Anda di halaman 1dari 19

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN

KATARAK KONGENITAL
Telaah Ilmiah
Oleh :
Ritaherlina, S.Ked
NIM. 0406100106
Pembimbing:
dr. !. Dharma Sa"tra#an , S$M
DEPARTEMEN ILM% KESE!ATAN MATA
&AK%LTAS KEDOKTERAN %NSRI
RSM! PALEM'ANG
(010
0
'A' I
PENDA!%L%AN
A. Latar )ela*an+
Katarak berasal dari bahasa Yunani yaitu Katarrhakies, Inggris yaitu cataract,
dan Latin yaitu cataracta yang berarti air terjun. Katarak adalah perubahan lensa mata
yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Lensa mata yang normal adalah
jernih. Bila terjadi proses katarak, lensa menjadi buram seperti kaca susu. Katarak
menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas. Lensa mata penderita menjadi
keruh dan tak tembus cahaya sehingga cahaya sulit mencapai retina dan akan
menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.
,!
Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. "enurut
#$O, di negara berkembang % & ' penduduk mengalami kebutaan dan () '
penyebabnya adalah katarak. *edangkan untuk negara maju sekitar ,! ' penyebab
kebutaan adalah katarak. "enurut sur+ei depkes ,I tahun l-.! pada . propinsi,
Pre+alensi kebutaan bilateral adalah ,! ' dari seluruh penduduk, sedangkan pre+alensi
kebutaan unilateral adalah !, ' dari seluruh penduduk.
&,/

Katarak dapat juga menyerang anak%anak. Bahkan bayi yang baru lahir. Katarak
kongenital adalah katarak yang ditemukan pada bayi, pada umumnya ditemukan pada
umur & bulan atau lebih, dapat timbul pada satu atau kedua mata. Penyebab dari katarak
ini pada umumnya adalah in0eksi +irus ,ubela yang didapat dari ibu saat kehamilan,
penyakit sistemik, dan lain%lain.
(
"endeteksi dan menangani katarak di usia anak%anak sangatlah penting,
sebelum terjadi ambliopia pada mata. 1mbliopia adalah ketidakmampuan retina
menerima bayangan benda dari luar, sehingga bisa menghambat perkembangan retina
anak%anak. 1kibatnya bukan tak mungkin anak akan menderita kebutaan. Oleh karena
itu, kita perlu mengetahui tentang katarak kongenital sehingga kemungkinan untuk
terjadinya penanganan yang tidak tepat dan bisa berakibat 0atal dapat dihindari
1
'. T,-,an
2ujuan dilakukan pembuatan telaah ilmiah ini adalah untuk mengetahui etiologi,
cara diagnosis dan terapi katarak kongenital, sehingga diharapkan dapat meurunkan
angka kebutaan.
2
'A' II
TIN.A%AN P%STAKA
A. Anat/mi len"a
Lensa adalah suatu struktur
bikon+eks, a+askular, tak ber3arna dan
hampir transparan sempurna. 2ebalnya
sekitar / mm dengan diameter - mm. di
belakang iris, lensa digantungoleh 4onula,
yang menghubungkannya dengan korpus
siliare. 5i sebelah anterior lensa terdapat
humor a6uaeus7 di sebelah posteriornya
+itreus. Kapsul lensa adalah suatu membrane yang semipermeabel 8sudikit lebih
permeable daripada dinding kapiler9 yang akan memperbolehkan air dan elektrolit
masuk.
:
5i sebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. ;ukleus lensa lebih keras
daripada korteksnya. *esuai dengan bertambahnya usia, serat%serat lamelar subepitel
terus diproduksi, sehingga lensa lama%kelamaan menjadi lebih besar dan kurang elastik.
;ukleus dan korteks terbentuk dari lamellae konsentris yang panjang. <aris%garis
persambungan yang terbentuk dengan persambungan lamellae ini ujung%ke%ujung
berbentuk =Y> bila dilihat dengan slitlamp. Bentuk =Y> ini tegak di anterior dan
terbalik di posterior.
:
"asing%masing serat lamelar mengandung sebuah inti gepeng. Pada
pemeriksaan mikroskop, inti ini jelas di bagian peri0er lensa di dekat ekuator dan
bersambung dengan lapisan epitel subkapsul.
:
Lensa ditahan di tempatnya oleh ligamentum yang dikenal sebagai 4onula
84onula ?innii9, yang tersusun dari banyak 0ibril dari permukaan korpus siliare dan
menyisip ke dalam ekuator lensa. 2idak ada serat nyeri, pembuluh darah, atau sara0 di
lensa.
:
3
'. Em)ri/l/+i len"a
"ata berasal dari tonjolan otak 8optic +esicle9. Lensanya berasal dari ektoderm
permukaan pada tempat lensplate, yang kemudian mengalami in+aginasi dan
melepaskan diri dari ektoderm permukaan membentuk +esikel lensa dan bebas terletak
di dalam batas%batas dari optic cup. *egera setelah +esikel lensa terlepas dari ektoderm
permukaan, maka sel%sel bagian posterior memanjang dan menutupi bagian yang
kososng. Pada stadium ini, kapsul hialin dikeluarkan oleh sel%sel lensa. *erat%serat
sekunder memanjangkan diri, dari daerah ekuator dan tumbuh ke depan di ba3ah epitel
subkapsuler, yang hanya selapis dan ke belakang di ba3ah kapsula lentis. *erat%serat ini
saling bertemu dan membentuk sutura lentis, yang berbentuk huru0 Y yang tegak di
anterior dan Y yang terbalik di posterior.
@
Pembentukan lensa selesai pada usia @ bulan penghidupan 0etal. Inilah yang
membentuk substansi lensa, yang terdiri dari korteks dan nukleus. Pertumbuhan dan
proli0erasi dari serat%serat sekunder berlangsung terus selama hidup tetapi lebih lambat,
karenanya lensa menjadi bertambah besar lambat%lambat. Kemudian terjadi kompresi
dari serat%serat tersebut dengan disusul oleh proses sklerosis.
@
0. &,n+"i len"a
Aungsi utama lensa adalah mem0okuskan berkas cahaya ke retina. *upaya hal ini
dapat dicapai, maka daya re0raksinya harus diubah%ubah sesuai dengan sinar yang
datang sejajar atau di+ergen. Perubahan daya re0raksi lensa disebut akomodasi. $al ini
dapat dicapai dengan mengubah lengkungnya lensa terutama kur+atura anterior. Pada
jarak 0okus pendek kontrak otot silia, serat 4onule melonggarkan, dan lensa menebal,
sehingga menghasilkan bentuk bulat dan daya bias demikian tinggi. "engubah 0okus ke
obyek pada jarak yang lebih besar memerlukan relaksasi otot silia, yang pada gilirannya
akan meningkatkan ketegangan di 4onules, mendatarkan lensa dan dengan demikian
meningkatkan jarak 0okus.
:
Brystallins adalah air%larut protein yang membentuk lebih dari -)' dari protein
di dalam lensa. Ketiga jenis utama crystallins yang ditemukan di mata adalah C%, D%dan
E%crystallins. Brystallins cenderung membentuk larut, tinggi agregat berat molekul yang
pak erat di serat lensa, sehingga meningkatkan indeks bias lensa dengan tetap menjaga
transparansi.:
4
D. Katara* K/n+enital
1. De1ini"i
Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera
setelah lahir dan bayi berusia kurang dari tahun. Katarak kongenital merupakan
penyebab kebutaan pada bayi yang cukup berarti terutama akibat penanganannya yang
kurang tepat.

(. E$idemi/l/+i
Katarak kongenital terjadi kira%kira &:).))) dari kelahiran hidup dan
!
F
&
kasusnya adalah katarak bilateral. $ampir ()' dari katarak kongenital adalah sporadik
dan tidak diketahui penyebabnya. *ering ditemukan pada bayi prematur dan gangguan
system sara0 seperti retardasi mental.
,.
2. Eti/l/+i
Penyebab katarak kongenital bisa bermacam%macam. *ebagian katarak bersi0at
idiopatik atau herediter. 5alam hal ini bisa dikaitkan dengan kelainan kromosom,
misalnya sindrom do3n, sindrom lo3e 8sindroma okuloserebrorenal9, dan sindrom
mar0an, persisten hyperplastic primary +itreous 8P$PG9 unilateral juga dikatakan
sebagai etiologinya. Penyebab lainnya adalah in0eksi pada kehamilan, misalnya in0eksi
toHoplasma dan rubella, kelainan metabolik seperti diabetes mellitus, galaktosemia,
hipoglikemia. *elain itu, kondisi anoreksia dan pemakaian obat%obatan saat kehamilan
juga dapat menimbulkan katarak. 1da pula yang menyertai kelainan pada mata sendiri
yang juga merupakan kelainan ba3aan seperti mikro0talmus, aniridia, koloboma,
keratokonus, ektopia lentis, megalikornea, heterokromia iris.
,-,)
4. Pat/1i"i/l/+i
Lensa terbentuk pada minggu kelima sampai kedelapan. Karena masa ini belum
terbentuk kapsul pelindung, maka +irus bisa langsung masuk ke dalam jaringan lensa.
Lensa terbentuk saat in+aginasi permukaan ektoderm mata. ;ukleus embrionik
berkembang pada bulan ke enam kehamilan. *ekitar nukleus embrionik terdapat
nukleus 0etus. *aat kelahiran, nukleus 0etal dan nukleus embrionik membentuk hampir
sebagian lensa. *etelah kelahiran, serat kortikal lensa terletak pada peralihan epithelium
lensa anterior dengan serat kortikal lensa. *utura Y merupakan tanda penting karena
dapat mengidenti0ikasi besarnya nukleus 0etus. Bagian lensa mulai dari peri0er ke sutura
5
Y merupakan korteks lensa, dimana bahan lensa yang ada di sutura Y adalah nuklear.
Pada pemeriksaan dengan slit lamp, posisi sutura Y anterior tegak, sedangkan sutura Y
posterior terbalik. Beberapa kelainan seperti in0eksi, trauma, kelainan metabolik pada
serat nuklear ataupun serat lentikular dapat menyebabkan kekeruhan media lentikular
yang a3alnya jernih. Lokasi dan pola kekeruhan dapat digunakan untuk menentukan
3aktu terjadinya kelainan serta etiologi.
),
Pada katarak kongenital, kelainan utama terjadi di nukleus lensa I nukleus 0etal
atau nukleus embrional, tergantung pada 3aktu stimulus karaktogenik I atau di kutub
anterior atau posterior lensa apabila kelainannya terletak di kapsul lensa.
:
Pada katarak de+elopmental, kekeruhan pada lensa timbul pada saat lensa
dibentuk. Jadi lensa belum pernah mencapai keadaan normal. $al ini merupakan
kelainan kongenital. Kekeruhan lensa, sudah terdapat pada 3aktu bayi lahir. Kekeruhan
pada katarak kongenital jarang sekali mengakibatkan keruhnya seluruh lensa. Letak
kekeruhannya, tergantung saat terjadinya gangguan pada kehidupan janin, sesuai
dengan perkembangan embriologik lensa. Bentuk katarak kongenital memberikan kesan
tentang perkembangan embriologik lensa, juga saat terjadinya gangguan pada
perkembangan tersebut.
@
Pada in0eksi, seperti pada in0eksi toksoplasma dan rubella, +irus dapat
menembus kapsul lensa pada usia : minggu kehamilan. 2erdapat opasitas saat lahir tapi
berkembang setelah beberapa minggu sampai beberapa bulan kehamilan. *eluruh lensa
bisa menjadi opa6. Girus bisa tetap ada dalam lensa hingga usia & tahun.
-
. Ge-ala
<ejala yang paling sering dan mudah dikenali adalah leukokoria 8bagian tengah
mata ber3arna putih9. <ejala ini kadang%kadang tidak terlihat jelas pada bayi yang baru
lahir karena pupilnya miosis 8mengecil9. <ejala ini juga bisa terdapat pada penyakit
mata lain misalnya pada retinoblastoma 8tumor retina yang sering terdapat pada anak%
anak di ba3ah ( tahun9. Bila katarak terjadi pada kedua mata 8binokular9, penglihatan
kedua mata buruk. Orang tua biasanya memba3a anak dengan keluhan anak kurang
melihat, tidak 0okus atau kurang bereaksi terhadap sekitar. <ejala lain yang dapat
dijumpai antara lain 0oto0obia 8sangat peka terhadap cahaya9, strabismus 8mata juling9,
dan nistagmus 8gerakan mata yang cepat9.
!
6
6. Kla"i1i*a"i
Katarak anak%anak dibagi menjadi dua kelompok yaitu katarak kongenital
8in0antilis9, yang terdapat sejak lahir atau segera sesudahnya dan katarak didapat, yang
timbul belakangan dan biasanya berkaitan dengan sebab%sebab spesi0ik. Kedua tipe
katarak ini dapat bersi0at unilateral atau bilateral dan parsial atau total. Banyak katarak
kongenital tidak diketahui penyebabnya 3alaupun mungkin terdapat 0aktor genetic yang
lain disebabkan oleh penyakit in0eksi atau metabolik atau berkaitan dengan bermacam%
macam sindrom. 5apat dilakukan penelitian untuk mencari penyebab, tetapi pada
sebagian besar kasus tidak ditemukan penyebabnya.

Katarak Polaris 1nterior.


Katarak Polaris anterior pada umumnya muncul seperti bintik putih kecil di
pusat kapsul lensa anterior. 2ipe ini berdiameter mm tetapi dapat lebih kecil, atau
jarang membesar. Ini bisa terjadi karena sisa dari persistent tunica +asculosa lentis atau
ketidak sempurnaannya pelepasan kornea terhadap lensa. Kekeruhan ini biasanya tidak
terlihat secara signi0ikan dan tidak menjadi besar atau progresi0 sehingga jarang
memerlukan tindakan operasi. Katarak ini termasuk congenital dan biasanya sporadic,
bisa terjadi unilateral atau bilateral. Keluhan terutama mengenai penglihatan yang kabur
3aktu terkena sinar karena pada 3aktu ini pupil mengecil, sehingga apabila pupilnya
midriasis maka +isus akan lebih baik.
@,&
Katarak nuklearis
Katarak nuklearis adalah kekeruhan pada pusat atau nucleus dari lensa. Kekeruhan
biasanya berdiameter & mm, tetapi irregularasi pada serat lensa dapat jauh ke peri0er.
5ensitasnya ber+ariasi. Kekeruhan ini bisa tetap tetapi densitasnya bisa juga progresi0
menjadi sedikit membesar. Katarak ini bisa unilateral atau bilateral, dan pada umumnya
+isus buruk. Bisa diturunkan secara autosomal atau resesi0 atau mungkin terangkai
gonosom. Penyebabnya diduga 0aktor herediter, dengan si0at pe3arisan autosomal
dominan. ;amun mungkin juga terkait dengan in0eksi rubella, hipoglikemia,
hipokalsemia, dan arena paparan radiasi. Katarak ini ini merupakan congenital tetapi
densitasnya tidak terlihat saat lahir.
@,&
Katarak nuklearis pada mata yang parah biasanya memiliki beberapa tingkat
mikrokornea 8 diameter kornea kurang daripada usia normal9. Paling banyak pada kasus
unilateral. Pada mata ini meningkatkan risiko untuk perkembangan glaucoma a0akia
7
setelah operasi katarak dan anak membutuhkan penga3asan yang hati%hati untuk
kehidupannya yang lebih maju.
@,&
Katarak lamellar
Katarak lamellar dapat diidenti0ikasikan melalui proses pemisahan, bentuk
lentikular, satu atau lebih KcincinL pada perkembangan korteks lensa. 5iameter
kekeruhan lebih besar dibandingkan dengan katarak nuklearis, kira%kira ( mm atau
lebih. Biasanya bilateral tetapi dapat kepadatannya dapat menjadi asimetris7 selain itu,
bisa terjadi ambliopia. Katarak lamellar biasanya kelainan didapat atau diturunkan. Pada
mata ini ukuran dan diameter kornea normal.
&
*etelah onset biasanya setelah re0leH 0iksasi anak dapat ditegakkan, prognosis
+isus mungkin bagus disertai dengan operasi.
&
3. Dia+n/"i"
5iagnosis katarak kongenital dapat ditegakkan dari anamnesis mengenai
keluhan utama, ri3ayat keluarga dan ri3ayat kelahiran yang berkaitan dengan
prematuritas, in0eksi maternal dan pemakaian obat%obatan selama kehamilan.
Lensa yang keruh dapat terlihat tanpa bantuan alat khusus dan tampak sebagai
3arna keputihan pada pupil yang seharusnya ber3arna hitam. Bayi gagal menunjukkan
kesadaran +isual terhadap lingkungan di sekitarnya dan kadang terdapat nistagmus
8gerakan mata yang cepat dan tidak biasa9. Mntuk menegakkan diagnosis, dilakukan
pemeriksaan mata lengkap. Pemeriksaan lensa dilakukan dengan pemeriksaan dengan
lampu biasa, penyinaran 0okal, slitlamp, o0talmoskop pada pupil yang dilebarkan
dahulu. Mntuk mencari kemungkinan penyebabnya, perlu dilakukan pemeriksan darah
dan rontgen.
/
Prosedur untuk penilaian objekti0 katarak congenital
. N+aluasi langsung kejernihan lensa dengan menggunakan o0talmoskop dengan
pengaturan kekuatan lensa plus tinggi. "aterial lensa biasanya kelihatan putih
atau terang, sehingga kon0igurasi kataraknya dapat dilihat. Penilaian ini hanya
memberikan in0ormasi tidak langsung mengenai seberapa baik pasien dapat
melihat.
!. ,etinoskop dapat digunakan untuk retroiluminasi. 5engan cahaya retinoskop
di0okuskan di retina, katarak akan kelihatan seperti bayangan hitam yang
8
dikelilingi re0leH retina. Penilaian ini memberikan perkiraan yang baik mengenai
seberapa besar halangan yang dihasilkan oleh katarak.
&. Penilaian retina dengan o0talmoskop langsung dan tidak langsung juga
memberikan in0ormasi tentang seberapa e0ekti0 cahaya dapat melalui media
sampai retina
/. Pasien sebaiknya diperiksa dengan slit lamp. Pada kasus dimana retina tidak bisa
dilihat, M*< dengan scan 1 dan B atau keduanya seharusnya bisa dilakukan
untuk mendapatkan in0ormasi mengenai integritas retina dan ruang +itreus.
Pemeriksaan laboratorium pada katarak kongenital bilateral sangat diperlukan
untuk menegakkan etiologinya. Pemerikasaan laboratorium yang diperlukan:
. Laboratorium rutin
!. 2O,B$ titer
&. Mrine ,eduksi
/. ,ed cell galactokinase
Pemeriksaan darah pada katarak kongenital perlu dilakukan karena ada
hubungan katarak kongenital dengan diabetes melitus, kalsium dan 0os0or.
4. Dia+n/"i" )andin+
5iagnosis banding pada katarak congenital dilihat dari adanya leukokoria atau
pupil yang terlihat ber3arna putih.
a.
,etinoblastoma
,etinoblastoma adalah kanker pada retina 8daerah di belakang mata yang peka
terhadap cahaya9 yang menyerang anak berumur kurang dari ( tahun, !' dari kanker
pada masa kanak%kanak adalah retinoblastoma. <ejalanya berupa pupil ber3arna putih,
mata juling 8strabismus9. "ata merah dan nyeri gangguan penglihatan iris pada kedua
mata memiliki 3arna yang berlainan, dapat terjadi kebutaan. Pemeriksaan mata dalam
keadaan pupil melebar. 5apat di diagnosis dengan B2 scan kepala, M*< mata,
pemeriksaan cairan serebrospinal, pemeriksaan sumsum tulang.
(
9
b.
Persistent $yperplastic Primary Gitreous 8P$PG9
P$PG biasanya congenital, bukan herediter. 5isebabkan oleh kegagalan regresi
dari 0etal hyaloid +ascular kompleks. 1da sebuah membrane retrolental dari berbagai
ukuran dan melekat pada lensa posterior. $al ini menyebabkan penglihatan kabur dan
kondisi mata lainnya kadang%kadang kurang berkembang. P$PG ditandai dengan
adanya leukokoria, mata merah, nyeri, penglihatan kabur, dan nistagmus.
),&
2idak ada bukti mengapa +itrous kadang%kadang tidak berkembang dengan
benar. Biasanya kondisi ini hanya mempengaruhi satu mata.
)
c.
,etinopathy o0 prematurity
Kelahiran yang premature dapat menyebabkan retinopathy o0 prematurity 8,OP9
dimana perkembangan +ascular retina meningkat dan menimbulkan neo+askular yang
abnormal.
&
d.
Bhorioretinal colobomas
Lesi kongenital, ditandai dengan tidak adanya retina normal, ,PN dan choroid.
<ejala tergantung pada lokasi dan struktur okular Koloboma terlibat. Biasanya terletak
di daerah in0erotemporal dan dapat unilateral atau bilateral.
)
e.
M+eitis
M+eitis adalah peradangan pada u+ea. M+ea adalah bagian mata yang terdiri dari
Iris,choroids dan corpus siliaris. Klasi0ikasi tergantung bagian u+ea yang terkena yaitu :
M+eitis 1nterior,u+eitis intermediate, u+eitis posterior dan pan u+eitis.
)
0.
Boats disease
Juga dikenal sebagai retinitis eHudati+e atau telangiectasis retina, kadang%kadang
diejaO penyakit Boates. Penyakit ini ditandai oleh perkembangan abnormal dari
pembuluh darah di belakang retina. OPenyakit Boats diduga akibat dari kerusakan pada
sa3ar darah%retina pada sel endotel, sehingga kebocoran produk darah yang
mengandung kolesterol dan lemak%kristal sarat makro0ag ke dalam retina dan ruang
10
subretinal. *eiring 3aktu, akumulasi eksudat protein ini mengental retina, menyebabkan
besar, ablasi retina eHudati+e.
&

g.
2oHocariasis
"igrans lar+a pada mata, yang disebabkan oleh migrasi lar+a ke dalam segmen
posterior mata, cenderung terjadi pada anak%anak yang lebih tua dan orang de3asa
muda. Pasien dapat hadir dengan +isi menurun, mata merah, atau leukokoria 8tampilan
putih murid9. <ranuloma dan chorioretinitis dapat diamati di retina, terutama di
makula.
)
h.
5an penyakit lain seperti, Bongenital retinal 0olds, Gitreous hemorrhage, ,etinal
dysplasia, Other tumors 8hemartomas, chorodial hemangiomas, diktyomas9.
&
5. Penatala*"anaaan
"anajemen katarak kongenital sangat berbeda. Pada orang de3asa, pembedahan
yang tertunda selama bertahun%tahun tidak mempengaruhi hasil +isus. Pada bayi, jika
katarak tidak dihilangkan selama tahun pertama kehidupan, +isus tidak akan pernah
sepenuhnya kembali setelah operasi. Pada orang de3asa, jika aphakia tidak segera
diperbaiki, dapat dikoreksi kemudian hari. Pada anak%anak, jika aphakia tidak dikoreksi,
+isus tidak akan pernah berkembang normal.
(
Korteks dan nukleus lensa mata bayi mempunyai konsistensi yang cair, bila
kekeruhan lensa sudah demikian berat sehingga 0undus bayi sudah tidak dapat dilihat
pada 0unduskopi maka untuk mencegah ambliopia dilakukan pembedahan secepatnya.
Katarak kongenital sudah dapat dilakukan pembedahan pada usia ! bulan pada satu
mata. Paling lambat mata yang lainnya sudah dilakukan pembedahan bila bayi berusia !
tahun.
:
Pengobatan katarak kongenital bergantung pada

:
. Katarak total bilateral, dimana sebaiknya dilakukan pembedahan secepatnya, segera
setelah terlihat.
!. Katarak total unilateral, dilakukan pembedahan ! bulan sesudah terlihat atau segera
sebelum terjadi juling, bila terlalu muda akan memudahkan terjadi amblioplia bila
11
tidak dilakukan tindakan segera, pera3atan untuk ambliopia sebaiknya dilakukan
sebaik%baiknya.
&. Katarak bilateral partial, biasanya pengobatan lebih konser+ati0 sehingga sementara
dapat dicoba dengan kaca mata atau midriatika. bila terjadi kekeruhan yang
progresi0 disertai dengan mulainya tanda%tanda juling dan ambliopia maka
dilakukan pembedahan, biasanya mempunyai prognosis yang lebih baik.
2indakan operasi yang sering digunakan pada katarak congenital:
Lensectomy
Lensectomy adalah prosedur bedah yang umum digunakan untuk
mengobati pasien dengan katarak. Lensectomy adalah prosedur
bedah mikro di mana instrumen dan teknik khusus digunakan
untuk menghapus baik sebagian atau seluruh lensa kristal dari
mata. Langkah a3al dalam prosedur ini biasanya penghapusan
lensa atau lensa 0ragmen melalui sayatan Psangat kecil mikroP di
dinding mata. "emberikan tepi kapsul utuh memungkinkan untuk memasukkan IOL
pada saat operasi atau sebagai prosedur sekunder.
@
Lensectomy dibagi menjadi !, yaitu:
.
Lensectomy 3ithout intraocular lens
!.
Lensectomy 3ith intraocular lens. 1da beberapa teknik:
&
a. 2eknik kapsul posterior intak 8anak lebih tua9
b. 2eknik untuk IOL dan kapsulektomi posterior primer 8anak lebih muda9
c. KapsulektomiF +itrektomy posterior sebelum pemasangan IOL
d. KapsulektomyF +itrektomy setelah pemasangan IOL
&.
Implant lensa intraocular
Pada bayi sangat penting untuk mengoreksi aphakia sesegera mungkin setelah
operasi. *alah satu pilihan adalah untuk menanamkan sebuah IOL ketika katarak akan
12
dihapus. *aat kelahiran lensa bayi lebih cembung dari pada orang de3asa. Ini memiliki
daya sekitar &)5, yang mengkompensasi panjang aksial mata bayi. Ini menurun
menjadi sekitar !)%!!5 pada usia lima tahun. Ini berarti bah3a IOL yang memberikan
+isus normal untuk bayi akan menyebabkan miopia signi0ikan jika ia lebih tua. $al ini
lebih rumit oleh perubahan kekuatan kornea dan perpanjangan aksial. Perubahan ini
paling cepat selama beberapa tahun pertama kehidupan dan ini membuat hampir
mustahil untuk memprediksi kekuatan lensa yang tepat untuk setiap bayi. Implantasi
IOL telah menjadi cukup rutin untuk anak%anak yang lebih tua, tetapi masih sangat
kontro+ersial pada anak%anak muda, terutama mereka yang di ba3ah dua tahun.
(
Komplikasi pembedahan katarak
!
. $ilangnya +itreous. Jika kapsul posterior mengalami kerusakan selama operasi
maka gel +itreous dapat masuk ke dalam bilik mata depan yang merupakan risiko
terjadinya glaukoma atau traksi pada retina
!. Prolaps iris. Iris dapat mengalami protrus melalui insisi bedah pada periode paska
operasi dini. Pupil mengalami distorsi.
&. Nndo0talmitis. Komplikasi in0ekti0 ekstraksi katarak yang serius namun jarang
terjadi 8Q ),&'9, pasien datang dengan mata merah yang terasa nyeri, penurunan
tajam penglihatan, pengumpulan sel darah putih di bilik mata depan 8hipopion9.
/. Ndema makular sistoid. "akula menjadi edema setelah pembedahan. terutama bila
disertai dengan hilangnya +itreous. 5apat sembuh seiring 3aktu namun dapat
menyebabkan penurunan tajam penglihatan yang berat.
Gisus pada sebagian besar anak%anak, dapat lebih ditingkatkan dengan
penggunaan lensa kontak atau kacamata. Ini akan dipasang dalam 3aktu seminggu atau
dua minggu operasi. "emasukkan lensa kontak ke anak mungkin tampak menakutkan,
tapi orang tua harus diajarkan semua tentang pera3atan dan pemakaian lensa kontak
pada anak.
(
Jika anak menderita ambliopia, maka melatih mata yang lemah dengan cara
menutup mata yang normal dengan plester mata khusus 8eye patch9. Penggunaan plester
mata harus dilakukan sedini mungkin. Baranya mata yg bagus ditutup, jd mata yg jelek
dipaksa bekerja, supaya otak mengPanggapP mata itu berP0ungsiP
(
13
10. Pr/+n/"i"
Prognosis penglihatan untuk pasien katarak anak%anak yang memerlukan
pembedahan tidak sebaik prognosis untuk pasien katarak senilis. 1danya ambliopia dan
kadang%kadang anomali sara0 optikus atau retina membatasi tingkat pencapaian
penglihatan pada kelompok pasien ini. Prognosis untuk perbaikan ketajaman
penglihatan setelah operasi paling buruk pada katarak kongenital unilateral dan paling
baik pada katarak kongenital bilateral inkomplit yang progresi0 lambat.
:
14
'A' III
PEN%T%P
A. Ke"im$,lan
Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera
setelah lahir dan bayi berusia kurang dari satu tahun. Katarak kerap disebut%sebut
sebagai penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Bahkan, mengacu pada data #orld
$ealth Organi4ation 8#$O9, sebagaimana dipublikasikan melalui situs 333.3ho.int,
katarak menyumbang sekitar /.' kasus kebutaan di dunia, Katarak kongenital terjadi
kira%kira &:).))) dari kelahiran hidup, dan !F& kasusnya adalah katarak bilateral.
Penyebab katarak kongenital bisa bermacam%macam. *ebagian katarak bersi0at
idiopatik atau herediter. 5alam hal ini bisa dikaitkan dengan kelainan kromosom,
misalnya sindrom do3n, sindrom lo3e, dan sindrom mar0an, persisten hyperplastic
primary +itreous 8P$PG9 unilateral juga dikatakan sebagai etiologinya. Penyebab
lainnya adalah in0eksi, misalnya in0eksi toHoplasma dan rubella kelainan metabolik
seperti galaktosemia, hipoglikemia, dan kondisi anoreksia juga dapat menimbulkan
katarak.
Katarak kongenital terdiri dari beberapa jenis yaitu katarak polaris anterior, katarak
4onularis atau nuklearis, persistent 0etal +asculature 8PAG9, dan katarak membranasea.
$ilangnya pengelihatan tanpa rasa nyeri, rasa silau, kelainan re0raksi, merupakan
gejala%gejala katarak yang sering kali timbul. 5iagnosis banding dari katarak kongenital
adalah Persistent $yperplastic Primary Gitreous 8P$PG9, ,etinoblastoma, dll. 5apat
didiagnosis dengan B2 scan kepala, M*< mata, pemeriksaan cairan serebrospinal,
pemeriksaan sumsum tulang.
2erapi pada katarak kongenital sudah dapat dilakukan pembedahan pada usia !
bulan pada satu mata. Paling lambat mata yang lainnya sudah dilakukan pembedahan
bila bayi berusia ! tahun, pada katarak total sebaiknya operasi dilakukan pada 3aktu
15
bayi berusia @ bulan sebab operasi pada usia yang lebih tua akan menyebabkan
penurunan kemampuan penglihatan atau ambliopia.
Prognosis penglihatan untuk pasien katarak anak%anak yang memerlukan
pembedahan tidak sebaik prognosis untuk pasien katarak senilis. 1danya ambliopla dan
kadang%kadang anomali sara0 optlkus atau retina membatasi tingkat pencapaian
penglihatan pada kelompok pasien ini. Prognosis untuk perbaikan ketajaman
penglihatan setelah operasi paling buruk pada katarak kongenital unilateral dan paling
baik pada katarak kongenital bilateral inkomplit yang progresi0 lambat.
'. Saran
. Mntuk mencegah komplikasi sebaiknya dilakukan pembedahan secepatnya jika
sudah memenuhi syarat.
!. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk teknik%teknik operasi katarak
kongenital yang baru guna meminimalisir angka kompllkasi post operasi.
16
DA&TAR P%STAKA
. Ilyas. *. ilmu Penyakit "ata. !))&, Jakarta7 Balai penerbit AKMI:!)%!)&.
!. Katarak. Jakarta Nye Benter, 2hursday, ( June !))/. 333.in0omedika.com diakses
tanggal ! mei !)).
&. Operasi Katarak 2ak Lagi "enakutkan. *olo Pos edisi )@ ;o+ember !))-.
http:FF333.solopos.comF!))-Fli0estyleFkesehatanFoperasi%katarak%tak%lagi%
menakutkan%..@. 5iakses tanggal ! mei !))
/. Ilham. !))-. Npidemiologi Katarak
http:FF333.scribd.comFdocF!)!.&//FNPI5N"IOLO<I%K121,1K. diakses
tanggal ! mei !))
(. Kanker mata anak :,etinoblastoma.
http:FFmedicastore.comFpenyakitF)(!F,etinoblastoma.html !))-. diakses tangggal
& mei !)).
:. Gaughan 5<, 1sbury 2. Lensa. O0talmologi Mmum, Ndisi /, 1lih Bahasa
2ambajong J, Pendit MB. #idya "edika. Jakarta, !))) : -,), @(,@.,@-, .&%/.
@. #ijana, ;ana *.5, Ilmu Penyakit "ata, Betakan ke%:, Penerbit 1badi 2egal,
Jakarta, --& : -)%-:.
.. Kanski. JJ, Blinicak ophtalmologi ed. (
th
. !))&, china: butter 3orth heinmann: .&.
-. <una3an. #. O0talmologi Pediatri dalam ilmu kesehatan mata cd: *uharjo. *M,
$artono, !))@7 Yogyakarta. Bagian ilmu penyakit mata 0akultas kedokteran
uni+ersitas gajah mada7 !@&%!@:
). $all3ich. A, O0talmologi. --&, Jakarta7 Binarupa 1ksara: //%/(
. Bashour. ", Bataract Bongenital. Nmedicine 8+ersi digital9. !))-. Ruebec Bity
!. James. B. Bhe3. B, Bron. 1, Lecture ;otes Ophtalmologi.8terjemah: ,ahma3ati
5.197 !)):, Jakarta. Nrlangga:@-%.!.1l <ho4ie, "uStasimbillah, dr., *p".,
$andbook o0 Ophtalmology I 1 <uide to "edical NHamination, !))! : !/%!(.
&. 1merican 1cademy o0 Opthalmology . Pediatric Ophthalmology and *trabismus
.Basic and Blinical *cience Bourse, *ection :. 2he Aoundation o0 11O. *an
Arancisco. !))-.!.. I !-!
/. *antoso. J. Opthalmology Paper 8+ersi digital9. !))(. Yogyakarta
(. Yorston 5, #ood ", Aoster 1. ,esults o0 cataract surgery in young children in Nast
10rica. Br J Ophthalmol. !))7 .( 8&9:!:@%!@.
17
:. Ilyas. *. "alingkay. I%I, 2aim. $. dkk. Ilmu Penyakit "ata untuk dokter umum dan
mahasis3a kedokteran, ed. !. !))!. Jakarta. BG. *agung *eto:/:%/@
@. Lensectomy. http:FF333.longislandretina.comFlensectomy.html. diakses tanggal .
mei !)).
18