Anda di halaman 1dari 2

Nama : Nurul Ramadhani

NRP : 14-2011-045

KONSORSIUM MIKROBA PADA INDUSTRI
Konsorsium mikroba adalah campuran populasi mikroba dalam bentuk komunitas yang
mempunyai hubungan kooperatif, komensal, dan mutualistik. Anggota komunitas yang
mempunyai hubungan akan berasosiasi, sehingga lebih berhasil mendegradasi jika dibandingkan
dengan dikerjakan oleh masing-masing individu.
Konsorsium secara umum diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu konsorsium yang
sifatnya positif (mutualisme, sinergisme, sintrofisme, protokooperasi, dan komensalisme),
maupun negative (predasi, parasitisme, amensalisme, dan kompetisi).
Hubungan antar bakteri konsorsium dalam keadaan substrat yang mencukupi tidak akan
saling mengganggu, tetapi saling bersinergi sehingga menghasilkan efisiensi perombakan yang
lebih tinggi selama proses pengolahan. Interaksi sinergisme antara konsorsium bakteri yang
digunakan atau interaksinya dengan lingkungan menyebabkan terjadinya proses degredasi bahan
cemaran organik di dalam limbah.

Mikroorganisme Pendegradasi Limbah Bir
Effluent limbah bir PT Strom Beer mengandung bahan organik tinggi dalam hal
kebutuhan oksigen kimiawi. Proses degredasi bahan organik sangat dipengaruhi oleh aktivitas
mikroorganisme. Mikroorganisme dapat beruba alga, bakteri, ataupun fungi. Secara umum,
mikroorganisme dapat hidup pada kondisi pH 6-8.
Bakteri yang menggunakan senyawa organik sebagai energi atau sumber karbon untuk
sintesa tergolong dalam jenis bakteri heterotrop. Salah satu contoh bakteri heterotrop
berdasarkan aktifitasnya terhadap oksigen adalh bakteri aerobik, bakteri ini memerlukan oksigen
bebas terlarut dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan.
Bakteri yang berpotensial untuk merombak bahan cemaran organik, yaitu Pseudomonas
aeruginosa, Pseudomonas stutzeri, Serratia liquefaciens, dan Kurthia zopfii.
Pseudomonas merupakan bakteri yang penting dalam dekomposisi secara aerobik dan
biodegradasi karena memegang peranan penting dalam siklus karbon. Pseudomonas berpotensi
mendegradasi bahan organik yang terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat.
Biodegradasi senyawa organik yang terjadi selama perlakuan meliputi biodegradasi
amilum dilakukan oleh bakteri Serratia liquefaciens dan Pseudomonas stutzeri yang mampu
menghasilkan enzim amilolitik. Biodegradasi protein dilakukan oleh bakteri Pseudomonas
stutzeri atau Pseudomonas aeruginosa atau Serratia liquefaciens dengan mengeluarkan enzim
proteolitik. Biodegradasi lemak dapat terjadi oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa atau Serratia
liquefaciens yang menghasilkan enzim lipolitik. Biodegradasi lemak dilakukan oleh
Pseudomonas aeruginosa yang menghasilkan lipase, dilanjutkan Serratia liquefaciens
menghasilkan esterase. Tahap aklimatisasi yang merupakan tahap adaptasi bagi pertumbuhan
bakteri dapat terlampaui karena adanya interaksi sinergisme di antara bakteri-bakteri
pendegradasi tersebut. Selain itu, pada pengolahan limbah cair bir ditemukan bakteri yang dapat
mengolah kandungan logam berat secara anaerobik seperti Clostridium ganghwense, Wolinella
succinigenes, Sporosarcina dan Alicycliphlus sp, dan Micrococcus luteus.

PUSTAKA

Anonim. Tanpa tahun. Thesis. Universitas Udayana, Bali.
http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-1101-389344845-bab1-dafpus%20new.pdf (diakses
pada tanggal 20 Oktober 2014)