Anda di halaman 1dari 9

Nama: Cici Pravitasari H

NIM : 04610221
PEMILIHAN LOKASI
PENENTUAN LOKASI PABRIK
Penentuan lokasi yang tepat akan meminimumkan beban biaya, baik biaya
investasi maupun biaya eksploitasi. Pada sektor bisnis jasa, perbankan pusat-pusat
pelayanan masyarakat, lokasi pabrik merupakan persoalan yang lebih kompleks.
Secara sepintas untuk mengulangi, beberapa variabel utama yang perlu
mendapat perhatian dalam penentuan lokasi pabrik adalah:
Ketersediaan bahan mentah;
Letak pasar yang dituju;
enaga listrik dan air;
Supply tenaga kerja; dan
!asilitas transportasi.
"da beberapa variabel utama tersebut terdapat juga variabel sekunder
yang perlu diperhatikan.
Setelah dapat diketahui lokasi pabrik, langkah berikutnya adalah
penentuan lahan #site$ dari lokasi tersebut. %eberapa variabel yang perlu
diperhatikan adalah:
&erajat keringnya tanah dan kemampuan tanah menyangga
bangunan;
'empunyai keamanan dan perlindungan kebakaran yang baik;
(ukup tersedia angin untuk mengeluarkan asap pabrik #jika ada$
dari daerah pemukiman;
%iaya grading, )ondasi; dan
(ukup dekat dengan sistem transportasi masyarakat.
Setelah diketahui )aktor-)aktor yang perlu dipertimbangkan dalam
pemilihan lokasi, maka diperlukan alat analisis pembantu untuk pengambilan
keputusan.
%eberapa alat analisis ini antara lain:
a M!t"#! K$a%itati& P!'i%aia' A%t!r'ati& L"(asi
'etode ini mendasarkan diri pada penilaian oleh tim yang dibentuk
khusus untuk keperluan ini, terhadap )aktor-)aktor yang dipertimbangkan dari
berbagai alternati) lokasi yang tersedia. entu saja penilaian terhadap )aktor
yang berpengaruh bersi)at subjekti), tetapi karena sudah dilakukan oleh tim
yang terdiri dari beberapa orang akan dapat mengurangi si)at subjekti)
tersebut.
'isalnya tersedia * alternati) lokasi yakni 'alang dan Surabaya.
!aktor-)aktor yang mendapat pertimbangan adalah ketersediaan bahan
mentah, suplai tenaga kerja, dan )asilitas transportasi.
Penilaian dari berbagai alternati) akan disajikan dalam bentuk tabel di
ba+ah ini.
)a(t"r*&a(t"r +a', #i-!r.ati(a'
"lternati) Lokasi #,$ #*$ #-$ .umlah
'alang / 0 1 ,2
Surabaya 0 1 3 *4
Keterangan : #,$ Ketersediaan bahan mentah
#*$ ersedianya tenaga kerja
#-$ !asilitas transportasi
Score nilai antara ,-,4
&ari perhitungan penilaian tersebut, terlihat bah+a alternative lokasi
yang terpilih adalah kota Surabaya karena memiliki jumlah nilai yang tertinggi
jika dibandingkan dengan kota yang lainnya, yaitu 'alang.
Pada penilaian ini yang didasarkan ketiga )aktor yang diperhatikan
dianggap memiliki nilai penting yang sama #bobot yang sama$. &alam
kenyataannya sering terjadi bah+a bobot ketiga )aktor tersebut tidak sama.
.ika ketiga )aktor tersebut memiliki bobot yang tidak sama, misalnya )aktor
ketersediaan bahan mentah berbobot /15, suplai tenaga kerja -15, dan
)asilitas transportasi 145, maka perhitungan penilaiannya dapat dilihat pada
tabel berikut ini:
)a(t"r*&a(t"r +a', #i-!r.ati(a'
"lternati) Lokasi #,$ #*$ #-$ .umlah
'alang / 6 /1 7 ,34 0 6 -1 7 */1 1 6 14 7 *14 201
Surabaya 0 6 /1 7 -,1 1 6 -1 7 ,01 3 6 14 7 /44 384
&ari perhitungan penilaian dengan menggunakan bobot yang berbeda
untuk masing-masing )aktor, lokasi Surabaya tetap merupakan lokasi terpilih.
9amun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi perbedaan antara
perhitungan pertama dan perhitungan ini.
/ M!t"#! Tra's-"rtasi
'etode ini dasarnya merupakan teknik operation research, dan lebih
khusus merupakan persoalan linier programming. Prinsip trial and error
dengan menggunakan aturan tertentu akan dapat mengetahui pada lokasi mana
tercapai minimisasi biaya.
&i antara jenis metode ini adalah metode sudut kiri atas #north west
corner atau stepping stone method$, ':&; #Modified Distribution Method$,
dan <"' #Vogels Approximation Method$.
'etode ini terutama digunakan bila perusahaan telah memiliki
beberapa pabrik atau beberapa gudang bernmaksud menambah kapasitas satu
pabriknya, atau relokasi pelayanan dari stiap pabrik atau penambahan pabrik
atau penambahan pabrik atau gudang baru.
c M!t"#! A'a%isis Bia+a
Konsep perbedaan biaya dalam biaya tetap dan biaya variable dapat
digunakan untuk membantu pemilihan alternative lokasi. &engan konsep ini
akan dapat disusun hubungan persamaan untuk masing-masinh alternative
lokasi antara biaya yang sitanggung oleh masing-masing lokasi tersebut
dengan volume produki yang diinginkan.
.ika digambarkan dalam bentuk gra)ik akan terlaihat seperti gambar di
ba+ah ini.
%iaya
otal biaya lokasi (
otal biaya lokasi %
otal biaya lokasi "
=, =* <olume Produksi
.ika proyek yang direncanakan berproduksi antara 4 dan =,, maka
lokasi yang terpilih adalah lokasi (. jika volume produksi antara =, > =*,
maka lokasi % yang terpilih. .ika volume produksi lebih besar dari =*, maka
lokasi " yang memiliki biaya terendah.
MO0EL LINIER E)EK MARKETING MIX
'odel ini mencoba menguraikan pengaruh dari kombinasi marketing mix
yang dijalankan oleh perusahaan terhadap penjualan yang diakibatkan olehnya
dan pengaruh yang terjadi diasumsikan menunjuk pada hubungan linier.
"sumsi-asumsi lain yang digunakan dalam metode ini adalah:
a. 'arketing mi6 mempunyai konstanta pengaruh terhadap penjualan,
artinya tanpa ada usaha apapun akan tetap terjadi penjualan.
b. 'asing-masing marketing mi6 tersebut berpengaruh secara independent,
dengan tidak diperhitungkan adanya multikiloniarias dan atokorelasi.
c. %iaya per unit untuk masing-masing marketing mi6 adalah tetap.
&engan mendasarkan diri pada asumsi-asumsi tersebut di atas model yang
umum persamaannya adalah:
= 7 k - pP ? a" ? d& ? r@
&imana:
= 7 Penjualan
K 7 Konstanta
p, a, d, r 7 Koe)isien masing-masing marketing mi6
P, ", &, @ 7 'arketing mi6 yang dalam hal isinya price, advertising, service,
dan kualitas produk
(ontoh :
Sebuah perusahaan memproduksi 'esin (uci dan menyalurkannya
melalui dua saluran distribusi yakni perusahaan yang berada di 'alang #=,$ dan
perusahaan yang berada di Surabaya #=*$. &iperkirakan pro)it margin yang
diperoleh dari masing-masing saluran distribusi tersebut adalah @p *1,44 dan @p
*4,44. digunakan dua marketing mix yakni personal selling dan advertensi.
&iperkirakan personal selling tersebut akan menghabiskan +aktu sebanyak 1.444
jam untuk masa 2 bulan yang akan datang, dan anggaran biaya advertensi yang
tersedia untuk masa 2 bulan yang akan datang @p ,2.444,44. %erdasarkan data
masa lalu; setiap satu unit penjualan memerlukan kontak dengan konsumen
sebesar 4,01 jam untuk saluran =, dan 4,14 jam untuk saluran =*. Sedangkan
untuk advertensi memerlukan @p *,44 untuk saluran =, dan @p /,44 untuk
saluran =*. Penjualan yang diharapkan masing-masing penyalur minimal -.444
unit.
&iminta :
entukan kombinasi marketing mix optimal untuk mencapai laba optimal.
Antuk mengerjakan pertanyaan di atas maka dibutuhkan langkah-langkah
penyelesaian adalah sebagai berikt:
a. 'enentukan )ungsi tujuan, dalam hal ini adalah laba optimal dari masing-
masing saluran dengan berbagai kombinasi marketing mix yang dinyatakan
sebagai )ungsi laba #pro)it$.
b. 'enentukan persamaan )ungsi pembatas #kendala$ yakni batasan variabel
marketing mix dan juga batasan harapan permintaan masing-masing sauran.
c. 'enggabungkan persamaan-persamaan pada langkah a dan b, maka akan
diperoleh satu daerah kemungkinan pencapaian laba optimum yang dibatasi
oleh perpotongan garis-garis dari persamaan langkah b. &aerah ini disebut
daerah kemungkinan #feasible poygron/feasible set$.
d. 'enggabungkan antara persamaan )ungsi tujuan #langkah a$ dengan titik-
titik potong dan feasible polygon akan dapat ditemukan kombinasi marketing
mix yang akan mencapai laba optimal.
Langkah-langkah tersebut jika ditunjukkan dalam perhitungan adalah:
a. Persamaan )ungsi tujuan
Pro)it 7 *1 =, ? *4 =*
b. Persamaan )ungsi pembatas
,. Personal selling
4,01 =, ? 4,14 =* B7 1.444
*. "dvertensi
* =, 7 / =* B7 ,2.444
-. Permintaan
=, C7 -.444
=* C7 -.444
c. Langkah berikutnya adalah menggambarkan garis-garis )ungsi pembatas
dan mencari titik-titik perpotongannya, dimana akan ditemukan daerah
kemungkinan yakni seperti yang disajikan di ba+ah ini.
=* =, 7 -.444
,2.444
4,01 =, ? 4,14 =* 7 1.444

3.444
0.444
-.444 =* 7 -444
* =, ? / =* 7 ,/.444
-.444 3.444 ,/.444 =,
Keterangan :
"%(& &aerah kemungkinan
itik " #-.444, -.444$
itik % #2.144, -.444$
itik ( #2.444, /.444$
itik & #-.444, 1.144$
d. 'enggabungkan antara persamaan )ungsi tujuan #)ungsi pro)it$ dengan
titik-titik potong dari daerah kemungkinan yakni titik ", %, (, dan &.
Pro)it 7 *1 =, ? *4 =*
itik " pro)it *1 #-.444$ ? *4 #-.444$ 7 ,-1.444
itik % pro)it *1 #2.144$ ? *4 #-.444$ 7 ***.144
itik ( pro)it *1 #2.444$ ? *4 #/.444$ 7 *-4.444
itik & pro)it *1 #-.444$ ? *4 #1.144$ 7 ,31.444
&ari perhitungan di atas tampak bah+a pada titik ( tercapai laba yang
paling tinggi yakni sebesar @p *-4.444,44. &engan demikian perusahaan ini akan
menyalurkan le+at =, sebesar 2.444 unit dengan program personal selling /.144
jam #2.444 6 4,01$ dan program advertensi dengan biaya sebesar @p ,*.444,44
#2.444 6 @p *,44$ serta melalui saluran =* sebesar /.444 unit dengan program
personal selling *.444 jam #/.444 6 4,14$ dan advertensi dengan biaya @p
,2.444,44 #/.444 6 @p /,44$.
&engan kata lain kombinasi marketing mix optimal untuk mencapai laba
optimal @p *-4.444,44 adalah:
a. Saluran distribusi =,, dengan
ersonal selling selama /.144 jam
Advertensi dengan biaya @p ,*.444,44
b. Saluran distribusi =*, dengan
ersonal selling selama *.444 jam
Advertnesi dengan biaya @p ,2.444,44
Sebagai catatan adalah bah+a metode ini menggunakan beberapa asumsi
dan kebanyakan dari asumsi tersebut adalah tidak realistik. :leh karena itu, juga
dikenal beberapa metode lain diantaranya ialah metode eksponensial.
Perlu diingat juga bah+a metode yang digunakan dalam contoh tersebut di
atas disebut metode gra)ik yang hanya dapat digunakan untuk menyelesaikan
persoalan dengan dua saluran distribusi metode tersebut tidak dapat digunakan
lagi, melainkan menggunakan metode simpleks.