoma.
3) +antau tanda!tanda 'ital atat kehangatan, pengisian kapiler
8asional , +erubahan keepatan nadi menerminkan hipo'olemi
akibat kehilangan darah, pembatasan pemasukan oral
mual, muntah.
4) -olaborasi dalam pemberian airan atau darah sesuai indikasi
8asional , 0erapi airan pengganti tergantung pada derajat
hipo'olemi.
(>oengoes, 19994 Aarpenito, 1997)