Anda di halaman 1dari 14

BAB V

TRIMIRISTIN
I. Tujuan
1. Menunjukkan kemahiran dalam memisahkan senyawa bahan alam, terutama
trimiristin dari buah pala.
2. Menjelaskan prinsip dasar reaksi asam dan ester.
II. Dasar Teori
Salah satu tanaman rempah-rempah asli Indonesia adalah tanaman pala
(Myristica malaccensis Hk.f. !ada penelitian ini dilakukan isolasi trimiristin dari
biji buah pala. Isolasi dilakukan den"an refluks men""unakan eter. #rimiristin
adalah suatu "liserida, yakni ester yan" terbentuk dari "liserol dan asam miristat.
$liserida ini terdapat dalam kadar yan" tin""i dalam biji buah pala, Myristica
fragrance, tetapi banyak ter%ampur den"an ester-ester lain yan" sejenis.
!emisahan trimiristin dari biji buah pala dapat dijadikan seba"ai %ontoh sederhana
dalam pemisahan bahan alam, yan" biasanya memakan waktu dan a"ak rumit.
&leh karena trimiristin yan" tin""i dalam buah pala, hasil pemisahan yan" murni
dapat di%apai den"an %ara ekstraksi sederhana dan pen"habluran.
Minyak yan" berasal dari biji, fuli dan daun banyak di"unakan untuk
industri obat-obatan, parfum dan kosmetik. 'uah pala berbentuk bulat berkulit
kunin" jika sudah tua, berda"in" putih. 'ijinya berkulit tipis a"ak berwarna hitam
ke%okelatan yan" dibun"kus fuli berwarna merah padam. Isi bijinya putih, bila
dikerin"kan menjadi ke%okelatan "elap den"an aroma khas. 'uah pala terdiri atas
da"in" buah (((,)*, fuli (+*, tempurun" (,,1* dan biji (1-,1*
(.ismunandar, 1//0. Se%ara komersial biji pala dan fuli (mace merupakan
ba"ian terpentin" dari buah pala dan dapat dibuat menjadi berba"ai produk antara
lain minyak atsiri dan oleoresin. !roduk lain yan" mun"kin dibuat dari biji pala
adalah mente"a pala yaitu trimiristin yan" dapat di"unakan untuk minyak makan
dan industri kosmetik (Somaatmaja, 1/)+.
1roma minyak pala yan" khas merupakan akibat dari kandun"an beberapa
komponen-komponen kimiawi, seperti monoterpen hidrokarbon 2 ))* den"an
komponen utama %amphene dan pinene, myristi%in, dan monoterpen al%ohol
seperti "eraniol, lonalool, terpineol, serta komponen lain seperti eu"enol dan metil
eu"enol (.ismunandar, 1//0. Menurut 3orman et al dalam 4uki% et al (2005
komponen utama minyak biji pala adalah terpen, terpen al%ohol dan fenolik eter.
6omponen monoterpen hidrokarbon yan" merupakan komponen utama minyak
pala terdiri atas 7-pinene (2-,/*, 8-pinene (1(,2*, dan limonene ((,,*.
Sedan"kan komponen fenolik eter terutama adalah myristi%in (15,2*, diikuti
safrole (-,/* dan metil eu"enol (1,)*.
'iji buah pala yan" sudah di"ilin" atau serbuk yan" dijual di dalam kalen",
diekstraksi den"an eter di dalam labu atau alat so9hlet, dan sisanya dihablurkan
den"an aseton. 'iji pala men"andun" 2,*-+0* lemak yan" dapat diperoleh
den"an hotpress, yaitu pen"epresan setelah pemanasan atau den"an ekstraksi
men""unakan pelarut. !roduk ini dikenal seba"ai mente"a pala (oleum myristica
expresum, mempunyai warna kunin" den"an berbentuk mente"a pada suhu
kamar, seba"ian besar kandun"annya adalah trimiristin. #rimiristin dapat
ditransformasi menjadi ester, metil miristat yan" berfun"si seba"ai bahan
pelembab, pen"emulsi, penstabil larutan standar untuk kromato"rafi "as dan
bumbu masak. !ada trimiristin "u"us asam atau asil adalah sama, sehin""a dapat
dihidrolisis menjadi asam dan "liserol men"hasilkan satu jenis asam, yakni asam
miristat.
CH
2
( CH
2 12
CH
3
)
) CH
3 12
CH
2
( CH
2
) CH
3 12
CH
2
( CH + H
2
O CH
CH
2
CH
2
OH
OH
OH
OC
O
O
OC
OC
O
( CH
2 12
CH
3
)
HOC
O
+
$ambar II.1. .eaksi !embuatan #rimiristin
:ter tidak be"itu larut dalam air karena, tanpa kelompok hidroksil, mereka
tidak dapat membentuk ikatan hidro"en yan" kuat den"an air. Selanjutnya, tanpa
kelompok hidroksil polar, tarikan molekul antara molekul eter relatif lemah.
1kibatnya, tidak butuh banyak ener"i untuk memisahkan molekul eter dari satu
sama lain. Inilah sebabnya men"apa eter memiliki titik didih yan" relatif rendah
dan men"uap be"itu mudah.
3ietil eter, adalah salah satu anestesi pertama. Sifat anestesi senyawa ini,
ditemukan di awal 1)00-an, mere;olusi praktek operasi. 6arena ;olatilitas yan"
tin""i pada suhu kamar, dietil eter men"hirup den"an %epat memasuki aliran
darah. 6arena eter ini memiliki kelarutan yan" rendah dalam air dan ;olatilitas
tin""i, den"an %epat menin""alkan aliran darah sekali diperkenalkan. 6arena sifat
fisik, pasien bedah dapat dibawa masuk dan keluar dari anestesi (keadaan tidak
sadarkan diri hanya den"an men"atur "as bernafas. $as anestesi modern-hari
memiliki efek sampin" yan" lebih sedikit dari dietil eter tetapi bekerja pada
prinsip yan" sama.
1seton, ju"a dikenal seba"ai propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-
on, dimetilformaldehida, dan 7-ketopropana, adalah senyawa berbentuk %airan
yan" tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yan" palin"
sederhana. 1seton larut dalam berba"ai perbandin"an den"an air , etanol , dietil
eter . Ia sendiri ju"a merupakan pelarut yan" pentin". 1seton di"unakan untuk
membuat plastik , serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya.
Selain dimanufaktur se%ara industri, aseton ju"a dapat ditemukan se%ara alami,
termasuk pada tubuh manusia dalam kandun"an ke%il.
1seton dibuat se%ara lan"sun" maupun tidak lan"sun" dari propena. Se%ara
umum, melalui proses kumena, ben<ena dialkilasi den"an propena dan produk
proses kumena (isopropyl ben<ena dioksidasi untuk men"hasilkan fenol dan
1seton=
>5H,>H(>H-2 ? &2 @ >5H,&H ? &>(>H-2
6on;ersi di atas terjadi melalui <at antara kumena hidroperoksida,
>5H,>(&&H(>H-2.
1seton ju"a diproduksi melalui propena yan" dioksidasi lan"sun" den"an
men""unakan katalis !d(II A >u(II, mirip seperti Bproses wa%kerB. 3ahulu, aseton
diproduksi dari distilasi kerin" senyawa asetat, misalnya kalsium asetat. Selama
peran" dunia I, sebuah proses produksi aseton dari fermentasi bakteri
dikemban"kan oleh >haim Cei<mann dalam ran"ka membantu 'ritania dalam
usaha peran". !roses ini kemudian ditin""alkan karena rendahnya aseton butanol
yan" dihasilkan.
1seton serin" kali merupakan komponen utama (atau tun""al dari %airan
pelepas %at kuku. :til asetat, pelarut or"anik lainnya, kadan"-kadan" ju"a
di"unakan. 1seton ju"a di"unakan seba"ai pelepas lem super. Ia ju"a dapat
di"unakan untuk men"en%erkan dan membersihkan resin ka%a serat dan epoksi. Ia
dapat melarutkan berba"ai ma%am plastik dan serat sintetis. 1seton san"at baik
di"unakan untuk men"en%erkan resin ka%a serat, membersihkan peralatan ka%a
"elas, dan melarutkan resin epoksi dan lem super sebelum men"eras. Selain itu,
aseton san"atlah efektif ketika di"unakan seba"ai %airan pembersih dalam
men"atasi tinta permanen. 3alam laboratorium, aseton di"unakan seba"ai pelarut
aportik polar dalam kebanyakan reaksi or"anik, seperti reaksi SD2. !en""unaan
pelarut aseton ju"a berperan pentin" pada oksidasi 4ones. &leh karena polaritas
aseton yan" menen"ah, ia melarutkan berba"ai ma%am senyawa. Sehin""a ia
umumnya ditampun" dalam botol %u%i dan di"unakan seba"ai untuk membilas
peralatan "elas laboratorium.
Calaupun mudah terbakar, aseton di"unakan se%ara ekstensif pada proses
penyimpanan dan transpor asetilena dalam industri pertamban"an. 'ejana yan"
men"andun" bahan berpori pertama-tama diisi den"an aseton, kemudian asetilena,
yan" akan larut dalam aseton. Satu liter aseton dapat melarutkan sekitar 2,0 liter
asetilena.
III. Prinsip Kerja
1. 1lat
a. Eabu didih alas bulat 100ml
b. Caterbath
%. 6ondensor
d. Selan" dan pompa
e. 6ertas sarin"
f. #ali
". $elas ukur
h. !ipet tetes
i. 6lem dan statif
j. 1ir es
k. 1Fuades
l. #imban"an
m. Spatula
n. :rlenmeyer
o. >oron" 'u%hner
p. :kstraktor
2. 'ahan
a. Serbuk pala
b. 1seton
%. :ter
d. 1Fuades
-. .an"kaian 1lat

Eabu 1las 'ulat :kstraktor 6ondensor

:rlenmayer !ipet Golum !ipet Hkur

!ompa Gakum !ipet >oron" 'u%hner

'all Iiller 6ertas Sarin" 6lem dan Statif

&;en $elas 1rloji Caterbath
+. Skema 6erja
Mortar Haluskan 1, "r 'iji !ala
6ertas Sarin" 'un"kus bubuk pala den"an kertas sarin" dan di ikat
Eabu 1las 'ulat Masukkan :ter 100 ml
dan
:kstraktor Masukkan sampel (bubuk pala
0
/0/0
/
/0
1mbil sampel dan lakukan re%o;ery den"an suhu ,0J> kemudian
din"inkan pada suhu kamar selama -0 menit dan dilanjutkan pendin"inan
den"an air es selama -0 menit
dan didin"inkan
Caterbath 1tur suhu pada +,J> dan lakukan ekstraksi sampai +
siklus
0
/0/0
/
/0
Hasil trimiristin ? eter
.esidu Iiltrat
&;en sampai berat konstan pada suhu ,0J>
IV. Hasil dan Pembahasan
1. 3ata !en"amatan
#abel G. 1 3ata !en"amatan
Gariabel yan" diamati Hasil !en"amatan
#etesan eter pertama #erjadi ) menit dari awal proses
'erwarna benin"
Siklus pertama #erjadi 22 menit dari tetes pertama
'erwarna kunin" keemasan
Siklus kedua #erjadi 1, menit setelah siklus pertama
'erwarna kunin" a"ak jernih
Siklus keti"a #erjadi 15 menit setelah siklus kedua
'erwarna kunin" makin jernih
Siklus keempat #erjadi 1+ menit setelah siklus keti"a
'erwarna kunin" jernih
.e%o;ery pertama #erjadi 2) menit
'erwarna kunin"
.e%o;ery kedua #erjadi 2( menit
'erwarna kunin"
!enambahan aseton 1, ml Carna tetap, tidak ada perubahan
Masukkan sampel (bubuk pala
0
/0/0
/
/0
1tur suhu pada +,J> dan lakukan ekstraksi sampai +
siklus
0
/0/0
/
/0
!endin"inan suhu ruan"
selama -0 menit
Carna tetap, tidak ada perubahan
!endin"inan dalam air es
selama -0 menit
#erbentuk banyak endapan putih kekunin"an
&;en suhu ,0
o
> selama
20 menit
3idapat berat trimiristin ? kertas sarin" sebesar
2,5) "ram
&;en suhu ,0
o
> selama
10 menit
3idapat berat trimiristin ? kertas sarin" sebesar
2,,/ "ram
&;en suhu ,0
&
> selama
10 menit
3idapat berat trimiristin ? kertas sarin" sebesar
2,,- "ram
&;en suhu ,0
&
> selama
10 menit
3idapat berat trimiristin ? kertas sarin" sebesar
2,,1 "ram
!resentase .endemen Hasil #rimiristin
'erat trimiristin K 2,,1 - berat kertas sarin"
K 2,,1 - 0,50
K 1,/1 "ram
'erat serbuk biji pala K 1, "ram
* #rimiristin dalam pala K 9 100 *
K 9 100 *
K 12,(- *
2. !embahasan
!ada per%obaan isolasi trimiristin dari biji pala, mulanya biji pala
dihaluskan terlebih dahulu menjadi serbuk halus. !en"halusan biji pala
dilakukan den"an ditumbuk dan diblender. !en"halusan biji pala dilakukan
dua kali untuk mendapatkan serbuk biji pala yan" benar-benar halus, sebab
den"an semakin halusnya serbuk maka semakin luas permukaan sentuh antara
pelarut den"an sampel sehin""a akan semakin besar kontak den"an pelarut
yan" di"unakan. 4ika kontak yan" terjadi maksimal, maka <at-<at yan"
terkandun" dalam biji pala dapat den"an mudah terlarut dalam pelarut.
6emudian pelarut yan" di"unakan adalah eter. !elarut eter dipilih
karena eter dapat di"unakan untuk melarutkan trimiristin yan" merupakan
"liseraldehid yan" bersifat non polar. Selain itu, titik didih eter (-+
o
> lebih
rendah dari titik didih trimiristin (,,
o
>, dibandin"kan pelarut lain yan" titik
didihnya lebih tin""i dari trimiristin. 4ika memakai pelarut lain yan" titik
didihnya lebih tin""i dari trimiristin, trimiristin dapat rusak. 4ika memakai
eter, diharapkan eter dapat men"uap terlebih dahulu dan melarutkan
trimiristin.
1dapun pada pen""unaan metode ekstraksi trimiristin, metode yan"
di"unakan pada per%obaan ini adalah ekstraksi men""unakan so9hlet. So9hlet
tersusun dari labu didih yan" disusun pada ba"ian bawah, kemudian di
atasnya dipasan" ekstraktor dan kondensor. Eabu didih di"unakan untuk
mendidihkan eter sehin""a men"hasilkan uap eter, kemudian ekstraktor
berfun"si untuk men"ambil trimiristin yan" ada dalam biji pala den"an
mempertemukan uap eter den"an den"an biji pala yan" dibun"kus dalam
kertas sarin". 6ondensor berfun"si mendin"inkan uap yan" men"andun"
trimiristin. 1ir yan" dialirkan pada kondensor ditambahkan es batu untuk
memperbesar pertukaran panas, sehin""a panas dari uap eter dapat se"era
diubah menjadi <at %air, sehin""a proses kondensasi lebih %epat.
3i"unakannya metode ini karena dalam per%obaan ini sampel yan" di"unakan
berupa padatan yaitu serbuk biji pala. Selain itu, pen""unaan so9hlet ju"a
dilihat dari faktor kemudahan untuk ekstraksi dibandin"kan den"an metode
lain, yaitu tidak perlu dilakukan penyarin"an hasil ekstraksi karena sudah
dibun"kus di kertas sarin". Hkuran bun"kusan serbuk pala disesuaikan
den"an lebar ekstraktor terlebih dahulu dan diikat den"an tali a"ar mudah saat
bun"kusan diletakkan dan diambil.
3alam proses pen"ambilan trimiristin, pemanasan eter men""unakan
waterbath karena suhu pemanasan lebih mudah dikontrol bila dibandin"kan
den"an men""unakan kompor listrik. Caterbath diatur pada suhu +,
o
> yaitu
suhu dimana eter sudah men"uap namun masih di bawah titik didih
trimiristin.
!roses ekstraksi dimulai den"an men%elupkan labu didih yan" berisi
eter ke dalam waterbath. Eabu didih dipanaskan hin""a terbentuk uap yan"
men"enai serbuk biji pala. Hap yan" telah men"andun" trimiristin kemudian
didin"inkan oleh kondensor sehin""a berbentuk %air dan menetes. #etesan
pertama terjadi setelah ) menit dari awal proses. #etesan tersebut semakin
banyak dan memenuhi ekstraktor. 4ika sudah penuh, maka %airan akan
kembali pada labu didih melalui pipa ke%il pada ekstraktor. !eristiwa
kembalinya pelarut pada labu didih yan" dinamakan siklus.
!ada per%obaan ini, siklus pertama terjadi 22 menit setelah tetesan
pertama den"an warna pelarut kunin" keemasan. Siklus pertama merupakan
siklus dimana pelarut dapat melarutkan trimiristin se%ara maksimal sehin""a
dapat dikatakan kandun"an trimiristin pada siklus ini palin" banyak dibandin"
siklus setelahnya . !ada per%obaan ini, siklus dilakukan sampai empat kali,
den"an siklus kedua terjadi setelah 1, menit dari setelah siklus pertama, siklus
keti"a terjadi 15 menit setelah siklus kedua, dan siklus keempat terjadi setelah
1+ menit setelah siklus keti"a. Carna yan" ditunjukkan dari siklus kedua
hin""a siklus keempat adalah warna yan" semakin jernih dari siklus pertama,
yaitu kunin" jernih yan" menunjukkan adanya trimiristin. Semakin jernih
warna pelarut dikarenakan trimiristin yan" terlarut dalam eter semakin lama
akan semakin sedikit seirin" den"an semakin banyaknya siklus yan" terjadi.
6andun"an trimiristin yan" semakin sedikit ju"a terlihat dari waktu siklus
yan" semakin lama semakin sin"kat.
Ean"kah selanjutnya yan" dilakukan adalah re%o;ery. .e%o;ery
bertujuan untuk memisahkan pelarut den"an trimiristin sehin""a pelarut dapat
diambil kembali. !roses re%o;ery ju"a men""unakan so9hlet. Mula L mula,
bun"kusan serbuk pala dalam ekstraktor diambil. 6emudian, masukkan labu
didih yan" berisi hasil ekstraksi ke dalam waterbath. Suhu waterbath diatur
pada ,0
o
>. Iun"sinya a"ar eter yan" titik didihnya lebih rendah dari suhu
waterbath dapat men"uap terlebih dahulu dan terpisah dari trimiristin.
.e%o;ery dilakukan selama dua kali den"an waktu re%o;ery pertama selama
2) menit dan re%o;ery kedua selama 2( menit. Hasil yan" didapat adalah
trimiristin kotor dalam labu didih yan" berwarna kunin"
6emudian trimiristin kotor yan" masih han"at dipindahkan ke
dalam beaker "lass dan ditambahkan aseton sebanyak 1, ml. !enambahan
aseton bertujuan untuk memurnikan trimiristin. !enambahan aseton tidak
men"hasilkan perubahan warna. 6emudian trimiristin didin"inkan pada suhu
ruan" selama -0 menit. !endin"inan suhu ruan" bertujuan untuk melarutkan
trimiristin sehin""a membentuk kristal (rekristalisasi. !emilihan aseton
seba"ai pelarut karena titik didihnya (,+
o
> lebih rendah dari titik didih
trimiristin. Sesuai den"an prinsip rekristalisasi, aseton yan" masih han"at
di%ampurkan pada trimiristin kotor berfun"si untuk mendapatkan larutan
jenuh atau men%apai jenuh. 6etika %ampuran perlahan didin"inkan, kristal
akan men"endap karena kelarutan padatan akan menurun bila suhu
didin"inkan. 3iharapkan pen"otor tidak ikut men"kristal karena
konsentrasinya dalam larutan tidak terlalu tin""i untuk men%apai jenuh.
Damun pendin"inan pada suhu ruan" tidak menyebabkan perubahan dalam
beaker "lass, dilihat dari warnanya yan" tetap dan tidak membentuk kristal.
Hal itu dapat disebabkan karena suhu pendin"inan yan" kuran" din"in,
sehin""a dilakukan pendin"inan pada air es selama -0 menit. setelah
dilakukan pendin"inan pada air es, di dalam beaker "lass terbentuk banyak
kristal halus berwarna putih kekunin"an. 6ristal tersebut adalah trimiristin.
6arena masih terdapat sedikit pelarut pada kristal, maka dilakukan
penyarin"an den"an men""unakan %oron" 'u%hner. Sebelumnya, kertas
sarin" yan" di"unakan untuk penyarin"an ditimban" dulu a"ar memudahkan
perhitun"an massa setelah dio;en. Hasil penyarin"an %oron" 'u%hner yaitu
kristal putih kekunin"an kemudian dio;en.
!en"o;enan dilakukan untuk mendapatkan kristal trimiristin yan"
kerin" sempurna. !en"o;enan dilakukan sampai massa kristal konstan (tidak
berubah yan" menandakan telah berkuran"nya kandun"an air dari kristal.
!ada per%obaan ini, pen"o;enan dilakukan sebanyak + kali pada suhu ,0
o
>.
!en"o;enan pertama dilakukan selama 20 menit mendapatkan massa
%ampuran (massa kertas sarin" ? massa trimiristin sebanyak 2,5) "ram,
dilanjutkan pada pen"o;enan kedua selama 10 menit den"an massa %ampuran
sebanyak 2,,/ "r. !en"o;enan keti"a berlan"sun" selama 10 menit den"an
massa %ampuran 2,,- "r dan pen"o;enan keempat selama 10 menit
men"hasilkan massa %ampuran sebesar 2,,1 "r. !ada pen"o;enan keempat,
massa kristal sudah konstan sehin""a dapat dihitun" massa trimiristin yaitu
massa %ampuran dikuran"i massa kertas sarin" sehin""a diperoleh massa
trimiristin sebanyak 1,/1 "ram. Hitun" pula rendemennya dan dihasilkan
sebesar 12,(- * .
'erdasarkan penelitian yan" dilakukan Masyitah (2005, isolasi
trimiristin pada biji pala men"hasilkan rendemen sebanyak 21,50 *. 'ila
dibandin"kan den"an rendemen pada per%obaan ini, maka hasil yan"
didapatkan masih kuran" maksimal. Hal ini dapat disebabkan karena saat akan
men%ampurkan trimiristin kotor den"an aseton, suhu trimiristin men"alami
penurunan sehin""a saat di%ampur den"an aseton, pelarut dan trimiristin
belum terlalu larut (larutan tidak terlalu jenuh dan saat didin"inkan, belum
terbentuk kristal sehin""a perlu dilakukan pendin"inan den"an air es.
Seharusnya, saat pendin"inan pada suhu ruan" sudah dapat terbentuk kristal
dan dilakukan pendin"inan den"an air es untuk memper%epat terbentuknya
kristal sehin""a kristal yan" terbentuk dapat lebih banyak. Iaktor lain yan"
dapat menyebabkan kuran"nya rendemen yan" dihasilkan adalah jumlah
siklus yan" dilakukan saat ekstraksi. Semakin banyak siklus yan" dilakukan
maka semakin banyak trimiristin yan" terlarut dan dapat diambil.
V. Simpulan dan Saran
1. Simpulan
a. Metode pen"ambilan trimiristin yan" di"unakan adalah ekstraksi den"an
pelarut men""unakan alat so9hlet.
b. Massa trimiristin kotor yan" dihasilkan adalah 1,/1 "ram.
%. .endemen yan" dihasilkan adalah 12,(- *.
2. Saran
a. Sebelum memulai praktikum, dianjurkan a"ar setiap praktikan mempelajari
dan memahami prosedur kerja, alat dan bahan a"ar tidak men"alami
kesulitan saat praktikum.
b. !astikan alat so9hlet tersusun den"an baik, jan"an sampai ada %elah yan"
dapat menyebabkan uap keluar.
%. Sesuaikan ukuran kertas sarin" den"an ekstraktor terlebih dahulu, a"ar
mudah saat memasukkan dan men"ambil bun"kusan kertas sarin".
d. !emba"ian tu"as saat praktikum mutlak dilakukan a"ar efektif dan efisiensi
waktu.
VI. Dafar Pusa!a
#im 3osen !raktikum 6imia &r"anik-'iokimia 201- Buku Petunjuk
Praktikum Kimia OrganikBiokimia #eknik 6imia I# HDD:S Semaran".
http=AAitatsor"anik-h+02.tripod.%omA#rimiristin.html
diakses pada hari Senin, 2, Do;ember 201- pukul 15.11 CI'
http=AAwin-00(.blo"spot.%omA2012A0(Aisolasi-trimiristin-dari-bii-pala.html
diakses pada hari Senin, 2, Do;ember 201- pukul 15.15 CI'
http=AAperkebunan.litban".deptan."o.idAwp-%ontentAuploadsA201-A0/A
perkebunanMjurnal-littriGol1/21-M+M-M1MHD..pdf
diakses pada hari Senin, 2, Do;ember 201- pukul 15.21 CI'