Anda di halaman 1dari 58

LAPORAN PRAKTIKUM IDENTIFIKASI

KATION ANION
7:53 PM Kimia No comments

1.1 Latar Belakang


Di dalam reaksi pengendapan banyak diterapkan analisis kuantitatif. Pada analisis
tersebut, kation mula-mula dipisahkan berdasarkan perbedaan kelarutan senyawa.
Kation yang larut terbentuk endapan serupa dengan kelarutan yang cukup berlainan
dapat dipisahkan dengan pengendapan selektif yang dilakukan dengan pemilihan
seksama dari konsentrasi anion yang diperlukan.

Analisis kuantitatif adalah suatu proses untuk mengetahui ada tidaknya unusr kation
atau anion dalam suatu larutan. Contoh kation yaitu ion Al3+, H+, K+, sedangkan
contoh anion yaitu SO4-2, NH4-, Cl-.


Identifikasi kation dan anion dilakukan agar kita dapat mengetahui jenis-jenis kation dan
anion yang menyusun suatu serta mengamati apakah terjadi endapan atau tidak.

1.2 Tujuan


Melakukan identifikasi anion dan kation dalam suatu larutan dengan melihat
pengamatan pada yang terbentuk, apakah terjadi atau tidak.




DASAR TEORI

Dua langkah utama dalam analisis adalah identifikasi dan estimasi komponen-
komponen suatu senyawa. Langkah identifikasi dikenal sebagai analisis
kualitatif,sedangkan langkah estimasinya adalah langkah kuantitatif. Analisis kualitatif
dapat dikatakan lebih sederhana, sedangkan analisis kuantitatif agak lebih rumit.
Analisiskualitatif bertujuan mengidentifikasi penyusun-penyusun suatu zat, campuran-
campuranzat, atau larutan-larutan yang biasanya unsur-unsur penyusunnya bergabung
antara yangsatu dengan yang lain. Sedangkan analisis kuantitatif bertujuan untuk
menentukan banyaknya penyusun-penyusun suatu zat atau persenyawaan.Biasanya
identifikasi zat dilakukan dengan penambahan zat lain yang susunannya telah
diketahui, sehingga terjadi perubahan (reaksi kimia). Zat yang susunannya telah
diketahui dan yang menyebabkan terjadinya reaksi disebut pereaksi(reagen).


Analisis kualitatif dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu reaksi keringdan
reaksi basah. Cara kering biasanya digunakan pada zat padat, sedangkan cara
basahdigunakan pada zat cair (larutan) yang kebanyakan menggunakan pelarut air.
Carakering hanya menyediakan informasi yang diperlukan dan informasi tersebut
bersifat jangka pendek. Sedangkan cara basah dapat digunakan untuk analisis
makro,semimakro, dan mikro sehingga banyak keuntungan yang didapat, misalnya
reaksiterjadi dengan cepat dan mudah dikerjakan. Perubahan yang terjadi pada cara
basahadalah terjadinya endapan, perubahan warna larutan, dan timbulnya
gas.Penambahan suatu elektrolit yang mengandung ion sejenis ke dalam larutan jenuh
suatu garam akan menurunkan kelarutan garam tersebut karena konsentrasi ion
bertambah dan kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan garamnya.Untuk
mempermudah dalam reaksi identifikasi kation-anion, maka digunakanmetode analisis
kualitatif sistematik.metode ini merupakan pengklasifikasian kation-kation ke dalam 5
golongan.


Kelima golongan kation dan ciri-ciri khas golongan ini adalah sebagai berikut :


a. Golongan I, kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer.ion-
ion golongan ini adalah Timbel, Merkurium (I)(raksa), dan perak.


b. Golongan II, kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida,tetapi
membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asm mineral encer.ion-
ion golongan ini adalah merkurium (II), tembaga, bismut, kadmium, arsenik (III), arsenik
(V), stibium (III), stibium (V), timah (II), dan timah (III) (IV).


c. Golongan III, kation golongan ini tak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun
dengan hidrogen sulfida dalam suasana encer. Namun, kation ini membentuk endapan
denag amonium sulfida dalam suasana netral atau amonikal. Kation kation golngan ini
adalah kobal (II), nikel (II),besi (II), besi (III), kromium (III), aluminium, zink dan mangan
(II).


d. Golongan IV, kation golongan ini tak bereaksi dengan reagensia golongan I, II, dan
III.kation kation ini membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan adanya
amonuim klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam.Kation-kation golongan ini
adalah: kalsium, stronsium, dan barium.


e. Golongan V, kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan reagensia
reagensia golongan sebelumnya, merupakan golongan yang terakhir, yang meliputi ion-
ion magnesiun, natrium, kalium, amonium, litium, dan hidrogen.


Pereaksi yang paling umum dipakai untuk klasifikasi kation adalah asam klorida,
hidrogen sulfida dan amonium karbonat.klasifikasi ini atas apakah suatu kation bereaksi
dengan pereaksi-pereaksi ini dengan membentuk endapan atau tidak.jadi bisa
dikatakan bahwa klasifikasi kation yang paling umum, atas perbedaan kelarutan dari
klorida, sulfida, dan karbonat dari kation tersebut(Vogel anorganik I ; 203-204 )
.Sedangkan anion dibagi dalam 3 golongan yang berdasarkan pada kelarutannya
(Vogel anorganik II ; 316).


BAB III


METODOLOGI






3.1 Alat


Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah :


Tabung reaksi beserta raknya


Pipet tetes


Pembakar (spiritus)


3.2 Bahan


a. Bahan sampel kation


- Hg2+ - Ca2+


- Cu2+ - Ba2+


- Fe2+ - Mg2+


- Fe3+ - NH4+


- Zn2+ - Ag+


- Al3+ - Pb2+


b. Bahan pereaksi kation


- NaOH - K2CrO4


- KI - K.ferosianida


- NH4OH - Kromat encer


- KCNS - HCl


- K.ferisianida - HgCl2


- Asam asetat - Nesler


- Natrium Fosfat - KOH


- Amonium oksalat - Asam sulfat encer


- Kalium Kromat


a. Bahan sampel anion


- Cl- - CO32-


- Br- - PO43-


- I- - BO33-


- SO42- - CNS


- NO3- - S2O32-


b. Bahan pereaksi anion


- AgNO3 - Asam nitrat


- K.Peramangat - Klorofom


- Barium Klorida - Pb asetat


- Serbuk Ferrosulfat - Asam sulfat pekat


- Larutan difenilamin - perak nitrat


- Magnesium ulfat - Klorida encer


- HgCl2 - Amonium molidat


- Amonium klorida - Amonium hidriksida


- Metanol - HCl pekat


- FeCl3 - Cuprisulfat


- Iodium - barium klorida encer






3.3 Prosedur Kerja


A. Identifikasi Kation




No


Sampel


Pereaksi


Hasil Secara Teoritis



1


Hg2+


1. Ditambah larutan NaOH


2. Ditambah Larutan KI


Membentuk endapan kuning






Membentuk endapan merah yang larut dalam KI berlebih



2


Cu2+


1. Ditambah larutan NaOH


2. Ditambah Larutan KI


Membentuk endapan warna biru, jika dipanaskan terbentuk endapan berwarna hitam


Membentuk endapan putih



3


Fe2+


1. Ditambah larutan NaOH


Membentuk endapan hijau kotor



4


Zn2+


1. Ditambah larutan NaOH


Membentuk endapan putih yang larut dalam NaOH berlebih



5


Al3+


1. Ditambah larutan NaOH


Terbentuk endapan putih yang larut dalam NaOH berlebih



6


Ca2+


1. Ditambah larutan NaOH


Terbentuk endapan putih



7


Ba2+


1. Ditambah larutan NaOH


2. Ditambah larutan Natrium Karbonat


3. Ditambah asam sulfat encer


Terbentuk endapan putih






Membentuk endapan kuning larut dalam asam kuat encer


Membentuk endapan putih yang tidak larut dalam HCl/HNO3 encer



8


Mg2+


1. Ditambah larutan NaOH


Terbentuk endapan putih



9


NH4+


1. Ditambah larutan NaOH


Gas amonia yang terbentuk dapat dikenal baunya dan dapat membirukan kertas
lakmus merah basah



10


Ag+


1. Ditambah larutan NaOH


2. Ditambah HCl encer






3. Dengan KI






4. Dengan kalium kromat


Akan terbentuk endapan coklat dari Ag2O yang sukar larut dalam NaOH berlebih


Terbentuk endapan putih yang mudah larut dalam ammonia encer


Terbentuk endapan Agl yang berwarna kuning yang mudah larut dalam larutan natrium
thiosulfat


Akan terbentuk endapan merah AgCrO4 yang mudah larut dalam asam nitrat encer dan
ammonia encer



11


Pb2+


1. Ditambah larutan NaOH encer


2. Ditambah HCl encer






3. Dengan asam sulfat encer


4. Dengan K2CrO4


Terbentuk endapan putih yang tidak larut dalam asam nitrat tapi larut dalam ammonia


Akan terbentuk endapan putih yang dapat larut dalam air panas, HCl pekat dan larutan
ammonia asetat


Akan terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan pekat ammonium asetat panas


Terbentuk endapan kuning







B. Identifikasi Anion







No


Sampel


Pereaksi


Hasil Secara Teoritis


Pengamatan



1


Cl-


1. Ditambah larutan AgNO3










2. Ditambah Larutan asam nitrat, KMnO4dan kloroform






Membentuk endapan putih yang tidak larut dalam asam nitrat tapi larut dalam amonia


Gas klor yang terbentuk tidak member warna pada lapisan kloroform

































2


I-


1. Ditambah larutan AgNO3






2. Ditambah Larutan asam nitrat, KMnO4dan kloroform


Membentuk endapan warna kuning muda yang tidak larut dalam amonia


Iodium yang terbentuk dalam kloroform dikocok, lapisan kloroform berwarna merah
muda-ungu



3


SO42-


1. Ditambah larutan barium klorida










Membentuk endapan putih yang tidak larut dalam HCl



4


NO3-


1. Ditambah sedikit serbuk ferrosulfat kemudian hati-hati ditambah asam sulfat pekat


Pada bidang atas akan terbentuk cincin warna coklat



5


CO32-


1. Ditambah larutan perak nitrat










2. Ditambah larutan magnesium sulfat


3. Ditambah asam klorida encer






Terbentuk endapan putih yang akan berubah menjadi coklat






Membentuk endapan putih










Terbentuk gas CO2



6


PO43-


1. Ditambah larutan perak nitrat














2. Ditambah magnesium sulfat






Membentuk endapan berwarna kuning yang larut dalam asam nitrat dan dalam
ammonia






Membentuk endapan putih



7


S2O32-


1. Ditambah larutan perak nitrat encer










2. Ditambah larutan iodium










3. Dengan larutan barium klorida encer










4. Ditambah larutan asam klorida










Terbentuk endapan putih yang segera berubah menjadi kehitaman






Warna iodium hilang














Terbentuk endapan putih (barium tiosulfat) yang mudah larut dalam HCl encer






Larutan berubah menjadi keruh kekuningan












BAB IV


ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN






4.1 Data Hasil Pengamatan


Identifikasi Kation




No


Sampel


Pereaksi


Hasil Pengamatan



1


Hg2+


1. Ditambah larutan NaOH


2. Ditambah Larutan KI


Tidak sesuai dengan hasil teoritis, endapan yang terbentuk berwarna merah bata bukan
warna kuning.


Membentuk endapan berwarna orange, tidak sesuai dengan hasil teoritis.



2


Cu2+


1. Ditambah larutan NaOH






2. Ditambah Larutan KI


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa membentuk endapan warna biru, jika dipanaskan
terbentuk endapan berwarna hitam


Membentuk endapan putih, sesuai dengan hasil teoritis.



3


Fe2+


1. Ditambah larutan NaOH


Membentuk endapan kuning bukan hijau kotor, jadi hasilnya tidak sesuai dengan hasil
teoritis.



4


Zn2+


1. Ditambah larutan NaOH


Membentuk endapan putih keruh



5


Al3+


1. Ditambah larutan NaOH


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa terbentuk endapan putih



6


Ca2+


1. Ditambah larutan NaOH


Terbentuk endapan putih



7


Ba2+


1. Ditambah larutan NaOH


2. Ditambah larutan Natrium Karbonat


3. Ditambah asam sulfat encer


Terbentuk endapan putih, sesuai dengan hasil teoritis






Sesuai dengan hasil teoritis bahwa membentuk endapan kuning yang larut dalam asam
kuat encer


Membentuk endapan putih



8


Mg2+


1. Ditambah larutan NaOH


Terbentuk endapan putih



9


NH4+


1. Ditambah larutan NaOH


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa dapat membirukan kertas lakmus merah basah



10


Ag+


1. Ditambah larutan NaOH


2. Ditambah HCl encer


3. Dengan KI






4. Dengan kalium kromat


Tidak sesuai dengan hasil teoritis, endapan yang terbentuk berwarna putih keruh bukan
coklat.


Terbentuk endapan putih


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa terbentuk endapan Agl yang berwarna kuning


Akan terbentuk endapan merah



11


Pb2+


1. Ditambah larutan NaOH encer


2. Ditambah HCl encer






3. Dengan asam sulfat encer


4. Dengan K2CrO4


Terbentuk endapan putih






Sesuai dengan hasil teoritis bahwa akan terbentuk endapan putih


Akan terbentuk endapan putih






Terbentuk endapan kuning







Identifikasi Anion







No


Sampel


Pereaksi


Hasil Pengamatan



1


Cl-


1. Ditambah larutan AgNO3






2. Ditambah Larutan asam nitrat, KMnO4dan kloroform


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa membentuk endapan putih yang tidak larut dalam
asam nitrat tapi larut dalam amonia


Endapan yang terbentuk berwarna ungu tetapi tidak memberi warna pada lapisan
kloroform



2


I-


1. Ditambah larutan AgNO3


2. Ditambah Larutan asam nitrat, KMnO4dan kloroform


Membentuk endapan warna kuning muda yang tidak larut dalam ammonia, sesuai
dengan hasil teoritis.


Tidak sesuai dengan hasil teoritis, lapisan kloroform berwarna coklat kekuningan bukan
merah muda-ungu



3


SO42-


1. Ditambah larutan barium klorida


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa membentuk endapan putih yang tidak larut dalam
HCl



4


NO3-


1. Ditambah sedikit serbuk ferrosulfat kemudian hati-hati ditambah asam sulfat pekat


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa pada bidang atas akan terbentuk cincin warna
coklat



5


CO32-


1. Ditambah larutan perak nitrat


2. Ditambah larutan magnesium sulfat


3. Ditambah asam klorida encer


Terbentuk endapan putih yang akan berubah menjadi coklat


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa membentuk endapan putih


Larutan yang terbentuk berwarna putih, tidak mengetahui apakah terbentuk gas CO2
atau tidak



6


PO43-


1. Ditambah larutan perak nitrat


2. Ditambah magnesium sulfat


Membentuk endapan berwarna kuning yang larut dalam asam nitrat dan dalam
ammonia


Sesuai dengan hasil teoritis bahwa membentuk endapan putih



7


S2O32-


1. Ditambah larutan perak nitrat encer


2. Ditambah larutan iodium


3. Dengan larutan barium klorida encer


4. Ditambah larutan asam klorida


Sesuai dengan hasil teoritis terbentuk endapan putih yang segera berubah menjadi
kehitaman


Warna iodium hilang






Terbentuk endapan putih (barium tiosulfat) yang mudah larut dalam HCl encer






Tidak sesuai dengan hasil teoritis, Larutan berubah menjadi keruh keputihan bukan
kekuningan












4.2 Analisis Data


Berdasarkan hasil pengamatan dari percobaan yang dilakukan dapat dianalisis ke
dalam reaksi kimia sebagai berikut :


Identifikasi kation


1.



- Hg2+ + 2NaOH Hg(OH)2 + 2Na+






- Hg2+ + 2KI HgI2 + 2K+






2. - Cu2+ + 2NaOH Cu(OH)2 + 2Na+






- Cu2+ + 2KI CuI2 + 2K+






3. - Fe2+ + 2NaOH Fe(OH)2 + 2Na+






4. - Zn2+ + 2NaOH Zn(OH)2 + 2Na+






5. - Al3+ + 3NaOH Al(OH)3 + 3Na+






6. - Ca2+ + 2NaOH Ca(OH)2 + 2Na+






7. - Ba2+ + 2NaOH Ba(OH)2 + 2Na+






- Ba2+ + 2NaCO3 BaCO3 + 2Na+






- Ba2+ + H2SO4 Ba(SO4)2 + 2H+






8. - Mg2+ + 2NaOH Mg(OH)2 + 2Na+






9. - NH4+ + NaOH NH4OH + Na+






10. - Ag+ + NaOH AgOH + Na+






- Ag+ + HCl AgCl + H+






- Ag+ + KI AgI + K+


- Ag+ +






11. - Pb2+ + 2NaOH Pb(OH)2 + 2Na+






- Pb2+ + 2HCl PbCl2 + 2H+






- Pb2+ + H2SO4 Pb(SO4)2 + 2H+






- Pb2+ + K2CrO4 PbCrO4 + 2K+






Identifikasi anion


1.



- Cl- + AgNO3 AgCl + NO3-


-






2. - I- + AgNO3 AgI + NO3-


-






3. - SO42- + BaCl2 BaSO4 + 2Cl-


4. -






5. - CO32- + AgNO3 Ag2CO3 + 2NO3-






- CO32- + MgSO4 MgCO3 + SO4-






- CO32- + HCl H2CO3 + 2Cl-






6. - PO43- + AgNO3 Ag3PO4 + 3NO3-






- PO43- + MgSO4 MgPO4 + SO43-






7. - S2O32- + AgNO3 Ag2SO3 + NO3-


-






- S2O32- + BaCl2 Ba2S2O3 + 2Cl-






- S2O32- + HCl H2S2O3 + 2Cl-


















4.3 Pembahasan


Identifikasi Kation


1. Merkuri (Hg2+)


Menurut teori, setelah direaksikan dengan larutan alkali karbonat (Na2CO3),
akanterbentuk endapan putih merkuro karbonat. Dari hasil percobaan didapat larutan
berubahmenjadi agak keruh walau tidak terbentuk endapan. Reaksi yang terjadi adalah
:






Hg2(NO3)2 + Na2CO3 Hg2CO3 + 2NaNO3


Jika larutan Hg2(NO3)2 direaksikan dengan larutan NaOH, akan terbentuk
endapanhitam. Dari hasil percobaan tidak terjadi perubahan yang teramati. Larutan
tetap jernihserta tidak ada endapan yang terbentuk. Hal ini dimungkinkan karena
penambahan NaOH yang berlebih. Reaksi yang mungkin terjadi adalah :






Hg2+2 + 2OH- Hg2O + H2O


2. Kupri (Cu2+)


Jika ion Cu2+ direaksikan dengan larutan KOH, akan terbentuk endapan biru Cu(OH)2
yang jika dipanasi berubah menjadi hitam (CuO). Dari hasil percobaan,
didapatiendapan biru yang berubah menjadi hitam saat dipanaskan. Reaksi yang terjadi
adalah :






CuSO4 + 2KOH Cu(OH)2 + K2SO4






Cu(OH)2 dipanaskan CuO + H2O


Jika ion Cu2+ direaksikan dengan larutan KI, akan terbentuk endapan putih CuI2


denganwarna larutan agak kuning dikarenakan ada I2 yang dibebaskan. Dari hasil
percobaandidapati warna larutan berubah dari biru muda menjadi kuning pucat dengan
endapan putih. Reaksi yang terjadi adalah :






CuSO4 + 2KI CuI2 + K2SO4






2CuI2 2CuI + I2






atau 2CuSO4 + 4KI 2CuI + 2 K2SO4 + I2


3. Seng (Zn2+)


Jika ion Zn2+ direaksikan dengan larutan KOH, akan terbentuk endapan putih Zn(OH)2
yang larut dalam reagen berlebih. Dari hasil percobaan didapati larutan berubah dari
bening menjadi agak keruh dengan sedikit endapan. Hal ini mungkin
dikarenakankonsentrasi reagen yang kurang karena warna larutan sudah berwarna
agak keruh yangmengindikasikan hasil kali ion-ionnya sudah lebih besar daripada
harga Ksp-nya atau reagen yang berlebih sehingga endapan yang terbentuk larut
kembali. Reaksi yangmungkin terjadi :






Zn2+ + 2OH Zn(OH)2


Dalam reagen berlebih terjadi reaksi :






Zn(OH)2 + 2OH- [ Zn(OH)4 ]2-


Jika ion Zn2+ direaksikan dengan larutan Na2SO4, akan terbentuk endapan tersier zink
sulfat yang larut dalam amonia dan asam. Dari hasil percobaan didapati larutan tetap
bening. Tidak ada perubahan yang dapat teramati. Ini mungkin dikarenakan
kurangnyakonsentrasi reagen atau kesalahan dalam percobaan.


4. Alumunium (Al3+)


Jika ion Al3+ direaksikan dengan larutan NH3, akan terbentuk Al(OH)3 yang
berupakoloid. Dari hasil percobaan tidak ada perubahan yang dapat teramati. Hal ini
mungkindikarenakan kurangnya konsentrasi reagen atau pH yang kurang mendukung.
Larutantetap jernih seperti semula. Reaksi yang mungkin terjadi adalah :






Al3+ + 3NH3 + 3H2O Al(OH)3 + 3NH4+


5. Kalsium (Ca2+)


Jika ion Ca2+ direaksikan dengan larutan (NH4)2CO3, akan terbentuk endapan CaCO3
yang jika dipanasi akan menjadi kristalin. Dari hasil percobaan didapati endapan
putih.Setelah dipanaskan tidak terbentuk kristal. Ini mungkin dikarenakan pemanasan
yang dilakukan kurang. Reaksi yang terjadi :






Ca2+ + SO32- CaCO3


6. Barium (Ba2+)


Jika ion Ba2+ direaksikan dengan larutan H2SO4 encer, akan terbentuk endapan putih
BaSO4 . Dari hasil percobaan didapati endapan putih.






Ba2+ + SO42- BaSO4


7. Magnesium (Mg2+)


Jika ion Mg2+ direaksikan dengan larutan NaOH, akan terbentuk endapan
putihMg(OH)2. Dari hasil percobaan didapati endapan putih. Reaksi yang terjadi adalah
:






Mg2+ + 2OH- Mg(OH)2


8. Timbal (Pb2+)


Jika ion Pb2+ direaksikan dengan larutan HCl, akan terbentuk endapan yang berwarna
putih. Dari hasil percobaan didapati endapan berwarna putih dengan larutan yang tidak
berwarna/ bening. Endapan ini dapat terbentuk karena larutan sudah lewat
jenuh,konsentrasi ion-ion PbCl2 sudah melebihi harga Ksp-nya (Ksp PbCl2 = 2,4 x 10-
9).


Identifikasi anion


1. Klorida (Cl-)


Jika ion Cl- direaksikan dengan larutan AgNO3, akan terbentuk endapan putih AgCl
yang larut dalam NH3. Dari hasil percobaan didapati endapan putih. Setelah ditambah
NH3, endapan larut. Reaksi yang terjadi adalah :






Ag+ + Cl- AgCl


2. Iodida (I-)


Jika ion I- direaksikan dengan larutan AgNO3, akan terbentuk endapan kuning AgI. Ksp
AgI = 0,9 x 10-16. Dari hasil percobaan didapati endapan putih-kuning. Reaksi
yangterjadi adalah :






I- + AgNO3 AgI + NO3-


3. Sulfat (SO42-)


Jika ion SO42- direaksikan dengan larutan BaCl2, akan terbentuk endapan putih
BaSO4. Dari hasil percobaan didapati endapan putih. Reaksinya :






SO42- + BaCl2 BaSO4 + 2Cl-


4. Tiosulfat (S2O32-)


Jika ion S2O32- direaksikan dengan larutan AgNO3, akan terbentuk endapan putih
yang berubah menjadi kuning-coklat dan akhirnya hitam. Dari hasil percobaan
didapatiendapan putih yang berubah menjadi kuning dan akhirnya coklat-hitam.
Reaksinya :






S2O32- + AgNO3 Ag2SO3 + NO3-






4.3 Kesimpulan


Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :


1. Untuk identifikasi kation pada percobaan yang dilakukan terdapat 4 percobaan dari
pengamatan yang tidak sesuai dengan hasil teoritis yang telah tersedia yaitu reaksi
antara merkuri dengan natrium hidroksida,merkuri dengan KI,besi dengan natrium
hidroksida dan perak dengan natrium hidroksida.


2. Untuk identifikasi anion pada percobaan yang dilakukan terdapat 2 percobaan dari
pengamatan yang tidak sesuai dengan hasil teoritis yang telah tersedia yaitu reaksi
antara iodida dengan asam nitrat dan tiosulfat dengan asam klorida.