Anda di halaman 1dari 20

1

1. Memberikan edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolic



1.1 menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma metabolik

Definisi
Sindrom metabolik adalah kombinasi gangguan kesehatan yang meningkatkan resiko
berkembangnya penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh) dan diabetes.
Sindrom metabolik juga dikenal dengan istilah sindrom X dan sindrom resistensi
insulin.

Etiologi
Etiologi Sindrom Metabolik belum dapat diketahui secara pasti. Suatu hipotesis
menyatakan bahwa penyebab primer dari sindrom metabolik adalah resistensi insulin.
Resistensi insulin mempunyai korelasi dengan timbunan lemak viseral yang dapat
ditentukan dengan pengukuran lingkar pinggang atau waist to hip ratio. Hubungan
antara resistensi insulin dan penyakit kardiovaskular diduga dimediasi oleh terjadinya
stres oksidatif yang menimbulkan disfungsi endotel yang akan menyebabkan
kerusakan vaskular dan pembentukan atheroma. Hipotesis lain menyatakan bahwa
terjadi perubahan hormonal yang mendasari terjadinya obesitas abdominal. Suatu
studi membuktikan bahwa pada individu yang mengalami peningkatan kadar kortisol
didalam serum (yang disebabkan oleh stres kronik) mengalami obesitas abdominal,
resistensi insulin dan dislipidemia. Para peneliti juga mendapatkan bahwa
ketidakseimbangan aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal yang terjadi akibat stres akan
menyebabkan terbentuknya hubungan antara gangguan psikososial dan infark
miokard.

1.2 menjelaskan tentang patofsiologi tentang sindroma metabolik

Obestitas Sentral
Obesitas yang digambarkan dengan IMT tidak begitu sensitive dalam
menggambarkan resiko kardiovaskular dan gangguan metabolic yang terjadi. Studi
menunjukkan bahwa obesitas sentral yang digambarkan oleh lingkar perut lebih
sensitif dalam memprediksikan gangguan metabolik dan risiko kardiovaskular.
Lingkar perut menggambarkan baik jaringan adipose subkutan dan visceral. Meski
dikatakan bahwa lemak visceral lebih berhubungan dengan kompilkasi metabolik dan
kardivaskular, hal ini masih kontroversial. Peningkatan obesitas beresiko pada
peningkatan kejadian resiko kardivaskular. Variasi faktor genetik membuat perbedaan
dampak metabolik maupun kardiovaskular dari obesitas. Seorang obesitas dapat tidak
berkembang menjadi resistensi insulin dan sebaliknya resitensi insulin dapat
ditemukan pada individu tanpa obes. Interaksi faktor genetik dan lingkungan akan
memodifikasi tampilan metabolik dari suatau resistensi insulin maupun obesitas.
Jaringan adipose merupakan sebuah organ endokrin yang aktif mensekresi
berbagai faktor pro ana anti inflamasi seperti leptin, adinopektin, Tumor nekrosis
faktor alfa (TNF-a), Interleukin-6, dan resistin. Konsentrasi adinopektin plasma
menurun pada kondisi DM tipe 2 dan obesitas. Senyawa ini diprediksikan dapat
memiliki antiaterogenik pada hewan coba dan manusia. Sebaliknya, konsentrasi leptin
meningkat pada kondisi resistensi insulin dan obesitas dan berhubungan dengan
resiko kejadian kardiovaskular tidak bergantung dari faktor risiko tradisional, IMT,
dan konsentrasi CRP. Sejauh ini belum diketahui apakah pengukuran marker
2
hormonal dari jaringan adipose lebih baik daripada pengukuran secara anatomi dalam
mempridiksikan resiko kardivaskular dan kelainan metabolik yang terkait.

Resistensi Insulin
Hipotesis yang paling diterima untuk menjelaskan patofisiologi sindrom
metabolik adalah resistensi insulin. Terjadinya resistensi insulin akan didahului
dengan postprandial hyperinsulinemia, diikuti dengan berpuasa hyperinsulinemia dan,
akhirnya, hiperglikemia. Asam lemak mengganggu insulin-mediated uptake glukosa
dan terakumulasi sebagai trigliserida, sedangkan peningkatan produksi glukosa dan
trigliserida terakumulasi dalam hati.
Resistensi insulin mendasari kelompok kelainan pada sindrom metabolik.
Sejauh ini belum disepakati pengukuran yang ideal dan praktis untuk resistensi
insulin. teknik clamp merupakan teknik yang ideal namun tidak praktis. Pemeriksaan
glukosa plasma puasa juga tidak ideal mengingat toleransi glukosa puasa hanya
dijumpai pada 10% sindroma metabolik. Pengukuran Homeostatis Model Assesment
(HOMA) dan Quantitative Insulin Sensitivity Check Indeks (QUICKI) dibuktikan
berkolerasi erat dengan pemeriksaan standar, sehingga dapat disarankan untuk
mengukur resitensi insulin. bila melihat dari patofisiologi resistensi insulin yang
melibatkan jaringan adipose dan sistem kekebalan tubuh, maka pengukuran resistensi
insulin hanya dari pengukuran glukosa dan insulin (seperti rumus HOMA dan
QUICKI) perlu ditinjau ulang. Oleh karenanya, penggunaan rumus ini secara rutin di
klinis disarankan maupun disepakati.

Displidemia
Displidemia yang khas pada sindroma metabolik ditandai dengan peningkatan
TG dan penurunan kolesterol HDL. Kolesterol LDL biasanya normal, namun
mengalami perubahan struktur berupa peningkatan small dense LDL. Peningkatan
konsentrasi TG plasma dipikirkan akibat peningkatan masukan asam lemak bebas ke
hati sehingga terjadi peningkatan produksi TG. Namun pada studi manusia dan hewan
menunjukkan bahwa peningkatan TG tersebut bersifat multifaktorial dan tidak hanya
diakibatkan oleh peningkatan masukan asam lemak bebas ke hati.
Penurunan kolesterol HDL disebabkan peningkatan TG sehingga terjadi
transfer TG ke HDL. Namun pada subjek dengan resistensi insulin dan konsentrasi
TG normal dapat ditemukan pada penurunan kolesterol HDL. Sehingga dipikirkan
terdapat mekanisme lain yang menyebabkan penurunan kolesterol HDL disamping
peningkatan TG. Mekanisme yang dipikirkan berkaitan dengan gangguan masukan
lipid post prandial pada kondisi resitensi insulin sehingga terjadi gangguan produksi
Apolipoprotein A-1 (Apo A-1) oleh hati yang selanjutnya melibatkan penurunan
kolesterol HDL. Peran sistem imunitas pada resitensi insulin juga berpengaruh pada
perubahan profil leipid pada subjek dengan resistensi insulin. studi pada hewan
menunjukkan bahwa aktivasi sistem imun akan menyebabkan gangguan pada
lipoprotein, protein transport, respetor, dan enzim yang berkaitan sehingga terjadi
perubagan konsentrasi profil lipid.
Peran sistem imunitas pada resistensi insulin
Inflamasi subklinis kronis juga merupakan bagian dari sindrom metabolik.
Marker inflamasi berperan pada progresifitas DM dan komplikasi kardiovaskular.
CRP dilaporkan menjadi data prognosis tambahan pada wanita sehat dengan sindrom
metabolik. Namun, belum didapatkan kesepakatan alur diagnosis yang mampu
3
menggabungkan peningkatan CRP, koagulasi, dan gangguan fibrinolisis dalam
memprediksikan resiko kardiovaskular.

Hipertensi
Resitensi insulin juga berperan pada pathogenesis hipertensi. Insulin
merangsang sistem saraf simpatis meningkatkan reabsorbsi natrium ginjal,
mempengaruhi transport kation dan mengakibatkan hipertfrofi otot polos pembuluh
darah. Pemeberian infus insulin akut dapat menyebabkan hipotensi akibat
vasodilatasi. Sehingga disimpulkan bahwa hipertensi akibat resistensi insulin terjadi
akibat ketidakseimbangan efek pressor dan depressor. The insulin Resistance
Atherosclerosis Study melaporkan hubungan antara resistensi insulin dengan
hipertensi pada subjek normal namun tidak pada subjek dengan DM tipe 2.

1.3 menjelaskan tentang bahaya yang terjadi akibat sindroma metabolic

Kegemukan (obesitas), tekanan darah tinggi, diabetes mellitus dan dislipidemia
secara sendiri-sendiri sudah sejak lama diketahui sebagai factor resiko terjadinya
penyakit jantung koroner. Demikian pula adanya factor-faktor tersebut secara
bersamaan pada seseorang telah sangat dikenal akan jauh meningkatkan kemungkinan
terjadinya Penyakit jantung Koroner. Dengan demikian penderita dengan Sindroma
Metabolik kemungkinan untuk mendapatkan / terkena penyakit jantung koroner dan
penyakit kardiovaskuler lainnya akan meningkat.

1.4 menjelaskan tentang penatalaksanaan holistic sindroma metabolic

Saat ini belum ada studi acak terkontrol yang khusus tentang penatalaksanaan
Sindrom Metabolik. Berdasarkan studi klinis, penatalaksanaan agresif terhadap
komponen Sindrom Metabolik dapat mencegah atau memperlambat onset diabetes,
hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Semua pasien yang didiagnosis dengan
Sindrom Metabolik hendaklah dimotivasi untuk merubah kebiasaan makan dan
latihan fisiknya sebagai pendekatan terapi utama.

Penatalaksanaan sindrom metabolik bertujuan untuk menurunkan resiko penyakit
kardiovaskular dan DM tipe 2 pada pasien yang belum diabetes. Apabila kondisi
tersebut sudah ada maka perlu dilakukan terapi pengobatan untuk sindrom metabolik.
Penatalaksanaan sindrom metabolik terdiri atas 2 pilar, yaitu tatalaksana penyebab
(kegemukan atau obesitas dan inaktivitas fisik) serta tatalaksana faktor resiko lipid
dan non lipid. Penurunan berat badan dapat memperbaiki semua aspek Sindrom
Metabolik, mengurangi semua penyebab dan mortalitas penyakit kardiovaskular.
Namun kebanyakan pasien mengalami kesulitan dalam mencapai penurunan berat
badan. Latihan fisik dan perubahan pola makan dapat menurunkan tekanan darah dan
memperbaiki kadar lipid, sehingga dapat memperbaiki resistensi insulin.

Gaya hidup
Obesitas adalah kekuatan pendorong di belakang sindrom metabolik. Dengan
demikian, penurunan berat badan adalah pendekatan utama gangguan tersebut
3,5
.
Dengan penurunan berat badan, perbaikan dalam sensitivitas insulin sering disertai
dengan modifikasi menguntungkan dalam banyak komponen dari sindrom metabolik.
Secara umum, rekomendasi untuk menurunkan berat badan termasuk kombinasi
pembatasan kalori, meningkatkan aktivitas fisik, dan modifikasi perilaku
5
. Untuk
4
penurunan berat badan, pembatasan kalori merupakan komponen yang paling penting,
sedangkan peningkatan aktivitas fisik adalah penting untuk pemeliharaan penurunan
berat badan
3
. Beberapa, tetapi tidak semua, bukti menunjukkan bahwa penambahan
latihan untuk pembatasan kalori dapat meningkatkan berat badan relatif lebih besar
dari depot visceral. Kecenderungan untuk kembali berat badan setelah penurunan
berat badan berhasil menggarisbawahi perlunya perubahan perilaku jangka panjang.

Diet
Sasaran utama dari diet terhadap Sindrom Metabolik adalah menurunkan
risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Review dari Cochrane Database
mendukung peranan intervensi diet dalam menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular. Bukti-bukti dari suatu studi besar menunjukkan bahwa diet rendah
sodium dapat membantu mempertahankan penurunkan tekanan darah. Hasil dari studi
klinis, diet rendah lemak selama lebih dari 2 tahun menunjukkan penurunan
bermakna dari kejadian komplikasi kardiovaskular dan menurunkan angka kematian
total.
Berdasarkan studi dari the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH),
pasien yang mengkonsumsi diet rendah lemak jenuh dan tinggi karbohidrat terbukti
mengalami penurunan tekanan darah yang berarti walaupun tanpa disertai penurunan
berat badan. Penurunan asupan sodium dapat menurunkan tekanan darah lebih lanjut
atau mencegah kenaikan tekanan darah yang menyertai proses menua. Studi dari the
Coronary Artery Risk Development in Young Adults mendapatkan bahwa konsumsi
produk2 rendah lemak dan garam disertai dengan penurunan risiko sindrom
metabolik yang bermakna.
Diet rendah lemak tinggi karbohidrat dapat meningkatkan kadar trigliserida
dan menurunkan kadar HDL kolesterol, sehingga memperberat dislipidemia. Untuk
menurunkan hipertrigliseridemia atau meningkatkan kadar HDL kolesterol pada
pasien dengan diet rendah lemak, asupan karbohidrat hendaklah dikurangi dan diganti
dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh (monounsaturated fatty acid =
MUFA) atau asupan karbohidrat yang mempunyai indeks glikemik rendah. Diet ini
merupakan pola diet Mediterrania yang terbukti dapat menurunkan mortalitas
penyakit kardiovaskular. Suatu studi menunjukkan adanya korelasi antara penyakit
kardiovaskular dan asupan biji-bijian dan kentang.
Para peneliti merekomendasikan diet yang mengandung biji-bijian, buah-
buahan dan sayuran untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Efek jangka
panjang dari diet rendah karbohidrat belum diteliti secara adekuat, namun dalam
jangka pendek, terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida, meningkatkan kadar
HDL-cholesterol dan menurunkan berat badan. Pilihan untuk menurunkan asupan
karbohidrat adalah dengan mengganti makanan yang mempunyai indeks glikemik
tinggi dengan indeks glikemik rendah yang banyak mengandung serat. Makanan
dengan indeks glikemik rendah dapat menurunkan kadar glukosa post prandial dan
insulin.
Sebelum resep diet penurunan berat badan, penting untuk menekankan bahwa
dibutuhkan waktu yang lama bagi pasien untuk mencapai massa lemak diperluas,
dengan demikian, koreksi tidak perlu terjadi dengan cepat. Atas dasar ~ 3500 = kkal
salah satu lemak, pembatasan ~ 500 kkal setiap hari sama dengan penurunan berat 1
lb / minggu
3,5
. Diet dibatasi karbohidrat biasanya memberikan penurunan berat badan
yang cepat awal. Namun, setelah satu tahun, jumlah penurunan berat badan biasanya
tidak berubah
5
. Dengan demikian, kepatuhan terhadap diet lebih penting daripada
yang diet dipilih. Selain itu, ada kekhawatiran tentang diet yang diperkaya lemak
5
jenuh, terutama untuk pasien berisiko untuk CVD. Oleh karena itu, kualitas tinggi
yaitu-diet, diperkaya dalam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, unggas ramping, dan
ikan-harus didorong untuk memberikan manfaat kesehatan maksimal secara
keseluruhan
5
.

Aktivitas Fisik
Otot rangka merupakan jaringan yang paling sensitif terhadap insulin didalam
tubuh, dan merupakan target utama terjadinya resistensi insulin. Latihan fisik terbukti
dapat menurunkan kadar lipid dan resistensi insulin didalam otot rangka. Pengaruh
latihan fisik terhadap sensitivitas insulin terjadi dalam 24 48 jam dan hilang dalam 3
sampai 4 hari. Jadi aktivitas fisik teratur hendaklah merupakan bagian dari usaha
untuk memperbaiki resistensi insulin. Pasien hendaklah diarahkan untuk memperbaiki
dan meningkatkan derajat aktifitas fisiknya. Manfaat paling besar dapat diperoleh bila
pasien menjalani latihan fisik sedang secara teratur dalam jangka panjang. Kombinasi
latihan fisik aerobik dan latihan fisik menggunakan beban merupakan pilihan terbaik.
Dengan menggunakan dumbbell ringan dan elastic exercise band merupakan pilihan
terbaik untuk latihan dengan menggunakan beban. Jalan kaki dan jogging selama 1
jam perhari juga terbukti dapat menurunkan lemak viseral secara bermakna pada laki2
tanpa mengurangi jumlah kalori yang dibutuhkan.
Sebelum rekomendasi aktivitas fisik yang diberikan kepada pasien dengan
sindrom metabolik, penting untuk memastikan bahwa kegiatan ini meningkat tidak
menimbulkan risiko
3
. Beberapa pasien risiko tinggi harus menjalani evaluasi
kardiovaskular formal sebelum memulai program latihan. Untuk peserta yang tidak
aktif, meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap harus didorong untuk
meningkatkan kepatuhan dan untuk menghindari cedera. Walaupun peningkatan
aktivitas fisik dapat mengakibatkan pengurangan berat badan yang sederhana, 60-90
menit aktivitas sehari-hari diperlukan untuk mencapai tujuan ini. Bahkan jika orang
dewasa kelebihan berat badan atau obesitas tidak dapat mencapai tingkat aktivitas,
mereka masih memperoleh manfaat kesehatan yang signifikan dari minimal 30 menit
aktivitas intensitas sedang setiap hari. Dari catatan, berbagai kegiatan rutin-seperti
berkebun, berjalan, dan membersihkan rumah-membutuhkan pengeluaran kalori
moderat. Dengan demikian, aktivitas fisik tidak perlu didefinisikan semata-mata
dalam hal latihan formal seperti jogging, berenang, atau tenis.

Medikamentosa
Obat-obatan dapat dipakai sebagai bagian pengaturan berat badan. Obat yang
dapat diberikan adalah sibutramin dan orlistat. Sibutramin bekerja disentral
memberikan efek mengurangi asupan energi melalui efek memberikan rasa kenyang
dan mempertahankan pengeluaran energi. Demikian pula dengan efek metabolik,
sebagai efek penurunan berat badan pemberian sibutramin setelah 24 minggu yang
disertai dengan diet dan aktifitas fisik, memperbaiki kolesterol HDL dan kadar
trigliserida.
Untuk hipertensi pada sindrom metabolik, dapat digunakan golongan ACE-
inhibitor yang memiliki makna dalam meregresi hipertrofi ventrikel. Selain itu,
valsartan sebagai penghambat reseptor angiotensin dapat mengurangi albuminuria
yang diketahui sebagai faktor risiko independen kardiovaskular. Tiazolidindion juga
memilki pengaru persisten dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Tiazolidindion dan metformin juga dapat menurunkan kadar asam lemak bebas. Pada
6
diabetes prevention program, penggunaan metformin dapat mengurangi progresi
diabetes sebesar 31% dan efektif pada pasien muda dengan obesitas.
Pilihan terapi untuk dislipidemia selain dengan modifikasi gaya hidup adalah
dengan pemberian obat. Terapi dengan gemfibrozil tidak hanya memperbaiki profil
lipid tapi juga menurunkan risiko kardiovaskuler. Fenofibrat juga secara khusus
digunakan untuk menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL, telah
meningkatkan perbaikan profil lipid yang sangat efektif dan mengurangi risiko
kardiovaskular.

1.Kegemukan
Pada beberapa pasien dengan sindrom metabolik, pilihan pengobatan perlu
melampaui intervensi gaya hidup. Penurunan berat badan obat datang dalam dua
kelas utama: penekan nafsu makan dan penghambat penyerapan. Penekan nafsu
makan disetujui oleh Food and Drug Administration termasuk viagra (untuk
penggunaan jangka pendek saja, 3 bulan) dan sibutramine.
Orlistat menghambat penyerapan lemak oleh ~ 30% dan ini cukup efektif
dibandingkan dengan plasebo (~ berat badan 5%). Orlistat telah ditunjukkan untuk
mengurangi timbulnya diabetes tipe 2, efek yang jelas terutama pada pasien dengan
IGT awal
3
. bariatrik operasi merupakan pilihan bagi pasien dengan sindrom
metabolik yang memiliki indeks massa tubuh (BMI)> 40 kg/m2 atau> 35 kg/m2
dengan komorbiditas. Bypass lambung hasil pengurangan berat badan dan
peningkatan dramatis dalam fitur sindrom metabolik. Saat ini, bagaimanapun,
manfaat kelangsungan hidup belum direalisasikan
3
.

2.LDL Kolesterol
Dasar pemikiran untuk NCEP: ATP III panel untuk mengembangkan kriteria
untuk sindrom metabolik adalah melampaui kolesterol LDL dalam mengidentifikasi
dan mengurangi risiko CVD
3
. Asumsi bekerja dengan panel adalah bahwa kolesterol
LDL tujuan telah tercapai, dan bukti meningkatkan mendukung pengurangan linear
dalam acara CVD dengan progresif menurunkan kolesterol LDL. Untuk pasien
dengan sindrom metabolik dan diabetes, kolesterol LDL harus dikurangi menjadi
<100 mg / dL dan mungkin lebih lanjut pada pasien dengan riwayat kejadian CVD.
Untuk pasien dengan sindrom metabolik tanpa diabetes, skor risiko Framingham
dapat memprediksi risiko CVD 10 tahun yang melebihi 20%.
Dalam mata pelajaran ini, kolesterol LDL juga harus dikurangi menjadi <100
mg / dL. Dengan risiko 10-tahun <20%, namun, tujuan yang ditargetkan kolesterol
LDL adalah <130 mg / dL. Diet dibatasi lemak jenuh (<7% dari kalori), kolesterol
lemak (sesedikit mungkin), dan trans (<200 mg sehari) harus diterapkan agresif
3
. Jika
kolesterol LDL tetap di atas tujuan, maka diperlukan intervensi farmakologi. Statin
(HMG-CoA reduktase inhibitor), yang menghasilkan 20-60% menurunkan kolesterol
LDL, umumnya pilihan pertama untuk intervensi pengobatan. Dari catatan, untuk
setiap dua kali lipat dari dosis statin, hanya ada ~ 6% tambahan menurunkan
kolesterol LDL.
Efek samping jarang terjadi dan mencakup peningkatan transaminase hati dan
/ atau miopati. Penyerapan kolesterol ezetimibe inhibitor ditoleransi dengan baik dan
harus menjadi pilihan kedua. Ezetimibe biasanya mengurangi kolesterol LDL oleh
15-20%. Asam cholestyramine sequestrants empedu dan colestipol lebih efektif
daripada ezetimibe tetapi harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan
sindrom metabolik karena mereka sering meningkatkan trigliserida. Secara umum,
sequestrants empedu tidak boleh diberikan ketika trigliserida puasa> 200 mg / dL.
7
Efek samping termasuk gejala gastrointestinal (palatabilitas, kembung, bersendawa,
sembelit, iritasi dubur). asam Nicotinic memiliki kemampuan sederhana penurun
kolesterol LDL (<20%). Fibrate yang terbaik digunakan untuk menurunkan kolesterol
LDL ketika kedua kolesterol LDL dan nontriglycerides ditinggikan. Fenofibrate
mungkin lebih efektif daripada gemfibrozil di grup ini.

3.Trigliserida
The NCEP: ATPIII telah difokuskan pada kolesterol non-HDL daripada
trigliserida. Namun, nilai trigliserida puasa <150 mg / dL dianjurkan. Secara umum,
respon puasa trigliserida berkaitan dengan jumlah penurunan berat badan tercapai.
Penurunan berat> 10% perlu trigliserida puasa yang lebih rendah
3
. Sebuah fibrate
(gemfibrozil atau fenofibrate) adalah obat pilihan untuk trigliserida puasa yang lebih
rendah dan biasanya mencapai penurunan 35-50%. Seiring dengan pemberian obat
dimetabolisme oleh sistem sitokrom P450 3A4 (termasuk beberapa statin) sangat
meningkatkan risiko miopati. Dalam kasus ini, fenofibrate mungkin lebih baik untuk
gemfibrozil. Dalam Intervensi Veterans Affairs HDL Trial (VA-HIT), gemfibrozil
diberikan untuk pria dengan PJK dikenal dan kadar kolesterol HDL <40 mg / dL
3
.
Sebuah peristiwa penyakit jantung koroner dan manfaat kematian dialami
terutama pada laki-laki dengan hyperinsulinemia dan / atau diabetes, banyak dari
mereka retrospektif memiliki sindrom metabolik. Dari catatan, jumlah menurunkan
trigliserida di HIT-VA tidak memprediksi manfaat. Meskipun kadar kolesterol LDL
tidak berubah, penurunan jumlah partikel LDL yang terkait dengan manfaat.
Meskipun beberapa uji klinis tambahan telah dilakukan, ini tidak menunjukkan bukti
yang jelas bahwa fibrate mengurangi risiko CVD sebagai konsekuensi dari
menurunkan trigliserida.
Obat lain yang trigliserida lebih rendah termasuk statin, asam nikotinat, dan
dosis tinggi asam lemak omega-3. Ketika memilih sebuah statin untuk tujuan ini,
dosis harus tinggi untuk "kurang kuat" statin (lovastatin, pravastatin, fluvastatin) atau
menengah untuk "lebih kuat" statin (simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin)
3
.
Pengaruh asam nikotinat pada trigliserida puasa adalah dosis terkait dan kurang dari
fibrate (~ 20-40%). Pada pasien dengan sindrom metabolik dan diabetes, asam
nikotinat dapat meningkatkan glukosa puasa.
Omega-3 persiapan asam lemak yang mencakup dosis tinggi asam
docosahexaenoic dan asam eicosapentaenoic (~ 3,0-4,5 g sehari) lebih rendah
trigliserida puasa by ~ 40%. Tidak ada interaksi dengan fibrate atau statin terjadi, dan
efek samping utama adalah ledakan dengan rasa amis. Hal ini sebagian dapat diblokir
oleh menelan para nutraceutical setelah pembekuan. Uji klinis asam nikotinat atau
dosis tinggi omega-3 asam lemak pada pasien dengan sindrom metabolik belum
dilaporkan.

4.HDL Kolesterol
Di luar pengurangan berat badan, ada sangat senyawa lipid-memodifikasi
beberapa yang meningkatkan HDL kolesterol
3
. Statin, fibrate, dan sequestrants asam
empedu memiliki efek sederhana (5-10%), dan tidak ada efek pada kolesterol HDL
dengan asam omega-3 ezetimibe atau lemak. asam Nicotinic adalah obat saat ini
tersedia hanya dengan sifat HDL kolesterol penggalangan diprediksi. Respon adalah
dosis terkait dan dapat meningkatkan kolesterol HDL ~ 30% di atas dasar. Ada sedikit
bukti saat ini bahwa meningkatkan HDL memiliki manfaat pada peristiwa CVD
independen menurunkan kolesterol LDL, terutama pada pasien dengan sindrom
metabolik
3
.
8

5.Tekanan darah
Hubungan langsung antara tekanan darah dan semua penyebab kematian telah
mapan, termasuk pasien dengan hipertensi (> 140/90) versus prehipertensi (> 120/80
tapi <140/90) versus individu dengan normal tekanan darah (<120/80)
3
. Pada pasien
dengan sindrom metabolik tanpa diabetes, pilihan terbaik untuk antihipertensi
pertama biasanya harus menjadi inhibitor ACE atau angiotensin II reseptor blocker,
karena kedua golongan obat muncul untuk mengurangi insiden onset baru diabetes
tipe 2
3
. Pada semua pasien dengan hipertensi, diet natrium-Pembatasan diperkaya
dengan buah-buahan dan sayuran dan produk susu rendah lemak harus menganjurkan.
Home pemantauan tekanan darah dapat membantu dalam mempertahankan kontrol
tekanan darah yang baik.

6.Gangguan Glukosa Puasa
Pada pasien dengan sindrom metabolik dan diabetes tipe 2, kontrol glikemik
agresif baik dapat mengubah trigliserida puasa dan / atau kolesterol HDL. Pada pasien
dengan IFG tanpa diagnosis diabetes, intervensi gaya hidup yang mencakup
pengurangan berat badan, pembatasan lemak dari makanan, dan peningkatan aktivitas
fisik telah terbukti mengurangi timbulnya diabetes tipe 2
3
. Metformin juga telah
ditunjukkan untuk mengurangi kejadian diabetes, meskipun efeknya kurang dari yang
terlihat dengan intervensi gaya hidup.

7.Resistensi Insulin
Golongan obat Beberapa [biguanides, thiazolidinediones (TZD) meningkatkan
sensitivitas insulin. Jika resistensi insulin adalah mekanisme pathophysiologic utama
untuk sindrom metabolik, obat-obatan maka perwakilan di kelas-kelas ini harus
mengurangi prevalensi. Baik metformin dan TZDs meningkatkan tindakan insulin
dalam hati dan menekan produksi glukosa endogen. TZDs, tetapi tidak metformin,
juga meningkatkan penyerapan glukosa insulin-mediated dalam otot dan jaringan
adiposa. Manfaat kedua obat juga telah terlihat pada pasien dengan NAFLD dan
PCOS, dan mereka telah terbukti mengurangi tanda peradangan dan LDL padat
kecil
3
. Secara umum, efek menguntungkan dari TZDs muncul unggul daripada
metformin.

















9
2. Memberikan edukasi cara menghitung kebutuhan kalori pada pasien sindroma
metabolik

2.1 menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin, usia,berat
badan, tinggi badan, aktivitas fisikdan faktor stress, dengan metoda Broca dan
Harris Benedict

MENGHITUNG KEBUTUHAN KALORI TOTAL
A. Rumus BROCA
BB ideal : (TB 100) - 10%
BB kurang : 90% BB idaman
BB normal : 90 110% BB ideal
BB lebih : 110 120% BB ideal
Gemuk : 120 %
Kerja ringan : + 10% dari KKB
Kerja sedang : + 20%
Kerja berat : + 40 100 dari KKB
B. Rumus HARRIS BENEDICT
KKB
= 66 + ( 13,7 x BB ) + ( 5 x TB ) - ( 6,8 x Umur )
= 655 + ( 9,6 x BB ) + ( 1,7 x TB ) - ( 4,7 x umur )

Jawaban soal
Diketahui
, 26 th,BB : 95 Kg,TB : 175
Rumus Brocca
BB ideal : (TB 100) - 10%
(175-100) - 10% = 75 -7,5 = 67,5 Kg

KKT : aktivitas x BBI = 25 x 67,5 = 1687,5 =1700 kalori
Rumus Harris Benedict
= 66 + ( 13,7 x BBI ) + ( 5 x TB ) - ( 6,8 x Umur )
= 66 + (13,7 x 67,5) + (5 x 175) (6,8 x 26)
= 66 + 924,75 + 875 176,8
= 1688,95 = 1700 kalori

2.2 menjelaskan presentase komposisi makronutrien karbohidrat, protein,l emak,dan
menterjemahkannya dalam bentuk gram

Standar komposisi makanan yg dianjurkan :
KH 60 70% (terutama KH kompleks)
Protein 10 15%
Lemak 20 25%
Karbohidrat: 1gram = 4 kalori
Kebutuhannya: KH = 60 % x 1700 = 1020 kalori
1020 : 4 = 255 gram


10
Protein: 1 gram : 4 kalori
Kebutuhannya: Protein= 15% x 1700 = 255 kalori
255 : 4 = 63,75 gram

Lemak: 1 gram: 9 kalori
Kebutuhannya: Lemak= 25% x 1700 = 425 kalori
425 : 9 = 47,2 gram

2.3 menjelaskan jumlah gram karbohidrat, protein, lemak dalam bentuk bahan
makanan menggunakan daftar komposisi bahan makanan penukar (DKBM)
PUKUL GOLONGAN
MAKANAN
PENUKAR
07.00 Karbohidrat 1
Hewani 1
Nabati


Sayuran A S
Minyak 1
10.00 Roti -
Buah 1
Susu -
13.00 Karbohidrat 2
Hewani* 1
Nabati 1
Sayuran A S
Sayuran B 1
Buah 1
Minyak 2
16.00 Roti -
Margarine -
Buah 1
19.00 Karbohidrat
1


Hewani 1
Nabati 1
Sayuran A S
Sayuran B 1
Buah 1
minyak 2

Keterangan:
= protein rendah lemak (2g)
S = Sekehendaknya
* = Protein lemak sedang (5 g)





11

2.4 menjelaskan pembagian frekuensi makan selama satu hari

Diet terhadap Sindrom Metabolik adalah menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular dan diabetes melitus. diet rendah sodium dapat membantu
mempertahankan penurunkan tekanan darah. diet rendah lemak lebih dari 2 tahun
menurukan komplikasi kardiovaskular.Tekanan darah sistolik antara 120 139
mmHg atau diastolik 80 89 mmHg sebagai stadium pre hipertensi, modifikasi gaya
hidup mulai ditekankan pada stadium ini untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
pasien yang mengkonsumsi diet rendah lemak jenuh dan tinggi karbohidrat terbukti
mengalami penurunan tekanan darah walaupun tanpa penurunan berat badan.
Menurunkan hipertrigliseridemia atau meningkatkan HDL pada pasien dengan
diet rendah lemak, karbohidrat dikurangi dan diganti dengan monounsaturated fatty
acid atau karbohidrat yang mempunyai indeks glikemik rendah.

2.5 menjelaskan cara menyusun menu sepanjang hari.

Waktu Menu Bahan makanan Penukar URT
Pagi Roti bakar Roti 1 nasi 2 iris
Margarin 1minyak 1 sdm
Telur mata sapi Telur ayam 1 daging 1 btr
tempe Tempe 1 tempe 2 sdm
Sari tomat Tomat sayur 1 bh
Teh manis Gula pasir 1 gula 1 sdm

Siang Nasi Nasi 3 nasi 21/4 gelas
Ayam goreng Ayam 1 daging 2 ptg
Minyak goreng 3 minyak 11/2 sdm
Tahu ketoprak Tahu 1 tempe bj
Toge
Sayur bening Bayam 1 sayur 1 mangkok
Apel Apel 1 buah buah
Sirup Sirup 2 gula 2 sdm

Malam Nasi Nasi 3 nasi 21/4 gelas
Ikan bumbu
rujak
Ikan 1 daging 1 ptg
Tempe goreng Tempe 1 tempe 1 ptg
Minyak goreng 3 minyak 11/2 sdm
Sayur asem sayur 1 sayur 1 mangkok
Pepaya Pepaya 1 buah 1 ptg
Teh manis Gula pasir 1 gula 1 sdm








12

3. Memberikan edukasi tentang olahraga pada pasien sindroma metabolik
3.1 menjelaskan manfaat olahraga pada pasien sindroma metabolik (berdasarkan
biokimia dan fisiologi tubuh manusia)
Sindroma metabolik merupakan kumpulan kondisi ukuran tubuh yang tidak sehat dan
ketidaknormalan hasil laboratorium yang menyebabkan individu memiliki risiko yang
tinggi terhadap penyakit kardiovaskular.

Ciri-ciri dari penderita sindroma metabolik adalah:
Lingkar pinggang >40 inci (laki-laki) atau 35 inci (perempuan)
Hipertensi.
Hiperglikemi (gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl).
Peningkatan kadar trigliserida.
Kadar HDL (high-density lipoprotein) rendah.

Secara umum, semua kriteria yang diajukan memerlukan minimal tiga kriteria untuk
mendiagnosis sidroma metabolik atau sidrom resistensi insulin. (Torpy et.al.,2006).

Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan angka normal:
Glukosa puasa: 70-115 mg/dl (kurang dari 140 mg/dl).
Trigliserida: 10 -140 mg/dl (kurang dari 150 mg/dl).
HDL: >45 mg/dl menurunkan risiko aterosklerosis.
LDL : <130 mg/dl.
Lingkar pinggang : <80cm.
Asam urat : pria: 3,4 s/d 7 mg/dl; wanita: 2,4 s/d 6 mg/dl
(Price and Wilson, 2005)

Prinsip penatalaksanaan pasien ini adalah keseimbangan energi menjadi
negatif untuk menurunkan berat badan dan memelihara penurunan berat badan yang
rendah selamanya. Keberhasilan penurunan berat badan menurut WHO adalah jika
terjadi penurunan berat badan sebesar 5-15 % dari berat badan semula. Keberhasilan
awal dapat diperlihatkan jika terjadi penurunan berat badan sebesar 10% selama 6
bulan pertama.Peningkatan aktivitas fisik dapat meningkatkan kebugaran
kardiorespirasi dan menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Aktivitas fisik
merupakan terapi tambahan untuk membantu penurunan dan memelihara berat badan
bersama terapi diit. Pada pasien sindroma metabolik, terapi harus dimulai secara
perlahan dan intensitasnya sebaiknya ditingkatkan secara bertahap.
Pasien dapat memulai aktivitas fisik dengan berjalan selama 30 menit dengan
jangka waktu 3 kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit
dengan jangka waktu 5 kali seminggu. Dengan regimen ini, pengeluaran energi
tambahan sebanyak 100 sampai 200 kalori per hari dapat dicapai.
Glukosa sebagai mikronutrisi dari karbohidrat berguna sebagai prekursor
laktosa di kelenjar mammae, menjadi sumber energi sistem saraf dan eritrosit, serta
menjadi sumber gliserida dan gliserol dalam jaringan adiposa. Asupan lemak yang
berlebih juga harus dikurangi, karena akan terjadi penumpukan triasilgliserol yang
akan menyebabkan perlemakan hati.



13

Triasilgliserol tersebut tidak dapat mengalami lipolisis agar dapat diubah
menjadi asetil ko-A yang akan berperan sebagai sumber energi, sehingga tertimbun di
hati dan menyebabkan perlemakan. Selain karbohidrat dan lemak, asupan purin juga
harus dikurangi, karena kadar asam urat yang berlebih menyebabkan penyakit gout
yang menyerang persendian dan ginjal, misalnya.

Hiperglikemia terjadi karena resistensi hepar terhadap insulin akibat sindroma
metabolik. Karena itu, hepar tidak dapat mengubah glukosa darah menjadi glikogen.
Demikian pula dengan trigliserida. Kadar HDL yang rendah turun mempengaruhi
pengangkutan dan penyimpanan lipid. Kadar asam urat yang tinggi terjadi akibat
kelainan pada proses metabolisme purin yang berlebih.
Latihan olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap
insulin, yang membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Dengan
meningkatkan olahraga, tubuh menggunakan insulin lebih efisien sampai 70 jam
setelah latihan. Perlu dicatat bahwa banyak manfaat olahraga yang independen
terhadap penurunan berat badan. Namun, bila dikombinasikan dengan penurunan
berat badan, keuntungannya meningkat secara substansial.Terapi yang paling baik
adalah terapi diet dan fisik. Terapi diet dan fisik terbukti lebih efektif dalam rangka
penurunan aktivitas anabolisme/sintesis. Terapi fisik ini sebaiknya dikombinasi
dengan diet rendah karbohidrat, lemak, dan purin.

3.2 menjelaskan jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai pada pasien sindroma
metabolik
Penderita sindrom metabolik punya lemak berlebih di sekitar pinggang, dan
adanya kesulitan dalam mengontrol gula darah, memiliki tekanan darah tinggi dan
kadar kolesterol jahat yang tinggi. Penderita sindrom ini berisiko tinggi mengalami
penyakit jantung, stroke dan diabetes.
Berdasarkan survey pada penderita sindrom ini disarankan untuk melakukan
olahraga ringan selama 150 menit atau olahraga berat selama 75 menit setiap
minggunya. Pedoman ini didasarkan gagasan bahwa olahraga berat setiap menitnya
bisa membakar kalori 2 kali lebih banyak dibandingkan olahraga ringan dan dapat
disimpulkan oleh para peneliti yang telah melakukan penelitian terhadap penderita
sindrom metabolik bahwa semakin aktif seseorang, semakin rendah risikonya
mengalami sindrom metabolik.
Salah satu contoh olahraga yang cocok adalah melakukan peningkatan fisik
(seperti berjalan kaki 30 menit setiap hari) dan juga olahraga yang beritme yaitu lari,
bersepeda dan juga berenang.












14

4. Memberikan edukasi tentang ajaran islam perihal makanan yang halal dan baik

4.1 menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram

Mengkonsumsi makanan yang halal adalah keharusan, karena memang demikian
perintah syariat agama. Allah berfirman :

Hai orang-orang yang beriman makanlah diantara rizki yang baik-baik yang kami
berikan kepadamu. [QS.Al Baqarah : 172].
Adapun mengkonsumsi makanan yang haram disamping mendatangkan mudharat
dari segi kesehatan, juga menimbulkan mudharat dari segi agama yaitu berupa
ancaman siksa, karena hal itu adalah pelanggaran terhadap ketentuan agama islam.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa mengkonsumsi sesuatu yang
haram bisa menghalangi terkabulnya doa.

Rasululullah bersabda yang artinya : Sesungguhnya Allah itu
baik dan tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan
orang-orang beriman serupa dengan apa yang diperintahkan kepada para Rasul.
Allah berfirman yang artinya : Hai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang
baik dan beramalah dengan amalan yang baik. Firman Allah juga yang artinya :
Hai orang-orang yang beriman makanlah dari apa-apa yang baik yang telah kami
rizkikan kepadamu. Kemudian Beliau menceritakan seorang laki-laki yang telah
lama perjalanannya, rambutnya kusut penuh debu, dia mengangkat kedua tangnnya ke
langit dan berdoa : Ya Rabb, Ya Rabb! Sedangkan makanannya haram,
minumannya haram, pakaiannya haram, dan dikenyangkan dengan sesuatu yang
haram, bagaimana ia akan dikabulkan doaanya. [HR.Muslim, 1015]. A.HUKUM
DASAR Pada dasarnya semua makanan hukumnya adalah halal,kecuali yang
diharamkan oleh dalil, Allah berfirman :

Dialah yang telah menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi ini untuk kamu
[QS. Al Baqarah:29].
Syaikh Abdurrahman As Sadi berkata : Dalam ayat diatas terdapat dalil bahwa
pada dasarnya segala sesuatu itu halal dan suci karena ayat tersebut konteksnya
adalah menyebutkan nikmat. [Tafsir As Sadi, hal 30].

B.SYARAT MAKANAN YANG HALAL
1.Suci, bukan najis atau yang terkena najis. Allah berfirman :

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi,
dan binatang yang disembelih dengan nama selain Allah. [QS. Al Baqarah:173].
2.Aman, tidak bermudharat baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Allah
berfirman :

Dan janganlah kamu menjerumuskan diri kamu kedalam kebinasaan. [QS. Al
Baqarah:195].
3.Tidak memabukkan. Rasulullah bersabda : setiap yang
memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram. [HR.Muslim,2003].
4.Disembelih dengan penyembelihan yang sesuai dengan syariat jika makanan itu
berupa daging hewan.
15

C. ASAL-USUL MAKANAN
Dilihat dari segi asal usul makanan dibagi menjadi dua : Makanan Nabati dan
Hewani. Yang kedua dibagi menjadi dua : hewan air dan hewan darat. Yang kedua
dibagi menjadi empat : Buas, jinak, unggas, serangga.

a.Makanan Nabati : Hukum asalnya adalah Halal, dalilnya adalah surat Al Baqarah
:29, dan hadits Salman Al Farisi, Rasulullah bersabda yang
artinya : yang halal adalah yang dihalalkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan yang
Haram adalah yang diharamkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan yang didiamkan
maka itu dimaafkan. [HHR.At Tirmidzi, 1730, ia berkata : Gharib dan Mauquf lebih
shahih].

b.Makanan Hewani :
1. Hewan air : Hukum dasarnya adalah Halal, dalilnya firman Allah yang artinya :

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut. [QS. Al Maidah :96].
Juga sabda Rasulullah yang artinya : (air laut ) itu suci dan
bangkainya halal. [HR. Abu Daud,83. Dan At Tirmidzi,69, ia berkata Hasan
Shahih]. Kecuali buaya karena ia termasuk hewan bertaring dan buas, juga Ular dan
Kodok. Abdurrahman bin Utsman berkata : Telah datang seorang Thabib kepada
Rasulullah meminta izin menjadikan kodok sebagai ramuan obat, maka Rasulullah
melarangnya untuk membunuh kodok. [HR. Abu Daud,3871. Dan An Nasaai , 4062
dan dishahihkan oleh Syeikh Al Bani].
2. Hewan darat.
a.Binatang buas. Ibnu Abbas berkata : Rasulullah melarang memakan binatang
buas yang bertaring dan burung yang bercakar. [HR.Muslim, 1934]. Berpijak dari
hadits ini maka binatang buas yang diharamkan adalah binatang yang bertaring.
b.Binatang jinak. Hukum asalnya adalah halal, dalilnya Allah berfirman :

Dihalalkan bagimu binatang ternak. [QS. Al Maidah :1]. Kecuali Keledai, ia
diharamkan dalam hadits dari Jabir ia berkata : Rasulullah melarang pada perang
Khaibar untuk makan daging Keledai dan mengizinkan makan daging kuda. [HR.
Bukhari,5524. Dan Muslim, 1941].
c.Unggas. Hukum dasarnya adalah halal. Zahdam Al Jarmi berkata : Saya pernah
datang kepada Abu Musa Al Asyari dan Ia sedang makan daging Ayam, lalu Ia
berkata : mendekat dan makanlah! Karena aku melihat Rasulullah memakannya.
[HR.At Tirmidzi, 1836]. Ia berkata : hasan. Kecuali burung pemangsa dengan cakar
sebagai senjatanya. Sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas diatas, juga burung
pemakan bangkai seperti gagak, sebagaimana Rasulullah bersabda yang artinya :
Lima Fawaasiq, dibunuh baik dalam wilayah haram, atau diluar wilayah haram, :
Gagak, Elang, tikus, kalajengking, dan anjing penggigit. [HR.Bukhari,1829.
Muslim 1198]. Dan hewan yang halal tidak dibunuh melainkan disembelih, karena
jka dibunuh maka ia menjadi bangkai.
d.Serangga yang menjijikan haram hukumnya, dalilnya firman Allah :

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan segala yang
buruk. [QS. Al Araf :157].


16

Dan sesuatu yang buruk dan menjijikan tidak termasuk dalam kategori ath thoyyibat.
Allah berfirman :

katakanlah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik. [QS. Al Maidah :4].
Adapun belalang maka ia halal tanpa diragukan, Abdullah bin Abi Aufa berkata :
Kami telah berperang sebanyak tujuh kali peperangan dengan memakan Belalang
bersama Rasulullah. [HR.Bukhari,5495. Dan Muslim, 1952].

4.2 menjelaskan tentang jenis ,pengaturan, dan cara makan yang baik sesuai ajaran
islam

Agar kita tetap bisa menjaga akhlak dengan meneladani Rasul dalam urusan makan
dan minum sekaligus mendapatkan pahalanya, berikut diuraikan tata cara dan budaya
yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut:
Di niat kan untuk menjaga ketaatan kepada Allah SWT, yaitu dengan makan
kita berharap tetap konsisten menjadi orang yang takwa. Makan tidak saja
dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan kenikmatan
dunia semata, tetapi juga sebagai sarana ibadah. Dengan niat ibadah itu berarti
kita bisa mengurangi semangat nafsu kebinatangan dan membawa pada sikap
totalitas kerelaan terhadap rezeki yang diberikan Allah kepada kita (qanaah).
Anjuran niat ini sesuai dengan hadis Nabi : Sesungguhnya amal-amal
perbuatan itu bergantung pada niatnya, dan bagi setiap orang adalah apa
yang ia niatkan. (HR. Bukhari)
Tidak berlebihan (isyraf) dalam mengkonsumsi dan tidak memubazirkannya.
Berlebihan merupakan budaya yang tidak disukai Allah. Sebagaimana yang
disinggung dalam Alquran, yang artinya: Dan Janganlah kamu sekalian
berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-
lebihan.(QS. Al-Anam/6:141) Dan Mubazir adalah perbuatan yang sangat
dilarang dalam islam, bahkan diidentikkan sebagai saudara setan.
Sebagaimana firman Allah yang Artinya : Dan janganlah kamu menghambur-
hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu
adalah saudara-saudara syaitan. (QS: Al-Isra/17:26-27) Kalau kita dilarang
berlebihan, maka seharusnya pula kita makan dan minum menurut kadar
cukup. Rasulullah mengisyaratkan dalam sebuah sabdanya: Tidak ada suatu
tempat yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya.
Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap makanan saja, asal dapat
menegakkan tulang rusuknya. Tetapi bila ia terpaksa melakukannya, maka
hendaklah sepertiga ( dari perutnya itu) diisi dengan makanan, sepertiganya
dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafasnya (udara,
dikosongkan) (HR. Imam Ahmad dan Turmudzi). Batasan yang diajarkan
oleh Rasul ini menekankan pentingnya seorang muslim agar memperhatikan
orang di sekitarnya, artinya kita harus memahami realitas sosial yang ada di
lingkungan kita, agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Dalam sebuah sabda
lain Rasul mengancam kepada seorang yang hanya mementingkan dirinya
sendiri dalam masalah makanan sebagai orang yang bukan golongannya,
yaitu: barangsiapa makan sampai kenyang, sementara tetangganya merintih
kelaparan, maka ia bukan termasuk golonganku.
Memulainya dengan membaca basmalah serta doa. Hal ini merupakan
manifestasi ibadah dalam bentuk yang paling minimal. Sebab bila tidak
17
menyebut nama Allah, setan niscaya akan turut makan bersamanya, dan
dengan demikian hilanglah nilai ibadahnya. Lantas apa bedanya dengan orang
kafir? Dalam sebuah hadis Nabi disebutkan: Dan dari Jabir berkata: saya
telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang masuk
dalam rumahnya dengan mengucapkan bismillah ketika masuk dan ketika
hendak makan, maka setan berkata kepada temannya: tiada tempat tinggal
dan tiada bagian makanan bagimu disini. Sedangkan bila orang itu masuk
tanpa menyebut nama Allah, maka setan akan berkata:Kamu dapat
bermalamdi rumah ini. Kemudian jika waktu makan tidak menyebut nama
Allah, setanpun berkata: kamu dapat bermalam dan makan disini.
(HR.Muslim). Jika lupa di awal makan, maka ucapkanlah segera saat
teringat. Rasulullah SAW telah bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan dari
Aisyah r.a, sebagai berikut: Bila salah seorang diantara kamu hendak makan
maka ucapkanlah bismillah, namun bila ia lupa di awalnya, maka
ucapkanlah bismillahi awwaluhu wa akhiruhu(dengan nama Allah dari
mula hingga akhir). (HR. Turmidzi)
Tidak boleh mencela makanan. Apa pun yang dihidangkan di depan mata kita,
makanan merupakan rezeki dari Allah. Dari Abu Hurairah, ia berkata:
Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan selamanya. Jika beliau suka
dimakannya, dan jika tidak suka ditinggalkannya.(HR Bukhari dan Muslim)
Menggunakan tangan kanan, tidak dengan tangan kiri. Karena, makan dan
minum dengan tangan kiri merupakan cermin dari perbuatan setan yang harus
dihindari oleh setiap mukmin yang memiliki komitmen kepada Ilahi, hal ini
seiring dengan maksud sebuah hadis: Apabila seseorang dari kamu makan,
maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum,
maka minumlah dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya setan makan
dengan tangan kirinya. (HR. Imam Muslim) Allah SWT menghubungkan
dengan perilaku makan dengan larangan mengikuti setan secara tegas dalam
ayat Al Quran yang Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal
lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti
langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh
yang nyata bagimu..(QS:2:168) Pengertian langkah langkah setan yang
dimaksud ayat ini antara lain adalah mengkonsumsi makanan yang tidak halal
dan dengan menggunakan tangan kiri.
Sambil duduk, dan tidak berdiri. Hal ini seiring dengan hadis Nabi: Dari
Qatadah, dari Anas dari Rasulullah SAW, bahwa sesungguhnya Nabi SAW
telah melarang orang minum sambil berdiri. Lalu Qatadah bertanya kepada
Anas: Kalau makan bagaimana? Ia pun menjawab: Hal itu (makan dengan
cara berdiri) lebih busuk dan jahat. (HR. Ahmad, Muslim dan Turmidzi)
Jika makan bersama sama, ambillah dari yang dekat dekat saja, sejauh yang
dapat di jangkau oleh tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut: Dari
Umar bin Abi Salamah berkata, ketika saya masih kecil di bawah asuhan
Rasulullah SAW, aku bisa menjulurkan tanganku ke tempat makanan, maka
Rasulullah SAW bersabda: Wahai ananda, ucapkanlah bismillah, dan
makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang dekat
kepadamu. (HR.Muslim) Dalam hadis lain juga dikatakan, Sesungguhnya
termasuk pemborosan (perbuatan yang berlebihan dan dimurkai Allah) bila
kamu makan apa saja yang kamu (bernafsu) ingin memakannya. (HR. Ibnu
Majah)
Tenang, perlahan dan tidak terburu buru. Jangan bersikap rakus sehingga
18
tampak mulut penuh dengan suapan, dan jangan meniup-niup makanan atau
minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar. Dari Ibnu Abas RA berkata,
Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan
seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan.
Ucapkanlah bismillah jika kalian minum dan alhamdulillah jika kalian
selesai minum. (HR. Turmidzi). Dalam hadis lain disebutkan: Dari Abi
Qatadah RA, sesungguhnya Nabi SAW telah melarang bernafas dalam air
minumannya .(HR.Muttafaqun ALaihi)
Mengambil secukupnya sehingga dapat di konsumsi habis, jangan tersisa
sedikit pun, walau hanya berupa sebutir nasi yang menempel di jari tangan
umpamanya, karena hal itu menjadi bentuk pemubaziran yang dilarang. Dari
Jabir katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang
di piring maupun yang di jari seraya bersabda: Sesungguhnya kalian tiada
mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah.(HR.
Muslim)
Haram menggunakan perabotan dari emas dan perak. Rasul pernah
melarangnya dengan sabdanya: Dari Hudzaifah, ia berkata, Sesungguhnya
Rasulullah SAW melarang kami minum dan makan dengan perkakas dari
emas dan perak. Beliau juga melarang kami (kaum lelaki) berpakaian sutera
dan yang dibordir dengan benang sutera dengan sabdanya: Itu adalah untuk
kaum musyrikin didunia dan untuk kalian (nanti, insya Allah) di akhirat.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mengakhiri makan dan minum dengan berdoa sebagai ungkapan syukur
kepada Allah atas rezeki yang telah dikaruniakan, sehingga badan menjadi
sehat, dan dapat melakukan ibadah ibadah lainnya yang telah Allah amanah
kan. Doa singkat yang kita baca sebagaimana Rasulullah sabda kan:
Alhamdulillaahilladzi attamanaa wasaqaanaa wajaalana minal muslimiin
yang artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dan
minum, serta menjadikan kami sebagai orang muslim(HR. Imam Ahmad)





















19


5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu,termasuk
makan besar dan selingan
waktu menu bahan penukar Gram kalori
06.00 nasi Beras 1 karbohidrat 100 gr 175 kal
Ayam goreng Ayam
minyak
1 hewani
1 minyak
30 gr 100 kal
bakwan Bakwan
minyak
karbohidrat
hewani
sayuran
minyak
100 gr 281 kal
10.00 Risoles isi
sayuran
Terigu
Sayuran
minyak
karbohidrat
sayuran
1 mintyak
40 gr 150 kal
12.00 Nasi padang beras 2 karbohidrat 250 gr 438 kal
Gulai telur Telur
minyak
1 hewani
3 minyak
74 gr 263 kal
rendang Daging sapi
minyak
1 hewani
2 minyak
54 gr 212 kal
06.00 Nasi goreng Nasi
Telur
Udang
Wortel
buncis
minyak
1 karbohidrat
1 hewani
1 hewani
sayuran

2 minyak
300 gr
2 btr
70 gr
50 gr
50 gr
1 sdm
500 kal
09.00 Martabak manis Tepung
terigu
Telur
Gula
Minyak
karbohidrat
1 hewani
1 gula
minyak
75 gr 200 kal
total 2319

















20


DAFTAR PUSTAKA
http://puradini.wordpress.com/2010/06/15/sindrom-metabolik/
http://agathariyadi.wordpress.com/tag/gizi-lebih/
http://majalahkesehatan.com/10-tips-mencegah-diabetes-mellitus/
http://www.scribd.com/doc/85815643/Obesitas-Dan-Sindroma-Metabolik
http://habibiezone.wordpress.com/2009/12/07/tata-cara-makan-menurut-
islam/