Anda di halaman 1dari 9

24/10/14 sifat fisik batuan

abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 1/9
BELAJAR DAN BELAJAR
Don't Forget for Folow Me
Enter Keyword(s)
selamat Datang
Semua Untuk Belajar
Welcome
Delete this widget from your Dashboard and add your
own words. This is just an example!
BUKU
TAMU

sifat fisik batuan
Jumat, 15 April 2011
BAB II
DASAR TEORI
Di laboratorium corre dilakukan analisa corre rutin dan analisa corre
spesial, analisa corre rutin adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sifat
sifat batuan reservoir terhadap contoh batuan. Sifat fisik batuan dan fluida reservoir
sangat penting untuk perhitungan cadangan dan perencenaan produksi sehingga di
dapat kan efisiensi setinggi mungkin. perhitungan cadangan dan perencenaan
produksi sehingga didapat kan efisiensi setinggi mungkin. Untuk mendapatkan data
data tentang sifat sifat fisik batuan perlu di lakukan pengambilan sample batuan
reservoir atau lebih umum di sebut core atau inti batuan yang di ambil pada saat
analysis coring. Analisa routine core meliputi pengukuran porositas, permeabilitas, dan
saturasi fluida. Dan analisa special core meliputi kompribilitas, wettabilitas dan
tekanan kapiler.
2.1 POROSITAS
Porositas adalah perbandingan volume rongga pori pori terhadap volume total
batuan, perbandingan ini biasanya di lakukan dengan persen.


Labels
migas (22)
TEKNOLOGI (3)
Blog Archive
2011 (26)
April (26)
Asus Eee Pad Transformer
TF101 Tablet Android
Hone...
WolframAlpha
Batuan Reservoir
Mencega Kerusakan
Komputer
Cadangan (reserves)
PIPA TERJEPIT (PIPE
STICKING)
sonolog test
ESP
Konvergensi Geologi dan
Konvergensi Meteorologi
hukum gas
gas ideal
Beranda

Dimana :
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 2/9
= porositas pori dalam %
volume pori pori, ( cm
3
)
Vb = volume bulk, ( cm
3
)
Porositas dan permeabilitas adalah data petrophysic yang paling penting
berasal dari routine core analysis, dan data tersebut di butuhkan untuk untuk deskripsi
reservoir dan simulasi reservoir, faktor yang mengantrol porositas sangat kompleks
dan bervariasi dengan tive batuan, proses kompeksi dan diagenesa.
Rongga pada batuan yang di hasilkan melalui lapisan diantara butiran
disebut pori pori yang di tempati fluida cairan atau gas, porositas pada batuan poros
dapat memiliki nilai yang berbeda dan bervariasi tetapi pada umum nya porositas
batuan sedimen lebih kecil dari 50%.
2.1.1 Klasifikasi Porositas
Klasifikasi porositas terbagi menjadi dua kategori, yaitu klasifikasi secara
Gologi dan Klasifikasi secara Teknik ( Geological and clasification enggineering ).
2.1.2 Klasifikasi secara Geologi (geological classifiction of porosity )
Di bawah ini adalah klasifikasi porositas secara umum didasarkan pada
genesa nya yaitu:
a. Porositas primer
Interkristalin : Rongga diantara bidang belah kristal, rongga diantara
individu kristal dan rongga diantara lattice.
Integranular dan Intervatikel : Rongga diantara butiran dan porositas
tersebut adalah yang dominan hadir pada kebanyakan reservoir hydrokarbon.
Bidang perlapisan : Rongga pada kebanyakan reservoir terkonsentrasi
secara paralel terhadap bidang perlapisan dan perbedaan endapan sedimen
ukuran pertikal dan penyusunan dan lingkungan pengendapan menyebabkan
rongga pada bidang perlapisan.
Keseragaman rongga batuan sedimen :
1. rongga pori di hasilkan dari akumulasi fragmen detrikal berupa fosil.
2. rongga atau pori yang di hasilkan dari pengepakan oolite.
3. rongga atau pori yang di hasilkan rumah organisme pada saat
pengendapan.
b. Porositas sekunder
Porosita sekunder adalah hasil dari proses geologi ( geagenesa dan kata
genesa ) setlah proses pengendapan porositas sekunder dapat di bagi berdasarkan
proses geologi yang dominan.
porositas oleh pelarutan ( solution porosity ) : pori yang di hasilkan dari proses
pelarutan oleh sirkulasi panas, sesar dan gua yang melebar oleh proses
pelarutan, pelarutan oleh aktivitas organisme dan lain lain.
Porositas Rekahan ( fracture Porosity ) : dihasilkan oleh aktipitas tektonik
PERFORASI
METODE SIRKULASI
KICK
SEPARATOR DAN MACAM
MACAM SEPARATOR
ALAT PISHING
MACAM MACAM FISHING
PROBLEM PADA PEMBORAN
HORIZONTAL DAN
PENANGGULANGA...
macam macam pemboran
horizontal
pemboran berarah
lumpur pemboran
choke
sifat fisik batuan
pengeringan gas
batuan sedimen
cementing
Mengenai Saya
semua tentang migas
bekasi, jawa barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku
Pengikut
Join this site
with Google Friend Connect
Members (15)
Already a member? Sign in
Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.
6 1 6 8 7
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 3/9
seperti perlipatan patahan, rekahan ini termasuk sesar, retakan dan hancuran.
Porositas Sekunder yang lain seperti pitches, sandle reefs, dan falt yang
terbentuk akibat proses slimping lubang atau pori yang di hasilkan oleh
longsoran material sedimen dasar laut seperti breksi dan konglomerat yang di
hasilkan dari perpindahan gravitasi pada material dasar samudra setelah
sebagian terlitifikasi.
c. Porositas Mikro ( Microporosity )
Porositas mikro di definiskan sebagai porositas yang berasosiasi dengan pori
pori yang memiliki celah atau lubang lebih kecil dari 0,5 mikro. Porositas mikro
memang tidak umum dalam reservoir hydrocarbon dan asosiasi antara clay dan
porositas mikro berperan penting pada peningkatan porositas mikro denfan berkurang
nya ukuran butir pada penigkatan kandungan clay. Didalam kualitas reservoir yang
lebih baik pada batu pasir, paling sering berasosiasi dengan authogenic clay dan
pelarut seperti pori mikro pada rijang. Porositas mikro pada umunya adalah di jenuhi
air kecuali pada tekanan tekanan kapiler yang tinggi.
Porositas mikro merupakan porositas interagranular, yang dapat di hasilkan
oleh cangkang cangkang organik seperti cangkang foraminifera, adanya cangkang
foram yang cukup banyak pada batuan menghasilkan porositas yang cukup banyak
pada batuan menghasilkan porositas yang cukup besar.
2.1.3 Klasifikasi secara teknik ( engineering classification of
porosity )
Pori batuan akan semakin tertutup atau terisolasi oleh proses diagenesa
dan katagenesa seperti sementasi dan kompaksi selama proses sedimentasidan
litifikasi. Klasifikasi porositas secara teknik di bagi menjadi dua :
a. Porositas total ( absolute )
Yaitu perbandingan volume pori ( Vp ) dengan volume total batuan ( Vb )
meskipun pori tersebut berhubungan atau tidak, porositas absolut juga dapat dapat di
definisikan sebagai total pori yang saling berhubungan termasuk volume pori yang di
tempati oleh bound water tetapi tidak termasuk air struktural.
b. Porositas efektip
Yaitu perbandingan volume pori yang saling berhubungan(interconnected)
terhadap volume total pori, tidak termasuk bound water tapi termasuk volume yang
ditempati oleh air dan hidrokarbon.porositas efektif dipengarui oleh tipe dan
kandungan clay dalam batuan,pengepakan dan sedimentasi,pelapukan dan pencucian
dapat juga mempengaruhi batuan.porositas efektif adalah nilai yang sering digunakan
dalam semua perhitungan dalam resevoir engineering.
2.1.4 Faktor yang menentukan Besarnya Porositas
Pada resevoir minyak,porositas berkisar antara 5%-40% tetapi pada
umumnya 10%-20% .faktor yang menentukan besarnya porositas adalah:
1. Bentuk butir
Porositas akan berubah dengan semakin menyusutnya butiran
2. Keseragaman ukuran butir/sortasi
Batuan sedimen yang keseragamanya ukuran butiran yang baik akan memiliki
porositas dan permebilitasi yang baik dari pada batuan sortasi yang buruk .
FOR ENJOY
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 4/9
3. Peroses kompaksi selama dan setelah pengendapan
Proses kompaksi cendrung menutup rongga atau pori batuan dan memaksa
fluida batuan didalamnya keluar dari partikel mineral alas saling menutup khususnya
pada batuan sedimen berbutir halus.
4. Derajat sementasi dan kekorosityompakakan batuan
Baru pasir yang derajat semetasinya tinggi akan memiliki porositas yang
rendah,sedangkan untuk sedimen yang lunak dan tidak kompak memiliki porositas
yang tinggi.mineral semen dapat berupa kalsium karbonat.magnesium karbonat,iron
karbonat,iron sulphides,limonite,hematite,dolomite,calcium sulphate,clay dan material
lain termasuk kombinasi dari material tersebut.
5. Susunan pengepakan partikel
Degan bertambahnya tekanan over burden ,positas buruk,butiran pasir yang
menyusut menuju peningkatkan perubahan dari pengepakan yang ack menjadi tertutup.
6. Rekaan dan growongan
Adanya retakan dan growongan pada batuan akan memperbesar
porositas.rekaan atau growongan akan menjadi faktor penting dalam penentuan harga
positas dan permeabilitas pada batu gamping.

2.1.5 Metode Penentuan Porositas
Porositas adalah perbandingan volume pori dengan volume total batuan
dan dapat dinyatakan dalam fraksi atau persen. Ada beberapa metode untuk
mengukur harga porositas dilaboratorium,yaitu:
1) Helium injection porisity
2) Porositas overburden
Penentuan porositas biasanya bersifat semi-kualitatif dan dikelompokan
dengan skala sebagaimana terlihat pada tabel 2.1
Tabel 2.1
Skala porositas di lapangan
Skala porositas (%) Keterangan
0 5
5 - 10
10 - 15
15 - 20
20 - 25
> 25
Dapat diabaikan
Buruk
Cukup
Baik
Sangat baik
Istemewa
2.2 Permebilitas
Pada prinsipnya, Data permebilitas digunakan untuk menentukan kemampuan
air resevoir permebilitas didefinisakan sebagai kemampuan resevoir untuk membawa
fluida melaui pori yang saling berhubungan.
Kenyataanya permebilitas batuan tergantung pada porositas efektif.

Keterangan :
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 5/9
Q=Laju produksi
K=permebilitas
A=luas penampang aliran,ft
=viskositas fluida
Faktor yang mempengaruhi permeabilitas antara lain ukuran butir bentuk
butir,sortasi atau distribusi ukuran butir ,penepakan butiran,derajat kekompakkan dan
sermentasi,juga tipe clay yang hadir khusus pada fres weter.mineral clay
semactite(bontonite)dan montmorillonit akan mengembang (swelling) pada freshwater
dan menurut pori batuan.
2.2.1 Klasifikasi Permeabilitas
Reservoir hidrokarbon mempunyai dua jenis permeabilitas, yaitu
permeabilitas primer yang biasa dikenal dengan permeabilitas matriks dan
permeabilitas sekunder. Permeabilitas sekunder dihasilkan dari proses alterasi matrik
batuan karena kompaksi, sementasi retakan dan pelarut. Kompaksi dan sementasi
secara umum mengurangi permeabilitas primer, sementara retakan dan pelarutan
cekungan memperbesar permeabilitas. Pada batuan reservoir yang sama, khususnya
karbonat dan porositas rendah, permeabilitas sangat berperan penting dalam
mengontrol migrasinya fluida ke reservoir.
1. Permeabilitas absolute merupakan kemampuan suatu batuan untuk
mengalirkan suatu jenis fluida.
2. Permeabilitas efektif merupakan kemampuan fluida untuk dapat dialiri oleh
suatu jenis fluida atau lebih, baik itu air, minyak dan keduanya, atau sebagai
perbandingan permeabilitas air (kw) dan permeabilitas minyak (ko).
3. Permeabilitas relative adalah perbandingan antara permeabilitas efektif
dengan pase permeabilitas ( air, minyak atau gas).
Tabel 2.2
Skala permeabilitas di Lapangan
Skala Permeabilitas (mD) Keterangan
< 5 Ketat
5 10 Cukup
10 100 Baik
100 1000 Baik sekali
2.2.2 Faktor yang Mempengaruhi Permeabilitas
Permeabilitas batuan reservoir dapat berkisar 0,1 sampai 1,000 md atau
lebih. Batuan reservoir yang memiliki permeabilitas1 md dianggap ketat, hal ini dapat
dijumpai pada batuan gamping. Faktior yang mempengaruhi permeabilitas adalah :
1. Bentuk dan ukuran batu : jika batuan disusun oleh butiran yang besar, pipih
dan seragam dengan dimensi horizontal lebih panjang, maka permeabilitas
horizontal (kh) akan lebih besar. Sedangkan permeabilitas vertical (kv)
sedang - tinggi. Jika batuan yang disusun berbutir dominan kasar,
membulat dan seragam, maka permeabilitas akan lebih besar dari kedua
dimensinya. Permeabilitas buat reservoir secsara umum lebih rendah,
khusunya pada dimensi vertikalnya, jika butirannya berupa pasir dan
bentuknya tidak teratur. Sebagian besar reservoir minyak seperti ini.
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 6/9
2. Sementasi : permeabilitas dan porositas bauan sedimen sangat
dipengaruhi sementasi dan keberadaan semen pada pori batuan.
3. Retakan dan pelarutan : pada batuan pasir, retakan tidak dapat
menyebabkan permeabilitas sekunder, kecuali pada batuan pasir yang
interbedded dengan shale, lime stone dan dolomite. Pada batuan karbonat,
proses pelarut oleh larutan asam yang berasal dari perokolasi air
permukaan akan melalui pori pori primer batuan, bidang celah dan
rekahan akan menambah permeabilitas reservoir.
2.3 Saturasi Fluida
Saturasi fluida adalah perbandingan antara volume pori batuan yang ditempati
oleh stu fluida tertentu dengan volume pori batuan . adapun jenis- jenis dari saturasi
batuan reservoir yaitu :
1. Saturasi gas adalah volume pori yang diisi gas dibagi dengan volume total
yang dinyatakan dengan Sg.
2. Saturasi minyak adalah volume pori yang diisi minyak dibagi dengan volume
pori total yang dinyatakan dengan So.
3. Saturasi air adalah volume pori yang diisi air dibagi volume pori total yang
dinyatakan dengan Sw.
Persamaan untuk saturasi suatu fluida dapat dirumuskan sebagai berikut :
Sw = Vw/Vp X 100%
So = Vo/Vp X 100%
Sg = Vg/Vp X 100%
Dimana :
Vw = volume air, cc
Vp = Volume pori, cc
Vg = Volume gas, cc
Jika pori pori batuan diisi oleh fluida minyak, gas, dan air, maka berlaku
hubungan : S
g
+ S
o
+ S
w
= 1
Jika diisi oleh minyak dan air saja, maka berlaku hubungan :
S
g
+ S
o
= 1
Pemberian skala visual untuk saturasi fluida :
S
o
> 10%, S
w
< 50%, adalah lapisan yang memproduksi minyak.
S
o
< 10%, S
w
< 50%, adalah lapisan yang memproduksi gas.
S
o
< 10%, S
w
> 50%, adalah lapisan yang memproduksi air.
Tabel 2.3
Typical Grain Density Values
Rock/ Clay Type Grain Density (gr/cc)
Halite
Sandstone
Kaulinite
Monlmorillonite
Quart
2.16
2.65
2.62
2.63
2.65
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 7/9
Calcite
Illite
Glautonite
Dolomite
Anhydrite
Pyrite
2.71
2.78
2.85
2.87
2.96
5.01
2.4 Kompresibilitas
Menurut Geertsma, terdapat tiga macam kompressibilitas pada batuan yaitu :
a. Kompressibilitas matriks batuan, yaitu fraksional perubahan volume dari
material padatan batuan (grain) terhadap satuan perubahan tekanan.
b. Kompressibilitas batuan keseluruhan, yaitu fraksional perubahan volume
dari volume batuan terhadap satuan perubahan tekanan.
c. Kompressibilitas pori-pori batuan, yaitu fraksional perubahan volume pori-
pori batuan terhadap satuan perubahan tekanan.
Batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami dua macam
tekanan, yaitu ;
Internal stress yang berasal dari desakan fluida yang terkandung di dalam
pori-pori batuan (tekanan hidrostatik fluida formasi)
External stress yang berasal dari pembebanan batuan yang ada di atasnya
(tekanan overburden)
2.5 Wettabilitas
Wettabilitas didefinisikan sebagai suatu kecenderungan dari adanya
fluida lain yang tidak saling mencampur. Apabila dua fluida bersinggungan dengan
benda padat, maka salah satu fluida akan bersifat membasahi permukaan benda
padat tersebut, hal ini disebabkan adanya gaya adhesi. Dalam system minyak-air,
benda padat, gaya adhesi A
T
yang menimbulkan sifat air membasahi benda padat
adalah :

dimana ;
so = tegangan permukaan minyak-benda padat, dyne/cm
sw = tegangan permukaan air-benda padat, dyne/cm
wo = tegangan permukaan minyak-air, dyne/cm
qwo = sudut kontak minyak-air.
Suatu cairan yang dikatakan membasahi zat padat jika tegangan adhesinya
positif (q < 90
o
), yang berarti batuan bersifat water wet, sedangkan bila air tidak
membasahi zat padat maka tegangan adhesinya negative (q > 90
o
), berarti batuan
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 8/9
bersifat oil wet.
Pada umumnya, reservoir bersifat water wet, sehingga air cenderung untuk
melekat pada permukaan batuan, sedangkan minyak akan terletak diantara fasa air
2.6 Tekanan kapiler
Tekanan kapiler (pc) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada
antara permukaan dua fluida yang tidak tercampur (cairan-cairan atau cairan-gas)
sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka.
Perbedaan tekanan dua fluida ini adalah perbedaan tekanan antara fluida non wetting
fasa (Pnw) dengan fluida wetting fasa (Pw) atau :

Di reservoir biasanya air sebagai fasa yang membasahi (wetting fasa),
sedangkan minyak dan gas sebagai non-wetting fasa atau tidak membasahi.
Tekanan kapiler dalam batuan berpori tergantung pada ukuran pori-pori dan
macam fluidanya. Secara kuantitatif dapat dinyatakan dalam hubungan :

dimana :
Pc = tekanan kapiler
= tegangan permukaan antara dua fluida
cos q = sudut kontak permukaan antara dua fluida
r = jari-jari lengkung pori-pori
= perbedaan densitas dua fluida
g = percepatan gravitasi
h = tinggi kolom
Tekanan kapiler mempunyai pengaruh yang penting dalam reservoir minyak
maupun gas, yaitu :
Mengontrol distribusi saturasi di dalam reservoir.
Merupakan mekanisme pendorong minyak dan gas untuk bergerak atau
mengalir melalui pori-pori reservoir dalam arah vertical.
Diposkan oleh semua tentang migas di 05.31
Label: migas
1 komentar:
Poskan Komentar
Riozz Zzoir mengatakan...
Halo, terima kasih infonya Pak.
Mau tanya sumber referensinya dari mana ya?
Terima kaish
4 Juli 2013 02.13
24/10/14 sifat fisik batuan
abdulrohim-betawi.blogspot.com/2011/04/sifat-fisik-batuan.html 9/9
Posting Lebih Baru Posting Lama
Masukkan komentar Anda...
Beri komentar sebagai:
Google Account
Publikasikan Pratinjau
Beranda
Lorem
migas (22)
TEKNOLOGI (3)
Ipsum
migas (22)
TEKNOLOGI (3)
Dolor
migas (22)
TEKNOLOGI (3)
Copyright 2010 BELAJAR DAN BELAJAR Blogger Templates by Splashy Templates | Design by Dellustrations