Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN PRAKTIKUM

METODE PENELITIAN PEMULIAAN TANAMAN


ANALISIS SILANG DIALLEL: METODE HAYMAN DAN GRIFFING I & II
menggunakan peubah: Bobot buah (g) tanaman cabai
Oleh :
Zahratul Millah
A2!"!##2"
DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
SEKOLAH PAS$A SAR%ANA
INSTITUT PERTANIAN &OGOR
&OGOR
2#"!
PENDAHULUAN
Persilangan dialel adalah persilangan yang melibatkan sejumlah n tetua,
dimana jumlah kombinasi persilangan merupakan seluruh kemungkinan
persilangan yang ada. Tetua dalam persilangan dialel adalah homozigot,
karenanya rancangan persilangan dialel digunakan untuk menduga daya gabung
dan studi pola pewarisan pada populasi galur murni (Singh dan Chaudary, 1!".
#erdasarkan hasil analisis persilangan dialel dapat diperoleh in$ormasi mengenai
(1" parameter genetik dan besarannya, serta (%" kemampuan daya gabung
umum dan daya gabung khusus dari galur murni yang digunakan dalam
persilangan.
Daya gabung merupakan konsep umum untuk mengklasifikasikan galur murni secara
relatif menurut penampilan hibridanya. Tidak semua kombinasi galur murni akan
menghasilkan hibrida yang superior. Oleh karena itu, galur-galur murni perlu diui daya
gabungnya guna menentukan kombinasi yang terbaik untuk produksi benih hibrida. !opulasi
yang diidentifikasi memiliki D"# tinggi cenderung berpeluang memiliki D"$ yang tinggi
pula (%uiprihati et al. &''().
)etode utama dalam analisis dialel dibagi dua yaitu metode *ayman dan "riffing. )etode
*ayman (+,-.) menggunakan pendekatan nilai pengaruh aditif (D),dominansi (*+), proporsi
gen positif dan negatif tetua (*&), proporsi gen dominan terhadap gen resesif, arah dan urutan
dominansi (berdasarkan /r dan 0r), umlah gen pengendali karakter, dan nilai duga
heritabilitas arti luas (h
&
bs) dan arti sempit (h
&
ns).
)etode "riffing menggunakan pendekatan model statistik komponen ragam yang
sesuai untuk daya gabung umum dan khusus. !endekatan "riffing memiliki empat metode,
yaitu: (+) )etode 1 yaitu persilangan yang terdiri dari tetua, 2+ dan resiprokal dengan analisis
3n(n-+)4&5, (&) )etode 11 yaitu persilangan yang terdiri dari tetua dan 2+ tanpa resiprokal
dengan analisis 3n(n6+)4&5, (7) )etode 111 yaitu persilangan yang terdiri dari 2+ dan
resiprokal dengan analisis n(n-+), (.) )etode 18 yaitu persilangan yang terdiri dari hanya 2+
tanpa resiprokal, dengan analisis n(n-+)4& (%ingh 9haudhary +,(().
!raktikum ini bertuuan untuk mempelaari penerapan analisis dialel ,metode *ayman
dan "riffing metode 1 dan 11 untuk menge0aluasi daya gabung umum (D"#) dan daya
gabung khusus (D"$) pada karakter umur panen (*%T) pada beberapa genotipe cabai.
&AHAN DAN METODE
Data yang digunakan untuk perhitungan pada tugas ke +' ini adalah data bobot buah
(g) hasil persilangan diallel tanaman cabai dari : tetua (%. %uiprihati., ). %yukur, ;.
<unianti, #ndang, &'':). Data tersebut merupakan hasil seluruh kombinasi persilangan yang
mungkin dari : tetua, yaitu tetua =, B, 9, D, > dan 2 dan dilakukan dalam 7 ulangan (Tabel
+). %eluruh perhitungan pada tugas ini dilakukan menggunakan soft/are %=% ,.' dengan
listing yang disusun oleh "usti ?= @iba/a (&''A) dan soft/are microsoft office eBcel.
%elanutnya rumus-rumus yang digunakan mengacu kepada formula *ayman (%ingh dan
9haudary, +,(,).
!ada tugas praktikum ini dilakukan analisis dialel dengan pendekatan metode
*ayman dan metode "riffing 1 C 11. !endekatan "riffing metode 1 (full dialel) menggunakan
data dari seluruh persilangan (tetua, 2+, dan resiprokal (2+;), sedangkan metode 11
menggunakan data persilangan dari tetua dan 2+.
Tabel +. Data bobot buah (g) hasil persilangan dialel tanaman cabai
tetua1 tetua% rep1 rep% rep&
' ' (.)% *.() +.!
' # 1,.( *.1+ .+
' C .++ *.,&
' - !.!1 *.(& !.!%
' . &.+* ).&( ).,(
' / ).** *.%) +.!*
# ' *.* !.!+ *.,*
# # *.(1 11.+ *.,1
# C 11.+ 1%.&! .*)
# - 1,.,! 11.+ .,+
# . ).,( ).!! ).!
# / (.1! !.! +.+(
C ' 1, .!+ *.%1
C # 1,.+* 11.1% .)(
C C *.!+ *.(+ (.%
C - .,! 1,.,% *.&
C . ).!& ).1! ).,)
C / (.(* +.! (.+*
- ' .)+ *.%) *.(
- # 1%.* 1%.)% 1,.%*
- C (.(& 11.,1 !.+
- - *.!* !.+1 %.+
- . 1%.& 1, &.,
- / (.* .,+ !.11
. ' ).)+ &.! &.*%
. # ).() &.* &.&
. C ).! ).)1 ).%
. - &.) ).)+ &.()
. . 1.& 11! 1.)
. / ).%+ &.*( ).+1
/ ' +.*1 +. +.*)
/ # *.11 (.)( (.*
tetua1 tetua% rep1 rep% rep&
/ C (.+ (.!* (.*
/ - (.! *.1 +.(
/ . %.)! %.!* &.)+
/ / 1&.1) 1,.() .
Pendekatan Hayman
!endekatan *ayman menggunakan data hasil selfing, 2+ dan 2+ resiproknya,
sehingga dari : tetua akan diperoleh kombinasi persilangan sebanyak n
&
atau 7: persilangan
termasuk selfing. =nalisis data dengan pendekatan *ayman dilakukan menggunakan program
%=% dan >Bcel.
Tahapan dalam analisis pendekatan *ayman yaitu:
1. Analisis Ragam
!opulasi dialel penuh dianalisis menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga
ulangan menggunakan model statistik:
$eterangan:
<
ikl
: nilai pengamatan pada genotipe i B dalam k ulangan
) : nilai tengah umum
T
i
: pengaruh genotipe i B
bk : pengaruh ulangan ke-k
(bT)
ik
: pengaruh interaksi
e
ikl
: pengaruh galat
Tabel &. $omponen analisis ragam silang dialel
%umber $eragaman db $uadrat Tengah >($T)
#langan
"enotipe
Blok interaksi
Total
b-+
n-+
(n-+)(b-+)
bn-+
$Tb
$Tg
$Tc
2. Pendugaan Ragam dan Peragam
!endugaan nilai ragam dan peragam dilakukan dengan cara data dirata-ratakan
berdasarkan ulangan dan resiprokalnya membentuk tabel setengah dialel (Tabel -).
Tabel 7. ?ilai rata-rata setiap ulangan dengan resiproknya.
Tetua !+ !& !7 !. !- !: (D
i.
)
!+ D
++
D
+&
D
+7
D
+.
D
+-
D
+: D
+.
!&
!7
!.
!-
!:
-
-
-
-
-
D
&&
-
-
-
-
D
&7
D
77
-
-
-
D
&.
D
7.
D
..
-
-
D
&-
D
7-
D
.-
D
--
-
D
&:
D
7:
D
.:
D
-:
D
::
D
&.
D
7.
D
..
D
-.
D
:.
Array total (D.) D
.+
D
.&
D
.7
D
..
D
.-
D
.:
D..
Array mean D
.+
4: D
.&
4: D
.7
4: D
..
4: D
.-
4: D
.:
4:
3. Uji Hipotesis
$eseragaman @r,8r menunukkan kesahihan asumsi yang dibuat oleh *ayman. #i hipotesis
dilakukan sebagai berikut:
#i hipotesis:
*
'
: b E '
*
+
: b E +
Fika b E +, maka tidak terdapat interaksi gen non alelik
4. Grafik Wr !r
!arabola diperoleh dengan menghubungkan titik-titik dari persaman:
;egresi diperoleh dengan menghubungkan titik-titik dari persamaan:
1ntersep regresi diperoleh dari:
%emakin dekat letak tetua dengan pangkal persilangan sumbu B-y, kandungan gen
dominannya secara relatif semakin tinggi, sebaliknya semakin auh letak tetua dengan
pangkal persilangan sumbu B-y semakin kecil kandungan gen dominannya.
". Pendugaan #omponen Ragam
!endugan komponen ragam yang dilakukan adalah:
$ % !
&'&
( )
* % 2!
&'&
+ 4W
&'&
+ 2,n + 2-).n
H
1
% !
&'&
+ 4W
&'1
/ 4!
1'1
+ ,3n + 2-).n
H
2
% 4!
1'1
+ 4!
&'1
+ 2)
01 % 4,2
'1
+ 2
'&
-1 ( 4,n + 1-).n1
31 % 45!ar,W
r
+ !
r
-6
%tandar >rror (%>):
3),$- % 5,n
"
/ n
4
-.n
"
6.,31-6
4
3),*- % 5,4n
"
/ 2&n
4
+ 17n
3
/ 17n
2
-.n
"
6.,31-6
4
3),H
1
- % 5,n
"
/ 41n
4
+ 12n
3
/ 4n
2
-.n
"
6.,31-6
4
3),H
2
- % 5,37n
4
-.n
"
6,31-6
4
3),01- % 5,17n
4
/ 17n
2
+ 32n /17-.n
"
6.,31-6
4
3),)- % 5,n
4
.n
"
-. ,31-6
4
keterangan:
D : komponen ragam karena pengaruh aditif.
2 : nilai tengah 2r untuk semua array, 2r adalah peragam pengaruh aditif dan non
aditif pada array ke-r
*
+
: komponen ragam karena pengaruh dominan
*
&
: perhitungan untuk menduga proporsi gen negatif dan positif pada tetua
hG : pengaruh dominansi (sebagai umlah alabar dari semua persilangan saat
heteroHigous)
> : komponen ragam karena pengaruh lingkungan
Fika intersep bernilai positif atau $ 8 H1 interaksi yang teradi adalah dominansi
sebagian, ika bernilai negatif atau $ 9 H1 berarti o0er dominansi. Dominan lengkap ika
$ % H1, serta tidak terdapat dominansi ika garis regresi menyentuh dasar batas
parabola.
7. Pendugaan parameter lain
!arameter lain yang diduga adalah:
;ata-rata tingkat dominasi
!roporsi gen-gen dengan pengaruh positif dan negati0e dalam tetua
!roporsi gen-gen dominan dan resesif dalam tetua
Fumlah kelompok gen yang mengendalikan sifat dan menimbulkan dominasi
*eritabilitas arti luas ( ):
*eritabilitas arti sempit ( ):
Fika korelasi negatif, nilai @ri 6 8ri-nya paling rendah,berarti mengandung gen dominan
paling banyak.
:. Pendugaan tetua paling dominan dan paling resesif
;
1
dan ;
&
diperoleh dari akar persamaan:
?ilai tetua dominan penuh
?ilai tetua resesif penuh
Pendekatan Griffing
!endugaan nilai daya gabung umum (D"#) dan daya gabung khusus (D"$) dan
pengaruh resiprokal genotipe-genotipe yang diui dilakukan dengan analisis dialel
menggunakan metode 1 dan 11 dari pendekatan "riffing (+,-:).
a- Griffing 2etode(<
!ada pendekatan "riffing )etode 1 (full diallel), kombinasi persilangan yang
diperlukan adalah 2+ dan resiproknya serta selfing dengan analisis 3n(n-+)4&5. %elanutnya
pengolahan data dilakukan menggunakan program mi=rosoft offi=e e;=el seperti pada
pendekatan *ayman. #rutan pengeraan )etode 1 "riffing menurut %ingh dan 9haudary
(+,(,) adalah :
+. !enguian signifikansi perbedaan genotipe
&. =nalisis daya gabung
7. >stimasi komponen 0arians dan interpretasi genetiknya
.. !engaruh daya gabung umum (general =om>ining a>ility.G?A)
-. !engaruh daya gabung khusus (spe=ifi= =om>ining a>ility.3?A)
:. !engaruh resiprokal
(. 8arians, standar error dan perbedaan kritis (=riti=al differen=es.?$)
Tabel .. $ombinasi persilangan pada pendekatan "riffing )etode 1 (*ull $iallel) (2+, resiprok dan selfing)
Fantan Betina Tetua + Tetua & Tetua 7 Tetua . Tetua - Tetua :
Tetua + ' I I I I
Tetua & I I I I I
Tetua 7 I I I I I
Tetua . I I I I I
Tetua - I I I I I
Tetua : I I I I '
1. Analisis ragam
!erhitungan analisis ragam dilakukan dengan cara yang sama dengan pendekatan
*ayman dibagi dengan banyaknya ulangan. =nalisis dilanutkan bila kuadrat tengah
genotipe menunukkan hasil yang berbeda nyata.
2. Analisis daya ga>ung
)odel statistika yang digunakan adalah:
$eterangan:
<
ikl
E nilai tengah genotipe i B
m E nilai tengah umum
g
i
E daya gabung umum (D"#) tetua ke-i
g

E daya gabung umum (D"#) tetua ke-


s
i
E pengaruh daya gabung khusus (D"$)
r
i
E pengaruh resiprokal
E nilai tengah pengaruh galat
$omponen ragam untuk daya gabung disaikan pada Tabel -.
Tabel -. $omponen =nalisis ;agam untuk Daya "abung )enggunakan )etode 1 "riffing
%umber $eragaman db $T > ($T)
Daya gabung umum p-+ $T
u
&
e
6 (&(n-+)
&
4n)
&
k
6 &n
&
u
Daya gabung khusus J p(p-+) $T
k
&
e
6 (&(n
&
-n6+)
&
4n
&
)
&
k
;esiprokal J p(p-+) $T
e
&
e
6 &
&
r
"alat (p
&
-+)(r-+) $T
e
&
e
!engaruh daya gabung umum (g
i
) % 4n,@
i
/@
.j
-+1.n
2
@
..
keterangan :
g
i
: nilai daya gabung umum
@
i
. : umlah nilai tengah persilangan genotipe ke-i
@
.j
: umlah nilai tengah selfing genotipe ke-
@
..
: total nilai tengah genotipe
!engaruh daya gabung khusus (s
ij
)%4,@
i
/@
ji
-+4n ,@
i.
/@
.j
/@
j.
/@
.j
-/1.n
2
@
..
keterangan :
s
ij
: nilai daya gabung khusus
@
ij
: nilai tengah genotipe i I
@
ji
: nilai tengah genotipe I i
@
i
. : umlah nilai tengah persilangan genotipe ke-i
@
.j
: umlah nilai tengah selfing genotipe ke-
@
j.
: umlah nilai tengah persilangan genotipe ke-
@
..
: total nilai tengah genotipe
!engaruh resiprokal (r
ij
) %4,@
ij
+ @
ji
-
keterangan :
r
ij
: pengaruh resiprokal
@
ij
: nilai tengah genotipe i I
@
ji
: nilai tengah genotipe I i
=da-tidaknya pengaruh resiprokal diindikasikan nilai @
ij
E @
ji
.
3. Ragam dan galat >aku
Dihitung ragam D"# (8ar (g
i
)), ragam D"$ (8ar (s
i
)), dan ragam resiprokal (8ar
(r
i
)), serta nilai galat baku ragam-ragam tersebut.
>- Griffing 2etode <<
!ersilangan dialel menggunakan metode 11 "rifing yaitu !ersilangan yang terdiri dari
2+ dan tetua n(n6+)4&.
Tabel :. $ombinasi persilangan pada pendekatan "riffing )etode 11
Fantan Betina Tetua + Tetua & Tetua 7 Tetua . Tetua - Tetua :
Tetua +
Tetua & I
Tetua 7 I I
Tetua . I I I
Tetua - I I I I
Tetua : I I I I '
+. =nalisis ragam
!erhitungan analisis ragam dilakukan dengan cara yang sama dengan pendekatan
*ayman dibagi dengan banyaknya ulangan. =nalisis dilanutkan bila kuadrat tengah genotipe
menunukkan hasil yang berbeda nyata.
&. =nalisis daya gabung
)odel statistika yang digunakan sama dengan )etode 1, dikurangi resiprokal.
Tabel (. $omponen =nalisis ;agam untuk Daya "abung )enggunakan "riffing )etode 11
%umber $eragaman db $T
Daya gabung umum (p-+) $T
u
Daya gabung khusus p(p-7)4& $T
k
"alat (p
&
-7p6&) (r-+) $T
e
!engaruh daya gabung umum (g
i
) % 1.n,n(2-5n@
i
(2@
.j
-
!engaruh daya gabung khusus (s
ij
)% @
ij
+ 1.n(2 ,@
ij
/@
ji
- / 2.,n(1-,n(2- @
..
7. ;agam dan galat baku
Dihitung ragam D"# (8ar (g
i
)) dan ragam D"$ (8ar (s
i
)), serta nilai galat baku
ragam-ragam tersebut.
HASIL DAN PEM&AHASAN
Pendekatan Hayman
1. Analisis ragam
!opulasi dialel penuh dianalisis dengan pendekatan *ayman dimulai dengan analisis
ragam antar tetua (perlakuan) yang disaikan dalam tabel A.
=nalisis ragam menunukkan sumber keragaman perlakuan (tetua) pada parameter
umur panen tanaman cabai memiliki nilai 2 hitung secara sangat signifikan dengan K E +L.
Tabel A. =nalisis ragam persilangan dialel dengan metode *ayman
%umber $eragaman db F$ $T 2 *itung
#langan & :'.,:7 7'..A+- 7.A&-,M
!erlakuan 7- +--&.&,: ...7-+7 -.-::(MM
"alat (' --(.('7( (.,:(& .
Total +'( &+('.,:7 . .
2. Pendugaan Ragam dan Peragam
!ada Tabel , menunukkan perhitungan dugaan ragam dan peragam digunakan untuk
ui hipotesis untuk memenuhi asumsi dalam pendekatan *ayman, antar tetua dan
keturunannya.
Tabel ,. =rray 0ariance co0ariance
Tetua @r 8r @r-8r @r68r <r
= --.A7( &.A7' -A.::( -7.''( :,.777
B ..',: +.::7 &..77 -.(-, :A.'''
9 +:..7' &..+:7 -(.(77 .'.-,7 A'.'''
D ++.7&: ,.,7' +.7,: &+.&-: (7.777
> ..-'. ++.''( -:.-'. +-.-++ (..'''
2 &.&-& 7.'-& -'.A'' -.7'. (&.'''
Total 7&.((' -&.:.. -+,.A(. A-..+- .7:.::(
)ean -..:& A.((. -7.7+& +..&7: (&.((A
3. Persaman regresi Wr A !r dan pengujian 0ipotesis >%1
Dugaan parameter regresi @r E a 6 b8r:
= B
-+.'-7, '.(.&:
*asil #i !arameter bE+
Tabel +'. !enguian 0aliditas hipotesis
*ipotesis b %> t hitung ?ilai !
bE+ '.(.&: '.&-(- '.,,,A '.7(.'
Berdasarkan hasil penguian terhadap koefisien regresi (b). !ersaman regresi yang
diperoleh adalah @r E -+.'-7, 6 '.(.&: 8r. !enguian dilakukan untuk mengui apakah N
berbeda dengan +. ?ilai probabilitas t hitung (?ilai !) yang diperoleh adalah '.7(.', yang
berarti nilai bE+ tidak signifikan. Oleh karena itu hipotesis dapat diterima, yang diamati
hanya disebabkan oleh aksi gen aditif, dominan, dan tidak ada epistasis.
4. Grafik 0u>ungan Wr A !r ,peragam dan ragam-
Tabel ++a dan ++b menunukkan grafik hubungan antara peragam (@r) dan ragam
(8r). ?ilai @r pada Tabel ++ diadikan dasar untuk membuat kur0a yang mengkombinasikan
nilai @r !arabola dan @r regresi, serta menumpang tindihkan nilai-nilai tetua ("ambar +).
"rafik digunakan untuk mengidentifikasi tetua yang memiliki sifat dominan atau
resesif. Distribusi tetua sepanang garis regresi menunukkan gen-gen yang dimiliki oleh
tetua. !endekatan *ayman ini menggambarkan model aditif dominan tetua bila berada di
sekitar titik nol, dan sebaliknya untuk tetua yang memiliki gen resesif lebih banyak berada
dekat uung parabola. Dari persamaan diatas, terlihat bah/a intersepsinya positif dan dari
grafik dapat dilihat bah/a garis regresi berpotongan dengan garis @r. "enotipe =, B, D dan 2
berada relatif dekat dengan pangkal sumbu, yang menunukkan bah/a genotipe tersebut
merupakan tetua yang paling banyak mengandung gen dominan. Tetua 9 dan > dapat
dianggap me/arisi gen-gen berciri resesif.
Tabel ++a. Data yang digunakan untuk grafik 8r dan @r.
8r @ri <r @rOTetua Tetua
'.'''' '.'''' -+.'-7, .
+.'''' ..&&-+ -'.7++7 .
&.A&,: (.+'(7 +.'.(. --.A7( =
+.::7 -...A: '.+A++ ..',:7 B
&..+:7 &'.(:,+ +:.AA,. +:..&,: 9
,.,&,: +7.7+. :.7+,A ++.7&-, D
++.''(. +..'+(, (.+&'& ..-'7( >
7.'-+, (.7A++ +.&+&. &.&-+, 2
Tabel ++b. *ubungan antara @r Tetua dengan <r Dugaan
wr0tetu
a
1r tetua 2r 3ri

4
1.,+&*(
,.,,,,,
,.,,,,,
,
4
,.&11%(
1.,,,,,
,
).%%+1)
+
).,(%
(
,.1*1,+
1
#
1.((%(
&
+.))*+!
+
4
+.*&!,)
1.,)!)1
%
' %.*%(&
!.1,!&%

%.%+1*+
%
1.%1%)&
)
/
&.,+1*+
%
!.&*11&

11.&%+
&
(.&1*&
*
- .%(&
1&.&1&

).+,&!,
)
!.1%,1
1
.
11.,,!)
1
1).,1!
)
1(.)%(
&
1(.**)
)
C
%).1(%
(
%,.!(,
+
"ambar +. *ubungan antara !eragam @r dengan 8r ("ambar menggunakan %=% ,.+.7)
". Pendugaan #omponen Ragam
*asil pendugaan nilai komponen ragam dirangkum pada Tabel +& berikut ini:
Tabel +&. Dugaan nilai komponen ragam
;agam ?ilai %> t *itung ?ilai !
D
1).
**
&.!) ).,,! ,.,,,
2
1,., .1& 1., ,.%!%
&* !
*
+
%&.)
(&
.)
)
%.)!1 ,.,1&
*
&
1!.,
!&
*.)*
%
%.,1& ,.,))
h
&
+.1&
+.!,

,.* ,.&(
>
%.*(
)
1.)1
)
%.,%( ,.,)&
keterangan:
D : komponen ragam karena pengaruh aditif.
2 : nilai tengah 2r untuk semua array, 2r adalah peragam pengaruh aditif dan non aditif pada array ke-r
*+ : komponen ragam karena pengaruh dominan
*& : perhitungan untuk menduga proporsi gen negatif dan positif pada tetua
hG : pengaruh dominansi (sebagai umlah alabar dari semua persilangan saat heteroHigous)
> : komponen ragam karena pengaruh lingkungan
7. Pendugaan parameter lain
!endugaan terhadap parameter-parameter lain dirangkum pada table +7 berikut ini:
Tabel +7. ?ilai dugaan parameter lain
Para(eter Nilai
a. ;ata-rata tingkat dominansi +.&-+&
b. !roporsi gen-gen dengan pengaruh positif dan negatif dalam tetua '.+A+,
c. !roporsi gen-gen dominan dan resesif dalam tetua +.(7',
d. $oefisien korelasi antara (@r68r) dengan <r '.,&:,
e. !rediksi tetua dominan dan resesif '.A-,+
f. Fumlah kelompok gen yang mengendalikan sifat dan menimbulkan dominansi '.7''-
g. *eritabilitas arti luas ((.:&(A
h. *eritabilitas arti sempit ...&AA
i. Dugaan tetua paling dominan dan paling resesif +.&-+&
?ilai tetua dominan penuh A&.:,(7
?ilai tetua resesif penuh :..:::+
Berdasarkan hasil yang diperoleh di atas, beberapa informasi dari analisis silang diallel
dengan pendekatan *ayman adalah sebagai berikut:
+. 1nteraksi "en. $eberadaan interaksi antar gen dapat diketahui dari nilai dugaan koefisien
regresi (b) dari model hubungan antara @r dengan 8r. ?ilai ini ika diui apakah sama
dengan satu menunukkan tidak berbeda nyata pada taraf -L (nilai pP'.'-). *al ini dapat
diadikan petunuk bah/a tidak terdapat interaksi antar gen pada karakter umur panen
(*%T) tanaman cabai. *asil ini menunukkan bah/a salah satu asumsi analisis silang
dialel terpenuhi.
&. !engaruh =ditif (D) berpengaruh sangat nyata terhadap umur panen tanaman cabai (nilai
pQ'.'+). *al ini menunukkan bah/a karakter umur panen tanaman cabai populasi hasil
persilangan dialel dipengaruhi oleh aksi gen aditif.
7. Tingkat Dominansi. Fika intersep bernilai positif atau $ P H
1
interaksi yang teradi adalah
dominansi sebagian, ika bernilai negatif atau $ Q H
1
berarti o0er dominansi. Dominan
lengkap ika $ E H
1
, serta tidak terdapat dominansi ika garis regresi menyentuh batas
parabola. $arena nilai D (+..,AA) Q *
+
(&7..:7) berarti tingkat dominansi gen pengendali
umur panen tanaman cabai adalah o0er dominansi. ?ilai Besarnya pengaruh dominansi
uga dapat dilihat dari nilai (*+4D)
+4&
yang lebih dari +. ?ilai (*+4D)
+4&
Q + menunukkan
adanya resesif parsial, ika P + menunukkan adanya o0erdominansi, sedangkan ika
nilainya antara ' sampai dengan + menunukkan dominansi parsial (dominan parsial atau
resesif parsial).
.. =rah dan #rutan Dominansi. #rutan dominansi tetua untuk karakteristik umur panen
tanaman cabai dilihat dari nilai @r 6 8r adalah 9, D, >, B, 2 dan =. #rutan dominansi
uga dapat dilihat dari "ambar +. %emakin dekat letak tetua dengan pangkal persilangan
sumbu B-y, kandungan gen dominannya secara relatif semakin tinggi, sebaliknya semakin
auh letak tetua dengan pangkal persilangan sumbu B-y semakin kecil kandungan gen
dominannya. Tetua A) &) D *a+ F merupakan tetua yang paling banyak mengandung gen
dominan, karena paling dekat dari titik nol, sedangkan tetua 9 dan > paling banyak
mengandung gen resesif.
-. ?ilai dugaan heritabilitas arti luas (h
&
bs) dan dalam arti sempit (h
&
ns) umur panen tanaman
termasuk dalam kategori tinggi dan cukup tinggi, yaitu berturut-turut adalah ((.:&(AL
dan ...&AA'L. $edua nilai ini mengindikasikan bah/a proporsi ragam aditif dalam
menentukan karakter umur panen tanaman cabai. *al ini dapat dipahami karena pengaruh
aditif berperan sangat nyata.
Pendekatan Griffing
+. )etode 1
=nalisis silang dialel )etode 1 (full diallel) meliputi tetua, 2+ dan resiprokalnya.
=danya pengaruh perlakuan yang sangat nyata merupakan dugaan a/al peran genotipe, yang
selanutnya sebagai syarat analisis dengan pendekatan "riffing dapat digunakan. Tabel +.
menunukkan adanya pengaruh sumber keragaman genotipe yang sangat nyata (nilai
probabilitas !Q'.'+).
Tabel +.. =nalisis ;agam #mum untuk )etode 1
%umber $eragaman db F$ $T 2 *itung
#langan & :'.,:7 7'..A+- 7.A&-,M
!erlakuan 7- +--&.&,: ...7-+7 -.-::(MM
"alat (' --(.('7( (.,:(& .
Total +'( &+('.,:7 . .
98 L E 7.,-L
=nalisis daya gabung umum (D"#) dan daya gabung khusus (D"$) menunukkan
pengaruh yang sangat signifikan, dengan nilai probabilitas !Q'.'+ (Tabel +-). ?ilai D"# ini
akan memberikan implikasi suatu kemampuan persilangan yang luas dalam suatu enis
tanaman. %elain itu, D"$ merupakan suatu implikasi kemampuan persilangan intra-spesies
yang lebih sempit atau spesifik. *asil ini menunukkan daya gabung umum yang lebih besar
(+A...&) daripada daya gabung khusus (+(+.'+&), menunukkan bah/a aksi gen aditif lebih
berperan dalam mengendalikan sifat tersebut dibandingkan aksi gen non-aditif.
Tabel +-. =nalisis ;agam Daya "abung untuk )etode 1
%$ D2 F$ $T 2 *itung ?ilai !
"9= - +A...& 7:.AA. +7.AAAMM '.'''
%9= +- +(+.'+& ++..'+ ..&,7MM '.'''
;esiprokal +- +:& +'.A ..':(MM '.'''
"alat (' +A-.,'+ &.:-: . .
Tabel +: menunukkan pendugaan ragam dan heritabilitas memiliki nilai persentasi
yang cukup tinggi sampai dengan tinggi. *al ini menunukkan bah/a tetua tanaman cabai
untuk parameter umur panen sangat ditentukan oleh sifat-sifat ragam dan memiliki nilai
potensi genetik yang sangat baik.
Tabel +:. !enduga ;agam dan *eritabilitas untuk )etode 1
!endugaan ?ilai Dugaan !endugaan ?ilai Dugaan
=. ;agam (L) B. *eritabilitas (L)
=ditif ..&,.& *
&
bs
((.,&
Dominan -.'((A *
&
ns
7-.('
"enotipe ,.7(&'
2enotipe +&.'&((
=danya pengaruh D"# yang lebih besar dan penguian beda pengaruh D"# antar
tetua (genotipe) dengan kombinasi sebanyak +-, di antaranya hanya lima kombinasi yang
tidak signifikan (Tabel +(). *al ini menunukkan bah/a antar tetua memiliki sifat D"# yang
lebih banyak, dan berpotensi dalam pembentukan persilangan untuk karakter umur panen.
Tetua D dan 9 menunukkan perbedaan yang signifikansi terhadap tetua lainnya. $ombinasi
tetua D-= memiliki nilai pembeda tertinggi yang signifikan, yaitu sebesar ..:+++, sedangkan
pembeda terkecil yaitu kombinasi tetua 9-> sebesar '.---: yang tidak nyata dalam ui nilai
kritis beda pengaruh.
Tabel +(. ?ilai Beda !engaruh "9= =ntar Tetua (gi-g) dan #i %ignifikansinya
"enotipe 9 > 2 B =
D '.,..
ns
+.-''M &.:++M 7.((AM ..:++M
9 . . '.--:
ns
+.::(M &.A77M 7.::(M
> . . . +.+++
ns
&.&(AM 7.+++M
2 . . . . +.+:(
ns
&.'''M
B . . . . . '.A77
ns
keterangan: ?ilai beda diperoleh dari selisih nilai efek "9=. ?ilai kritis +.7'.', alpha -L, nsEtidak
signifikan, MEsignifikan.
&. )etode 11
!endekatan "riffing dengan )etode 11 adalah persilangan yang hanya terdiri dari 2+
dan resiprokal. =nalisis silang dialel menggunakan "riffing )etode 11, dia/ali dengan
analisis ragam. !ada Tabel +A diketahui bah/a ada pengaruh yang sangat nyata dari
perlakuan atau genotipe, nilai !Q'.'+.
Tabel +A. =nalisis ;agam #mum untuk )etode 11
%$ DB F$ $T 2 *itung ?ilai !
#langan %
&*.*)
1
1.)
%1
%.,%+1
ns
,.1)
+&
Diallel %,
1&%,.*
*
((.,)
))
(.*(1+
55
,.,,
,,
!arent (!) +
%(!.!!
!*
+&.++
+(
+.+()5
5
,.,,
,(
9ross (9) 1)
1,)+.&
&&
!).((
(!
!.!+!&
55
,.,,
,,
!B9 1 !.!!!*
!.!!!
*
,.*,*n
s
,.&!
)1
"alat ),
&*+.,1
+
.(%+
) . .
Total (%
1!)).*
* . . .
98 (L) ..7'
*asil perhitungan daya gabung umum (D"#) dan daya gabung khusus (D"$)
menunukkan pengaruh yang sangat signifikan, dengan nilai probabilitas !Q'.'+, seperti yang
disaikan dalam Tabel +,.
Tabel +,. =no0a Daya "abung untuk )etode 11
%umber $eragaman DB F$ $T 2 *itung ?ilai !
"9= - &&'.+A- ...'7( +7.(&-MM '.''''
%9= +- &&'.+++ +..:(. ..-(.MM '.'''+
"alat .' +&A.77, 7.&'A . .
!endugaan ragam dan heritabilitas memiliki nilai persentasi yang cukup tinggi sampai
tinggi (Tabel &'). *al ini menunukkan bah/a tetua tanaman cabai untuk parameter umur
panen sangat ditentukan oleh sifat-sifat ragam dan memiliki nilai potensi genetik yang sangat
baik.
Tabel &'. !enduga ;agam dan *eritabilitas untuk )etode 11
!endugaan ?ilai Dugaan !endugaan ?ilai Dugaan
=. ;agam (L) B. *eritabilitas (L)
=ditif (.7.'( h
&
bs
A-..7
Dominan ++..:-: h
&
ns
77.7.
"enotipe +A.A':7
2enotipe &&.'+.A
=danya pengaruh D"# yang lebih besar dan penguian beda pengaruh D"# antar
tetua (genotipe) dengan kombinasi sebanyak +-, di antaranya ada empat kombinasi yang
tidak signifikan (Tabel &+). *al ini menunukkan bah/a antar tetua memiliki sifat D"# yang
lebih banyak, dan berpotensi dalam pembentukan persilangan untuk parameter umur panen
tanaman. Tetua D menunukkan perbedaan yang signifikansi terhadap tetua lainnya.
$edekatan Tetua 9 uga dapat ditunukkan dengan tidak berbeda nyata dengan Tetua =, B,
dan 2, sehingga keempat tetua tersebut tidak memiliki nilai beda pengaruh D"# antar
genotipe. )akin bertambah banyak umlah kombinasi beda tetua yang tidak signifikan, dapat
pula disebabkan dengan makin tingginya nilai kritis pada alpha -L sebesar +.(--.,
dibandingkan dengan nilai yang sama pada pendekatan "riffing )etode 1, yang hanya
sebesar +.7'.'. $ombinasi tetua D-= memiliki nilai pembeda tertinggi, yaitu sebesar -..+:(,
sedangkan pembeda terkecil yaitu kombinasi tetua 9-> sebesar +.(-.
Tabel &+. ?ilai Beda !engaruh "9= =ntar Tetua (gi-g) dan #i %ignifikansinya.
"enotipe 9 > 2 B =
D '.'A77ns +.A777M 7M -M -..+:(M
9 . +.(-ns &.,+:(M ..,+:(M -.7777M
> . . +.+::(ns 7.+::(M 7.-A77M
2 . . . &M &..+:(M
B . . . . '..+:(ns
keterangan: ?ilai beda diperoleh dari selisih nilai efek "9=. ?ilai kritis +.(--., alpha -L, nsEtidak
signifikan, MEsignifikan.
Per,a+*i+-a+ Met.*e Gri//i+- I *a+ II
Tabel && dan Tabel &7 menunukkan perbandingan hasil analisis menggunakan metode
"riffing 1 dan 11. Tabel && menunukkan perbandingan nilai penduga ragam dan heritabilitas
pada kedua metode tersebut. Tabel tersebut menunukkan bah/a nilai komponen ragam dan
heritabilitas dugaan pada metode 11 selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai komponen
ragam metode 1. Demikian halnya uga pada perbandingan nilai Daya "abung #mum nya
(Tabel &7). *al ini diduga karena adanya pengurangan gugus data pada metode 11 yaitu
pengaruh resiprok sehingga umlah kuadratnya lebih besar dan berdampak pada pendugaan
komponen ragam yang uga ikut membesar.
Tabel &&. !erbandingan ?ilai penduga ragam dan heritabilitas
$omponen =nalisis "riffing 1 "riffing 11
;agam =ditif
..&,.& (.7.'(
;agam Dominan
-.'((A ++..:-:
;agam "enotipe
,.7(& +A.A':7
;agam 2enotipe
+&.'&(( &&.'+.A
h
&
bs
((.,& A-..7
h
&
ns
7-.( 77.7.
Tabel &7. !erbandingan nilai penduga D"# pada metode "riffing 1 dan "riffing 11
"enotipe Tetua "riffing 1 "riffing 11
= -&.7('. -&.A:++
B -+.-7( -&.....
9 +.&,:7 &..(&&
D &.&.'( &.---:
> '.(.'( '.(&&&
2 -'.7('. -'.....
KESIMPULAN
!endekatan *ayman dan "rifing digunakan sebagai analisis persilangan dialel yang
melibatkan seumlah tetua homoHigot dan kombinasi. =nalisis dialel bermanfaat untuk
menge0aluasi seak dini dengan tuuan untuk meningkatkan kualitas dan spesifitas seleksi.
Dengan pendekatan *ayman dapat dipelaari ciri dominansi atau resesif tetua, melihat
pengaruh ragam genotipe, mengui asumsi aksi gen aditif dan dominan, termasuk pendugaan
komponen ragam dan parameter lainnya. !endekatan "riffing melibatkan analisis persilangan
tetua, 2+, dan resiprokal. !endekatan "riffing yang menggunakan )etode 1 dan 11
menunukkan hasil yang relatif sama, dengan implikasi bah/a )etode 11 lebih efisien ika
dibandingkan dengan )etode 1 pada hasil yang relatif sama.
DAFTAR PUSTAKA
Baihaki, =. &'''. Teknik ;ancang dan =nalisis !enelitian !emuliaan. Diktat $uliah.
2akultas !ertanian, #ni0ersitas !adadaran, Bandung.
"riffing ?. +,-:. 9oncept of general and specific combining ability in relation to diallel
crossing system. Aust B Ciol 3=i ,:.:7R.,7.
*ayman B1. +,-.. The theory and analysis of diallel crosses. Geneti=s 7,:(A,RA',.
;oy, D. &'''. !lant Breeding =nalysis and >Bploitation of 8ariation. ?e/ Delhi : ?arosa
!ublishing *ouse
%ingh ;$, 9haudhary BD. +,(,. Biometrical )ethods in Suantitati0e "enetic =nalysis.
;e0ised >dition. ?e/ Delhi: $alyani !ubl. *lm: +'&R+.7.
%uiprihati %, <unianti ;, %yukur ), #ndang. &''(. !endugaan ?ilai *eterosis dan Daya
"abung Beberapa $omponen *asil pada !ersilangan Dialel !enuh >nam "enotipe
9abai (?apsi=um annuum T.). Bul. =gron. 7-(+) : &A U 7-
LAMPIRAN ": LISTING PROGRAM SAS
/******------------------------------------------------- ******/
/***** PROGRAM SILANG DIALEL *****/
/**** Created by: Gusti N. Adhi Wibaa ****/
/*** adhi!"st#yah$$.%$& ***/
/**--------------------------------------------------**/
$'ti$(s 's)100 *s)100 ($(u&ber ($date+
tit*e+
data data,-+
i('ut tetua,. tetua/. re', re'/ re'0+
data*i(es+
A A 12 3/ 12
A 4 35 3- 3/
A C 15 11 3/
A D 3- 12 3-
A E 15 15 3-
A 6 35 11 12
4 A 11 3- 3/
4 4 12 15 3/
4 C 3/ 3- 3/
4 D 12 11 3/
4 E 11 15 31
4 6 12 35 11
C A 12 15 15
C 4 3/ 35 3-
C C 2/ 2/ 31
C D 32 2/ 21
C E 3/ 31 3/
C 6 3- 35 3-
D A 3- 35 3/
D 4 3- 3/ 3/
D C 12 35 35
D D 35 35 3/
D E 2/ 2/ 21
D 6 3/ 32 32
E A 3/ 12 3-
E 4 12 31 3/
E C 3- 3/ 11
E D 3- 3- 31
E E 3/ 35 31
E 6 35 3- 3/
6 A 12 3- 3/
6 4 11 12 3/
6 C 12 12 3/
6 D 3- 3/ 3/
6 E 3/ 3/ 3/
6 6 3/ 3- 35
+
Proc Print data)data,-+
7it*e, 8Data 9&ur Pa(e( :;S7< ta(a&a( Cabai8+
7it*e/ 8=Di>$(tribusi $*eh Sria(i S? Syu>ur M? @u(ia(ti R? 9(da(" /--1A8+
Run+
DATA "riBBi("/+SE7 data,-+ /* data u(tu> &et$de II */
I6 tetua,Ctetua/ 7;EN DELE7E+
RUN+
DATA 'are(t+SE7 "riBBi("/+ I6 tetua,)tetua/+ RUN+
DATA %r$ss+SE7 "riBBi("/+ I6 tetua,)tetua/ the( de*ete+ RUN+
proc iml+ /* data u(tu> &et$de hay&a( */
start a($Da+
@t)data=EA+ @u)data=E?A+@')data=?EA+
B>)@t**2/:(*r<+
dbu)r-1+ db')(-1+ dbt)(*r-1+ db")dbt-dbu-db'+
FG9)ssH:@u</(-B>+ FGP)ssH:@'</r-B>+ FG7)ssH:data<-B>+
FGG)FG7-FG9-FGP+
db)dbu//db'//db"//dbt+
I>)I>u//I>'//I>"//I>t+
>t)I>/db+
B)>t/>t=3A+
(')1-'r$bB:B?db?db"<+
>t=4A).+ B=3A).+B=4A).+('=3A).+('=4A).+
7abe*a($Da)I>JJ>tJJBJJ('+
Bi(ish+
tit*e 8ANALISIS DIALEL DENGAN ME7ODE ;A@MAN8+
use data,-+
read a** i(t$ data+
READ ALL KAR Ltetua, tetua/M IN7O tetua-+
()(r$:data<+ r)(%$*:data<+ rata/)data=:A+
run a($Da+
SG)L9*a("a(? Per*a>ua(? Ga*at? 7$ta*M+
*abe*)LN FGN N G7N N6 ;itu("N NNi*ai PNM+
'ri(t N7abe* A(a*isis Ra"a& 9&u&N?
s> db=B$r&at)8.A tabe*a($Da=B$r&at)12.4 %$*(a&e)*abe*A+
/* 4uat &atri>s rata-rata */
@rata)data=?:A+ &ea()@rata+
%a** s$rt:tetua-?1<+
tetua-)u'%ase:tetua-<+
%e>)tetua-=1?1A+
')1+
d$ i)2 t$ ( +
iB tetua-=i?1A)%e> the( ')'E1+
e*se i)(E1+
e(d+
tetua)tetua-=1:'?2A+
&ea(-)re'eat:.?'?'<+
/* %e> a'a>ah 'ersi*a("a( ha*B sibs atau Bu** sibs */
iB ')sHrt:(< the( d$+
tit*e/ 8PERSILANGAN 69LL SI4S8+
d$ i)1 t$ '+
d$ I) 1 t$ '+
*)'*:i-1<EI+
&ea(-=i?IA)&ea(=*A+
e(d+
e(d+
e(d+
e*se d$+
tit*e/ 8PERSILANGAN ;AL6 SI4S8+
G)0+
d$ i)1 t$ '+
d$ I) i t$ '+
&ea(-=i?IA)&ea(=IE>A+
e(d+
>)>E'-i+
e(d+
e(d+
&ea(,)re'eat:.?'?'<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I) 1 t$ '+
iB iO)I the( d$+ iB &ea(-=I?iA). the( &ea(,=i?IA)&ea(-=i?IA+
e*se &ea(,=i?IA):&ea(-=i?IAE&ea(-=I?iA</2+ e(d+ e(d+
e(d+
&ea(rr)&ea(,+
d$ i)1 t$ '+
d$ I) 1 t$ '+
iB iCI the( &ea(rr=i?IA)&ea(rr=I?iA+
e(d+
e(d+
a)re'eat:.?'?1<+
t$ta*)&ea(rr=E?A+
t$ta*-)t$ta*JJsu&:t$ta*<+
rata)&ea(rr=:?A+
rata-)rataJJsu&:rata<+
&ea(,)&ea(,JJa+
&ea(!)&ea(,//t$ta*-//rata-+
d)De%dia":&ea(rr<+
rtetua)su&:d</'+
*abe*,)tetuaPJJN7$ta*N+
*abe*/)tetua// N7$ta* :@.I<N//NRataa(:@.I<N+
'ri(t NDA7A RA7A-RA7AN?
&ea(!=B$r&at)8.3 r$(a&e)*abe*/ %$*(a&e)*abe*,A+
* ;itu(" ra"a& tetua --C K-L-+
6G)su&:d<QQ2/'+
K-L-):ssH:d<-B></:'-1<+
/* hitu(" ra"a& array --C Kr */
B>,)t$ta*PQQ2/'+
I>)&ea(rr=?QQA+
Kr):I>-B>,</:'-1<+
* hitu(" Wr+
Wr)re'eat:.?'?1<+
d$ i)1 t$ '+
te&')0+
d$ I)1 t$ '+
te&')te&'E&ea(rr=i?IAQ&ea(rr=I?IA+
e(d+
Wr=iA)te&'+
e(d+
B>/)su&:d<Qt$ta*/'+
Wr):Wr-B>/P</:'-1<+
Wr!Kr)Wr-Kr+
WrKr)WrEKr+
@r-)d+
AKC)WrJJKrJJWr!KrJJWrKrJJ@r-+
t$t)aD%=E?A+
&ea()aD%=:?A+
AKC!)AKC//7O7//MEAN+
Array)tetua//N7$ta*N//NMea(N+
%$*)LNWrN NKrN NWr-KrN NWrEKrN N@rNM+
'ri(t N ARRA@ KARIANCE COKARIANCEN?
AKC!=6ORMA7)8.4 r$(a&e)array %$*(a&e)%$*A+
K,L,)AKC!='E2?2A+
K-L,):ssH:rata<-su&:rata<QQ2/'</:'-1<+
W-L-,)AKC!='E2?1A+
ML-!ML,)::t$ta*=EA/'-d=EA</'<QQ2+
/* uIi Da*iditas hi'$tesis */
Dar!Kr):ssH:Kr<-su&:Kr<QQ2/'</:'-1<+
Dar!Wr):ssH:Wr<-su&:Wr<QQ2/'</:'-1<+
%$D!KrWr):su&:KrQWr<-su&:Kr<Qsu&:Wr</'</:'-1<+
t/)::Dar!Kr-Dar!Wr<QQ2/:Dar!KrQDar!Wr-%$D!KrWrQQ2<<Q:'-2</4+
(i*ai!')1-'r$bB:t/?4?'-2<+
/* uIi de("a( 'e(de>ata( re"resi */
b)%$D!KrWr/Dar!Kr+
a)Wr=:A- bQKr=:A+
'ri(t NDu"aa( 'ara&eter re"resi Wr ) a E bKr:N?
a=B$r&at)12.4A b=B$r&at)12.4A+
SEb)sHrt::Dar!Wr-b*%$D!KrWr</:Dar!KrQ:'-2<<<+
*uIi t --C ;-: b)- R b),+
t-)b/SEb+
('-):1-'r$bt:abs:t-<?'-2<<*2+ /* '-Da*ues */
t,):1-b</SEb+
(',):1-'r$bt:abs:t,<?'-2<<*2+ /* '-Da*ues */
;i'$tesis)LNb),NM+
beta):b<JJ:seb<JJ:t,<JJ:(',<+
*abe*)LN bN N SEN Nt hitu("N NNi*ai 'NM+
'ri(t N;ASIL 9FI PARAME7ER b),N?
hi'$tesis beta=B$r&at)8.4 %$*(a&e)*abe*A+
/* "a&bar Wri? Kr */
Wri)sHrt:KrQK-L-<+
Wr-)sHrt:Kr=:A*K-L-<+ * (i*ai i(isia*/aa* dari Wri+
/* Ni*ai hara'a( :E< dari Wri */
Wrei)Wr=:AE bQ:Kr-Kr=:A<+
Kr!Wri)KrJJWriJJWrei+
Iudu*)LNKrN NWriN N@rN NWr!7etuaNM+
*'ri(t N;ubu("a( a(tara Kr de("a( Wri :Data u(tu> &e&buat "raBi><N?
tetua Kr=B$r&at)2.0A Wri=B$r&at)2.0A Wrei=B$r&at)2.0A+
D-)Kr!Wri=?1A+
&i():D-=COA<+
iB &i(C1 the( d$+
&i()%ei*:&i(<+
&i(,)%har:&i(<+
S)*e("th:%$&'ress:&i(,<<+ y)10**:S-1<+
iB &i( C) D-=COA the( &i()&i(-y+
Dr-)d$:0?&i(?y<+Kr-)Kr-P+
e(d+
e*se d$+
%)8, / 0 5 T 1 3 2 U8+
V)%$&'ress:%har:&i(<<+
)i(deS%:V?%<-2+
&i(!)i(t:&i(*10**<+
Dr-)d$:0?&i(!?1<+Kr-)Kr-P/10**+
e(d+
K-)Dr-//K-+
r-)sHrt:K-QK-L-<+
@r)aEbQK-=?1A+
(-)(r$:D-<+'-)(--'+r!)re'eat:.?'-?1<+
r!)r!//r+ KW)K-JJWr-JJ@rJJr!+
*b*)re'eat:N N?'-?1<+
*b*)*b*//tetua+
'ri(t NData ya(" di"u(a>a( u(tu> "raBi> Kr da( WrN?
D=B$r&at)12.4 %$*(a&e)Iudu*A+
/* Pe(du"aa( G$&'$(e( Ra"a& */
db9) db=1A+ I>9)tabe*a($Da=1?1A+
dbE) db=3A+ I>E)tabe*a($Da=3?1A+
E)::I>9EI>E</:db9EdbE<</:db9E1<+
D)K-L--E+
6)2*K-L--4*W-L-,-2*:'-2<*E/'+
;,)K-L--4QW-L-,E4QK,L,-:3Q'-2<QE/'+
;/)4QK,L,-4QK-L,-2QE+
h!/)4QML-!ML,-4Q:'-1<QE/'QQ2+ * EBe> d$&i(a(+
6r)2Q:K-L--W-L-,EK,L,-Wr-Kr<-2Q:'-2<QE/'+
NILAI)D//6//;,//;///h!///E+
/* Pe("uIia( G$&'$(e( Ra"a& --C Cari SE */
s/):ssH:Wr!Kr<-su&:Wr!Kr<QQ2/'</:2Q:'-1<<+
'/)'QQ2+ '0)'QQ3+ '5)'QQ4+ 'T)'QQ5+
a)L0 0 0 0 1 1?
0 0 16 -16 20 4?
0 0 4 -12 41 1?
0 0 0 0 36 0?
16 -32 16 0 16 0?
0 0 0 0 1 0M+
satu)L1M+
%)satu//'//'///'0//'5//'T+
%,)a*%/'T+
/* Sta(dard Err$r */
SE)sHrt:s/Q%,<+
t!hitu(")NILAI/se+
(i*ai!'):1-'r$bt:abs:t!hitu("<?10000<<*2+ /* '-Da*ues */
/* >$&'$(e( ra"a& de("a( SE-(ya */
ra"a&)LNDN?N6N?N;,N?N;/N?Nh/N?NENM+
'ri(t ND9GAAN NILAI GOMPONEN RAGAMN??
ra"a& NILAI=B$r&at)8.3A se=B$r&at)8.3A t!hitu("=B$r&at)8.3A
(i*ai!'=B$r&at)8.3A+
/* Pe(du"aa( Para&eter Lai( */
iB dO0 the( d)0+iB BO0 the( B)0+iB h,O0 the( h,)0+
iB h/O0 the( h/)0+ iB eO0 the( e)0+
RD)sHrt:;,/D<+
'"'(e');//:4*;,<+
'dr"'):sHrt:4*D*;,<E6</:SWR7:4*D*;,<-6<+
WK@)WrKrJJ@r-+
>$r)%$rr:WK@<+ >$r)>$r=1?2A+
>$r/)>$r**2+
I>"d)h!//;/+
h/!4s)0.5*:DE;,-0.5*;/-6</:0.5*:DE;,-0.5*;/-6<EE<*100+
h/!(s)0.5*:DE;,-;/-6</:0.5*:DE;,-0.5*;/-6<EE<*100+
(i*ai)rd//'"'(e'//'dr"'//>$r//>$r///I>"d//h/!bs//h/!(s+
*abe*)LNa. Rata-rata ti(">at d$&i(a(si:N?
Nb. Pr$'$rsi "e(-"e( de("a( 'e("aruh '$sitiB da( (e"atiB da*a& tetua:N?
N%. Pr$'$rsi "e(-"e( d$&i(a( da( resesiB da*a& tetua:N?
Nd. G$eBisie( >$re*asi a(tara :WrEKr< de("a( @rN?
Ne. Predi>si tetua d$&i(a(t da( resesiBN?
NB. Fu&*ah >e*$&'$> "e( ya(" &e("e(da*i>a( siBat da( &e(i&bu*>a(
d$&i(a(si:N?
N". ;eritabi*itas arti *uas:N?
Nh. ;eritabi*itas arti se&'it:NM+
'ri(t NPara&eter Lai(:N?
(i*ai=B$r&at)12.4 r$(a&e)*abe*A+
/*Pe(du"aa( tetua 'a*i(" d$&i(a( da( 'a*i(" resesiB */
SS,):K-L-EsHrt:K-L-QQ2-4*K-L-*:W-L-,-K,L,<<</:2*K-L-<+
SS/):K-L--sHrt:K-L-QQ2-4*K-L-*:W-L-,-K,L,<<</:2*K-L-<+
&aS)&aS:SS,?SS/<+
iB &aSC1 the( SS,)&aS-1+ SS/)1-SS,+ S,)&aS:SS,?SS/<+ S/)1-S,+
iB bO0 the( d$+S,)&i(:S,?S/<+ S/)1-S,+e(d+
KD)K-L-*S,QQ2+
WD)K-L-*S,+
KRd)K-L-*S/QQ2+
WRd)K-L-*S/+
@Rr)AKC!='E2?5A+
@D)@RrEb*::WDEKD<-:W-L-,EK,L,<<+
@Rd)@RrEb*::WRdEKRd<-:W-L-,EK,L,<<+
*abe*)LNNi*ai tetua d$&i(a( 'e(uh: N ?
NNi*ai tetua resesiB 'e(uh: N M+
(i*ai)yd//yrd+
'ri(t NDu"aa( tetua 'a*i(" d$&i(a( da( 'a*i(" resesiBN?
(i*ai=B$r&at)12.4 r$(a&e)*abe*A+
CREA7E KW 6ROM KW=COLNAME)Iudu*A+
APPEND 6ROM KW+
CREA7E tetua 6ROM *b*=COLNAME)NtetuaNA+
APPEND 6ROM *b*+
7I7LE 8ANALISIS SILANG DIALEL PENDEGA7AN GRI66ING - ME7ODE I8+
&ea()@rata+
&ea(rr)re'eat:.?'?'<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I) 1 t$ '+
*)'*:i-1<EI+
&ea(rr=i?IA)&ea(=*A+
e(d+
e(d+
@i)&ea(rr=E?A+ s@i)su&:@i<+
@I)&ea(rr=?EA+
@i@I)@iE@IP+ s@iI)su&:@i@I<+
@i,)@iJJs@i+
@iI,)@i@IJJs@iI+
&ea(data)&ea(rrJJ@I+
&atri>s!rataa()&ea(data//@i,//@iI,+
*abe*,)tetuaPJJN7$ta*:@i.<N+
*abe*/)tetua//N7$ta*:@.I<N//N:@i.E@.I<N+
PRIN7 8ANALISIS SILANG DIALEL PENDEGA7AN GRI66ING - ME7ODE I8+
'ri(t NMA7RIGS DA7A RA7AANN??
&atri>s!rataa(=B$r&at)8.3 r$(a&e)*abe*/ %$*(a&e)*abe*,A+
/* Me&buat a($Da se%ara 9&u& 'ada Met$de I */
SG)L9*a("a(? Per*a>ua(? Ga*at? 7$ta*M+
*abe*)LN FGN N G7N N6 ;itu("N NNi*ai PNM+
'ri(t N7abe* A(a*isis Ra"a& 9&u&N?
s> db=B$r&at)8.A tabe*a($Da=B$r&at)12.4 %$*(a&e)*abe*A+
CK)sHrt:tabe*a($Da=3?2A</rata/*100+
'ri(t %D=B$r&at)8.2 r$(a&e)NCK :X< )NA+
/* Me&buat a($Da u(tu> CA 'ada Met$de I */
"%a):1/:2*'<<*ssH:@i@I<-2*s@iQQ2/'QQ2+
*hitu(" resi'r$>a*+
re)re'eat:0?'?'<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)1 t$ '+
iB iOI the( re=i?IA)&ea(rr=i?IA-&ea(rr=I?iA+
e(d+
e(d+
resi'r$>)ssH:re</2+
*hitu(" s%a+
s%a)tabe*a($Da=2?1A/r-"%a-resi'r$>+
* 7abe* A($Da CA+
SG )LGCA?SCA?Resi'r$>a*?Ga*atM+
D6,)'-1+ D6/)'*:'-1</2+ D6E)db"+
D6)D6,//D6///D6///dBe+ &se)tabe*a($Da=3?2A/r+ sse)&se*dBe+
I>)"%a//s%a//resi'r$>//sse+ >t)I>/dB+ B!hitu(")>t/&se+
(i*ai!')1-'r$bB:B!hitu("?dB?dBe<+ B!hitu("=4A).+(i*ai!'=4A).+
'ri(t N7A4EL ANOKA DA@A GA49NG 9N79G ME7ODE I N??
s> D6=B$r&at)8.A I>=B$r&at)8.3A >t=B$r&at)8.3A B!hitu("=B$r&at)8.3A
(i*ai!'=B$r&at)8.4A+
/* Pe(du"aa( >$&'$(e( ra"a& "e(eti> */
&")>t=1A+ &s)>t=2A+&r)>t=3A+
Dar!"%a):&"-:&seE'*:'-1<*&s</:'**2-'E1<</:2*'<+
Dar!s%a):&s-&se<*'**2/::2*:'**2-'E1<<<+
Dar!r):&r-&se</2+
ra"a&!A)2*Dar!"%a+ ra"a&!D)Dar!s%a+
iB ra"a&!aO0 R ra"a&!dO0 the( ra"a&!")0+
e*se iB ra"a&!aO0 R ra"a&!dC)0 the( ra"a&!")ra"a&!d+
e*se iB ra"a&!aC)0 R ra"a&!dO0 the( ra"a&!")ra"a&!a+
e*se ra"a&!")ra"a&!A E ra"a&!D+
ra"a&!")ra"a&!A E ra"a&!D+
ra"a&!')ra"a&!"E&se+
'e(du"a!ra"a&)LAditiB? D$&i(a(?Ge($ti'e?Pe($ti'eM+
ra"a&)ra"a&!a//ra"a&!d//ra"a&!"//ra"a&!'+
'ri(t NPe(du"a ra"a& aditiB? d$&i(a(? "e($ti'e da( 'e($ti'e:N?
ra"a&=B$r&at)8.4 r$(a&e)'e(du"a!ra"a&A+
* heritabi*itas+
h/!bs)ra"a&!"/ra"a&!'*100+
h/!(s)ra"a&!a/ra"a&!'*100+
heritabi*itas)h/!bs//h/!(s+
*abe*)LNh/!bs:N?Nh/!(s:NM+
'ri(t NPe(du"a (i*ai heritabi*itas arti *uas da( arti se&'it:N?
heritabi*itas=B$r&at)8.2 r$(a&e)*abe*A+
/* Pe("aruh GCA */
"i)@i@I/:2*'<-s@i/'**2+
/*Pe("aruh SCA */
@@)re'eat:0?'?'<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)1 t$ '+
iB iOCI the( yy=i?IA):&ea(rr=i?IAE&ea(rr=I?iA</2-:@i=iAE@i=IAE@I=iA
E@I=IA</:2*'<Es@i/'**2+
e(d+
e(d+
/*Pe("aruh resi'r$>a* */
riI)re'eat:0?'?'<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)1 t$ '+
iB iOCI the( riI=i?IA):&ea(rr=i?IA-&ea(rr=I?iA</2+
e(d+
e(d+
/* buat tabe* 'e("aruh "%a? s%a? resi'r$>a* */
eBe>)dia":"i<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)1 t$ '+
iB iOI the( eBe>=i?IA)yy=i?IA+
e*se iB iCI the( eBe>=i?IA)riI=I?iA+
e(d+
e(d+
tetua!)tetuaP+
'ri(t N 7abe* Pe("aruh GCA :u(sur dia"$(a*<? 'e("aruh SCA :u(sur di atas
dia"$(a*<N ?
Nda( 'e("aruh resi'r$>a* :u(sur di baah dia"$(a*<N?
eBe>=B$r&at)8.3 r$(a&e)tetua! %$*(a&e)tetua A+
/* Pe(du"aa( Sta(dard err$r */
'/)'*'+ satu)L1M+
'i)'///'//satu+
b)L0 1 -1?
2 -4 2?
1 -2 2?
1 0 0?
0 2 0?
4 -8 0?
3 -2 0?
3 -6 0?
2 -2 0?
2 -4 0?
2 0 0M+
SE)sHrt:&seQb*'i/:2Q'/<<+
*abe*)LNS.E. :"i< )N? NS.E. :sii< )N? NS.E. :siI< )N?
NS.E. :riI< )N? NS.E.:"i-"I< )N? NSE:sii-sII< )N?
NSE:sii-siI< )N? NSE:sii-sI>< )N? NSE:siI-si>< )N?
NSE:siI-s>*< )N? NSE:riI-r>*< )NM+
'ri(t ND9GAAN S7ANDARD ERROR :SE<N?
se=6ORMA7)12.4 ROWNAME)LA4ELA+
/* 9Ii 'erbedaa( a(tar 'e("aruh GCA */
a*'ha)0.05+ /* ubah (i*ai a*'ha Ii>a &e(""u(a>a( se*ai( taraB (yata TX */
t)abs:ti(D:a*'ha/2?65855<<+
NG)sHrt:&se/'<*t+
tetua-)1:'+
eBe>,)tetua-PJJ"iP+
%a** s$rt:eBe>,?2?2<+
(b)%$&b:'?2<+
beda)re'eat:.?'?'<+
uIi)re'eat:N N?'?'<+
*)1+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)1 t$ '+
iB iOI the( d$+beda=i?IA)eBe>,=i?2A-eBe>,=I?2A+
iB beda=i?IAC(> the( uIi=i?IA)N * N+ e*se uIi=i?IA)N (s N+
e(d+
e(d+
e(d+
>$de)tetua-PJJeBe>,=1:'?1A+
%a** s$rt:>$de?2<+ >$de)%har:>$de<+
>$de,)tetuaJJ>$de+ %a** s$rt:>$de,?2<+
tetua!)>$de,=1:'?1A+
(a&a,)>$de,=2:'?1AP+(a&a/)>$de,=1:'-1?1A+
beda!eBe>!GCA)beda=1:'-1?2:'A+
si"(iBi>a(si)uIi=1:'-1?2:'A+
eBe>!"%a)eBe>,=1:'?2A+
'ri(t ND9GAAN E6EG GCA SE7IAP 7E79AN??
tetua! eBe>!"%a=B$r&at)8.4A+
'ri(t N7A4EL 4EDA PENGAR9; GCA AN7AR 7E79A :"i-"I< N+
'ri(t beda!eBe>!GCA=B$r&at)8.4 r$(a&e)(a&a/ %$*(a&e)(a&a,A+
'ri(t NNILAI GRI7IS:N NG=B$r&at)8.4 A+
'ri(t NSIGNI6IGANSI 4EDA PENGAR9; GCA AN7AR 7E79A :"i-"I< PADA 7ARA6N
ALP;A?
si"(iBi>a(si=r$(a&e)(a&a/ %$*(a&e)(a&a,A+
'ri(t N(s)tida> si"(iBi>a(? *)si"(iBi>a(N+
/* Pe(de>ata( GriBBi(" - Met$de II */
/* ME7ODE II : 7E79A DAN 6, */
tI7LE 8ANALISIS SILANG DIALEL ME7ODE GRI66ING--C ME7ODE II8+
/*buat &atri>s rataa( se"iti"a atas */+
MEAN-)&ea(rr+
d$ i)1 t$ '+
d$ I) 1 t$ '+
iB iCI the( d$+ &ea(-=i?IA).+&ea(rr=i?IA)&ea(rr=I?iA+ e(d+
e(d+
e(d+
@i)&ea(rr=?EA+ s@i)&ea(-=EA+
@i!@ii)@i-De%dia":&ea(rr<+
@i@ii)@iEDe%dia":&ea(rr<+
t$t)re'eat:.?1?'E3<+t$t='A)s@i+t$t='E3A)@i@ii=EA+
&ea(data)&ea(-JJ@iJJ@i!@iiJJ@i@ii+
&ea(data)&ea(data//t$t+
*abe*,)tetuaPJJN@i.NJJN@i.-@iiNJJN@i.E@iiN+
*abe*/)tetua//N7$ta*N+
PRIN7 8ANALISIS SILANG DIALEL ME7ODE GRI66ING--C ME7ODE II8+
'ri(t NMA7RIGS DA7A RA7AANN??
&ea(data=B$r&at)8.3 r$(a&e)*abe*/ %$*(a&e)*abe*,A+
/* Me&buat a($Da se%ara 9&u& 'ada Met$de II */
use "riBBi("/+
read a** i(t$ data+
()(r$:data<+ rata/)data=:A+
run a($Da+
db,)db=1:2?A+db/)db=3:4?A+
ta,)tabe*a($Da=1:2?A+
ta/)tabe*a($Da=3:4?A+
use 'are(t+ read a** i(t$ data+
()(r$:data<+
run a($Da+
db-)db=2A+I>>t-)tabe*a($Da=2?1:2A+
use %r$ss+ read a** i(t$ data+
()(r$:data<+
run a($Da+
db%)db=2A+I>>t%)tabe*a($Da=2?1:2A+
db'%)db,=2A-db--db%+
'S%)ta,=2?1A-I>>t-=1?1A-I>>t%=1?1A+
>t'%)'S%/db'%+ I>>t'%)'S%JJ>t'%+
db'-)db-//db%//db'%+
I>>t'-)I>>t-//I>>t%//I>>t'%+
B'-)I>>t'-=?2A/ta/=1?2A+
('-)1-'r$bB:B'-?db'-?db/=1A<+
ta-)I>>t'-JJB'-JJ('-+
db)db,//db'-//db/+
tabe*a($Da)ta,//ta-//ta/+
SG )LN9*a("a(N?NDia**e*N?N Pare(t :P<N?N Cr$ss :C<N?N PSCN?
NGa*atN?N7$ta*NM+
*abe*)LN FGN N G7N N6 ;itu("N NNi*ai PNM+
'ri(t N7abe* A(a*isis Ra"a& 9&u&N?
s> db=B$r&at)8.A tabe*a($Da=B$r&at)12.4 %$*(a&e)*abe*A+
CK)sHrt:tabe*a($Da=6?2A</rata/*100+
'ri(t %D=B$r&at)8.2 r$(a&e)NCK :X< )NA+
/* Me&buat a($Da u(tu> CA 'ada Met$de II */
"%a):ssH:@i@ii<-4*s@iQQ2/'</:'E2<+
D6E)db=6A+ sse)tabe*a($Da=6?1A/r+ss")tabe*a($Da=2?1A+
s%a)ss"/r-"%a+
* 7abe* A($Da +
SG )LNGCAN?NSCAN?NGa*atNM+
dbe)dBe//dBe//dBe+
D6,)'-1+ D6/)'*:'-1</2+
D6)D6,//D6///dBe+
I>)"%a//s%a//sse+ >t)I>/dB+ B!hitu(")>t/>t=3A+
(i*ai!')1-'r$bB:B!hitu("?dB?dbe<+ B!hitu("=3A).+(i*ai!'=3A).+
'ri(t N7A4EL ANOKA DA@A GA49NG 9N79G ME7ODE II N??
s> D6=B$r&at)8.A I>=B$r&at)8.3A >t=B$r&at)8.3A B!hitu("=B$r&at)8.3A
(i*ai!'=B$r&at)8.4A+
/* Pe(du"aa( >$&'$(e( ra"a& "e(eti> */
&")>t=1A+ &s)>t=2A+&se)>t=3A+
Dar!"%a):&"-&s</:'E2<+
Dar!s%a):&s-&se<+
ra"a&!A)2*Dar!"%a+ ra"a&!D)Dar!s%a+
iB ra"a&!aO0 R ra"a&!dO0 the( ra"a&!")0+
e*se iB ra"a&!aO0 R ra"a&!dC)0 the( ra"a&!")ra"a&!d+
e*se iB ra"a&!aC)0 R ra"a&!dO0 the( ra"a&!")ra"a&!a+
e*se ra"a&!")ra"a&!A E ra"a&!D+
ra"a&!')ra"a&!"E&se+
'e(du"a!ra"a&)LAditiB? D$&i(a(?Ge($ti'e?Pe($ti'eM+
ra"a&)ra"a&!a//ra"a&!d//ra"a&!"//ra"a&!'+
'ri(t NPe(du"a ra"a& aditiB? d$&i(a(? "e($ti'e da( 'e($ti'e:N?
ra"a&=B$r&at)8.4 r$(a&e)'e(du"a!ra"a&A+
* heritabi*itas+
h/!bs)ra"a&!"/ra"a&!'*100+
h/!(s)ra"a&!a/ra"a&!'*100+
heritabi*itas)h/!bs//h/!(s+
*abe*)LNh/!bs:N?Nh/!(s:NM+
'ri(t NPe(du"a (i*ai heritabi*itas arti *uas da( arti se&'it:N?
heritabi*itas=B$r&at)8.2 r$(a&e)*abe*A+
/* Pe("aruh GCA */
"i):@i@ii-2*s@i/'</:'E2<+
/*Pe("aruh SCA */
@@yy)re'eat:.?'?'<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)iE1 t$ '+
yyyy=i?IA)&ea(rr=i?IA-:@i@ii=iAE@i@ii=IA</:'E2<E2*s@i/::'E1<*:'E2<<+
e(d+
e(d+
/* buat tabe* 'e("aruh "%a da( s%a */
eBe>)dia":"i<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)1 t$ '+
iB iOI the( eBe>=i?IA)yyyy=i?IA+
e*se iB iCI the( eBe>=i?IA).+
e(d+
e(d+
tetua!)tetuaP+
'ri(t N 7abe* Pe("aruh GCA :u(sur dia"$(a*< da( 'e("aruh SCA :u(sur di atas
dia"$(a*<N ?
eBe>=B$r&at)8.3 r$(a&e)tetua! %$*(a&e)tetua A+
/* Pe(du"aa( Sta(dard err$r */
'0)'**3+'/)'**2+ satu)L1M+
'i)'0//'///'//satu+
b)L0 1 0 -1?
1 1 2 0?
0 2 2 0?
1 -1 0 0?
2 -2 -4 0?
2 4 2 0?
2 2 0 0M+
SE)sHrt:&seQb*'i/:'*:'E1<*:'E2<<<+
*abe*)LNS.E. :"i< )N? NS.E. :sii< )N? NS.E. :siI< )N?
NS.E. :riI< )N? NS.E.:"i-"I< )N? NSE:sii-sII< )N?
NSE:sii-siI< )N? NSE:sii-sI>< )N? NSE:siI-si>< )N?
NSE:siI-s>*< )N? NSE:riI-r>*< )NM+
'ri(t ND9GAAN S7ANDARD ERROR :SE<N?
se=6ORMA7)12.4 ROWNAME)LA4ELA+
/* 9Ii 'erbedaa( a(tar 'e("aruh GCA */
a*'ha)0.05+ /* ubah (i*ai a*'ha Ii>a &e(""u(a>a( se*ai( taraB (yata TX */
t)abs:ti(D:a*'ha/2?65855<<+
NG)sHrt:2*&se/:'E2<<*t+
tetua-)1:'+
eBe>,)tetua-PJJ"i+
%a** s$rt:eBe>,?2?2<+
beda)re'eat:.?'?'<+
uIi)re'eat:N N?'?'<+
d$ i)1 t$ '+
d$ I)1 t$ '+
iB iOI the( d$+beda=i?IA)eBe>,=i?2A-eBe>,=I?2A+
iB beda=i?IAC(> the( uIi=i?IA)N * N+ e*se uIi=i?IA)N (s N+
e(d+
e(d+
e(d+
>$de)tetua-PJJeBe>,=1:'?1A+
%a** s$rt:>$de?2<+ >$de)%har:>$de<+
>$de,)tetuaJJ>$de+ %a** s$rt:>$de,?2<+
tetua!)>$de,=1:'?1A+
(a&a,)>$de,=2:'?1AP+(a&a/)>$de,=1:'-1?1A+
beda!eBe>!GCA)beda=1:'-1?2:'A+
si"(iBi>a(si)uIi=1:'-1?2:'A+
eBe>!"%a)eBe>,=1:'?2A+
'ri(t ND9GAAN E6EG GCA SE7IAP 7E79AN??
eBe>!"%a=B$r&at)8.4 r$(a&e)tetua!A+
'ri(t N7A4EL 4EDA PENGAR9; GCA AN7AR 7E79A :"i-"I< N+
'ri(t beda!eBe>!GCA=B$r&at)8.4 r$(a&e)(a&a/ %$*(a&e)(a&a,A+
'ri(t NNILAI GRI7IS:N NG=B$r&at)8.4 A+
'ri(t NSIGNI6IGANSI 4EDA PENGAR9; GCA AN7AR 7E79A :"i-"I< PADA 7ARA6N
ALP;A?
si"(iBi>a(si=r$(a&e)(a&a/ %$*(a&e)(a&a,A+
'ri(t N(s)tida> si"(iBi>a(? *)si"(iBi>a(N+
quit+
/* --------- AG;IR DARI PROSED9R PENDEGA7AN ;A@MAN R GRI66ING --------- */
data '*$t+
*abe* r!tetua)8Wr 7etua8
@r)8@r Du"aa(8+
&er"e tetua D+
run+
proc sort data)'*$t+by Dr+run+
PRO !"PORT DA7A)PLO7
O976ILE)ND:YIP4YSe&ester 0Y6i*e MPP7Y7u"as MPP7YPra>ti>u&
,-Yu'!tu"as,-.ZLSN re'*a%e+
RUN+
/* Me&buat "raBi> a(tara Wr de("a( Kr - Cu%u*/
"$'ti$(s reset)"*$ba* "u(it)'%t b$rder %ba%>)hite
%$*$rs):b*a%> b*ue "ree( red<
Btit*e)sissb BteSt)siss htit*e)5 hteSt)4+
tit*e, 8;ubu("a( A(tara Pera"a& :Wr< De("a( Ra"a& :Kr< - Cu%u8+
sy&b$*, %$*$r)red i)S'*i(e hei"ht)4+
sy&b$*/ %$*$r)b*ue i)s'*i(e hei"ht)4+
sy&b$*0 %$*$r)b*a%> Da*ue)) hei"ht)4+
aSis, *abe*)8ri8 &aI$r):hei"ht)3< &i($r):hei"ht)1<idth)2+
aSis/ *abe*)8Dr8 &aI$r):hei"ht)2< &i($r):hei"ht)1< idth)2+
*e"e(d, *abe*)($(e+
proc #plot data)'*$t+
'*$t ri*Dr @r*Dr r!tetua*Dr / $Der*ay
*e"e(d)*e"e(d, DreB)1000 t$ 5000 by 1000 *DreB)2
haSis)aSis, h&i($r)4 DaSis)aSis/ D&i($r)1+
run+
quit+
LAMPIRAN 2: OUTPUT DARI PROGRAM SAS
-ata 6mur Panen (7ST" tanaman Cabai
8-ikontribusi oleh Sriani S, Syukur 9, 1unianti :, 6ndang %,,(;
<bs tetua1 tetua% rep1 rep% rep&
1 ' ' (* !% (*
% ' # !) !, !%
& ' C () (( !%
) ' - !, (* !,
+ ' . () () !,
( ' / !) (( (*
! # ' (( !, !%
* # # (* () !%
# C !% !, !%
1, # - (* (( !%
11 # . (( () !(
1% # / (* !) ((
1& C ' (* () ()
1) C # !% !) !,
1+ C C *% *% !(
1( C - !* *% *(
1! C . !% !( !%
1* C / !, !) !,
1 - ' !, !) !%
%, - # !, !% !%
%1 - C (* !) !)
%% - - !) !) !%
%& - . *% *% *(
%) - / !% !* !*
%+ . ' !% (* !,
%( . # (* !( !%
%! . C !, !% ((
%* . - !, !, !(
% . . !% !) !(
&, . / !) !, !%
&1 / ' (* !, !%
&% / # (( (* !%
&& / C (* (* !%
&) / - !, !% !%
&+ / . !% !% !%
&( / / !% !, !)
'='>?S?S -?'>.> -.=@'= 9.T<-. 7'19'=
Tabel 'nalisis :agam 6mum
T'#.>'=<2'
SA -# BA AT / 7itung =ilai P
6>'=@'= % (,.(&, &,.)*1+ &.*%+ ,.,%(+
P.:>'A6'= &+ 1++%.%(& )).&+1& +.+((! ,.,,,,
@'>'T !, ++!.!,&! !.(!% . .
T<T'> 1,! %1!,.(&, . . .
-'T' :'T'4:'T'
9.'=0
' # C - . / Total
' (.&&& !,.((! ((.&&& !,.((! (*.,,, (.((! .
# . (*.,,, !1.((! !,.,,, !,.&&& (.,,, .
C . . *,.,,, !!.,,, !1.&&& !,.&&& .
- . . . !&.&&& !!.((! !&.((! .
. . . . . !).,,, !%.,,, .
/ . . . . . !%.,,, .
Total (1.j" )1).((! )1.((! )&(.((! ))%.&&& )&&.&&& )%(.((! %+!&.&&&
:ataan(1.j" (.111 (.)) !%.!!* !&.!%% !%.%%% !1.111 )%*.**
'::'1 2':?'=C. C<2':?'=C.
'2C0
3r 2r 3r42r 3rC2r 1r
' 4+.*&!, %.*%( 4*.(((! 4&.,,!) (.&&&&
# ).,(& 1.((&, %.)&&& +.!+& (*.,,,,
C 1(.)%( %).1(&, 4!.!&&& ),.+%( *,.,,,,
- 11.&%+ .%( 1.&(& %1.%++( !&.&&&&
. ).+,&! 11.,,!) 4(.+,&! 1+.+111 !).,,,,
/ %.%+1 &.,+1 4,.*,,, +.&,&! !%.,,,,
Total &%.!!,) +%.())) 41.*!)1 *+.)1)* )&(.(((!
9ean +.)(1! *.!!)1 4&.&1%& 1).%&+* !%.!!!*
-ugaan parameter regresi 3r D a C b2rE
' #
41.,+& ,.!)%(
7'S?> 6B? P':'9.T.: bD1
#.T'
7?P<T.S?S b S. t hitung =ilai p
bD1 ,.!)%( ,.%+!+ ,.* ,.&!),
-ata yang digunakan untuk graFk 2r dan 3r
23
2r 3ri 1r 3r0Tetua
,.,,,, ,.,,,, 41.,+& .
1.,,,, ).%%+1 4,.&11& .
%.*%( !.1,!& 1.,)!) 4+.*&!,
1.((&, +.))*( ,.1*11 ).,(&
%).1(&, %,.!(1 1(.**) 1(.)%(
.%( 1&.&1), (.&1* 11.&%+
11.,,!) 1).,1! !.1%,% ).+,&!
&.,+1 !.&*11 1.%1%) %.%+1
-6@''= =?>'? A<9P<=.= :'@'9
:'@'9 =?>'? S. T07?T6=@ =?>'?0P
- 1).** &.!), ).,,! ,.,,,
/ 1,.,&* .1&! 1., ,.%!%
71 %&.)(& .)) %.)!1 ,.,1&
7% 1!.,!& *.)*% %.,1& ,.,))
h% +.1&, +.!, ,.* ,.&(
. %.*() 1.)1) %.,%( ,.,)&
Parameter >ainE
=?>'?
a. :ata4rata tingkat dominansiE 1.%+1%
b. Proporsi gen4gen dengan pengaruh positi$ dan negati$ dalam tetuaE ,.1*1
c. Proporsi gen4gen dominan dan resesi$ dalam tetuaE 1.!&,
d. AoeFsien korelasi antara (3rC2r" dengan 1r ,.%(
e. Prediksi tetua dominant dan resesi$ ,.*+1
$. Bumlah kelompok gen yang mengendalikan si$at dan menimbulkan dominansiE ,.&,,+
g. 7eritabilitas arti luasE !!.(%!*
h. 7eritabilitas arti sempitE )).%**,
-ugaan tetua paling dominan dan paling resesi$
=?>'?
=ilai tetua dominan penuhE *%.(!&
=ilai tetua resesi$ penuhE ().(((1
'='>?S?S S?>'=@ -?'>.> P.=-.A'T'= @:?//?=@ 4 9.T<-. ?
9'T:?AS -'T' :'T''=
9'T:?AS0:'T''=
' # C - . / Total(1i."
' (.&&& !%.,,, (!.&&& (.&&& ((.,,, (.&&& )1&.&&&
# (.&&& (*.,,, !1.&&& (*.((! (*.((! (.&&& )1+.&&&
C (+.&&& !%.,,, *,.,,, *%.,,, !&.&&& !1.&&& ))).,,,
- !%.,,, !1.&&& !%.,,, !&.&&& *&.&&& !(.,,, ))*.,,,
. !,.,,, !%.,,, (.&&& !%.,,, !).,,, !%.,,, )%.&&&
/ !,.,,, (*.((! (.&&& !1.&&& !%.,,, !%.,,, )%&.&&&
Total(1.j" )1(.,,, )%).,,, )%.&&& )&(.((! )&!.&&& )&,.,,, %+!&.&&&
(1i.C1.j" *%.&&& *&.&&& *!&.&&& **).((! *((.((! *+&.&&& +1)(.((!
Tabel 'nalisis :agam 6mum
T'#.>'=<2'
SA -# BA AT / 7itung =ilai P
6>'=@'= % (,.(&, &,.)*1+ &.*%+ ,.,%(+
P.:>'A6'= &+ 1++%.%(& )).&+1& +.+((! ,.,,,,
@'>'T !, ++!.!,&! !.(!% . .
T<T'> 1,! %1!,.(&, . . .
C2
C2 (G" D &.+
T'#.> '=<2' -'1' @'#6=@ 6=T6A 9.T<-. ?
SA -/ BA AT /07?T6=@ =?>'?0P
@C' + 1*).)%, &(.**) 1&.*** ,.,,,,
SC' 1+ 1!1.,1% 11.),1 ).%& ,.,,,,
:.S?P:<A'> 1+ 1(%.,,, 1,.*,, ).,(! ,.,,,,
@'>'T !, 1*+.,1 %.(+( . .
Penduga ragam aditi$, dominan, genotipe dan penotipeE

:'@'9
'-?T?/ ).%)%
-<9?='= +.,!!*
@.=<T?P. .&!%,
P.=<T?P. 1%.,%!!
Penduga nilai heritabilitas arti luas dan arti sempitE
7.:?T'#?>?T'S
h%0bsE !!.%
h%0nsE &+.!,
Tabel Pengaruh @C' (unsur diagonal", pengaruh SC' (unsur di atas diagonal"
dan pengaruh resiprokal (unsur di bawah diagonal"
./.A
' # C - . /
' 4%.&!, &.,& 4).,!) 4,.(*+ 41.*+% ,.%(
# 1.&&& 41.+&! ,.)%( 4%.1*+ 4,.&+% 4,.+!)
C 1.,,, 4,.&&& 1.%( 1.*1 4%.1*+ 4%.,!)
- 41.&&& 41.&&& +.,,, %.%)1 &.%,) ,.&1+
. 4%.,,, 41.((! %.,,, +.((! ,.!)1 ,.1)*
/ 4,.&&& ,.&&& 1.,,, %.&&& ,.,,, 4,.&!,
-6@''= ST'=-':- .::<: (S."
S.
S... (gi" D ,.)%)
S... (sii" D 1.&+*,
S... (sij" D ,.!&
S... (rij" D 1.1+%&
S...(gi4gj" D ,.((+&
S.(sii4sjj" D 1.**1!
S.(sii4sij" D 1.**1!
S.(sii4sjk" D 1.(%(
S.(sij4sik" D 1.)*!!
S.(sij4skl" D 1.&&,(
S.(rij4rkl" D 1.(%(
-6@''= ./.A @C' S.T?'P T.T6'
T.T6'0 ./.A0@C'
- %.%),!
C 1.%(&
. ,.!),!
/ 4,.&!,)
# 41.+&!,
' 4%.&!,)
'='>?S?S S?>'=@ -?'>.> P.=-.A'T'= @:?//?=@ 4 9.T<-. ?
T'#.> #.-' P.=@':67 @C' '=T': T.T6' (gi4gj"
#.-'0./.A0@C'
C . / # '
- ,.))) 1.+,,, %.(111 &.!!!* ).(111
C . ,.+++( 1.(((! %.*&&& &.(((!
. . . 1.1111 %.%!!* &.1111
/ . . . 1.1((! %.,,,,
# . . . . ,.*&&&
=A
=?>'? A:?T?SE 1.&,),
'>P7'
S?@=?/?A'=S? #.-' P.=@':67 @C' '=T': T.T6' (gi4gj" P'-' T':'/ ,.,+
S?@=?/?A'=S?
C . / # '
- ns 5 5 5 5
C ns 5 5 5
. ns 5 5
/ ns 5
# ns
nsDtidak signiFkan, 5DsigniFkan
'='>?S?S S?>'=@ -?'>.> 9.T<-. @:?//?=@44H 9.T<-. ??
9'T:?AS -'T' :'T''=
9.'=-'T'
' # C - . / 1i. 1i.41ii 1i.C1ii
' (.&&& !%.,,, (!.&&& (.&&& ((.,,, (.&&& )1&.&&& &)).,,, )*%.((!
# . (*.,,, !1.&&& (*.((! (*.((! (.&&& )1*.,,, &+,.,,, )*(.,,,
C . . *,.,,, *%.,,, !&.&&& !1.&&& ))+.&&& &(+.&&& +%+.&&&
- . . . !&.&&& *&.&&& !(.,,, )+%.((! &!.&&& +%(.,,,
. . . . . !).,,, !%.,,, )&!.&&& &(&.&&& +11.&&&
/ . . . . . !%.,,, )&,.,,, &+*.,,, +,%.,,,
Total . . . . . 1+1(.((! . . &,&&.&&&
Tabel 'nalisis :agam 6mum
T'#.>'=<2'
SA -# BA AT / 7itung =ilai P
6langan % &*.*)1 1.)%1 %.,%+1 ,.1)+&
-iallel %, 1&%,.*** ((.,))) (.*(1+ ,.,,,,
Parent (P" + %(!.!!!* +&.+++( +.+(), ,.,,,(
Cross (C" 1) 1,)+.&&&& !).(((! !.!+!& ,.,,,,
PIC 1 !.!!!* !.!!!* ,.*,*, ,.&!)1
@alat ), &*+.,1+ .(%+) . .
Total (% 1!)).*** . . .
C2
C2 (G" D ).&,
T'#.> '=<2' -'1' @'#6=@ 6=T6A 9.T<-. ??
SA -/ BA AT /07?T6=@ =?>'?0P
@C' + %%,.1*+ )).,&! 1&.!%+ ,.,,,,
SC' 1+ %%,.111 1).(!) ).+!) ,.,,,1
@alat ), 1%*.&& &.%,* . .
Penduga ragam aditi$, dominan, genotipe dan penotipeE
:'@'9
'-?T?/ !.&),!
-<9?='= 11.)(+(
@.=<T?P. 1*.*,(&
P.=<T?P. %%.,1)*
Penduga nilai heritabilitas arti luas dan arti sempitE
7.:?T'#?>?T'S
h%0bsE *+.)&
h%0nsE &&.&)
Tabel Pengaruh @C' (unsur diagonal" dan pengaruh SC' (unsur di atas diagonal"
'='>?S?S S?>'=@ -?'>.> 9.T<-. @:?//?=@44H 9.T<-. ??
./.A
' # C - . /
' 4%.*(1 +.,*& 4).+,, 4%.+*& 4).,*& ,.)1!
# . 4%.))) 4,.1! 4&.((! 41.*&& 4,.,,,
C . . %.)!% ).!+, 4%.,*& 4%.1!
- . . . %.++( !.*&& 1.((!
. . . . . ,.!%% 4,.+,,
/ . . . . . 4,.)))
-6@''= ST'=-':- .::<: (S."
S.
S... (gi" D ,.+!*1
S... (sii" D 1.+*!!
S... (sij" D ,.*+(
S... (rij" D 1.&11,
S...(gi4gj" D 1.!1%
S.(sii4sjj" D %.&((
S.(sii4sij" D %.1&*
-6@''= ./.A @C' S.T?'P T.T6'
./.A0@C'
- %.+++(
C %.)!%%
. ,.!%%%
/ 4,.))))
# 4%.))))
' 4%.*(11
T'#.> #.-' P.=@':67 @C' '=T': T.T6' (gi4gj"
#.-'0./.A0@C'
C . / # '
- ,.,*&& 1.*&&& &.,,,, +.,,,, +.)1(!
C . 1.!+,, %.1(! ).1(! +.&&&&
. . . 1.1((! &.1((! &.+*&&
/ . . . %.,,,, %.)1(!
# . . . . ,.)1(!
=A
=?>'? A:?T?SE 1.!++)
'>P7'
S?@=?/?A'=S? #.-' P.=@':67 @C' '=T': T.T6' (gi4gj" P'-' T':'/ ,.,+
S?@=?/?A'=S?
C . / # '
- ns 5 5 5 5
C ns 5 5 5
. ns 5 5
/ 5 5
# ns
nsDtidak signiFkan, 5DsigniFkan