Anda di halaman 1dari 7

1

Makalah Seminar Kerja Praktek



PENGGUNAAN DOPPLER VHF
OMNI-DIRECTIONAL RANGE (DVOR) AWA VRB-51D
SEBAGAI ALAT NAVIGASI UDARA
DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO SURAKARTA
Teguh Aryanto (L2F 006 087)
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang

Abstrak

DVOR (Doppler VHF Omni-directional Range) adalah sebuah alat bantu navigasi udara yang dapat
memberikan informasi arah kepada pesawat udara terhadap bandara dengan azimuth tertentu. Daerah frekuensi kerja
dari DVOR yaitu 108 Mhz 118 MHz. Untuk DVOR Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta bekerja
pada frekuensi 116,3 MHz.
Sistem yang digunakan pada DVOR yaitu antena yang digunakan pada DVOR merupakan suatu antena yang
seolah-olah berputar secara horizontal dengan antena tetap yang terletak di bagian tengah antena. Pesawat udara
yang terletak pada suatu jarak tertentu akan menerima perubahan frekuensi pada saat putaran menuju pesawat dan
akan mengalami pengurangan frekuensi apabila perputaran antena menjauhi pesawat (Efek Doppler).
DVOR yang ada di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo berfungsi sebagai Homing, diletakkan tidak
jauh dari landasan dan mempunyai 48 antena sideband yang di bagian pinggir dan satu antena carrier yang diletakkan
di bagian tengah. Antena DVOR pada prinsipnya berfungsi untuk memancarkan sinyal variabel sebesar 30 Hz yang
dimodulasikan secara FM dan sinyal referensi sebesar 30 Hz yang dimodulasikan secara AM.

Kata Kunci : DVOR, Efek Doppler, Homing

I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Secara umum navigasi penerbangan dapat
didefiniskan sebagai penuntun jalan atau pemandu
arah kepada pesawat terbang. Dalam suasana
perjalanan penerbangan di angkasa pada
hakekatknya pandangan di sekitar adalah sama,
sehingga untuk mengetahui kemana arah pesawat
menuju ke satu tujuan sangatlah sulit bila hanya
mengandalkan kompas. Hal itulah yang
menyebabkan pentingnya DVOR (Doppler VHF
Omni-Directional Range) sebagai suatu peralatan
navigasi udara.
DVOR adalah sebuah alat navigasi udara
yang berfungsi untuk memberikan informasi arah
kepada pesawat udara terhadap suatu bandara
dengan azimuth tertentu dari 0
o
sampai 360
0
dalam
bentuk display visual.
DVOR yang digunakan di Bandar Udara
Internasional Adi Soemarmo Surakarta adalah type
AWA VRB-51D, di mana unit ini digunakan
sebagai Homing, sehingga sifatnya adalah untuk
menunjukkan pada pesawat ke arah mana bandar
udara tersebut berada.

Tujuan
Tujuan dari kerja praktek di PT.(Persero)
Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Adi
Soemarmo Surakarta adalah sebagai berikut :
1. Untuk melaksanakan mata kuliah Kerja
Praktek.
2. Untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah
diperoleh secara teoritis di perkuliahan.
3. Untuk mengetahui dan mengenal alat
Navigasi Udara yang ada di Bandar Udara
Internasional Adi Soemarmo Surakarta.
4. Mengetahui dan mempelajari sistem dan
prinsip kerja dari DVOR (Doppler VHF
Omni-directional Range).

Batasan Masalah
Mengingat adanya beberapa alat navigasi
udara yang ada di Bandar Udara Internasional Adi
Soemarmo Surakarta maka dalam makalah ini
penulis membatasi pembahasan hanya pada alat
navigasi yaitu DVOR (Doppler VHF Omni-
derectional Range) pada Ground Station.
Pembahasan mengenai DVOR (Doppler VHF
Omni-derectional Range) ini hanya meliputi
deskripsi umum, sistem kerja dan fungsinya pada
peralatan navigasi tanpa memfokuskan pada hal-
hal teknis secara terperinci yang memerlukan
ketrampilan khusus.







II LANDASAN TEORI
DVOR (Doppler VHF Omni-Directional Range
DVOR adalah fasilitas navigasi udara
sangat penting. Fasilitas ini memiliki kegunaan
untuk memberikan informasi arah
mengenai posisi pesawat terhadap
Udara, bekerja pada frekuensi 108 MHz sampai
dengan 118 MHz. Untuk DVOR Bandar Udara
Internasional Adi Soemarmo Surakarta bekerja
pada frekuensi 116,3 MHz.
Sistem DVOR yang ada di
Soemarmo terdiri dari 2 transmitter
perubahan otomatis apabila terjadi
mati total pada salah satu transmitter
menggunakan sistem antena tunggal yang
memberikan pancaran ke segala arah (
directional) dan 48 antena non-directional
diletakkan mengelilingi antena pusat dalam bentuk
lingkaran dengan diameter 44 ft yang memberikan
pancaran Doppler.
Pola pancaran dari DVOR dihasilkan
antara sinyal referensi yang dipancarkan oleh
antena carrier dan sinyal v
dipancarkan oleh antena sideband.

Sinyal DVOR
DVOR memancarkan dua sinyal yang
berbeda yaitu :
1. Sinyal Referensi adalah sinyal 30 Hz AM
dipancarkan dengan fase sesaat seragam ke
segala arah yang dihasilkan dari sinyal RF
carrier (fc) yang dimodulasi AM dengan
sinyal 30 Hz.


Gambar 1. Modulasi AM antara 30
dan sinyal carrier

Kemudian sinyal yang dihasilkan ini
dipancarkan oleh antena carrier
di tengah-tengah kesatuan antena DVOR

2. Sinyal Variabel adalah sinyal yang
dihasilkan dari modulasi frekuensi yang
berasal dari simulasi pergerakan atau
perputaran sumber sinyal RF non
(fc9960 Hz) di sekeliling lingkaran deng
diameter lingkaran 44 ft (13,
kecepatan 1800 rpm yang menimbulkan
modulasi frekuensi 30 Hz. Hal ini dilakukan
dengan penghubung switching
2
Directional Range)
fasilitas navigasi udara yang
ini memiliki kegunaan
arah kepada pilot
posisi pesawat terhadap suatu Bandar
bekerja pada frekuensi 108 MHz sampai
Untuk DVOR Bandar Udara
ternasional Adi Soemarmo Surakarta bekerja
VOR yang ada di Bandara Adi
transmitter dengan
perubahan otomatis apabila terjadi kerusakan atau
transmitternya. DVOR
menggunakan sistem antena tunggal yang
memberikan pancaran ke segala arah (omni-
directional yang
diletakkan mengelilingi antena pusat dalam bentuk
lingkaran dengan diameter 44 ft yang memberikan
n dari DVOR dihasilkan
eferensi yang dipancarkan oleh
variabel yang

DVOR memancarkan dua sinyal yang
Sinyal Referensi adalah sinyal 30 Hz AM
dipancarkan dengan fase sesaat seragam ke
segala arah yang dihasilkan dari sinyal RF
(fc) yang dimodulasi AM dengan

Modulasi AM antara 30 Hz referensi
Kemudian sinyal yang dihasilkan ini
carrier yang berada
tengah kesatuan antena DVOR.
Sinyal Variabel adalah sinyal yang
dihasilkan dari modulasi frekuensi yang
berasal dari simulasi pergerakan atau
non-directional
(fc9960 Hz) di sekeliling lingkaran dengan
diameter lingkaran 44 ft (13,4 m) dengan
kecepatan 1800 rpm yang menimbulkan
modulasi frekuensi 30 Hz. Hal ini dilakukan
switching elektronik
secara berurutan pada setiap
(48 antena) yang terletak di sekeliling antena
carrier. Pola pembentukan sinyal
ditunjukkan pada gambar di bawah ini

Gambar 2. Pola pembentukan sinyal
Percampuran antara sinyal
sinyal varibel terjadi di udara (
Kombinasi sinyal referensi dan sinyal v
yang dipancarkan ke udara akan menghasilkan
frekuensi carrier yang dimodulasi AM oleh 9960
Hz (subcarrier). Selanjutnya 9960 Hz
bermodulasi dengan 30 Hz FM karena efek
Doppler. Dengan demikian
hasil pancaran DVOR untuk modulasi di udara dari
sinyal-sinyal tersebut.

Gambar 3. Sinyal pancaran dari DVOR

Sinyal referensi dan sinyal
umumnya digambarkan sebagai pola fase sesaat,.
Perbedaan fase antara sinyal
referensi terhadap arah ditunjukkan pada
di bawah ini


Gambar 4. Perbedaan fase antara sinyal Variabel dan
sinyal Referensi

secara berurutan pada setiap antena sideband
(48 antena) yang terletak di sekeliling antena
. Pola pembentukan sinyal variabel
gambar di bawah ini

Pola pembentukan sinyal variabel.
Percampuran antara sinyal referensi dan
udara (space modulation).
referensi dan sinyal variabel
yang dipancarkan ke udara akan menghasilkan
yang dimodulasi AM oleh 9960
Selanjutnya 9960 Hz subcarrier
bermodulasi dengan 30 Hz FM karena efek
. Dengan demikian gambar 3 menunjukkan
hasil pancaran DVOR untuk modulasi di udara dari

Sinyal pancaran dari DVOR
eferensi dan sinyal variabel
umumnya digambarkan sebagai pola fase sesaat,.
Perbedaan fase antara sinyal variabel dan sinyal
eferensi terhadap arah ditunjukkan pada gambar 4

fase antara sinyal Variabel dan
sinyal Referensi

Antena DVOR
DVOR memancarkan sinyal ke segala arah
(omni-directional). Antena DVOR terdiri dari 1
buah antena carrier dan 48 buah antena
carrier. Sinyal yang dipancarkan antena DVOR
merupakan frekuensi tinggi, sehingga setiap benda
padat dapat memantulkan sinyal ini. Tanah mampu
memantulkan sinyal yang dipancarkan oleh antena
DVOR (tanah sebagai reflektor). Oleh karena itu
penerima sinyal (penerbang) akan memperoleh 2
buah sinyal yaitu sinyal pancaran langsung (
dan sinyal pancaran pantutulan (
Keduanya memiliki frekuensi yang sama akan
tetapi memiliki garis pancar yang berbeda. Garis
pancar sinyal pantul lebih panjang daripada garis
pancar sinyal direct

x
h
h
Antena
Image antena
Pancaran langsung
Gambar 5 Garis pancar antena DVOR

Dari gambar di atas terlihat bahwa garis pancar
sinyal pantul lebih panjang daripada garis pancar
sinar direct yaitu ditandai dengan penambahan
sepanjang X
Antena DVOR pada prinsipnya adalah
untuk memancarkan sinyal variabel 30 Hz yang
dimodulasikan secara FM dan sinyal referensi 30
Hz yang dimodulasikan secara AM. Dua buah
sinyal yang mempunyai frekuensi yang sama
dipancarkan bersama-sama tetapi terpisah sat
sama lain. Hasil kombinasi dari kedua sinyal yang
dipancarkan membentuk frekuensi
Frekuensi ini didapat dari pemutaran antena
DVOR sebanyak 30 kali putaran/detik
Perputaran antena merupakan hasil
simulasi dari dua buah antena yang memanca
sinyal sesaat dan sebelum off
selanjutnya secara kontinyu sehingga terlihat
seperti bergerak berputar. Saat memancarkan
sinyalnya antena ini berpasang-pasangan ganjil
dengan ganjil dan genap dengan genap.
Contohnya antena 1 dengan antena 25, antena 2
dengan antena 26. Dari antena 1 dan antena 25
dengan antena 2 dan antena 26 menghasilkan
beda fasa 90
o
.
3
DVOR memancarkan sinyal ke segala arah
). Antena DVOR terdiri dari 1
dan 48 buah antena sub-
Sinyal yang dipancarkan antena DVOR
merupakan frekuensi tinggi, sehingga setiap benda
ni. Tanah mampu
memantulkan sinyal yang dipancarkan oleh antena
). Oleh karena itu
penerima sinyal (penerbang) akan memperoleh 2
buah sinyal yaitu sinyal pancaran langsung (direct)
dan sinyal pancaran pantutulan (reflected).
duanya memiliki frekuensi yang sama akan
tetapi memiliki garis pancar yang berbeda. Garis
pancar sinyal pantul lebih panjang daripada garis
Pancaran pantulan
Pancaran langsung
Garis pancar antena DVOR
hwa garis pancar
sinyal pantul lebih panjang daripada garis pancar
yaitu ditandai dengan penambahan
Antena DVOR pada prinsipnya adalah
untuk memancarkan sinyal variabel 30 Hz yang
dimodulasikan secara FM dan sinyal referensi 30
Hz yang dimodulasikan secara AM. Dua buah
sinyal yang mempunyai frekuensi yang sama
sama tetapi terpisah satu
sama lain. Hasil kombinasi dari kedua sinyal yang
dipancarkan membentuk frekuensi carrier 30 Hz.
Frekuensi ini didapat dari pemutaran antena
DVOR sebanyak 30 kali putaran/detik.
Perputaran antena merupakan hasil
simulasi dari dua buah antena yang memancarkan
diikuti antena
selanjutnya secara kontinyu sehingga terlihat
seperti bergerak berputar. Saat memancarkan
pasangan ganjil
dengan ganjil dan genap dengan genap.
ntena 25, antena 2
dengan antena 26. Dari antena 1 dan antena 25
dengan antena 2 dan antena 26 menghasilkan
Pada satu pasang antena misalnya antena 1
dengan antena 25 memiliki frekuensi USB (
sideband) dan LSB (lower sideband
adalah USB sedangkan antena 25 adalah LSB
USB







LSB
Gambar 6. LSB dan USB pada antena DVOR

Pola Radiasi DVOR
Pola radiasi yang dihasilkan
DVOR yaitu pola radiasi yang memiliki 3 lobe
utama dengan pusat di 8
0
, 28
Gambar 7. Tiga major lobe centred

Dari gambar 7 di atas terlihat ada jarak
yang cukup besar antara lobe yang sat
yang lainnya, yang menyebabkan
radiasi (diakibatkan adanya penghilangan antara
sinyal langsung dan sinyal pantul)
Untuk mengatasi hal tersebut maka DVOR
akan dipasang Counterpoise
tambahan) yang dipasang tepat di
yang bertindak sebagai area pant
antena dipasang diatas Counterpoise maka
akan menghasilkan lobe energi utama yang
melebar dan berpusat di 30
Gambar 8 Major lobe centered
counterpoise

Kombinasi radiasi sinyal yang berasal dari
tanah dan dari pantulan
menghasilkan radiasi keseluruhan dari DVOR
yang akan menghasilkan cakupan yang lebih luas
pada sudut antara 0
0
sampai 60
gambar 8, sedangkan daerah te

fc
Pada satu pasang antena misalnya antena 1
dengan antena 25 memiliki frekuensi USB (upper
lower sideband). Antena 1
adalah USB sedangkan antena 25 adalah LSB
LSB dan USB pada antena DVOR
Pola radiasi yang dihasilkan oleh antena
pola radiasi yang memiliki 3 lobe
, 28
0
, dan 50
0
.

major lobe centred
di atas terlihat ada jarak
yang cukup besar antara lobe yang satu dengan
ang menyebabkan tidak adanya
radiasi (diakibatkan adanya penghilangan antara
sinyal langsung dan sinyal pantul)
Untuk mengatasi hal tersebut maka DVOR
Counterpoise ( penyeimbang
tambahan) yang dipasang tepat di bawah antena
yang bertindak sebagai area pantul tambahan. Jika
diatas Counterpoise maka
akan menghasilkan lobe energi utama yang
melebar dan berpusat di 30
0
.

Major lobe centered yang menggunakan
counterpoise
Kombinasi radiasi sinyal yang berasal dari
tanah dan dari pantulan Counterpoise akan
menghasilkan radiasi keseluruhan dari DVOR
yang akan menghasilkan cakupan yang lebih luas
sampai 60
0
yang terlihat pada
edangkan daerah tepat di atas DVOR

(sudut lebih dari 60
0
) tidak terdapat radiasi dan
biasa disebut dengan area Cone of Silence
dapat dilihat pada gambar 9

Gambar 9. Daerah cone of silence dari pancaran
DVOR

Ukuran dari Counterpoise
berpengaruh pada pola radiasi yang yang akan
bertindak sebagai reflector (pemantul) di
tertentu. Sedangkan pada sudut di bawah sudut ini
yang menjadi reflector adalah permukaan tanah.
Sudut ini dinamakan sudut kritis dan dapat
dihitung dengan menggunakan formula sebagai
berikut :

Counterpoi
Counterpoi
Radius
diatas antena tinggi

1 -
Tan kritis sudut =

Oleh karena itu, cakupan sudut rendah dihasilkan
dari pantulan permukaan tanah sedangkan untuk
cakupan sudut tinggi dihasilkan dari pantulan
Counterpoise.

III DVOR AWA VRB 51D
Spesifikasi DVOR yang ada di Bandara
Internasional Adi Soemarmo Surakarta
sebagai berikut:

Nama Peralatan : DVOR
Merk : AWA
Type/No.Seri : VRB-51D/034
Lokasi/ Tahun Operasi : Bandara Adi
Soemarmo
Frekuensi : 116,3 MHz
Power Out : 75 Watt
Ident : SLO
Fungsi : Memandu pesawat ke
arah approach

Peralatan ini memiliki monitor antena
tunggal yang dilokasikan pada jarak tertentu dari
pusat kesatuan antena yang memberikan nilai pada
dual monitor yang dipancarkan dari DVOR yang
digunakan sebagai change over control
down function. Penghubung dalam hubungan jarak
jauh antara kesatuan antena DVOR dan peral
kontrol yang ada di ruang RCMS (Remote Control
and Monitoring System) digunakan
sebagai media transmisinya.
4
) tidak terdapat radiasi dan
Cone of Silence yang

dari pancaran
Counterpoise secara nyata
berpengaruh pada pola radiasi yang yang akan
(pemantul) di atas sudut
bawah sudut ini
adalah permukaan tanah.
kritis dan dapat
tung dengan menggunakan formula sebagai
se Counterpoi
se Counterpoi

Oleh karena itu, cakupan sudut rendah dihasilkan
dari pantulan permukaan tanah sedangkan untuk
cakupan sudut tinggi dihasilkan dari pantulan
Spesifikasi DVOR yang ada di Bandara
Surakarta adalah
51D/034
Adi
oemarmo/2007
MHz
: Memandu pesawat ke
approach
Peralatan ini memiliki monitor antena
tunggal yang dilokasikan pada jarak tertentu dari
pusat kesatuan antena yang memberikan nilai pada
yang dipancarkan dari DVOR yang
change over control dan shut
. Penghubung dalam hubungan jarak
jauh antara kesatuan antena DVOR dan peralatan
Remote Control
digunakan Radio Link
Power supply yang digunakan oleh alat ini
diposisikan pada tegangan 24 V DC yang di
dapatkan dari supply listrik PLN untuk operasi
baterai charger dan baterai bank
energi dari PLN terputus, maka sebag
supply dari listrik PLN untuk operasi
charger dan baterai bank
pembangkit tenaga listrik (g
DVOR AWA VRB-51D ini menggunakan sistem
antena tunggal yang meringkas dari 1 pusat antena
directional yang memberikan pancaran
directional dan 48 antena
diletakkan mengelilingi dalam bentuk lingkaran
dengan diameter 44 ft yang memberikan pancaran
Doppler.

Gambar 10. Bentuk fisik dari kesatuan

Pola pancaran dari DVOR AWA VR
51D dihasilkan antara sinyal r
dipancarkan oleh antena carrier
yang dipancarkan oleh antena
Percampuran antara sinyal
variabel terjadi di udara (
Keberadaan antena carrier
dikelilingi oleh 48 antena
22 ft.

Pembentukan Sinyal DVOR AWA VRB 51D

Gambar 11. Blok diagram pembentukan sinyal pada
DVOR AWA VRB-51D
yang digunakan oleh alat ini
diposisikan pada tegangan 24 V DC yang di
listrik PLN untuk operasi
baterai bank. Pada saat aliran
energi dari PLN terputus, maka sebagai pengganti
dari listrik PLN untuk operasi baterai
baterai bank menggunakan mesin
pembangkit tenaga listrik (genset). Peralatan
51D ini menggunakan sistem
antena tunggal yang meringkas dari 1 pusat antena
memberikan pancaran omni-
dan 48 antena non directional yang
diletakkan mengelilingi dalam bentuk lingkaran
dengan diameter 44 ft yang memberikan pancaran
Bentuk fisik dari kesatuan DVOR
Pola pancaran dari DVOR AWA VRB
dihasilkan antara sinyal referensi yang
carrier dan sinyal variabel
yang dipancarkan oleh antena sideband.
Percampuran antara sinyal referensi dan sinyal
bel terjadi di udara (space modulation).
carrier berada di tengah dan
dikelilingi oleh 48 antena sideband pada jari-jari
DVOR AWA VRB 51D

Blok diagram pembentukan sinyal pada
5

Pada gambar 11 terlihat blok diagram
proses pembentukan sinyal referensi dan sinyal
variabel. Pada proses pembentukan sinyal referensi
melibatkan modul RPG (Reference Phase
Generator ), modul CMP (Carrier Modulation and
protection) , modul CGD (Carrier Generator and
Driver ), modul CPA (Carrier Power Amplifier),
Directional Coupler, kemudian baru sinyal
referensi dipancarkan melalui antena carrier.
Proses pembentukan sinyal variabel,
melibatkan modul SGN (Sideband Generator),
modul SMA (Sideband Modulator Amplifier),
modul SCU (Sideband Changeover Unit ), modul
ASD (Antenna Switch Driver), modul ADS
(Antenna Distribution Switch), kemudian sinyal
variabel dipancarkan oleh 48 antena sideband.
Modul TSD (Timing Sequence Diversity) berfungsi
untuk memberikan sinyal pewaktu yang digunakan
dalam proses pembentukan baik pada sinyal
referensi maupun pada pembentukan sinyal
variabel.

Pembentukan Sinyal Referensi
Pada proses pembentukan sinyal referensi,
sinyal yang dihasilkan akan dipancarkan oleh
antena carrier yang berada di tengah-tengah
kesatuan 48 antena sideband DVOR AWA VRB-
51D. Proses pembentukan sinyal referensi dimulai
dari kristal kontrol oscillator yang ada di dalam
modul CGD (Carrier Generator) yang
membangkitkan RF carrier. Frekuensi carrier
yang digunakan oleh Bandar Udara Internasional
Adi Soemarmo Surakarta adalah 116,3 MHz. RF
carrier yang dihasilkan akan dimodulasi dengan
low level modulation yang kemudian baru
dikuatkan dan diteruskan ke CPA. Pada modul
CMP (Carrier Modulation and Protection) sinyal
yang terdiri dari 30 Hz referensi yang berasal dari
modul RPG (Reference Phase Generator), 1020
Hz sebagai sinyal identifikasi, dan voice signal
dijumlahkan dan disebut sebagai low level
modulation yang kemudian dibandingkan dengan
envelope feedback yang berasal dari Directional
Coupler. Hal ini merupakan modulasi tahap dua
dari driver amplifier pada modul CMP dan sinyal
inilah yang kemudian dimodulasi amplitudo
dengan RF carrier pada modul CGD.
Sinyal keluaran yang berasal dari modul
CGD di teruskan ke modul CPA (Carrier Power
Amplifier) untuk dikuatkan sehingga dapat
menghasilkan daya maksimum 75 Watt. Power
amplifier yang ada di dalam modul CPA (Carrier
Power Amplifier) menghasilkan output 75 watt,
DVOR AWA VRB-51D menggunakan dua PA
(Power Amplifier) untuk menghasilkan output
maksimal 75 watt.
Sinyal output yang berasal dari modul
CPA kemudian disaring oleh Low Pas Filter guna
menghilangkan sisa-sisa carrier harmonics
sebelum masuk ke dalam Directional Coupler. Di
dalam Directional Coupler sinyal tersebut
diteruskan ke antena pusat yang memberikan
pancaran (carrier generation) sinyal referensi.
Selain memberikan feed back yang digunakan
dalam modulasi tahap dua dalam modul CMP,
Directional Coupler juga memberikan feedback
pada modul CMP yang berfungsi sebagai
perlindungan pada transmitter terhadap energi
forward dan reverse serta memberikan sinyal
pertalian untuk phase lock sideband pada modul
SGN.
Coding untuk fungsi identifikasi (sinyal
identifikasi) dihasilkan oleh modul RPG
(Reference Phase Generator) dalam bentuk kode
morse yang kemudian diberikan pada modul CMP
(Carrier Modulation and Protection) sebagai
sinyal identifikasi. DVOR AWA VRB-51D yang
digunakan di Bandar Udara Internasional Adi
Soemarmo Surakarta memiliki kode morse
identifikasi tiga letter (huruf) yang berasal dari
modul RPG yang diterjemahkan menjadi kata SLO

Pembentukan Sinyal Variabel
Pada proses pembentukan sinyal variabel,
perjalanan sinyal dimulai dari dua Voltage
Controller Oscillator (VCO) yang ada di dalam
modul SGN (sideband generation) yang
memberikan dua phase locked sideband signal,
yaitu fc+9960 Hz yang dikenal sebagai USB VCO
dan fc-9960 Hz yang dikenal sebagai LSB VCO.
Kemudian masing-masing sinyal ini memberikan
nilai pada driver amplifier di modul SMA
(Sideband Modulator). Phase locked sideband
(fc9960 Hz) pada modul SGN dicapai dengan
membandingkan output yang berasal dari carrier
dan sideband generator didalam modul SGN yang
kemudian juga menghasilkan output DC untuk
kontrol VCO dan sumber RF lower sideband.
Sideband Modulator (SMA) menghasilkan
fungsi sinus dan cosinus untuk masing-masing
sideband yang menghasilkan sinyal ganjil dan
sinyal genap yang kemudian digunakan untuk
fungsi pencampuran (blending function). Odd
(sinyal ganjil) atau even (sinyal genap) baik upper
sideband (USB) maupun lower sideband (LSB)
kemudian memberikan nilai untuk modul SCU
(Sideband Change Unit) dan kemudian ke modul
ADS yang memberikan perputaran sumber RF
lower dan upper sideband baik pada odd group of
antenna (kelompok antena ganjil) atau even group
of antenna (kelompok antena genap). Urutan sinyal
dari modul SMA kemudian diteruskan ke modul

SCU dan ADS ditunjukkan pada gambar
Modul ASD (Antenna Switch Driver)
nilai kepada ADS (Antenna Distribution Switch)
yang berfungsi untuk menghubung sinyal ke
antena-antena sideband.
Master clock circuit didalam modul TSD
(Timing Sequence Diversity) memberikan sinyal
pewaktu yang diperlukan untuk kontrol pada
antenna switching unit (SCU), blending function
pada modul SMA, dan tambahan yang berasal
untuk frekuensi 9960 Hz dan 30 Hz. Modul TSD
memberikan sinyal pewaktu yang di antaranya
adalah sebagai berikut:
1. 30 Hz Referansi
Sinyal ini disalurkan untuk modul RPG.
2. 12.96 KHz dan 207.36 KHz
Sinyal ini berfungsi sebagai sinyal pewaktu
pada modul RPG.
3. 720 Hz
Sinyal ini berfungsi sebagai sinyal pewaktu
pada modul ASD.
4. 77.76 KHz
Berfungsi sebagai Blending Functions
5. 3.1104 MHz
Sebagai sinyal pewaktu pada modul SGN

Pembagian Energi Sideband
DVOR AWA VRB 51D
Energi sideband yang dihasilkan
memberikan nilai untuk antena dari bagian yang
berbeda sebagaimana ditunjukkan dalam
12

Gambar 12 Pembagian energi sideband

Untuk lebih jelasnya antena
dipisah ke dalam 2 grup, yaitu
antenna (antena ganjil) dan even group of antenna
(antena genap). Penghubung (switch)
SCU (sideband Changeover Unit)
single pole-single throw. Sideband
diperoleh dari sideband modulator
6
SCU dan ADS ditunjukkan pada gambar 11.
(Antenna Switch Driver) memberikan
(Antenna Distribution Switch)
untuk menghubung sinyal ke
didalam modul TSD
memberikan sinyal
pewaktu yang diperlukan untuk kontrol pada
blending function
ahan yang berasal
untuk frekuensi 9960 Hz dan 30 Hz. Modul TSD
memberikan sinyal pewaktu yang di antaranya
Sinyal ini disalurkan untuk modul RPG.
Sinyal ini berfungsi sebagai sinyal pewaktu
Sinyal ini berfungsi sebagai sinyal pewaktu
Blending Functions.
Sebagai sinyal pewaktu pada modul SGN
Antena pada
yang dihasilkan
memberikan nilai untuk antena dari bagian yang
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar

sideband
Untuk lebih jelasnya antena sideband
dipisah ke dalam 2 grup, yaitu odd group of
even group of antenna
(switch) RF pada
(sideband Changeover Unit) dalam bentuk
Sideband energi
or pada modul
SMA yang memiliki dua modulator yaitu LSB
modulator dan USB modulator, kemudian masing
masing modulator memberikan sinyal ganjil
dan sinyal genap (even) ke
switch pada modul SCU
Unit) dan diteruskan ke antenna distribution switch
(ADS) yang kemudian baru ke antena
Jika kita menganggap hanya pada antena
ganjil (odd group of anntena)
LSB yang berasal dari LSB modulator,
mengeluarkan sinyal ganjil LSB yang memb
nilai melalui switch A pada
untuk antena 1 sampai dengan antena 23
pada modul ADS juga ditutup sehingga
memberikan nilai untuk antena 1. Pada saat itu
juga USB yang berasal dari USB modulator,
mengeluarkam sinyal odd U
outputnya yang memberikan nilai melalui
C pada modul SCU dari odd sideband switch
antena 25 sampai dengan antena 47.
akan memancarkan bersamaan antara USB dan
LSBnya dan ketika memancarkan sinyal hanya ada
satu pasangan USB dan LSB yang memancarkan
sinyalnya.
Pada saat itu juga sinyal
baik dari LSB modulator ataupun USB modulator
juga mengeluarkan sinyal genap secara
berkesinambungan. Karena setelah antena 1
memancarkan sinyal odd LSB yang bersamaan itu
juga antena 25 memancarkan sinyal
Maka, kemudian disusul pancaran antena 2 yang
memancarkan sinyal even
antena 26 memancarkan sinyal
akan berlangsung terus-menerus keseluruh antena
sideband dengan delay waktu antara pancaran
sinyal ganjil dan sinyal genap selama 0.7 ms.
Pada saat setengah gelombang berikutya
(180
0
), sideband changeover switch
SCU akan mengubah posisi
menjadi close dan switch
baik pada sideband change over switch odd
ataupun sideband changeover switch even.
kondisi ini, odd group of antenna
antena ganjil) akan memancarkan sinyal USB dari
antena 1 sampai dengan 23 dan sinyal LSB
dipancarkan dari antena 25 sampai dengan antena
47. Sedangkan pada even group of antenna
genap) sinyal USB akan dipancarkan oleh antena 2
sampai dengan antena 24 dan sinyal LSB akan
dipancarkan oleh antena 26 sampai dengan antena
48.





SMA yang memiliki dua modulator yaitu LSB
modulator dan USB modulator, kemudian masing-
masing modulator memberikan sinyal ganjil (odd)
ke sideband changeover
pada modul SCU (Sideband Changeover
antenna distribution switch
(ADS) yang kemudian baru ke antena sideband.
Jika kita menganggap hanya pada antena
(odd group of anntena) pada nol derajat,
LSB yang berasal dari LSB modulator,
mengeluarkan sinyal ganjil LSB yang memberikan
A pada odd sideband switch
antena 1 sampai dengan antena 23. Switch 1
pada modul ADS juga ditutup sehingga
memberikan nilai untuk antena 1. Pada saat itu
juga USB yang berasal dari USB modulator,
odd USB pada bagian odd
outputnya yang memberikan nilai melalui switch
odd sideband switch untuk
antena 25 sampai dengan antena 47. Semua antena
akan memancarkan bersamaan antara USB dan
LSBnya dan ketika memancarkan sinyal hanya ada
pasangan USB dan LSB yang memancarkan
Pada saat itu juga sinyal even yang berasal
baik dari LSB modulator ataupun USB modulator
juga mengeluarkan sinyal genap secara
berkesinambungan. Karena setelah antena 1
LSB yang bersamaan itu
juga antena 25 memancarkan sinyal odd USB.
Maka, kemudian disusul pancaran antena 2 yang
LSB yang bersaman itu
antena 26 memancarkan sinyal even USB. Hal itu
menerus keseluruh antena
eband dengan delay waktu antara pancaran
sinyal ganjil dan sinyal genap selama 0.7 ms.
Pada saat setengah gelombang berikutya
sideband changeover switch pada modul
SCU akan mengubah posisi switch D dan B
A dan C menjadi open
sideband change over switch odd
sideband changeover switch even. Pada
odd group of antenna (kelompok
antena ganjil) akan memancarkan sinyal USB dari
antena 1 sampai dengan 23 dan sinyal LSB
rkan dari antena 25 sampai dengan antena
even group of antenna (antena
genap) sinyal USB akan dipancarkan oleh antena 2
sampai dengan antena 24 dan sinyal LSB akan
dipancarkan oleh antena 26 sampai dengan antena
7

IV PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil uraian di atas dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut :
1. Doppler Very High Frequency Omni
Directional Range (DVOR) AWA VRB
51D suatu fasilitas navigasi yang bekerja
pada frekuensi 108 Mhz sampai dengan
118 MHz, untuk Bandar Udara
Internasional Adi Soemarmo Surakarta
menggunakan frekuensi 116,3 MHz.
2. DVOR merupakan alat bantu navigasi
untuk jarak pendek yang memberikan
suatu informasi azimuth kepada pesawat,
sehingga seorang pilot akan mengetahui
posisi dimana ia berada pada saat pesawat
sedang mengudara.
3. Pancaran sinyal dari DVOR AWA VRB
51D adalah pancaran sinyal VOR yang
dalam proses pembentukan sinyal
variabelnya menggunakan efek Doppler.
4. DVOR memancarkan dua sinyal, satu
sinyal dikenal sebagai sinyal referensi dan
sinyal yang lain dikenal sebagai sinyal
variabel.
5. Pesawat hanya akan kehilangan sinyal dari
DVOR, jika pesawat berada pada daerah
kerucut tanpa sinyal radio dari DVOR
yang dituju dan inilah yang disebut
daearah cone of silence.

Saran
Berdasarkan hasil kerja praktek di
PT.(Persero) Angkasa Pura I Bandar Udara
Internasional Adi Soemarmo Surakarta, penyusun
memberikan saran sebagai berikut:
1. Pengembangan sistem navigasi udara
sangat diperlukan untuk meningkatkan
keselamatan dan kenyamanan penerbangan
karena lalu lintas penerbangan
berkembang sangat pesat.
2. Pada masa yang akan datang dunia
penerbangan bisa menggunakan sistem
navigasi yang berbasis satelit, karena
satelit dipandang lebih handal dan efisien.












DAFTAR PUSTAKA

[1] Anonim. 1993. Module 2 Doppler VOR Basic
Theory N.01E.MO2.
[2] Anonim. 1990. Fungsi Kegunaan Fasilitas
Telekomunikasi, Navigasi Udara dan
Listrik.
[3] AWA Technical Handbook DOPPLER VOR
VRB-51D Volume 1 of 10.
[4] Directorate General Of Air Communication
Directorate Of electronics and
Electrical. 1994. Standart Training
Manual For Doppler VOR AWA
VRB 51D. Jakarta.
[5] http://hatta16.multiply.com/journal/item/4.19
Juli 2011.
[6]mhttp://www.eyefetch.com/image.aspx?ID=179
318. 19 Juli 2011.



BIODATA










Teguh Aryanto, lahir di Dorowati tanggal
08 Januari 1988, menempuh pendidikan dasar di
SD Negeri 2 Penagan Ratu, melanjutkan ke SLTP
Negeri 1 Bunga Mayang dan SMA Negeri 1
Rangkasbitung lulus pada tahun 2006 dan sekarang
tercatat sebagai Mahasiswa Teknik Elektro
Universitas Diponegoro Angkatan 2006,
Konsentrasi Elektronika dan Telekomunikasi.

Semarang, Juli 2011

Menyetujui,
Dosen Pembimbing
Kerja Praktek



Achmad Hidayatno, ST MT
NIP 196912211995121001